Anda di halaman 1dari 22

FAKULTAS EKONOMI

JURUSAN AKUNTANSI
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2
1. DISUSUN SESUAI DENGAN KEWENANGAN DAERAH
SEBAGAI SATU KESATUAN DALAM SISTEM
PERENCANAAN NASIONAL
2. JANGKA PANJANG, JANGKA MENENGAH, DAN
JANGKA PENDEK (TAHUNAN)
3. MENJAMIN KETERKAITAN DAN KONSISTENSI
ANTARA PERENCANAAN & PENGANGGARAN,
PELAKSANAAN, EVALUASI DAN PENGENDALIAN
Langkah Langkah Perencanaan
Secara garis besar terdapat 4 (empat)
langkah didalam perencanaan pada semua
jenjang organisasi :
1.Menetapkan sasaran. Kegiatan perencanaan
dimulai dengan memutuskan apa yang ingin
dicapai organisasi. Tanpa sasaran yang jelas
sumber daya yang dimiliki organisasi akan
menyebar terlalu luas.
3
Langkah Langkah Perencanaan
2.Merumuskan posisi organisasi pada saat ini,
Jika sasaran telah ditetapkan, pimpinan
harus mengetahui dimana saat organisasi
berada dan untuk mencapai sasaran yang
telah ditetapkan tersebut.
3.Menidentifikasi faktor faktor pendukung
dan menghambat. Mengidentifikasi faktor
faktor pendukung dan penghambat, baik
yang berasal dari sumber internal maupun
eksternal
4
Langkah Langkah Perencanaan
4.Menyusun langkah langkah untuk mencapai
sasaran. Langkah terakhir dalam kegiatan
perencanaan adalah mengembangkan
berbagai kemungkinan alternatif atau
langkah langkah yang diambil untuk
mencapai sasaran yang telah ditetapkan,
mengavaluasi altenatif laternatif mana yang
dianggap cocok dan baik.

5
6
1. UU No. 17 Thn 2003 ttg Keuangan Negara;
2. UU No. 25 Thn 2004 tentang Sistem Perencanaan
Pembangunan Nasional;
3. UU No. 32 Thn 2004 tentang Pemerintahan Daerah;
4. PP No. 20 Thn 2004 ttg Penyusunan Rencana Kerja
Pemerintah;
5. PP No. 21 Thn 2004 ttg Penyusunan Rencana Kerja dan
Anggaran Kementerian Negara/Lembaga;
6. PP No. 58 Thn 2005 ttg Pengelolaan Keuangan Daerah;
7. Permendagri No. 13 Thn 2006 Pedoman Pengelolaan
Keuangan Daerah;
8. SE Mendagri No. 050/2020/SJ ttg Petunjuk Penyusunan
Dokumen RPJP Daerah dan RPJM Daerah tgl. 11
Agustus 2005.
7
RPJM
NASIONAL
RKP
RAPBN APBN
RPJM
DAERAH
RKPD RAPBD
APBD
RENSTRA
SKPD
RENJA
SKPD
RKA
SKPD
PENJABARAN
APBD
RENSTRA
KL
RENJA
KL
RKA - KL
RINCIAN
APBN
dijabarkan
P
e
d
o
m
a
n

Pedoma
n
diacu dijabarkan
d
i
a
c
u

Pedoman
Pedoman
Pedoman
P
e
d
o
m
a
n

P
e
m
e
r
i
n
t
a
h


P
u
s
a
t

P
e
m
e
r
i
n
t
a
h


D
a
e
r
a
h

PERENCANAAN PENGANGGARAN
d
i
a
c
u

d
i
p
e
r
h
a
t
i
k
a
n

Diserasikan melalui MUSRENBANG
Pedoman
Pedoman
Pedoman
RPJP
NASIONAL
diacu
KUA
PPAS
RPJP
DAERAH
8
RPJP
Nasional
RPJM
Nasional
RKP
RPJP
Daerah
RPJM
Daerah
RKP
Daerah
Dijabarkan
Renstra
SKPD
Renja-
SKPD
5 tahun
Pedoman
Diacu
20 tahun
Diacu
(1 Tahunan)
Pedoman

ALUR PERENCANAAN DAERAH MENURUT UU 25/2004

Dijabarkan
Pedoman
5 tahun

HUBUNGAN PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN
(UU 17/2003, UU 25/2004 UU 32/2004, UU 33/2004)
RPJMD
Renstra
SKPD
Renja
SKPD
RKPD
KUA PPAS
Dibahas
bersama
DPRD
RKP
RPJM
NOTA KESEPAKATAN
PIMPINAN DPRD DGN KDH
1 tahun
5 tahun
1 tahun
1 tahun
5 tahun
1 tahun
5 tahun




