Anda di halaman 1dari 38

MIKOLOGI

OLEH
dr. SRI MIRAJJUMIATI
Pendahuluan
Jamur adalah tumbuh-tumbuhan berbentuk
sel atau benang bercabang,mempunyai
dinding dari selulosa atau kitin atau kedunya,
mempunyai protoplasma yang mengandung
satu atao lebih inti, tidak mempunyai klorofil
dan berkembang biak secara aseksual atau
seksual
Morfologi jamur mencakup
Khamir : sel-sel yang berbentuk bulat,lonjong
atau memanjang yang berkembang biak
dengan membentuk tunas dan membentuk
koloni yang basah atau berlendir
Kapang : sel-sel yang memanjang dan
bercabang yang disebut hifa, membentuk
koloni yang menyerupai kapas atau padat

Hifa dapat bersifat :
Hifa vegetatif : berfungsi mengambil
makanan untuk pertumbuhan
Hifa reproduktif : membentuk spora
Hifa udara : berfungsi mengambil oksigen
Spora :
Spora aseksual (talospora) :
o Arthospora
o Klamidospora
o Aleuriospora
o sporangiospora
Spora seksual :
o Zigospora
o Oospora
o Askospora
o basidiospora
Mikosis Superfisial
Penyakit jamur yang mengenai lapisan
permukaan kulit (stratum korneum, rambut
dan kuku)
Dibagi dalam dua kelompok :
Yang disebabkan oleh jamur bukan golongan
dermatofita
Yang disebabkan oleh jamur golongan
dermatofita
Mikosis Superfisialis bukan Dermatofitosis
Pitiriasis versikolor
Penyebab Malassezia furfur
Lesi dimulai dengan bercik kecil tipis yang kemudian
menjadi banyak dan menyebar disertai adanya sisik.
Pada orang putih,bercak terlihat sebagai
hiperpigmentasi
Dimulai dengan bercik kecil tipis yang kemudian
menjadi banyak dan menyebar disertai adanya sisik.
Pada orang putih,bercak terlihat sebagai
hiperpigmentasi
Terdapat pada bagian tubuh atas (leher, muka,
lengan, dada, perut dll)
Bila kulit disinari sinar ultra violet, maka tampak
fluoresensi hijua kebiruan. Reaksi ini disebut
woods light positif

Diagnosis : pemeriksaan langsung bahan
kerokan kulit dengan larutan 10%, jamur
tambak sebagai spora berkelompok dan hifa
pendek yang juga berkelompok
Pengobatan :pengobatan lokal dengan
preparat salisil (tinktur salisil spiritus),
preparat derivat imidazol (salep mikonazol,
isokonazol,klotrimazol, ekonazol dan tolnaftat
tinktur atau salep
Pengobatan sistemik : ketokonazol oral
Otomikosis
Penyakit jamur telinga yang disebabkan oleh
Aspergillus, Penicillium, Mucor, Rhizopus dan
Candida
Mengenai kulit liang telinga dan bisa bersifat akut
atau menahun, bisa unilateral atau bilateral
Keluhan : gatal dan rasa penuh diliang telinga,
pendengaran berkurang
Diagnosis : pemeriksaan serumen ditemukan hifa
atau spora jamur dengan cara pemeriksaan
langsung sedian KOH 10 %
Pengobatan : mengeluarkan serumen dan menjaga
kebersihan liang telinga, bisa diberikan obat
antijamur lokal
Piedra
Piedra Hitam
Infeksi jamur pada rambut yang disebabkan
oleh jamur Piedra hortai
Infeksi terjadi karena rambut kontak dengan
spora penyebab
Kelainan rambut terutama rambut kepala
berupa benjolan yang sangat keras berwarna
coklat kehitaman
Benjolan sulit dilepaskan, jika dipaksakan
rambut akan patah


