Anda di halaman 1dari 3

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Definisi
Hidrokel adalah penumpukan cairan yang berlebihan di antara lapisan
parietalis dan viseralis tunika vaginalis. Dalam keadaan normal, cairan yang
berada di dalam rongga itu memang ada dan berada dalam keseimbangan
antara produksi dan reabsorbsi oleh sistem limfatik di sekitarnya.

2.2. Epidemiologi

2.3. Klasifikasi
1 Hidrokel testis, kantong hidrokel seolah-olah mengelilingi testis.
2 Hidrokel funikulus, kantong hidrokel berada di funikulus yaitu terletak di
sebelah cranial dari testis.
3 Hidrokel komunikan terdapat hubungan antara prosesus vaginalis dengan
rongga peritoneum sehingga prosesus vaginalis dapat terisi cairan
peritoneum..

2.1. Etiologi dan Patofisiologi
Hidrokel yang terjadi pada bayi baru lahir dapat disebabkan karena
belum sempurnanya penutupan prosesus vaginalis sehingga terjadi aliran
cairan peritoneum ke prosesus vaginalis, dan belum sempurnanya sistem
limfatik di daerah skrotum dalam melakukan reabsorbsi cairan hidrokel.
Pada bayi laki-laki, hidrokel dapat muncul dalam kandungan di minggu-
minggu terakhir sebelum kelahiran. Pada bulan kedelapan gestasi, testis mulai
turun dari rongga abdomen menuju skrotum. Prosesus vaginalis pada masing-
masing testis mengalirkan cairan peritoneum di sekeliling testis.
Pada banyak kasus, prosesus vaginalis akan menutup dan cairan akan
terabsorbsi. Tetapi, jika cairan belum terabsorbsi ketika prosesus menutup,
maka kondisi ini disebut hidrokel non-komunikan. Pada beberapa kasus,
prosesus vaginalis tetap terbuka, yang disebut hidrokel komunikan.

2.2. Diagnosis
3.2.1 Anamnesis
Pasien mengeluh adanya benjolan di kantong skrotum yang
tidak nyeri. Pada hidrokel testis dan hidrokel funikulus besarnya
benjolan di kantong skrotum tidak berubah sepanjang hari, sedangkan
pada hidokel komunikan besarnya dapat berubah-ubah, yaitu
bertambah besar saat anak menangis.

3.2.2 Pemeriksaan Fisik
Pada pemeriksaan fisik didapatkan adanya benjolan di kantong
skrotum dengan konsistensi kistus dan pada pemeriksaan
penerawangan menunjukkan adanya transiluminasi. Pada hidrokel yang
terinfeksi atau kulit skrotum yang sangat tebal kadang sulit melakukan
pemeriksaan ini, sehingga harus dibantu dengan pemeriksaan
ultrasonografi.
Jenis hidrokel yang berbeda, memberikan gambaran klinis yang
berbeda. Pembagian ini penting karena berhubungan dengan metode
operasi yang akan dilakukan pada saat melakukan koreksi hidrokel.
1. Pada hidrokel testis, kantong hidrokel seolah-olah mengelilingi testis
sehingga testis tak dapat diraba.
2. Pada hidrokel funikulus, testis dapat diraba dan berada di luar
kantong hidrokel.
3. Pada hidrokel komunikan, kantong hidrokel terpisah dari testis dan
dapat dimasukkan ke dalam rongga abdomen.

3.2.3 Pemeriksaan Penunjang
Ultrasonografi.
Tes ini menggunakan gelombang suara dengan frekuensi tinggi
untuk membuat gambar struktur dalam tubuh. Tes ini digunakan
untuk menyingkirkan adanya diagnosis tumor testis atau penyebab
lain dari pembengkakan skrotum.
X-ray.
Tes ini digunakan untuk membedakan hidrokel dengan hernia
inguinal.

2.3. Diagnosis Banding
1. Tumor testis
2. Edema skrotum

2.4. Penatalaksanaan
Hidrokel pada bayi biasanya ditunggu hingga anak mencapai usia 1
tahun dengan harapan setelah prosesus vaginalis menutup, hidrokel akan
sembuh sendiri, tetapi jika hidrokel masih tetap ada atau bertambah besar
perlu dipikirkan untuk dilakukan koreksi.
Tindakan untuk mengatasi cairan hidrokel adalah dengan aspirasi dan
operasi. Aspirasi cairan hidrokel tidak dianjurkan karena selain angka
kekambuhannya tinggi, kadang kala dapat menimbulkan penyulit berupa
infeksi.
Beberapa indikasi untuk melakukan operasi pada hidrokel adalah:
1. Hidrokel yang besar sehingga dapat menekan pembuluh darah.
2. Indikasi kosmetik.
3. Hidrokel permagna yang dirasakan terlalu berat dan mengganggu pasien
melakukan aktivitasnya sehari-hari
Pada hidrokel congenital dilakukan pendekatan inguinal karena
seringkali hidrokel ini disertai dengan hernia inguinalis sehingga pada saat
operasi hidrokel, sekaligus melakukan herniografi. Pada hidrokel funikulus
dilakukan ekstirpasi hidrokel secara in toto.

2.5. Komplikasi
Resiko dari operasi hidrokel adalah:
1. Perdarahan
2. Infeksi
3. Luka pada skrotum

2.6. Prognosis
Jika dibiarkan, hidrokel yang cukup besar mudah menglami trauma dan
hidrokel permagna bisa menekan pembuluh darah uyang menuju ke testis
sehingga menimbulkan atrofi testis.