Anda di halaman 1dari 32

PRE TEST KOASS I.

P KUKEL
Sebutkan tahapan diagnosis pemeriksaan Kulit& kelamin
Apa ang dimaksud dengan adneksa kulit dan !ungsi
Sebutkan struktur anatomi kulit
Sebutkan !ungsi utama kulit
Sebutkan UUK I "# buah$ & UUK II "# buah$
Sebutkan struktur anatomi genetalia pria
Sebutkan etiologi penakit kulit dan kelamin
Sebutkan pemeriksaan penun%ang untuk memastikan&menegakan
diagnosa Penakit 'enular Seksual
Sebutkan sistem imunologi
Sebutkan alat(alat bantu pemeriksaan di bagian kulit kelamin
Keterangan penting pada anamnesa penakit kulit
). Kapan dimulai "si!at penakit
ba*aan&didapat+ akut+ kronik$
,. Ada&tidak rasa gatal+ panas+ neri "keparahan
penakit$
-. .imulai dari mana "predileksi$
/. 0agaimana penebaranna "tanda khas
penakit$
#. Ada&tidak perubahan lesi "tanda penakit
in!eksi sekunder per%alanan penakit$
1. Ada&tidak !aktor pen2etus&sumber penularan&
ri*aat penakit keluarga "penakit
alergi&penakit kulit menular$
3. Sudah diobati&belum "untuk mengetahui
perubahan gambaran klinis ang dapat
berbeda dgn lesi a*alna$
Struktur lapisan kulit
). Lapisan Epidermis "kutikel$
Stratum korneum keratin "lap. tanduk$
Stratum lusidum eleidin
Strutum granulosum keratohialin
Stratum spinosum glikogen+ sel
langerhans+ nodulus 0i44o4ero
Stratum basale palisade+ mitosis "5$
Stratum kolumner melanosit
,. Lapisan dermis "korium+ kutis6era+ trueskin$
Pars papilare+ isi u%ung serabut sara! dan
P..
Pars retikulare+ isi serabut kolagen+ elastin
& retikulin
-. Lapisan sub kutis "hpodermis$7 terdiri dari
%aringan ikat longgar berisi sel(sel lemak
Adneksa kulit7
). Kelen%ar kulit 7 sudori6era+ sebasea
,. Kuku 7 nail root+ nail plate+ kuku ang bebas
-. Rambut7 akar rambut&batang rambut. .engan
ma2am(ma2am rambut77
a. Lanugo Rambut terminal
8ungsi kulit7
8ungsi proteksi utama
8ungsi absorbsi
8ungsi ekskresi
8ungsi persepsi
8ungsi pengaturan suhu tubuh
8ungsi pembentukan pigmen
8ungsi keratinisasi
8ungsi pembentukan 6itamin .
8ungsi ekspresi
Proses .iagnosa
a. Anamnesis
b. Pemeriksaan !isik
2. Pemeriksaan laboratorium
d. Pemeriksaan organ lain
Kelainan kulit dapat ter%adi
a. 0erdiri sendiri
b. Akibat&ge%ala suatu penakit
E!loresensi&U%ud Kelainan Kulit Primer
a.Makula (bercak): perubahan *arna kulit
akibat perubahan 6askular "eritema$+
perubahan kandungan melanin+ keluarna
darah
b. Urtika7 Pertambahan 6olume kulit
berupa penon%olan o&k edema peri6askular+
sirkumkripta dalam *aktu singkat
2.Vesikula (gelembung)7 ruangan dalam kulit
ang terlihat berisi 2airan serosa dengan
UK. .iam9:+# 2m+ letak gelombang dapat
retro epidermal atau sub epidermal
d. Bula7 ruangan dalam kulit ang berisi
2airan serosa dengan UK diam ; o+# 2m
e.Pustula7<esikel ang berisi darah
!. Papula7 Penpn%olan kulit ang padat :+# 2m
besarna ang terdiri dari %umlah
peningkatan sel "sel epitel & iniltrat$ atau
endapan 4at padat.
g. Nodula7 Ton%olan kulit ang padat
dengan UK diam dan kedalamanna :+# 2m
h. Plaque 7 Ton%olan kulit ang padat dg
UK idiom ;:+# 2m tanpa kedalaman
i. Kista 7 kantong di ba*ah kulit "mis.
Sumbatan muara kelen%ar$ ang menon%ol
dipermukaan kulit berisi sel mati+ serum+
lemak
%. Tumor 7 ton%olan pada kulit o&k
pertumbuhan %aringan
k. Abses 7 Ruangan berisi nanah "letak
pada kutis atau sub kutis ang berbatas tidak
%elas dengan %aringan normal
l. Kunikula7 saluran&tero*ongan ber*arna
agak keputihan di dalam epidermis+ saluran
ini tidak pernah ber2abang.
)
.elle 6esikel7 khas pada 6ari2ella
8enomena Kobner 7 pada urtikaria
E!loresensi Sekunder "UKK sekunder$ 7
quama "Sisik$ 7 penimbunan komplek sel(sel
keratin skuamosa ang dapat terlepas
Krusta "keropeng$ 7 kerak ang terbentuk o&k
pengeringan 2airan tubuh "serum&pus$
dipermukaan kulit. 0iasana timbul akibat
6esikel+ bula+ pustula+ ang pe2ah.
Ulkus 7 Kehilangan %aringan kulit ang dalam
sampai dermis atau lebih dalam lagi$ dengan
tendensi penembuhan ang buruk
!rosi 7 kehilangan %aringan kulit ang dapat
men2apai sebagian atau seluruh lapisan
epidermis "tidak melampaui stratum basale$
!kskoriasi 7 kehilangan %aringan kulit sampai
dengan stratum papilare dermis
ikatriks7 "%aringan parut$ penembuhan %aringan
kulit ang tidak sempurna "tidak ada adneksa
kulit$
"isura 7 retak&robekna epidermis ang
berbentuk =.
ulkus7 !issure ang lebar
#ikeni$ikasi 7 Penebalan epidermis ang khas
relie! dari kulit makin %elas+ dapat dilihat dan
diraba.
Anctodermi7 dermis ang kehilangan serabut
elastin
Pigmentasi 7 hiperpigmentasi "melanoderma$
hipopigmentasi "leukoderma$
Ukuran lesi
). 'ilier 7 Sebesar kepala %arum pentul
,. Lentikuler 7 sebesar bi%i %agung
-. >umuler 7 sebesar diam # 2m "uang logam Rp
#: atau Rp )::$
/. Plakat 7 diam ; # 2m
Perluasan lesi
). Serpiginosa 7 lesi meluas dg merambat
Susunan dan bentuk lesi7
). Linier 7 seperti garis lurus
,. Anuler "spisinar$ seperti lingkaran
-. Arsinar 7 berbentuk bulan sabit&setengah bulat
/. Polisiklik7 tepi lesi tidak teratur
#. ?erpeti!ormis7 lesi bergerombol seperti pada
herpes 4oster
1. Kon!luens 7 dua atau lebih lesi ang men%adi
satu
3. Korimbi!ormis 7 seperti induk aam ang
dikelilingi anakna
@. Iris!ormis7 Eritema bentuk bulat lon%ong
dengan 6esikel *arna ang ; gelap di
tengahna
Aumlah distribusi lesi7
). Soliter7 %umlah lesi tunggal
,. 'ultiple7 %umlah lesi lebih dari )
-. Beneralisata7 tersebar pada sebagian besar
bagian tubuh+ masih ada kulit ang normal
/. Un6ersalis7 seluruh atau hampir seluruh
tubuh "C:()::D$ tidak ada kulit ang
normal
#. bilateral7 lesi mengenai kedua sisi tubuh
1. unilateral7 lesi hana mengenai ) sisi
tubuh
3. Simetris7 mengenai kedua belah badan
ang sama
@. Regional7 mengenai daerah tertentu badan
C. Sirkumskrip7 berbatas tegas
):. .i!us 7 tidak berbatas tegas
)). .iskret7 terpisah satu dengan ang lain
Alat kelamin laki(laki7
). Uretra 7
a. Uretra Posterior
i. Pars prostatika
ii. Pars membrana2ea
b. Uretra anterior 7 pars spongios
,. Penis
a. Korpus spongiosum penis
b. Korpus ka6ernosum penis
-. Prostat
/. <esi2a seminalis
#. .uktus de!erens
1. Testis dan Epididimis
Alat kelamin Eanita7
). 'ons 6eneris dan kedua labium pudenda
,. Klitoris "klentit$
-. <estibulum pudenda "serambi kemaluan$
/. ?men "selaput dara$
#. Uretra
1. <agina
3. Uterus "rahim$
@. Tuba uterine & o6arium
Tanda(tanda klinis <ari2ela
Ruam kulit berbentuk papulo6esikuler
"lepuhan$
Batal " biasana sampai ): hari$
Lesi ang membentuk krusta
Umumna 6esikel ang mun2ul pada selaput
lendir mulut
.emam " sampai -@+C
o
F$ menggigil mual
muntah
,
.osis Prednison
Lo* dose up to ): mg&hr
Intermediate do ):(,: mg&hr
?igh dose ,:(1: mg&hr
<er high dose )::()::: mg&hr
Laten <irus non akti6 "dormant$+ bila ada
pen2etus timbul. Klinis ada bila ada pen2etus
Persisten dG klinis tetap ada sub klinis
.ermatitis
.. Atopi
.. >umularis&diskoid
.. Stasis&6arikosa&gra6itasional+hipostatik
>eurodermatitis
.ermatitis kontak
.. Seboroika
.. Eksematoid in!eksi
.. Alergika
.ishidrosis&pem!olik
Terapi beda antara 6irus .>A &R>A
<irus R>A bisa dibuat 6aksin+ .>A %arang
Sebagian besar kelainan kulito& 6irus .>A
Si!at 6irus tpe I 7 bila mun2ul+ diobati sembuh
tidak akan kambuh lagi
Si!at 6irus tpe II7 kronis residi!
.r. Banda
) 8ingertip Unit "8TU$ 7 :+# gr
) ?and Unit7 :+,# gr H I 8TU
Ea%ah dan leher 7 ,+# 8TU
0adan "8ront or 0a2k$7 3 8TU
Lengan atas & ba*ah 7 - 8TU
Tangan 7 ) 8TU
Tungkai 7 1 8TU
Kaki 7 , 8TU
In!ant 9 ) th H J dosis de*asa
) ( / th H )&- dosis de*asa
; / tahun H dosis de*asa
LPT H m
BBxTB
...
-1::
=
,
Seluruh tubuh H /:+# 8TU H ,:+,# gr
.osis eki6alen H dosis kon6ersi
KST H EKui6alent doses "mg$
Fortison ,:
Prednison #
Triamni2olone /
'ethl(prednisolon /
.eGamethasone :+3#
0ethametason :+@:
D Prednison .eGamethasone
# :+3#
,#H:+3#G
L # ,# H
--+--
:+3#
'asa inkubasi 7 se*aktu mulai kontak
pertama kali dengan kuman&6irus sampai
mun2ul ge%ala untuk men2ari sumber
penularan
Tanda melanoma
). 0entuk tidak bulat
,. Tepi tidak teratur
-. Earna ; ) ma2am
/. .iameter ; 1 mm
In!eksi laten 7 ?erpes simpleks+ ?. Moster+ ?.
Ftomegalo6irus
In!eksi persisten7 Rabies+ Rubella 2ongenital+
hepatitis 6irus+ sklerosing panense!alitis
?erpes 4oster
Anamnesa7 Batal+ neri+ panas
Klinis 7 <esikel berkelompok atas dasar
eritem asimetris sesuai dermatom
.G 7 ?erpes Moster+ thora2alis deGtra torakal
#():
?.M O!talmika 7 dahi&sekitar mata
?.M Ser6ikalis 7 pundak & lengan
?.M Torakalis 7 dada & perut
?.M Lumbalis 7 bokong dan kepala
?.M Sakralis 7 Sekitar anus & genitalia
?.M Osikum 7 telinga
Bangguan pd >. 8asialis & osikus dapat
menimbulkan Sindrom Ramse ?unt dg
ge%ala paralisis "bellNs pals$+ tinitus+ 6ertigo+
nausea gangguan pendengaran
Obat anti6irus berman!aat ,G,/ %am ; -G,/
%am tak berguna karena sudah ter%adi 6iremia
0entuk lain ?.M 7
). ?.M Aborti6um 7 erupsi eritem dan
papula ang ke2il+ ringan *aktu
singkat
,. ?.M generalisata7 ?.M <ari2ela
Tanda a*al ?.M O!talmikus
-
). Lesi 6esikuler 7 tunggsl pada u%ung hidung
"?ut2hinsonNs Sign$
,. 8oreign bod sensation in the in6ol6ed ee
rasa ada benda asing di mata
Flassi!i2ation persistent ?.M pain7
). A2ut -: hari
,. Sub a2ut -: hari O / bulan
-. Post herpeti2 neuralgi2 ; / bulan
TE>IA
Tenia kruris 7 inguinal+ bokong+ pubis
Tenia Pedis 7 pergelangan kaki ba*ah
Tenia manus 7 pergelangan lengan ke ba*ah
Tenia 2orporis 7 badan+ lengan+ tungkai
Tenia Fapitis 7 Kepala
Tpe ang tidak meradang
Bra pat2h ring*orm
0la2k dot ring*orm
Tpe ang meradang
Kerion
Pa6osa
Karotenosis kulit kuning
0ila s2lera kuning Li6er disease
Psoriasis pustulosa Pustulana steril shg tidak
perlu dikultur
Rebound Phenomen7 mun2ul bertambah banak
setelah diobati
Pada psoriasis bisa terdapat pitting nail pd
dermatitis atopi %uga ada
Pitting nail pada kuku ada lekukan shg kena
tusukan
o .. 7 Pem!igus 6ulgaris
Pem!igoid bulosa
.u!iring disease&morbus duhring&
dermatitis herpeti!ormis
Psoriasis7 .isangka autoimun+ kronik+ residi!
ditandai dengan ber2ak(ber2ak eritema berbatas
tegas & sKuama g kasar+ berlapis(lapis
transparan+ disertai7
). 8enomena tetesan lilin7 sKuama g berubah
*arnana men%adi putih pada goresan+ seperti
lilin ang digores+ disebabkan o& berubahna
Pindeks biasQ
,. 8enomena Auspit47 tampak serum atau darah
berbintik(bintik karena =.. 2ara7 sKuama ang
berlapis(lapis dikerok dg pinggir gelas alas+
setelah sKuamana habis pengerokan
perlahan+ %ika terlalu dalam+ tidak akan
tampak+ perdarahan ang berbintik(bintik tapi
perdarahan ang merata.
-. 8enomena Kobner7 trauma pada kulit
normal kelainan ang sama dengan
psoriasis setelah 3(): hari
?isto PA abses monro khas
psoriasis
'orbus ?ansen Breates Immitator
"pemalsu$ I
Arti 7 kelainanna hamper menerupai
kelainan kulit lain
Si!ilis Stad. , Breatest immitator II
'? menerang daerah tubuh ang dingin
seperti telinga karena ' lepra
berkembang optimum pada daerah ang
dingin suhuna ; rendah dari tubuh
Kuman staphlo22o2us resisten penisilin
Kuman strepto22o2us belum resisten thd
penisilin
Impetigo bulosa O %arang digunakan sd
penisilin pakai eritromsin+ golongan
se!alosporin
Skabies pada bai bisa kena seluruh tubuh
karena stratum 2orneum lebih tipis
.. s2oliosis pada bai
.. atopik
.. seboroik
Alopesia sikatrika 7 kerion
Alopesia non sikatrika 7 8a6osa
Alopesia aerate kebotakan setempat+ li2in
0la2k dot ada bintik(bintik hitam+ patahna
rambut tepat di muara !olikel
Bre pat2h patahna rambut beberapa di
atas muara !olikel
T. 2orporis 7 lokasi di lipatan(lipatan polisiklik
tepi akti!+ tengah menembuh sentral
healing
Urtika 7 ditekannhilang+ menghilang dalam ,/
%am.
Purpura 7 ditekan tidak hilang
# kelainan pada kuku pada psoriasis
). Pitting nail or nail pit khas
,. Kuku keruh
-. tebal
/. 0agian distal terangkat kroi terdapat
lapisan tanduk di ba*ahna
#. Onikolosis
Kandidosis khas skuama putih
Lesi lues KST lemah karena absorbsi
lebih banak sehingga e!ek neurotoksik
berkurang dengan kista lemah
/
Lesi akut KST lemah
Lesi kronik KST kuat
Lesi basah gunakan krim+ %angan salep
o Karena bahan dasar salep minak sehingga
tidak nempel pada dinding
KST sistemik hana digunakan pada 7
o Eritroderma psoriasis eritrodermik
o Psoriasis pustulosa generalisata
/:(1: mg prednison sehari
Sembuh dosis turunkan perlahan(lahan
Lesi ang pe2ah pada 6ari2ella beri krim
antibiotik untuk men2egah in!eksi
Lesi ang belum pe2ah beri bedak salguil
menthol+ kom!ora u& meli2inkan sehingga tidak
mudah pe2ah 5 mengurangi rasa gatal
; -hari+ anti6irus tidak berguna+ %adi hana beri7
o Obat simptomatis 7 antipiretik+ analgetik+
sedati! "untuk gatal$
o <itamin untuk daa tahan tubuh
