Anda di halaman 1dari 41

Pada PLTA, tenaga listrik dihasilkan oleh generator

yang dikopel ke turbin; tenaga listrik ini lebih kecil


dari yang diproduksi turbin. Kerugiannya adalah di
dalam turbin dan generator, karena efisiensi turbin
maupun efisiensi generator lebih kecil dari 100%.
Daya yang dihasilkan turbin adalah sebesar :
kw QH P
T T
......... .......... .......... 81 , 9
Atau
Di mana

T
= efisiensi turbin

G
= efisiensi generator
Q = debit aliran air (m3/detik)
H = tinggi jatuh air (m)
kw P P
G
......... .......... .......... T
kw QH P
T T
......... .......... .......... 81 , 9
G

Waduk
Bendungan
Penghalang sampah
Waduk awal
Tangki pendatar
Pipa pesat
Sentral daya
Saluran pelimpah
Penggerak
Bagian atau komponen-komponen yang penting
pada PLTA yaitu :
Company name SISTEM INSTALASI PLTA
Merupakan kebutuhan utama dari suatu pembangkit hidro elektrik
yaitu sebagai penyimpan air yang digunakan untuk memutar
penggerak awal untuk menghasilkan daya listrik. juga berfungsi
sebagai penyimpan air di waktu musim kemarau
BENDUNGAN
Fungsi bendungan adalah untuk mendapatkan tinggi jatuh (head)
air yang digunakan pada turbin air, walaupun sebelumnya
bendungan yang tinggi dimaksudkan hanya untuk mendapatkan
tinggi jatuh air akan tetapi sekarang dan juga untuk menambah
kepastian waduk.
Dimaksudkan untuk mencegah masuknya buangan (sampah) yang
bisa merusakkan pintu air pada aliran yang menuju turbin atau
dengan kata lain akan menciutkan pipa turbin impuls. penghalang
sampah dibuat dari batang baja yang dipasang menyilang.
WADUK AWAL
Digunakan untuk pengatur waduk penyimpan air sementara jika
beban (air) pada instalasi dikurangi dan untuk mendeteksi
penambahan beban (air) selama air di dalam kanal dipercepat
pengalirannya. Pendeknya waduk awal juga sebagai tempat ambil
air.
Ditempatkan pada terminal terowongan tekan pada pusat listrik jenis
bendungan bersaluran dan bertugas mengatur jumlah air untuk
menyerap pukulan air apabila debit air pada turbin tiba-tiba berubah,
tetapi tangki air yang berada dalam pada terowongan atas atau
terowongan tanpa tekan disebut tangki atas dan bertugas mengatur
debit dan membersihkan pasir. Jenis bendungan biasanya tidak
diperlengkapi dengan tangki pendatar, karena waduk ini sendiri
bertugas sebagai pelepas tekanan. Ada banyak dari tangki pendatar
yang dipakai pada pembangkit, pertimbangan-pertimbangan antar
lain pada banyaknya air yang disimpan, besarnya tekanan yang
diberikan dan ruang udara yang ada.
Adalah suatu saluran air dari waduk awal ke turbin. Ada dua tipe dari
pipa pesat, yaitu: tipe bertekanan tinggi dan tipe bertekanan rendah.
Dari tipe yang bertekanan rendah terdiri dari sebuah kanal, flens dan
pipa.

Pipa pesat yang bertekanan tinggi terbuat dari pipa baja dan pipa ini
banyak digunakan pada masa sekarang, meskipun ada kesullitan
mengenai pengelasannya.

Bila pipa pesat dipasang dalam terowongan di pegunungan yang
berbatu dasar baik, maka dibuat rencana tertentu, sehingga pipa
baja, batu dan pembungkus beton merupakan satu kesatuan dalam
menahan tekanan air.
fasilitas yang berisikan turbin air, generator dan mesin-mesin pembantu
lainnya. Sentral daya biasanya ditempatkan pada kaki bendungan dan
mendekati waduk penyimpan, karena dengan keadaan ini akan banyak
menguntungkan.

Ada berbagai macam sentral daya menurut bagiannya yang terletak di
atas tanah dan menurut bentuk pondasi turbin air dan generator.
Sentral daya ini terdiri dari dua bagian penting, yaitu : bentuk
bangunan bawah tanahnya untuk menopang hidrolik dan generator dan
bentuk bangunan atas tanahnya.

