Anda di halaman 1dari 55

BAB 1

PENDAHULUAN
Penggunaan nama bentuklahan sebagai geomorfologi karena rasa tidak puas
terhadap peristilahan fisiografi yang telah berkembang lebih dahulu. Istilah fisiografi
digunakan di Eropa dan memasukkan unsur - unsur iklim, meteorologi, kelautan dan
matematik geografi. Geomorfologi merupakan bagian utama geologi, walaupun
kenyataannya di Eropa, Amerika dan Indonesia dianggap sebagai geografi fisik.
Geomorfologi di lingkungan geologi belum berkembang, karena lebih banyak
berkembang di lingkungan geografi untuk kepentingan pengembangan wilayah,
penggunaan lahan dan hidrologi, sedangkan para pakar geologi memiliki anggapan
bahwa geomorfologi merupakan bagian dari bidang ilmu geografi, padahal teknologi
satelit sumberdaya alam yang berkembang saat ini merekam permukaan bumi dan
menunjukkan potret muka bumi setiap hari, sehingga ketika harus menggunakan citra
satelit para akhli geologi harus belajar kembali geomorfologi.
1.1 Pengertian geomorfologi
Geomorfologi berasal dari bahasa yunani kuno, terdiri dari tiga akar kata, yaitu
Ge(o) = bumi, morphe = bentuk dan logos = ilmu, sehingga kata geomorfologi dapat
diartikan sebagai ilmu yang mempelajari bentuk permukaan bumi. erasal dari bahasa
yang sama, kata geologi memiliki arti ilmu yang mempelajari tentang proses
terbentuknya bumi secara keseluruhan.
Definisi ; Geomorfologi adalah ilmu yang mempelajari tentang bentuk
permukaan bumi serta proses - proses yang berlangsung
terhadap permukaan bumi sejak bumi terbentuk sampai se-
karang.
erdasarkan pengertian dan definisi geomorfologi, maka bidang ilmu
geomorfologi merupakan bagian dari geologi yang mempelajari bumi dengan
pendekatan bentuk rupa bumi dan arsitektur rupa bumi. !ujuan mempelajari
geomorfologi di lingkungan geologi selaras dengan motto "utton , yaitu THE PE!E"T
#! THE $E% T& THE P'!T #sekarang adalah kunci masa lalu$. Pemahaman kata
sekarang #the present$ adalah pemahaman terhadap bentuk rupa bumi yang dapat
dijadikan cerminan proses yang berlangsung di masa lalu.
%aedah yang diharapkan dengan mempelajari geomorfologi yaitu membantu
menelusuri proses - proses yang berlangsung pada bumi sejak terbentuknya bumi
sampai sekarang dengan pendekatan bentuk rupa bumi yang tampak sekarang,
sehingga pada penelitian geologi dapat dilakukan dengan cepat dan murah.
1.2 Konsep dasar geomorfologi
entuklahan adalah fenomena geologi yang telah banyak dikembangkan dan
direnungkan oleh para akhli filsafat kuno dan tidak hanya membuat pernyataan &' saat ini
menjadi kunci masa lalu ', tetapi proses geomorfologi saat ini memilki arti yang sangat
penting, karena perbincangan tentang sistematika e(olusi geomorfologi tidak hanya
terjadi pada awal abad ke )*, tetapi berlangsung sampai sekarang.
1.2.1 Konsep pemikiran geomorfologi kuno
Pembahasan tentang perkembangan ilmu pengetahuan biasanya diawali dengan
pemikiran - pemikiran para akhli filsafat +unani dan ,omawi. -embahas pemikiran -
pemikiran para akhli +unani dan ,omawi kuno tentang perkembangan bentuklahan
suatu kegiatan yang sangat baik untuk lebih mengenal perkembangan ilmu dimasa
silam #.ark Age$ yang telah banyak dilupakan, namun sangat membantu didalam
pemahaman tentang e(olusi geomorfologi yang dikembangkan oleh para pemikir kuno,
seperti "erodatus, Aristoteles, /tarbo dan /eneca.
Herodatus !"# $ !2# %&' sebagai ' apak /ejarah ' telah banyak melakukan
penelitian geologi, menyebutkan pentingnya serpih dan lempung yang diendapkan
setiap tahun oleh /ungai 0il, sehingga -esir dianggap telah mendapat hadiah dari
sungai. /elanjutnya disebutkan pula bahwa gempabumi adalah pegunungan yang
menggeliat karena dewa sedang marah. !emuan fosil kerang di puncak - puncak
perbukitan di -esir menyebabkan "erodatus menarik kesimpulan berdasarkan
temuannya tersebut bahwa air laut telah menggenangi dataran -esir. 1esimpulan
"erodatus tersebut merupakan dasar pemikiran perubahan muka air laut yang menjadi
bahasan penting didalam geomorfologi.
Aristoteles ("! $ (22 %&' didalam tulisannya menyebutkan tentang asal - usul
mataair yang diyakininya bahwa air yang mengalir dari mataair disebabkan oleh #a$ air
hujan yang terjebak pada lapisan tanah, #b$ air yang terbentuk karena penguapan dari
air yang masuk kedalam bumi, dan #c$ air yang terkondensasikan di dalam bumi berasal
dari embun yang tidak diketahui asal - usulnya. /eluruh air merembes dari pegunungan
menyerupai bunga karang yang sangat besar, sehingga sebutan sungai hanya
diterapkan pada bentuk aliran air yang berasal dari mataair. /elanjutnya disebutkan pula
bahwa hujan menghasilkan aliran air deras, sehingga aliran sungai menjadi tidak
menentu.
Pemahaman tentang debit aliran selama periode hujan telah dikembangkan oleh
ernard Palissi #)234 dan )256$ dan Pierre Perrault #)378$ yang menyebutkan bahwa
curah hujan mampu membentuk aliran sungai. Aristoteles percaya bahwa gempabumi
dan gunungapi memiliki sumber kejadian yang sama dan menyebutkan bahwa
gempabumi berpengaruh terhadap pencampuran udara basah dan udara kering di bumi.
/elanjutnya dikenalkan juga jalur laut yang tertutup oleh sedimen yang membentuk
daratan, sehingga terbentuk tanah timbul dan disebutkan pula bahwa yang membawa
material dari daratan ke laut adalah aliran dan diendapkan sebagai allu(ium.
%tra)o #! %& $ 2#' telah melakukan perjalanan yang jauh dan telah meneliti
secara hati - hati, serta telah mencatat contoh lokasi aliran yang menghilang dan yang
muncul di permukaan. Pemikirannya tentang '9ale of !empe' merupakan hasil dari
gempa bumi disertai dengan kegiatan gunungapi dalam kurun waktu yang lama karena
tekanan tenaga dari dalam bumi. 1esimpulannya secara alamiah menyebutkan bahwa
Gunung 9isu(ius adalah gunungapi yang telah mati. /trabo menjelaskan juga tentang
alu(ium sungai dan delta sungai yang memiliki bermacam - macam ukuran selaras
dengan luas daerah aliran sungai alamiah, sehingga delta sungai yang sangat luas
mencerminkan daerah aliran sungai yang sangat luas dan susunan batuan yang paling
menonjol pada daerah aliran sungai tersebut berupa batuan yang lunak. eberapa
penelitian delta yang telah dilakukan oleh /trabo menyebutkan pertumbuhan delta
dihambat oleh kegiatan laut, terutama oleh pasang naik.
%ene*a + $ ,#' menyebutkan bahwa yang menyebabkan terjadinya
gempabumi lokal adalah kekuatan tenaga dari dalam bumi, dan pemikiran lainnya
menyebutkan bahwa curah hujan bukan salah satu sumber yang menyebabkan aliran
sungai dan disebutkan pula bahwa tenaga arus dapat menggerus lembah, sehingga
melahirkan konsep bahwa pembentuk lembah adalah arus yang menggerus lembah
tersebut.
Pemikiran - pemikiran kuno telah menyebutkan bahwa terdapat hubungan
proses #genetik$ antara gempabumi dengan dengan deformasi kulit bumi. Pernyataan
tersebut menjadi rancu karena sebab, akibat dan kejadian gempabumi justru
dipengaruhi oleh deformasi.
1.2.2 -a.ar pemikiran geomrfologi modern
/etelah beberapa abad pemikiran geomorfologi cenderung mengikuti pola
pemikiran 1ekaisaran ,omawi, hanya sedikit atau mungkin tidak ada pemikiran -
pemikiran lain di Eropa. /ekolah - sekolah yang ada pada saat itu adalah biara - biara
yang tidak mempelajari ilmu tentang alam. eberapa tempat pendidikan di Arabia yang
hidup pada saat itu telah memunculkan pemikiran - pemikiran modern yang cemerlang.
/)n %ina 0"1 $ 11(2' menyatakan bahwa asal - usul pegunungan dibedakan
menjadi dua kelas, yaitu #)$ hasil dari suatu pengangkatan bumi, seperti bagian dari
gempabumi dan #:$ pengaruh aliran air yang disertai dengan hembusan angin di suatu
lembah yang bersusunan batuan lunak. 1onsep pegunungan menurut Ibnu /ina
merupakan cerminan hasil dari perbedaan tingkat erosi yang berlangsung secara
perlahan - lahan dalam kurun waktu yang panjang. eberapa pandangannya telah telah
ditetapkan sebagai awal dari pemikiran modern, tetapi tidak diterapkan pada pemikiran
Eropa arat. Pembuktian yang sangat luas tentang konsep Ibnu /ina telah dilakukan
oleh sekelompok muridnya yang bukan berasal dari orang Arab dan dikenal dengan
judul ' .I/;<=,/E/ <% !"E ,<!"E,/ <% P=,I!+ ' #bahasan saudara yang
seiman$ pada tahun *8) dan *5: #/aid, )*26$. .idalam empat (olume buku yang
disusun tersebut diceritakan tentang erosi dan transportasi oleh arus dan angin,
pelapukan serta awal pemikiran peneplain.
1.2.( Hutton sang penda3ulu
1onsep penggerusan lahan didalam pemikiran yang tajam dan tepat dari suatu
bentanglahan perlu dipikirkan kembali oleh para pemikir sebagai landasan dasar
geomorfologi modern. Para pemikir kuno yang berpikir tentang perusakan lahan oleh
proses erosi, tidak memiliki pemikiran yang matang untuk dijadikan suatu kesimpulan
yang layak #logic$. ,uang dan waktu tidak memberikan keleluasaan untuk membahas
perkembangan jangka panjang dan jangka pendek untuk membahas tentang pemikiran
geologi agar menjadi suatu pekerjaan tentang bumi #ground work$ untuk bapak
geomorfologi modern seperti >ames "utton, tetapi jejak langkahnya telah diikuti oleh
beberapa orang.
Leonardo da 4in*i 1!#2 $ 1#10' merupakan salah satu kelompok pertama
yang menyusun pemikiran geologi dan dikatakan #;horley et al, )*38$ bahwa pemikiran
yang cemerlang telah berkembang pada ?amannya, sehingga merupakan puncak
kecemerlangan para pemikir terdahulu. @eonardo da 9inci menyebutkan bahwa lembah
dipotong oleh arus, dan arus membawa material dari salah satu tempat dipermukaan
bumi kemudian diendapkan pada suatu tempat.
Buffon 1212 $ 12""' dari Perancis menyebutkan tenaga arus yang mampu
menggerus dan merusak lahan, selanjutnya diakhiri dengan perataan yang memilki
ketinggian yang sama dengan permukaan laut.
5argioni dan 5o6etti 1212 $ 12"!' dari Italia menyebutkan bencana erosi oleh
arus dan pemikirannya tentang sungai yang terputus dihubungkan dengan batuan yang
tertoreh serta mengenalkan dasar - dasar perbedaan erosi yang dipengaruhi oleh
berbagai macam material geologi dan struktur geologi.
7uett3ard 121# $ 12",' dari Perancis, membahas tentang degradasi di
pegunungan oleh arus, dan menyebutkan bahwa tidak seluruh material yang
dipindahkan oleh arus diangkut sampai ke laut, tetapi hanya sebagian material yang
terangkut oleh arus tersebut mencapai dataran pantai. .iyakini pula bahwa laut
merupakan tenaga penghancur yang sangat besar terhadap lahan, selanjutnya arus dan
laut disebut sebagai perusak yang sangat cepat terhadap pantai curam di Perancis
sebagai bukti pernyataannya.
Desmarest 212# $ 1"1#' menyuarakan pemikirannya tentang lembah Perancis
!engah merupakan hasil kegiatan arus dan menelusuri perkemba-ngan tahap e(olusi
bentanglahan.
De %aussure 12!1 $ 1200' dari /wiss menyebutkan bahwa lembah Alpen
merupakan hasil kegiatan pengikisan arus yang mengalir dari puncak pegunungan dan
mengalir mengikuti lembah tersebut. /elanjutnya disebutkan pula bahwa glasiasi
#pencairan es$ dapat menjadi faktor penyebab terjadinya erosi.
8ames Hutton 122, $ 1202' yang lahir di Edinburgh, /kotlandia, seorang akhli
fisika, tetapi lebih menyenangi ilmu pengetahuan, khususnya kimia dan geologi. /angat
terkenal karena perannya sebagai pelopor P@=!<0IA0 yang terkenal dengan batuan
beku granit dan bertentangan dengan para akhli dari sekolah Aernerian yang terkenal
sebagai penganut 0EP!=0I/ yang memiliki anggapan bahwa granit memiliki
kandungan lapisan kimia. /elain membahas granit, "utton memperkenalkan pula
batuan metamorf, tetapi pernyataannya yang terkenal adalah konsep !"E P,E/E0! I/
!"E 1E+ !< !"E PA/! #saat ini merupakan kunci masa lalu$, sehingga doktrin
uniformitarian bertentangan dengan konsep katastropisma. !eori bumi yang
mengandung konsep pengkajian hukum komposisi,dissolusi dan restorasi lahan
terhadap bumi telah diterbitkan pada tahun )7*2 menjadi dua (olume buku dengan judul
B !"E<,+ <% !"E EA,!", AI!" P,<<%/ A0. I@@=/!,A!I<0/.
8o3n Pla9fair 12!" $ 1"10', seorang profesor matematika dan filsafat di
Edinburgh, /kotlandia, setelah meninggalnya >ames "utton pada tahun )56:
menerbitkan buku dengan judul B I@@=/!,A!I<0 <% !"E "=!!<0IA0 !"E<,+ <%
!"E EA,!" , dengan gaya bahasa prosa ilmiah yang teliti dan jelas, sehingga jarang
ada persamaannya. Playfair menyimpulkan pemikiran - pemikiran "utton dengan jelas
memiliki dampak yang sangat besar, terutama terhadap /ir ;harles @yell yang menjadi
pelopor uniformitarian. "asil penelitian "utton menyebutkan bahwa proses masa lalu
sampai masa sekarang masih terus berlangsung, yaitu lahan terkikis oleh proses
mekanik dan kimia, yang sebelumnya telah diteliti namun salah, kecuali .esmarrest
yang melihat gejala - gejala yang dijelaskan oleh "utton. 1onsep sistem sungai dan
geomorfologi yang sangat berarti telah dikemukakan oleh Playfair lebih baik dari
sebelumnya dan pernyataannya sebagai berikut B
!etiap sungai yang mun(ul terdiri dari per(abangan utama) merupakan induk dari berbagai
per(abangan dan masing - masing mengalir pada lembah selaras dengan ukurannya) membentuk
sistem lembah yang saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya) sesuai dengan
kemiringan lereng yang dialirinya dan mustahil akan terjadi pengaliran jika masing - masing
lembah tidak memiliki arus yang mengalir pada lembah tersebut.
*ika suatu sungai berupa saluran tunggal) tidak memilki per(abangan) maka aliran yang terjadi
diperkirakan akan membentuk arus yang sangat deras atau arus aliran akan memiliki tenaga
penuh yang melun(ur pada saluran tersebut dan langsung menuju samudra. *ika bentuk sungai
terpe(ah menjadi beberapa per(abangan de-ngan jarak yang (ukup besar antara (abang satu
dengan yang lainnya) kemudian dibagi lagi menjadi beberapa per(abangan ke(il) sehingga akan
memberi kesan seolah - olah saluran terbentuk oleh torehan air berupa pengikisan permukaan dan
erosi terhadap lahan. $ejadian tersebut berlangsung se(ara sinambung bagaikan mengukir
permukaan bumi.