Diagnosis ialah dengan memeriksa benjolan
pada rambut dan dengan larutan KOH 10%
tampak jamur merupakan anyaman padat
dari hifa yang berwarna tengguli. Di dalam
anyaman jamur ini tampak bagian-bagian
jernih yaitu askus-askus yang masing-masing
mengandung 2-8 askospora
Pengobatan : memotong rambut yang
terkena atau mencuci kepala setiap hari
dengan larutan sublimat 1/2000
Piedra Putih
Infeksi jamur pada rambut yang disebabkan
Trichosporon beigelii
Kelainan rambut tampak sebagai benjolan berwarna
putih kekuningan
Dapat menimbulkan kelainan pada rambut kumis
dan rambut janggut
Rambut mudah patah saat disisir
Diagnosis : adanya benjolan pada kepala dan pada
pemeriksaan KOH 10% tampak anyaman hifa yang
padat, tidak berwarna atau berwarna putih
kekuningan
Pengobatan : memotong rambut dan mencuci
kepala setiap hari dengan larutan sublimat 1/2000
Onikomikosis
Penyakit jamur pada kuku yang disebabkan
dermatofita disebut tinea unguium
Infeksi jamur ini bisa mengenai satu kuku atau lebih
Kuku tidak rata,tidak mengkilat, rapuh atau
mengeras
Kelainan dimulai dari bagian proksimal atau dari
distal kuku
Diagnosis : diperiksa kerokan kuku atau kerokan
bawah kuku. Dengan KOH 10% tampak jamur
sebagai hifa atau spora
Pengobatan : larutan derivat azol selama sebulan,
sebaiknya kuku dipotong pendek

Tinea nigra palmaris/plantaris
Penyebab adalah jamur Cladosporium wernecki
atau Cladosporium mansoni
Penyakit mengenai stratum korneum telapak tangan
atau kaki dan menimbulkan bercak-bercak yang
berwarna tengguli hitam, kadang tampak bersisik,
tampak kotor dan gatal
Diagnosis : kerokan kulit di tempat
kelainan,pemeriksaan KOH 10% tampak jamur
sebagai kelompok hifa atau kelompok spora
berwarna hitam atau hijau tua
Pengobatan : salep Whitfield, mikonazol nitrat atau
larutan tiabendazol 10%
Dermatofitosis
Dermatofitosis (kurap) ialah mikosis superfisialis
yang disebabkan golongan jamur dermatofita
Dermatofita merupakan golongan jamur yang
mempunyai sifat dapat mencernakan keratin
Spesies penyebab utama dermatofita :
1. Trichosphyton mentagrophytes
2. Tri chophyton rubrum
3. Microsporum canis
4. MIcrosporum gypseum
5. Trichophyton concentrium
6. Epidermophyton floccosum

Tinea kapitis
Penyebab adalah dari Microsporum dan
Trichophyton
Kelainan mengenai kulit kepala dan rambut
kepala,lebih sering pada anak-anak
Rambut yang terinfeksi tidak mengkilat lagi,
mudah rontok dan tidak nyeri bila dicabut
sehingga menyebabkan alopesia
Dengan pemeriksaan sinar ungu violet
tampak flouresensi hijau kekuningan (untuk
infeksi M.canis dan M. gypseum disebut
dengan woods light positif
Tinea korporis
Penyebab ialah spesies dari Microsporum,
Trichophyton dan E.floccosum
Kelainan mengenai kulit badan, lengan dan
tungkai
kelainan pada bagian yang tertekan oleh
sesuatu misal tali pinggang