Pada yang kedua harus dipertimbangkan keamanan mengenai keadaan
geografis, geologi, kedudukan timbal balik antara bendungan dan
terusannya.

Menurut jenis pnyangga generatornya dikenal jenis dua lantai, jenis
satu lantai dan jenis banyak lantai. Pada jensi dua lantai generator
disangga balok-balok. Bangunan ini dibagi menjadi ruangan turbin air
dan ruang generator berkapasitas besar. Untuk bangunan satu lantai
disangga oleh suatu konstruksi yang berbentuk tong, pada ruangan ini
tidak ada lantai khusus generator.
Ini dimaksudkan pada sebuah jenis kutub pengaman (safety valve)
untuk bendungan, saluran pelimpah digunakan jenis pengosongan air
lebih di dalam waduk pada level yang diijinkan.
PENGGERAK
Penggerak ini adalah untuk mengubah energi kinetik air manjadi
energi mekanik, yang digunakan penggerak awal yaitu antara lain
turbin Pelton, Francis, Kaplan dan turbin Propeler. Turbin Pelton
termasuk golongan turbin impuls, sedangkan yang lainnya adalah
termasuk dalam golongan turbin reaksi.
Company name
SENTRAL PLTA
PINTU AMBIL TEKANAN
TINGGI
TURBIN PELTON
TURBIN FRANCIS
Company name TURBIN KAPLAN
Ada tiga macam klasifikasi dari Pembangkit Listrik Tenaga Air yaitu :
didasarkan atas,
- Kuantitas air yang didapat
-Tinggi jatuh yang didapat
- Beban alam
Klasifikasi Pembangkit Listrik Tenaga Air, Menurut Kuantitas Air
yang Didapat. Dapat dibedakan atas :

- Pembangkit jenis aliran sungai langsung tanpa pengumpul
- Pembangkit jenis airan sungai langsung dengan pengumpul.
- Pembangkit jenis waduk.
Sesuai dengan namanya, tipe pembangkit ini tidak
menyimpan air. Pembangkit bekerja jika air datang,
pembangkit dapat menggunakan air hanya jika dan ketika
didapatkan.

Pembangkit ini bergantung dari kapasitas pembangkit
pertama pada kecepatan aliran air selama musim hujan.

Kecepatan aliran tinggi berarti kuantitas air bergerak
sebagai pemborosan (misal, tanpa digunakan untuk
pembangkit tenaga beberapa lama), selama peroleh aliran
rendah karena kecepatan rendah, kapasitas pembangkit
melemah.
Kegunaan dari pembangkit jenis ini, aliran sungai dinaikkan dengan
pengumpul. Pengumpul mengizinkan penyimpan air selama periode
ujung. Ketergantungan pada ukuran pengumpul memberikan
kemungkinan untuk mengatasi kesukaran, jam ke jam dengan
fluktuasi dari beban selama seminggu atau selama periode yang lebih
panjang.

Dengan pengumpul yang cukup kapasitas tetap pembangkit menjadi
bertambah. pembangkit tipe ini dapat digunakan pada bagian dari
kurva beban seperti yang dikehendaki, dalam pembatasan dan lebih
berguna daripada pembangkit tanpa penyimpan atau pengumpul.

Ketika pendirian kolam pengumpul saluran bawah kondisi harus
sedemikian rupa, sehingga tidak menimbulkan banjir pada permukaan
saluran bawah. Kemudian menurunkan tinggi jatuh pada pembangkit
dan merugikan efektifan.

Pembangkit tipe ini lebih dapat dipercaya dan kapasitas pembangkit
kurang bergantung pada kecepatan aliran air yang didapatkan.
Suatu pembangkit jenis waduk (penyimpan), mempunyai waduk
sedemikian luasnya sebagaimana diizinkan untuk menyimpan
kelebihan air dari musim hujan ke musim kemarau berikutnya. Air
yang disimpan dibelakang tanggul dan digunakan untuk
pembangkit dengan bentuk sebagaimana dikehendaki.

Banyak pembangkit mempunyai kapasitas yang lebih baik dan
dapat digunakan sepanjang tahun dengan efisien. Kapasitas
tetapnya ditambah dan dapat digunakan sebagaimana pembangkit
beban awal atau sebagai pembangkit beban akhir sebagaimana
dikehendaki.