o Imunostimulator "le6amisol+ isoprinosin$
o Antibiotik bila perlu
o Saran 7 Isolasi
E!ek samping KST 7 iritasi+ neurotoksik
?ati(?ati pada bai7 aman salep ,(/
salep *hite !ield
Impetigo bulosa %angan beri golongan penisilin
karena strep. Aureus resisten hasil en4im beta
laktam
Lesi basah kompres dulu dengan 2airan
antiseptik
Lalu beri krim antibiotik
Leukore ..
). Bonore
,. Kandidiasis paling sering
-. 6aginosis bakterial
/. trikomoniasis
#. nonspe2i!i2 genital in!e2tion
Pada BO sampel di ambil pada endoser!iks
karena terdiri epitel kolumnar ang merupakan
tempat hidup bakteri n. Bonorhoe
Kandidosis sampel pada !orniG posterior o&
2andida albi2ans
6ul6o6aginitis aR KU gatal
0erat 7 rasa panas+ neri post miksi+ dispaneuria
Khas 7 ber2ak(ber2ak putih kekuningan seperti
susu basi
0au asam+ eritem+ edem+ pseudomembran
"*arna
putih$ ang menempel pada mukosa
<agina 7 sKuamos berlapis non keratin
Bumpalan seperti susu berasal dari massa
ang terlepas dari dinding 6ul6a atau 6agina
terdiri atas bahan nekrotik sel(sel epitel %amur
<aginosis ba2terial sample pada
!orniGposterior. Fontohna Bardnerella
6aginalis
KU 7 duh tubuh dari 6agina berbau tidak enak
"amis$
Kriteria diagnosa oleh A'SEL ")C@-$-
diantara / ge%ala
). p? 6agina ;/+#
,. duh tubuh+ 6agina ang homogen+ putih
dan melekat
-. tes amin "5$ bau tak sedap
/. adana 2lut 2ells pada persediaan basah
"sedikitna pada ,:D seluruh sel epitel$
Flut sel sel epitel 6agina ang granular
diliputi o& kokobasil shg batas sel tidak
%elas
Trikomonioasis sample pada !orniG
posterior
Fontoh Tri2homonas 6aginalis
Akut atau kronik
Eanita7 akut se2ret 6agina seropurulent
*arna kekuningan+ kuning+ hi%au+ berbau tidak
enak "malodorous$ dan berbusa dinding
6agina kemerahan & sembab. Kadang(kadang
abses ke2il pada dinding 6agina&ser6iks
tampak sebagai granulasi *arna merah
stra*berr appearan2e ge%ala dispareunia+
perdarahan pos2oitus+ perdarahan
intermenstrual .
Kronik ge%ala lebih ringan & se2ret busa "($
Pria akut mirip ge%ala uretritis nongonorea+
disuria+ poliuria+ se2ret uretra mukoid atau
mukopurulent+ urin %ernih+ kadang ada
benang(benang halus
Kronik ge%ala tidak khas+ gatal pada uretra
dis uria dan urin keruh pada pagi hari
'etronida4ole , gr single dose&-G#:: mg "1(3
hari$
>SBI sampel endoser6iks
Fontoh7
Fhlamdia tro2homatis
Ureaplasma urealti2um
'2oplasma hominis
Bardnerella 6aginalis
Alergi+ Usus terapi
antihistamin&KST
#
0akteri usus stap & di!teroid
.iagnosa7 ge%ala klinis 5 pemeriksaan lab.
o Pria 7 duh tubuh seropurulent "5&($ disuria ringan+
perasaan tidak enak diuretra sering ken2ing.
Be%ala timbul setelah )(- minggu kontak seG
o Eanita 7 duh tubuh 6agina "99$+ disuria ringan
4ering ken2ing+ neri di daerah pel6is &
disparenia
o PG lab gonokok "($+ T 6aginalis "($+ F albi2ans
"($+ B.6aginalis "($ sel P'> ;#&LP0 gram
'akros7 benang(benang dalam urin.
?ipopigmentasi pada tinea 6ersikolor pada tinea
6ersikolor karena inhibisi trosinase atau
melanosit sitotoksisitas dan terhadap
dekarboksilik a2ids "parti2ularl a4e= a2id$ ang
dibiosintesis oleh %amur dari lipid manusia
P. 6ersikolor dengan KO? Pspaghetti and
meatballsQ or PBrapes on a 6ineQ
Khas s2abies pada bai7
>odularisn daerah lipatan+ daerah ang
tertutup
Terapi anti%irus:
?erpes Simpleks asiklo6ir #G,:: mg #
hari
<arisella asiklo6ir #G@:: mg @
hari
.osis ?.S 9 < karena timidin kinase
banak dalam tubuh sehingga hana perlu
sedikit asiklo6ir
Psoriasis pustulosa masih diindikasikan untuk
steroid
Psoriasis biasa %gn diberi KST karena
dapat menebabkan rebound phenomen
sehingga menimbulkan psoriasis
pustulosa generalisata
A? non sedati! astemi4ol+ mi4olam
Ter!enadin harus dihindari pada
penakit hepar
Astemi4ol+ ter!enadin dapat
menebabkan aritmia 6entrikel
inter6al ST meman%ang
Pem!igus eritematosus daerah seboroik
Pem!igus !oliaseus seluruh tubuh
Keduana sama(sama gampang pe2ah+
letak di intraepidermal stratum
granulosum
A? sedati!
>gantuk
E!ek samping 7 sakit kepala g- psikomotor
E!ek antimuskarinik 7 retensi urin
'ulut kering pandangan kabur+ B- sal
2erna
Aksi pendek
A? >on sedati6e
Tidak ngantuk
E!ek antimuskarinik rendah
Sedasi & B- psikomotor ; ke2il
karena sangat sedikit menembus sa*ar
darah otak
Aksi lebih pan%ang
Lebih 2epat menempel di reseptor shg
onset;2epat
.ermatitis 6erenata 7 tidak hana dari ludah
binatang tapi dapat %uga dari 2airan tubuh
.ermatitis seboroik 7 bau tengik
?ampir sama dg T. Fapitis tpe gra
pat2h ring*orm
Kerion dini beri KST5anti %amur
KST untuk men2egah&mengurangi
peradangan sehingga skar tidak&"($
terbentuk dapat men2egah alopesia
permanen
Briseo!ul6in sebaikna diberi bersama dengan
makanan karena absorbsina dengan lemak
baik
TG )+#(, bulan bila sudah sembuh 5
, minggu
Sampai klinis 5 lab "($
Sumber penularan kerion %amur 4oopilik
dari ku2ing& an%ing
Aarang pake topikal+ biasana
dikompres shampo anti %amur paling
baik golongan ketokona4ol shampo
.aerah skabies ang meradang %angan diberi
topikal karena e!ek samping neurotoksik ang
diserap melalui kulit ang meradang
Fat gram
Staphlo22o2us seperti buah anggur
Strepto22o2us seperti rantai
Impetigo %angan biopsi
Sipro!loksasin %angan diberi pd anak 9 )@
th karena dapat memper2epat proses epi!isial
0imbingan dr Sani Eid%aa+ Sp.KK
Likeni!ikasi kronis kering
Urtikaria idiopatik %angan dibuat diagnosa
ke2uali sudah melakukan pemeriksaan dan
tidak diketahui penebabna
.iagnosa dermatitis
1
KU 7 gatal
UKK 7 polimor!
Lab 7 sel(sel radang
Skar termasuk UKK
Pemeriksaan Lab. Tidak bermakna untuk
menentukan diagnosa dermatitis karena semua
%enis dermatitis labna sama
Psoriasis 6ulgaris Psoriasis ang umum&bias
Erupsi Akne!ormis UKK ang menerupai
akne
Penakit ang etiologi tidak diketahui pasti ad
saran tidak baik ad 2osmeti2um ad saran
UKK plaKue+ ukuran plakat
UKK pada plegmon
Pada an%uran&saran7%angan ang la4im tapi
spesi!ik u& sakitna
Sarat u%i temple 7
Kulit baik
0ebas steroid
Untuk melakukan penomena tetesan lilin
SKuama harus baru&belum diapa(apakan+
belum diobati
Fontoh an%uran da saran7
Eliminasi sumber pen2etus
Penggunaan obat
'embersihkan diri
Fontrol ulang harus
Piodermi penakit menular+ harus ada sumber
penularan
0ila RP.&RPK tidak menokong diagnosa
%angan ditulis
.eep 6esikel khas pada pompolik
Status dermato6enereologik pembagian tubuh
ang terkena
.. Atopi arti penimpangan&ke2endrungan
ang ditemukan dalam ) !amili.
Suatu kelainan ang bersi!at !amilier
o Terapi . atopi
Antihistamin *a%ib berapapun umur
Steroid topi2al antiin!lamasi
&antipruritus
o Saran 7
pakai pelembab
%angan sering mandi
eliminasi !a2tor pen2etus
2ara penggunaan obat
o Komplikasi 7 in!eksi sekunder+ semua penakit
ang bisa menular+ le*at kulit o& bakteri+ 6irus+
%amur+ dll
o Predileksi harus ha!al
o . >umularis 7 e24ema mi2robial T ..
atopi
o 0eda 7 bentuk numular khas
o 8ungsi pen2etus 7 staphlo22o2us+ ang tidak
dimiliki dermatitis lainna
o TG *a%ib 7
Antibiotik
Antihistamin
Steroid topikal
Untuk pemeriksaan sediaan basah dengan
KO? harus disertai lokasi lesi+ diharapkan
ditemukan
Sarat 7 lesi baru+ belum diutak(atik
Lesi '? *a%ib diambil di - tempat7 2uping
telinga kanan & kiri+ lesi ang paling baru
.. Atopi in!antil 7 , bulan predileksi
.. Seboroik In!antil 7dapat9 , bulan
predileksi7
Kulit kepala+ kening+ lipatan aGila+
lipatan paha
Tu%uan terapi topikal 7 agar diserap sedikit
mungkin dalam darah
Anti6irus topikal u&6arisela salah karena
Lesi luas
<irus pada 6esikel tidak akan menular
le*at kulit karena menular se2ara
aerogen
o Saran utama 6arisella 7 isolasi
Tersangka skabies
Pruritus malam hari
Ada sumber penularan
Lesi di tempat predileksi
Terapi spesi!ik sembuh
o Kegagalan terapi skabies karena kita tidak
bisa membasmi skabies di luar badan
Urtikaria karena7
o Proses imunologik
o Proses nonimunologik+ 2ontoh7
Orang minum bir
Langsung mast 2ell keluar histamin
Anak demam
Trauma !isik
Fua2a
o Idiopatik @:D
0erdasarkan penelitian+ dari idiopatik
ditegakkan bila ang ,: D sudah dapat
dipastikan&dibuktikan
Penatalaksanaan beda+ obat sama
3
Uni6ersal bentuk lesi sama+ bisa ;) tapi sama.
Lesi di bagian tubuh manapun sama baik bentuk
maupunma2amna
Beneralisata bentuk lesi berma2am(ma2am
T. Fapitis kulit kepala ang berambut
Terapi %amur di kuku paling sulit karena lama
Fontoh dG7 Tinea 2apitis et 2ruris
<as2ulopati penempitan
?ipopigmentasi pada P< lama sembuh karena
merupakan !lora normal tubuh.
Klinis T. Fruris
Plak tepi lesi akti!&meninggi+ sentral
healing
Salep ,/ bau+ lengket
.igunakan anti %amur topi2al terbaru
.iagnosa ektima harus ada ulkus
Impetigo lokasi *a%ah+ tubuh biasa menerang
anak+ %arang di kaki
'akula hiperpigmentasi kronis
Tinea pedis7
Tpe popular sKuamosa
Tpe 6esikuler akut
Interdigital
.shidrosis "pampolik terkena bilateral$
0imbingan dr Banda+ Sp.KK
SAS periksa eosino!il
Fa2at tpe LL Primer
Kuman menggerogoti tulang
Fa2at tpe TT Sekunder
.aerah parastesi luka ul2us
Fa2at
'? *a%ib paham
Penakit program
E?O penularan '? melalui kontak
kulit dalam *aktu %angka lama
Leher & palpebrae bukan daerah seboroik
I' H kumau hidup G )::D
Kumau hidup 5 mati
0ila :D tidak berbahaa release !or treatment
8a2ies leonine
). hidung pesek
,. >odus di muka
-. madarosis alis mata rontok
Target organ '. leprae7
Primer 7 kulit+ sara! peri!er
Sekunder 7 mata+ tulang+ testes+ dll
Tu%uan pemberian obat 7 berlainan *aktuna+
karena sesuai
'asa pembelahan
E!ek samping
Keistime*aan '. leprae
Tahan asam
Tidak bisa dikultur
Ri!ampisin 7 bakterisidal
Klopa4imin&lampren7 bakteriostatik bisa
men%adi bakterisidal bila dosis dinaikan
Li2hen amiloidosis hana di ekstermitas
in!erior
Urtikaria kronis ; @ minggu
'? tpe '0 7 ginekomastia+ ar2hitin 2iri7
hidung buntu epistaksis
KU pada 6arisella 7 *a%ah
Skabies 5 in!+ sekunder+ beri7
Permetrin
Antibiotik topikal&sistemik
Skabies termasuk P'S karena dapat
menerang genital
Perempuan 6ul6s
<agina tidak bisa kena7 karena
tidak ada stratum korneum
Skabies hana menerang stratum
korneum
Kandidosis KO? ,:D hi!a+ arthospora
?ertogheNs sign penipisan alis mata sebelah
lateral
'? 7 , dari -
). 'akula
,. anestesi
-. Penebalan sara!
Idealna sebelum pemberian obat '.T
Periksa darah rutin+ !aal hati & gin%al
karena '.T dapat merusak hepar
..S dapat menebabkan anemia
hemolitik
Atropi otot karena '? terutama pada
tenar&hipotenar telapak tangan
Atropi otot karena ES. KST meneluruh+
tungkai
Ke2a2atan '? menurut E?O pada tangan
kaki&mata
Obat(obatan antiandrogen
Fimetidin Siproteron asetat
Ketokona4ol
Spironolakton
Spironolakton paling kuat antiandrogen
@
Penggunaan antiandrogen di atas dalam %angka
pan%ang dapat menurunkan libido
Psoriasis in6ersa tempatna pada lipatan
Fontagiosa menular
Pat2h test untuk mendeteksi adana
hipersensiti6itas thd %umlah substansi ang kontak
dengan kulit
)C#/ ditemukan bah*a herpes 4oster &
6arisella 6irusna sama
Imunokompeten sistem imunna baik
Imunokompromais sistem imunna rendah
Fontoh AI.S
Aanin terin!eksi 6arisella , D+ ;):D terin!eksi
selama persalinan atau pada bulan I kehidupanna
Penderita 6arisella in!e2tius / hari sebelum
hingga # hari sesudah penampilan eksantem
Embriopati ang terin!eksi 6arisella
Kulit sikatrik
Anggota gerak hipoplasia tulang dan
otot
SSP mikrose!ali+ retardasi mental
.is!ungsi spin2hter kandung kemih dan
usus
'ata 7 katarak+ korioretinitis+
mikro!talmia
<ari2ella pneumonia -:(#:D orang de*asa
mortalitas ):(-:D
Antibodi <<M timbul , minggu setelah onset
6arisella+ bertahan -(# tahun
Pemeriksaan penun%ang 6arisella
<<M dapat diisolasi dari lesi ang baru
pada permukaan ter%adi erupsi
'ikroskop elektron
Imuno!luoresensi 2ara seraping 5
mononuklear antibodi
Asiklo6ir aman untuk ibu hamil
<aksin 6arisella tidak untuk ibu hamil
<aksin <<M e!ekti! men2egah 6arisella
kongenital dipakai sebelum hamil
'ultiple episode+ ?.Moster ang ter%adi dalam
*aktu singkat *aspada ?I<
?erpes arboti6um "Moster tanpa herpes&4oster
2ine herpete$
Lesi unilateral+ tanpa 6esikel+ terbanak
dermatom thorak dan lumbal
Sindrom Ramsa ?unt dapat ter%adi pada herpes
4oster gangguan >. !asialis & optikus+ kelainan
kulit sesuai tingkat persara!an+ nistagmus+ 6ertigo+
tinnitus+ nausea B- pendengaran+ B- penge2apan
Pada 6ari2ella 7 timbulna lesi bersama panas+
lesi mula(mula timbul di muka "s2alp$
.. 6arisella7 ?. Simpleks diseminata+ 6ariola+
impetigo
Pen2egahan 6arisella
Imnunisasi akti!
Imunisasi pasi!
Kemopro!ilaksis
'en2egah pa%anan
Terapi a*al 6arisella dalam ,/(/@ %am
timbulna rosh .o #G@:: mg 3 hari
<arisella pneumonia
TG7 asiklo6ir I< do # mg&Kg #G
) 6ial #:: mg

