Anda di halaman 1dari 19

Elemen 3

ORGANISASI &
PERSONIL
ORGANISASI DAN PERSONIL
Continual Improvement
AUDIT
ORGANISASI
DAN
PEROSONIL
(3.1) Struktur Organisasi, Tanggungjawab dan
Wewenang
(3.2) KTT, KTBT, KTKK dan PJO
(3.3) Bagian K3 dan KO
(3.4) Pengawas Operasional dan Teknik
(3.5) Personil Khusus Pertambangan
(3.6) Komite K3 dan KO
(3.7) Tim Tanggap darurat
(3.8) Seleksi dan Penempatan Peronil
(3.9) Pelatihan dan Kompetensi
(3.10) Komunikasi K3 dan KO
(3.11) Administrasi K3 dan KO
(3.12) Partisipasi, Konsultasi, Motivasi dan Kesadaran
3.1. Struktur Organisasi, Tanggung Jawab dan Wewenang
Perusahaan wajib menunjuk jajaran management
yg bertanggung jawab terhadap pengelolaan
administrasi dan operasional K3 dan KO
Peran, tanggung jawab dan kewenangan jajaran
manajemen yang ditunjuk harus ditetapkan secara
tertulis, disahkan, dan didokumentasikan, serta
dikomunikasikan kepada pihak-pihak terkait.
Pimpinan dan jajaran manajemen perusahaan
harus menunjukkan komitmen K3 dan KO..
Pengusaha wajib menunjuk Kepala Teknik Tambang (KTT)
dan mendapatkan pengesahan dari KAIT
Pelaku usaha jasa pertambangan inti dan non inti wajib
menunjuk Penanggungjawab Operasional (PJ O) yang
bertanggungjawab langsung kepada KTT
KTT dapat menerima, menolak, atau meminta penggantian
PJ O berdasarkan pertimbangan kompetensi, komitmen, dan
kinerja PJ O terhadap pengelolaan K3 dan KO
Kepala Teknik Tambang menunjuk Kepala Tambang Bawah
Tanah yang namanya dicatat dalam Buku Tambang.
Kepala Teknik Tambang dapat bertindak sebagai Kepala
Tambang Bawah Tanah kecuali Pelaksana Inspeksi
Tambang keberatan untuk kepentingan Keselamatan dan
Kesehatan kerja.
3.4. Pengawas Operasional dan Teknik
3.4.1 Tugas dan Tanggung jawab Pengawas Operasional
Bertanggung jawab kepada Kepala Teknik Tambang
untuk keselamatan semua pekerja tambang yang menjadi
bawahannya;
Melaksanakan Inspeksi, pemeriksaan, dan pengujian;
Bertanggung jawab atas keselamatan, kesehatan, dan
kesejahteraan dari semua orang yang ditugaskan
kepadanya; dan
Membuat dan menandatangani laporan-laporan
pemeriksaan, inspeksi dan pengujian.
3.4. Pengawas Operasional dan Teknik
3.4.2 Tugas dan Tanggungjawab Pengawas Teknik
Mengawasi dan memeriksa semua permesinan dan
kelistrikan dalam ruang lingkup yang menjadi tanggung
jawabnya;
Menjamin bahwa selalu dilaksanakan penyelidikan,
pemeriksaan, dan pengujian dari pekerjaan permesinan dan
kelistrikan serta peralatan;
Melaksanakan penyelidikan dan pengujian pada semua
permesinan dan peralatan sebelum digunakan, setelah
dipasang, kembali atau diperbaiki dan
Merencanakan dan menekankan dilaksanakannya jadwal
pemeliharaan yang telah direncanakan.
3.5. Petugas Khusus Pertambangan
Perusahaan harus memastikan bahwa petugas
khusus pertambangan wajib memiliki kompetensi
khusus.
Dalam melaksanakan pengelolaan operasi
pertambangan, perusahaan wajib memiliki tenaga
teknik yang kompeten.
3.6. Komite K3 dan KO
Perusahaan wajib membentuk secara resmi Komite K3 dan
KO yang beranggotakan perwakilan dari setiap bagian
operasi perusahaan dan juga wakil dari karyawan yang
bekerja di perusahaan tersebut.
Struktur, anggota, peran, dan tanggung jawab Komite K3
dan KO perusahaan wajib dilaporkan kepada Kepala
Inspektur Tambang (KAIT).