Dapat juga digunakan pada setiap bagian dari kurva beban
sebagaimana dikehendaki. Sebagian besar dari Pembangkit Listrik
Tenaga Air adalah dari tipe ini.

Jenis waduk pengumpul air disesuikan dengan kuantitas air yang
dibutuhkan yaitu waduk tahunan/waduk harian.
Pembangkit listrik tenaga air diklasifikasikan dalam :

Tinggi jatuh rendah
Tinggi jatuh sedang
Tinggi jatuh tinggi
Dalam hal ini tanggul kecil melintangi sungai untuk
memberikan ketinggian yang diperlukan. Kelebihan air
dibiarkan mengalir di atas tanggul itu sendiri. Pada banyak
tipe Francis, Propeller atau Kaplan dari turbin banyak
digunakan. Juga tidak diperlukan tangki pendatar
Pada pembangkit ini air dibawa dengan kanal terbuka dari waduk
utama ke waduk awal dan kemudian ke pusat tenaga melalui pipa
pesat. Waduk awal sendiri bekerja seperti tangki pendatar, dalam hal
ini tipe biasa dan penggerak utama yang digunakan dalam
pembangkit ini adalah Francis, Propeller dan Kaplan
Pertama air dibawa dari waduk utama oleh saluran ke tangki
pendatar dan kemudian dari tangki pendatar ke pusat tenaga
melalui pipa pesat. Untuk ketinggian di atas 300 meter roda-roda
Pelton digunakan, untuk tinggi jatuh yang lebih rendah digunakan
turbin Francis.

Pemilihan jenis turbin pada dasarnya ditentukan oleh hubungan
yang dit\nyatakan dalam rumus :
ppm
H
p n 165 , 1
4 5
2
1

dimana :
s = kecepatan spesifik turbin (ppm)
n = putaran turbin (ppm)
P = daya turbin (kw)
H = tinggi jatuh efektif (m)
Kecepatan spesifik dapat digunakan untuk menentukan tipe turbin sebagai
berikut:

Turbin Pelton (impuls) : 12 70 rpm
Turbin Francis : 80 420 rpm
Turbin Kaplan dan Propeller : 310 1000 rpm
Klasifikasi turbin air dapat dibedakan atas :
Menurut tinggi jatuh air, H :
30 m : turbin dengan tinggi jatuh air rendah
30 300 m : turbin dengan tinggi jatuh air sedang
300 keatas : turbin dengan tinggi jatuh air tinggi

Menurut kecepatan spesifikasi, s
2 12 ppm : turbin dengan kecepatan spesifikasi rendah
12 90 ppm : turbin dengan kecepatan spesifikasi sedang
90 250 ppm : turbin dengan kecepatan spesifikasi tinggi
Klasifikasi ini diperlukan karena perbedaan karakteristik dan
perbedaan tipe. Pembangkitan dapat diklasifikasikan sebagai
tinggi jatuh tinggi, jika pada awal dari kurva beban, kapasitas
besar, kelangsungan bebannya hampir konstan, faktor beban
dari pembangkit tinggi.

Pembangkit jenis aliran sungai langsung tanpa pengumpul
dapat digunakan sebagai pembangkit beban awal. Sejenis
dengan pembangkit tersebut adalah tipe yang mempunyai
tempat penyimpanan yang besar, terutama selama musim
hujan ketika ketinggian air dari waduk oleh karena sering
hujan.
Pembangkit jenis ini dapat digunakan sebagai pembangkit beban
puncak. Sedangkan pembangkit pompa penyimpan untuk beban
puncak digunakan ketika kuantitas air didapat untuk penggerak
tenaga tidak cukup. Pada tipe ini air setelah melintasi turbin diberikan
ke dalam kolam saluran bawah, dari sana dipompa kembali ke kolam
atas.

Pemompaan kembali dari kolam saluran bawah ke kolam atas
dikerjakan selama periode di luar beban puncak pemakaian. Selama
beban puncak air dibawa ke kolam atas melalui pipa pesat ke operasi
turbin. Pembangkit demikian dapat memperoleh hampir 70% dari
tenaga yang digunakan pada pompa air.

