Anda di halaman 1dari 35

Program Keluarga Berencana

Lili Susanti
102011091
Skenario 6
Pada saat rapat koordinasi dengan camat dan
BKKBN dilaporkan bahwa wilayah kerja puskesmas
mengalami kenaikan jumlah kelahiran yang
signifikan dibandingkan 2 tahun lalu. Disepakati
untuk menggalakan KB di wilayah tersebut.
Prioritas program yang dilaksanakan adalah
peningkatan cakupan IUD dan pemasangan susuk
KB. Yang menjadi hambatan adalah adanya
anggapan bahwa KB masih menjadi tabu bagi
masyarakat sekitar. Tingkat pendidikan masyarakat
juga umumnya rendah (80% tidak tamat SMP)
Istilah yang tidak diketahui
Tidak ada
Rumusan Masalah
Terjadi kenaikan jumlah kelahiran yang
signifikan dibandingkan 2 tahun lalu dengan
tingkat pendidikan masyarakat di daerah
tersebut yang umumnya rendah sehingga KB
masih menjadi tabu.
Mind Map
RM
KB
Analisis
sistem
Program
puskesmas
PSC
KIE
Pelayanan
terpadu
demografi
Kelurga Berencana
Keluarga Berencana ( KB ) adalah suatu
program yang dicanangkan pemerintah dalam
upaya peningkatan kepedulian dan peran serta
masyarakat melalui pendewasaan usia
perkawinan, pengaturan kelahiran, pembinaan
ketahanan keluarga, peningkatan kesejahteraan
keluarga kecil, bahagia dan sejahtera.
Tujuan KB
Tujuan umum Tujuan khusus
Meningkatkan kesejahteraan
ibu dan anak serta keluarga
dalam rangka mewujudkan
NKKBS.

Meningkatkan kesadaran
masyarakat dalam
penggunaan alat kontasepsi
Menurunkan jumlah angka
kelahiran bayi
Meningkatkan kesehatan
masyarakat/keluarga dengan
cara penjarangan kelahiran

Sasaran KB
Sasaran langsung Sasaran tidak langsung
Pasangan usia subur yang
bertujuan untuk menurunkan
tingkat kelahiran dengan cara
penggunaan kontrasepsi
secara berkelanjutan.

Pelaksana dan pengelola KB,
dengan cara menurunkan
tingkat kelahiran melalui
pendekatan kebijaksanaan
kependudukan terpadu dalam
rangka mencapai keluarga
yang berkualitas, keluarga
sejahtera.


Manfaat KB
Menekan angka kematian akibat berbagai
masalah yang melingkupi kehamilan, persalinan
dan aborsi yang tidak aman.
Mencegah kehamilan terlalu dini.
Mencegah kehamilan terjadi di usia tua.

Kegiatan Pelayanan KB
KIE
Pelayanan kontrasepsi
Pembinaan dan pengayoman medis kontrasepsi
peserta KB
Pelayanan rujukan KB
Pencatatan dan pelaporan.
Pola Perencanaan Keluarga
Ruang Lingkup Kegiatan
Komunikasi informasi dan edukasi.
Konseling.
Pelayanan infertilitas.
Pendidikan seks.
Konsultasi pra perkawinan dan konsultasi
perkawinan.
Konsultasi genetik

Jenis-jenis Alat Kontrasepsi
Kondom
Spermisida
Diafragma
Kontrasepsi oral
IUD
Implant
MOW
MOP
Problem Solving Cycle
Problem solving cycle (siklus solusi masalah)
adalah proses mental yang melibatkan
penemuan masalah, analisis dan pemecahan
masalah.

Tujuan utama dari pemecahan masalah adalah
untuk mengatasi kendala dan mencari solusi
yang terbaik dalam menyelesaikan masalah.
Langkah-langkah dalam Problem
Solving Cycle
Analisis situasi
Identifikasi masalah
Prioritas masalah
Alternatif solusi
Pelaksanaan solusi terpilih
Evaluasi solusi yang dilaksanakan

Problem Solving Cycle
Analisis Sistem
Tujuan analisis sistem adalah memahami
masalah kesehatan secara jelas dan spesifik;
mempermudah penentuan prioritas;
mempermudah penentuan alternative
pemecahan masalah.
Analisis sistem terdiri dari:

analisis derajat kesehatan,
analisis aspek kependudukan,
analisis pelayanan/upaya kesehatan,
analisis perilaku kesehatan,
analisis lingkungan Analisa Derajat Kesehatan.

Demografi
Ukuran demografis yang digunakan:
Jumlah penduduk,
derajat kesuburan (angka kelahiran kasar, angka
kesuburan),
derajat kematian (angka kematian kasar, angka
kematian menurut kelompok umur),
laju petumbuhan penduduk,
struktur umur,
angka ketergantungan,
distribusi penduduk,
mobilitas penduduk.
Program KB Pemerintah
Program kependudukan dan KB terdiri dari:

a. Sub Program Pembinaan dan Peningkatan
Kemandirian Keluarga Berencana
b. Sub Program Pembinaan Keluarga Sejahtera
dan Pemberdayaan Keluarga
c. Sub Program Peningkatan Advokasi,
Penggerakan dan Informasi
d. Sub Program Pengendalian Penduduk

Sub Program Pembinaan dan
Peningkatan Kemandirian Keluarga
Berencana

Tujuan:
Meningkatkan pembinaan dan kesertaan KB
Jalur Pemerintah
Meningkatkan pembinaan, kemandirian dan
kesertaan KB Jalur Swasta
Meningkatkan pembinaan kesertaan KB Jalur
Wilayah dan Sasaran Khusus
Meningkatkan promosi dan konseling Kesehatan
Reproduksi

Sub Program Pembinaan Keluarga
Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga
Tujuan:
Mewujudkan ketahanan keluarga yang sehat
jasmani dan rohani, cerdas, berakhlak,
berkarakter dan harmonis.
Mewujudkan kesejahteraan keluarga yang
kreatif, inovatif, maju, mandiri dan memiliki
etos kerja yang tinggi.

