Anda di halaman 1dari 5

PENGARUH BAHAN DAN PANJANG RESONATOR

TERHADAP PENURUNAN SUHU PADA PENDINGIN TERMOAKUSTIK



Rizka Silviana H
1
, Nur Khoiri,M.T.M.Pd
2
, Irna Farikhah,M.Sc
3



A. PENDAHULUAN
Di era globalisasi ini teknologi sudah menjadi sesuatu yang tidak asing lagi di
masyarakat. Banyak ditemukan bahwa teknologi sering digunakan di rumah-
rumah dan industri-industri yang masih tergolong mahal dan tidak ramah
lingkungan. Salah satunya yaitu pendingin ruangan yang masih menggunakan
CFC yang mengakibatkan efek rumah kaca dan lubangnya ozon.
Termoakustik merupakan ilmu dari gabungan antara gelombang bunyi (akustika)
dan termodinamika (thermodinamics). Dimana alat yang digunakan untuk
menghasilkan efek termoakustik biasa disebut piranti termoakustik. Piranti
termoakustik terbagi menjadi dua. Yang pertama yaitu piranti termoakustik yang
dapat menghasilkan perbedaan suhu yang di akibatkan oleh gelombang bunyi
yang disebut pendingin termoakustik, sedangkan sebaliknya yang disebut pompa
kalor termoakustik (Setiawan dkk,2005)
Parameter yang dapat mempengaruhi kinerja piranti termoakustik yaitu
frekuensi gelombang, bahan stack, panjang resonator, letak posisi stack, diameter
tabung, bahan stack, posisi tabung resonator, bahan tabung resonator, hot heat
excanger, cold heat excanger, intensitas bunyi, dan jarak antar lapisan stack.
Panjang dan bahan tabung resonator mempengaruhi kinerja termoakustik.
Resonator ini dirancang agar memiliki panjang, berat dan bentuk yang optimal.
Resonator yang baik adalah resonator yang memiliki bahan yang padat, ringan
dan cukup kuat. Bentuk dan panjang ditentukan oleh frekuensi resonansi dan
kerugian minimal pada dinding resonator. Sehingga penelitian ini mengambil
judul Pengaruh Bahan dan Panjang Resonator Terhadap Penurunan Suhu pada
Pendingin Termoakustik.
Tujuan dalam penelitian ini ada dua yaitu untuk mengetahui pengaruh bahan
resonator terhadap penurunan suhu pada pendingin termoakustik dan untuk
mengetahui pengaruh variasi panjang resonator terhadap penurunan suhu pada
pendingin termoakustik.
B. METODE PENELITIAN
Penelitian dilakukan di laboratorium Fisika IKIP PGRI SEMARANG
pada tanggal 21 Juni- 18 Juli 2013. Objek dalam penelitian kali ini adalah
sebuah alat yaitu pendingin termoakustik. Pada penelitian ini, bahan yang
digunakan yaitu terdiri dari tabung resonator dan stack. Tabung resonator.
terdiri dari bahan yang berbeda, yaitu bahan PVC dan stainless steel. Panjang
masing-masing resonator yang digunakan yaitu 60 cm, 70 cm dan 80 cm.
Tabung resonator ini berbentuk silinder dimana memiliki tutup tabung yang
terbuat dari bahan PVC. Stack merupakan jantung atau central dari pendingin
termoakustik. Dimana stack menjadi tempat terjadinya pertukaran kalor
sehingga menimbulkan perbedaan suhu didalam pendingin termoakustik.
Stack yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Stack sejajar berbentuk
silinder yang terbuat dari bulu angsa. Stack tersebut mempunyai panjang 10
cm. Alat yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sistem sumber bunyi dan
sistem pendeteksi suhu. Sistem sumber bunyi terdiri dari loudspeaker, Audio
Frequency Generator, Amplifier,Osciloscope dan sistem pendeteksi suhu
yaitu sensor suhu based on Computer.
Prosedur penelitian terdiri dari tahap persiapan, pelaksanaan dan
analisis. Tahap persiapan yaitu mempersiapkan berbagai alat dan bahan
pendingin termoakustik kemudian pengadaan alat dan bahan. Tahap
pelaksanaan yaitu merangkai alat dan bahan piranti termoakustik kemudian
mengkalibrasi alat dan bahan yang akan digunakan dalam piranti termoakustik
serta melakukan eksperimen dan pengambilan data. Pengambilan data
menggunakan frekuensi resonansi yang dicari dengan menggunakan Sound
Level Meter atau secara matematis
Pengambilan data dilakukan per menit selama 15 menit pda setiap
panjang resonator. Masing-masing panjang resonator diambil 10 kali
pengukuran. Selanjutnya, tahap analisis dalam penelitian ini menggunakan
metode grafik 1 dimensi. Dimana nanti dilihat dari penurunan suhu pada
tandon dingin pada pendingin termoakustik.













.