1.2.! Be)erapa konsep dasar 53orn)ur9 10,0'
Pembahasan tentang konsep geomorfologi untuk bentanglahan jangan hanya
menggunakan salah satu konsep saja, tetapi akan lebih baik jika beberapa konsep
geomorfologi dapat dipahami sehingga e(aluasi terhadap bentanglahan akan lebih baik.
Konsep 1 : Proses yang berlangsung se(ara fisik saat ini memiliki ke(epatan
yang berbeda selaras dengan +aktu geologi.
.asar - dasar geologi modern yang dikenal sebagai uniformitarian telah
dikembangkan oleh "utton pada tahun )752, selanjutnya ditulis kembali oleh Playfair
pada tahun )56: dan dikembangkan oleh @yell sebagai maha karyanya dengan judul
.asar - dasar Geologi # Principles of Geology $. "utton mencetuskan B ' saat ini adalah
kunci masa lalu ' telah diterapkan secara baku sehingga menimbulkan perdebatan,
karena pernyataan tersebut mengandung arti bahwa proses geologi yang berlangsung
selaras dengan waktu geologi memiliki kecepatan yang sama dengan saat sekarang.
1onsep ini tentunya salah, karena galasiasi #pencairan es$ memiliki peran yang sangat
penting sejak kala Plistosen dan sepanjang waktu geologi dari pada sekarang.
Perlu dipahami juga bahwa iklim sekarang telah berubah, daerah yang memiliki
iklim basah pada masa lalu, sekarang telah berubah menjadi beriklim kering #gurun$ dan
sebaliknya. Periode dari ketidak stabilan gerakan kulit bumi berlangsung pada periode
pemekaran, sedangkan kulit bumi sekarang relatif stabil. /alah satu contoh proses
geologi yang berlangsung selaras dengan waktu geologi yaitu pengikisan lembah oleh
arus yang berlangsung sejak masa lalu sampai sekarang, tetapi pengikisan lembah oleh
pencairan es #glasiasi$ pada kala Plistosen memiliki perbedaan dengan proses glasiasi
pada umumnya. Angin telah mengendapkan batupasir 0a(ajo sejak kala +ura dan
memiliki perbedaan dengan gerakan yang dipengaruhi oleh angin sekarang.
Konsep 2 : Geologi struktur merupakan faktor yang paling berpengaruh
terhadap e,olusi bentuklahan yang tampak sekarang.
/iswa - siswa A.- .a(is diajarkan tentang faktor utama yang mempengaruhi
perkembangan bentuklahan adalah struktur geologi, proses geomorfologi dan tingkat
pengaruhnya. /aat ini beberapa akhli geomorfologi meragukan terhadap tingkat
pengaruh sebagai faktor utama yang mempengaruhi perkembangan bentuklahan, akan
tetapi para akhli geologi setuju terhadap konsep proses dan geologi struktur sebagai
pengaruh utama. Pernyataan struktur geologi tidak hanya diterapkan pada pandangan
sempit, seperti struktur batuan, struktur perlipatan, struktur sesar dan ketidak selarasan,
tetapi perhatian perlu ditekankan pula terhadap material bumi penyusun bentuklahan
secara keseluruhan yang memiliki perbedaan pengaruh fisika dan kimia. Pandangan
struktur geologi selanjutnya didalam pembahasan ini adalah suatu fenomena geologi
yang lebih luas, yaitu posisi batuan di tempat yang tinggi, kekar, perlapisan batuan,
sesar dan perlipatan, kekerasan mineral tertentu, porositas batuan dan berbagai macam
perbedaan pada batuan penyusun kulit bumi. Pernyataan struktur geologi dapat
dimanfaatkan untuk memahami strtigrafi dan struktur susunan #sikuen$ batuan yang
muncul sebagai singkapan pada suatu daerah, seperti perlapisan horisontal, perlapisan
yang memiliki kemiringan perlapisan #dip$, terlipat atau tersesarkan, sehingga
pemahaman struktur geologi yang sederhana menjadi penting.
=ngkapan batuan keras #tahan$ atau lunak #tidak tahan$ terhadap proses
geomorfologi merupakan pemakaian ungkapan yang biasa selama digunakan untuk
pandangan yang relatif dan tidak ditekankan untuk pandangan pengaruh fisika atau
kimia, karena batuan dipengaruhi pula oleh proses fisika dan kimia. /uatu batuan
mungkin tahan terhadap salah satu proses geomorfologi, tetapi tidak tahan terhadap
proses geomorfologi lainnya dan dibawah kondisi iklim tertentu menunjukkan perbedaan
tingkat ketahanan batuan. /ecara umum tampilan struktur batuan harus lebih tua dari
pada perkembangan bentuklahan. 1ejadian diatropisme perlipatan pada kala Plistosen
sangat sulit disebut tidak tererosi, sehingga diperkirakan bahwa struktur batuan telah
terbentuk sebelum bentuklahan.
Konsep ( : elief permukaan bumi yang luas karena proses geomor-
fologi berlangsung pada tingkat yang berbeda.
Alasan utama permukaan bumi memiliki gradasional yang berbeda karena kerak
bumi disusun oleh batuan yang berbeda dan struktur yang berbeda, sehingga memiliki
ketahanan batuan terhadap proses geomorfologi yang berbeda pula. Proses
geomorfologi yang memiliki keaneka ragaman sangat kecil, masih memiliki arti yang
sangat penting, kecuali pada daerah diatropisme sekarang #,esen$ dapat diperkirakan
bahwa daerah yang memiliki posisi topografi yang tinggi disusun oleh batuan yang
keras, sedangkan daerah dengan posisi topografi lebih rendah disusun oleh batuan
yang lunak. Perbedaan komposisi batuan dan struktur tercermin dari keaneka ragaman
geomorfologi dan topografi lokal. !opografi minor dan rinci atau disebut sebagai
mikrotopografi memiliki hubungan yang erat dengan keaneka ragaman batuan, tetapi
terlalu kecil untuk diamati.
1eaneka ragaman batuan dan struktur geologi merupakan faktor utama yang
mempengaruhi perubahan permukaan bumi, tetapi bukan berarti proses geomorfologi
tidak memiliki peran, karena pada batas - batas tertentu dengan tingkat yang berbeda
proses geomorfologi masih berlangsung. !ingkat kecepatan proses geomorfologi lokal
memberi pengaruh terhadap perubahan permukaan bumi, terutama pengaruh
perbedaan temperatur, tingkat kelembaban, konfigurasi kerapatan kontur dan (egetasi.
Perbedaan kondisi iklim mikro yang sangat menonjol antara dasar lembah
dengan puncak bukit dan antara lahan terbuka dengan lahan tertutup (egetasi akan
tampak dari jumlah penguapan lokal, tingkat kelembaban tanah dan tingkat perubahan
tahunan temperatur, sehingga banyak sekali faktor yang mempengaruhi tingkat proses
geomorfologi lokal, seperti tingkat pelapukan, perombakan massa batuan, erosi dan
pengendapan yang memiliki pengaruh terhadap keaneka ragaman geomorfologi.
Konsep ! : Proses geomorfologi meninggalkan jejak pada bentukla -
lan dan proses geomorfologi yang berkembang mem -
bentuk (iri - (iri pada bentuklahan.
Penggunaan istilah proses yang dipakai untuk semua perubahan yang terjadi
terhadap rupa bumi secara fisika dan kimia. Proses diatropisma dan (ulkanisma
dipengaruhi oleh gaya yang berasal dari dalam bumi, sehingga oleh Penck disebut
sebagai proses endogenetik, sedangkan proses yang lain, seperti pelapukan,
perombakan massa batuan dan erosi yang dipe-ngaruhi oleh gaya eksternal disebut
sebagai proses eksogenetik. /ecara umum proses endogenetik bersifat membangun,
sedangkan proses eksogenetik bersifat sebaliknya, yaitu pengikisan terhadap
permukaan bumi. 1onsep proses geomorfologi yang berlangsung terhadap permukaan
bumi bukan sesuatu yang baru, tetapi pemikiran tentang proses geomorfologi akan
meninggalkan jejak di atas permukaan bumi adalah pemikiran yang lebih maju.
entuklahan memiliki ciri - ciri tertentu, tergantung pada proses geomorfologi
yang berpengaruh terhadap bentuklahan tersebut. .ataran banjir, kipas alu(ial, dan
delta merupakan hasil kegiatan arus sungai, sehingga ciri - ciri yang berkembang pada
bentuklahan tersebut dapat dimanfaatkan untuk klasifikasi genetika bentuklahan.
,ekayasa yang tepat dari suatu arti proses e(olusi bentuklahan tidak hanya
memberikan gambaran yang lebih baik dari perkembangan bentuklahan, tetapi termasuk
juga menegaskan hubungan genetika terjadinya bentuklahan. Proses geomorfologi yang
rumit dan media yang bekerja dibawah kondisi iklim tertentu disebut sebagai sistem
morfogenik #morphogenic system, !riccart dan ;ailleuC, )*22$.
Konsep # : -edia erosi yang berbeda pada permukaan bumi mem -
bentuk susunan bentuklahan tertentu.
;iri - ciri proses bentuklahan tergantung pada tahap perkembangan proses, dan
A.- .a(is menyebutnya sebagai konsep siklus geomorfologi. tahap perkembangan
proses diawali dari tahap muda, dewasa dan tua. Pada tahap akhir dari proses
geomorfologi permukaan bumi memiliki topografi berelief rendah yang disebut sebagai
peneplain #perataan$. eberapa akhli geomorfologi percaya bahwa permukaan bumi
memiliki keteraturan umur, tetapi tidak semua yakin bahwa tahap muda, dewasa dan tua
yang dikemukakan oleh A.- .a(is merupakan suatu kenyataan. 1onsep umum yang
digunakan pada tingkat dasar memiliki beberapa kelemahan apabila di-terapkan pada
e(olusi permukaan bumi yang lebih rumit, karena akan sulit menentukan karakteristik
perkembangan bentuklahan yang khusus, sehingga menimbulkan keraguan, terutama
terhadap peneplain #perataan$ yang dianggap sebagai akhir dari suatu siklus
geomorfologi.
Istilah siklus geomorfologi tidak selalu tepat untuk menunjukkan suatu perubahan
bentanglahan akibat gradasional, tetapi mencari istilah atau konsep pengganti sangat
sulit, sehingga penggunaan istilah siklus geomorfologi tidak hanya menyatakan siklus
alam yang mewakili tahap e(olusi bentuk permukaan bumi tetapi termasuk pula
pemikiran bahwa perkembangan permukaan bumi terjadi secara teratur dan berurutan
dengan tidak menggunakan penamaan e(olusi permukaan bumi sebaai tahap muda,
dewasa atau tua yang memiliki pengertian bahwa topografi yang berada pada tahap
yang sama memiliki ciri yang sama pula. 1ondisi geologi dan keragaman iklim
membentuk ciri permukaan bumi yang sangat beragam walaupun proses geomorfologi
berkembang pada periode yang sama.
Konsep , : E,olusi geomorfologi tidak sesederhana yang dibayang -
kan.
Perdebaan dan pertentangan didalam ilmu pengetahuan merupakan akibat dari
penjelasan yang sangat sederhana dan tidak jelas. -empelajari bentuklahan akan
mengalami kesulitan jika tidak memahami bahwa topografi merupakan hasil dari proses
atau siklus geomorfologi. Pada umumnya topografi rinci hasil dari siklus erosi yang
berlangsung .
"orberg #)*2:$ mengelompokkan bentanglahan menjadi beberapa kategori,
yaitu #)$ bentanglahan sederhana, #:$ bentanglahan campuran, #4$ bentanglahan siklus
tungal, #8$ bentanglahan multi siklus dan #2$ bentanglahan hasil pembentukan kembali.
entanglahan sederhana merupakan hasil proses geomorfologi tunggal, artinya
bentanglahan tersebut meninggalkan jejak siklus erosi yang terjadi hanya satu kali dan
umumnya terbatas pada permukaan bumi yang baru terbentuk, seperti pengangkatan
lantai samudra, permukaan kerucut (ulkanik, dataran la(a, plato atau endapan yang
tertutupoleh endapan glasial Plistosen. entanglahan campuran merupakan hasil siklus
erosi lebih dari satu kali atau hasil dua atau lebih proses geomorfologi, sehingga timbul
perdebatan karena pada semua bentanglahan telah terjadi proses geomorfologi yang
bercampur, walaupun pada beberapa bentanglahan dapat ditemukan proses
geomorfologi tunggal, tetapi sangat jarang terjadi. /ebagai contoh bentanglahan hasil
dari kegiatan aliran air, tetapi perlu disadari bahwa proses yang berlangsung tidak hanya
kegiatan aliran air saja, proses - proses yang lain seperti pelapukan, gerakan material
karena gra(itasi, dan perpindahan material oleh angin sangat berpengaruh terhadap
perkembangan bentuk rupa bumi. 1ondisi yang sama terjadi pada bentanglahan hasil
pelarutan oleh air tanah, erosi oleh limpasan air permukaan dan proses - proses yang
berlangsung terhadap pembentukkan bentanglahan. entanglahan campuran tercermin
sangat baik pada daerah yang dipengaruhi oleh glasiasi Plistosen.
1onsep bentanglahan dengan iklim yang beragam dapat dimasukan sebagai
konsep bentanglahan yang rumit, karena berkembang dibawah kondisi iklim yang
beragam sebagai faktor yang mempengaruhi proses geomorfologi dan sangat
berhubungan dengan kondisi iklim kala Plistosen. -unculnya bentanglahan masa
lampau yang telah ditutupi oleh batuan beku atau batuan sedimen karena batuan
penutup tersebut terkikis, seperti saluran - saluran pada masa praglasial yang muncul
dan hanya sebagain kecil menjadi ciri lokal.
Konsep 2 : Topografi bumi yang paling menonjol adalah topografi yang lebih
muda dari kala Plistosen.
;iri - ciri topografi tua jarang ditemukan, kecuali berupa bentuklahan tua yang
tersingkap kepermukaan akibat dari gradasional. /ebagian besar topografi sekarang
lebih muda dari kala Plistosen. Ashley #)*4)$ percaya bahwa pahatan rupa bumi
seperti gunung, lembah, pantai, danau, sungai, air terjun dan tebing berumur lebih muda
dari -iosen, serta terbentuk sejak munculnya manusia dan sebagian kecil muka bumi
sekarang memiliki hubungan yang jelas dengan permukaan bumi pra -iosen.
.iperkirakan pula bahwa permukaan bumi *6 D terbentuk setelah !ersier dan mungkin
** D terbentuk setelah -iosen !engah.
/ecara umum struktur geologi lebih tua dari pada ciri - ciri topografi yang
terbentuk di atasnya, kecuali yang ditemukan pada daerah diatropisma Plistosen Awal
dan ,esen. Pegunungan "imalaya pertama terlipat pada kala 1apur, kemudian kala
Eosen dan -iosen, tetatpi lereng sekarang terbentuk pada kala Plistosen dan air terjun
yang terbentuk saat ini lebih muda dari relif rinci yang berumur Plistosen dan ,esen.

Konsep " : Pemahaman terhadap bentanglahan sekarang diperlukan
pemahaman kondisi geologi dan iklim pada kala Plistosen.
Pemahaman topografi rupa bumi adalah untuk mengenal perubahan kondisi
geologi dan kondisi iklim kala Plistosen yang mempengaruhi topografi sekarang.
Glasiasi sangat berpengaruh baik secara langsung atau tidak langsung, -aterial -
material hasil pengikisan galsial dan tiupan angin menyebar luas sampai ke daerah yang
tidak mengalami glasiasi.
.aerah - daerah yang terletak pada lintang menengah, faktor iklim sangat
berpengaruh, sehingga daerah sekarang beriklim arid atau semi arid pada ?aman glasial
beriklim basah. 1urang lebih )66 cekungan di pedalaman Amerika /erikat bagian arat
yang saat ini berbentuk danau dengan iklim arid dan semi arid menunjukkan sistem
flu(ial yang sama dengan di Asia, Afrika, Australia dan Amerika =tara, sehingga dapat
disimpulkan bahwa glasial sangat mempengaruhi iklim dunia.
.aerah - daerah yang sekarang beriklim sedang, selama ?aman glasial pernah
beriklim seperti di sub arktik Amerika =tara dan Eurasia yang dicerminkan oleh tanah
yang membeku secara permanen dan biasa disebut sebagai permafrost. ,ejim aliran
yang dipengaruhi oleh perubahan iklim ditandai dengan perselingan antara agradasi
#pengendapan$ dan gradasi #pe - ngikisan$. Perubahan muka air laut memiliki pengaruh
terhadap topografi, karena pembekuan samudera menyebabkan penurunan muka air
laut dan kembali normal pada ?aman interglasial. Pencairan es terhadap lautan sangat
berpengaruh terhadap pembentukkan koral.
"asil pengikisan akibat pencairan es atau endapan glasial yang tertiup angin
membentuk gumuk pasir #sand dunes$ atau bercampur dengan lanau atau lempung
disebut sebagai loess. Glasiasi sangat berpengaruh terhadap pembentukkan danau,
seperti Great @akes merupakan sistem aliran yang dipengaruhi oleh glasial terbesar di
dunia. Glasiasi kala Plistosen merupakan peristiwa yang paling besar walaupun
diatropisma yang berkembang sejak Pliosen, Plistosen sampai ,esen masih berperan
sebagai faktor pe - ngaruh pembentukkan bentanglahan.

Konsep 0 : Pengenalan iklim sangat penting untuk dapat memahami dengan
baik perbedaan proses geomorfologi yang berlangsung.
%aktor iklim, khususnya temperatur dan penguapan sangat berpengaruh
terhadap proses geomorfologi. Perubahan iklim dapat berpengaruh secara langsung
atau tidak langsung, sebagai contoh iklim yang berpengaruh tidak langsung terhadap
proses geomorfologi adalah sebaran, kerapatan dan jenis (egetasi, sedangkan
pengaruh langsung antara lain curah hujan, pe - nguapan dan perubahan
temperaturan harian.
Konsep 11 : Geomorfologi menekankan kondisi sekarang bermanfaat untuk
mengungkap sejarah perkembangan bumi.
Geomorfologi cenderung menekankan asal - usul #proses$ bentanglahan saat ini
dan masa lalu selaras dengan waktu geologi. Akhli geomorfologi selalu melakukan
pendekatan dengan menggunakan hukum uniformitarianisme. Paleogeomorfologi
bentuklahan merupakan sejarah alam geomorfologi yang diperkenalkan oleh ryan
#)*86$ dan menjelaskan bahwa bentuklahan merupakan hasil dari suatu proses,
sehingga tidak ada alasan untuk memisahkan antara studi bentanglahan dengan geologi
dinamik. Perbedaan antara bentuklahan dengan geologi dinamik yang paling jelas
adalah proses terjadinya bentuklahan atau sisa - sisa bentuklahan yang relatif muda.
BAB 2
%/%5E& PENEL/5AN DAN PE&E5AAN
7E;&;<-;L;7/
/istem penelitian dan pemetaan geomorfologi telah banyak dikembangkanm
selaras dengan tujuan penelitian yang dilakukannya, tetapi masih banyak terjadi
kerancuan, khususnya pemahaman geomorfologi untuk tujuan pemetaan geologi. /alah
satu sistem yang telah banyak dimanfaatkan untuk berbagai tujuan yaitu sistem yang
dikembangkan oleh International Institute for Aerial sur(ey and Earth /ciences #I!;$,
elanda.
9erstappen #)*37 dan )*35$ dan 9an Euidam #)*35 dan )*72$ telah
mengembangkan sistem penelitian geomorfologi berdasarkan pengalamannya di
seluruh dunia, khususnya di wilayah tropis #Indonesia dan Amerika @atin$, selanjutnya
disebut dengan sistem pembuatan peta geomorfologi untuk berbagai macam tujuan.
-etode I!; dapat digunakan untuk tujuan pemetaan geologi, karena memasukkan
beberapa aspek geomorfologi disertai dengan legenda yang sederhana dan jelas,
sehingga menjadi suatu sistem pemetaan geomorfologi yang memiliki karakteristik yang
jelas.
=nsur - unsur yang perlu diperhatikan didalam menyusun sistem gemorfologi
adalah sebagai berikut B
). /istem dapat digunakan untuk setiap daerah dan lentur #fleksibel$, artinya
legenda pada peta harus dapat dijadikan simbol untuk suatu keputusan obyek
penelitian.
:. /istem dapat digunakan untuk pemetaan dengan berbagai macam skala,
sehingga isi peta diselaraskan dengan skala secara konseptual dan grafis.
4. /istem harus memberi penekanan terhadap unsur - unsur bentuklahan,
sehingga sistem mampu dijadikan landasan penelitian geomorfologi analitik
dan geomorfologi sintetik.
8. /istem harus menghasilkan peta - peta yang sederhana, sehingga dapat
menekan biaya pembuatan peta.
2.1 Pema3aman peta dan manfaat peta
Peta adalah gambaran dari rupa bumi yang mencerminkan keadaan suatu
daerah atau lokasi, sehingga peta dapat disebut sebagai petunjuk atau pemberi
informasi rupa bumi dan lokasi suatu daerah. eberapa jenis peta sebagai petunjuk dan
pemberi informasi antara lain B peta informasi, peta dasar #base map$ dan peta bertema
#thematic map$.
2.1.1 Peta informasi
Peta informasi merupakan peta yang dapat digunakan oleh berbagai pihak,
dengan tujuan agar pengguna peta dapat mencapai tujuannya tanpa harus tersesat.
iasanya peta informasi memiliki kandungan yang sangat sederhana, sesuai dengan
fungsi peta tersebut yaitu sebagai petunjuk dan pemberi informasi. ;ontoh - contoh peta
informasi antara lain peta pariwisata, peta sekolah #atlas$ dan peta topografi.
Peta pariwisat mengandung informasi - informasi tentang letak, jarak atau ciri
khas tujuan wisata, sedangkan peta sekolah #atlas$ memberi petunjuk tentang daerah
propinsi atau kabupaten, ibu kota propinsi atau kabupaten, sungai - sungai yang
terkenal dan gunung - gunung yang terkenal. Peta topografi memilki kandungan
informasi dan petunjuk daerah, lokasi, sungai, gunung, titik ketinggian dan garis
ketinggian #kontur$ yang dapat mencerminkan kondisi lereng dengan melihat kerapatan
kontur pada peta. iasanya peta topografi dijadikan peta kerangka untuk menyusun peta
dasar atau peta bertema #thematic map$ yang dapat memberikan informasi tentang
hubungan antara elemen - elemen pokok dan satuan geomorfologi.
2.1.2 Peta dasar )ase map'
Peta dasar adalah suatu gambaran dari berbagai komponen yang terpilih
didalam suatu daerah pemetaan. 1omponen - komponen tersebut harus memiliki
hubungan dengan topografi, sehingga jika komponen - komponen tersebut tidak
memiliki hubungan, maka menjadi tidak bermanfaat dan informasi yang dipetakan
tersebut menjadi tidak berguna karena tidak dapat dilokalisasi #diplot$ dan die(aluasi
terhadap kondisi - kondisi yang diharapkan dan akhirnya hanya digunakan sebagai
dasar perbandingan pada suatu daerah saja. Informasi dan peta topografi yang terbaru
merupakan kebutuhan yang mutlak, karena kesalahan biasanya terjadi karena
penggunaan material dasar #peta topografi atau foto udara$ yang lama dan tidak teliti.
>ika informasi dari peta topografi atau foto udara dapat diandalkan, maka kandungan
pokok pada peta tujuan akan sangat bermanfaat. Informasi pada peta topografi atau foto
udara yang berhubungan langsung dengan unsur - unsur geografi, seperti batas
administratif daerah, nama kampung, jalan dan sebagainya sangat bermanfaat untuk
menentukan lokasi penelitian. Penentuan lokasi yang baik dan tepat merupakan unsur
utama didalam menyusun peta dasar yang baik, misalnya B
- Posisi titik kontrol geodetik
- Posisi konstruksi #bangunan, jalan raya, rel 1A atau saluran$
- Posisi danau dan sungai
- ,incian topografi #batasan topografi, seperti tebing, lembah, bukit-
bukit kecil, punggungan dan sebagainya$.
- %aktor - faktor yang sering berubah, seperti B
1ondisi hidrografi
atas pemukiman
atas wilayah kehutananF pertanianFperkebunan.
0ama - nama daerah.
atas sungai dan pantai.
=nsur - unsur penting menyusun peta dasar untuk kepentingan geomorfologi
atau geologi antara lain B
). 1eselarasan unsur - unsur peta dasar dengan materi pokok.
:. -emilih unsur - unsur peta yang mudah dimengerti.
4. -emilih unsur - unsur peta secara umum seperti garis atau titik
dan tampilan peta yang akan dijadikan acuan.
8. -embatasi unsur - unsur peta dasar sampai batas minimum, ter-
gantung pada tingkat kesulitan dari unsur pokok.
-aksud penyusunan peta dasar sebelum melaksanakan kegiatan tertentu
merupakan langkah persiapan sebelum kegiatan dilaksanakan, sehingga peta dasar
merupakan peta rencana kegiatan yang telah tersusun untuk memudahkan kegiatan
yang akan dilakukan dan menghemat biaya.
iasanya yang digunakan sebagai peta dasar untuk suatu kegiatan adalah peta
topografi yang sebenarnya hanya memberikan informasi secara umum, seperti titik
ketinggian, garis ketinggian #kontur$, nama sungai dan nama daerah, sehingga
memerlukan analisis agar dapat dijadikan peta dasar. /ebagai contoh kerapatan garis
kontur mencerminkan lereng yang terjal, maka dugaan sementara terhadap lereng yang
curam tersebut dapat berupa sesar #patahan$ atau terdapat perbedaan kekerasan
batuan atau pola punggungan yang memanjang dapat diduga sebagai perlipatan.
Analisis terhadap peta topografi tersebut sangat bermanfaat untuk kegiatan
penelitian geologi, geologi teknik, pengembangan wilayah atau penggunaan lahan,
sehingga pada saat kegiatan penelitian di lapangan akan lebih terarah kepada hasil
analisis peta topografi tersebut.
2.1.( Peta )ertema t3emati* map'
Peta bertema adalah peta yang mengandung informasi - informasi tujuan
tertentu untuk maksud tertentu yang dibutuhkan oleh pemakai tertentu pula. 1andungan
informasi tersebut merupakan hasil dari suatu kegiatan penelitian tertentu dengan
harapan pemakai peta dapat mengambil keputusan dan kesimpulan terhadap kegiatan
penelitian yang dilakukannya.
/ebagai contoh peta geologi memberikan informasi tentang sebaran batuan
secara lateral dengan batas - batas yang jelas, struktur geologi, posisi temuan fosil,
bahan galian atau aspek - aspek geologi lainnya. Penggunaan peta geologi yang telah
tersusun dengan baik dapat dibaca oleh pengguna yang berhubungan dengan informasi
- informasi geologi sebagai landasan kerja yang sedang ditekuninya, misalnya
eksplorasi minyak bumi, geologi teknik, pengembangan wilayah dan tataruang.
2.2 Pema3aman peta geomorfologi
Peta geomorfologi telah banyak dibuat oleh berbagai lembaga di dunia dan
memiliki perbedaan terhadap tinjauan aspek - aspek geomorfologi yang digambarkan
pada peta geomorfologi, sehingga aspek - aspek geomorfologi yang digambarkan pada
peta menggunakan simbol - simbol warna dan pola hitam putih disertai arsiran,
tergantung pada kepentingan pembuatan peta didalam menetapkan aspek - aspek
geomorfologi yang dipetakan.
/ecara garis besar peta geomorfologi dapat dibedakan menjadi tiga jenis peta,
yaitu B
a. Peta geomorfologi analitik.
b. Peta geomorfologi sintetik.
c. Petaa geomorfologi pragmatik.
2.2.1 Peta geomorfologi analitik
/ecara garis besar kandungan informasi dari peta geomorfologi analitik
cenderung memberikan informasi aspek - aspek geomorfologi di suatu daerah yang
cukup luas, sehingga sifat peta geomorfologi analitik bersifat peta tinjau #reconnissance$
dengan skala peta ) B 26.666 sampai ) B 266.666.
Pada peta geomorfologi analitik tercermin satuan geomorfologi yang sangat luas
dan belum memberikan informasi yang rinci, namun sudah dapat dimanfaatkan sebagai
dasar #landasan$ penelitian lebih lanjut. Analisis bentanglahan yang sangat luas dan
komponen - komponen geomorfologi yang besar merupakan ciri dari peta geomorfologi
analitik. -isalnya bentanglahan #landscape$ atau mintakat #?one$ andung berdasarkan
fisiografi 9an emmelen #)*8*$ terdiri dari sistem lahan #land system$ rangkaian
gunungapi #(olcanous$ dan sistem lahan # land system$ struktural, sehingga
memerlukan penguraian yang lebih rinci. Peta geomorfologi analitik sangat berperan
untuk digunakan sebagai bahan analisis yang bersifat regional dalam ukuran propinsi,
pulau atau negara.
/imbol warna digunakan untuk aspek geomorfologi yang jelas dan memiliki arti
penting di dalam peta tersebut, seperti aspek morfogenetik didalam pemetaan
geomorfologi, sehingga aspek tersebut disimbolkan dengan warna. -enurut 9erstappen
dan 9an Euidam #)*35 dan )*72$ bahwa proses endogen dan eksogen masa lalu dan
sekarang merupakan faktor - faktor perkembangan yang paling menonjol dari suatu
bentanglahan, sehingga harus digambarkan dengan jelas dan digunakan simbol warna.
Aarna - warna tertentu yang direkomendasikan untuk dijadikan simbol satuan
geomorfologi berdasarkan aspek genetik adalah sebagai berikut B
1E@A/ GE0E!I1 /I-<@ AA,0A
entuklahan asal struktural =ngu F (iolet
entuklahan asal gunungapi -erah
entuklahan asal denudasional ;oklat
entuklahan asal laut #marine$ "ijau
entuklahan asal sungai #flu(ial$ iru tua
entuklahan asal glasial #es$ iru muda
entuklahan asal aeolian #angin$ 1uning
entuklahan asal karst #gamping$ >ingga #orange$
-orfografi dan morfometri yang tercermin pada peta topografi dinyatakan oleh
lambang garis atau huruf yang telah baku dan dicetak de - ngan warna hitam atau abu
- abu berupa bayangan. @ithologi digambarkan dalam bentuk simboG gambar lithologi
dengan warna bayangan abu - abu, sehingga informasi morfografi, morfometri dan
lithologi #batuan$ tampak pada peta dengan warna yang tidak menonjol. Pemilihan
warna yang tepat dapat memberikan informasi yang lebih banyak dengan tidak
mengabaikan simbol warna yang digunakan oleh satuan bentuklahan pada suatu
daerah berdasarkan morfogenetik.
-orfokhronologi menggunakan simbol huruf atau angka dengan menggunakan
warna hitam, tetapi simbol untuk morfokhronologi dapat dihilangkan. 9erstappen #)*76$
menyebutkan bahwa penggunaan simbol untuk morfokhronologi tidak perlu
menggunakan simbol garis, karena biaya untuk pembuatan peta akan menjadi mahal
dan umur bentuklahan harus diketahui dengan benar. -orfometri yang penting dari ciri
roman muka bumi dapat ditampilkan dengan simbol garis hitam, sedangkan simbol garis
berwarna dianjurkan untuk penggambaran simbol morfodinamik #proses aktif$, misalnya
simbol garis berwarna merah untuk proses erosi dan warna biru untuk banjir atau
sedimentasi.
5a)el 1. Aspek utama peta geomorfologi analitik
entuk permukaan Aspek yang digambarkan dari morfologi suatu
). -orfografi daerah, seperti dataran, perbukitan atau
pegunugan
:. -orfometri 0ilai aspek geomorfologi daerah, seperti
kemiringan lereng, titi ketinggian , panjang lereng
dan kekerasan relief.
A/PE1 =!A-A 1,I!E,IA PE-E!AA0
A/PE1 =!A-A 1,I!E,IA PE-E!AA0
entuk permukaan
). -orfografi Aspek yang digambarkan dari morfologi suatu
daerah, seperti dataran, perbukitan atau
pegunungan.
:. -orfometri 0ilai aspek geomorfologi daerah, seperti
kemiringan lereng, titik ketinggian, panjang
lereng dan kekasaran relief.
4. -orfogenesis #asal - usul
bentuklahan dan proses terjadinya
bentuklahan$.
4.). -orfostruktur pasif. @ithologi F jenis batuan dan struktur batuan
dihubungkan dengan proses pengikisan, seperti
cuesta, hogback dan kubah.

