Anda di halaman 1dari 8

Ekstraksi Kandungan

Senyawa
Rizka Annur Putri
I21111039
Ekstraksi
Suatu proses pemisahan kandungan
seny kimia dari jaringan tumbuhan atau
hewan dengan penyari ttt
Cara ekstraksi yang tepat tergantung
pada bahan tumbuhan yang diekstraksi
dan jenis senyawa yang diisolasi
Ekstrak = sediaan pekat yg hasil
ekstraksi
Metode Ekstraksi
Cara dingin
Cara panas
Cara Dingin
Maserasi
proses penyarian simplisia
menggunakan pelarut dengan
beberapa kali pengocokan atau
pengadukan pada temperatur kamar.
Keuntungan: pengerjaan dan
peralatan yang digunakan sederhana
Kerugian: cara pengerjaannya lama,
membutuhkan pelarut yang banyak
dan penyarian kurang sempurna
Perkolasi
ekstraksi dengan pelarut yang selalu baru
sampai terjadi penyarian sempurna yang
umumnya dilakukan pada temperatur
kamar.
Terdiri dari tahap pengembangan bahan,
tahap perendaman antara, tahap perkolasi
sebenarnya(penampungan ekstrak) secara
terus menerus sampai diperoleh ekstrak
(perkolat)
Untuk menentukan akhir dari pada
perkolasi dapat dilakukan pemeriksaan zat
secara kualitatif pada perkolat akhir
Cara Panas
Refluks
ekstraksi pelarut pada temperatur titik
didihnya, selama waktu tertentu dan jumlah
pelarut terbatas yang relatif konstan
dengan adanya pendingin balik
Digesti
maserasi dengan pengadukan kontinu pada
temperatur lebih tinggi dari temperatur
ruangan (umumnya 25-30C)
Sokletasi
ekstraksi mengunakan pelarut yang selalu
baru, dengan menggunakan alat soxhlet
sehingga terjadi ekstraksi kontinu dengan
jumlah pelarut relatif konstan dengan
adanya pendingin balik
Infundasi
ekstraksi dengan pelarut air pada
temperatur 90C selama 15 menit
Dekok
ekstraksi dengan pelarut air pada
temperatur 90C selama 30 menit
Penguapan ekstrak larutan
dilakukan dengan penguap
berpusing dengan pengurangan
tekanan, yaitu rotary evaporator
sehingga diperoleh ekstrak yang
kental