,(# hari setelah ge%ala timbul
Atau do ):()# mg&Kg tiap @ %am
( I< 3 hari
Ker%a asiklo6ir 6olsiklo6ir pada !os!orilasi
8oskar6et .>A polmerase
TG 6arisella untuk imunokompromise
Asiklo6ir ): mg&Kg I< ): hari
Fandidiasis Lab 7 pseudohi!a & blastospora
Tinea lab 7 hi6a & arthrospora
?i!a !ilament pan%ang atau untai
dari sel
Pada tinea hi!a sebagai , garis se%a%ar
terbagi o& sekat & ber2abang
Pseudohi!a "hi!a semu$
struktur menerupai hi!a dengan
penempitan, pd tampak adana
sekat
Serangkaian blastospora "tunas dari
sel induk$ ang meman%ang &aksila
tetap meleskat satu sama lain
Arthrospora "spora berderet$
struktur ang dihasilkan dari
!ragmentasi sebuah hi!a men%adi sel(
sel tersendiri
0lastospora
Struktur sederhana ang terbentuk
dari proses pertunasan dengan
pemisahan tunas selan%utna dari sel
induk
PE>UAKIT UA>B .ISE0A0KA> OLE?
0AKTERI
Pioderma
C
o Impetigo bulosa Strepto22o2us beta
hemoliti2us
o Impetigo bulosa Staphlo22o2us aureus
o 8olikulitis Strep. aureus
o 8urunkel&karbunkel Strep aureus
o Ektima strep.beta hemoliti2us
o Pronikia strep. aureus dan Strep beta
hemoliti2us
o Erisipelas strep 0eta hemoliti2us
o Selulitis idem
o Plegmon idem
o Ul2us piogenik kuman "($ gram
o Abses multiple kl%. Keringat strep aureus
o Staphlo22o2al S2alded Skin Sndrom "Sa$
strep. aureus
T0F kutis '. tuber2ulosis
Kusta '. Leprae
8rambusia treponema pertenue
Eritrasma 2orneba2terium minusitimum
P?S ke2 Trikomoniasis
PE>UAKIT UA>B .ISE0A0KA> OLE? <IRUS
?erpes Moster 6irus 6arisella 4oster
?erpes simpleks 6irus herpes simpleks "6irus
herpes hominis$ tpe I atau tpe II
<eruka 6irus papiloma
Kondiloma akuminatum 6irus papiloma
humanus
'oluskum kontagiosum 6irus poks
<arisella 6irus 6arisella 4oster
<arriola PoG 6irus 6ariolar
AI.S
?epatitis 0
PE>UAKIT UA>B .ISE0A0KA> PARASIT
?EEA>
Pedikulosis pedi2ulus
Pedikulosis pubis phtirus pubis
S2abies sar2optes s2abei 6ar hominis
Freeping eruption an2lostoma bra4iliense+ A.
2aninum
PE>UAKIT 'E>ULAR SELUAL
IB>S
Fhlamdia tra2homatis
Ur2oplasma urealti2um.
A.m2oplasma hominis
Bardnerella 6aginalis
Alergi
0akteri
Bonore
?erpes simpleks <?S tpe I & II
Trikomoniasis T. 6aginalis
<aginati2 ba2terial gadnerella 6aginalis
Si!ilis treponema palidum
Lim!ogranuloma 6enerium "LB<$
Fhlamdia tra2homatis
Ul2us mole haemophilus du2re
Branuloma inguinale .ono6ania
granuloma
AI.S ?uman Imunode!i2iensi <irus
S2abies
'oluskum 2ontagiosum
PE>UAKIT UA>B .ISE0A0KA> OLE?
AA'UR
'ikosis pro!unda
Fontoh 7 aktinomikosis+ nokardiosis+
blastomikosis+ kosidiomikosis+
histoplasmosis
'iksosis super!i2ialis
.ermato!itosis 7 tinea kapitis+ tinea
barbe+ t.kruris+ t.pedis et manum+ t.
unguinum+ t. korporis
>on dermato!istosis7
Pitiriasis 6ersikolor
Piedra hitam
Piedra putih
Tinea nigra palmaris
Otomikosis 2andida
Keratomikosis
>ikosis intermediate mukosa
2andidosis 2andida albi2ans
.r. Sani
AA'UR
Tinea 2apitis
'eradang
Bra pat2h ring*orm
0la2k dot ring*orm
Tidak meradang
Kerion selsi
):
8a6osa
Tinea barbe
Tinea 2orporis
Tinea manum
Tinea kruris
Tinea pedis
Interdigital
Papula skuamosa
<esikolor akut
Tinea unguinum
o Bra Pat2h & 0la2k dot ring*orm
Anthropaphilik
o Kerion selsi & !a6osa
Moo!ilik
o Interdigital+ papula sKuamosa+ 6ersikolor akut
Anthropopilik
Prognosa dubia ad bonam or dubia karena
manusia merupakan habitatna sehingga
susah untuk dibasmi+ dan sering kambuh
o TG sistemik 5 topi2al boleh digunakan bersama(
sama karena untuk memperpendek per%alanan
penakit
o Sistemik Briseo!ul!in & golongan a4ol
E!ekti6itas sama
o ?ana sa%a pada Briseo!ul!in tidak bisa
membasmi kandida
o Bolongan a4ol spektrum luas+ %amur kandida
%uga dibasmi
o 8aktor pen2etus terhadap %amur semua
penakit & tindakan sng dapat menurunkan
imunitas seluler
o AG 7 gatal harus
o Predileksi dimana a%a
o Sumber penularan 7 binatang+ tanah manusia
o PG !isik %amur7 plaKue kemerahan&hitam+ tepi
akti!+ sKuama "5$+ sentral healing "5$
o Sentral healing tidak berlaku untuk T. unguinum+
Tinea 2apitis+ tinea barbe. ?ana pada daerah
ang tidak berambut
o Usul pemeriksaan7
Sediaan basah dengan KO? ):D selain T.
pedis
Sediaan basah dengan KO? ,:D Tenia
pedis
Karena kulit lebih tebal
o Alat 7 Blass ob%ek dan deek glass
o Fara mengambil sediaan
Tentukan lesi terbaru
0ersihkan lesi dengan al2ohol+
keringkan
Kerok dengan skapel pada tepi ang
akti!
Tampung dengan kertas
Taruh di atas ob%ek glasss beri KO?
Tutup dengan de2k glass
Lihat di ba*ah mikroskop
o Ob%ek glass bebas dari lemah 2ara beri
alkohol+ panggang diatas lampu bunsen.
<IRUS
Semua penakit kulit gol .>A ke2uali AI.S
R>A
Terdiri dari - golongan7
). PoG6iridae
<ariola
'oluskum 2ontagiusom
6aksiria
,. ?erpete6iridae
<arisella
?erpes simpleks
?erpes Moster
-. Papo6iridae
<eruka
Kondiloma akuminata "6eruka
akuminata$
/. Adeno6iridae
<ARISELLA
?arus ada / point7
KU 7 bintil kemerahan&bintil berisi air
Perubahan lesi bergelombang
Penebaran Sentri!ugal
Sumber penularan
Komplikasi 6arisela multiorgan 7 karena
merupakan penakit sistemik
Pneumonia paling sering karena
aerogen
Ense!alitis
Blomerulone!ritis
Karditis
?epatitis
Keratitis+ kon%ungti6itis
Otitis
Arteritis
An%uran dan saran7 harus diisolasi ra*at
inap
))
?. Moster pasti pernah terin!eksi 6arisella
An%uran&saran pada penakit kelamin7 obstinensia
hubungan seGual
... Tinea7
Psoriasis
.. Seboroik
Pada S
/
kerokan kulit s*ab dari
tenggorokan
8olikulitis keradangan !olikel rambut ang
tidak diikuti %aringan sekitarna
Antibiotik ang baik untuk kulit 7 eritromisin dan
klindamisin7 Semua penakit in!eksi beri
antibiotik minimal 3 hari
Etiologi Penakit kulit 7
). 0akteri
,. <irus
-. Aamur
/. Parasit
#. Tumor
1. Trauma
3. ?ormnal
@. Bangguan metabolisme
C. Bangguan kerentanan
):. Kongenital
.ermathopita golongan %amur ang
menebabkan dermatopitosis+ dengan si!at
men2ernakan keratin+ termasuk kelas !ungi
imper!e2ti ag terbagi dalam - genus+ aitu7
mi2rosporum+ tri2hophton & epidermophton
Keistime*aan
.apat menerang epidermis sp
stratum basale
'enimbulkan keluhan obekti! 7 gatal
Luka pan%ang dan ber2abang+ spora
berderet(deret
0ukan merupakan !loranormal tubuh
A!initas terhadap keratin tinggi
>on dermathopta kelainan kulit ang
disebabkan o& %amur selain golongan
dermathopta+ seperti mallase4ia !ur!ur+ piedraia
hortal+ tri2hosporon+ belgelii+ 2ladosporium
*erne2kii
Keistime*aan
'enerang epidermis
Keluhan subekti! lebih ringan atau
tidak ada
?i!a pendek(pendek+ spora bulat+ tidak
berderet
'erupakan !lora normal tubuh
"bisa !lora normal tubuh$
A!initas terhadap keratin rendah
Alasan pembagian se2ara topogra!i pada tinea
Untuk memudahkan diagnosa karena tidak
ada predileksi
Lebih mudah mengetahui+ penebab
sehingga terapi kausa dapat dilakukan
dengan lebih spesi!ik
Tanda klinis+ tinea 2apitis pada kulit dan
rambut
Kulit7 sKuama + krusta+ tanda radang
sikatrik7 kemerah(merahan+ papul merah
Rambut7 kusam&abu(abu&tidak berkilat+
kering mudah patah dan di2abut
Skabies atpik7
). Skabies pada bai seluruh tubuh
Karena epidermis tipis di semua
permukaan tubuh
,. S. Pada orang bersih seli sangat
minimal "skabies in a 2lean$
-. S. In2ognito oleh karena steroid
tanda&gG 5
/. S. >odularis nodul agak besar dan
tahan lama "bulan(tahun$
#. S. .itularkan he*an tanda(tanda "($
terutama an%ing. Karena si!at host tidak
sama ia tidak suka di tubuh manusia
sembuh sendiri
1. S dengan si!ilis golongan pedikulus
3. S. >or*egia H S. Krustosa
Krusta pada seluruh tubuh
?iperkeratosis
Perkembangan penakit 2epat
Kuku distro!ik
Sangat menular
Batal minimal sekali
Tungau dalam %umlah ang besar
Terutama retardasi mental+
psikosis+ kelemahan !isik gangguan
imunologik
0asil lepra 7 tahan asam tunggal dalam berkas
se%a%ar+ atau dalam masa berbentuk bola. Tidak
tumbuh pada pembenihan buatan pada
pembenihan bakteriologik ang tidak hidup
En4im ang terkandung 7 o(di!enoksidase
.apat dilihat dengan pe*arnaan Mi2nl(
>eelsen
.i luar tubuh dapat hidup selama ,(C hari
'asa pembelahan 5 ,: hari
),
.inding sel kuman tahan asam terdiri dari
peptidoglikan+ arabinogalaktan & lipid+ #:D
dari lipid ini asam mikolat "inilah ang
menebabkan si!at tahan asam$
Selsun 7 shampoo )D untuk dermatitis
seboroik pada kepala "selenium disul!ide )D$
dan tinea 6ersikolor e!ek toksik rendah
Khasiat KST topi2al 7 antiim!lamasi+
antialergi antipruritus+ antimikotik dan
6asokonstriksi
.r. Sani Eid%aa+ Sp.KK