4.:. -orfostruktur aktif. Akti(itas proses endogen seperti (ulaknisma,
patahan dan lipatan, seperti gunungapi,
pegunungan antiklin, lereng patahan.
4.4. -orfodinamik Proses eksogen yang berhubungan dengan
gerakan angin, air atau es, seperti gumuk pasir,
dataran flu(ial, sedimentasi atau gurun.
8. -orfokhronologi #nisbi dan
absolut$.
Aaktu proses terjadinya suatu bentuklahan,
misalnya ' 9illafranchian' untuk umur glasial tua
dan '-onasterian' untuk dataran pantai muda.

2.-orfo aransemen "ubungan antara perubahan bentuklahan
dengan proses yang sedang berlangsung.
/umber B 9an Euidam #)*52$
2.2.2 Peta geomorfologi sintetik
1andungan peta geomorfologi sintetik cenderung memberikan informasi
geomorfologi yang bersifat semi rinci #semi detail$ dan mulai mengarah pada suatu
tujuan tertentu. /kala peta geomorfologi sintetik yang digunakan adalah ) B 26.666
sampai ) B :2.666, sehingga informasi geomorfologi semi rinci dapat ditampilkan di
dalam peta geomorfologi sintetik, misalnya unsur - unsur morfografi, morfogenetik,
morfometri dan material penyusun.
Pada peta geomorfologi sintetik pengelompokkan lahan dibagi menjadi 8 tingkat
yang mencerminkan bagian - bagian lahan semi rinci dari suatu bentangan lahan dari
tingkat yang paling kecil sampai tingkat yang paling besar sebagai berikut B
). 1omponen lahan #land component$
:. /atuan lahan #land unit$
4. entuklahan #landform$
8. /istem lahan #land system$
2. entanglahan #landscape$
Komponen la3an, merupakan bagian terkecil dari suatu bentanglahan yang
menekankan kesamaan kelompok atau kelas lahan, membentuk satuan berdasarkan
bentuk permukaan lahan sebagai kriteria pengelompokkan. /atuan - satuan lahan yang
dibentuk berdasarkan landasan komponen lahan memiliki kesamaan bentuklahan,
lithologi #material penyusun$, tanah, (egetasi dan proses. /kala peta yang digunakan
untuk menampilkan komponen lahan adalah ) B )66, biasanya digunakan untuk
kepentingan pekerjaan khusus seperti keteknikan atau manajemen.
%atuan la3an, mengacu kepada suatu komponen lahan atau sekumpulan
komponen lahan yang homogen atau heterogen berdasarkan ciri khusus suatu lahan
atau komponen lahan. !ampilan dari satuan lahan menggambarkan ciri eksternal dan
internal dari suatu bentuklahan yang dibandingkan dengan satuan lahan sekitarnya
pada daerah yang sama. bentuk permukaan #relief$, proses dan lithologi merupakan
dasar utama pengelompokkan satuan lahan. /kala peta yang digunakan untuk
menampilkan satuan lahan adalah )B)6.666 sampai ) B )66.666, biasanya digunakan
untuk pekerjaan konsultan atau proyek pembangunan.
Bentukla3an, mengacu kepada sekelompok satuan lahan yang homogen atau
heterogen dengan ciri satuan lahan atau susunan satuan lahan yang khusus. /uatu
bentuklahan menunjukkan ciri - ciri tampilan luar, seperti bentuk permukaan lahan
#morfografi$, proses F asal - usul #morfogenetik$, nilai dari bentuk permukaan F
kemiringan lereng, panjang lereng dan kerapatan pola pengaliran #morfometri$ dan
material penyusun #lithologi$. /kala peta yang digunakan untuk menampilkan
bentuklahan adalah ) B )6.666 sampai ) B )66.666, biasanya digunakan untuk
kepentingan pekerjaan proyek pembangunan yang bersifat sangat luas.
%istem la3an, mengacu kepada bentuklahan dan ciri - ciri perkembangan
bentuk permukaan lahan #relief$ yang berhubungan berhubungan dengan aspek
lingkungan, biasanya dibedakan berdasarkan proses, batuan #lithologi$ dan iklim. /uatu
sistem lahan menggambarkan pengulangan kemiripan pola bentuklahan yang memiliki
kesamaan genetik dibandingkan dengan sistem lahan disekitarnya pada suatu daerah
yang sama. /kala yang cocok digunakan untuk menampilkan sistem lahan biasanya
lebih besar dari ) B :26.666 dan digunakan untuk kepentingan peta tinjau suatu proyek
pembangunan.
Bentangla3an, merupakan bagian terbesar dari kumpulan sistem lahan,
bentuklahan, satuan lahan dan komponen lahan, sehingga membentuk bentangan yang
sangat luas dengan ciri memiliki keseragaman relief dan lithologi secara umum. /kala
peta yang digunakan untuk menampilkan bentang lahan adalah ) B :26.666 atau lebih
kecil dan biasanya digunakan sebagai peta tinjau untuk identifikasi suatu kelayakkan
lokasi yang akan digunakan suatu proyek atau dijadikan pemandu perencanaan
pembangunan.
/ebagai contoh bentanglahan #landscape$ atau mintakat #?one$ an - dung
berdasarkan fisiografi 9an emmelen #)*8*$ terdiri dari sistem lahan rangkaian
gunungapi di bagian =tara, dan diuraikan menjadi bentuklahan Gunungapi !angkuban
Perahu dan bentuklahan Gunungapi !ampomas, selanjutnya bentuklahan gunungapi
diuraikan menjadi satuan - satuan lahan #land units$ , yaitu puncak gunungapi, lereng
atas gunungapi, lereng tengah gunungapai dan lereng kaki gunungapi.
!ampilan aspek - aspek geomorfologi tersebut sangat erat hubungannya dengan
kondisi geologi, sehingga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pemetaan geologi,
sehingga peta geomorfologi sintetik dapat dijadikan sebagai peta dasar didalam
pemetaan geologi.
2.2.( Peta geomorfologi pragmatik
1andungan peta geomorfologi pragmatik cenderung menampilkan informasi
geomorfologi yang bersifat khusus dan rinci #detail$ karena peta geomorfologi pragmatik
merupakan peta untuk tujuan tertentu dan khusus. /kala peta geomorfologi pragmatik
adalah ) B :2.666 sampai ) B 2.666, sehingga unsur lahan #land element$ dari aspek -
aspek geomorfologi yang bersifat rinci, seperti alur erosi, arah arus sungai F pantai, arah
ombak, arah sedimentasi, arah lelehan la(a gunungapi, dapat tercermin pada peta
geomorfologi pragmatik.
Peta geomorfologi pragmatik biasanya dimanfaatkan untuk kepen - tingan suatu
kegiatan yang bersifat rinci #detai$, seperti kegiatan penelitian teknik, lingkungan,
kebencanaan, hidrologi, dan kesesuaian lahan, sehingga penamaan peta lebih
cenderung mencerminkan maksud dan tujuan pemetaan yang bersifat khusus, seperti
peta morfokonser(asi #lingkungan$, peta morfohidrologi #hidrologi$, peta morfostruktur
#struktur geologi$, peta bahaya gunungapai, dan peta kesesuaian lahan #land suitability
map$. ;ontoh peta geomorfologi pragmatik antara lain peta morfokonser(asi dan peta
hidrogeomorfologi.
Peta morfokonser=asi, menggambarkan klasifikasi lereng, yaitu kemiringan
lereng dan kestabilan lereng. 1emiringan lereng terutama untuk menghitung dan
mengetahui tingkat erosi yang berlangsung serta kemungkinan gerakan tanah yang
akan terjadi pada lereng tersebut. 9erstappen dan 9an Euidam #)*35 dan )*72$
membagi kemiringan lereng menjadi 3 kelas lereng, yaitu B #)$ kelas 6
6
- :
6
, #:$ kelas
:
6
- 2
6
, #4$ kelas 2
6
- )2
6
, #8$ kelas )2
6
- 46
6
, #2$ kelas 46
6
- 22
6
dan #3$ kelas
diatas 22
6
.
!abel : menunjukkan berbagai kelas lereng, proses yang menjadi ciri lahan,
kondisi lahan dan simbol warna untuk lahan yang disarankan. 1elas lereng yang
menunjukkan kesamaan lahan kritis disertai dengan proses - proses pada lereng
tertentu yang menonjol. 1egiatan konser(asi tertentu dapat juga dilakukan terhadap
satuan bentuklahan tertentu yang memiliki proses yang menonjol atau nilai kelas
konser(asi. >ika batas satuan bentuklahan digambar dengan garis tebal, maka nama
singkatan dari bentuklahan perlu dicantumkan dengan huruf kapital. /imbol - simbol lain
yang digambar denga garis hitam dapat diberikan untuk proses geomorfologi yang
sudah tidak aktif tapi masih baru, garis merah untuk erosi yang aktif dan biru gelap untuk
gerakan tanah yang aktif. 9egetasi alami, semi alami dan pertanian sangat
mempengaruhi proses erosi dan gerakan tanah, sehingga simbol - simbol (egetasi
digambar dengan warna hijau. /ama dengan peta analitik, garis kontur dan lithologi
#batuan$ digambar dengan warna abu - abu sebagai bayangan.
Peta Hidrogeomorfologi, menggunakan simbol warna untuk membedakan
satuan hidrogeomorfologi yang sama dengan simbol - simbol yang biasa digunakan
didalam kajian hidrologi. atasan satuan hidrogeomorfologi didasarkan pada kemiringan
lereng, tutupan (egetasi, permeabilitas daerah, potensi air tanah, dan kedalaman air
tanah.
Pada tabel 4 ditunjukkan bobot nilai lahan yang digunakan untuk membedakan
empat kelas hidrogeomorfologi, yaitu air tanah dalam, kualitas aliran air permukaan,
mata air dan gerakan material yang diberi simbol de - ngan garis arsir, simbol gambar,
angka dan huruf dengan warna yang berbeda. /eperti pada peta morfokonser(asi yaitu
tutupan (egetasi alami, perkebunan dan pertanian diberi simbol warna hijau, sedangkan
informasi topografi dan lithologi yang penting digambar dengan simbol garis abi - abu
atau coklat.

5a)el 2. Hu)ungan kelas lereng dengan sifat $ sifat proses dan
kondisi la3an disertai sim)ol >arna 9ang disarankan.
sum)er : 4an ?uidam@ 10"#'.
1elas @ereng Proses, 1arakteristik dan 1ondisi lahan
/imbol warna yang
disarankan.
6
6
- :
6
#6 - : D$
.atar atau hampi datar, tidak ada erosi
yang besar, dapat diolah dengan mudah
dalam kondisi kering.
"ijau tua
:
6
- 8
6
#: - 7 D$
@ahan memiliki kemiringan lereng landai,
bila terjadi longsor bergerak dengan
kecepatan rendah, pengikisan dan erosi
akan meninggalkan bekas yang sangat
dalam.