Sub Program Peningkatan Advokasi,
Penggerakan dan Informasi
Intensifikasi advokasi dan KIE;
Pembangunan dan penguatan kemitraan;
Penguatan operasional lini lapangan;
Penyediaan data dan informasi berbasis
teknologi informasi;
Penyediaan infrastruktur teknologi informasi
dan komunikasi.


Sub Program Pengendalian Penduduk
Merumuskan Grand Design Pengendalian Kuantitas
Penduduk;
Merumuskan parameter kependudukan dan
proyeksi penduduk yang akan dimanfaatkan sebagai
dasar berbagai sektor dalam menyusun rencana
pembangunan.
Meningkatkan komitmen stakeholder terhadap
pelaksanaan pendidikan kependudukan.
Menyediakan kajian dan analisis dampak
kependudukan terhadap pembangunan secara
komprehensif.

Program Keluarga Berencana
Puskesmas
Kegiatan pelayanan Keluarga Berencana
meliputi:
a) Komunikasi informasi dan edukasi (KIE)
b) Pelayanan kontrasepsi
c) Pembinaan dan pengayoman medis
kontrasepsi peserta KB.
d) Pelayanan rujukan keluarga berencana
e) Pencatatan dan pelaporan.

Fungsi Klinik KB
1. Memberikan konseling.
2. Memberikan pelayanan kontrasepsi sederhana, Pil
KB dan AKDR.
3. Memantapkan dan membina peserta KB dengan
KIE (komunikasi, informasi dan edukasi).
4. Melakukan pencatatan dan pelaporan
kegiatannya.
5. Menangani efek sampingan dan komplikasi yang
ringan.
6. Rujukan peserta KB.
Tujuan Posyandu
Tujuan Umum Tujuan Khusus
Menunjang percepatan
penurunan Angka Kematian
Ibu (AKI), Angka Kematian
Bayi (AKB) dan Angka
Kematian Anak Balita
(AKABA) di Indonesia melalui
upaya pemberdayaan
masyarakat.

Meningkatnya peran
masyarakat dalam
penyelenggaraan upaya
kesehatan dasar, terutama yang
berkaitan dengan penurunan
AKI, AKB dan AKABA.
Meningkatnya peran lintas
sektor dalam penyelenggaraan
Posyandu, terutama berkaitan
dengan penurunan AKI, AKB
dan AKABA.
Meningkatnya cakupan dan
jangkauan pelayanan kesehatan
dasar, terutama yang berkaitan
dengan penurunan AKI, AKB
dan AKABA.

Kegiatan Posyandu
Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)
Keluarga Berencana (KB)
Imunisasi
Gizi
Pencegahan dan Penanggulangan Diare

Kader Kesehatan
Seorang kader kesehatan adalah warga tenaga
sukarela dalam bidang kesehatan yang langsung
dipilih oleh dan dari para masyarakat yang
tugasnya membantu dalam pengembangan
kesehatan masyarakat.

Tujuan Pembentukan Kader
Untuk menyukseskan pembangunan nasional di
bidang kesehatan.
Masyarakat berperan serta secara aktif dan juga
mempunyai tanggung jawab dalam
menyukseskan pembangunan dalam bidang
kesehatan.
Peran & Fungsi Kader Kesehatan
Fungsi kader adalah mampu melaksanakan
sejumlah kegiatan yang ada di lingkungannya.
Kegiatan yang dapat dilakukan kader di
Posyandu adalah:
1. Melaksanan pendaftaran.
2. Melaksanakan penimbangan bayi dan balita.
3. Melaksanakan pencatatan hassil
penimbangan.
4. Memberikan penyuluhan.
5. Memberi dan membantu pelayanan.
6. Merujuk.



Kegiatan yang dapat dilakukan kader
diluar Posyandu KB-kesehatan

Bersifat yang menunjang pelayanan KB, KIA,
Imunisasi, Gizi dan penanggulan diare.
Mengajak ibi-ibu untuk datang para hari
kegiatan Posyandu.
Kegiatan yang menunjang upanya kesehatan
lainnya yang sesuai dengan permasalahan yang
ada
Kesimpulan
Keluarga berencana merupakan program
pemerintah dalam upaya mengontrol laju
pertumbuhan penduduk. Pertumbuhan
penduduk yang cepat akan berdampak buruk
bagi negara maupun masyarakat itu sendiri.
Program KB ini tidak hanya dilaksanakan oleh
tenaga kesehatan saja namun diperlukan juga
campur tangan dari masyarakat dalam bentuk
kader kesehatan.
Thank you