Anda di halaman 1dari 8

1

BAB 1
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Peran adalah pola sikap, perilaku nilai dan tujuan yang diharapkan dari
seseorang berdasarkan posisinya dimasyarakat (Keliat,1992). Menurut
Kusnanto (2004) peran merupakan seperangkat tingkah laku yang diharapkan
oleh orang lain terhadap seseorang, sesuai kedudukannya dalam suatu system.
Peran perawat dipengaruhi oleh keadaan sosial baik dari dalam maupun dari
luar profesi keperawatan dan bersifat konstan.
Perawat atau nurse berasal dari bahasa latin yaitu dari kata Nutrix yang berarti
merawat atau memelihara. Hartley cit. ANA (1999) menjelaskan pengertian
dasar seorang perawat yaitu: seseorang yang berperan dalam merawat atau
memelihara, membantu dan melindungi seseorang karena sakit, injuri dan
proses penuaan.
Organisasi keperawatan sedunia ICN (1973) berpendapat bahwa, The unique
function of the nurse is to assist individual, sick or well in the performance of
those activities contributing to health or its recovery (or to a peaceful death)
he would perform unaided of he had necessary strength will or knowledge
yang artinya fungsi unik perawat yaitu melakukan pengkajian pada individu
sehat maupun sakit, dimana segala aktivitas yang dilakukan berguna untuk
kesehatan dan pemulihan kesehatan berdasarkan pengetahuan yang dimiliki.
Aktivitas ini dilakukan dengan berbagai cara untuk mengembalikan
kemandirian pasien secepat mungkin.
Menurut undang-undang kesehatan nomor 23 tahun 1992, perawat adalah
mereka yang memiliki kemampuan dan kewenangan melakukan tindakan
keperawatan berdasarkan ilmu yang dimilikinya yang diperoleh melalui
pendidikan keperawatan. Perawat dikatakan professional jika memiliki lmu
pengetahuan, bertanggungjawab dan berwewenang secara mandiri atau
2

berkolaborasi dengan tenaga kesehatan lain sesuai dengan kewenangannya.
(Depkes RI, 2002).
Di Indonesia keperawatan sebagai profesi dirumuskan melalui lokakarya
nasional keperawatan tahun 1983. Keperawatan didefinisikan sebagai bentuk
pelayanan professional yang merupakan bagian integral dari pelayanan
kesehatan berdasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan yang meliputi aspek
biologi, psikologi, social, dan spiritual yang bersifat komprehensif ditujukan
kepada individu, keluarga dan masyarakat baik yang sehat maupun yang sakit,
mencakup siklus hidup manusia untuk mencapai derajat kesehatan yang
optimal.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana peran perawat?
2. Apa saja kendala yang perlu di perhatikan dalam menjalankan perannya?
3. Bagaimana cara mengatasi kendala-kendala yang menjalankan perannya?
C. MAKSUD DAN TUJUAN
1. Mengetahui peran perawat.
2. Mengetahui kendala yang perlu diperhatikan dalam menjalankan peranan
perawat.
3. Mengethaui cara mengatasi kendala kendala dalm menjalankan peranan
perawat.






3

BAB II
PEMBAHASAN

1. Pengertian Peran Perawat
Merupakan tingkah laku yang diharapkan oleh orang lain terhadap seseorang
sesuai kedudukan dalam sistem, dimana dapat dipengartuhi oleh keadaan sosial
baik dari profesi maupun diluar profesi keperawatan yang bersifat konstan.
Peran perawat menurut konsirsium ilmu kesehatan tahun 1989 terdiri dari :
a. Peran Perawat sebagai pemberi asuhan keperawatan
Peran ini dapat dilakukan perawat dengan memperhatikan keadaan
kebutuhann dasar manusia yang dibutuhkan melalui pemberian pelayanan
keperawatan dengan menggunakan proses keperawatan sehingga dapat
ditentukan diagnosis keperawatan agar bisa direncanakan dan
dilaksanakan tindakan yang tepat sesuai dengan tingkat kebutuhan dasar
manusia, kemudian dapat dievaluasi tingkat perkembangannya.