"ijau -uda
8
6
- 5
6
#7 - )2 D$
@ahan memiliki kemiringan lereng landai
sampai curam, bila terjadi longsor
bergerak dengan kecepatan rendah,
sangat rawan terhadap erosi.
1uning -uda
5
6
- )3
6
#)2 - 46 D$
@ahan memiliki kemiringan lereng yang
curam, rawan terhadap bahaya longsor,
erosi permukaan dan erosi alur.
1uning !ua
)3
6
- 42
6
#46 - 76 D$
@ahan memiliki kemiringan lereng yang
curam sampai terjal, sering terjadi erosi
dan gerakan tanah dengan kecepatan
yang perlahan - lahan. .aerah rawan
erosi dan longsor
-erah -uda
42
6
- 22
6
#76 - )86 D$
@ahan memiliki kemiringan lereng yang
terjal, sering ditemukan singkapan
batuan, rawan terhadap erosi.
-erah !ua
H 22
6
# H )86D $
@ahan memiliki kemiringan lereng yang
terjal, singkapan batuan muncul di
permukaan, rawan tergadap longsor
batuan.
=ngu !ua
5a)el (. %ifat $ sifat daera3 aliran sungai untuk memperkirakan
kemungkinan limpasan air permukaan dengan metode
Aook %um)er : 4an ?uidam@ 10"#'.
#)66$
/angat !inggi
#72$
!inggi
#26$
0ormal
#:2$
,endah
,elief
#:2$
;uram,kemiri-
ngan lereng le-
bih dari 46 D.
#:6$
erbukit,kemi-
ringan lereng
)2 - 46D
#):$
ergelombang
kemiringan le -
reng 7 - )2 D
#2$
.atar, kemi-
ringan lereng
6 - 7 D
atuan
#)2$
Endapan ber-
butir halus dan
dan betuan ke-
ras.
#)6$
Endapan ber-
butir sedang
dan batuan
mudah lapuk
#5$
Endapan ber-
butir sedang,
batuan lapuk
dan memiliki
rekahan
#2$
Endapan ber-
butir sedang
sampai kasar,
rekahan tam-
pak jelas
.aya serap
#infiltrasi$
tanah.
#:6$
@apisan tanah
penutup tidak
efektif,lapisan
tanah tipis, se-
hingga kapasi-
tas resap tanah
sangat rendah.
#)2$
.aya serap
tanah lambat
@empung atau
tanah memi -
liki kapasitas
daya serap
rendah.
#)6$
.aya serap
normal, kete-
balan geluh
dengan ke -
mampuan da-
ya serap baik.
#2$
.aya serap
tinggi, kete-
balan pasir
atau tanah
mampu me -
nyerap de-
ngan cepat
!utupan
(egetasi
#:6$
!utupan tanam-
an tidak efektif,
jarang atau gun-
dul.
#)2$
>arang sam -
pai sedang,
tidak ada tu-
tupan alami,
kurang dari
)6 D aliran
dibawah tu -
tupan baik.
#)6$
>arang sam -
pai baik, 26 D
daerah aliran
tertutup rum-
put dan ta -
naman kayu.
#2$
aik sampai
sempurna,
hampir *6 D
daerah aliran
tertutup rum-
put dan ta -
naman kayu.
.aya tam-
pung per -
mukaan.
#:6$
!idak ada, tam-
pak cekungan
dangkal, daerah
aliran curam
dan sempit,
tidak ada kolam
atau rawa.
#)2$
.aya tam -
pung kecil,
Pemboran di-
perlukan, da-
erah aliran ke-
cil, tidak ada
kolam atau
rawa.
#)6$
.aya tampung
normal, depre-
si cekungan
permukaan,
danau, kolam
dan rawa, ku-
rang dari : D
daerah aliran
#2$
.aya tam -
pung tinggi,
berbentuk ce-
kungan, tidak
tampak jelas
daerah aliran.
.ikutip dari B Engineering "andbook for %arm Planners
=pper -ississippi 9alley ,egion III =nited /tates
/oil ;onser(ation /er(ices, )*24.
BAB (
UN%U< $ UN%U<
PE&E5AAN 7E;&;<-;L;7/
1onsep pemetaan geomorfologi yang dikemukakan di bawah ini me - ngacu
kepada sistem yang dikembangkan oleh oleh 9erstappen #)*37,)*35$ dan 9an Euidam
#)*35, )*72$ yang dilandasi pengalaman di wilayah tropis seperti di Indonesia dan
Amerika @atin. /istem pemetaan geomorfologi harus memenuhi kriteria unsur - unsur
geomorfologi, seperti gambaran bentuk #morfografi$, asal - usul F proses terjadinya
bentuk #morfogenetik$, penilaian kuantitatif bentuk #morfometri$ dan material penyusun.
(.1 &orfografi
-orfografi secara garis besar memiliki arti gambaran bentuk permukaan bumi
atau arsitektur permukaan bumi. /ecara garis besar morfografi dapat dibedakan menjadi
bentuklahan perbukitanFpunggungan, pegunungan, atau gunungapi, lembah dan
dataran. eberapa pendekatan lain untuk pemetaan geomorfologi selain morfografi
adalah pola punggungan, pola pe - ngaliran dan bentuk lereng.
(.1.1 Bentukla3an dataran
.ataran adalah bentuklahan #landform$ dengan kemiringan lereng 6D sampai
:D, biasanya digunakan untuk sebutan bentuklahan asal marin #laut$, flu(ial #sungai$,
campuran marin dan flu(ial #delta$ dan plato.
Bentukla3an asal marin #marine landforms origin$ terdiri dari B
- entuklahan dataran pesisir #coastal plain landforms$
- entuklahan dataran pesisir alu(ial #allu(ial coastal plain landforms$
- entuklahan beting gisik #beach ridge landforms$
- entuklahan lembah gisik #beach swale landforms$
- entuklahan dataran pantai #beach$
Bentukla3an asal flu=ial #flu(ial landforms origin$ terdiri dari B
- entuklahan dataran banjir #flood plain landforms$
- entuklahan tanggul alam #natural le(ee landforms$
- entuklahan undak sungai #teracce landforms$
Bentukla3an asal *ampuran delta', terdiri dari B
- entuklahan delta kaki burung #birdfoot delta$
- entuklahan delta membulat #lobate delta6
- entuklahan delta memanjang #cuspate delta$
- entuklahan delta kuala #estuarine delta6
Bentukla3an plato.
Aspek - aspek geologi yang dapat tercermin dari morfografi dataran asal marin
dan flu(ial adalah B
a. .ataran marin B disusun oleh material berbutir halus sampai sedang
yaitu pasir yang terpilah baik dan kemasan terbuka
karena lebih banyak dipengaruhi oleh hempasan
ombak, bercampur dengan lempung dan lanau.
b. .ataran flu(ial B disusun oleh material berbutir halus seperti lem -
pung dan lanau sampai bongkah - bongkah. -ate-
rial penyusun dataran flu(ial biasa disebut endap -
an alu(ium dan jika telah termampatkan disebut
konglomerat.
c. .ataran delta B disusun oleh material - material pasir berbutir halus
sampai sedang, lempung, dan lanau, disertai de -
ngan sisa - sisa tumbuhan atau endapan batubara.
d. .ataran plato B disusun oleh material - material gunungapi, sepert
breksi dan tuf.
(.1.2 Bentukla3an per)ukitan B pegunungan
entuklahan perbukitan #hilly landforms$ memiliki ketinggian antara 26 meter
sampai 266 meter di atas permukaan laut dan memiliki kemiringan lereng antara 7 D
sampai :6 D, sedangkan bentuklahan pegunungan #mountaineous landforms$ memiliki
ketinggian lebih dari 266 meter dan kemiringan lereng lebih dari :6 D. /ebutan
perbukitan digunakan terhadap bentuklahan kubah intrusi #dome landforms of intrusion$,
bukit rempah gunungapi F gumuk tefra, koral #karst$ dan perbukitan yang dikontrol oleh
struktural.
/ebutan pegunungan digunakan terhadap rangkaian bentuklahan yang memiliki
ketinggian lebih dari 266 meter dan kemiringan lereng lebih dari :6 D, biasanya
merupakan satu rangkaian dengan bentuklahan gu - nungapi atau akibat kegiatan
tektonik yang cukup kuat, seperti pegunungan "imalaya #di India$, pegunungan Alpen
#di Eropa$ dan Pegunungan /elatan #di >awa arat$.
Aspek - aspek geologi yang berhubungan dengan bentuklahan perbukitan dan
pegunungan tersebut antara lain B
a. Perbukitan kubah intrusi, disusun oleh material batuan beku intrusi
yang memiliki ciri khas membentuk pola aliran sentripetal, soliter #terpisah$,
biasanya terbentuk pada daerah yang dipengaruhi oleh
sesar dan tersebar tidak beraturan.
b. entuklahan perbukitan rempah gunungapi #gumuk tefra$ disusun oleh
material - material hasil erupsi gunungapi yang berbutir halus sampai
bbongkah dengan ciri khas tidak jauh dari gunungapi se - bagai sumber
material. Gumuk tefra terbentuk karena kegiatan erupsi gunungapai.
c. entuklahan perbukitan karst #gamping$ disusun oleh material sisa kehidupan
binatang laut #koral$, bersifat karbonatan. ;iri khas perbukitan karst
membentuk perbukitan yang berkelompok, membentuk pola pengaliran multi
basinal #tiba - tiba menghilang$, terdapat gua - gua dengan stalagtit dan
talagmit. .aerah perbukitan karst mencerminkan jejak lingkungan laut dangkal
#:2 meter sampai 26 meter$, sehingga garis pantai lama tidak jauh dari
kumpulan perbukitan karst tersebut. -unculnya perbukitan karst disebabkan
oleh suatu pengangkatan #tektonik$.
d. entuklahan perbukitan yang memanjang mencerminkan suatu perbukitan
yang terlipat, sehingga dapat diperkirakan material penyusun berupa batuan
sedimen, seperti batupasir, batulempung dan batulanau atau perselingan
batuan sedimen tersebut. ;iri khas bentuklahan perbukitan terlipat memiliki
pola pengaliran paralel atau rektangular yang berbeda arah, mengikuti lereng
sayap dari perbukitan tersebut, sedangkan puncak dari perbukitan bertindak
sebagai batas pemisah aliran #water de(ided$. entuklahan perbukitan
memanjang terbentuk akibat dari kegiatan tektonik lemah #pengangkatan$,
sehingga membentuk perlipatan. Perbukitan yang berbelok atau terpisah,
kemungkinan diakibatkan oleh gerakan dari sesar geser.
e. entuklahan pegunungan terdapat pada suatu rangkaian gu-nungapi, seperti
rangkaian gunungapi !angkuban Parahu dengan !ampomas terdapat
rangkaian pegunungan ukit !unggul, -anglayang dan rangkaian
pegunungan di =tara !anjungsari, kemudian menyambung dengan Gunungapi
!ampomas. /elain rangkaian pegunungan yang terdapat di sekitar gunungapi,
terdapat pula rangkaian pegunungan yang diakibatkan oleh tektonik, seperti
rangkaian Pegunungan /elatan >awa arat yang membentang dari arat di
!eluk Palabuan ,atu #/ukabumi$ sampai ke !imur di !eluk Pangandaran
#;iamis$.
(.1.( Bentukla3an gunungapi =ulkanik'
entuklahan gunungapi #(ilkanik$ memiliki ketinggian lebih dari )666 meter di
atas permukaan laut dan memiliki kemiring lereng yang curam #23 D sampai )86 D$,
dengan ciri khas memiliki kawah, lubang kepundan dan kerucut kepundan. material
yang dapat ditemui pada bentuklahan (ulkanik bagian puncak merupakan material halus
sampai sedang #abu (ulkanik F tuf$, pada lereng bagian tengah lelehan la(a dan lahar
serta pada bagian lereng bawah berupa endapan rempah - rempah gunungapi #tefra$.
!erbentuknya gunungapi akibat kegiatan magma yang mendorong dari perut
bumi ke permukaan bumi secara sinambung #terus menerus$ dalam kurun waktu yang
panjang, sehingga membentuk kerucut yang menjulang sampai ketinggian tertentu,
suatu saat mengalami erupsi yang cukup hebat mengakibatkan puncak kepundan
menjadi tumpul. Pada gunungapi muda puncak kepundan masih berbentuk kerucut dan
erupsi masih terus berlangsung. ;ontoh Gunungapi -erapi di >awa !engah -
+ogyakarta.
(.1.! Lem)a3
Permukaan bumi yang tertoreh oleh limpasan air permukaan akan membentuk
lembah. Pada awalnya torehan #erosi$ limpasan air permukaan berupa erosi permukaan
#sheet erosion$ kemudian menjadi erosi alur #riil erosion$, erosi parit #gully erosion$,
lembah #(alley$ dan selanjutnya lembah sebagai penampung aliran air menjadi sungai.
@impasan air permukaan yang masuk ke lembah selalu membawa muatan sedimen
hasil dari pengikisan air tersebut dan selanjutnya sungai membawa muatan sedimen
untuk di endapkan pada daerah #cekungan$ tertentu menjadi suatu endapan #sedimen$.
/ecara garis besar jenis - jenis lembah dapat dibedakan menjadi B
- >enis lembah = tumpul
- >enis lembah = tajam
- >enis lembah 9 tumpul
- >enis lembah 9 tajam.
>enis lembah = tumpul terjadi pada daerah - daerah yang relatif datar, erosi yang
berlangsung cenderung ke arah lateral #samping$ dan erosi ke arah (ertikal #dasar
sungai$ relatif tidak berlangsung. Erosi ke arah (ertikal terhenti, karena telah mencapai
batuan dasar sungai yang relatif keras dibandingkan dengan batuan yang berada di tepi
sungai.
>enis lembah = tajam terjadi pada daerah - daerah yang memiliki kemiringan
lereng landai, erosi lateral #ke samping$ lebih besar dari pada erosi (ertikal #ke arah
dasar sungai$, pengumpulan #akumulasi$ sedimen berlangsung dari lereng - lereng
lembah.
>enis lembah 9 tumpul terjadi pada daerah - daerah yang memiliki lereng landai
sampai agak curam, erosi (ertikal #ke arah dasar sungai$ berlangsung lebih kuat
daripada erosi lateral #ke arah samping$ yang disertai dengan erosi dari bagian atas
lereng lembah tersebut dan pengumpulan #akumulasi$ endapan #sedimen$ terjadi di
dasar lembah. entuk lembah 9 tumpul yang tidak simetris disebabkan oleh perbedaan
jenis batuan dan F atau struktur pada salah satu sisi lembah.
>enis lembah 9 tajam terjadi pada daerah - daerah yang memiliki lereng curam,
erosi (ertikal #ke arah dasar sungai$ sangat kuat karena dipe - ngaruhi oleh tektonik.
1ondisi batuan dan iklim sangat berpengaruh terhadap pembentukkan jenis lembah 9
tajam.
E0!=1 /I-E!,I/ E0!=1 !A1 /I-E!,I/
E0.APA0 %@=9I< -;<@=9IA @E1=1A0 .A@A-
!E,=1AF @EA,

-E0+E-PI! F ;=,A-
-E0+E-PI! F ;=,A-
!E,=1A F @EA,
Gambar ). entuk - bentuk lembah
#sumber B 9an Euidam, )*52$
(.1.# Bentuk lereng
entuk lereng merupakan cerminan proses geomorfologi eksogen atau endogen
yang berkembang pada suatu daerah dan secara garis besar dapat dibedakan menjadi B
- entuk lereng cembung.
- entuk lereng lurus
- entuk lereng cekung
entuk lereng cembung biasanya terjadi pada daerah - daerah yang disusun
oleh material - material batuan yang relatif keras atau sisa - sisa gawir sesar atau bidan
longsoran #mass wasting$ yang telah tererosi pada bagian tepi atasnya.
entuk lereng lurus, biasanya terjadi pada daerah - daerah lereng (ulkanik yang
disusun oleh material - material (ulkanik halus atau bidang longsoran #llandslide$.
entuk lereng cekung biasanya terjadi pada daerah - daerah yang disusun oleh
material - material batuan lunak atau bidang longsoran #slump$.
(.1., Pola punggungan
Pada peta topografi, foto udara atau citra satelit akan tampak pola - pola
punggungan yang berbentuk paralel #sejajar$, berbelok atau melingkar. Pola - pola
punggungan tersebut mencerminkan dipengaruhi oleh kekuatan #tenaga$ yang
mengakibatkan terbentuknya pola punggungan. 1ekuatan #tenaga$ tersebut berasal dari
dalam bumi yang dikenal sebagai tenaga endogen, dapat berupa kegiatan
pengangkatan atau pensesaran #tektonik$.
Pola punggungan paralel dapat diinterpretasikan sebagai suatu perbukitan yang
terlipat, sedangkan pola punggungan berbelok, melingkar atau terpisah dapat
diinterpretasikan sebagai akibat dari suatu pensesaran. Pola - pola punggungan yang
terlipat menunjukkan kerapatan garis kontur yang jarang, sedangkan jika pada salah
satu sisi punggungan tersebut memiliki kerapatn garis kontur yang cukup rapat
diinterpretasikan telah terjadi sesar naik.
(.1.2 Pola aliran
1egiatan erosi dan tektonik yang menghasilkan bentuk - bentuk lembah sebagai
tempat pengaliran air, selanjutnya akan membentuk pola - pola tertentu yang disebut
sebagai pola aliran. Pola aliran ini sangat berhubungan dengan jenis batuan, struktur
geologi kondisi erosi dan sejarah bentuk bumi. /istem pengaliran yang berkembang
pada permukaan bumi secara regional dikontrol oleh kemiringan lereng, jenis dan
ketebalan lapisan batuan, struktur geologi, jenis dan kerapatan (egetasi serta kondisi
iklim.
Pola pengaliran sangat mudah dikenal dari peta topografi atau foto udara,
terutama pada skala yang besar. Percabangan - percabangan dab erosi yang kecil pada
permukaan bumi akan tampak dengan jelas, sedangkan pada skala menengah akan
menunjukkan pola yang menyeluruh sebagai cerminan jenis batuan, struktur geologi dan
erosi. Pola pengaliran pada batuan yang berlapis sangat tergantung pada jenis,
sebaran, ketebalan dan bidang perlapisan batuan serta geologi struktur seperti sesar,
kekar, arah dan bentuk perlipatan.
"oward #)*37$ membedakan pola pengaliran menjadi pola pengaliran dasar dan
pola pengaliran modifikasi. .efinisi pola pengaliran yang digunakan adalah sebagai
berikutB
). Pola pengaliran adalah kumpulan dari suatu jaringan pengaliran di suatu
daerah yang dipengaruhi atau tidak dipengaruhi oleh curah hujan, alur
pengaliran tetap pengali. iasanya pola pengaliran yang demikian disebut
sebagai pola pengaliran permanen #tetap$.
:. Pola dasar adalah salah satu sifat yang terbaca dan dapat dipisahkan dari
pola dasar lainnya.
4. Perubahan #modifikasi$ pola dasar adalah salah satu perbedaan yang dibuat
dari pola dasar setempat.
"ubungan pola dasar dan pola perubahan #modifikasi$ dengan jenis batuan dan
struktur geologi sangat erat, tetapi tidak menutup kemungkinan dapat ditambah atau
dikurangi.9an der Aeg #)*35$ membuat klasifikasi pola pengaliran menjadi pola
erosional, pola pengendapan dan pola khusus. Pola dendritik #sub dendritik$, radial,
angular #sub angular$, tralis dan rektangular termasuk pola erosional, sedangkan pola -
pola lurus #elongate$ , menga - nyam # braided$, berkelok #meandering$, ya?oo,
rektikular dan pola dikhotomik termasuk pola pengendapan. 1lasifikasi pola khusus
dibagi menjadi pola pe-ngaliran internal seperti pola 'sinkhole' pada bentuklahan karst
#gamping$ dan pola 'palimpset' atau 'berbed' untuk daerah yang dianggap khusus.
!abel 4. Pola pengaliran dan karakteristiknya #(an Euidam, )*52$
P<@A PE0GA@I,A0
.A/A,
1A,A1!E,I/!I1
.E0.,I!I1
Perlapisan batuan sedimen relatif datar atau paket
batuan kristalin yang tidak seragam dan memiliki
ketahanan terhadap pelapukan. /ecara regional daerah
aliran memiliki kemiringan landai, jenis pola pengaliran
membentuk percabangan menyebar seperti pohon
rindang.
PA,A@E@
Pada umumnya menunjukkan daerah yang berlereng
sedang sampai agak curam dan dapat ditemukan pula
pada daerah bentuklahan perbukitan yang memanjang.
/ering terjadi pola peralihan antara pola dendritik
dengan pola paralel atau tralis. entuklahan perbukitan
yang memanjang dengan pola pengaliran paralel
mencerminkan perbukitan tersebut dipengaruhi oleh
perlipatan.

!,A@@I/
aruan sedimen yang memiliki kemiringan perlapisan
#dip$ atau terlipat, batuan (ulkanik atau batuan
metasedimen derajat rendah dengan perbedaan
pelapukan yang jelas. >enis pola pengaliran biasanya
berhadapan pada sisi sepanjang aliran subsekuen.
,E1!A0G=@A,
1ekar dan F atau sesar yang memiliki sudut kemiringan,
tidak memiliki perulangan lapisan batuan dan sering
memperlihatkan pola pengaliran yang tidak menerus.
,A.IA@
.aerah (ulkanik, kerucut #kubah$ intrusi dan sisa - sisa
erosi. Pola pengaliran radial pada daerah (ulkanik
disebut sebagai pola pengaliran multi radial.
;atatan B pola pengaliran radial memiliki dua sistem yaitu
sistem sentrifugal #menyebar ke luar dari titik pusat$,
berarti bahwa daerah tersebut berbentuk kubah atau
kerucut, sedangkan sistem sentripetal #menyebar kearah
titik pusat$ memiliki arti bahwa daerah tersebut
berbentuk cekungan.
A0=@A,
/truktur kubah F kerucut, cekungan dan kemungkinan
retas #stocks$
-=@!IA/I0A@
Endapan berupa gumuk hasil longsoran dengan
perbedaan penggerusan atau perataan batuan dasar,
merupakan daerah gerakan tanah, (ulkanisme,
pelarutan gamping dan lelehan salju #permafrost$
P<@A PE0GA@I,A0
-<.I%I1A/I
/= .E0.,I!I1
=mumnya struktural
PI00A!E
!ekstur batuan halus dan mudah tererosi
A0A/!<-A!I1 .ataran banjir, delta atau rawa
-E0GA0+A-
#.I1"<!<-I1$
1ipas alu(ium dan delta
/= PA,A@E@
@ereng memanjang atau dikontrol oleh bentuklahan
perbukitan memanjang.
1<@I0IE,
1elurusan bentuklahan bermaterial halus dan beting
pasir.
/= !,A@@I/
entuklahan memanjang dan sejajar
.I,E1/I<0A@
!,A@@I/
"omoklin landai seperti beting gisik
!,A@@I/ E,E@<1
Perlipatan memanjang.
!,A@@I/ /E/A,
Percabangan menyatu atau berpencar , sesar paralel
A0G=@A!E
1ekar dan F atau sesar pada daerah miring
1A,/!
atugamping

-orisawa #)*52$ menyebutkan pengaruh geologi terhadap bentuk sungai dan
jaringannya adalah dinamika struktur geologi, yaitu tektonik aktif dan pasif serta lithologi
#batuan$. 1ontrol dinamika struktur diantaranya pensesaran, pengangkatan #perlipatan$
dan kegiatan (ulkanik yang dapat menyebabkan erosi sungai. 1ontrol struktur pasif
mempengaruhi arah dari sistem sungai karena kegiatan tektonik aktif. /edangkan
batuan dapat mempengaruhi morfologi sungai dan jaringan topologi yang memudahkan
terja- dinya pelapukan dan ketahanan batuan terhadap erosi.
!abel 8. 1ontrol struktur terhadap bentuk sungai
#sumber B -orisawa, )*52$
1<0!,<@
/!,=1!=,
E0!=1 /=0GAI
A. .I0A-I1
). /E/A, A1!I% !eras @embah gelas anggur
@embah memanjang /ungai terputus
/aluran '<%%/E!' /aluran menyebar
/ungai subsekuen -embentu genangan
@embah terjal
:. PE,@IPA!A0
A1!I%
/ungai anteseden Pembelokkan sungai secara
/ungai konsekuen tajam.
4. 1EGIA!A0
9=@1A0I1
Pola aliran radial .asar sungai curam

