Anda di halaman 1dari 4

Rancangan Persilangan

Tujuan utama suatu program pemuliaan tanaman tebu ini adalah untuk
mendapatkan kombinasi genotip baru untuk diseleksi lebih lanjut sampai
menghasilkan varietas baru yang lebih unggu dengan meiliki rendemen gula tinggi dan
umur pendek (genjah). Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan kegiatan
persilangan antara tetua jantan dan betina yang memiliki gamet yang diinginkan yang
disebut dengan hibridisasi. Hasil persilangan tersebut merupakan fase penting dalam
program pemuliaan tanaman. Dengan demikian hibridisasi dapat diartikan sebagai
upaya untuk mendapatkan kombinasi genetik yang diinginkan melalui persilangan dua
atau lebih tetua yang berbeda komposisi genetiknya. Keturunan hasil hibridisasi ini
akan mengalami segregasi pada F
1
bila kedua tetuanya heterozigot, atau pada F
2
bila
kedua tetuanya homozigot. Akibat terjadinya segregasi ini akan menimbulkan
keragaman genetik yang selanjutnya dilakukan seleksi dan evaluasi terhadap karakter
tanaman yang diinginkan.
Pada saat persilangan, ada baiknya kita memperhatikan beberapa faktor yang
mempengaruhinya apakah persilangan tersebut akan berhasil atau gagal,
diantaranya :

a. Pemilihan tetua
Ada lima kelompok sumber plasma nutfah yang dapat dijadikan tetua persilangan
yaitu: (a) varietas komersial, (b) galur-galur elit pemuliaan, (c) galur-galur pemuliaan
dengan satu atau beberapa sifat superior, (d) spesies introduksi tanaman dan (e)
spesies liar. Peluang menghasilkan varietas unggul yang dituju akan menjadi besar
bila tetua yang digunakan merupakan varietas-varietas komersial yang unggul yang
sedang beredar, galur-galur murni tetua hibrida, dan tetua-tetua varietas sintetik.
Dalam ini kami merancang persilangan dengan varietas

b. Waktu tanaman berbunga
Dalam melakukan persilangan harus diperhatikan: (1) penyesuaian waktu berbunga.
Waktu tanam tetua jantan dan betina harus diperhatikan supaya saat anthesis dan
reseptif waktunya bersamaan, (2) waktu emaskulasi dan penyerbukan. Pada tetua
betina waktu emaskulasi harus diperhatikan, seperti pada bunga kacang tanah, padi
harus pagi hari, bila melalui waktu tersebut polen telah jatuh ke stigma. Juga waktu
penyerbukan harus tepat ketika stigma reseptif. Jika antara waktu antesis bunga jantan
dan waktu reseptif bunga betina tidak bersamaan, maka perlu dilakukan singkronisasi.
Caranya dengan membedakan waktu penanaman antara kedua tetua, sehingga
nantinya kedua tetua akan siap dalam waktu yang bersamaan. Untuk tujuan
sinkronisasi ini diperlukan informasi tentang umur tanaman berbunga. (Syukur, 2009)


Metode Pemuliaan Seleksi

Tebu merupakan tanaman biennual yang dapat berkembang biak secara
vegetatif bisa berbunga dan dapat menyerbuk silang. Dalam hal ini kami melakukan
persilangan biasa dengan antar spesies dengan cara seperti megawinkan bunga.
Diharpakan, dari persilangan ini akan muncul sifat unggul baru dan memberikan
solusi pada masalah tanamn tebu.Persilangan antar spesies yang akan kami lakukan
diharapkan akna menghasilkan genetic baru dan memperbesar keragaman.

Persilangan Back Cross
P1 Fenotipe : bunga di ketiak
batang
X bunga di ujung
batang


Genotipe : KK

kk


Gamet : K

k
F1

: Kk (100% bunga di ketiak batang)
Back cross
P2 Fenotipe : X


Genotipe : Kk

KK


Gamet : K, k

K
F2 KK ( hasil back cross 100%


Kk (


Dengan demikian, dapat kita ketahui bahwa back cross merupakan persilangan antara
keturunan F1 yang heterozigot dengan induknya (baik jantan atau betina) yang
homozigot dominan.



Teknik Persilangan
Pada dasarnya persilangan adalah menyatukan sel gamet dari tanaman tetua
yang di kehendaki. Jadi proses persilangan di awali dengan pengambilan tepung sari
dari tanaman yang akan di serbuki. Pengambilan tepung sari ini bertujuan untuk
mencegah terjadinya penyerbukan sendiri pada bunga. Oleh Karena itu, proses ini
dilakukan sebelum kepala putik matang. Proses pengambilan tepung sari ini disebut
dengan istilah enaskulasi.

