Anda di halaman 1dari 1

Analisa data

Praktikum control cerdas 1 yang ketiga ialah percobaan tentang open dan close loop system.
Tujuan diadakannya praktikum kali ini ialah memberikan definisi Sistem Open Loop dan Close
Loop, mampua mendesain dan mengaplikasikannya serta Diharapkan setelah melaksanakan praktek
mahasiswa mampu memahami kekurangan dan kelebihan masing-masing sistem. Alat dan bahan
yang diperlukan sama seperti dengan percobaan kedua yakni motor DC, minimum system
ATmega16 serta program visual basic. Namun, pada percobaan kali ini menggunakan system open
loop dan close loop untuk mengatur karakteristik kecepatan motor DC. Pengendalian kecepatan
motor dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu open loop dan close loop. Secara definisi, Sistem
Kontrol Loop Terbuka (Open Loop) adalah suatu sistem yang keluarannya tidak mempunyai
pengaruh terhadap aksi control Keuntungan menggunakan open loop adalah kemudahan dalam
proses desain dan murah biaya pembuatan. Kekurangannya adalah tidak mampu melakukan koreksi
apabila terjadi kesalahan. Kekurangan daripada open loop bisa atasi dengan menggunakan cloose
loop. Sistem Kontrol Umpan balik adalah sistem kontrol yang outputnya berpengaruh pada system
pengendaliannya. Dikarenakan output sistem akan menjadi salah satu input sistem, selain referensi
input itu sendiri. Sistem koreksi dilakukan dengan cara apabila terjadi beda antara setting point dan
nilai real kecepatan maka akan ditambahkan tegangan input ke motor sehingga kecepatannya bisa
disesuaikan. Kekurangan sistem close loop adalah perancangan relatif lebih sulit dikarenakan
kestabilan menjadi salah satu tujuannya.
Pada percobaan open loop diberikan sebuah tabel dan dengan GUI pada program visual basic. Pada
tabel open loop terlihat 4 buah parameter dalam pengamatan yakni SetPoint, rps, error, serta pwm.
Dengan input set point antara 0 hingga 75 dengan kenaikan 5 step. SetPoint merupakan inputan yang
digunakan untuk memberikan nilai set point yang akan ditentukan. Rps merupakan nilai yang
dihasilkan oleh kecepatan motor dc dalam satu putaran per detik. Parameter Error merupakan nilai
hasil dari pengurangan antara setpoint dan rps. Hal ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar
kesalahan yang dihasilkan oleh motor DC. PWM merupakan nilai yang digunakan untuk mengetahui
keluaran PWM yang dihasilkan oleh pulsa PWM Motor DC. Saat pemberian nilai pada set point
open loop, praktikan harus mengupayakan agar karakteristik kecepatan pada motor motor DC berada
pada set point open loop dengan melakukan tuning pada tombol tune GUI. Namun kelemahan dari
sistem Open Loop adalah apabila nilai setpoint tidak tercapai makasistem tidak bisa memberikan
koreksi pada outputnya. Sistem Close Loop mempunyai
feedback dari output yang dihasilkan, apabila output belum sesuai dengan setpoint maka akan ada
nilai error yang dihasilkan. Nilai error ini dijadikan sebagai nilai koreksi pada output. Untuk
membuat sistem close loop, maka diperlukan looping secara terus menerus. Agar waktu tundanya
bisa diatur maka dipergunakan timer. Dengan mengubah sedikit pada GUI dan Program open loop
system maka didapat system close loop. Pada tabel open loop dan close loop terlihat bahwa ketika
nilai set point dinaikan maka akan berpengaruh pada nilai PWM dan RPS. Nilai PWM dan RPS
tersebut bertambah dan meningkat saat nilai set point dinaikkan.

Kesimpulan
1. Sistem Kontrol Loop Terbuka (Open Loop) adalah suatu sistem yang keluarannya tidak
mempunyai pengaruh terhadap aksi kontrol.
2. Keuntungan menggunakan open loop adalah kemudahan dalam proses desain dan murah
biaya pembuatan. Kekurangannya adalah tidak mampu melakukan koreksi apabila terjadi
kesalahan.
3. Sistem Close Loop mempunyai feedback dari output yang dihasilkan, apabila output belum
sesuai dengan setpoint maka akan ada nilai error yang dihasilkan
4. Nilai error pada system close loop ini dijadikan sebagai nilai koreksi pada output.