. PA/I%.
). !E,A/ /E/A, !eras @embah gelas anggur
@embah memanjang /ungai terputus
/ungai subsekuen /aluran menyebar
@embah terjal -embentuk genangan
/aluran '<%%/E!&
:. 1E-I,I0GA0 Aliran paralel /ungai subsekuen
Aliran sepanjang le- Pola tralis
reng kemiringan.
Aliran konsekuen Aliran pada tebing pendek
4. 1=A" Pola radial Pola anular
/ungai konsekuen /ungai subsekuen
8. A0!I1@I0
/I01@I0
Pola tralis Pembelokkan sungai
/ungai subsekuen.
2. 1E@=,=/A0
/=0GAI
@embah asimetri 1elurusan saluran
/ungai subsekuen
3. 1E1A, Pola rektangular /ungai subsekuen
(.2 &orfogenetik
-orfogenetik adalah proses F asal - usul terbentuknya permukaan bumi, seperti
bentuklahan perbukitan F pegunungan, bentuklahan lembah atau bentuklahan
pedataran. Proses yang berkembang terhadap pembentukkan permukaan bumi tersebut
yaitu proses eksogen dan proses endogen.
(.2.1 Proses eksogen
Proses eksogen adalah proses yang dipengaruhi oleh faktor - faktor dari luar
bumi, seperti iklim, biologi dan artifisial. Proses yang dipengaruhi oleh iklim dikenal
sebagai proses fisika dan proses kimia, sedangkan ptoses yang dipengaruhi oleh biologi
biasanya terjadi akibat dari lebatnya (egetasi, seperti hutan atau semak belukar dan
kegiatan binatang. Proses artifisial lebih banyak disebabkan oleh aktifitas manusia
merubah bentuk permukaan bumi untuk kepentingan kehidupannya.
!ahap perubahan permukaan bumi yang disebabkan oleh proses eksogen
diawali dengan permukaan bumi yang dipengaruhi oleh iklim, seperti hujan, perubahan
temperatur dan angin, sehingga merubah mineral - mineral penyusun batuan secara
fisika atau kimia, sehingga batuan menjadi lapuk dan selanjutnya menjadi tanah.
@apisan permukaan tanah kemudian dikikis oleh hujan selanjutnya material permukaan
tanah yang lepas terhanyutkan dan diendapkan pada suatu cekungan pengendapan,
seperti lembah F sungai atau laut. /ecara garis besar proses eksogen diawali dengan
pelapukan batuan, kemudian hasil pelapukan batuan menjadi tanah dan tanah terkikis
#degradasional$, terhanyutkan dan pada akhirnya diendapkan #agradasional$.
1enampakkan proses erosi pada peta topografi atau foto udara ditunjukkan oleh
kerapatan pola aliran, sehingga semakin rapat pola aliran menunjukkan bahwa daerah
tersebut memiliki tingkat erosi yang cukup tinggi atau dapat pula diinterpretasikan bahwa
daerah tersebut disusun oleh batuan yang relatif lunak dengan porositas yang buruk.
/ebaliknya jika kerapatan pola pengaliran renggang, maka dapat diartikan bahwa
daerah tersebut memiliki tingkat erosi yang reltif kecil atau dapat pula diinterpretasikan
bahwa daerah tersebut disusun oleh batuan yang relatif keras dan memiliki porositas
yang cukup baik serta memiliki ketahanan terhadap erosi.
(.2.2 Proses endogen
Proses endogen adalah proses yang dipengaruhi oleh kekuatan F tenaga dari
dalam kerak bumi, sehingga merubah bentuk permukaan bumi. Proses dari dalam kerak
bumi tersebut antara lain kegiatan tektonik yang menghasilkan patahan #sesar$,
pengangkatan #lipatan$ dan kekar. /elain kegiatan tektonik, proses kegiatan magma dan
gunungapi #(ulkanik$ sangat berperan merubah bentuk permukaan bumi, sehingga
membentuk perbukitan intrusi dan gunungapi.
;iri - ciri proses endogen yang berlangsung di suatu daerah pada peta topografi
atau foto udara adalah sebagai berikut B
Bentukla3an per)ukitan intrusi B
- entuk perbukitan menyerupai kubah dan berpola terpisah #soliter$.
- Pola aliran radial sentripetal #menyebar keluar dari titik pusat$.
- entuk lereng relatif cembung.
- Garis kontur pada peta topografi relatif rapat.
Bentukla3an per)ukitan struktural B
Perlipatan B
- entuk perbukitan memanjang.
- Pola aliran paralel dan rektangular.
- entuk lereng hampir lurus dan simetris pada sisi yang berlawanan.
- Garis kontur pada peta topografi relatif renggang.
Patahan #sesar normal dan sesar naik$ B
- entuk perbukitan tidak menerus dan tidak simetris.
- Pola aliran paralel atau rektangular.
- entuk lereng relatif cekung dan tidak simetris pada kedua lereng
yang berlawanan.
- Garis kontur pada peta topografi pada bagian patahan sangat rapat.
Patahan #sesar geser$ B
- entuk perbukitan berbelok atau tergeser #tidak menerus$.
- Pola aliran rektangular.
- entuk lereng lurus dan tidak beraturan.
- Garis kontur pada peta topografi renggang sampai rapat.
Bentukla3an gunungapi =ulkanik' B
- entuk pegunungan kerucut.
- Pola aliran radial pada bagian puncak dan pola aliran pada lereng
tengah sampai lereng bawah lurus #elongate$.
- -emiliki kawah dan lubang kepundan.
- Garis kontur pada peta topografi pada bagian puncak relatif rapat,
dan pada bagian lereng tengah sampai lereng bawah agak renggang
sampai renggang
(.2.( 5ata nama satuan geomorfologi
Penentuan tata nama satuan harus memiliki kesamaan unsusr - unsur
geomorfologi yaiitu kesamaan gambaran bentuk #morfografi$, seperti perbukitan,
pegunungan atau pedatara dan asal - usul F proses #morfogenetik$ terjadinya suatu
bentuk seperti proses asal flu(ial, marin, denudasional, aeolian, karst, glasial F preglasial
#proses eksogen$, struktural dan (ulkanik #proses endogen$, sedangkan unsur - unsur
lain, seperti morfometri dan material penyusun merupakan unsur penegasan dari
pernyataan unsur morfografi dan morfogenetik, sehingga penamaan satuan bentuklahan
geomorfologi terdiri dari gambaran bentuk #morfografi$ dan asal - usul F proses terjadinya
bentuk #morfogenetik$.
;ontoh tata cara penamaan satuan geomorfologi adalah sebagai berikut B
/atuan bentuklahan PE,=1I!A0 /!,=1!=,A@
Pernyataan PE,=1I!A0 mencerminkan gambaran bentuk #morfografi$ dan
/!,=1!=,A@ menyatakan proses terbentuknya perbukitan tersebut. /ebagai
pelengkap agar tata nama satuan tersebut lebih rinci dan dapat dipetakan, maka unsur
morfogenetik dapat diuraikan menjadi struktur perlipatan, sesar atau kekar. =nsur -
unsur pendukung seperti morfometri dan material penyusun diperlukan untuk lebih
menegaskan panamaan satuan tersebut, seperti pola alir
an, kerapatan pola aliran, pola punggungan, bentuk lereng, kemiringan lereng,
kerapatan kontur dan perkiraan batuan penyusun bentuklahan, sehingga penamaan
satuan bentuklahan secara lengkap menjadi B
/atuan bentuklahan PE,=1I!A0 /!,=1!=,A@ #!E,@IPA!$ - pola aliran
rektangular - kerapatan aliran 26F1m - pola punggungan paralel - bentuk lereng lurus
dan simetris - kemiringan lereng 2 D - kerapatan kontur cukup renggang - perkiraan
batuan penyusun terdiri dari jenis batuan sedimen. !ata nama satuan geomorfologi
tersebut sangat membantu untuk pemetaan geologi, karena analisis morofografi dapat
dilakukan terhadap peta topografi atau foto udara, sehingga pemetaan geologi dapat
direncanakan dengan baik dan terarah.
(.( &orfometri
-orfometri merupakan penilaian kuantitatif dari suatu bentuklahan dan
merupakan unsur geomorfologi pendukung yang sangat berarti terhadap morfografi dan
morfogenetik. Penilaian kuantitatif terhadap bentuklahan memberikan penajaman tata
nama bentuklahan dan akan sangat membantu terhadap analisis lahan untuk tujuan
tertentu, seperti tingkat erosi, kestabilan lereng dan menentukan nilai dari kemiringan
lereng tersebut.
(.(.1 Lereng
@ereng merupakan bagian dari bentuklahan yang dapat memberikan informasi
kondisi - kondisi proses yang berpengaruh terhadap bentuklahan, sehingga dengan
memberikan penilaian terhadap lereng tersebut dapat ditarik kesimpulan dengan tegas
tata nama satuan geomorfologi secara rinci. =kuran penilaian lereng dapat dilakukan
terhadap kemiringan lereng dan panjang lereng, sehingga tata nama satuan
geomorfologi dapat lebih dirinci dan tujuan - tujuan tertentu, seperti perhitungan tingkat
erosi, kestabilan lereng dan perencanaan wilayah dapat dikaji lebih lanjut.
=kuran kemiringan lereng yang telah disepakati untuk menilai suatu bentuklahan
adalah sebagai berikut B
!abel 2. =kuran kemiringan lereng #sumber B 9an Euidam,)*52$
1E-I,I0GA0
@E,E0G
1E!E,A0GA0 1@A/I%I1A/I
=///-I #D$
1@A/I%I1A/I
=/@EII #D$
6 - : .atar - "ampir datar 6 - : ) - :
4 - 7

@ereng sangat landai : - 3 : - 7
5 - )4 @ereng landai 3 - )4 7 - ):
)8 - :6 @ereng agak curam )4 - :2 ): - )5
:) - 22 @ereng curam :2 - 22 )5 - :8
23 - )86 @ereng sangat curam H 22 H :8
I =///- J =nited state soil /ystem -anagement
II=/@E J =ni(ersal /oil @oss EKuation #Aischmeir, )*37$.

!abel 3. =kuran panjang lereng
PA0>A0G @E,E0G #-$ 1@A/I%I1A/I

L )2 @ereng sangat pendek

)2 - 26 @ereng pendek

26 - :26 @ereng sedang

:26 - 266 @ereng panjang

H 266 @ereng sangat panjang
(.(.2 Per)edaan ketinggian
Perbedaan ketinggian #ele(asi$ biasanya diukur dari permukaan laut, karena
permukaan laut dianggap sebagai bidang yang memilki angka ke-tinggian #ele(asi$ nol.
Pentingnya pengenalan perbedaan ketinggian adalah untuk menyatakan keadaan
morfografi dan morfogenetik suatu bentuklahan, seperti perbukitan, pegunungan atau
dataran. "ubungan perbedaan ketinggian dengan unsur morfografi adalah sebagai
berikut B
!abel 7. "ubungan ketinggian absolut dengan morfografi
#sumber B 9an Euidam, )*52$
1E!I0GGIA0 A/<@=! =0/=, -<,%<G,A%I

L 26 meter .ataran rendah
26 meter - )66 meter .ataran rendah pedalaman
)66 meter - :66 meter Perbukitan rendah
:66 meter - 266 meter Perbukitan
266 meter - ).266 meter Perbukitan tinggi
).266 meter - 4.666 meter Pegunungan
H 4.666 meter Pegunungan tinggi
!abel 5. "ubungan kelas relief - kemiringan lereng dan
perbedaan ketinggian. #sumberB 9an Euidam,)*52$
1E@A/ ,E@IE% 1E-I,I0GA0
@E,E0G # D $
PE,E.AA0
1E!I0GGIA0 #m$
.atar - "ampir datar 6 - : L 2
erombak 4 - 7 2 - 26
erombak - ergelombang 5 - )4 :2 - 72
ergelombang - erbukit )8 - :6 72 - :66
erbukit - Pegunungan :) - 22 :66 - 266
Pegunungan curam 22 - )86 266 - ).666
pegunungan sangat curam H )86 H ).666
!abel *. 1erapatan aliran #rata - rata jarak percabangan dengan
<rdo pertama aliran, 9an Euidam, )*52$
>E0I/ 1E,APA!A0 PA.A /1A@A )B :2.666
-E-I@I1I 1E,APA!A0
1A,A1!E,I/!I1
"A@=/ 1urang dari 6,2 cm !ingkat limpasan air permukaan
tinggi, batuan memiliki porositas
buruk

/E.A0G

6,2 cm - 2 cm !ingkat limpasan air permukaan
sedang, batuan memiliki
porositas sedang
1A/A, @ebih besar dari 2 cm
!ingkat limpasan air permukaan
rendah, batuan memiliki
porositas baik dan tahan
terhadap erosi.

BAB !
%/%5/&A5/KA
PE&E5AAN 7E;&;<-;L;7/
Pemetaan geomorfologi meliputi segala aspek yang berhubungan dengan
gambaran bentuklahan, proses bentuklahan, nilai - nilai bentuklahan dan material
penyusun bentuklahan. Aspek - aspek tersebut tidak hanya disampaikan dalam bentuk
kata #(erbal$, seperti ketepatan bentuk, ukuran dan posisi, tetapi sangat beik dituangkan
dalam bentuk peta. /ecara umum peta dapat diklasifikasikan menjadi peta tujuan umum
dan peta tujuan khusus.
Penelitian dan pemetaan geomorfologi saat ini merupakan gabungan dari dua
sumber yang berbeda, yaitu penelitian yang mendalam tentang geomorfologi dan
hubungan geomorfologi dengan bidang ilmu lainnya. Penelitian sistematika yang
mendalam tentang geomorfologi akan menghasilkan peta geomorfologi analitik,
khususnya yang paling menonjol menghasilkan informasi monodisiplin dan pada bagian
lain menampilkan informasi bentuklahan, sebagian proses eksogen, menekankan unsur
- unsur morfogenesis #termasuk morfostruktural$ dan mungkin morfokhronologi.
Penelitian terhadap hubungan antara geomorfologi dengan pengkajian elemen -
elemen lingkungan disebut sebagai ekologi bentanglahan #landscape ecology$ dan
hasilnya berupa peta yang disebut sebagai peta sintetik #holistik$. Peta - peta sintetik
#holistik$ memiliki kandungan multidisiplin ilmu dan data geomorfologi terpadu, sebagian
memberikan informasi bentuklahan ditambah dengan proses eksogen dan endogen,
data lithologi, sedimen, tanah, kondisi air permukaan dan air bawah tanah.
Pendekatan analitik dan sintetik memiliki hubungan yang erat, sehingga
penelitian yang bersifat analitik akan menghasilkan satuan - satuan pemetaan
geomorfologi yang rinci, sedangkan penelitian yang bersifat sintetik menghasilkan
informasi - informasi yang berhubungan dengan aspek - aspek terapan, seperti
informasi lingkungan dan hubungan lingkungan dengan bentanglahan #landscape$.
Pada kasus tertentu peta geomorfologi terapan dibuat berdasarkan peta geomorfologi
analitik dan pada kasus lain peta geomorfologi sintetik menampilkan informasi -
informasi klasifikasi bentuklahan untuk tujuan tertentu.
Pendekatan pragmatik dilakukan untuk kepentingan saat sekarang dengan data
yang dikumpulkan terbatas hanya untuk penelitian - penelitian yang bersifat lebih
khusus. Peta - peta geomorfologi yang ada sekarang pada dasarnya merupakan peta -
peta geomorfologi pragmatik.
!.1 Pema3aman )entukla3an
-itchel dan Aay #)*74$ menyebutkan bahwa bentuklahan adalah gambaran
umum fisik rupa bumi. 1arakteristik gambaran umum fisik rupa bumi, seperti morfografi,
morfogenetik, morfometri dan material penyusun dapat ditafsirkan melalui peta topografi,
foto udara atau citra satelit yang saat ini telah berkembang dengan pesat. /elaras
dengan karakteristik gambaran umum fisik rupa bumi, maka secara garis besar
bentuklahan berdaarkan morfografi dan morfogenetik dapat dibedakan menjadi
bentuklahan asal denudasional, flu(ial, marin, struktural, gunungapi #(ulkanik$, aeolian,
karst dan glasial.
!.1.1 Bentukla3an asal denudasional
Proses eksogen #epigen$, seperti iklim, (egetasi dan akti(itas manusia
merupakan faktor pengaruh yang sangat menonjol pada bentuklahan denudasional.
Iklim, seperti curah hujan dan perubahan temperatur berpengaruh terhadap proses
pelapukan batuan, erosi dan gerakan tanah. 9egetasi dan akti(itas manusia sangat
membantu percepatan proses eksogen, sehingga perubahan bentuklahan terjadi sangat
cepat.
;iri - ciri bentuklahan asal denudasional dapat diamati dari pola - pola
punggungan yang tidak beraturan, pola aliran sungai yang membentuk pola dendritik
dengan kerapatan pola pengaliran yang cukup rapat dan lereng relatif terjal. -aterial
penyusun biasanya terdiri dari batuan homogen yang mudah lapuk, seperti lempung,
lanau, serpih, dan breksi. 1enampakkan ciri - ciri bentuklahan denudasional dapat
diamati melalui peta topografi, foto udara atau citra satelit. /ecara garis besar proses
yang berlangsung pada bentuklahan asal denudasional dapat dibedakan menjadi proses
erosional dan proses longsoran #degradasional$ dengan diakhiri oleh proses
pengendapan #agradasional$.
!.1.1.1 Erosi
Erosi adalah proses pengikisan terhadap permukaan bumi oleh hujan hujan,
sehingga partikel - partikel permukaan bumi berpindah terangkut oleh aliran air atau
sungai. >ika kecepata aliran tenang dan memiliki kecepatan yang rendah, maka
perpindahan partikel - partikel hasil pengikisan tersebut tidak menunjukkan telah terjadi
erosi, sedangkan jika kecepatan aliran meningkat, maka erosi berlangsung dengan
cepat. /elaras dengan kondisi aliran tersebut, maka jenis erosi dapat dibedakan menjadi
B
- Erosi permukaan #sheet erosion$
- Erosi alur #riil erosion$
- Erosi parit #gully erosion$.
Erosi permukaan berlangsung akibat dari limpasan air permukaan yang tidak
terpusat #terkonsentrasi$ dan biasanya berlangsung pada saat hujan mulai berlangsung,
sehingga curah hujan yang jatuh dipermukaan tanah mulai mengalir. 1ondisi erosi
permukaan tidak akan pernah tampak pada peta topografi dan sangat sulit diinterpretasi
melalui foto udara, namun sebagai ciri suatu daerah mengalami erosi permukaan pada
foto udara akan menunjukkan tutupan (egetasi yang jarang.
Erosi alur berlangsung ketika limpasan air permukaan mulai bergabung
membentuk alur, sehingga aliran permukaan terpusat membentuk suatu alur dan
pengikisan terjadi pada alur - alur dari suatu aliran tersebut disertai dengan torehan
terhadap dinding alur dan dasar alur. Erosi alur memiliki ciri yang hampir sama dengan
erosi permukaan, tetapi pada foto udara dengan skala yang besar akan tampak alu -
alur pengikisan pada daerah yang terbuka, sehingga erosi alur dapat dipetakan pada
skala peta yang besar.
/emakin tinggi debit hujan dan debit aliran pada alur yang terbentuk, maka
semakin kuat erosi (ertikal dan horisonta mengakibatkan alur semakin besar dan
menjadi parit. Erosi parit memiliki ukuran yang reltif besar, sehingga pada peta topografi
dicerminkan oleh lekukan garis kontur yang bertindak sebagai aliran air ari suatu
punggungan dan bersatu menjadi saluran arus aliran air. 1enampakan pada foto udara
sangat jelas, sehingga erosi parit dapat dipetakan dengan skala peta sedang sampai
besar.
!abel )6. -edia dan proses erosi #sumber B 9an Euidam, )*52$
-E.IA PE0GA,=" P,</E/ +A0G !E,>A.I P,</E/ -=A!A0 -A!E,IA@

AI, PE,-=1AA0
Arus permukaan dan
arus bawah
permukaanG aliran
permukaan.
1egiatan hidrolik !raksi, saltasi, suspensi, larutan
dan apungan.
AI, !A0A"
!anpa arus bawah
tanah.
Pencucian G korosi @arutan
<-A1, A,=/ dan
PA/A0G 0AI1.
1egiatan hidrolik !raksi, saltasi, suspensi, larutan
dan apungan.
A0GI0 Abrasi dan deflasi !raksi, saltasi dan suspensi.
G@A/IA@ Penggerusan dan saluran. !raksi dan suspensi
G,A9I!A/I Gerakan massa
Aliran, luncuran dan
penurunan.
!raksi dan suspensi.
.ari %... "ole, )*37, didalam B!he Encyclopedia of Geomorphology
,.A. %airbridge, ed.
/elain faktor air yang mempengaruhi terjadinya erosi, maka faktor ketahanan
batuan terhadap pengikisan atau penggerusan merupakan salah satu faktor yang
berperan. !ampilan ketahanan batuan terhadap pe - ngikisan atau penggerusan pada
peta topografi dan foto udara akan ditunjukkan oleh kerapatan pengaliran. /emakin
rapat pola aliran, maka batuan mudah mengalami pengikisan atau penggerusan,
sedangkan semakin renggang pola aliran berarti batuan semakin tahan terhadap
pengikisan atau penggerusan.
!abel )). 1etahanan relatif batuan terhadap erosi dan pelapukan
#sumber B 9an ?uidam, )*52$.
>E0I/ A!=A0 1E!A"A0A0 E0!=1@A"A0
BA5UAN BEKUAN
!ekstur halus
"itam #basa$ asalt
-enengah Andesit
;erah ,hiolite
!ekstur kasar
"itam #basa$ Gabro
-enengah /ienite
;erah Granit
iasanya tahan
iasanya tahan
iasanya tahan
iasanya sangat tahan
iasanya tahan
iasanya tahan
1ecuali di wilayah arid
Gawir dan aliran
!idak menyebar
!ebing terjal
Gawir dan kubah
Pengangkatan
1ubah dan pengang-
katan..
BA5UAN ENDAPAN
utiran halus
@epas @empung

Padat atulempung

1arbonat lepas @anau
1arbonat padat Gamping
utiran kasar
@epas Pasir
Padat atupasir
utiran sangat kasar
@epas 1erakal