P
E
M
D
A
DPR
PPKD
SKPD
Kebijakan
Umum
Prioritas
& Plafon
Sementara
RKA-SKPD
dibahas
Bahan
Penyusunan
APBD
RAPB
RKPD
APBD
disampaikan
Pedoman
diacu
ALUR PENGANGGARAN MENURUT UU 17/2003




disampaikan




P
E
M
D
A
DPR
PPKD
SKPD
Kebijakan
Umum
APBD
Prioritas
& Plafon
Sementara
RKA-SKPD
Bahan
Penyusunan
APBD
RAPB
RKPD
APBD
dibahas
Pedoman
ALUR PENGANGGARAN MENURUT UU 33/2004




dijabarkan
Diacu
Disiapkan Oleh
Kepala
Bappeda
Penyusunan
Rancangan Akhir
RPJPD
TAHAPAN PENYUSUNAN RPJPD




Penyiapan
Rancangan
RPJPD
Musrembang
Jangka
Panjang
Daerah
Penetapan
Peraturan Daerah
RPJPD
Penyiapan
Rancangan
Awal RPJMD
Musrembang
Jangka
Menengah
Daerah
TAHAPAN PENYUSUNAN RPJMD




Penyiapan
Rancangan
Renstra
SKPD
Penyusunan
Rancangan
RPJMD
Penyusunan
Rancangan
Akhir RPJMD
Penetapan
Peraturan
Daerah RPJMD
14
RPJMD
DAERAH
Penyiapan
Rancangan
Renstra SKPD
Penyusunan
Rancangan Akhir
Renstra SKPD
Penetapan
Peraturan
Kepala SKPD
Rancangan Renstra
SKPD harus
Memperhatika :
1. Visi, Misi, Program
dan Prioritas Kepala
Daerah.
2. Sasaran hasil
pembangunan,
Kerangka pendanaan
indikatif.
3. Hasil analisis
prakiraan maju
anggaran (medium
term expenditure
framework (MTEF)
TAHAPAN PENYUSUNAN RENSTRA - SKPD
Penyiapan
Rancangan
Awal RKPD
Musrembang
Tahunan
Daerah
TAHAPAN PENYUSUNAN RKPD




Penyiapan
Rancangan
Renja SKPD
Penyusunan
Rancangan
RKPD
Penyusunan
Rancangan
Akhir RKPD
Penetapan
Peraturan
Daerah RKPD
16
Penyiapan Renja SKPD

Forum SKPD
Penyusunan Rancangan
Akhir Renja SKPD
RKPD
Tupoksi SKPD
TAHAPAN PENYUSUNAN RENJA - SKPD
Penetapan Peraturan
Kepala SKPD
17
1. RPJP Daerah berfungsi sebagai:
RPJP Daerah Provinsi menjadi acuan penyusunan RPJP Daerah
Kabupaten/Kota.
Pedoman penyusunan visi, misi, dan program prioritas para calon
Kepala Daerah;
Pedoman dalam penyusunan RPJM Daerah;
2. RPJM Daerah berfungsi sebagai:
Pedoman bagi Kepala SKPD untuk menyempurnakan rancangan Renstra
SKPD menjadi Renstra SKPD;
Bahan utama penyusunan RKP Daerah;
Dasar evaluasi dan laporan pelaksanaan atas kinerja Kepala Daerah;
RPJM Daerah Provinsi merupakan bahan masukan dalam penyusunan
RPJM
Daerah Kabupaten/Kota.
3. RKP Daerah digunakan sebagai:
Pedoman penyempurnaan rancangan Renja SKPD;
Pedoman penyusunan RAPBD.
18
4. Dalam menyusun RPJM Daerah ini
ditambahkan rancangan program indikatif 1
(satu) tahun ke depan setelah periode RPJM
Daerah berakhir. Hal ini adalah untuk
menjembatani kekosongan dokumen
perencanaan jangka menengah pada masa
awal jabatan Kepala Daerah yang baru, disebut
sebagai program transisi.
5. Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Daerah
merupakan pedoman dalam penyusunan
Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas
dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS), dalam
rangka penyusunan rancangan (APBD) untuk
tahun berkenaan.
Lanjutan
19
No Kebijakan
Program/
Kegiatan
Indikator
Organisasi
Pagu Indikatif
Kondisi thn
2004
Hasil Keluaran
Jumlah
(Rp)
Sumber
1. Peningkatan
Kualitas
Sumber Daya
Manusia
1. Program
Pendidikan
Anak Usia
Dini
Rasio Anak
Usia Dini
bersekolah
dengan Jumlah
Anak Usia Dini
sebesar 1 : 2
Dinas
Pendi dikan

