Anda di halaman 1dari 28

LOGO

UJI HIPOTESIS

Yeni Mahwati
STIKES DHARMA HUSADA
BANDUNG
2010
1
PENGERTIAN HIPOTESIS
Hupo = sementara/ lemah
Thesis= pernyataan/teori
Hipotesis berarti pernyataan sementara
yang perlu diuji kebenaranya
Untuk menguji kebenaran sebuah
hipotesis digunakan pengujian yang
disebut pengujian yang disebut pengujian
hipotesis.
2
Pengujian Hipotesis
Pengujian Hipotesis adalah suatu prosedur yang memungkinkan
suatu keputusan dapat dibuat yaitu keputusan untuk menolak atau
menerima suatu hipotesis yang dibuat atau diuji melalui sampel data
yang diambil

Pengujian hipotesis terhadap populasi dilakukan berdasarkan
sampel data yang diambil sehingga hasilnyapun merupakan
perkiraan atau dugaan (estimate) atau dengan kata lain keputusan
yang diambil tersebut mengandung ketidak pastian (uncertainty)

Adanya ketidak pastian tersebut menyebabkan adanya risiko
kesalahan dalam setiap pengambilan keputusan. Risiko kesalahan
tersebut secara statistik dapat dihitung atau dinyatakan dalam nilai
probabilitas


Apakah semua penelitian ilmiah perlu
membuat hipotesa ?
Ya, jika berkenaan dengan verifikasi suatu
teori atau masalah
Tidak, jika penelitian masih bersifat
eksploratif dan deskriptif
4
MANFAAT HIPOTESIS
1. Menjelaskan masalah penelitian
2. Menjelaskan variabel-variabel yang akan diuji
3. Pedoman untuk memilih metode analisis data
4. Dasar untuk membuat kesimpulan penelitian.

5
DASAR MERUMUSKAN HIPOTESIS
1. Berdasarkan pada teori
2. Berdasarkan penelitian terdahulu
3. Berdasarkan penelitian pendahuluan
4. Berdasarkan akal sehat peneliti
6
DALAM SEBUAH PENELITIAN HIPOTESIS DAPAT DINYATAKAN
DALAM BEBERAPA BENTUK
1. Hipotesis Nol
Merupakan hipotesis yang harus diuji dan menyatakan hubungan atau pengaruh
antar variabel sama dengan nol. Atau dengan kata lain tidak terdapat perbedaan,
hubungan atau pengaruh antar variabel.
Contoh:
Tidak ada perbedaan berat badan bayi antara mereka yang dilahiRkan
dari ibu yang merokok dengan mereka yang dilahirkan dari ibu yang
tidak merokok.
Tidak ada hubungan merokok dengan berat badan bayi.
2. Hipotesis Alternatif
Merupakan hipotesis yang menyatakan adanya perbedaan, hubungan atau
pengaruh antar variabel tidak sama dengan nol. Atau dengan kata lain terdapat
perbedaan, hubungan atau pengaruh antar variabel (merupakan kebalikan dari
hipotesis nol)
Contoh:
Ada perbedaan berat badan bayi antara mereka yang dilahiRkan dari ibu
yang merokok dengan mereka yang dilahirkan dari ibu yang tidak
merokok.
Ada hubungan merokok dengan berat badan bayi.


7
CONTOH PENULISAN HIPOTESIS :

Ho : A = B
Tidak ada perbedaan mean tekanan darah antara laki-
laki dan perempuan, atau
Tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan
tekanan darah.

Ha : A B
Ada perbedaan mean tekanan darah antara laki-laki dan
perempuan, atau
Ada hubungan antara jenis kelamin dengan tekanan
darah.
Suatu penelitian ingin mengetahui hubungan antara
jenis kelamin dengan tekanan darah, maka
hipotesisnya adalah sbb:
8
PEMBAGIAN HIPOTESIS
Hipotesis Komparatif
Terdapat perbedaan terjadinya kanker paru
antara perokok dan bukan perokok
Terdapat perbedaan berat badan bayi lahir
dari ibu yang merokok dan tidak merokok
Hipotesis Korelatif
Terdapat hubungan antara motivasi belajar
dengan prestasi belajar
Terdapat hubungan antara kebiasaan
merokok dengan berat badan bayi lahir
9

ARAH/ BENTUK UJI HIPOTESIS

One Tail (satu sisi)
Bila hipotesis alternatifnya menyatakan adanya perbedaan dan ada
pernyataan yang mengatakan hal yang satu lebih tinggi/rendah dari hal yang
lain.
Contoh :
Berat badan bayi dari ibu hamil yang merokok lebih kecil dibandingkan berat
badan bayi dari ibu hamil yang tidak merokok.