Padat 1onglomerat

@unak, membentuk din-
ding tegak.
iasanya lunak
/angat lunak
@unak di daerah basah
tahan di daerah arid.
iasanya lunak
!ahan jika tersemen
kuat.
-emiliki ketahanan se-
dang,
/angat tahan.
@ahan terbuka
.ataran rendah sam -
pai landai
.asar lembah.
.aerah gamping.
.ataran rendah
!ebing terjal dan plato
/ebagai batuan penu-
tup perlipatan.
Punggungan dan pe-
gunungan.
BA5UAN &AL/HAN
&E5A&;<-'
Asal batuan endapan
/erpih /late
atugamping -arble
atupasir 1uarsit
Asal batuan bekuan atau endapan
anded Gneis
/chistose /chist
@unak
@unak
sangat tahan
/angat tahan
/angat tahan
.ataran rendah
.ataran rendah
Punggungan, gumuk,
dan monadnok.
Pengangkatan
Pengangkatan dan
punggungan.
.isadur dari B A.1. @obeck, Geomorphology,-c Graw-"ill 0ew +ork
!.1.1.2 Longsor
@ongsor adalah gerakan massa tanah atau batuan dengan jumlah yang cukup
besar dari suatu tempat ke tempat lain yang memiliki kemiringan lereng dan disebabkan
oleh gra(itasi atau media air. Gerakan massa tanah atau batuan tersebut dapat terjadi
dengan kecepatan yang tinggi dan kecepatan yang rendah. !iga jenis utama gerakan
massa tanah atau batuan, yaitu luncuran #slide$, aliran #flow$ dan jatuhan #hea(e$.
Lun*uran, merupakan gerakan perpindahan blok massa tanah atau batuan
secara alami dari bagian tertinggi lereng yang curam ke arah bagian kaki lereng.
Gerakan perpindahan massa tanah dan batuan tersebut memiliki kecepatan yang cukup
tinggi #cepat$, sehingga menimbulkan kerusakan pada lereng yang dilalui. %aktor
pengaruh terjadinya luncuran disebabkan oleh lereng yang curam dan sedikit pengaruh
air.
Aliran, merupakan gerak perpindahan massa tanah atau batuan yang
dipengaruhi oleh faktor air dengan kecepatan yang relatif cepat, sehingga tidak
menampakkan kerusakan. Gerakan massa tanah atau batuan berupa aliran biasanya
terjadi pada kemiringan lereng landai dan memiliki gerakan kejadian yang tidak
bersamaan serta terhenti jika kemiringan lereng mulai mendatar.
8atu3an, merupakan gerak perpindahan massa tanah atau batuan yang
dipengaruhi oleh faktor gaya gra(itasi, biasanya terjadi pada lereng yang sangat terjal
#hampir tegak lurus$. Gerak jatuh massa tanah atau batuan memiliki kecepatan relatif
lambat dan berlangsung pada daerah yang tidak luas.
Proses gerakan massa tanah atau batuan jarang terjadi bersamaan, karena
faktor pengaruh yang berbeda. Pada gambar diagram segitiga #gambar *$, menunjukkan
klasifikasi jenis gerakan massa tanah atau batuan serta faktor yang mempengaruhinya,
seperti angkutan ketika terjadi gerakan atau kandungan jenuh ketika terjadi gerakan.
!.1.2 Bentukla3an asal struktural
Pengaruh struktur geologi terhadap perkembangan dan penampilan bentuklahan
disebut sebagai bentanglahan yang dipengaruhi oleh struktur. Pengaruh struktur geologi
yang sangat luas dapat mempengaruhi bentanglahan secara keseluruhan sampai
tampilan terkecil bentuklahan yang berlangsung bersamaan dengan proses
geomorfologi lainnya. Pengaruh struktur geologi pada geomorfologi dapat dibagi
menjadi dua jenis struktur utamaG yaitu B #)$ struktur aktif yang berlangsung sehingga
meninggalkan jejak bentanglahan modern, #:$ struktur pasif yang meninggalkan jejak
pada bentanglahan modern berupa pelapukan dan erosi.
Pengaruh struktur geologi yang mempengaruhi aspek - aspek struktur
geomorfologi, seperti perlipatan dan sesar dapat dikenali melalui foto udara dan peta
topografi. %oto udara dan peta topografi dapat menampilkan lokasi dan bentuk massa
batuan yang memiliki bermacam - macam tampilan, antara lain B #a$ ketahanan batuan
terhadap pelapukan dan erosi, #b$ perubahan kristal dan pengikisan batuan akibat
pelapukan dan erosi, #c$ penampilan lapisan dan #d$ tampilan bentuk lainnya. atuan
dan iklim memiliki peran penting pada tampilan geomorfologi, terutama pada daerah
yang memiliki hubungan erat dengan kondisi geologi seperti jenis batuan dan struktur
geologi yang tergambar pada peta topografi atau yang tampak pada foto udara. Pada
dasarnya batuan memiliki perbedaan ketahanan terhadap pelapukan dan erosi,
sehingga sangat mendorong terjadinya pengikisan pada lereng dengan ciri terbentuknya
lereng yang terputus. Perkembangan lereng yang cembung menunjukkan batuan yang
relatif tahan terhadap pelapukan dan erosi, sedangkan perkembangan lereng yang
cekung cenderung kurang tahan terhadap pelapukan dan erosi. /angat jelas bahwa
ketebalan lapisan batuan sangat berpengaruh terhadap bentuk lereng #cembung atau
cekung$. >ika suatu suatu lapisan batuan tipis atau proses pelapukan atau proses
erosiFakumulasi aktif, maka permukaan lereng relatif halus, sehingga batuan tampak
seperti tidak berlapis, sehingga singkapan lapisan akan tampak pada tebing atau dasar
aliran. Interpretasi batuan secara rinci akan lebih baik jika dilakukan dila -pangan, tetapi
kemampuan interpretasi foto udara dan peta topografi ditambah dengan pengetahuan
geologi umum akan memberikan hasil lebih baik didalam menentukan batas - batas
batuan, perlapisan, foliasi, kelurusan dan hubungannya dengan bentuklahan, seperti
tampilan gawir sesar dan erosi. Pola aliran sungai yang tampak pada foto udara dan
peta topografi akan mencerminkan perlapisan batuan yang cukup baik pada suatu
daerah, walaupun tertutup (egetasi dan tanah, tetapi masih mungkin untuk mengenali
struktur geologi utama dan jenis batuan seperti lanau, batupasir dan gamping. /mith
#)*84$ menyebutkan bahwa ciri - ciri terbaik untuk mengenali batuan di suatu daerah
melalui foto udara atau peta topografi adalah sebagai berikut B #)$ kenampakkan
topografi, #:$ warna tanah dan batuan, #4$ sebaran (egetasi dan #8$ struktur primer dan
sekunder.
!ujuan interpretasi struktur adalah menentukan lokasi, sebaran dan
kesinambungan dari kunci hamparan bumi. entuk relief batuan yang tahan terhadap
pelapukan dan erosi, seperti batupasir, kuarsit dan batugamping di bawah kondisi
tertentu akan membentuk lapisan kunci yang baik. "ubungan erat antara interpretasi
struktur dengan relief tergantung pada pemahaman dan analisis geomorfologi. Analisis
pola aliran, kelurusan aliran dan pola (egetasi akan memudahkan interpretasi
geomorfologi. "ubungan tersebut akan memberikan gambaran yang jelas terhadap
relief dan struktur geologi, khususnya pada daerah - daerah tektonik muda.
Pada daerah luas yang memiliki relief rendah dan tertutup oleh lapisan tanah
disertai dengan proses tektonik, malihan #metamorphisme$ dan waktu pengikisan, maka
akan sulit melihat hubungan morfologi dengan struktur geologi yang ada. @apisan
batuan yang memiliki bidang lapisan, arah jurus dan kemiringan lapisan batuan #strike M
dip$ mudah dikenali, terutama batuan endapan yang memiliki bidang lapisan dengan
jelas, karena ketahanan batuan terhadap pelapukan dan erosi. idang lapisan batuan
yang datar atau hampir datar dan kontak sejajara serta tertutup tanah, pada kontur
topografi menunjukkan pola - pola lingkaran tertutup, sehingga bidang lapisan batuan
yang datar seolah - olah tidak memiliki arah jurus lapisan #strike$ atau jarang tergambar
pada bidang lapisan batuan tersebut.
Permukaan lapisan batuan ditunjukkan oleh relief topografi, lapisan dengan
perbedaan ketahanan terhadap pelapukan dan erosi dicerminkan oleh perubahan lereng
pada topografiG lereng yang sangat curam menunjukkan lapisan batuan yang sangat
tahan terhadap pelapukan dan erosi, sedangkan lereng landai menunjukkan lapisan
batuan yang kurang tahan terhadap pelapukan dan erosi. 1elompok lapisan batuan
yang datar #horisontal$, tebal dan sangat tahan terhadap pelapukan dan erosi akan
menunjukkan tebing yang sangat tegak, karena keseragaman ketahanan terhadap
pelapukan dan erosi, maka pola aliran normal akan mengambarkan pola aliran dendritik,
khususnya jika pengaruh kekar dan rekahan tidak ada.
@apisan batuan yang tegak menunjukkan garis arah jurus lapisan dan garis
kontak lapisan akan lurus dan sejajar dengan arah jurus lapisan, sehingga tampilan
pada topografi tidak menunjukkan adanya pergeseran. @apisan batuan tegak yang tebal
dapat langsung dikenali dari lebar hasil pelapukannya, khususnya lapisan batuan yang
memiliki perbedaan ketahanan terhadap pelapukan dan erosi, sehingga pola aliran jenis
trelis sangat berkembang. Pola - pola permukaan lapisan batuan yang memiliki
kemiringan ditunjukkan oleh relief topografi arah jurus dan kemiringan lapisan batuan.
1emiringan lapisan batuan yang curam menyebabkan relief arah jurus lapisan batuan
lebih menonjol, sehingga mempengaruhi bentuk permukaan lapisan batuan tersebut.
Permukaan topografi yang datar menyebabkan pola permukaan lapisan batuan
mengikuti arah jurus lapisan batuan sebenarnya. >ika permukaan topografi tidak datar,
maka pola permukaan lapisan batuan menjadi fungsi arah jurus #strike$, kemiringan
lapisan #dip$ merupakan kemiringan #gradient$ topografi. Pola - pola permukaan lapisan
batuan tidak mengikuti sepanjang arah jurus lapisan batuan sebenarnya, tetapi
mengikuti arah jurus lapisan batuan semu.
Penyimpangan antara arah jurus lapisan batuan sebenarnya dengan arah jurus
lapisan batuan semu akan menambah kecuraman lereng pada topografi, kecuali jika
arah jurus lapisan batuan membentuk sudut yang tepat terhadap kemiringan topografi,
sehingga arah jurus lapisan batuan semu dan arah jurus lapisan batuan sebenarnya
memiliki kesamaan. Permukaan topografi dan bidang lapisan batuan membentuk arah
jurus punggungan membentuk hogback serta arah kemiringan lapisan batuan mudah
dikenali. Pada lipatan monoklinal yang baik menunjukkan susunan pola aliran paralel
sampai sub paralel dan trelis, setempat - setempat pola aliran dendritik. sungai atau
lembah pada topografi yang memotong arah jurus lapisan batuan de -ngan membentuk
sudut, maka pada lembah 9 tersebut akan tercermin suatu lapisan dan kemiringan
batuan yang jelas.
@apisan batuan yang memiliki kemiringan landai menunjukkan lembah 9s yang
cukup panjang, sedangkan jika dibentuk oleh lapisan batuan dengan sudut kemiringan
yang tajam akan membentuk lembah 9s yang pendek. @ebar suatu lembah atau
punggungan ditentukan oleh tajam atau tumpulnya kemiringan lapisan batuan. >ika
suatu lembah memotong tegak terhadap arah jurus lapisan batuan, maka lembah 9s
akan membentuk tebing yang simetri, sedangkan jika lembah 9s yang memotong arah
jurus lapisan batuan membentuk sudut, maka perkembangan tebing lembah 9s tidak
akan simetri. >ika lembah 9s sejajar #paralel$ terhadap arah jurus lapisan batuan, maka
lembah tidak akan berkembang, tetapi percabangan aliran akan mengikis lembah
lembah 9s. idang lapisan batuan yang tertutup oleh (egetasi atau material permukaan,
maka arah jurus lapisan batuan dapat dikenali dengan dari ciri - ciri pola aliran pada
daerah tersebut.
>ika kemiringan lapisan batuan landai, maka aliran percabangan su -ngai yang
panjang akan mengikuti arah kemiringan lereng lapisan batuan, tetapi apabila
percabangan sungai pendek dicerminkan oleh gawir lereng #@attman dan ,ay, )*32$.
/truktur lipatan yang diikuti dengan sesar normal dan sesar naik dapat diketahui melalui
pengulangan lapisan batuan dengan kemiringan lapisan batuan yang berlawanan,
kecuali pada lipatan isoklin. >ika sumbu lipatan mendatar #horisontal$, maka kedua
sayapnya akan sejajar #paralel$. 1edua sayap lipatan yang membentuk kur(a
#melengkung$ dengan puncak sinklinal atau antiklinal akan membentuk lembah 9 atau
=. 1edua sayap lipatan akan membentuk jalur permukaan lurus atau melengkung ada
sisi - sisi yang berlawanan. Pada suatu daerah perlipatan yang jelas, sumbu lipatan
yang terletak pada puncak atau lembah yang terbentuk akibat perlipatan tersebut dapat
ditentukan dengan cara perhitungan atau perkiraan arah jurus dan kemiringan lapisan
batuan serta hubungan tiga dimensionalnya.
Pada lipatan rebah yang sering diikuti oleh struktur sesar dan sesar naik, arah
kemiringan lapisan batuan pada kedua sayapnya akan sama dan pola lembah 9 sangat
membantu menentukan sayap yang berlawanan.
"ubungan struktur geologi dengan morfologi akan tampak jelas pada suatu
daerah ber(egetasi sedikit dan tutupan tanah relatif tipis, tetapi pada daerah yang
beriklim basah atau tropik basah, struktur geologi akan tercermin oleh bentuk relief
daerah tersebut. 1erapatan (egetasi ketebalan tanah yang menutupi atau menghalangi
morfologi struktur yang berada di bawahnya sangat sulit ditentukan, sehingga untuk
menentukan struktur geologi tersebut pola aliran dan penyimpangan pola aliran dapat
digunakan sebagai ciri penentuan struktur.
Aliran utama pada sayap lipatan cenderung mengalir sejajar arah jurus lapisan
batuan dan mengikuti celah - celah lapisan batuan yang tahan terhadap pelapukan dan
erosi, sedangkan aliran - aliran yang kecil mengalir searah searah kemiringan lapisan
batuan dan permukaan lereng lipatan membentuk pola aliran yang trelis. @apisan yang
melengkung sekitar puncak lipatan tercermin oleh aliran utama yang melengkung. Pola
aliran radial dan anular atau gabungan kedua pola tersebut sering berkemang pada
daerah - daerah yang berbentuk kubah atau lipatan #antiklin$ sungkup.
"oward #)*37$ menyebutkan kelokan #meander$ lokal pada sungai, kelokan
tajam #compressed meander$, percabangan sungai lokal, keragaman lebar tanggul
sungai #le(ee$ dan penyimpangan - penyimpangan #anomali$ pada sungai merupakan
ciri - ciri struktur geologi atau deformasi aktif.
Pada sesar - sesar besar, biasanya sesar yang terletak pada bidang permukaan
lahan yang melengkung terdapat pergeseran yang tidak menunjukkan celah dan
biasanya berada sekitar mintakat regangan serta permukaan sesar merupakan suatu
bidang. /udut sesar 82
6
atau lebih biasanya disebut sebagai sesar normal dan sudut
sesar kurang dari 82
6
biasanya disebut sebagai sesar naik. /esar normal pada foto
udara tampak seperti garis lurus atau garis melengkung, seperti kelurusan # lineament $
yang membentang sangat jelas. !ampilan yang memanjang mencerminkan atau
memberi kesan bahwa sesar seperti dipengaruhi oleh kelurusan morfologi, aliran su
-ngai # misalnya penggalan sungai lurus, air terjun, danau, genangan air dan mata air$
atau kumpulan (egetasi yang dicerminkan oleh garis lurus karena perubahan rona # tone
$ foto udara yang tajam.
-intakat sesar atau kekar pada batuan lunak yang mudah tererosi akan
membentuk lekukan atau lembah. Pola aliran yang dipengaruhi oleh sesar atau kekar
akan membentuk pola lurus #elongated $ dan paralel atau angular. perubahan pola atau
arah aliran sungai pada sisi yang berhadapan dari suatu kelurusan merupakan ciri sesar
yang sangat menyolok. reksi sesar biasanya sering menahan air disekitarnya,
sehingga garis sesar pada foto udara akan menunjukkan garis hitan karena sangat
jenuh oleh kan - dungan air dan kemungkinan lebatnya (egetasi. -intakat sesar yang
memiliki kelulusan air #permebility$ rendah akan mempengaruhi kondisi air tanah dan
menyebabkan perubahan kumpulan (egetasi, sehingga sesar dicirikan oleh mata air.
/uatu daerah yang disusun oleh batuan yang keras dan memiliki lapisan yang
mendatar #horisontal$ kemudian terangkat, maka akan membentuk morfologi 'mesa'
atau plato yang dipengaruhi oleh struktur. Pe - ngikisan #erosi$ yang berlangsung
pada sisi - sisi gawir bagian depan struktur, maka akan membentuk alur erosi yang
sejajar #paralel$ atau gawir erosi yang tidak menerus hasil dari kegiatan erosi mata air
atau limpasan air permukaan # runoff $ yang terkumpul. >ika diameter batuan penutup
ukurannya lebih kecil dari pada tinggi bukit disekitarnya, maka digunakan istilah 'butte'.
1emiringan lapisan batuan yang memiliki satu arah, karena posisi awalnya sudah miring
#contoh B lereng cekungan pengendapan yang curam$ atau miring karena tektonik, maka
bentanglahan yang berkembang menunjukkan relief perbukitan atau pegunungan yang
disusun oleh batuan keras yang miring. entuklahan yang simetris atau asimetris
tergantung pada kemiringan lapisan batuan dan proses yang berlangsung pada
bentuklahan tersebut. /truktur monoklin yang cukup dikenal antara lain 'cuesta',
'hogback' dan pegunungan 'dike'.
';uesta& adalah punggungan asimetri dengan salah satu sayap yang panjang,
umumnya searah dengan kemiringan lapisan batuan yang keras dan lereng landai.
Pada salah satu sisi lereng 'cuesta' memiliki kemiringan lereng yang terjal, sedangkan
pada sayap lain memiliki kemiringan yang landai.
' "ogback' adalah punggungan dengan puncak yang terjal, dibentuk oleh
lapisan batuan keras atau batuan yang memiliki kemiringan lapisan batuan yang terjal.
entuklahan pada umumnya agak simetri, tetapi ada juga yang tidak simetri.
Punggungan yang menyerupai 'dike' dibentuk oleh lapisan batuan yang memiliki
kemiringan hampir tegak, kemiringan lereng sangat curam dan hampir simetris. @apisan
atau struktur lapisan sejajar #planar$ yang miring merupakan bagian dari lipatan tunggal
#single fold $ atau bagian dari sistem lipatan #kumpulan lipatan$. /truktur lipatan dapat
berupa antiklin atau sinklin. Antiklin adalah lipatan ke atas yang telah mengalami
perkembangan beberapa tahap. Antiklin sederhana memiliki kemiringan lapisan batuan
dari arah sumbu antiklin ke arah sisi - sisi yang berlawanan, sedangkan sinklin adalah
lipatan lapisan batuan dengan arah kemiringan yang bertindak sebagai sayap menuju
sumbu sinklin #lihat gambar ...$. /uatu daerah yang terlipat dan tererosi akan
menunjukkan relief yang bergelombang membentuk bukit dan lembah. agian bukit
menunjukkan antiklin, sedangkan bagian lembah menunjukkan sinklin. >ika daerah
terlipat tererosi, maka akan tampak bentuk lapisan batuan yang dipengaruhi oleh
perbedaan kekerasan batuan. 1edua sisi antiklin dikenal sebagai sayap, sedangkan
pada bagian yang paling tinggi disebut puncak. idang yang memotong lipatan pada
puncaknya disebut sebagai bidang sumbu. >ika bidang sumbu tegak sejajar sumbu
lipatan, maka lipatan tersebut dinamakan lipatan simetri.
1ekar dan sesar sangat mempengaruhi perkembangan bentuklahan, sedangkan
kekar - kekar tersebut pada umumnya membentuk arah yang tegak atau mendatar pada
lapisan batuan selaras dengan arah gerak yang tidak beraturan. /istem kekar sangat
banyak dan suatu sistem kekar terdiri dari dua atau lebih kelompok kekar yang sejajar.
Pelapukan dan erosi yang mengikuti sistem alur kekar sejak terbentuk akan menjadi
tempat mengalirnya air ketika terjadi hujan. /istem kekear yang sangat luas mudah
dikenali pada foto udara dan peta topografi dengan cara melihat pola aliran sungai,
kerapatan (egetasi yang berkelompok pada jalur kekar dan arah perbukitan.
/esar adalah rekahan atau mintakat #?one$ rekahan pergeseran yang panjang
dengan sisi - sisi rekahan sejajar. Pergeseran yang tegak menghasilkan suatu gawir
sesar yang terjal #lihat gambar...$. 1enampakan sesar pada foto udara atau peta
topografi akan sangat tajam , seperti naik turunnya blok yang tersesarkan tergantung
pada gerak F pergeseran sesar, kegiatan erosi dan kekerasan batuan. Perbedaan erosi
sepanjang gawir sesar # J perpotongan antara bidang sesar dengan permukaan$ jarang
sekali nampak, dibandingkan dengan hasil langsung dari gerakan yang menyebabkan
terjadinya sesar #bidang sesar$, sehingga yang tampak adalah jejak sesar berupa garis
dan biasanya disebut sebagai garis gawir sesar. /uatu garis gawir sesar obseKuen
adalah kenampakan gawir sesar, kecuali pada daerah bertopografi rendah tampak blok
yang naik dan turun.
!hornbury #)*3*, halaman :24 - :23$ menggunakan analisis umum untuk
menentukan gawir sesar dan garis gawir sesar, dengan cara B
#)$. -elihat bidang kasar yang mengesankan bekas goresan dan di-terapkan
hanya pada sesar - sesar yang berumur muda. idang yang memberikan
kesan goresan belum tentu sebagai gawir sesar.
#:$. idang sesar dicirikan oleh B
#a$. reksi sesar, mintakat #?one$ hancuran dan mintakat rekahan
serta kekar
#b$. !ampilan permukaan sesar yang menunjukkan goresan -
goresan pada bidang sesar #'slickenside'$, tetapi goresan
tersebut jarang ditemukan.
#c$, !ampilan pergeseran lapisan batuan yang tegak, mendatar,
atau miring.
#4$. '!riangular facet' #permukaan berbentuk segitiga N$ dengan ciri bagian ujung
atas yang meruncing.
agian ujung yang meruncing dianggap sebagai bagian yang pa -ling dekat
dengan sesar dan biasanya menutupi sesar yang tampak sekarang.
iasanya lereng permukaan #facet$ yang meruncing kurang dari 46
6
,
sedangkan bidang sesar normal lebih lebih curam./elanjutnya ujung yang
meruncing dari permukaan segitiga #triangular facet$ mengalami perombakan
oleh pelapukan dan erosi, sehingga tidak menunjukkan ciri - ciri permukaan
sesar.
#8$. 1elurusan gawir. /esar memanjang seperti garis lurusG padahal
kenyataannya melengkung, jika dibandingkan dengan gawir cuesta yang
memiliki gawir yang lurus. 1elrusen mencerminkan gawir sesar atau garis
gawir sesar.
#2$. >eram berbentuk 9 dengan batuan dasar mengikuti garis sesar.
#3$. Pendekatan dengan melihat bertambah miringnya dasar sungai di sepanjang
jeram dan disebut sebagai lembah 'gelas anggur' #'wineglass' (alley$,
sehingga dijadikan sebagai bukti sesar sekarang #,esen$.
#7$. @embah naik #"anging (alley$ pada permukaan gawir. @embah naik biasanya
terjadi di sepanjang gawir sesar, tetapi dapat juga terjadi di sepanjang garis
gawir sesar yang mencerminkan terdapat perbedaan regangan pada kedua
sisi blok sesar.
#5$. -ataair di sepanjang dasar gawir. -ataair sering ditemukan di sepanjang
sesar tetapi bukan berarti batas sesar atau sesar aktif.
#*$. Aliran la(a sepanjang alur sesar. "amparan aliran la(a bukan menutupi
sesar, tetapi (ulkanisme terjadi pada jalur sesar yang disebut sebagai
mintakat lemah.
!ampilan topografi dapat memberikan kesan sesar, tetapi tidak berarti sebagai
sesar. %enomena - fenomena #kejadian$ yang dapat diperkirakan terjadi sesar saat
sekarang atau masa lalu antara lain B
- sering terjadi longsoran.
- kelurusan punggungan yang tidak dipengaruhi oleh jenis batuan.
- pola aliran sungai paralel yang memotong berbagai jenis batuan.
- kelokan tajam aliran sungai.