7.800.000.000 Rasio Anak
Usia Dini
bersekolah
dengan Jumlah
Anak Usia Dini
sebesar 1 : 5

a. Pembanguna
n sarana dan
prasarana
Gedung
Sekolah (TK)
1. Rasio jumlah
sekolah
dibanding anak
didik sebesar
1:40
2. Jumlah anak
yang terlayani
500 orang
50 (Lima puluh)
Unit Gedung
Sekolah Baru
(TK)
6.900.000.000 APBD 1. Rasio jumlah
sekolah
dibanding anak
didik sebesar
1:70
2. Jumlah anak
yang tidak
terlayani 1200
orang
b. Pengadaan
mebeleir
sekolah
1. Rasio jumlah
sekolah
dibanding anak
didik sebesar
1:40
2. Jumlah anak
yang terlayani
menjadi 500
orang
Mebeleir
pendidikan untuk
50 (lima puluh)
unit gedung
sekolah baru
(TK)
650.000.000 APBD 1.Rasio jumlah
sekolah
dibanding anak
didik sebesar
1:70
2.Jumlah anak
yang tidak
terlayani 1200
orang

c. Pengembang
an Kurikulum,
bahan ajar
dan model
pembelajaran
pendidikan
anak usia dini
dengan
muatan lokal
Terpenuhinya
materi
pembelajaran
untuk 500 orang
anak murid
Tersusunnya 10
mata pelajaran
pokok berbasis
minat dan bakat
bermuatan lokal
250.000.000 APBD Belum terseddia
kurikulum,
bahan ajar dan
model
pembelajaran
pendidikan anak
usia dini dengan
muatan lokal
CONTOH RPJMD 2005 - 2010
20
No Kebijakan
Program/
Kegiatan
Indikator
Organisasi
Pagu Indikatif
Kondisi thn
2004
Hasil Keluaran
Jumlah
(Rp)
Sumber
2. Program
Pelayanan
Administrasi
Perkantoran
Presentasi jumlah
surat terkirim
dibanding dengan
total jumlah surat
dalam satu tahun
adalah 90 %
Dinas Pendi
dikan

150.000.000 Presentasi
jumlah surat
terkirim
dibanding
dengan total
jumlah surat
dalam satu tahun
adalah 60 %
Penyediaan jasa
surat menyurat
Tercapainya
presentase rata-rata
surat yang gagal
tersampaikan 5%
dari rata-rata jumlah
surat yang
seharusnya terkirim
1500 surat
terkirim
150.000.000 APBD Presentase rata-
rata surat yang
gagal
tersampaikan
35% dari rata-rata
jumlah surat yang
seharusnya
terkirim
3. Program
peningkatan
sarana dan
prasarana
aparatur
Perbandingan
jumlah mebelair
layak pakai
dengan jumlah
pegawai non
struktural adalah
1:1
Dinas Pendi
dikan
65.000.000 Perbandingan
jumlah mebelair
layak pakai
dengan jumlah
pegawai non
struktural adalah
1:1
Pengadaaan mebeleir
(meja kursi)
Tercapainya
presentase total
mebelair untuk
pegawai non
struktural yang tidak
layak pakai sebesar
30% dari total
mebelair yang
dimiliki
62 unit mebel 65.000.000 APBD Presentase total
mebelair untuk
pegawai non
struktural yang
tidak layak pakai
sebesar 30% dari
total mebelair
yang dimiliki
Lanjutan
21
NO
PRIORITAS
PEMBANGUNA
N
PROGRAM/
KEGIATAN
INDIKATOR
PROGRAM
INDIKATOR KEGIATAN
ORGA
NISASI
PAGU INDIKATIF
LOKASI
Hasil Keluaran Hasil Jumlah (Rp)
Sum
ber
1 Peningkatan
Kualitas
Sumber Daya
Manusia
Program
Pendidikan
Anak Usia Dini
Rasio Anak Usia
Dini bersekolah
dengan Jumlah
Anak Usia Dini
sebesar 1 : 3
Dinas
Pendi
dikan
858.000.000
a. Pembanguna
n sarana dan
prasarana
Gedung
Sekolah (TK)
5 (Lima)
Unit Gedung
Sekolah
Baru (TK)
1.Rasio Jumlah
Sekolah
dibanding anak
didik sebesar
1 : 50
2.Jumlah anak
yang terlayani
menjadi 400
orang
754.000.000 APBD

1. Kec. A
a.Desa x 1 unit
b.Desa y 3 unit
2. Kec. B
Desa z 2 unit
b. Pengadaan
mebeleir
sekolah
Mebeleir
pendidikan
untuk 5
(lima) unit
grdung
sekolah
baru (TK)
1. Rasio Jumlah
Sekolah
dibanding
anak didik
sebesar 1 :
50
2. Jumlah anak
yang terlayani
menjadi 400
orang
57.000.000 APBD

Kabupaten

c. Pengembanga
n Kurikulum ,
bahan ajar dan
model
pembelajaran
pendidikan
anak usia dini
dengan muatan
lokal
Tersusunya
7 mata
pelajaran
pokok
berbasis
minat dan
bakat
bermuatan
lokal
Terpenuhinya
materi
pembelajaran
untuk 400
orang anak
murid
47.000.000 APBD

Kabupaten

CONTOH RKPD TAHUN ANGGARAN 2007
22

Beri Nilai