b. Peran Perawat sebagai advokat klien
Peran ini dilakukan oleh perawat dalam membantu klien dan keluarga
dalam menginterprestasikan berbagai informasi dari pemberi pelayanan
atau informasi lain khususnya dalam pengambilan persetujuan atas
tindakan keperawatan yang diberikan kepada pasien, juga dapat berperan
mempertahankan dan melindungi hak-hak pasien yang meliputi hak atas
pelayanan sebaik-baiknya, hak atas informasi tentang penyakitnya, hak
atas privasi, hak untuk menentukan nasibnya sendiri dan hak untuk
menerima ganti rugi akibat kelalaian.

c. Peran Perawat sebagai Edukator
Peran ini dilakukan dengan membantu klien dalam meningkatkan tingkat
pengetahuan kesehatan, gejala penyakit bahkan tindakan yang diberikan,
sehingga terjadi perubahan perilaku dari klien setelah dilakukan
pendidikan kesehatan.
4

d. Peran Perawat sebagai koordinator
Peran ini dilaksanakan dengan mengarahkan, merencanakan serta
mengorganisasi pelayanan kesehatan dari tim kesehatan sehingga
pemberian pelayanan kesehatan dapat terarah serta sesuai dengan
kebutuhan klien.

e. Peran Perawat sebagai kolaborator
Peran ini dilakukan karena perawat bekerja melalui tim kesehatan yang
terdiri dari dokter, fisioterapis, ahli gizi dan lain-lain dengan berupaya
mengidentifikasi pelayanan keperawatan yang diperlukan termasuk diskusi
atau tukar pendapat dalam penentuan bentuk pelayanan selanjutnya.

f. Peran Perawat sebagai Konsultan
Peran ini sebagai tempat konsultasi terhadap masalah atau tindakan
keperawatan yang tepat untuk diberikan. Pertan ini dilakukan atas
permintaan klien terhadap informasi tentang tujuan pelayanan keperawatan
yang diberikan.

g. Peran Perawat sebagai Pembaharuan
Peran ini dilakukan dengan mengadakan perencanaan, kerja sama,
perubahan yang sistematis dan terarah sesuai dengan metode pemberian
pelayanan keperawatan.

Selain peran perawat berdasarkan konsirsium ilmu kesehatan, terdapat
pembagian peran perawat menurut hasil lokakarya keperawatan tahun 1983,
yang membagi empat peran perawat:
a. Peran Perawat sebagai Pelaksana Pelayanan Keperawatan
Peran ini dikenal dengan peran perawat dalam memberikan asuhan
keperawatan secara langsung atau tidak langsung kepada klien sebagai
individu, keluarga, dan masyarakat, dengan metoda pendekatan pemecahan
masalah yang disebut proses keperawatan.

5

b. Peran Perawat sebagai Pendidik dalam Keperawatan
Sebagai pendidik, perawat berperan dalam mendidik individu, keluarga,
kelompok, dan masyarakat serta tenaga kesehatan yang berada di bawah
tanggung jawabnya. Peran ini berupa penyuluhan kepada klien, maupun
bentuk desiminasi ilmu kepada peserta didik keperawatan.

c. Peran Perawat sebagai Pengelola pelayanan Keperawatan
Dalam hal ini perawat mempunyai peran dan tanggung jawab dalam
mengelola pelayanan maupun pendidikan keperawatan sesuai dengan
manajemen keperawatan dalam kerangka paradigma keperawatan. Sebagai
pengelola, perawat melakukan pemantauan dan menjamin kualitas asuhan
atau pelayanan keperawatan serta mengorganisasikan dan mengendalikan
sistem pelayanan keperawatan. Secara umum, pengetahuan perawat tentang
fungsi, posisi, lingkup kewenangan, dan tanggung jawab sebagai pelaksana
belum maksimal.

d. Peran Perawat sebagai Peneliti dan Pengembang pelayanan
Keperawatan
Sebagai peneliti dan pengembangan di bidang keperawatan, perawat
diharapkan mampu mengidentifikasi masalah penelitian, menerapkan
prinsip dan metode penelitian, serta memanfaatkan hasil penelitian untuk
meningkatkan mutu asuhan atau pelayanan dan pendidikan keperawatan.
Penelitian di dalam bidang keperawatan berperan dalam mengurangi
kesenjangan penguasaan teknologi di bidang kesehatan, karena temuan
penelitian lebih memungkinkan terjadinya transformasi ilmu pengetahuan
dan teknologi, selain itu penting dalam memperkokoh upaya menetapkan
dan memajukan profesi keperawatan.