!.1.( Bentukla3an asal gunungapi =ulkanik'
entuklahan gunungapi terbentuk dari hasil endapan gunungapi berupa endapan
la(a yang membeku dan fragmen - fragmen gunungap, sehingga dapat dibedakan
dengan bentuklahan lainnya dan sangat mudah dikenali pada foto udara.
@etusan #erupsi$ gunungapi dapat dibedakan berdasarkan material yang keluar
dari saluran magma gunungapi atau ' (ent ' , yaitu jika material yang dikeluarkan dari
saluran magma melalui pusat saluran magama gu - nungapi F (ent disebut sebagai
pusat letusan. -aterial yang keluar melalui celah F rekahan saluran magam disebut
sebagai letusan celah F rekahan dan material yang keluar melalui beberapa saluran
magma yang tersebar luas pada suatu daerah disebut sebagai daerah letusan.
1lasifikasi ini sulit untuk diterapkan pada setiap kejadian letusan, karena sebuah
letusan akan terjadi di sepanjang rekahan #minakat lemah$, sehingga pusat letusan
besar dapat terjadi melalui sejumlah kerucut parasit #parasit cone$ yang terapat
disepanjang jalur rekahan pada sayap F lereng gunungapi. Perbedaan pusat letusan
dengan letusan yang terjadi melalui rekahan umumnya tergantung pada skala dan tahap
pertumbuhan gu - nungapi, sehingga perbedaan itu akan sangat menonjol. .aerah
gunungapi disebut juga 'polyrifice' dicirikan oleh tidak pernah terdapat pusat letusan,
karena letusan akan terjadi pada titik - titik tertentu dalam kurun waktu yang panjang
#1arapetian, )*38$.
/truktur tubuh gunungapi cenderung berukuran kecil dan jarang mencapai
ketinggian 826 meter. !erak #scoria$ la(a, kerucut la(a, kubah la(a dan hamparan la(a
adalah sebutan jenis - jenis gunungapi yang paling menonjol, sedangkan gunungapi
strato sangat jarang atau hampir tidak ada. /ebaran gunungapi pada umumnya tidak
beraturan, tetapi tidak menutup kemung-kinan sebaran gunungapi tersebut
berkelompok. 1ondisi sebaran gunungapi tersebut berdasarkan beberapa penelitian
menyebutkan bahwa gunungapi terbentuk bersamaan dengan tumbukan dan
pemekaran lempeng, sehingga gunungapi biasanya terbentuk pada sabuk pegunungan
Alpen dan sabuk Pasific #gambar $. 1omposisi petrografi batuan penyusun gunungapi
pada suatu daerah yang luas akan memiliki kesamaan, sehingga berdasarkan sebaran
yang luas dan kesamaan petrografinya, maka jenis gunungapi dapat dibagi menjadi dua
kategori, yaitu #)$ kerucut dan sebaran kerucut serta hubungan bentuk kubah dan #:$
plato dan dataran. eberapa gunungapai ada yang membentuk sebagian kubah la(a
dan sebagian lagi membentuk plato (ulkanik. /elanjutnya tampilan negatif hasil letusan
berupa kaldera yang sa- ngat luas, sehingga terbentuk danau hasil dari letusan tersebut
atau akibat penurunan #depresi$ yang terbendung oleh la(a yang mengeras.
/ecara garis besar klasifikasi gunungapi berdasarkan letusan yang diajukan oleh
@acroiC #)*65$ dan disusun kembali oleh /apper #)*4)$ adalah sebagai berikut B
5a)el 8enis gunungapi )erdasarkan letusann9a.
>E0I/ G=0=0GAPI 1A,A1!E,I/!I1
). I;E@A0.I;
@etusan melalui rekahan, mengeluarkan aliran magma
basalt bebas, tenang, gas sedikit, menghasilkan (olume
la(a yang besar, la(a mengalir seperti lapisan pada
daerah yang luas, sehingga membentuk plato.
:. "AAAIIA0
@etusan berasal dari rekahan, kaldera dan lubang kawah,
lelehan la(a diikuti dengan gas, letusan aktif tenang
sampai sedang, la(a dan gas mengalir dengan cepat
sambil menyemburkan api, debu sangat sedikit,
membentuk kubah la(a.
4. /!,<-<@IA0
1erucut berlapis ##stratocones$ sekitar kawah, letusan
sedang, berlanjut, melepaskan gas tidak teratur, me -
nyemburkan gumpalan la(a, menghasilkan bomb dan
terak #scoria$ la(a, kegiatan letusan berulang - ulang,
dengan semburan la(a dan awan panas #seperti uap air$
yang naik sampai pada ketinggian tertentu..
1erucut berlapis pada bagian tengah saluran magma,
kumpulan la(a lebih kental, lapisan la(a tertumpuk
diantara letusan, gas terkumpul di bawah permukaan,
letusan bertambah hebat dengan waktu yang cukup lama,
sampai terak #scoria$ la(a hancur, lubang saluran magma
bersih. /emburan bomb, batuapung dan debu, la(a
8. 9=@;A0IA0
mengalir dari puncak menuruni lereng setelah letusan
utama, awan bercampur debu yang pekat tersembur ke
udara membentuk seperti cendawan, debu berlapis
sekitar lereng puncak gunungapi. #catatan B letusan
pseudo (ulkanik memiliki ciri yang sama, tetapi hasilnya
menjadi lain #contohB "awaiian$, yaitu menjadi phreatic
dan meng- hasilkan kabut uap yang sangat luas,
membawa fragmen - fragmen lain$.
2. 9E/=9IA0
@etusan lebih hebat daripada jenis strombolian atau
(ulcanian, letusan hebat terjadi dengan melepaskan gas
dari lubang saluran magma yang berbentuk kerucut
berlapis #/tratocones$, terjadinya letusan setelah
gunungapi istirahat cukup lama, saluran magma
cenderung menjadi kosong dan cukup dalam, pada suatu
letusan lelehan la(a menyebar #pada bagian atas
mengkilat$ disertai dengan semburan asap seperti
cendawan yang terus menerus membentuk lapisan debu
pada ketinggian tertentu.
3. P@I0IA0.
@etusan lebih hebat daripada letusan (esu(ian, pada fase
utama yang terakhir menyemburkan gas dengan cepat
membentuk awan seperti cendawan tegak lurus setinggi
beberapa kilometer, menyempit pada bagian bawahnya
dan di bagian atasnya menyebar sambil menyebarkan
debu.
7. PE@E&A0
-enghasilkan la(a kental bertekanan tinggi, letusan
jarang terjadi, saluran magma gunungapi jenis strato
terhalang oleh kubah la(a atau la(a penyumbat, gas
keluar rekahan - rekahan lateral #lereng gunungapi$ atau
dari saluran yang telah mengalami penghancuran
penyumbatnyaG debu dan fragmen - fragmen bergerak
menuruni lereng dalam satu atau lebih letusan sebagai
'nue&es ardentes' atau luncuran awan panas, langsung
mengendapkan hasillnya.
/umber B 9an Euidam #)*52 dari "olmes,)*72 dan ullard,)*3:$
erdasarkan <llier#)*76$, jenis gunungapi dan kawah merupakan hasil endapan
la(a kental derajat tinggi dari suatu daerah yang sangat luas. @arutan magma #kaya -g,
%e dan ;a$ menguapkan ":< #uap$, /<: dan ;<: serta mengurangi potensi letusan.
-agma yang bertemperatur tinggi mengalir keluar secara perlahan - lahan melalui celah
- celah F rekahan - rekahan yang terdapat pada gunungapi, seperti rekahan yang
disebabkan oleh 'horst (olcano tectonic' atau lahan yang tergali #,.A. %airbridge,
)*35$. -agma kental #banyak mengandung /i<: dan alkali$ cepat dingin dan melekat,
menyimpan lebih banyak gas.
/etelah gerakan magma pada saluran terhenti dan temperatur naik, tekanan gas
menyebabkan kawah tua retak, sehingga dapat menyebabkan terjadinya letusan dan
penumpukan debu, bara, serta terak #scoria$ la(a.@etusan biasanya terjadi dari lubang
kawah tunggal yang biasa disebut dengan pusat letusan gunungapi. !erjadinya letusan
gunungapi dapat dibedakan menjadi dua macam, antara lain #)$ monogenetik, yaitu
letusan terjadi sekali, berupa letusan kecil, dan #:$ poligenetik, yaitu letusan terjadi
beberapa kali, sering menyemburkan la(a secara berulang - ulang.
@etusan monogenetik selalu dihubungkan dengan jalur rekahan gunungapi,
sebagai contoh jalur rekahan la(a yang terbuka sekali, kemudian la(a membeku dan
muncul kembali di tempat lain. Poligenetik biasanya berhubungan dengan pusat
gunungapi. Pada awalnya letusan terjadi dari kawah - kawah kecil kemudian kawah
tersebut terkubur oleh limpahan F curahan kawah lainnya #sehingga kawah tumpang
tindih$ dan pada akhirnya lenyap karena letusan kaldera. 1etika letusan terhenti,
endapan la(a dan piroklastik membentuk strato (ulkanik, lapisan la(a dapat dilihat pada
dinding - dinding kawah atau lereng - lereng kawah yang tererosi.
7unungapi la=a )asa. @a(a basa bersifat sangat cair, sehingga dapat
menyebar dengan mudah dan meninggikan gunungapi. <llier #)*74$ membedakan
perisai la(a , kubah la(a, kerucut la(a, gundukan la(a dan la(a datar #gambar :5$.
"amparan batuan gunungapi, terbentuk oleh semburan la(a basaltik dan dapat
membentuk pilar la(a seperti perisai besar, lereng landai #kurang dari 7
6
$ dan cembung.
1erucut parasit, letusan lereng, dan letusan rekahan biasanya berhubungan dengan
gunungapi perisai #gunungapi perisai merupakan pernyataan yang kurang tepat, karena
merujuk kepada la(a perisai, tetapi digunakan untuk gunungapi strato yang besar atau
pada suatu lingkungan gunungapi$.
Gunungapi berskala kecil memuntahkan la(a cairdan menghasilkan kubah
cembung dari pada bentuk perisai, sehingga disebut sebagai kubah la(a (ulkanik.
Perbedaan ukuran yang digunakan tidak baku, dan beberapa penulis kadang - kadang
mnggunakan perisai atau kubah. Pusat letusan pada skala kecil menyebabkan sisi
kerucut lurus dan aliran la(a biasanya memiliki kemiringan lereng yang landai #kurang
dari 7
6
$ , tetapi ada juga beberapa contoh yang relatif curam. Gunungapi basaltik tidak
dicirikan oleh kawah, tetapi memiliki ciri berupa gundukan la(a yang berlereng landai.
gundukan la(a tersebut sebagian menunjukkan bentuk yang tajam, mencerminkan telah
mengalami erosi yang kuat.
Gunungapi basaltik tidak memiliki kawah, tetapi menghasilkan lelehan la(a yang
keluar melalui dari rekahan - rekahan. eberapa gunungapi dibedakan kerucutnya oleh
rekahan yang bertindak menjadi kawah dan dapat dinyatakan sebagai gundukan la(a
#'la(a mounds'$ yang memiliki kesamaan dengan gundukan terak #'scoria mounds'$. .i
9ictoria #Australia$ ada beberapa kelainan gunungapi yang telah diteliti, dan gunungapi
tersebut membentuk la(a yang mendatar #'la(a disc $ yang terbentuk dari la(a basal dan
keluar melalui rekahan - rekahan yang tegak lurus terhadap permukaan la(a yang ada di
atas dan sisinya #<llier, )*76$.
7unungapi la=a asam. atuan bekuan asam pada umumnya sangat pekat dan
apabila batuan bekuan asam ini tidak terlontarkan oleh suatu letusan gunungapi, maka
magma ini akan mengalir melalui rekahan - rekahan membentuk sejumlah bentuklahan #
gambar 46$.
Pada saat la(a yang pekat dismburkan, maka akan menyebar dan membentuk
gundukan cembung yang dikenal sebagai kubah kumulus #'cumulo dome'$ dan ini tidak
berdiri sendir, tetapi membentuk kelompok intrusi pada endapan piroklastik.
Istilah 'mamelon' sering diterapkan untuk kubah kumulus, tetapi ;otton #)*88$
menyebutkan bahwa 'mamelon' adalah kubah kumulus yang terbentuk oleh letusan
dengan aliran material la(a trakhitik dan 'mamelon' sama seperti kubah kumulus yaitu
tidak memiliki kawah,
'!holoid ' mengacu pada kubah kumulus atau mamelon yang berasal dari dalam
kawah besar gunungapi dengan ketinggian dan diameter beribu - ribu meter yang
tertutup oleh runtuhan atau mungkin bentuk kubah yang menyimpang menjadi kasar dan
tidak memiliki kawah. %ormasi ' tholoid ' pada kawah tidak mencirikan akhir dari suatu
aktifitas gunungapi karena terbentuk dan hancurnya ' tholoid ' berlangsung selama
pertumbuhan gu -nungapi.
@a(a kental yang menyembur dari saluran memiliki sifat sangat kaku dan
bergerak seperti batang lurus #piston$, sehingga menghasilkan tubuh yang membulat
dan panjang disebut sebagai kubah penyumbat. 1erucut kubah penyumbat berkembang
dengan cepat, tetapi pertumbuhannya hancur oleh letusan dan pecah karena tidak
seimbang pada saat tumbuh dan kumpulan pecahan dari letusan punggungan karena
beberapa kubah penyumbat ditutupi oleh tumpukan batuan rombakan yang membentuk
seperti endapan longsor sekitar lereng dengan batuan berbentuk pilar membentuk sudut
hampir datar.
1ubah penyumbat yang memiliki ukuran besar mendekati ukuran pegunungan
merupakan letusan dengan skala lebih kecil dari la(a yang sa-ngat kaku, selanjutnya
rekahan pada permukaan kubah penyumbat atau kubah kumulus muncul membentuk
punggungan.
7unungapi piroklastik. @etusan gunungapi menghasilkan pecahan - pecahan
#fragmen - fragmen$ la(a yang berjatuhan dekat lubang kepundan, pecahan - pecahan
la(a tersebut membentuk gumuk rombakan dengan lereng sesuai dengan sudut
pembentukan gumuk rombakan tersebut. Partikel - partikel halus diendapkan pada
lereng lebih bawah dibandingkan dengan partikel - partikel kasar, sehingga pecahan -
pecahan kasar terkumpul dekat lubang kepundan. entuk lereng yang indah seperti di
%ujiyama #>epang$ dan -t. Egmont #0ew Eealand$.
<llier #)*74$, membedakan lima jenis gunungapi piroklastik menjadi kerucut
terak #'scoria cones'$, gundukan terak #'scoria mounds'$, kumpulan kerucut terak
#'nested scoria cones'$, kerucut littoral #'littoral cones'$ dan maar. 1erucut terak yang
ideal adalah kerucut tunggal yang memiliki lereng lurus atau sisi - sisinya cembung
melandaidan kawah di bagian puncaknya. ibir kawah yang datar memperlihatkan
seakan - akan kerucut terak memiliki puncak yang datar jika dilihat dari jarak jauh.
1erucut terak terbentuk sangat cepat, karena pada tahap akhir letusan gunungapi yang
memiliki magma basaltik cenderung membentuk kerucut terak.
eberapa terak gunungapi tidak memiliki kawah sebenarnya dan biasanya
dinyatakan sebagai gundukan terak #'scoria mounds'$ yang terpisah dari kerucut terak
normal #'normal scoria cones'$. 1erucut terak dihasilkan dari akhir suatu letusan
gunungapi yang cukup besar. >ika posisi terak terletak di tengah kawah atau kepundan
yang sangat besar, maka disebut sebagai kumpulan kerucut terak #'nested scoria
cones'$, penampang melintang antara kerucut bagian dalam dengan dinding kawah
disebut 'fosse'.
/aat lelehan la(a bersentuhan dengan laut, maka akan terjadi letusan dan
semburan pecahan la(a, sehingga pecahan la(a tersebut membentuk tumpukan
pecahan la(a yang disebut sebagai kerucut litoral #'littoral cones'$ dengan ketinggian
)66 meter dan memiliki diameter ) kilometer. /ering ditemukan satu atau dua bukit yang
terbentuk pada sisi aliran la(a # Aentworth dab -acdonald, )*24$. ' -aars'
atau kawah bekas letusan adalah bentuklahan yang disebabkan oleh letusan
gunungapi, terdiri dari kawah sampai bagian yang paling bawah, luas dan dalam.
.isekitar bibir kawah dibentuk oleh semburan material - material piroklastik, batuan
bekuan atau batuan dasar dan sering dicirikan oleh bentuk endapan besar asimetris
yang searah dengan arah angin pada kawah tersebut. Pada penampang akan tampak
bagian sisi yang curam mengarah ke kawah dan lereng yang berlawanan arah dengan
lereng curam memiliki kemiringan yang landai #umumnya 8
6
atau kurang$ membentuk
lapisan piroklastik yang relatif sejajar dari arah kawah. 1awah sering memeiliki diameter
) kilometer dan ketinggian bibir antara 26 sampai )66 meter. '-aar' biasanya terdapat
bersama dengan endapan batuan bekuan basal dan kawah bagian bawah ditutupi oleh
air membentuk danau.
Letusan gunungapi *ampuran. Pada beberapa gunungapi sering ditemukan
endapan campuran antara la(a dengan fragmen dan gunungapinya disebut sebagai
gunungapi strato #'strato (ulcanous'$. eberapa gunungapi besar di dunia seperti
Gunungapi 9isu(ius, %ujiyama, Egmont dan sebagainya merupakan gunungapi jenis
strato. /eperti umumnya gu - nungapai, maka gunungapi jenis strato juga memiliki
periode letusan yang panjang selaras dengan aktifitas gunungapi tersebut. 1erucut -
kerucut yang tertoreh kemudian membentuk parit erosi dan menjadi alur mengalirnya
la(a. kerucut - kerucut terak #'scoria cones'$ terbentuk disekeliling puncak gu -
nungapi dan aliran piroklastik serta endapan jatuhan tersebar secara luas disekitar
lereng - lereng gunungapi.
7unungapi ga)ungan. ;ampuran gunungapi yang tampak sempurna adalah
gunungapi yang memiliki campuran bentuk la(a dan terak #'scoria'$, tetapi tidak
sesederhana kumpulan suatu lapisan la(a. anyak bukit campuran secara genetik
memiliki hubungan yang sama pada awalnya berdiri sendiri, kemudian karena tumpang
tindihnya endapan hasil letusan #erupsi$ yang tidak memiliki hubungan antara satu
letusan dengan letusan lainnya dengan umur yang berbeda mengakibatkan bukit - bukit
tersebut menjadi satu, #<llier, )*76$.
1erucut parasit #'parasit cones'$ biasa disebut sebagai kerucut 'ad(enti(e' dan
kerucut kedua dapat berkembang apabila gunungapi memiliki tekananyang sangat
besar agar dapat mengeluarkan la(a mengalir melalui rekahan - rekahan yang mudah
dicapai ke permukaan dan meletus pada lereng - lereng utama gunungapi. /ekali
letusan gunungapi terjadi, maka endapan la(a yang bertindak sebagai penyumbat
lubang kawah hancur, sehingga memberi peluang keluarnya la(a dan letusan
selanjutnya akan menjadi mudah.
/esar, rekahan dan punggungan terbentuk pada sayap - sayap gunungapi,
sehingga la(a dapat mengalir melalui rekahan - rekahan dengan sifat letusan dari
rekahan tersebut. 1awah yang terdapat dipuncak gunungapi telah membentuk
percabangan pada bagian dindingnya, sehingga dijadikan alur keluarnya lelehan la(a
atau kegiatan letusan. Pada suatu kawah yang luas dapat terdiri dari satu atau lebih
gundukan kerucut atau kawah. Pada beberapa daerah terbentuk sejumlah kerucut terak
#'scoria cones'$ secara bersamaan dengan mekanisme terbentuknya kerucut parasit
#'parasit cones'$ G sebagai contoh B jika kerucut yang pertama menutupi saluran magma
#'(ent'$, maka akan terbentuk saluran magma #'(ent'$ baru. Perbedaanya adalah tidak
terjadi pertumbuhan kerucut yang berukuran besar, misalnya B tidak tampak gunungapi
utama, tetapi yang tampak adalah rangkaian gunungapi, sehingga disebut sebagai
rangkaian kerucut #'multiple cones'$.
';ryptocones' adalah gunungapi yang memilikilubang kawah atau bibir kawah
yang kasar dan kadang - kadang ditemukan lapisan material gunungapi yang tebal, tidak
ditemukan batuan beku yang memiliki struktur yang dibentuk oleh pelepasan gas tau
tampilan permukaan saluran magma #'(ent'$ tidak sampai ke permukaan.
1awah meteorit memiliki bentuk permukaan yang sama dengan gunungapi,
tetapi cara terbentuknya bukan diakibatkan oleh gunungapi, melainkan oleh jatuhan
meteor ke permukaan bumi, kemudian meledakdan letusannya memberi dampak seperti
bentuk kawah tersebut. atuan meterorit yang jatuh membentuk kawah jarang
ditemukan disekitar bibir kawah, karena pecahannya menyebar jauh dari bibir kawah.
;iri lain dari meteor yang jatuh ke permukaan bumi adalah kenampakan fragmen batuan
dasar pada bibir kawah menjadi miring akibat benturan meteor yang jatuh tersebut.
1aldera adalah depresi #cekungan$ gunungapi yang sangat luas berdiameter
mencapai 2 kilometer. tiga jenis utama kaldera yang dikenal, yaitu kaldera runtuhan,
kaldera letusan dan kaldera eosi. 1aldera runtuhan selanjutnya dibagi menjadi jenis
1arakatau atau kaldera runtuh karena suatu letusan dan jenis kaldera Glencoe taua
kalderayang mengalami penurunan #'subsidence'$ #ganbar 4:$. Pada jenis kaldera
glencoe, penurunan tidak diikuti dengan letusan abu, tetapi rekahan yang mengisolasi
bagian tengah yang melingkar menyebabkan terjadinya terobosan # intrusi$ lateral atau
jalan keluarnya lelehan la(a.
1aldera hasil dari letusan sangat jarang, tampilan letusan gunungapi yang
membentuk kaldera sebenarnya hanya dapat menghasilkan kaldera dengan garis
tengah kurang dari ),2 kilometer. sedangkan kaldera yang berdiameter besar
merupakan hasil dari beberpa kali letusan. /elanjutnya jenis ketiga adalah kaldera erosi,
yaitu kaldera yang memiliki luas akibat erosi terhadap dinding kawah. 1aldera erosi
akan hilang selaras dengan pemebntukkan kaldera baru oleh proses yang berbeda
#bukan erosi$, seperti runtuhan atau penurunana #subsidence$.
!.1.(.1 Aliran la=a dan tampilan la=a minor
8enis la=a. hasil utama gunungapi adalah la(a, debu atau tufa, semburan gas
dan asap. @a(a silika kental cenderung membentuk kubah kumulus atau 'coulees' atau
letusan material piroklastik, sedangkan la(a yang lebih cair membeku membentuk
seperti lapisan meninggalkan jejeak seperti aliran la(a #<llier, )*76$. /elaras dengan
kenampakan permukaan la(a, maka aliran la(a diklasifikasikan menjadi aa pahoehoe, a
a, la(a blok dan la(a bantal #gambar 44$.
@a(a pahoehoe adalah jenis la(a cair dengan sedikit berbusa dan pada lapisan
permukaannya yang tipis mendingin membentuk lipatan akibat gerakan la(a yang
meleleh pada bagian bawahnya, hasilnya adalah la(a seperti kulit hiu dan lilitan sejajar
yang pijar, seperti melilit pilar
@a(a a a #dibunyikan ah ah$ adalah la(a berbentuk blok, berbusa dan bergerak
secara perlahan. lapisan la(a cukup tebal, pecah membentuk blok - blok yang saling
bertumpuk dan masi(, la(a seperti bubur saling bertumpang tindih. Aliran la(a yang
mengalir secara perlahan - lahan membentuk timbunan seperti bongkah - bongkah dan
bergerak mengeluarkan suara deru yang cukup keras. @a(a a a dan la(a blok memiliki
persamaan, tetapi %e&nch #)*44$ dan -acdonald #)*24$ membedakan antara a a karena
bentuknya seperti kerak besi yang melintir dengan blok la(a yang memiliki bentuk blok -
blok yang menyudut. >ika aliran la(a masuk ke dalam air atau terjadi letusan gunungapi
di bawah permukaan air, maka biasanya terbentuk struktur khusus yang disebut sebagai
la(a bantal #'pillow la(a'$. @a(a mendingin dengan cepat, sehingga membentuk la(a
yang mengkilat seperti kaca, tetapi lapisan kulit yang plastis terdapat menutupi la(a
yang cair bergulung seperti kantung plastik yang diisi penuh oleh larutan. 1antung -
kantung yang berbentuk membulat seperti lelehan saus merupakan bantal dan biasanya
saling bertumpuksatu dengan yang lainnya. Pada bagian puncak berbentuk membulat,
tetapi pada bagian dasar yang masuk ke bagian dalam membentuk lapisan. !ampilan ini
tampak sama dengan kilapan kaca, kulit tachylitic dan rekaha radial #gambar 48$,
membentuk bantal yang mudah dibedakan dari bentukkebundaran bongkah karrena
pelapukan mengelupas bawang. anyak la(a bantal yang terbentuk dilaut, tetapi ada
juga yang terbentuk pada air tawar #danau$.
!ampilan la(a minor. Pendinginan aliran la(a menyebabkan penyusutan,
sehingga terbentuk formasi kekar. penyusutan dan pembentukan formasi kekar ini tidak
pernah terjadi pada massa la(a seperti bubur, tetapi akan mencapai geometri yang
sempurna pada sebaran larutan kental la(a basal yang luas. Pengkerutan #kontraksi$
terjadi ketika la(a mendingin yang dicerminkan oleh garis - garis kekar memusat yang
menjadi arah tekanan. 1etika pengkerutan #kontraksi$ memenuhi ruang, maka rekahan -
rekahan menjadi kekar, kemudian memebntuk pecahan heksagonal. Pola - pola kekar
yang tegak membagi la(a menjadi kolom - kolom tegak heksagonal dan pecah
membentuk blok - blok karena rekahan yang melintang.
Permukaan kekar tegak #(ertikal$ mempunyai jarak gores yang dikenal seperti
bekas pahatan. entuk - bentuk kekar akibat aliran la(a terbentuk didalam satu
kumpulan, kemudian membentuk mega kolom dan selanjutnya kolom normal dan
terakhir membentuk rekahan - rekahan yang saling berpotongan.
/ecara alamiah bagian permukaan la(a akan lebih cepat dingin dari pada bagian
dalam #tengah$ aliran la(a, sehingga bagian permukaan tersebut akan mengkerut dan
pecah. Pada aliran la(a, blok - blok la(a terangkut sampai ujung ujung aliran dan
terbenam, sehingga gerakan aliran la(a yang mendorong blok - blok la(a tersebut
membentuk celah - celah yang menjadi jalur aliran la(a tersebut, sedangkan pada
bagian atas dan bawah aliran la(a tersebut membentuk bongkah - bongkah kerak.
/elanjutnya pada saat bagian atas aliran la(a mendingin secara tiba - tiba, maka aliran
la(a tersebut akan terputus membentuk ujung - ujung aliran #' toe'$ yang baru atau
membentuk satuan aliran yang baru. Pada bagian dalam #tengah$ tubuh aliran yang
mendinging perlahan - lahan masih bersifat cair dari pada bagian luar #tepi$ dan akan
bergerak setiap saat, sehingga dapat dibedakan bagian luar dan bagian dalam dari
suatu aliran la(a yang tampak dengan skala kecil.
aliran la(a sangat berhubungan dengan kenampakkan topografi, sehingga aliran
la(a sangat cepat akan memenuhi lereng - lereng yang terjal. /elanjutnya aliran la(a
dapat bergerak pada lereng - lereng yang memiliki kemiringan landai, sedangkan pada
lereng yang tegak membentuk aliran la(a terjun seperti air terjun. Aliran la(a yang
sangat kental dapat menghancurkan penghalang - penghalang di jalur alirannya dan
aliran la(a yang relatif cair akan terbelokkan oleh lambatnya aliran la(a kental yang
bertindak seperti tangul - tanggul kecil. 1ejadian bentuk - bentuk aliran la(a sangat
rumit, sehingga dapat menunjukkan bermacam - macam tampilan seperti la(a yang
berlapis, gua - gua la(a dan bongkah - bongkah #gambar 42$.
/alah satu bentuk la(a #minor$ dapat ditemukan pada ujung dari aliran la(a
#'!<E'$, yaitu bagian paling depan suatu aliran la(a yang berbentuk cembung dengan
ketinggian 4 meter dan panjang dapat mencapai puluhan meter.
!.2 Pelaksanaan pemetaan geomorfologi
Pemetaan geomorfologi dilakukan dengan pendekatan cara yang dikembangkan
oleh 9erstappen #)*37 dan )*35$ dan 9an Euidam #)*35 dan )*72$, dengan
pertimbangan metode pemetaan gemorfologi dari kedua akhli tersebut mudah dipahami
dan cukup jelas. /istem pemetaan geomorfologi disusun secara sederhana untuk
keperluan analisis, klasifikasi dan e(aluasi yang digunakan sebagai dasar pemetaan
geologi dan penelitian geologi.
/istem yang digunakan untuk kepentingan geologi dan ilmu - ilmu yang
berhubungan dengan geologi memiliki prinsip - prinsip sebagai berikut B
- /istem harus terpakai untuk penelitian bidang ilmu geologi dan ilmu - ilmu yang
berhubungan dengan geologi.
- /istem harus dapat digunakan didalam berbagai skala.
- /istem harus dapat memisahkan dengan jelas keseragaman satuan.
- /istem harus mudah diekstrapolasi dan digeneralisasi.
;ara pemetaan geomorfologi dilakukan dengan : tahap, yaitu tahap interpretasi
peta topografi dan atau foto udara F citra satelit serta tahap pemeriksaan lapangan.
ahan dan alat yang digunakan untuk pemetaan geomorfologi antara lain B
- Peta topografi dan foto udara skala ) B 26.666 atau lebih besar.
- ;itra satelit #@andsat.!-, /P<! atau E,/$. jika diperlukan.
- 1erta kalkir dan plastik <"P.
- 1ompas geologi.
- Palu geologi.
- Pita ukur.
- Plan table lengkap dengan tripod dan mistar.
-Alat - alat tulis.
!.( Langka3 $ langka3 pemetaan
!ahap interpretasi peta topografi dan foto udara dilakukan di studio pemetaan
dengan kegiatan yang dilakukan antara lain B
- atasi puncak - puncak punggungan yang bertindak sebagai batas pemisah
aliran #water de(ided area$ .
- Gambar pola aliran pada peta topografi dan F atau foto udara, pada setiap
lekukan garis kontur atau lekukan lembah pada foto udara.
- atasi pola aliran pada suatu perbukitan F punggungan mulai dari puncak
punggungan yang bertindak sebagai batas pemisah aliran sampai ke titik akhir
pengaliran. andingkan dengan pola aliran yang telah dibakukan seperti pada
gambar 7 dan 5
- 0yatakan aspek geologi yang berkembang berdasarkan pola aliran tersebut.
- Aspek geologi yang tercermin melalui pola aliran merupakan unsur genetikan
suatu bentuklahan.
- 1lasifikasikan bentuklahan secara morfografi #perbukitan atau pedataran$ yang
tampak pada peta topografi dengan ciri perbedaan garis kontur dan kondisi
pola aliran yang menyatakan aspek genetika, sehingga dapat ditentukan nama
satuan geomorfologi.
- Perhatikan kerapatan kontur, karena kerapatan kontur akan mencerminkan
kecuraman lereng, sehingga memiliki arti bahwa lereng yang curam dan
menerus dapat diperkirakan sebagai sesar yang berkembang di daerah
tersebut, sedangkan perbedaan kerapatan kontur lainnya dapat digunakan
untuk membedakan jenis batuan.
- Perhatikan kerapatan pola aliran, karena kerpatan pola aliran akan
mencerminkan janis batuan yang tahan terhadap erosi atau mudah tererosi.,
sehingga dapat disimpulkan bahwa batuan yang mudah tererosi merupakan
jnis batuan yang lunak, sedangkan batuan yang tahan terhadap erosi
merupakan jenis batuan yang keras.
- >ika telah dibuat klasifikasi dengan dukungan unsur - unsur geomorfologi, maka
kelas lahan yang memiliki kesamaan dijadikan satuan geomorfologi.
!.(.2 Bentukla3an asal flu=ial sungai'
- entuklahan asal flu(ial #sungai$
a. /atuan bentuklahan dataran banjir.
b. /atuan bentuklahan dataran tanggul alam
c. /atuan bentuklahan dataran teras sungai.
d. /atuan bentuklahan dataran beting gisik.
e. /atuan bentuklahan dataran gosong sungai.
!.(.( Bentukla3an asal marin laut'
a. /atuan bentuklahan dataran pesisir #coastal$
b. /atuan bentuklahan dataran pesisir alu(ial.
c. /atuan bentuklahan beting gisik.
d. /atuan bentuklahan dataran pantai #beach$.
e. /atuan gumuk pasir #sand dunes$
!.(.! Bentukla3an asal struktural
a. /atuan bentuklahan perbukitan struktural terlipat.
b. /atuan bentuklahan perbukitan struktural gawir sesar.
c. /atuan bentuklahan perbukitan blok sesar.
!.(.# Bentukla3an asal =ulkanik.
a. /atuan bentuklahan perbukitan intrusi.
b. /atuan bentuklahan perbukitan lereng atas (ulkanik.
c. /atuan perbukitan lereng (ulkanik tengah.
d. /atuan perbukitan lereng (ulkanik bawah.
!.(., Bentukla3an asal aeolian
!.(.2 Bentukla3an asal karst.
a. /atuan bentuklahan perbukitan karst.
b. /atuan bentuklahan kubah karst.
c. ' sinkhole' F &dolina&
!.(." Bentukla3an asal glasial es'
!ahap kegiatan lapangan dilakukan setelah kegiatan interpretasi peta topografi
dan F atau foto udara di studio, serta telah tersusun kerangka peta geomorfologi
sementara #sebagai peta dasar geomorfologi dan geologi$ sebagai acuan. !ahap
kegiatan lapangan meliputi B
). Peninjauan lapangan dengan tujuan mencocokkan aspek - aspek
bentanglahan #landscape$ daerah penelitian dengan peta dasar yang telah
dibuat di studio.
:. Penelusuran batas - batas yang telah dibuat pada peta dasar selaras dengan
kegiatan penelitian geologi.
4. >adikan aspek geomorfologi sebagai ciri - ciri aspek geologi yang sedang
diteliti.
8. !entukan #plot$ dan catat aspek geomorfologi tersebut sebagai data untuk
pembuktian kondisi geologi yang sedang diteliti.
2. >ika masih diragukan aspek - aspek geomorfologi sebagai ciri - ciri aspek
geologi, maka aspek tersebut dijadikan panduan untuk menelusuri aspek
geologi yang sedang diteliti.
3. /atuan bentuklahan dapat dijadikan panduan untuk menelusuri kondisi geologi
yang sedang diteliti, sehingga didalam penarikan batas satuan geomorfologi
harus dilakukan dengan hati - hati.
7. atas satuan bentuklahan dan simbol - simbol yang digunakan harus
memberikan cerminan kondisi geologi daerah yang diteliti.
5. .iharapkan dengan membuat peta geomorfologi sebaai peta dasar pemetaan
geologi, cerminan kondisi geomorfologi dapat memudahkan pelaksanaan
pemetaan geologi dan ilmu - ilmu yang berhubungan dengan geologi.

