Anda di halaman 1dari 31

Claudia Natalia Zachawerus

11 2013 079
Dispepsia merupakan istilah yang digunakan
untuk sindrom atau kumpulan gejala/
keluhan yang terdiri dari nyeri/ rasa tidak
nyaman di ulu hati, kembung, mual, muntah,
sendawa, rasa cepat kenyang, perut rasa
penuh atau begah
SINDROM DISPEPSIA




Dispepsia organik Dispepsia fungsional
Esofago-
gastroduodenal

Obat-obatan

Hepato-bilier

Pankreas

Penyakit sistemik
lain

Gangguan
fungsional
Tukak peptik, gastritis kronis, gastritis
NSAID, keganasan


Anti inflamasi non-steroid, teofilin, digitalis,
antibiotik

Hepatitis, kolesistitis, kolelitiasis,
keganasan, disfungsi sfingter odii

Pankreatitis, keganasan


DM, penyakit tiroid, gagal ginjal, kehamilan,
penyakit jantung koroner


Dispepsia fungsional, irritable bowel
syndrome
Anamnesis yang akurat
Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan laboratorium
Ultrasonografi
Endoskopi
Radiologi (barium meal)
Dispepsia


Alarm symptoms
(anemia, penurunan berat badan, hematemesis, melena, dsb)


(-) (+)
gagal

Terapi empirik eksplorasi diagnostik
(endoskopi,radiologi,USG,dll)


penyebab organik tidak teridentifikasi
teridentifikasi penyebab organik/
biokimiawi


Terapi definitif Dispepsia fungsional
Proses inflamasi pada mukosa dan
submukosa lambung
Etio :
Infeksi Helicobacter pylori
OAINS

Hp :
Gastritis kronis non atropi predominasi
antrum
Gastritis kronis atropi multifokal

OAINS
Topikal : bersifat asam
Sistemik : menekan produksi
prostaglandin

Hp
kombinasi berbagai antibiotik dan ppi

OAINS
antagonis reseptor H2 (ARH2) atau ppi
Contoh regimen untuk eradikasi infeksi Helicobacter Pylori
Obat 1 Obat 2 Obat 3 Obat 4
PPI
ganda
Dosis Klarithomisin
(2 x 500 mg)
Amoksisilin
(2 x 1 g)
PPI
ganda

Dosis

Klarithomisin
(2 x 500 mg)

Metronidazol
(2 x 500 mg)
PPI
ganda

Dosis

Tetrasiklin
(4 x 500 mg)
Metronidazol
(2 x 500 mg)
Subsalisilat /
subsitral
Regimen diberikan selama 1 minggu
Suatu defek mukosa / submukosa yang
berbatas tegas, dapat menembus muskularis
mukosa sampai lapisan serosa sehingga
dapat terjadi perforasi
Faktor faktor agresif :
- Hp
- OAINS
- Beberapa faktor lingkungan atau penyakit lain
a) Merokok
b) Faktor stress
c) Beberapa penyakit tertentu
d) Faktor genetik
Infeksi Hp

Melekat pada permukaan epitel

Melepaskan sejumlah zat

Gastritis akut gastritis kronis tukak kanker


virulensi Hp, faktor lain
(host, gangguan fisiologis)
Infeksi Hp

Host memberi respon

Mobilisasi sel-sel PMN mediator inflamasi

Menyebabkan kerusakan sel-sel epitel yang
lebih parah
vac A gen
Hp mengeluarkan sitotoksik cagA gen
enzim urease
protease
fosfolipase


Defek/ inflamasi mukosa akan memudahkan difusi
balik asam/pepsin ke dalam mukosa atau jaringan
sehingga memeperberat kerusakan jaringan

Efek toksik/iritasi langsung pada mukosa

Memerangkap OAINS/ASA

Kerusakan epitel dalam berbagai tingkat
Efek OAINS menghambat kerja enzim COX

Produksi prostaglandin


Mengatur
aliran darah
mukosa
Proliferasi
sel-sel
epitel
Sekresi
mukus dan
bikorbanat
Mengatur
fungsi
immunosit
mukosa serta
sekresi basal
lambung
Umur tua
Riwayat tukak peptik sebelumnya
Dispepsia kronik
Intoleransi terhadap penggunaan OAINS
sebelumnya
Jenis, dosis, dan lama penggunaan OAINS
Penggunaan bersamaan kortikosteroid,
antikoagulan, dan penggunaan 2 jenis OAINS
Penyakit penyerta lain
Faktor faktor defensif :
- Faktor preepitel (mukus & bikarbonat, mucoid
cap, active surface phospholipid)
- Faktor epitel (kecepatan perbaikan mukosa
yang rusak, pertahanan selular, kemampuan
transporter asam basa, faktor pertumbuhan,
PG, nitrit oksida)
- Faktor subepitel (mikrosirkulasi, PG endogen)