Anda di halaman 1dari 14

GUILLAIN BARRE SYNDROME

Theresia Agussalim

2007.04.0.0041

DEFINISI

Penyakit AUTOIMUN yang ditandai dengan proses KERADANGAN akut yang mengakibatkan DEMYELINISASI dibanyak akar syaraf

NAMA LAIN

  • 1. AIDP (Acute Inflamantory Demyelinating Polyradikuloneuropathy)

  • 2. AMSAN (Acute Motor Sensory Axonal Neuropathy)

  • 3. AMAN (Acute Motor Axonal Neuropathy)

  • 4. Muller Fisher Syndrome

ETIOLOGI

  • 1. Autoimun yang dipicu oleh virus non spesifik ex: flu, CMV, EBV ,HI

  • 2. Infeksi bakteri ex: Campylobacter jejuni , Mycoplasma pneumonie

  • 3. Imunisasi

  • 4. Pembedahan

  • 5. Keganasan

PATOFISIOLOGI

  • 1. Faktor pencetus : virus, bakteri

PATOFISIOLOGI 1. Faktor pencetus : virus, bakteri Terjadi proses keradangan Infiltrasi sel limfosit & makrofag pada

Terjadi proses keradangan

PATOFISIOLOGI 1. Faktor pencetus : virus, bakteri Terjadi proses keradangan Infiltrasi sel limfosit & makrofag pada

Infiltrasi sel limfosit & makrofag pada

syaraf perifer

2.

Cross reaction

2. Cross reaction Adanya ikatan antara antibodi yang melawan infeksi dengan antigen spesifik dari sel schwann

Adanya ikatan antara antibodi yang melawan infeksi dengan antigen spesifik dari sel schwann (reaksi

hipersensitifitas tipe IV)

2. Cross reaction Adanya ikatan antara antibodi yang melawan infeksi dengan antigen spesifik dari sel schwann

Blok Konduksi

GEJALA KLINIS

  • 1. Acending paralysis cepat dan simetris biasanya terjadi di ke-4 anggota gerak (1-

12hari)

  • 2. Tanda tanda LMN (RF

GEJALA KLINIS 1. Acending paralysis  cepat dan simetris biasanya terjadi di ke-4 anggota gerak (1-

, RP

GEJALA KLINIS 1. Acending paralysis  cepat dan simetris biasanya terjadi di ke-4 anggota gerak (1-

, flaccid )

  • 3. Gangguan syaraf cranialis BILATERAL N

    • III VII, IX dan X. kalau berat : disfagia,

diplopia dan disartria.

  • 4. Gangguan syaraf sensoris : serabut syaraf besar raba , getar dan propioceptif >>> serabut syaraf kecil suhu & nyeri

  • 5. Gangguan syaraf otonom : kehilangan fungsi vasomotor : sinus takikardi (90x/mnt), postural hipotensi, hiponatremia, aritmia parah

  • 6. Retensi urine

  • 7. Flu like syndrome : demam ,malaise , mual, muntah

  • 8. BERBAHAYA gangguan otot pernafasan

    • gagal nafas .

pertanda gagal nafas :

a. kemampuan tahannafas < 20detik

b. RR >24x/detik c. hasil blood gas analisis

DIAGNOSA

  • 1. Anamnesa: ditemukan faktor pencetus dan onsetnya mendadak

DIAGNOSA 1. Anamnesa: ditemukan faktor pencetus dan onsetnya mendadak 2. LP : jumlah sel normal dan
  • 2. LP : jumlah sel normal dan kadar prot pada minggu ke 2 DISOSIASI SITOALBUMIN (harusnya pleiositosis :

DIAGNOSA 1. Anamnesa: ditemukan faktor pencetus dan onsetnya mendadak 2. LP : jumlah sel normal dan
)
)

jumlah sel

& prot

  • 3. Elektrodiagnosis : konduksi yang menurun / penurunan hantaran syaraf

DD

  • 1. Polineuropati

  • 2. Tetraparese dengan ext lain : myelitis

  • 3. Myastenia gravis

  • 4. Periodik paralyse : hipokalemia

TERAPI

  • 1. Plasmapharesis :pencucian plasma dalam albumin untuk mengeluarkan imunoglobulin (golden periode < 1 mgg) untuk pasien yang gejalanya baru dan ringan / menetap . 40 -50 ml /kgbb biasanya dilakukan plasma exchange 4x dalam 1mgg

  • 2. IVIg (intravenous immune globulin) dilakukan sehari 5kali sampai dosis max 2gr /kgbb

PROGNOSA

BAIK

BURUK

Umur masih muda

> 50 60 tahun

Tdk pakai ventilator

Pakai ventilator

Perjalanan penyakitnya

lambat

Perjalanan peyakitnya

cepat

Tidak lumpuh total

Lumpuh total

KEMATIAAN

  • 1. Gagal nafas

  • 2. Aritmia

  • 3. Aspirasi pneumonia

  • 4. Emboli paru

  • 5. Infeksi sekunder