Anda di halaman 1dari 10

Obstructive Sleep Apnoe

Hipertrofi Konka

Deviasi Septum







Hipertrofi Konka
Septum Deviasi
Stenosis/kolaps ala nasi
Polip
Masa di rongga hidung
Adenoid Hipertrofi
Orofaring
Hipertrofi Tonsil: palatina atau lingualis
Celah palatum
Macroglosia
Mandibular hypoplasia
Postoperasi: pharyngeal flap, sikatrik palatum
Neuromuscular : paralysis palatum mole
Laring dan leher
Anomali laring: papilloma, paralysis pita suara, stenosis,
hemangioma, web
Faryngomalasia, Laryngomalasia
Leher pendek dan tebal
Anomali vertebra cervical
Elongasi Palatum Mole





Pembesaran Uvula

Hipertrofi Tonsil

Hipertrofi Adenoid

Mandibular Hipoplasia


Macroglosi

Epiglotis Omega Shape



Anamnesis
Gejala Malam Hari
Mendengkur
Witnessed apneas
Sesak (choking/gasping)
Drooling
Mulut kering
Bruxism
Gelisah saat tidur/frequent arousals
Nocturia
Gejala Siang Hari
Mengantuk berlebih saat siang
Nyeri kepala di pagi hari
Gangguan Neurokognitif: konsentrasi dan memori, gangguan motorik
Penurunan QOL
Gangguan perilaku & Mood: Depresi, Cemas, Gelisah

Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan umum: tinggi badan, berat badan, tekanan darah
Temuan kelainan sistemik
Pemeriksaan kepala dan leher menyeluruh
Temuan Kelainan Sistemik :
Berat badan sulit naik atau gangguan pertumbuhan
Hipertensi pulmonal dan hipertensi diastolik
Cor pulmonale
Pectus excavatum
Pemeriksaan Otologi :
Tanda OME kronis disertai efusi oklusi tuba eustakhius hipertrofi jaringan adenoid
Pemeriksaan Hidung:
Atrofi konka inferior akibat tidak adanya aliran udara.
Hipertrofi konka inferior akibat terbatasnya turbulensi udara hidung atau alergi obstruksi
hidung.

Pemeriksaan oral:
Ukuran mandibula, gigi geligi dan oklusi.
Anatomi velum, celah palatum mole, uvula bifida.
Bentuk dan ukuran relatif lidah terhadap rongga mulut & jalan napas orofaring.
Derajat pembesaran tonsil
Friedman Tongue Position Malampati:

Grade I:
tonsils, pilar, and palatum mole tampak jelas


Grade II:
uvula, pilar, dan pole atas tonsil terlihat

Grade III:
Hanya bagian palatum mole yg terlihat.

Grade IV:
Hanya palatum durum yang tampak

Ukuran Tonsil

Grade I:
Tonsil pada fosa, tampak di blk pilar anterior

Grade II: tonsil tampak melebihi pilar

Grade III: tonsil melewati menuju garis tengah


Grade IV:
"kissing" tonsil,

Evaluasi Jalan Napas Atas
Mueller Manuever
Nasofaringoskopi
Menilai basis lidah dan hipertrofi tonsil lingual, obstruksi/massa di daerah laring
(supraglotik, glotik dan subglotik), pergerakan pita suara.
Kolap atau tidaknya retropalatal dan retroglosal selama inspirasi sementara hidung dan
mulut ditutup.
Persentase kolap: 1+ = 0%-25%, 2+ = 26%-50%, 3+ = 51%-75%, 4+ = >75%.

Radiografi lateral jalan napas:
- Nasopharyngoscopy tidak memungkinkan.
- Informasi anatomis ukuran adenoid.
- Informasi fungsional (-)namun adanya reduksi relatif jalan napas nasofaring (+)

Cephalografi Lateral:
- Ukur landmark tulang dan membandingkan dengan ukuran normal seusianya.
- informasi prognosis untuk tindakan pembedahan (penggunaan mandibular
advancement device).


CT SCAN
Dibandingkan dengan pemeriksaan cefalometry, CT scan secara signifikan lebih baik dalam
menilai ajringan ikat dan secara presisi dapat mengukur area cross-sectional pada beberapa level
yang berbeda seperti halnya rekonstruksi 3Dimensi


MRI :
- Evaluasi pasien dengan kelainan kraniofasial
- Hasil PSG masih abnormal setelah adenotonsillectomy.
- Identifikasi dan evaluasi dinamis dari beberapa tingkatan obstruksi jalan napas (basis lidah,
palatum mole, nasofaring, and hypofaring)