Lapisan epidermis de*asa mempunai - %enis sel


utama aitu
Keratinosit
Sel langerhands
'elanosit

Selain tinea unguinum+ tinea pedis


Paling susah sembuh karena Stratum
korneumna paling tebal

<irus 6ari2ella 4oster ang menerang *anita


hamil trimester I dapat ter%adi7
Kelainan kongenital
Abortus
Tidak ter%adi apa(apa atau bai lahir sehat
karena 6irulensi kuman kurang
sehingga tidak menimbulka kompllikasi

BO pada *anita lebih berbahaa dari pria karena


asimptomatis sehingga prognosa lebih buruk

Kegagalan terapi tinea karena7


Penggunaan obat ang tidak sesuai
Si!at kuman antro!o!ilik&suso
Resistensi kuman terhadap obat
Tidak dapat mengeliminasi pada penebab
pen2etus

Komplikasi dermatitis
In!eksi sekunder
Eritroderma

Penebab eritroderma
Perluasan penakit kulit seperti psoriasis+
pem!igus !oliaseus+ .. Atopi+ pitiriasis
rubra pilaris& Liken planus
Alergi obat se2ara sistemik
Penakit sistemik termasuk keganasan

Patogenesis .. Seboroik reakti6an glandula


seba2ea
Sebab 7 !ungsi kelelahan+ stres emosional
atau in!eksi+ makanan berlemak

BO pada *anita+ pada mulana hana ser6iks


uteri ang terkena in!eksi ser6isitis
Uretritis+ parauretritis+ bartholinitis+
salpingitis+ PI.

Semua antibiotik dapat digunakan untuk BO

Aika tubuh seseorang kontak dengan kuman


'. lepra ada / kemungkinan ang ter%adi
Resisten terhadap in!eksi
Timbul in!eksi subklinik
Timbul stadium intermediate
Tampak penakit kusta dengan salah
satu tpe spektrumna aitu 7
TT+LL+0T atau 0L

Seluruh komplikasi penakit kusta meliputi7


Komplikasi %ar oleh karena
In6asi!nasi! m.Lepra
Komplikasi oleh karena reaksi
Komplikasi oleh karena imunitas ang
menurun
Komplikasi oleh karena kerusakan
sara!
Komplikasi disebabkan resisten
terhadap obat antikusta

8aktor pen2etus timbulna reaksi kusta7


Setelah pengobatan antikusta ang
intensi!
In!eksi rekuren
Pembedahan
Stres phisik
Imunitas
Kehamilan
Saat(saat setelah melahirkan

Pada prinsipna pengobatan reaksi kusta


terutama ditu%ukan untuk7
'engatasi neuritis untuk men2egah
agar tidak berkelan%utan men%adi
paralisis or kontraktur
Se2epatna dilakuan tindakan agar
tidak ter%adi kebutaan bila mengenai
mata
'embunuh kuman penebab agar
penakitna tidak meluas
'engatasi rasa neri

Prinsip pengobatan reaksi kusta7


Pemberian obat antireaksi
Istirahat atau imobilisasi
Analgetik+ sedati! u& mengatasi neri
Obat antikusta diteruskan

Untuk semua tpe reaksi+ bila tidak ada


kontraindikasi+ semua obat antikusta dosis
penuh harus tetap diberikan
)-
Untuk membunih kuman agar penakitna
tidak meluas
Untuk men2egah timbulna resistensi
.engan memberikan obat(obatan
antikusta saat pengobatan reaksi+ kadang(
kadang %ustru akan menimbulkan reaksi
pada *aktu obat antikusta tersebut
diberikan kembali

Ri!ampisin merupakan obat utama bagi pasien


!enomena lu2io ang belum pernah mendapat
pengobatan antikusta Pemberian KST seperti
pada pengobatan E<L

Fara pemberian KST pada reaksi lepra


.imulai dengan dosis tinggi atau sedang
Bunakan prednison atau prednisolon
Bunakan sebagai dosis tunggal pada pagi
hari
.osis diturunkan setelah ter%adi respon
maksimal
.osis steroid dapat dimulai antara -:(@:
mg prednison&hari dan diturunkan #():
mg&,minggu sebagai berikut7

, minggu I H -: mg&hr

, minggu II H ,: mg&hr

, minggu III H )# mg&hr

, minggu I< H ): mg&hr

, minggu < H # mg&hr

Kegunaan indeks bakteri "I0$ pada '?


'embantu diagnosa
'embantu menentukan klasi!ikasi
spektrum '?
'enilai hasil pengobatan

Kegunaan Indeks mor!ologi7


'enilai hasil pengobatan
'engetahui resisten basil terhadap
pengobatan
'engetahui in!e2tiousitas penderita

.engan pengobatan ang baik


I' ; 2epat menurun&berubah 7 I0

I' ang meningkat lagi setelah pengobatan7


Penderita tidak makan obat
Bangguan absorbsi obat
Resisten terhadap obat
0 .r Sani Eid%aa+ Sp.KK

.. Atopi berbeda dengan .. kontak alergika


karena proses imuna beda
.. atopi reaksi hipersensiti!itas tpe I
.. alergika reaksi hpersensiti!itas
tpe I<

>SBI ">on Spesi!i2 Benitalia In!e2tion$


hana ter%adi pada *anita

>S> ">on Spesi!ikUretritis$ hana untuk pria


hana untuk pria

.isebut >on Spesi!ik7 karena


.engan pasilitas lab. 0iasa
"sederhana+ misalna gram+ KO?$
tidak ditemukan kuman "gonokok+
2andida albi2ans+ Tri2homonas
6aginalis & Bardnerella 6aginalis$
sehingga memerlukan pemeriksaan
ang lebih khusus
Sebagai patokan diagnosa dilihat
%umlah leukosit

Tahapan pemeriksaan penun%ang untuk


menegakkan diagnosa BO
Sediaan lagsung Bram

.itemukan diplokokus negati!(


gram intrasel dan ekstrasel

Kultur media Thaer 'artin


o Isolasi gonokokus
"Selekti!$
Tes de!initi!

Tes oksidasi "5$ >eisseria


sp. Karena termasuk 'O.
Merob 4ng mengh4silkan
sitokrom oksidasi

Auga untuk membedakan


koloni Enteroba2teria22ae "($
dari koloni Pseudomonas sp "5$
0ila hasil "5$ diteruskan dengan

Tes !ermentasi
o Koloni >. Bonorrhoeae
!ermentasi glukosa
o 'altosa& sakarosa "($
o 0ila hasil tes oksidasi
"($ %angan diteruskan tes
!ermentasi

Penanganan& ren2ana ker%a untuk pasien '?


tpe '07
Pengobatan selama ), bulan dengan7

Ri!ampisin 1::mg setiap bulan

..S ):: mg setiap hari

Klo!a4imin7-::mg tiap bulan+


diterskan #: mg aetiap hari
Tiap bulan pasien mengambil obat 5
dilakukan pemeriksaan klinis
)/
Tiap 1 bulan dilakukan pemeriksaan klinis
5 bakteriologis
Aika masa pengobatan habis habis+ klinis
dan bakterioskopis membaik7 R8T
"release 8rom Treatment$ arti7
penghentian pemberian obat tapi penderita
tetap memeriksakan diri "klinis dan
bakterioskopis$ minimal setiap tahun
selama # tahun
0ila bakterioskopis tetap negati!& klinis
tidak ada reakti!an baru

R8F "Release 8rom Fontrol$

.ari penelitian lama pengobatan '? tpe '0 ,


tahun

AI.S 6irus R>A


o 8ase
Klinis "($ Klinis "($
Klinis "5$
Lab "($ Lab "5$
EP Sero A0 "5$ ARF
- bulan 3(): tahun
,+# tahun
EP 7 Eindo* Phase
ARF 7 AI.S Related 2ompleG
Penderita ARF paling sedikit harus mempunai ,
ge%ala klinis & , kelainan lab "persistent
generali4ed lmphadenopath sndrome$
Be%ala Klinis 7
Pembesaran KB0 noninguinal
Penurunan 00 ;):D
Panas ;-@
o
F Intermiten atau lens
menus
.iare
Lemah
Panas malam hari
0erlangsung selama - bulan tanpa
dapat diluangkan sebabna
Kelainan Lab 7
Penurunan %umlah lim!osit T(
penolong "OKTA$
Penurunan rasio lim!osit T(
Penolong 0anding lim!osit T(
Pemusnah "OKTM$ "> )+)()+@$
Anemia+ leu2openia+
trombositopenia atau
lim!openia+
hipergamaglobulinemia

.i indonesia pemeriksaan ELISA ang di


kom!irmasi dengan *estern blot E?O(PFR

Uang terserang AI.S usia produkti!

Penularan 7 AI.S paling banak karena


hubungan seGual+ lebih 2epat menular
dengan 7
.onor darah
Aarum suntik

Reseptor F.(/ berpotensi terserang ?I<

Eanita hamil dengan AI.S /:(1:D


menularkan pada %anin se2ara uteroplasenta

Pemeriksaan !isik
'enatukan temuan ob 5 sub
Temuan Ob

Inspeksi

Palpasi

Alat bantu
?asil temuan obekti!

Pemeriksaan laboratorium
'ikroskopik
Kultur
Pemeriksaan Kimia
Tes alergi
Tes !ungsi kulit

Pemeriksaan organ lain


EG tubuh bagian dalam
Penakit primer menebar
EG berhubungan dengan penakit
sistemik
Terapi obat tertentu
.r. Sani E+ Sp.KK

Kalo u%ian 7
Sebut ang positi! a%a
Aangan gunakan biasana&kadang(
kadang
?arus sistematik
Aangan berbelit(belit
Tidak ada kata(kata obser6asi karena
semua bisa dilihat

Ulkus durum7
Soliter
0ersih
Tepi krepitasi
Tidak neri
0isa sembuh sendiri
)#

Furiga si!ilis7
Papula eritem
Tidak gatal
0ertato
Usia produkti!