Two Tail (dua sisi)
Bila hipotesis hanya menyatakan perbedaan tanpa melihat apakah hal yang
satu lebih tinggi/rendah dari hal yang lain.
Contoh :
Berat badan bayi dari ibu hamil yang merokok berbeda dibandingkan berat
badan bayi dari ibu yang tidak merokok.
Atau dengan kata lain : Ada perbedaan berat badan bayi antara mereka
yang dilahirkan dari ibu yang merokok dibandingkan dari mereka yang tidak
merokok.
Bentuk hipotesis alternatif akan menentukan arah uji statistik.
10
One-Tailed Hypothesis Example
Masalah: Pengaruh penyuluhan terhadap tingkat
pengetahuan ibu, dimana kita yakin bahwa
penyuluhan akan meningkatkan tingkat
pengetahuan ibu
Ho: Penyuluhan tidak berpengaruh terhadap
tingkat pengetahuan ibu
Ha:Penyuluhan menyebabkan tingkat
pengetahuan ibu meningkat secara signifikan
11
Uji pihak Kanan
H
0
: =
H
1
: >
Points Right
12
Uji Pihak Kiri
H
0
: =
H
1
: <
Points Left
13
Two-Tailed Hypothesis Example
Masalah: pengaruh pemakaian obat baru
terhadap tingkat stres ibu hamil, dimana kita
yakin bahwa pemakaian obat baru tersebut akan
berpengaruh terhadap tingkat stres ibu hamil
H0: Pemakaian obat ABC sebesar 300 mg/hari
tidak berpengaruh terhadap tingkat stres ibu
hamil
Ha:Pemakaian obat ABC sebesar 300 mg/hari
berpengaruh terhadap tingkat stres ibu hamil

14
Two-tailed Test
H
0
: =
H
1
:
is divided equally between
the two tails of the critical
region
Means less than or greater than
15
Pengambilan Keputusan pada Uji
HIpotesis
Semua hasil Uji hipotesis biasanya
didasarkan pada hipotesis nol.
1. Menolak H
0

2. Gagal menolak H
0

16
Kesalahan Pengambilan Keputusan
Ada dua jenis kesalahan pengambilan keputusan dalam uji statistik:
Kesalahan Tipe I ( )
Kesalahan menolak Ho padahal sesungguhnya Ho benar.
Artinya menyimpulkan adanya perbedaan padahal sesungguhnya tidak ada
perbedaan.
Peluang kesalahan tipe satu (I) adalah atau sering disebut Tingkat
Signifikansi (significance level).
Sebaliknya peluang untuk tidak membuat kesalahan Tipe I adalah sebesar 1 -
, yang disebut Tingkat Kepercayaan (Confidence level)

Kesalahan Tipe I I ()
Kesalahan tidak menolak Ho padahal sesungguhnya Ho salah.
Artinya : menyimpulkan tidak ada perbedaan padahal sesunguhnya ada
perbedaan.
Peluang untuk membuat kesalahan tipe kedua (II) ini adalah sebesar .
Peluang untuk tidak membuat kesalahan tipe ini adalah sebesar 1 - , dan
dikenal sebagai Tingkat Kekuatan Uji (Power of Test).
17
Kesalahan Pengambilan Keputusan
Keputusan Situasi
Ho Benar Ho salah
Tidak menolak Ho Benar (1-) Kesalahan Tipe II ()
Menolak Ho Kesalahan Tipe I () Benar (1- )
18
Tingkat Kemaknaan
Tingkat kemaknaan =significance
level (dinotasikan dengan )
adalah probabilitas dalam uji
statistik akan jatuh pada daerah
kritis ketika Ho adalah benar. Nilai
yang umum dipakai adalah 0.05,
0.01, and 0.10.
19
Menentukan Tingkat Kemaknaan
Penentuan nilai tergantung dari tujuan
dan kondisi penelitian. Nilai yang sering
digunakan adalah 10 %, 5 % atau 1 %.
Untuk bidang kesehatan masyarakat
biasanya digunakan nilai sebesar 5 %.
Untuk pengujian obat-obatan digunakan
batas toleransi kesalahan lebih kecil
misalnya 1 %, karena mengandung resiko
yang fatal.
20
Keputusan Uji Statistik
Pendekatan Klasik
Membandingkan nilai perhitungan uji statisitik dengan nilai pada
tabel.
Besarnya nilai tabel tergantung dari nilai alpha () yang
digunakan dan uji yang kita pakai (one tail or two tail)
One tail, nilai alpha dibagi dua (1/2 )
Two tail, nilai alpha tetap
Keputusan :