Tinea imbrikata
Penyebab T.concentrium
Kelainan pada kulit dapat meliputi seluruh
tubuh
Kelainan tampak sebagai lingkaran-lingkaran
konsentris, bersisik kasar dan tersusun
seperti genteng
Tinea favosa
Penyebab terutama T.schoenlein, kadang
juga T.violaceum dan M.gypseum
Kelainan terdapat pada kulit kepala dan
menyebar ke seluruh tubuh dan juga ke kuku,
mempunyai bau yang khas disebut mousy
odor
Kelainan berupa scutula dibentuk oleh
sisik-sisik yang tersusun seperti kerucut
Pada bagian kepala bisa menyebabkan
alopesia yang permanen
Tinea kruris
Penyebab Microsporum, Trichophyton dan
E.floccosum
Kelainan mengenai kulit di daerah inguinal,
paha bagian dalam dan perineum
Tinea Pedis
Penyebab Trichophyton dan E.floccosum
Mengenai kulit diantara jari-jari, terutama
antara jari ke3-4 dan ke4-5, telapak kaki, juga
bagian lateral kaki
Pada telapak kaki dapat terbentuk lubang-
lubang pada kulit
Pada lateral kaki merupakan celah-celah
bersisik, kadang dengan infeksi sekunder
oleh bakteri hingga timbul rasa nyeri
Faktor predesposisi berupa kaki yang selalu
basah
Tinea barbae
Penyakit disebabkan jamur spesie zoofilik
misal T.verrucosum
Kelainan pada kulit disertai folikulitis (radang
pada folikel rambut)
Terdapat di daerah dagu dan bagian-bagian
lain muka dan leher
Semua rambut yang terkena penyakit akan
rontok
Orang dapat sembuh tanpa pengobatan
Mikosis Profunda
Misetoma
Kelainan yang disebabkan infeksi jamur pada
jaringan dibawah kulit yang dapat menimbulkan
pembengkakan,deformitas, abses dan fistel pada
bagian yang terkena
Infeksi misetoma terjadi melalui trauma,misal oleh
tusukan duri
Dimulai dari tumor kecil yang membesar,merusak
jaringan dan tulang
Diagnosis : pus dan jaringan biopsi
Pengobatan: penisilin dosis tinggi, sulfa,
streptomisin dan ketokonazol
Kromomikosis
Jamur penyebab terdapat di tanah dan kayu
tumbuh-tumbuhan yang sudah rusak.
Jamur ini termasuk golongan Dematiaceae
Jamur masuk melalui luka pada kulit oleh trauma
atau tusukan
Lesi sering terjadi pada tungkai bawah, hiperemi
dan menjadi papil kecil berbatas tegas
Penyakit menahun bisa menyebabkan papil
berbentuk seperti bunga kol, gatal dan terjadi
penyumbatan saluran getah bening sehingga
edema tungkai bawah
Diagnosis : memeriksa kerokan kulit atau biopsi
jaringan
Pengobatan :amfoterisin-B dan ketokonazol
Sporotrikosis
o Infeksi terjadi karena jamur masuk ke dalam jaringan subkutis
melalui luka pada kulit oleh duri atau kayu lapuk
o Gambaran klinik :
1. Sporotrikosis kulit yang mengenai kulit dan melebar dengan
permukaan tidak rata dan bersisik,kelainan terjadi ditempat
trauma dan tidak menyebar ke pembuluh getah bening
2. Sporotrikosis limfatik lokalisata yang pada tempat trauma
timbul lesi primer. Lesi kecil menjadi tonjolan yang akhirnya
menjadi abses yang lunak,pecah, menembus kulit dan
membentuk ulkus
3. Sporotrikosis pulmonum, yang terjadi karena inhalasi spora
yang menimbulkan infiltrat di paru
4. Srporotrikosis diseminata, dari lesi primer menyebar luas ke
kulit atau selaput lendir, gejala sakit berat dan suhu badan
tinggi

o Diagnosis : memeriksa nanah, aspirasi
abses, jaringan ulkus, sputum dan bahan
klinis lain
o Pengobatan : amfoterisin B secara intravena
pada sporotrikosis diseminata. Ketokonazol
dapat digunakan pada pengobatan penyakit
ini
Keratomikosis
Penyakit jamur yang mengenai kornea
kelainan timbul berupa infiltrat yang melebar
dan menjadi ulkus, terlihat sebagai bercak
putih. Pada stadium lanjut terlihat hipopion
Pengobatan : amfoterisin B tetes mata dan
triazol