Tenia Pedis
<esikular akut
?iperkeratotik "banak sisik$
Interdigital

Kandidosis
Lesi satelit khas tanda patognomonis
'enerang7 khas+ mukosa+ mukokutan
Lesi satelit 7 lesi ang terletak di luar
kumpulan

Tenia 7
tepi lesi akti!
sentral healing

Penakit menular seGual "P'S$

.e!inisi 7 Penakit ang ditularkan melalui


akti6itas seksual

Etiologi 7
0akteri
<irus
Aamur
Parasit

Aenis P'S
0akteri 7

BO

Si!ilis

Branuloma inguinal

0akterial 6aginalis

LB< "Lom!ogranuloma <enerium$

Uretritis non spesi!ik ulkus mole

Ulkus mole
<irus 7

AI.S

?epatitis 0

?erpes simpleks

Kondiloma akuminata

'olus2om kontagiosa

Aamur
Tinea 2ruris V
Kandidosis 6aginalisV
Tri2homonas 6aginalis

Parasit 7
Pedi2ulosis pubisV
Skabies

V 7P'S ang %uga dapat ditularkan selain


melalui akti6itas
SeGual

Pemeriksaan penun%ang7
Pemeriksaan bakteriologik

Bram+ giemsa+ kultur


Pemeriksaan serologik

STS+ Elisa+ Eestern 0lot+ ?0s


Ag
Pemeriksaan %amur&mikologik

Sediaan basah+ KO? ):D+


Kultur
Pemeriksaan 6irulogik

T4ank tes+ kultur

0ahan(bahan pemeriksaan
Urine
Selotip test untuk parasit
Sekret 6agina
Sekret uretra
Sekret lesi&ulkus
Sekret kelen%ar "bartolinitis$
.r. Banda+ Sp.KK

.ermatitis 7 kontak alergi+ iritan+ atopik+


neurodermatitis+ numularis+ statis

Pioderma

'ikosis super!i2ialis 7 Pitiriasis 6ersikolor+


dermato!itosis+ kandidosis kutis

In!eksi 6irus7 6arisella+ ?erpes Moster+ ?erpes


Simpleks+ Tak+ 6eruka 6ulgaris+ kondiloma
akuminata

Penakit parasit he*an 7 skabies+ pedikulosis+


kutaneus lar6a migrans

'orbus ?ansen

T0F Kutis
T0F kutis 6erukosa
Sklu!uroderma

A
-
F
,
7 Penakit Eritroskuamosa7
Psoriasis+ pitiriasis rosea+ dermatitis
seboroik+ eritroderma

A
-
F
-
'iliaria
Prurigo
Ulkus tropikum
8rambusia

A
,
F
,
Erupsi kulit akibat obat
Urtikaria
)1

A
,
F
)
Akne 6ulgaris
'elasma

A
)
F
,
Tumor kulit
Penakit kulit berlepuh7

Pem6igus 6ulgaris+ dermatitis


herpeti!ormis+ kruris duhring+
pem!igoid bulosa+ epidermolisis

0. Penakit kulit darurat


SSSS+ >ET+ SAS+

A
-
F
-
P'S
U>B+ Bonore+ Si!ilis std I+ IF.+ Ulkus
mole+ LB< tanpa komplikasi+
6ul6o6aginitis tanpa komplikasi

A
,
F
,
Si!ilis stad. II

A
)
F
,
AI.S

Keterangan7
A
)
7 .iagnosa dan meru%uk
A
,
7 .iagnosa dan tatalaksana
sementara&a*al 5 konsul ke dokter Sp.KK
A
-
7 .G 5 terapi meneluruh tanpa meru%uk
07 penanggulangan kedaruratan ang
mengan2am %i*a
F. Pen2egahan&penuluhan

F
)
7 Pasien

F
,
7 Keluarga

F
-
7 'asarakat

Pem!igus
P. <ulgaris 6ulgaris 7 umum
P. <egetans
P. 8oliaseus
P. Eritematosus
P. 0rasiliensis

.ermatitis eritroskuamosus
Psoriasis
Parapsoriasis
Pitiriasis rosea gilbert
Pitiriasis rubra pilaris
Eritroderma
.. Seboroik
Likhen ruber planus
Likhen ruber ritidus
.r. Banda+ Sp.KK

.ermatitis >on 0akterial


.. <esikobulosa
.. Eritroskuamosa
Penakit %aringan kolagen serat
kolagen di dermis
Kelainan pigmen
Keratosis abnormal
Penakit .arier
Penakit Keiter
'iliaria Sumbatan kelen%ar keringat
?iperhidrosis Prod. Kel. Keringat
;;
Pom!oliks7 gangguan kelen%ar
Akne 6ulgaris gangguan kel.
Sebasea di pori(pori
Pen. Kulit akibat de!. <it dan Bia
Sind. Sturge(Eeber "angiomatosa
en2ephalo!a2ial$

.ermatitis 6esikobulosa7
.. ?erpeti!ormis
Pem!igus
Epidermolisis bulosa herediter
?erpes gestations
Subkorneal pustulosa dermatosis
"SP.$ "Pentakit Sne2klon Eilkinson$
Pem!igoid bulosa

Eritroderma7 eritem dan sKuama seluruh tubuh


0entuk klinis7

Akibat alergi obat se2ara


sistemik

Akibat perluasan pen. Kulit


eritroderma psoriasis

Akibat penakit sistemik


termasuk keganasan

Idiopatik eritroderma

Penakit %aringan kolagen


Lupus eritematosus
Skleroderma kulit keras+ kaki+ bila
ter%adi sistemik prognosa buruk
"mengenai m. usus sehingga ter%adi
ileus obstruksi&paralsis$
.ermatomiositis
Sklerederma udem
Akrosklerosis
Periatritis >odusa

Kelainan pigmen
Poikiloderma
<itiligo
Albinisme
'elasma
)3
Karotenosis kulit kuning s2lera tidak
ikterik "biasana karena banak makan
*ortel+ *aluh$ .. 7 li6er disease
Sindrom <ugt(Koanagi(?aroda

Tanda khas psoriasis


Tanda Auspit4 7 skuama dikerok dengan
skapel tumpul lapis demi lapis akan
tampak bintik(bintik perdarahan+ karena
pada psoriasis ter%adi hiperpapilomatosis
"?isto PA$
Tetesan lilin 7 bila lesi digores timbul
seperti lilin di gores karena ada perbedaan
indeks bias
Tanda Kobner 7 bila kulit normal di sekitar
lesi dibuat truma tumpul akan timbul lesi
ang sama. 0iasana mun2ul 3(): hari

Aadi saat pemeriksaan !isik kita pro6okasi untuk


tanda kobner+ maka tanda tidak mungkin bisa
langsung mun2ul+ %adi 2ukup ditulis belum
die6aluasi.

>amun tanda Kobner buisa "5$ saat pasien datang


akibat garukan pasien sendiri di rumah

Tanda Kobner ada pada7


Li2hen planus
<eru2a 6ulgaris
Psoriasis

Psoriasis pustulosa 7 ter%adi akibat rebound


phenomen dari terapi psoriasis7 Pus bersi!at steril
tidak ada bakteri

Pitting >ail 7
Psoriasis
.ermatitis atopi

Pem!igus 6ulgaris 7 >i2olsk sign "5$


0ula ditekan akan melebar
Kulit sekitar lesi ditekan akan terkelupas
"Epidermolisis$

Untuk membedakan dengan bula oleh 6irus+ maka


lakukan T4ank tes7 dasar bula di 2at akan tampak
sel datia berinti banak

Pitiriasis rosea
Khas ?arold Pat2h "lesi induk$

Lon%ong

Sumu pan%ang mengikuti lipatan kulit


Lesi ke2il(ke2il memberigambaran seperti
pohon 2emara terbalik

.istribusi lesi
Beneralisata masih ada kulit normal
Uni6ersal tidak ada kulit normal
.r Sani.

Pada penakit kukel Anamnesa ang benar


dapat menentukan @:D diagnosa

Keputihan pada anak C:D kasus kukel

2ondiloma akuminatum BO
Etiologi
'asa inkubasi singkat
Pria dan *anita
Anamnesa ri*aat 2oitus suspe2tus
Be%ala 7

ken2ing nanah "duh tubuh$

OUE ektropion merekah


mera
Keduana khas timbul bila lesi belum
minum obat
Khas pria
Eanita asmptomati2
Komplikasi pria di luar uretra7

Benital

Testis+ skrotum

Luar genital
TG semua antibiotika
TG BO dengan komplikasi berbeda
Keputihan

8isiologis

Patologis
.uh tubuh pada *anita sulit.
0iasana bila pasien datang berobat
patologis

P'S Suddent death


Ter%adi pada si!ilis "Std. III$+ dimana ter%adi
komplikasi kardio6askuler aneurisma aorta

?idrokortison merupakan preparat


kortikosteroid ang terlemah paling banak
tersedia

Psoriasis harus dengan KS ang kuat


dengan hidrokortison tidak mempan biasana
digunakan deGamethason

'elanosit terdapat di stratum basale


Stratum basalis
Sel kuboid mengandung melanosit
Sel kolumner !ungsi mitosis

BU'A 7 in!iltrat sirkumkrip+ kronis+ biasana


melunak dan destrukti!
P'S

0akteri
Neisseria &onorr'oeae7 Uretritis+
epididimitis+ ser6isitis+ proktitis+
!aringitis+ kon%ungti6itis+ 0hartolinitis
('lam)dia Trac'omatis7 Uretritis
)@
M)coplasma 'ominis: Prokititis+
salpingitis
Vreoplasma ureol)ticum7
Lim!ogranuloma 6enerium
Treponema palidum7 si!ilis
&ardnerella %aginalis 7 6aginitis
*ono%ania granulomatis 7 Branuloma
inguinale

<irus
+erpes simplek %irus 7 ?erpes genitalis
+erpes B %irus 7 ?epatitis !ulminant
akut& kronik
+uman Papiloma Virus7 Kondiloma
akuminata+ papiloma laring pada bai
Moluscom Kontagiosum 7 molus2um
kontagiosum 6irus
+uman imunode$isiensi7 AI.S <irus

Proto4oa
Tric'omonas %aginalis 7 <aginitis+
uretritis+ balanitis

8ungus
(andida Albicans 7 <ul6o6aginitis+
balanitis+ balanopostitis

Ektoparasit
P't'irus pubis 7 Pedi2ulosis pubis
arcoptes cabei %ar 'ominis 7 Skabies

0eda
0eda Ulkus .urum Ulkus mole
Etiologi T. Palidum
Ke2il+ tidak neri+
tekan dasar bersih+
dasar menggaung
indurasi "5$
Aml ulkus )(, sa%a
?.du2rei
Lesi pertama 7
makula kemerahan
di genital
papul&pustul
ulkus ke2il+ lunak+
indurasi "($ T
2a*an+ tepi tdk rata
bergaung+
dikelilingi halo
eritematosa tertutup
%aringan nekrotik
dasar %ar granulasi
mudah berdarah+
neri "5$
0eda Fondiloma lata Fondiloma
akuminatum
Etiologi T. Palidum
Permukaan rata
ditutupi krusta
Paporo 6irus
Lesi berupa 6eru2a
ang tumbuh spt+
bertangkai+
berkumpul
bunga kol& %enger
aam
Terapi ulkus durum+ penisilin B ben4otin dosis ,+/
%t unit ")G$
Tata nama & klasi!ikasi
Etiologi 7 .ermatitis kontak+
radiodermatitis+ . medikamentosa
'or!ologi7 .. Papulosa+ .. <esikulosa+
..nadidens+ ..eks!loliati6a
0entuk7 .. >umularis
Lokalisasi 7 .. Intertriginosa+
..Interdigitalis+ ..manus+ ..generalisata
Per%alanan penakit7 ..Akut+ ..subakut
..Kronis

?erpes genitalis
<esikel per2abangan erosi+ bukan ulkus
seperti pada ulkus mole
Khas7 berkelompok
.r Sani. E+ Sp.KK

Alergodermi
.ermatitis
Penakit ga*at darurat kulit SAS 5
TE>
Penakit kulit lain7

Urtikaria pato!is 7
imunologi&nonimunologi

8irst drug eruption

Tpe morbili!orm

Eritroderma
Sarat alergi7

Sistem imunitas baik

Ada antigen
Interaksi AB 5 A0 reaksi
hipersensiti!
kerusakan %aringan tubuh
alergi
Alergi7 mekanisme pertahanan tubuh
ang ter%adi se2ara berlebihan
Antigen 7

'akanan

8okus in!eksi

Obat(obatan

Penebab non imunologik7


.ermatitis. Seboroik
.ermatitis. Eksematoid in!eksiosa
.. Statis

Reaksi hipersensiti!
)C
Tpe I
Tpe II
Tpe III
Tpe I< tpe lsmbst ang berperan
bukan antibod tapi sistem lim!osit T

Pola tpe 2epat ang berperan


Antigen
Antibod substansi g terdiri bahan
kimia disebut imunoglobulin "Ig$ IgB+ A+
'+ E+ .
Komplemen + berperan dalam

Opsonisasi

Kemotaksik
'ast 2ell mengeluarkan 4at aminoakti!
aitu histamin "terseringW+ lekotrin$

Si!at obat antihistamin


'elapis dinding sel mast agar tidak pe2ah
mengeluarkan histamin
0erkompetensi dengan reseptor 82
"menempati tempat reseptor$
'enetralisir histamin ang sudah ada
dalam darah

Tidak ada obat ang mempunai - si!at di atas


sekaligus+ %adi hana puna ) si!at sa%a. Ealaupun
begitu kita sebaikna hana menggunakan satu
ma2am obat sa%a

Obat antihistamin ang baru7


Long a2ting ")G) sehari$
E!ek mengantuk "($
Keruugian mahal

IgE spesi!ik dimiliki o& orang ang puna bakat


alergi

Penakit imuno2omprimise bisa menimbulkan


alergi

Penakit AI.S+ dimana sistem imun tidak


ber!ungsi sehingga tidak menimbulkan alergi

Pola lepra7 ang berlaku sebagai antigen aitu


basil lepra ang sudah mati&tidak solid

Si!at alergi7!amilial

Sensitisasi ter%adi pada kontak ang berulang

Prognosa alergi lebih %elek karena penebab tidak


bisa diobati
.r. Sukses
'orbus ?ansen

Klasi!ikasi E?O 7
Pau2i basiller "P0$
'ulti 0asiller "'0$

Kriteria diagnosa
0er2ak kulit ang berkurang rasa&mati
rasa
Penebalan sara! tepi dengan atau tanpa
gangguan !ungsi
.itemukan 0TA positi!
.G7 ditemukan ) kreteria sudah 2ukup
.G sara!7