Cara mengambil tepung sari dari bunga:
Cara mekanis:
- Gunakan Penjepit untuk mengambil dan memisahkan kepala sari dari bunga.
- Potong ujung bunga agar dapat mengambil kepala sari di dalam bunga.
- Kantung kertas yang berfungsi untuk melindungi hasil dari persilangan yang
masih rentan terbawa angin
Sementara bunga tebu mekar pukul 5-6 pagi dengan masa membuka bunga anatar
7-14 hari. dengan melihat waktunya, pemulia di harpkan dapat bekerja secara
optimal.

Dari persilangan tersebut maka meghasil F1 yang unggul, maka di perlukan
evaluasi hasil persilangan dengan metode seleksi single seed ddescent
Seleksi Single Seed Descent, yaitu satu keturunan satu biji. Pada prinsipnya,
individu tanaman terpilih dari hasil suatu persilangan pada F2 dan selanjutnya ditanam
cukup satu biji satu keturunan. Cara ini dilakukan sampai generasi yang ke-5 atau ke-6
(F5 atau F6). Bila pada generasi tersebut sudah diperoleh tingkat keseragaman yang
diinginkan maka pada generasi berikutnya pertanaman tidak dilakukan satu biji satu
keturunan tetapi ditingkatkan menjadi satu baris satu populasi keturunan, kemudian
meningkat lagi menjadi satu plot satu populasi keturunan.
Prosedur Single Seed Descent (SSD) mempunyai tujuan mempertahankan
keturunan dari sejumlah besar tanaman F2, dengan mengurangi hilangnya genotip
selama generasi segregasi. Hanya satu biji yang dipanen dari masing-masing tanaman,
perkembangan tanaman optimum dari generasi F2 sampai dengan F4.. Metode seleksi
Single Seed Descent (SSD) banyak dilakukan dalam pemuliaan tanaman kedelai di
Amerika Serikat (Fehr, 1978). Metode SSD Descent mempunyai
beberapakeuntungan, sebagi berikut :
- karena yang ditanam setiap generasi satu biji satu keturunan, dengan sendirinya luas
lahan yang diperlukan jauh lebih sempit.
- waktu dan tenaga yang diperlukan pada saat panen lebih sedikit, karena populasinya
lebih kecil.
- pencatatan dan pengamatan lebih mudah dan sederhana.
- seleksi untuk karakter-karakter yang heritabilitasnya tinggi, misalnya tinggi tanaman,
umur, penyakit dan beberapa aspek kualitas dapat dikerjakan dengan efektif
berdasarkan satu tanaman tunggal.
- tiap tahun dapat ditanam beberapa generasi, bila keadaan lingkungan dapat dikuasai.
- hanya diperlukan sedikit usaha dalam memperoleh tipe homozigot untuk karakter-
karakter yang pewarisannya sederhana. Keadaan homozigot cepat tercapai.
- penanganan persilangan dapat lebih banyak.

Ciri lain dari metode SSD, adalah adanya kemungkinan untuk menghasilkan
sejumlah besar galur murni pada areal yang sempit dan tenaga kerja yang terbatas
(Fehr, 1987, dikutip dari Ai Komariah).Dengan cara ini, ia dapat mencapai generasi
F6 2 tahun, sebagai lawan 5 tahun sebagai dengan metode silsilah. Setelah tingkat
yang diinginkan homozigositas dicapai, garis kemudian bisa diuji untuk karakteristik
yang diinginkan. Benih tunggal Prosedur Ini adalah prosedur klasik memiliki benih
tunggal dari setiap tanaman, bulking benih individu, dan penanaman keluar generasi
berikutnya.
- Musim 1: F 2 tanaman tumbuh. Satu F 3 biji per tanaman dipanen dan semua benih
bulked. Kumpulkan sampel cadangan 1 benih / tanaman. Penuh disarankan panen
kedelai pod 2-3 seeded dan menggunakan 1 benih untuk masa tanam dan 1-2 untuk
cadangan.
- Musim 2: Massal dari F 3 biji ditanam. Satu F 4 biji per tanaman dipanen dan semua
benih bulked. Kumpulkan sampel cadangan 1 benih / tanaman.
- Musim 3: Ulangi.
- Musim 4: Tumbuh besar dari F 5 benih dan panen tanaman individu secara terpisah.
- Musim 5: Tumbuh F 5: 6 baris dalam baris, pilih baris antara baris dan panen yang
dipilih secara massal.
- Musim 6: Mulailah pengujian ekstensif dari F 5 baris berasal