Anda di halaman 1dari 2

Kandida merupakan mikroflora normal dalam rongga mulut, dimana

mikroorganisme ini jumlahnya mencapai 40 60 % dari populasi. Jamur ini dapat


menjadi patogen dalam kondisi tertentu atau pada orang orang yang mengalami
penurunan sistem imun tubuh. Spesies kandida dalam rongga mulut bermacam-
macam, yakni: Kandida albikan, Candida parapsilosis, Candida tropicalis,
Candida glabrata, dan Candida guillermondii. Kandida albikan merupakan
organisme komensal dan merupakan bagian dari flora mulut, serta mampu
menghasilkan infeksi-infeksi oportunis dalam rongga mulut jika ada faktor-faktor
predisposisi yang mendukung. Kandida albikan merupakan jamur dimorfik karena
mempunyai kemampuan untuk tumbuh dalam dua bentuk yang berbeda, yaitu
sebagai sel tunas yang akan berkembang menjadi blastospora dan menghasilkan
kecambah yang akan membentuk hifa semu, baik dalam tubuh maupun dalam
biakan.
Kandidiasis rongga mulut merupakan salah satu penyakit infeksi yang
disebabkan oleh jamur dalam rongga mulut, terutama oleh Kandida albikan.
Kandida albikan merupakan jamur yang pada keadaan normal merupakan
kelompok organisme komensal yang berada dalam rongga mulut. Ketika
seseorang mengalami gangguan imun, jamur ini akan bersifat patogen. Bila terjadi
infeksi, filamen dari jamur ini akan berkembang dan meluas ke daerah apikal,
dimana bentuk cabang lateral mulai terlihat pada hifa dan mycelium, dan devisi
sel tunggal yang dihubungkan dengan bentuk yeast. Adhesi kandida pada dinding
sel epitelial yang merupakan langkah penting pada infeksi awal ditingkatkan oleh
komponen dinding sel jamur seperti mannose , reseptor Cd3, manoprotein, dan
sakarin. Proses ini akan diperberat dengan faktor-faktor predisposisinya dan terus
berlanjut sehubungan dengan imunodefisiensi yang dialami oleh pasien.
Terjadinya kandidiasis pada rongga mulut di awali dengan adanya
kemampuan kandida untuk melekat pada mukosa mulut, hal ini yang
menyebabkan awal terjadinya infeksi. Sel ragi atau jamur tidak melekat apabila
mekanisme pembersihan oleh saliva, pengunyahan dan penghancuran oleh asam
lambung berjalan normal. Perlekatan jamur pada mukosa mulut mengakibatkan
proliferasi, kolonisasi tanpa atau dengan gejala infeksi (Mc Farlane et al., 2002).
Bahan bahan polimerik ekstra selular (mannoprotein) yang menutupi permukaan
kandida albikan merupakan komponen penting untuk perlekatan pada mukosa
mulut. Kandida albikan menghasilkan proteinnase yang dapat mengdegradasi
protein saliva termasuk sekretori imunoglobulin A, laktoferin, musin dan keratin
juga sitotoksis terhadap sel host (Mc Farlane et al., 2002).

Dapus :

Mc Farlane et al. 2002. Essential of Microbiologi for Dental Student. New York :
Oxfort

Herawati E. 2008. Kandidiasis Rongga Mulut, Gambaran Klinis, dan Terapinya.
Bandung: FKG Unpad