2. Fungsi Perawat
Fungsi Perawat Meliputi :
a. Fungsi Independen
6

Dalam fungsi ini, tindakan perawat tidak memerlukan perintah dokter.
Tindakan perawat bersifat mandiri, berdasarkan pada ilmu keperawatan.
Oleh karena itu, perawat bertanggung jawab terhadap akibat yang timbul
dari tindakan yang diambil. Contoh tindakan perawat dalam menjalankan
fungsi independen adalah:
1) Pengkajian seluruh sejarah kesehatan pasien/keluarganya dan
menguji secara fisik untuk menentukan status kesehatan.
2) Mengidentifikasi tindakan keperawatan yang mungkin dilakukan
untuk memelihara atau memperbaiki kesehatan.
3) Membantu pasien dalam melakukan kegiatan sehari-hari.
4) Mendorong untuk berperilaku secara wajar.

b. Fungsi Dependen
Perawat membantu dokter memberikan pelayanan pengobatan dan tindakan
khusus yang menjadi wewenang dokter dan seharusnya dilakukan dokter,
seperti pemasangan infus, pemberian obat, dan melakukan suntikan. Oleh
karena itu, setiap kegagalan tindakan medis menjadi tanggung jawab
dokter. Setiap tindakan perawat yang berdasarkan perintah dokter, dengan
menghormati hak pasien tidak termasuk dalam tanggung jawab perawat.

c. Fungsi Interdependen
Tindakan perawat berdasar pada kerja sama dengan tim perawatan atau tim
kesehatan. Fungsi ini tampak ketika perawat bersama tenaga kesehatan
lainnya berkolaborasi mengupayakan kesembuhan pasien. Mereka biasanya
tergabung dalam sebuah tim yang dipimpin oleh seorang dokter. Sebagai
sesama tenaga kesehatan, masing-masing tenaga kesehatan mempunyai
kewajiban untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien sesuai
dengan bidang ilmunya. Dalam kolaborasi ini, pasien menjadi fokus upaya
pelayanan kesehatan. Contohnya, untuk menangani ibu hamil yang
menderita diabetes, perawat bersama tenaga gizi berkolaborasi membuat
rencana untuk menentukan kebutuhan makanan yang diperlukan bagi ibu
dan perkembangan janin. Ahli gizi memberikan kontribusi dalam
7

perencanaan makanan dan perawat mengajarkan pasien memilih makan
sehari-hari. Dalam fungsi ini, perawat bertanggung jawab secara bersama-
sama dengan tenaga kesehatan lain terhadap kegagalan pelayanan
kesehatan terutama untuk bidang keperawatannya.
3. Uraian Tugas Perawat Laboratorium :
1. Menerima permintaan pemeriksaan
2. Menyiapkan peralatan dan bahan pra pengambilan sampel
3. Melakukan pengambilan, pengumpulan dan mendistribusikan specimen
sesuai dengan jenis pemeriksaa
4. Melakukan penyediaan bahan dan alat untuk phlebotomy
5. Menjaga keamanan, kenyamanan dan kebersihan ruangan
6. Membantu pelaksanaan dan administrasi ruangan dalam penyerahan hasil
pemeriksaan.
7. Bertanggung jawab kepada kepala ruangan dan melaporkan segala sesuatu
yang berhubungan dengan pekerjaannya
8. Membantu tugas-tugas lain (http://rsudkapuas.org/yanmed/instalasi-
laboratorium/)








8


BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran