Anda di halaman 1dari 22

ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

(IKM)

Irwan.Hs.SKM

Selasa, 18 Maret 2008
PENGERTIAN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
(WINSLOW)
Ilmu dan seni : mencegah penyakit, memperpanjang hidup,
dan meningkatkan kesehatan, melalui Usaha-usaha
pengorganisasian masyarakat untuk :
a. Perbaikan sanitasi lingkungan
b. Pemberantasan penyakit penyakit menular
c. Pendidikan untuk kebersihan perorangan
d. Pengorganisasian pelayanan-pelayanan medis dan
perawatan untuk diagnosis dini dan pengobatan
e. Pengembangan rekayasa sosial untuk menjamin setiap
prang terpenuhi kebutuhan hidup yang layak dalam
memelihara kesehatannya.
FAKTOR DIBALIK PERILAKU
Pengalaman
Keyakinan
Sarana
sarana fisik,
sosial
budaya, dsb.
Pengetahuan
Sikap
Keinginan
Kehendak
Keperluan
Emosi
Motivasi
Reaksi
Persepsi
Dsb.
PERILAKU
NILAI KEBUDAYAAN SEBAGAI DASAR PERILAKU
Nilai Kebudayaan
yang Dominan
Tipe
Kepribadian
Perilaku Dasar
1. Ilmu Pengetahuan
2. Ekonomi
3. Kesenian
4. Keagamaan
5. Kemasyarakatan
6. Politik /
Kenegaraan
Manusia teori
Manusia
Ekonomi
Manusia Estetik
Manusia Agama
Manusia Sosial
Manusia Kuasa
Berfikir
Bekerja
Menikmati Keindahan
Mamuja
Berbakti / Berkorban
Ingin Berkuasa /
memerintah

ASPEK PERILAKU DI DALAM KESEHATAN
(H.L. BLUM)
Keturunan
STATUS
KESEHATAN
Lingkungan
+
Fasilitas Kesehatan
(Pelayanan Kesehatan)
Perilaku
(Behaviour)
Fisik Alamiah
buatan manusia
Sosial budaya
PERILAKU DAN KESEHATAN
Kesehatan merupakan suatu konsep yang Multi
dimensional, maka cara pendekatan terhadap
masalah kesehatan pun secara multi sektoral, yang
sering disebut pendekatan holistik multi
disipliner.

Penanganan masalah kesehatan
memperhitungkan aspek biologis, psikologis dan
sosial
MODEL PERILAKU KESEHATAN
d
c
b
a
Keterangan :
a. Perilaku kesehatan individu, sikap dan kebiasaan bertindak berkaitan
erat dengan keterikatannya dalam ketiga lingkungan
b. Lingkungan keluarga : Kebiasaan-kebiasaan mengenai kesehatan
c. Lingkungan terbatas :
- Tradisi khusus mengenai cara mengobati orang sakit
- Batasan khusus tentang sakit
- Puskesmas

d. Lingkungan Umum : UU Kesehatan, Program Program kesehatan
Perilaku adalah refleksi dari berbagai macam aspek,
baik fisik maupun non fisik.
Bentuk operasional perilaku :
a. Perilaku dalam bentuk pengetahuan, yakni dengan
mengetahui situasi atau ransangan dari luar
b. Perilaku dalam bentuk sikap yakni tanggapan batin
terhadap keadaan atau ransangan dari luar subyek.
c. Perilaku dalam bentuk tindakan, yang sudah konkrit,
berupa perbuatan (action) terhadap situasi dan atau
ransangan dari luar
TAHAP TAHAP PENGALAMAN SAKIT
I II III IV V
Pengalaman Meneriman
peranan orang
sakit
Menghubungi
pemberi
pelayanan
kesehatan
Peranan
pasien yang
tergantung
(dependent)
Pemulihan
dan
rehabilitasi
Ada sesuatu
yang tidak
beres
Melepaskan
peranan orang
normal
Mencari nasehat
profesional
Meneriman
pelayanan/
pengobatan
profesional
Melepaskan
peranan
orang sakit
Penggunaan
obat warisan
orang tua
(folk
medicine,
pengobatan
diri sendiri
Mohon
dibenarkan
menaikkan
peranan sakit
dari orang
awam
meneruskan
penggunaan
obat orang
awam
Mencari nama
pembenaran yang
berwenang dalam
bidang kesehatan
mengenai
peranan orang
sakit
membicarakan
cara pengobatan
Menerima
prosedur
pengobatan
untuk penyakit
mengikuti
instruksi
Kembali
keperanan
orang
normal
Kep
utu
san
Peri
lak
u
LANJUTANTAHAP TAHAP PENGALAMAN SAKIT
I II III IV V
Menolak
(lari
keadaan
sehat
Menolak











Menolak Menolak Menolak
(peran
orang sakit
kronis
Menerima Menerima Menerima Menerima Menerima
Menunda
Mencari nasihat
profesional lain
Manfaat
Sekunder
Pura-pura
sakit
Hasil
Sumber : Edward A. Suchman, Stage of IIInessand Medical Care
KONSEP TIGA DIMENSI KESEHATAN
WHO. Memberikan batasan sehat adalah
suatu keadaan yang sempurna baik fisik,
mental maupun sosial dan tidak hanya bebas
dari penyakit dan cacat sehat saja. Dari
batasan ini terlihat adanya konsep tiga
dimensi sehat, yakni : fisik, mental dan sosial.
4
8
7
3
5
1
Sehat
Walafiat 2
6
Sakit
Sehat
Sakit Sehat
Dimensi Mental (Psikologis)
Sumber : Wolinsky, The Sociology Of Health, PP. 99
Sakit Serius
D
i
m
e
n
s
i

S
o
s
i
a
l

Komposisi Dari 8 Tingkatan Sehat

Tingkatan
Dimensi Sehat
Psikologis Medis Sosial
1. Sehat Walafiat
2. Pesimistik
3. Sakit secara Sosial
4. Gusar
5. Sakit secara medis/fisik
6. Martir
7. Optimistik
8. Sakit Parah
Baik
Sakit
Baik
Sakit
Baik
Sakit
Baik
Sakit
Baik
Baik
Baik
Baik
Sakit
Sakit
Sakit
Sakit
Baik
Baik
Sakit
Sakit
Baik
Baik
Sakit
Sakit
Status Kesehatan 1 : Sehat Walafiat (Normally Well)
Status Kesehatan ini merupakan satu
dari 2 status kesehatan yang paling
mudah ditentukan, yaitu sehat dan sakit.
Pada Status ini penilai kesehatan
masyarakat bahwa ketiga dimensi
kesehatan yaitu psikologis, media dan
sosial baik.
Seseorang yang berada didalam status
ini mempunyai kesehatan yang normal.
Status Kesehatan 2 :
Pesimistik (Pessimistic)
Golongan pessimistic ini percaya bahwa
ia sakit, padahal pada penilaian
dimensi medis dan sosialnya ia baik.
Golongan ini paling sering menyelidiki
penilaian sakitnya dari golongan
penilai media dan sosial
Status Kesehatan 3 :
Sakit Sosialnya (Socially ill)
Status kesehatan ini ditandai apabila
seseorang mempunyai penilaian
kesehatan yang baik dalam dimensi
Psikologis & Medis, tetapi sakit dalam
penilaian dimensi sosial.

Status Kesehatan 4 :
Gusar (Hypochondriacal)

Hypochondriacal adalah status
kesehatan seseorang yang mempunyai
penilaian baik dalam dimensi medis,
tetapi sakit dalam penilaian dimensi
psikologis dan sosial

Status Kesehatan 5 :
Sakit Secara Medis (Medically ill)

Seseorang mempunyai penilaian sakit
dalam dimensi medis tetapi baik dalam
penilaian dimensi psikologis dan sosial.

Status Kesehatan 6 :Martir

Seseorang dalam penilaian medis dan
psikologisnya sakit. Tetapi mereka dapat
tetap menampilkan dirinya melaksanakan
tugas dan peranan sosialnya dengan baik

Status Kesehatan 7 : Optimistik (Optimistic)

Seseorang menganggap dirinya tetap
sehat, tetapi pada penilaian kesehatan
dalam dimensi sosial dan medisnya sakit

Status Kesehatan 8 :
Sakit Parah (Seriosly ill)

Seseorang dalam status kesehatan ini
dinyatakan sangat sakit dan membutuhkan
perawatan medis, sosial dan psikologis.
1. Melakukan penelitian terhadap 8 status kesehatan yang
telah diidentifikasikan
2. Melakukan penilaian yang berhubungan erat dengan 8
status kesehatan
3. Menggambarkan proses yang terjadi dari mulainya suatu
status kesehatan dan bergeraknya dari satu status
kesehatan ke status kesehatan lainnya.
4. Mengamati akibat yang terjadi dari beratnya kontribusi pada
setiap dimensi kesehatan didalam komposis status
kesehatan seseorang
5. Menentukan proses yang terjadi antara 3 dimensi
kesehatan yang saling berinteraksi satu dengan yang
lainnya.
6. Menggambarkan adanya hubungandari 8 status kesehatan
menjadi suatu sistem sosial yang lebih besar.
Tugas Utama Dalam Penilaian Dimensi Konsep Kesehatan