Sensorik

'otorik

Otonom
Kusta Kering Kusta 0asah
'akula hipopigmentasi
Anestesi
Aumlah sara! ang
dikenai ) 2abang sara!
Lesi 9#
Ke2a2atan lebih banak
timbul
Plakat eritematosa
Anestesi tidak %elas
Timbul pada stadium.
Akhir bentuk seperti
2la*&sto2king "seperti
sarung tangan&kaki$
Aumlah sara! dikena
banak 2abang sara!
Lesi ;#
Ke2a2atan kurang
Pembagian tpe terapi kusta7
Tpe P0 0TA "($
) lesi tunggal dosis tunggal
Ri!ampisin )::mg+ oklasiklin /:: mg+
minoksiklin )::mg "8B'$
Lesi ,(# Roma -bulan
Tpe '0 "), bln$ Ri! ):: mg&bulan
..S ):: mg&hr
gigi
Klo!a4imin -::
mg&1 bln
#:
mg&hari
Tpe P07 R8T 7 , th
'0 7 KPF 7 amati7 lesi baru
Reaksi kusta 7 RG keradangan akut ang
ter%adi pada pG kusta kronik
Penanganan rG kusta7
Istirahat&imobilisasi
Pengobatan antikusta diteruskan
karena u&men2egah resistensi
Analgetik & antipiretik
Obat antireaksi7
Prednison -:(@: mg
Prednisolon
Uang berbeda antara tG tpe I & II adalah
2ara tapperingna
Etiologi reaksi kusta7
In!eksi
,:
Kehamilan
Terapi kusta
Pada u%i sensasi neri+ menggunakan %arum untuk
membedakan tumpul&ta%am
.ikatakan berhenti obat7
Klinis "($
Lab "($
tidak ada kambuh Lagi&in!ersi lo*TG
disebut angka kekambuhan 'T 5 ): hari
Skabies
.iagnosa tersangka 7 - dari /
Pruritus malam hari
0erkelompok "papul$
Ada tero*ongan
TG spesi!ik sembuh
.G pasti7 ditemukan tungau ataupun telur
Fara TG 2utaneus lar6a migrans dengan 2loretil
.isemprotkan pd %arak diameter # 2m dari u%ung
akhir kanalikuli dengan %arak setinggi ,:(-: Fm
Sampai ter%adi pembekuan *arna hitam
.iulangi tiap hari sampai 2a2ing tidak bergerak
lagi
PIO.ER'A
Impetigo Krustosa
Krusta kuning seperti madu
Predileksi *a%ah
Impetigo bulosa
Predileksi daerah tertutup
Folorred bula hipopion pe2ah
membentuk krusta ang dasarna merah
Erisepelas7 *arna 2erah+ batas tegas+
karena sampai dermis sa%a
Selulitis7 *arna kurang 2elah+ batas tegas
Pioderma dengan etiologi sta!ilokokus aureus
%angan beri penisilin&deri6atna. Karena obat ini
tidak mempan akibat adana en4im betalaktamase
ang dimiliki kuman sehingga kemungkinan
resisten besar. Aadi pilih golongan lain seperti
golongan aminoglikosida "eG eritromisin$ atau
golongan se!alosporin "eG se!adroGil$
Pioderma dengan et$ strepto2o22us masih peka
dengan golongan penisilin
Pada kasus B>A biasa disentuh ben4idin(
penisilin dan bertahan ,(/
A0 topikal
Kloram!enikol
Bentamisin
Tetrasiklin
.r. Banda
.ER'ATOTERAPI
Topikal utama
Sistemik
8TU 8inger Tip Unit H :+# gram
?and Unit H I 8TU H :+,# gram
Ea%ah 5 leher H ,+# 8TU )+,# gr
): hr H -: gr
.osis anak
In!ant&9)th H J dosis de*asa
)(/ tahun H )&- dosis de*asa
/ tahun H dosis de*asa
Pembulatan gram untuk memudahkan orang
!armasi
LPT
-1::
BBxTB
H m
,
00 7 Kg T0 7 m
.eGametason 7 balmetason
) amp H ) 22 H # atau / mg
.osis Ekui6alen Kortikosteroid
Kortikosteroid Ekui6alen dosis "mg$
Kortison
Prednison
Triam2inolone
'ethl(Prednisolone
.eGametason
0etametason
,:
#
/
/
:+3#
:+@:
Obat(obat tablet sekarang lebih banak
methl(prednisolon daripada prednisolon
karena e!ek samping lebih rendah
) tablet methl(prednisolon H /7@7)1 mg
) tablet prednison H # mg
.osis prednison
Rendah 7 9 ): mg&hr
Sedang 7 ):(,: mg&hr
Tinggi 7 ,:(1: mg&hr
Sangat tinggi 7 )::()::: mg&hr
Antihistamin
Klasik&sedati! 7 FT'
>on sedati! 7 Loratadin
Ter!enadin e!ek
kardiotoksik
Astemi4ol e!ek
kardiotoksik
A2ti6astin
Setiri4in
Penakit kulit karena 6irus
Klasi!ikasi menurut %enisna
<irus .>A
,)
<irus R>A
Penakit kulit paling bk o&k 6irus .>A
)C@/ indonesia bebas 6ariola
<irus .>A
Par6o6iridae 7 Par6o6irus 0 )C
Papo6o6iridae7 Papiloma 6irus
Adeno6iridae 7 Adeno6irus
?erpes6iridae7 <irus herpes simpleks+ 6arisella
4oster 6irus
Epstein(0ar 6irus+
Ftomegalo6irus
6irus herpes L
PoG6iridae 7 <ariola+ <a22iria+ Fa2ar monet+
2a2ar sapi+ .r! 6irus+ Pseudomonas 6irus+ 6irus
molus2um 2ontagiosum
<irus R>A
OrthomGo6irus 7 In!luensa A+ 0+ F
Rhabdo6iridae 7 <. Stomatitis 6esi2uler
6irus rabies
Toga6iridae7 <.2hikunguna+ rubela
Pla6i6iridae7 <. dengue + demam kering
8ilo6iridae 7 Parain!luen4a+ 6irus parotitis+
6.morbili
"rubella$ 6.sinsisial perna!asan
"RS<$
Retro6iridae ?I< )&,
In!eksi
Laten 7gG klinis "($+ timbul bila ada pG pen2etus
Persisten 7 gG subklinis+ 6irus dorman
0ila ada ge%ala7 panas+ neri+ asimetris maka
pikirkan %uga herpes 4oster
Karena merupakan gG prodromal ?,
Pada ?, thorakalis+ neri menerupai angina
pe2toris
sehingga sering disalahartikan sebagai penakit
%antung
?erpes 4oster generalisata aitu herpes 4oster
dengan 6arisella
?M dulu baru kemudian 6arisella
?M ophtalmikus
Tanda analR
Lesi 6asikuler tunggal pada u%ung hidung
"?ut2hinsonNs sign$
8oreign bod sensationQ in6 the 6ol6ed
ee
Klasi!ikasi neri persisten ?,
>euralgia akut herpetik -: hr dari
Subakut -: hr ") bulan$
Post herpetik neuralgia ; / bulan
'asa inkubasi diketahui untuk men2ari
sumber penularan
Pada 6arisella+ timbulna lesi pada saat
demam
'onomorph7 seu%ud kelainan kulit
eG 6esikel semua+ pustula semua
Pada kasus 6arisella
%angan diberi antipiretik salisilat "eG7aspirin+
aspilet$ karena dapat timbul ree sindrom.
.engan ge%ala7 edem serebri+ degenerasi
lemak di hepar+ mual muntah+ hepatomegali+
peningkatan SBOT(SBPT serta amonia
Klasi!ikasi 6irus herpes hominis "??<$
?S<()
?S<(,
?M<
E0< "??<(/$
F'<"??<(#$
??<(1
??<(3
??<(@
<eruka di tangan tidak bisa menular ke genital
"bentuk kondiloma akuminata$ karena tpe
6irus berbeda
Tpe --+-# tpe ?P< ang dapat
menebabkan Fa(Ser6iks
Pada anak kelainan kulit banak disebabkan
oleh 6irus
.isease7
). 'easles
,. s2arlet !e6er
-. Rubela
/. .ukes disease tidak ada di Indonesia
#. Eritema In!e2tiosa
1. Roseola In!antum
Perbedaan 7
Kla6us <eruka 6ulgaris
0entuk segitiga terbalik
0ila ditekan tegak lurus
akan sedikit karena
menekan sara! di dermis
0entuk bulat
0ila ditekan tegak lurus
tidak sakit tapi bila
ditekan kanan&kiri sakit
Tumor kulit
Tumor %inak 7
Tumor pre kangker
). Klinis "5$ ?isto PA "($
,. Klinis "($ ?isto PA "5$
Tumor ganas
,,
Pseudo2an2er
Klinis "5$ ?isto PA "5$ tapi bisa sel! limiting
dalam per%alanan penakitna
Paraneoplastik
Se2ara klinis tidak ganas+ tapi sudah bermetastase
%auh
Intoksikasi pembuangan ne6us
Kosmetik
'edis "2uriga ganas$
Religius
?isto PA hasilna
Intradermal ne6us
Aun2tion ne6us bentuk datar
Fompound ne6us
Stadium kangker
Stadium Inisiasi
Stadium promosi
Stadium kon6ersi
Aenis kangker
KS0 "Karsinoma sel basal$
KSS "Karsinoma sel sKuamosa$
'' "'elanoma maligna$
.r. Sukses+ Sp.KK
Tinea 2apitis
). 'eradang
a. Kerion paling sering
b. 8a6osa
,. Tak meradang
a. Bra pat2h ring*orm
b. 0la2k dot ring*orm
.. Kerion 7 karbunkel
E!ek samping7 alopesia sikatrika "permanen$
Perbedaan Bra Pat2h .. Seboroik
Predileksi Kepala Tempat lain %uga
ada
Alopesia 5 (
Perbedaan Bra Pat2h 0la2k dot
Putus
rambut
0eberapa di atas
!olikel + rambut
tampak kusam
.i in6era !olikel
rambut+ sehingga
seperti titik(titik
hitam
Sediaan griseo6ul6in 7 biasa+ mikromise+
ultramikromise
Anak sering kandidiasis kutis di leher dan
dipunggung
Sering salah dengan dermatitis & miliaria
Terapi sistemik 7 tergantung luas tidakna lesi
Terapi kandidiasis7
>istatin topi2al tidak bisa sistemik
Briseo6ul6in tidak mempan hana
untuk tinea
Terapi Pitiriasis <ersikolor
Ketokona4ole - tab selama - hr setiap
bulan. 0ila kambuh(kambuhan obat
ditambah - tablet selama - hari&bulan
1 bulan. Kontrol shampo
ketokona4ol+ selenium sul!it )
minggu sekali
Tinea 5 in!eksi anti%amur 5 antibiotik
?ati(hati interaksi obat
EG7 ketokona4ol 5 eritromisin tidak boleh
?erpes genitalis biasa kambuh(kambuhan
.r Sukses+ Sp.KK
Epolat > gabungan a.b topikal
Untuk pemeriksaan dermatitis 5 in!eksi
>eomisin tidak dipakai karena sering
menimbulkan dermatitis alergi. Aadi bila ada
kasus 5 in!eksi
KS topikal 5 ab sistemik
Lesi basah krim+ %angan salep karena tidak
bisa nempel "minak tidak bersatu dengan air:
Lesi kering salep
Sebelum diberi krim dikompres
8ungsi kompres 7
'endinginkan
'embersihkan
Kompres menggunakan kasa+ %angan
menggunakan kapas
karena serat(serat kapas bisa menempel
Obat&bahan kompres7
Ri6anol
>aFl :+C D
Untuk lesi ang luas tidak boleh
dipakai ri6anol+ karena dapat toksik
akibat 4at diserap
Lesi di kepala gel
Pertimbangan KS topikal
). Lesi luas 7 KS lemah hidrokortison
Lesi sempit7 KS Kuat deGamethason
,. .era%at
Akut 7 KS lemah
Kronik 7 KS kuat
-. Usia
Anak dan orang tua 7 KS lemah
.e*asa 7 KS kuat
,-
/. Lokasi lesi
Kulit tipis 7 KS lemah
Kulit tebal 7 KS kuat
Urutan daerah kulit tipis(tebal7
). Palpebra
,. *a%ah
-. Skrotum
/. Leher
#. 8leGor
1. Ekstensor
3. Perut
@. .ada
C. Punggung
):. Telapak tangan dan kaki
.ermato6iridae
Terbanak
<arisella
?erpes 4oster
.osis asiklo6ir pada ?. Simpleks "#G,::mg$
lebih sedikit daripada ?. Moster "#G@::mg$
karena ti6idin kinase pada ?S lebih banak
sehingga hana perlu asiklo6ir sedikit
TG 6arisella
.e*asa 7 asiklo6ir #G@:: mg
Antipiretik 7 de*asa -G#:: mg&G
anak ):()# mg&Kg00&G
0edak salisil supaa 6esikel tdk mudah pe2ah
krn tidak li2in
Krim ab untuk 6esikel g pe2ah
P?S
Etiologi 7 Lekore7
8isiologis
Patologis
Pada de*asa+ BO tidak bisa menerang 6agina
Ser6iks 7
Purtio
Saluran
Ektoser6iks epitel sKuamosa komp.
Tak
0ertanduk
Endoser6iks epitel kolumnar&kuboid
selapis
<agina anak&bai 7 epitel masih kuboid&transisial
sehingga bisa kena BO
Pada BO sample diambil pada endoser6iks
dan !orniks posterior+ karena se2ret banak
terkumpul di sana
Aika masih gadis+ tidak boleh diambil sampe di
endoser6iks& !orniks+ tapi 2ukup ambil di 6ul6a
Etiologi ken2ing nanahna7 BO+ <>S
.eri6at penisilin paling banak resisten "/:D$
untuk tG BO+ sehingga gunakan tG ang lain
0ila tidak periksa lab+ maka tG dengan
Sipro!loksasin #:: mg dosis tunggal
Eritromisin /G#:: mg&hari ") minggu$
.r. Sukses+ Sp.KK
Kandidiasis 6aginalis
Lekore 7
0au asam
Earna putih keruh seperti susu
pe2ah&basi
Batal
Trikomoniasis 6aginalis
0au tidak enak
Earna kekuningan&kuning hi%au
Batal
Sta*b*ee appearen2e dinding
6agina merah
Seperti busa
<aginosis bakterial
0au amis
Earna abu(abu
Batal "5&($
Kriteria oleh A'SEL - diantara / ge%ala7
). p? ; /+#
,. duh tubuh *arna homogen+ putih+ melekat+
berbau+ agak kental
-. Tes amin "5$ tes *hi!! "5$ ) tts
KO?5duh 6agina bau seperti ikan
/. Flue sel pada sediaan basah
Flue sel 7 epitel 6agina g dikelilingi
o&kokobasil sehingga batas sel nggak
%elas
Fara tes amin7 lekore5) tetes KO?
bau amis
Ser6isitis gonore
o Se2ret mukopurulent
o Earna kekuning(kuningan
o 0au busuk
Kasus 7 pasangan keluarga baik(baik etiologi
lekore paling mungkin7
o Kandidosis
o <aginosis ba2terial
Pasangan kurang baik7
o BO
o Trikomoniasis
,/
o >SBI
In spekulo
o <agina7 6aginosis ba2terial+ kandidosis+
trikomoniasis
o Ser6iks7 BO+ >SBI
Terapi kandidiasis7
o Klotrina4ol
o 8lukona4ol
o Inida4ol
o <istatin
o Itrakona4ol ,:: mg ", hari$
):: mg "- hari$
Reaksi id 7 harus ada lesi a*al+ reaksi ang
ditimbulkan oleh %amur atau parasit berupa
6esikel ang timbul di tempat lain reaksi
tpe I<
.osis FT' :+-# mg&Kg 00&hr 7 - dosis
.. boleh , "ang paling dekat$
Pemeriksaan penun%ang ang berguna untuk
pemeriksaan
Sampo ketokona4ol ang bisa digunakan untuk
keluarga ang lain+ karena ber!ungsi %uga untuk
men2egah penularan penakit
Lesi akut di daerah ang tebal "eG. Punggung$
dimana sering berulang sehingga digunakan KS
kuat&medium
Tinea 2apitis
.rug o! 2hoi2e7 griseo!ul!in
Prognosis7 a4as optimisme ang logis ad malam
bila sudah mau meninggal. Aadi harus tetap
optimis dengan dubia ad malam+ %ika memang
benar(benar %elek
Esensial diagnosis neuro!ibrom7
). >euro!ibromas 7 biasana halus+ pedikel+ merah
segar+ papula dan nodula P button holeQ de!ormit
,. Fo!e au lait ina2ule
-. aGillar !re2kles
/. Lis2h module ello* or bro*n papules on the iris
.r. Banda
Skabies
In!eksi sekunder
Kultur kuman penebab