Gambar 3.11. Skema piranti pendingin termoakustik beserta sistem
eksperimen pengukurannya

Teknik observasi dan pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan
metode atau teknik eksperimen. Pada penelitian ini yang di amati adalah
penurunan suhu pada tandon dingin pendingin termoakustik dan seberapa
lama waktu yang di butuhkan hingga mencapai suhu maksimum. Serta suhu
maksimum yang dicapai dengan menggunakan bahan resonator yang berbeda-
beda dan juga variasi panjang.eksperimen ini akan dilakukan dengan berbagai
variasi panjang dan variasi bahan resonator.
Dalam penelitian eksperimen murni maka untuk mencari ketelitian
data menggunakan teori ralat pengamatan. Teori ralat terdiri dari yaitu
mencari nilai terbaik terboleh jadi dari suatu pengukuran x yang dilakukan
sebanyak n kali merupakan nilai rerata dari hasil ukur itu ( )

(3.1)
Deviasi merupakan selisih atau penyimpanan antara nilai ukur ke-I
dengan nilaiukur rerata ( ), yaitu dimana

(3.2)
Deviasi standar yaitu sebagai akar rerata kuadrat deviasinya.

(3.3)
Deviasi standar relatif

(3.4)
Loudspeaker
Sensor suhu bassed
on computer
Komputer
stack
AFG Amplifier
Voltmeter
Ampere meter
Penutup tabung
resonator
Nilai dari pengukuran dapat ditulis
(3.5)
Ketelitian dan kecermatan dalam pengukuran dapat ditulis

(3.6)

() adalah suhu yang didapatkan (T). Nilai rerata ( ) dalam hasil
penelitian ini yaitu dari rerata suhu yang didapatkan (

). () dari data
yang didapatkan yaitu ().

C. HASIL DAN PEMBAHASAN
Penelitian yang dilakukan yaitu tentang pengaruh bahan dan panjang resonator
terhadap penurunan suhu pada pendingin termoakustik. Dalam penelitian ini
memvariasi bahan resonator yaitu PVC dan Stainless Steel. Sedangkan panjang
yang divariasi yaitu dari 60 cm, 70 cm dan 80 cm. Pengambilan data
menggunakan frekuensi resonansi. Frekuensi resonansi dapat dicari
menggunakan Sound Level Meter atau menggunakan perhitungan dengan rumus
matematis yaitu

Pengambilan data dilakukan 10 kali pengukuran. Dimana setiap pengukuran
diambil per menit selama 15 menit. Setelah mencari frekuensi resonansi dengan
Sound Level Meter maupun dengan perhitungan, frekuensi resonansi untuk bahan
PVC dan Stinless Steel adalah sama, karena bahan tidak mempengaruhi frekuensi
resonansi. Maka frekuensi resonansi untuk panjang resonator 60 cm adalah 157
Hz, untuk panjang resonator 70 cm adalah 135,2 Hz dan untuk panjang resonator
80 cm adalah 118,43 Hz.
Setelah pengambilan data pada bahan resonator PVC dengan panjang 60 cm,
penurunan suhu paling maksimum yang terjadi 3,5
o
C. Dan nilai rata-rata
pengukuran penurunan suhu didapatkan (2,710,24)
o
C.
Pada pengambilan data pada bahan resonator PVC dengan panjang 70 cm,
penurunan suhu paling maksimum yang terjadi 1,8
o
C. Dan nilai rata-rata
pengukuran penurunan suhu didapatkan (1,520,03)
o
C.
Pada pengambilan data pada bahan resonator PVC dengan panjang 80 cm,
penurunan suhu paling maksimum yang terjadi 1,2
o
C. Dan nilai rata-rata
pengukuran penurunan suhu didapatkan (0,720,06)
o
C.
Setelah pengambilan data pada bahan resonator Stainless Steel dengan panjang
60 cm, penurunan suhu paling maksimum yang terjadi 0,2
o
C. Dan nilai rata-rata
pengukuran penurunan suhu didapatkan (0,340,01)
o
C.
Pada pengambilan data pada bahan resonator Stainless Steel dengan panjang 70
cm, penurunan suhu paling maksimum yang terjadi 0,2
o
C. Dan nilai rata-rata
pengukuran penurunan suhu didapatkan (0,350,02)
o
C.
Pada pengambilan data pada bahan resonator Stainless Steel dengan panjang 80
cm, penurunan suhu paling maksimum yang terjadi 0,6
o
C. Dan nilai rata-rata
pengukuran penurunan suhu didapatkan (0,490,09)
o
C.

D. KESIMPULAN
1. Setiap bahan memberikan pengaruh penurunan suhu pada pendingin
termoakustik dan bahan PVC merupakan bahan tabung resonator lebih
baik dari pada Stainless Steel karena memiliki konduktivitas termal yang
rendah .
2. Setiap panjang resonator memberikan penurunan suhu tandon dingin yang
berbeda-beda pada pendingin termoakustik. Untuk bahan PVC, panjang
60 cm memiliki penurunan suhu paling optimum dengan nilai rata-rata
penurunan suhu (2,710,24)
o
C. Untuk bahan Stainless Steel, panjang 80
cm memiliki penurunan suhu paling optimum dengan nilai rata-rata
penurunan suhu (0,490,09)
o
C.
3. Antara tabung resonator dengan bahan PVC dan bahan Stainless Steel,
tabung resonator bahan PVC memiliki penurunan suhu lebih optimum dari
pada Stainless Steel yaitu pada panjang 60 cm dengan nilai rata-rata
penurunan suhunya yaitu (2,710,24)
o
C.

E. DAFTAR PUSTAKA