!.! %im)ol 9ang digunakan
/imbol - simbol yang digunakan pada peta geomorfologi terdiri dari simbol
warna, simbol gambar, dan simbol huruf. /imbol warna digunakan untuk satuan
bentuklahan adalah sebagai berikut B
). /atuan bentuklahan struktural #/$ - warna ungu #(iolet$
:. /atuan bentuklahan (ulkanik #9$ - warna merah.
4. /atuan bentuklahan denudasional #.$ - warna coklat
8. /atuan bentuklahan marin #laut$ #-$ - warna hijau.
2. /atuan bentuklahan sungai #flu(ial$ #%$ - warna biru tua
3. /atuan bentuklahan gleitser #es$ #G$ - warna biru muda.
7. satuan bentuklahan aeolian #angin$ #A$ - warna kuning.
5. /atuan bentuklahan karst #1$ - warna jingga #orange$
/imbol huruf B
). /atuan bentuklahan struktural #/$
a. /atuan bentuklahan perbukitan terlipat - /.)
b. /atuan bentuklahan perbukitan sesar - /.:
c. /atuan bentuklahan perbukitan blok sesar - /.4
d. /atuan bentuklahan perbukitan sesar geser - /.8
:. /atuan bentuklahan (ulkanik #9$
a. /atuan bentuklahan puncak (ulkanik - 9.)
b. /atuan bentuklahan perbukitan lereng - 9.:
(ulkanik atas.
c. /atuan bentuklahan perbukitan lereng - 9.4
(ulkanik tengah.
d. /atuan bentuklahan perbukitan lereng - 9.8
(ulkanik bawah.
4. /atuan bentuklahan denudasional #.$
a. /atuan bentuklahan perbukitan tererosi kuat - ..)
b. /atuan bentuklahan perbukitan tererosi sedang - ..:
c. /atuan bentuklahan perbukitan tererosi ringan - ..4
d. /atuan bentuklahan perbukitan tanah longsor - ..8
8. /atuan bentuklahan marin #-$
a. /atuan bentuklahan dataran gisik - -.)
b. /atuan bentuklahan dataran beting gisik - -.:
c. /atuan bentuklahan dataran gisik alu(ial - -.4
d. /atuan bentuklahan dataran gumuk pasir - -.8
2. /atuan bentuklahan flu(ial #%$.
a. /atuan bentuklahan dataran tanggul alam - %.)
b. /atuan bentuklahan dataran banjir - %.:
c. /atuan bentuklahan dataran undak sungai - %.4
3. /atuan bentuklahan 1arst #1$
a. /atuan bentuklahan perbukitan karst - 1.)
b. /atuan bentuklahan perbukitan kubah karst - 1.:
/imbol gambar B
entuklahan struktural.
atas pemisah aliran #water de(ide $.
Gawie sesar geser F blok sesar.

/esar geser F blok sesar geser.
Perlipatan
/esar naik.
entuklahan (ulkanik
1awah F kepundan
Arah lelehan la(a
entuklahan denudasional
Arah erosional
!ingkat erosi kuat
!ingkat erosi sedang
!ingkat erosi lemah.
Erosi tebing sungai

Erosi garis pantai

Gerakan tanah #-ass wasting$
@ongsor jatuhan #rock fall$
@ongsor geseran # landslide$
@ongsor geser rotasional #slump$
entuklahan marin #-$
eting gisik # beach ridge $
Gumuk pasir #sand dunes $
entuklahan %lu(ial Fsungai # %$
Alur sungai berupa garis tipis
!anggul alam
.atraran banjir
=ndak sungai.
entuklahan karst #1$
1erucut karst
1ubah karst
/inkhole
.olina

Gua karst dengan stalagtitFstalagmit
BAB #
PENUL/%AN LAP;<AN
Peta geomorfologi yang bertindak sebagai peta dasar pada pemetaan geologi di
dalam laporan pemetaan pada >urusan Geologi %-IPA - =0PA. merupakan bahasan
tersendiri #sub bab$, maka penjelasan geomorfologi harus mencerminkan aspek - aspek
geologi yang terkandung di dalam peta geomorfologi, sehingga memiliki suatu hubungan
yang jelas antara satuan bentuklahan pada peta geomorfologi dengan aspek geologi
pada peta geologi.
ahasan geomorfologi yang perlu ditonjolkan untuk kepentingan geologi
terutama pendekatan morfografi, morfogenetik dan morfometri yang mempengaruhi
bentuklahan untuk dijadikan landasan menerangkan kondisi - kondisi geologi.
Penjelasan morfografi, morfogenetik dan morfometri merupakan arahan dari ciri - ciri
kondisi geologi yang sedang dipetakan, sehingga pemeriksaan lapangan yang dilakukan
terhadap hasil interpretasi peta topografi dan F atau foto udara yang dilakukan di studio
menjadi kegiatan awal pemetaan geologi.
>ika penelitian geologi mengarah pada penelitian yang lebih khusus perlu
menggunakan peta geomorfologi sebagai landasan penelitian, sebagai contoh penelitian
perencanaan wilayah, geologi teknik, geologi linkungan, proses - proses sedimentasi
dan geologi kuater, sehingga peta geomorfologi yang digunakan untuk kepentingan
penelitian yang lebih khusus tersebut harus menggunakan peta geomorfologi pragmatik.
1andungan peta geomorfologi pragmatik akan menampilkan aspek - aspek
morfografi, morfogenetik, morfometri secara rinci dan material penyusun yang jelas
seperti batuan atau tanah, sehingga tujuan penelitian yang diharapkan akan lebih
terarah. /ebagai contoh peta geomorfologi untuk pengembangan wilayah perkotaan,
selain menampilkan kondisi morfografi seperti perbukitan atau pedatataran yang diikuti
dengan morfogenetik, maka morfometri dan material penyusun harus dikemukakan
dengan jelas, karena wilayah perkotaan selain memerlukan bentuklahan yang layak
#landsuitability yang mencakup perbukitan dan pedataran$ sebagai dasar untuk
menyusun rencana tapak #site plan$ juga dibutuhkan daya dukung keteknikan seperti
kestabilan lereng yang berhubungan erat dengan batuan dan jenis tanah sebagai dasar
perkotaan, kemiringan lereng yang berhubungan dengan saluran pengaliran #drainage$
kota, pola pengaliran untuk mencegah banjir dan kemampuan lahan #land capability$
untuk daya dukung menampung aktifitas perkotaan.
#. KE%/&PULAN
Peta geomorfologi akan sangat membantu didalam melaksanakan pemetaan
geologi jika dipahami dengan baik, sehingga biaya yang dibutuhkan untuk
melaksanakan kegiatan pemetaan geologi menjadi lebih murah, karena waktu yang
diperlukan untuk pemetaan geologi akan sangat berkurang dan penajaman terhadap
aspek - aspek geologi dapat ditelusuri dari sejak awal #kegiatan di studio$.
Pemahaman geomorfologi yang sama di kalangan geologi akan sa - ngat
membantu didalam penelitan - penelitian geologi, terutama penelitian geologi yang
bersifat khusus, sehingga tidak akan terjadi silang pendapat yang cukup tajam dan
dapat berakibat terbengkalainya program penelitian.
/imbol - simbol yang digunakan perlu ditata kembali sesuai dengan simbol -
simbol yang telah disepakati oleh internasional #khususnya para akhli geomorfologi$,
sehingga tidak terjadi penggunaan simbol yang sembarangan. Penulisan laporan
tentang geomorfologi harus menjadi satu rangkaian laporan yang mencerminkan kondisi
geologi berdasarkan pendekatan geomorfologi.