Prognose dubia ad bonam


Pri2k test7 ), alergen makanan
)) alergen hirup
, kontrol "5 & ($
Tes alergi 7 Skin test
0lood test
Penebab kegagalan terapi sabies
Tes lab untk s2abies ada @ ang mana
paling e!ekti!
Sar2optes s2abei berada dimana pada lapisan
epidermis
S. S2abei selotip test 3:D bisa ketemu
Saran 7 kebersihan pribadi 7 kuku
lingkungan
Pengobatan anggota keluarga lain
ResepWWWW
.G penakit lain %uga di2antumkan
Reaksi alergi disangkal
Skabies7 The great immitator III
Skin test7
Alergen hirup akurasi tinggi
Alergen makanan akurasi lemah+ karena
ang diu%i hana berupa ekstrak makanan+
sedangkan alergi ter%adi karena hasil
metabolisme dari makanan tersebut
.iagnosis '?
Bambaran klinik7
Subekti!
obekti!
Pemeriksaan bakteriologis
Pemeriksaan histopatologis
Pemeriksaan serologi
Pri2k test7
'akanan7
Udang
Kakap
Susu sapi
Kepiting
0andeng
Ka2ang mete
Foklat
Kuning telur
Putih telur
Telur "kuning5putih$
Ka2ang tanah
?istamin
0u!!er 2ontrol
?irup
?ouse dust
.og dander
Fat dander
Ri2epollen saite 2ulture
?uman dander
Brasspollen
Fhi2ken dander
'iGed !ungi
,#
'ai4epollen
?orse dender
Ke2oa
?istamine
0u!!er 2ontrol
Pat2h Test Allergens
Potassium .i2hromate :+#D
>eom2in sulphate ,:D
Thiuram 'TL )D
Parophenlenediamine !ree base )D
Fobalt 2hloride+ 1?
,
O )D
0en4o2aine #D
8ormaldehde "in *ater$
)D
Folophon ,:D
FlioKuinol #D
0alsam o! peru ,#D
>(Isopropl(>N(phenl
:+)D
.iagnosa
Eoll al2ohol -:D
'er2apto miG
EpoG resin )D
Porabon 'TL )1D
Paratertiarbutl phenol !ormaldehde
Resin