Rinosporidiosis
Diduga penyakit karena inhalasi
Kelainan berbentuk polip bertangkai dan
mudah berdarah pada selaput lendir mata,
hidung, faring atau uretra
Gejala pada mata adalah lakrimasi dan
fotofobia
Pengobatan : pembedahan polip
Aktinomikosis
Infeksi terjadi secara endogen oleh jamur
Actinomyces israelii yang hidup pada mulut
dalam gigi yang berlubang atau dalam
kropta tonsil
Ada 3 aktinomikosis :
1. Aktinomikosis servikofasialis : terjadi dari
luka primer dimulut, tampak pembengkakan
pada muka,terutama rahang bawah, keras
dan berbenjol-benjol disusul pembentukan
abses dan fistel kadang disertai trismus
2. Aktimikosis torakalis : terjadi karena aspirasi
jamur atau penyebaran dari leher atau
abdomen, menimbulkan gejala sepertin
sakit pada paru lainnya pada dinding thorak
jika menahun akan membentuk fistel
3. Aktinomikosis abdominalis : terjadi karena
jamur tertelan dan masuk ke dalam saluran
cerna atau pada dinding usus. Jamur bisa
menembus dinding perut dan terbentuk
fistel

Diagnosis : bahan pemeriksaan berupa
nanah, dahak dan jaringan lain
Pengobatan : penisilin sebagai obat pilihan,
jika terjadi fistel dilakukan eksisi jaringan
Kladosporiosis
Infeksi terjadi melalui inhalasi spora
Berupa kelainan otak berbentuk abses atau
arteriosklerosis
Beberapa kasus dilaporkan disertai kelainan
paru
Diagnosis : dari bahan operasi kelaianan otak
Pengobatan : tindakan bedah
Kandidiasis
Penyakit jamur yang mengenai kulit, kuku, selaput
lendir dan alat dalam oleh candida
Faktor predisposisi :
1. Fisiologik : kehamilan, umur (bayi), siklus
menstruasi
2. Patologik : trauma (kerusakan kulit),
malnutrisi,kelainan endokrin, keganasan,
pengobatan (antibiotik, kortikosteroid,sitostatik dan
imunosupresif), keadaan umum yang kurang baik,
penyakit infeksi lain atau menahun, defisiensi imun
(AIDS)
Kulit
Sering ditemukan disela jari kaki atau tangan
Dikenal sebagai penyakit kutu air
Ditemukan pada pekerja atau kebiasaan
yang berhubungan dengan air
Gejala : gatal dan timbul rasa sakit bila terjadi
maserasi atau infeksi sekunder oleh kuman
Daerah lain yang sering terkena adalah
inguinal, ketiak dan sekitar anus
Pada bayi sering terjadi karena perawatan
yang kurang baik sehingga timbul kemerahan
bekas popok disebut diaper rash

Kuku
Timbul karena kebersihan kurang baik di
daerah kuku, terutama dibawah kuku
Candida tertimbun di bawah kulit sebagai
akibat garukan dari kulit yang terinfeksi jamur
Keadaan ini sering asimtomatis
Selaput lendir
Ditemukan pada bayi sebagai bercak putih
seperti sisa susu di bibir, lidah dan selaput
lendir mulut.
Pada orang dewasa sering disertai kelainan
intestinal berupa perut kembung dengan atau
tanpa diare
Pada wanita, sering menimbulkan vaginitis
dengan gejala fluor albus yang disertai rasa
gatal

Diagnosis : ditemukan candida dalam
jaringan atau dalam bahan klinik (kerokan
kulit, sputum, tinja, urin, sekret vagina)


Pengobatan
Topikal
1. Gentian violet 1% pada kulit dan selaput lendir
2. Derivat azol: klotrimazol, mikonazol, ekonazol,
bifonazol, isokonazol, tiokonazol
3. Polien : nistatin, amfoterisin B
Sistemik
1. Nistatin (oral) 3 x 1 tablet selama 5 hari
2. Amfoterisin B (oral) 3x1 tablet isap selama 5 hari
(intravena) dimulai dg dosis rendah dan dinaikkan
1mg/kgBB sampai dosis total 2500 mg untuk org
dewasa
3. 5-fluorositosin (tidak terdapat d Indonesia)
4. Derivat azol : ketokonazol 1x400mg selama 5 hari