Struktur Komite K3 dan KO Perusahaan harus sekurang-
kurangnya terdiri dari :
Ketua (KTT),
Wakil Ketua,
Sekretaris (Pengelola K3 dan KO tertinggi di perusahaan), dan
Anggota.
3.7. Tim Tanggap Darurat
Perusahaan harus memiliki Tim Tanggap Darurat yang
memadai.
Tim tanggap darurat harus memiliki keterampilan dan
kompetensi yang diperlukan untuk memberikan layanan
terhadap keadaan darurat.
Tim tanggap darurat yang dimaksud harus selalu siap siaga
setiap saat. KTT atau orang yang diberi wewenang
menetapkan tim tanggap darurat secara tertulis dan
dilaporkan kepada KAIT.
Tim Tanggap Darurat harus mendapat pelatihan untuk
memperoleh keterampilan yang diperlukan.
3.8. Seleksi dan Penempatan
Perusahaan harus memasukkan persyaratan K3
dalam proses seleksi dan penempatan karyawan.
Sistem seleksi dan penempatannya harus diatur
secara tertulis.
Setiap karyawan harus memiliki job description
yang didalamnya mencakup aspek K3 dan KO.
3.9. Pelatihan dan Kompetensi
Perusahaan harus mengidentifikasi kompetensi K3 dan KO yang
dibutuhkan karyawannya.
Program pelatihan K3 dan KO tersebut harus mendapat
persetujuan KAIT.
Kepala Teknik Tambang dapat menyelenggarakan sendiri atau
bekerja sama dengan Instansi Pemerintah utk pelatihannya
Perusahaan wajib menerbitkan, menjalankan, meninjau secara
berkala dan mengevaluasi kegiatan pelatihan K3 dan KO.
Pelatihan K3 dan KO diberikan kepada setiap karyawan yang
memiliki risiko K3 dan KO yang signifikan.
Perusahaan harus menyimpan catatan-catatan hasil pelatihan
3.9. Pelatihan dan Kompetensi
Pengawas Operasional Pertama
Pengawas Operasional Madya
Pengawas Operasional Utama Management.
3.9.1. Pendidikan Pekerja
3.9.2. Pendidikan Pengawas
3.9.2.1. Pendidikan Pengawas Tambang Terbuka
3.9.2. Kompetensi Pekerja
3.10. Komunikasi K3 dan KO
Perusahaan menetapkan mekanisme untuk mengkomunikasikan
hal-hal yang memiliki dampak terhadap K3 dan KO kepada pihak
internal dan eksternal.
Perusahaan memberikan panduan mengenai penyampaian
informasi tentang K3 dan KO kepada karyawan, subkontraktor dan
pihak luar.
3.11. Buku Tambang
Setiap usaha pertambangan yang mempunyai Kepala Teknik
Tambang harus memiliki Buku Tambang
Semua pelanggan terhadap peraturan ini serta ketentuan
ketentuan khusus seperti perintah, larangan, dan petunjuk harus
dicatat sendiri oleh Pelaksana Inspeksi Tambang.
Semua pemberitahuan yang disampaikan oleh Kepala Pelaksana
Inspeksi Tambang kepada Kepala Teknik Tambang harus dicatat
dalam buku tambang dengan membubuhi tandatangan pada
salinan yang sesuai dengan aslinya.
Buku Tambang harus selalu tersedia di Kantor Kepala Teknik
Tambang dan salinannya disimpan di kantor Kepala Inspeksi
tambang.
Kecelakaan Tambang harus diselidiki oleh Kepala Teknik Tambang
atau orang yang ditunjuk dalam waktu tidak lebih dari 2 x 24 jam
dan hasil penyelidikan tersebut dicatat dalam buku daftar
kecelakaan
3.12. Partisipasi, Konsultasi, Motivasi, dan Kesadaran
Perusahaan harus membuat, menerapkan, dan memelihara
prosedur untuk partisipasi, konsultasi, motivasi dan kesadaran
pekerja dalam K3.
Perusahaan harus melaksanakan program partisipasi, konsultasi,
motivasi dan kesadaran dengan melibatkan pekerja maupun pihak
lain yang terkait di dalam penerapan, pengembangan dan
pemeliharaan SMKP, sehingga semua pihak merasa ikut memiliki
dan merasakan hasilnya.
UcapanTerimakasih