Bila nilai perhitungan uji statistik lebih besar dibandingkan nilai tabel
(nilai perhitungan > nilai tabel) Ho ditolak
Bila nilai perhitungan uji statistik lebih kecil dibandingkan nilai tabel
Ho gagal ditolak

21
Pendekatan Probabilistik
Program Komputer nilai p value
Bila nilai p nilai Ho ditolak
Bila nilai p > nilai Ho gagal ditolak

Nilai p merupakan nilai yang menunjukkan besarnya
peluang salah menolak Ho dari data hasil penelitian.
Nilai p dapat diartikan pula sebagai nilai besarnya peluang
hasil penelitian (misalnya adanya perbedaan mean atau
proporsi) terjadi karena faktor kebetulan (by chance).
Harapannya adalah nilai p sekecil mungkin karena bila nilai
p-nya kecil maka kita yakin bahwa adanya perbedaan yang
ada pada penelitian bukan karen faktor kebetulan (by
chance).
22
23
Rata-rata populasi atau perbedaan rata-
rata (paired data)
Perbedaan rata-rata antara dua populasi
Perbedaan antara dua proporsi populasi
Uji Hipotesis Terhadap
Langkah Uji Hipotesis
1. Tentukan Ho dan Ha.
2. Tentukan uji statistik yang sesuai
3. Hitung uji statistik
4. Gambar wilayah kritis
5. Buat keputusan sesuai dengan hasil uji
statistik
6. Buat kesimpulan
24
Menentukan uji statistik
Setiap uji statistik mempunyai persyaratan
tertentu yang harus dipenuhi.
Jenis uji statistik sangat tergantung dari :
jenis variabel yang akan dianalisis
jenis data apakah dependen atau independen
jenis distribusi data populasinya apakah
mengikuti distribusi normal atau tidak.
25
Pedoman Pemilihan Uji Statistik
Masalah pada
skala
pengukuran
Jenis hipotesis (asosiasi)
Komparatif Korelatif
Tidak berpasangan Berpasangan
Numerik 2 kelompok > 2 kelompok 2 kelompok > 2 kelompok Pearson *
Uji t tidak
berpasangan
One way
ANOVA
Uji t
berpasangan
Repeated
ANOVA
Kategorik
(ordinal)
Mann
Whitney
Kruskal-Wallis Wilcoxon Friedman Spearman
Somersd
Gamma
Kategorik
(Nominal/Ordin
al
Chi square
Fisher
Kolmogorov-Smirnov
(tabel BxK)
Mc Nemar, Cochran
Marginal Homogenity
Wilcoxon, Friedman
(prinsip PxK)
Koefisien
kontingensi
Lamda
26
Uji dengan tanda * merupakan uji parametrik
Tanda panah ke bawah menunjukkan alternatif jika
syarat uji parametrik tidak terpenuhi
Untuk hipotesis komparatif numerik, perlu diperhatikan
banyaknya kelompok
Untuk hipotesis komparatif kategorik tidak berpasangan,
pemilihan uji menggunakan tabel B x K sesuai
jumlah baris dan kolom
Untuk hipotesis komparatif kategorik berpasangan,
pemilihan uji menggunakan prinsip P x K) sesuai
jumlah pengulangan dan jumlah kategori
27
Pemilihan Jenis Uji Parametrik atau
Non Parametrik
Uji Parametrik
Skala pengukuran: harus variabel numerik (Interval
dan rasio)
Distribusi data: distribusi harus normal
Uji Non Parametrik
Skala pengukuran adalah kategorik (nominal dan
ordinal)
Jika data dengan skala numerik tidak memenuhi
syarat untuk uji parametrik (misalnya distribusi data
tidak normal), maka dilakukan uji non parametrik yang
merupakan alternatif dari uji parametriknya. (Lihat
tabel pedoman)
28