)D
8ragause miG @D
Suaternium O)# )D
>i2kel sulphate+1?
,
O #D
#(Fhloru(,(metnl(/(isothia4olin(-(one
"-7) in *ater$
,D
SesKuiterpene la2tone miG
:+)D
Primin :+:)D
.r. Sukses
Asiklo6ir topi2al diberikan pada kasus
?erpes simpleks pertama.?S ang
rekurent masih men%adi pertentangan
.osis /G/:: mg&hr "untuk anak$
Asiklo6ir7 patogenesis tidak begitu baik
karena penerapan di BIT tidak tentu
<arisella
<esikel tidak boleh pe2ah untuk men2egah
in!eksi sekunder+ karena berarti membuka
lpkus minores terhadap bakteri
Se2ara kosmetik ge%ala sisa lebih baik
bila 6esikel pe2ah sendiri daripada bila
senga%a dipe2ah
Pen2egahan
<itamin
Isolasi
Imunisasi akti!7 6aksin 6asiliG
Imunisasi pasi! Ig E
.. Seboroik
Topikal7 selenium sul!ide )D 2ream dioles
tipis pada lesi ,Gsehari diamkan )#(-: menit
Sistemik7 ketokona4ol )G) tab ,::mg "):hr$
Loratadin ): mg )G) tab
0edak untuk lesi kering
'enthol :+#&)D
Talkum asidum salisilikum ID
<itamin
0. Fom >eurosambe ,G) tab
KS tidak boleh bila ada in!eksi bakteri+ 6irus(
bai %angan KS poten karena bisa atopi+
telangiektasi
Kulit tipis %angan KS poten
Kulit luka %gn KS poten karena 2epat
terserap
KS poten 7 lesi tebal+ kronis
Lesi kering 7 salep berlemak "8att ointment$
.iagnosis T. 2apitis
Sistemik 7 griseo!ul6in ):(,# mg&kg 00+
de*asa 7 #:: mg&hr
ketokona4ol #(): mg&Kg&bb
de*asa ,::mg7 3()/ hari
Asiklo!ir
<arisella de*asa7 #G@:: mg "3 hari$
anak 3: mg&Kg 00 / G sehari
tidak boleh lebih dari @::
mg&d
;), th dosis de*asa
?erpes simpleks
.osis de*asaH anak "p.o$.
?. labialis salep H #D #G sehari "# hari$
?S< I&, primer7 -G/:: mg&po "): hari$
# mg &kg 3(): hari
.e*asa 7 # @:: mg& lembar
?erpes simpleks dosis de*asa H anak "p.o$
?. Labialis salep #D #G sebagai sehari "# hari$
?S<I & II primer -G/:: mg po "): hari$
#G,:: mg&hari "): hari$
# mg&Kg&?r I< @ hari$
,1
Oral&h.genital rekuren7 -G /:: mg po "# hari$
,G@:: mg&hr "# hari$
?erpes 4oster
.e*asa 7 #G@:: mg&hari "3(): hari$
Anak 7 ;, tahun & ;/: kg H dosis de*asa
Skabies
.. Skabies 7
.ermatitis
Pedikulosis korporis
Prurigo
Obat skabies7
Sul!ur presipitatum /(,:D "salep krim$
dioleskan sesudah mandi "-(/ hari$
Bameksan "Bama ben4ena heksa
klorida$)D "Krim+ losra$
.ioles sekali selama @ %am+ %ika masih ada
gG diulangi ) minggu kemudian
Permetin #D krim paling aman. .ioles
sekali dan dihapus setelah ,: %am bila
belum sembuh+ diulang setelah seminggu.
kalau bai 9 , bulan
KS topikal7
Tinggi7 0etamethasonedipropionate
:+:#D+ besoGimethasone :+,#D
'edium7 8luo2inolon a2etonide :+:,# D+
Triam2inolone a2etoride :+:,-D "kemalog
krim.lootion$
Lemah7 ?idrokortison asetat )D+ ,+# D+
'etilprednisolon asetat ,+# D
Anti %amur topikal7
Ketokona4ol7 2ream ,D+ oleskan sampo
,D )(,G&hari
'ikona4ol7 2ream,D bedak tabur
,Gsehari ",(/ minggu$ 2ream ,D untuk
intra6agina )G) malam hari "3 hari$
Bel ,D untuk kandidiasis oral
Antibiotikal topikal7
Bentamisin salep :+)D+ :+-D
krim :+)D+ :+-D
Tetrasiklin ?Fl salep -D
KS sistemik
Prednison -G, tablet
Eritromisin ):()# mg&Kg 00&kali - kali
Pioderma /G#:: mg
Si!ilis kardio6askuler
Penisilin B ben4itin 3+, IU -G,+/ %uta unit dengan
inter6al seminggu
>eurosi!ilis
Penisilin B prokain dalam akne )@(,/ %t unit&hari+
-(/ %uta unit I< setiap / %am selama ):()/ hari
Anti %amur Sistemik
Ketokona4ol ,:: mg&hari"-(/ minggu$
Briseo!ul6in7#::()::: mg&hr&1 %am
anak7):
mg&Kg00&hari&1%am
>istatin -G#::.:::IU "3 hari$
Antihistamin
Sistemik7 Loratadin d*s7): mg&dos ,(
-G&,/ %am
ank7,mg&dosis
Klor!eniramin maleat
.*s ,(/ mg
Anak&bai 7 :+-# mg&Kg00&hari atau
,(# tahun /G,mg&hari
#())tahun /G,(/ mg&hari
;), tahun /G/(@ mg&hari
Fimetidin /G-:: mg&hari
anak , mg&Kg 00&%am
Si!ilis I(penisilin B ben4otim
Si!ilis III dosis total C+1 %uta unit
Peniailin B prokain dalam akua do total )@
%uta unit ":+1 %uta unit&hari
PA'+ do total C+1 %uta unit ")+, %uta unit&G+ ,G
seminggu$
Alergi penisilin
Tetrasiklin /G#:: mg&hr )# hari SI dan SII
Eritromisin /G#:: mg&hr -: hari stadium
laten
.oksisiklin ,G):: mg&hari
Se!oleksin /G#:: mg "W# hari$
Se!aloridin , gr i.m "):()/ hari$
A4itromisin #:: mg&hari dosis tunggal "):
hari$ Stadium S
Si!ilis kongenital7
Penisilin B prokain dalam akua )::.:::(
)#:.::: satuan Kg00 I' setiap hari selama
): hari
PE>BO0ATA> PE'A>TAUA
>
SEROLOBIK
Si!ilis
Primer
). Penisilin B
ben4atin do /+@ %t unit
se2ara I' "-+/
%t$)Gseminggu(,
minggu
,. Penisilin B
prokain dlm akua do
total 1 %t unit+ diberi
:+1 %t unit&hr selama
): hari
Pada bulan I+
III+ <I & <II di
setiap 1 bulan
pd th ke II
Ulkus
durum7,+/ %t
unit ")G$
,3
Si!ilis
sekund
er
Si!ilis
laten
-. Para "penisilin
prokain 5 ,D
aluminium mono
stearat$. .o total /+@ %t
unit+ diberikan )+, %t
unit )G ,Gsemnggu
Sama dengan si!ilis
primer
). Penisilin B
ben4atin .o total 3+, %t
unit+
,. Penisilin B
prokain dalam akua+
do total ), %t unit ":+1
%t unit&G+ ,G seminggu$
,./ %t
unit&minggu
- minggu
TG Trikomoniasis
o Topikal
?idrogen peroksida )(,D lar Asam laktat
/D
Supositoria
.e! dan krim 4at trikomoniasis
o Sistemik
'etronida4ol7 do tunggal , gr atau -G#::
hr "3 hari$
>imura4ol 7 dosis tunggal , gram
Tirida4ol 7 dosis tunggal , gram
Opnida4ol 7 dosis tunggal )+# gram
<aginosis bakterial
Topikal 7 ). Krim sul!onamide tripel
,. Supositoria 6agina
-. ?i!!ered a2id gel
Sistemik7
'etronida4ol ,G/::&#::&hr "3 hr$
Timida4ol 7 ,G#:: mg&hr "# hr$
Amp atau Amok 7 /G#:: mg&hr "# hr$
BO
Penisilin B prokain
.o /+ @ %t unit 5 gr probena4id.
Ampisilin -+# gr 5 ) gr probens4id
Amoksisilin - gr 5 ) gr probena4id
Se!alosporin7 Se!triakson ,#: mg I'
Se!opera4on :+#() gr I'
Spektinomisin , gr I'
Tiam!enikol -+/ gr P.O
Kuinolon7 o!loksasin /:: mg+ siproploksasin ,#:(
#:: mg+ nor!loksasin @:: mg.p.o
BO dengan ibu hamil
Aman eriromisin /G#:: mg", minggu$
TG IB>S "In!eksi Benital >on Spesi!ik$
Tetrasiklin ?Fl7/G#::mg&hr ") minggu$
/G,#:mg&hr ", minggu$
Oksitetrasiklin 7 /G,#: mg&hr ", minggu$
.oksisiklin 7 ,G):: mg&hr ") minggu$
Eritromisin 7 untuk pemeriksaan ang tidak
tahan terhadap tetrasiklin+ ibu hamil+ usia 9),
tahun /G#::&hr ") minggu$
/G,#:&hr ", minggu$
Sul!a(trimetoprim 7,G, tab&hr ") minggu$
A4itomisin 7) gr do tunggal
Sipramisin 7 /G#:: mg&hr ") minggu$
O!loksasin 7,G,:: mg&hr "): hari$
tidak direkomendasikan E?O
Soal u%ian akhir "tulis$ b dr Sani E+ SpKK
Aelaskan apa ang dimaksud dengan reaksi
lepra tpe E>L
Sebutkan urutan pemeriksaan penun%ang
untuk menegakkan diagnosa BO se2ara
lengkap
Sebutkan penatalaksanaan '? tpe '0
Sebutkan klinis '? tpe P0 "- buah$
Sebutkan perbedaan uretritis BO dan uretritis
>on Spesi!ik "- buah$
Sebutkan !aktor penebab kegagalan terapi
'? "# buah$
Sebutkan komplikasi uretritis BO pada pria "#
buah$
Sebutkan klinis BO pada pria "# buah$
Sebutkan %enis pengobatan BO "# buah$
Sebutkan penatalaksanaan SAS
.r. Sukses ?adi Sp.KK
Alergodermi 7 .ermatitis Atopi+ .ermatitis
numularis+ neurodermatitis
Ba*at darurat kulit
. bakterial7 '?+ Pioderma+ T0F kutis+
!urunkel+ karbunkel+ !olikulitis+ ektima
.. <irologi7 ?M+ 6arisella
.ermatomikosis 7 Tinea 2orporis+ 2ruris
.ermatologi umum7 Psoriasis+ bolous disease
P?S 7 lekore+ duh uretra+ kondiloma
Moonosis7 skabies+ 2utaneus lar6a migrans
Fara pe*arnaan gram
Sediaan ang sudah di sekat di*arnai dengan
karbol kristal ungu # menit
,@
Mat *arna dibuang & diganti dgn larutan lugol
"lar I
,
5 KI$ dibiarkan /#(1: dtk
Larutan lugol dibuang dan sediaan di2u2i dengan
alkohol C1D -: detik or digoang(goang
sampai tidak ada 4at *arna ang mengalir lagi
Sediaan di2u2i dengan air&di*arnai dengan air
!ukhsin )(, menit. Sediaan di2u2i+
dikeringkan&diperiksa di ba*ah mikroskop
Keterangan7
Setelah diberi karbol ungu kristal semua kuman
men%adi ungu+ 4at *arna diserap dalam dinding
sel dan protoplasma
Pemberian lugol menebabkan terbentukna
komplek ungu kristal odium ang ber*arna
ungu kotor
Pen2u2ian dengan al2ohol menebabkan
ter%adina di!erensiasi dari dua ma2am kuman7
Kuman tetap ber*arna ungu
Kuman tidak ber*arna+ sebab 4at *arna
dilarutkan oleh alkohol dan keluardari sel
kuman
8ukhsin sebagai pe*arna kontras me*arnai
kuman ang tidak ber*arna men%adi merah
?asil dapat diba2a sebagai berikut7
Kuman "5$ gram ungu
Kuman "($ gram merah
Pe*arnaan 4i2hl O >eelson untuk '. Leprae
). Sediaan kuman di*arnai dengan larutan !ukhsin
karbol & dipanaskan dgn api ke2il sehingga
keluar asap # menit
,. Sediaan di2u2i dengan air& dimasukkan dalam
larutan ?
,
SO
/
)D , detik
-. Kemudian di2u2i dengan al2ohol 1:D sehingga
tidak ada *arna merah mengalir
/. Sediaan di2u2i dengan air dan di*arnai dengan
lar biru metilen )(, menit di2u2i dengan air &
dikeringkan
?asil dapat diba2a sebagai berikut7
Kuman tahan asam ber*arna merah
0ukan kuman tahan asam ber*arna biru
Lepromin test bukan untuk diagnosa tetapi untuk
melihat ada tidakna kekebalan merupakan ekstra
leproma+ ang dibuat dengan 2ara menggerus leprom
sampai %adi seperti pasta lalu diotokla!+ kemudian
disaring dan ditambah larutan !enol :+#D
.ilakukan dengan suntikan SF :+)ml
Pemba2aan hasil tersebut sebagai berikut7
3, %am oleh reaksi 8ernande4
-(/ %am minggu oleh reaksi 'itsuda
5 7 Pembengkakan )(, mm
5 7 Pembengkakan -(# mm
55 7 Pembengkakan # mm
5557 Ulkus
Arti !ernande4 "5$ 7 baru kena in!eksi
'itsuda "5$ 7 baru kena in!eksi
tanda kekebalan
E!ek samping
..S 7 neri kepala+ erupsi obat+ anemia+
hemolitik+ leukopenia+ Insomnia+ neuropatia
peri!er+ sind ..S+ TE>+ hepatitis+
hipoalbuminemia+ methemoglobinemia
Sarat pemberian ?b ; ): grD
!ungsi gin%al dan !aal hati
>ormal
Ri!am!isin7 hepatotoksik+ ne!rotoksik+ gG
gastrointestinal+ !lulike sndrom+ K erupsi
kulit
Klo!a4imin 7 *arna ke2oklatan pada kulit
*arna kekuningan pada sklera
O!loksasin 7 %arang mual diare+ insomnia +
neri kepala+ ner6ousness & halusinasi
?ati(hati anak rema%a+ *anita hamil
arthropati
'inosiklin7 pe*arnaan gigi bai dan anak(
anak kadang mengenai kulit & membran
mukos B- saluran 2erna&susunan sara! pusat
..S7 .iaminodi!enilsul!on
Terapi '? Regimen E?O
P0 lesi tunggal7
"RO'$ Ri!ampisin 1::mg
O!loksasin /:: mg
'inoksiklin ):: mg
.osis tunggal sekali minum
P0 ,(# lesi7
Ri!ampisin 1:: mg ) bulan sekali
.opson ):: mg&hari 1 bulan
'0 lesi kulit ;#
Ri!ampisin 1:: mg ) bulan sekali
.opson ):: mg&hari
Klo!a4imin -:: mg&bulan #: mg&hari
"lamren$ )tahun
Ri!ampisin 7 ): mg&Kg00
.opson "..S7 )(, mg&Kg 00$
bakteriostatik+ bakterisidal lemah
,C
Paranokia kerusakan kuku karena 2andida.
Kerusakan
kerusakan dari pangkal
Pseudohi!a
"Kerokan kuku$
Tinea ungui 7 kerusakan dari distal
Ortikosteroid kontraindikasi relati!7
Keadaan akut
Karena kega*atdaruratan
E!ek samping steroid pada anak
'enghambat pertumbuhan tulang
Atropi kulit
Kulit menipis p.d %elas
Steroid krisis semua hormon
bahan dasar steroid %ika ditambah
dari luar berbatasan
Alergi steroid topikal bisa diabsorbsi
Tetrasiklin akne
ang aman doksisiklin
TG Pitiriasis 6ersikolor
'ikona4ol krim ,D+ oles tipis ,G sehari
Ketokona4ol ,::mg+ )G) tablt ): hari(,
minggu
Terapi 6ari2ella
0edak sal2il ,D
Asiklo6ir #G@:: mg 3 hari
PFT #:: mg k&P
FT' /mg K&P
anak dosis asiklo6ir ,: mg&Kg 00&hr
Terapi tinea 2ruris
Ketokona4ol krim ,D+ oles tipis )G&hari
selama ,(/ minggu
Ketokona4ol ,:: mg+ )G) tab. Pagi hari
setelah makan ): hari(, minggu
Terapi impetigo bulosa&krustosa
Bentamsin krim :+)D -G) 3 hari
Amoksisilin airup -G)2th 3 hari
o Briseo!ul!in anak7 ):mg&kg&hr ),#(,#: mg&hr
"00;,#kg$
de*asa 7 #::()::: mg&hari dibagi /
dosis
o Ketokona4ol anak7 -+-(1+1 mg&kg&hr
o Kenolog in orabase salep
Isi 7 triamsinolon asetonide :+)D
Indikasi7 stomatitis dgn tukak ke2il+ bbagai
ma2am tukak di
rongga mulut termasuk karena obat &
liken planus
Kontraindikasi 7 In! 6irus & T0F pada mulut
o .o 7 setelah makan & sebelum tidur+ oleskan
tipis pada luka
Kemasan tube # gr
o Babe 7 loratadin ): mg )G) tablet
Terapi skabies
Permetrin #D krim
S2abimite krim :+:#D
dioleskan )G pada seluruh tubuh dan
bersihkan setelah ): %am bila belum sembuh
diulangi setelah seminggu
Krotamiton ):D krim or losio
antiskabies & antigatal
FT' untuk mengurangi gatal
0ila ada in!eksi sekunder
Amoksilin srup&tablet
Bentamsin :+)D+ -G sehari oles pada
lesi ang bernanah
Keuntungan Permetin7 e!ekti! u& parasit+
S.s2abei dan aman+ toksisitasna rendah pada
manusia tidak untuk bai 9 , bulan
F.F )CC: Fenters !or .isease Fontrol
Uretritis BO
.aerah dengan insidensi >BBP tinggi
Se!triakson ,#: mg im &Spektinomisin
,gr im& sipro!loksasin #:: mg+ oral
.oksisiklin ,G):: mg "3 hari$
Tetrasiklin / G #:: mg "3 hari$
Eritromisin /G#:: mg "3 hari$
Alternati! lain untuk BO
Se!uroksim ) gr oral5 ) gr probena4id
se!otaksim )gr im
.oksisiklin&tetrasiklin&eritromisin>eisseria
Bonorrhoeae penghasil penisilinase
.aerah dengan insidensi >BBP rendah
Penisilin prokain in aKua )1 22 /+@ %uta
unit
Ampisilin -+# gr&
Amoksisilin - gr
5
.osksisiklin&tetrasiklin&eritromisin
Salep *hite!ield dg konsentrasi #D menurut
0ritish Pharma2euti2al FodeG susunanna
R& A2idi 0enKoi2i #
A2idi Sali2li2i -
Petrolasi ,@
Asi Fo2os 1/
Fastellani paint
R&8u2hsin "ma be omitted$ :+-
Ethl al2ohol C:D
):.:
-:
0asi2 a2id ).:
Phenol liKue! /.:
A2etose #.:
Re2or2inol ):.:
AKua K.s ad )::
)G&hari
A? non sedati!
Loratadin do ): mg&hr
Anak ,(), th 9 -: Kg # mg&hr
;-: Kg ):mg&hr
Sediaan 7 loratadin "generi2$ tablet ): mg
In2lorin "interbat$ tab ): mg srup # g&#ml
Lesidos "kalbe !arma$
A? sedati6e
Fhlorpheniramin maleat "FT'$ generi27
Fairan in%eksi ): mg&ml7 tab / mg
Me2ameG 7 tablet / mg srup , mg&B'E
.o p.o 7 / mg tiap /(1 %am maGimal ,/ %am&hari
9 ) tahun tidak dian%urkan
)(, tahun ) mg ,G ) hari
,(# tahun ) mg tiap /(1 %am maG 1 mg&hari
1(), tahun , mg tiap /(1 %am+ maG ), Kg&hr
SF arim 7 ):(,: mg+ maG /: mg&hr
I6 lambat;) mnt7):(,: mg dilarutkan
.alam spuit #(): 22 aKuadest or >aFl :+CD
Salep ,(/+ Isi asidum salisilikum ,D5
sul!ur presipitatum /D
Salep *hit!ield+ isi asidum salisilikum -D 5
asidum ben4oikum 1D
Ehit!ield ointment
R& A2id sal2ili2 1.:
A2id 0en4oi2 ),.:
Loratin #.:
<aselin D = ad )::
Oleskan Pagi dan malam
Ehit!ield solution
R& A2id Sal2ili2 -:
A2id 0en4oi2 1.:
Ethl al2ohol 3:D K.a ad. ):: ,G sehari
Briseo!ul6in sediaan generi2 tablet ),# mg+
Bri6in !orte #:: mg
.osis #:: mg&hr dosis tunggal&terbagi
anak 7 ):mg&Kg&hr
'ediGon / mg ,(,()
Interhistin napadisilat #: mg&tabletR #:mg&# ml
sirop untutikaria+ rhinitis
Anak ; ): tahun ,(1 tablet atau ,(1 sdt
sirop
#(): tahun ,(/ tablet atau ,(/ sdt sirop
,(# tahun )(- tablet atau )(- sdt sirop
9, tahun )(, sdt sirop
.aktarin Isi 'ikona4ol nitrat ,D
8ungiderm Isi Klotrima4ol )D
KalpanaG
Fairan asam salisilat /D+ as ben4oate /D+
po6idon iodide :+#D salep as. Salisilat /D+ as
ben4oate / D+ po6idon iodide ):D
Indikasi 2airan7 panu+ kadas dll pen. Aamur
pada kulit salep7 kutu air+ panu+ kadas atau
kurap
0otol )# ml salep # gram
?umulin 6ialn): ml /1 IU&ml
?omo2lomia
Isi 7 homoklorsiklitina ?Fl ): mg&tab
Indikasi 7 urtikaria+ dermatitis atopi+ eksema
akut+ kronis
alergi obat+ asma bron2hial+ rhinitis
alergi+
6askulitis
.osis de*asa 7 -G) tab
anak 7 ,(-G sehari I tab
bai 7 :+# mg&Kg&?ari
FeG2omet
Isi 7 metal prednisolon / mg&tab
Indikasi7 gangguan kulit+ gangguan
alergenisitas+ dll
KI 7 T0F+ tukak lambung+ dll
'ediGon
Isi 7 'etil prednisolon / mg+ )1 mg&tab
ToGi2 Epidermal >e2rolsis "TE>$
>ekrolise Epidermal Toksik ">ET$
Staphlo2o22al S2alded Skin Sndrome
"SSSS$
Kriteria Raska
'aor
Pruritus
.istribusi likeni!ikasi !leksural&linear
d*s
Ea%ah & ekstensor
bai& anak
Ri*aat atopi penderita&keluarga
Kronis eksaserbasi
'inor
Lerosis
I2htiosis+ hiperlinier telapak tangan+
keratis
Onset pada usia muda
-)
Ke2endrungan in!eksi kulit "khususna
staphlo2o22us aureus&herpes simpleks$
Ek4ema putting susu
Fheilitis
Kon%ungti6itis rekuren
Lipatan in!raorbital
Kerato2onus katarak
Katarak sub2apsular anterior "bilateral$
Earna hitam sekitar orbita "allergi2
shiner$
Ea%ah pu2at or eritem
Ptiriasis alba
Lipatan kulit leher anterior
Batal saat berkeringat
Intoleran thd *ool & pelarut lemak
"penurunan batas ambang gatal$
Intoleransi terhadap makanan
Aksentuasi peri!olikular "seperti kerikil$
.ipengaruhi pG lingkungan&emosional
Reaksi tes kulit g 2epat "tpe I$ "tu alergi
multiple
Peningkatan serum Ig E
.ermogra!isme putih& delaed blan2h
Ke2endrungan untuk penderita dermatitis
pada tangan dan kaki ang tak spesi!ik
.ermatosis eritropapuloskuamosa
( Psoriasis ( eritroderma
( Parapsoriasis ( .ermatitis
seboroik
( Pitiriasis rosea gibert ( Liken planus
( Pitiriasis rubra pilaris
0ulous disease
). Autoimun
( Pem!igus 7 6ulgaris+6egetans+ !oliaseus+
eritematosus
( Pem!igoid bulosa
( Pem!igus sikatrikal
( .ermatitis ?erpeti!ormis ".uhring disease$
( ?erpes gestasiones
( .ermatosis Ig A linier pd de*asa "LA.$
( .ermatosis bulosa parasit pada anak& 2hronik
0ulous
.isease o! 2hildhood "F0.F$
( Epidermolisis bulosa akuisita ?'
,. >on autoimun
( Epidermolisis ang diturunkan
( Pem!igus !amilial %inak "bnk ?ailt(?alle$
( Penakit akontolitik non !amilial
-. Uang lain
( Eritema multi!orme
( >ekrolisis epidermal toksik
( Por!iria kutanea tarda
-,