Suatu perkembangan baru dalam bidang ini menggunakan pompa
turbin balik. Unit demikian dapat digunakan sebagai turbin disamping
pembangkit tenaga dan sebagai pompa, di samping pemompaan air
untuk disimpan. Generator dalam hal ini bekerja sebagai motor
selama operasi pembalikkan.
Efisiensi dalam hal ini adalah tinggi dan hampir sama dalam kedua
operasi. Dengan menggunakan pompa turbin balik menambah tempat
penampungan jatuh di atas 300 meter.
PLTA KARANGKATES JAWA TIMUR
Sistem ini memanfaatkan kelebihan tenaga pembangkit pada waktu
pembangkit melayani beban dasar yang rendah di pegunungan untuk
memompakan air dari waduk bawah ke waduk atas. Jadi, sistem ini
sebetulnya termasuk jenis PLTA yang lebih dikenal dengan PLTA
Waduk Pompa (PLWP).

PLWP akan menguntungkan untuk memikul beban puncak, terutama
bila kapasitas pembangkit beban dasar lebih kecil daripada beban
puncak. Suatu sistem PLWP prinsipnya dapat ditunjukkan pada
gambar.

PLWP membangkitkan energi untuk beban puncak tetapi pada waktu-
waktu diluar itu air dipompa dari waduk bawah ke waduk atas untuk
pemanfaatan yang akan datang. Pompa-pompa tersebut digerakkan
oleh tenaga sekunder dari suatu pembangkit lain didalam jaringan
yang bersangkutan.
PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA AIR WADUK BERPOMPA (PLWP)
PLWP akan memberikan nilai ekonomis tambahan bagi jaringan daya
yang bersangkutan dan untuk meningkatkan faktor beban dari
pembangkit-pembangkit lain di dalam jaringan itu serta menyediakan
kapasitas tambahan untuk memenuhi beban-beban puncak. PLWP
merupakan PLTA yang menggunakan sangat sedikit air yang
dibutuhkan untuk operasinya. PLWP tidak merupakan perwujudan
gerak yang kekal, karena adanya energi yang hilang dalam operasi.
Nilainya terletak pada efisiensi ekonomis karena pengubah tenaga
diluar puncak yang nilai tinggi.

Pompa ini dipergunakan untuk memindahkan air dari bawah waduk
atas, pada waktu sistem pembangkit beban dasar berbeban rendah;
pompa ini langsung dikopel dengan generator. Pada saat proses
memompa generator berfungsi sebagai motor untuk menggerakkan
pompa.
Jadi energi listrik akan disimpan dalam bentuk energi lain yang
dalam bentuk energi potensial air. Dengan demikian di dalam
melayani beban puncak dari sebuah sistem PLWP akan
mengurangi biaya-biaya operasi dari sistem pembangkit
tersebut di atas saling dikombinasikan terutama untuk tipe
pembangkit dasar yang menggunakan pembangkit termal.
Kapasitas air yang ideal pada waktu dipompakan ke waduk atas
dan kapasitas air yang dilewatkan melalui turbin haruslah
sama, selama periode beban puncak atau sebaliknya. Sesuai
dengan kurva beban pada Gambar bawah, maka :
Dengan :
Ea = Energi yang digunakan untuk memompa air
ES = Energi yang diberikan PLWP
= Efisiensi PLWP
a S
E E
Gambar : Kurva Beban
Atau

dari kurva beban tersebut dapat dilihat bahwa :

(T1 + T3) jam = waktu selama terjadibeban puncak
(T2 + T4) jam = waktu selama memompakan air
QP = jumlah air yang dipompakan selama (T2 + T4) jam
Qt = jumlah air yang melewati turbin selama (T1 + T3) jam
dengan QP = Qt

Daya pada turbin dapat dinyatakan oleh persamaan :
P S
a
E
E

KW H Q P
T t
8 , 9
dengan :

H = tinggi efektif (m)
T = Efisiensi turbin
Qt = debit turbin (m3/det)
Dalam waktu selang (T1 + T3) jam = Qt m3, maka selama satu
detik adalah =

3
3 1
3600
m
T T
Q
t

Bila waktu t1, T1, T2 dan seterusnya adalah dalam jam, maka persamaan (2)
menjadi :

KW
T T
H Q
P
T t
3600
8 , 9
3 1


Energi pada turbin :

3 1
T T P E
s



KWH
T T
T T T H Q
E
t
s
3600
8 , 9
3 1
3 1


Daya pada pompa :
dengan :
p = efisiensi pompa
Qp = debit pompa (m3/det)

Karena selama (T2 + T4) jam = Qp m3, maka selama satu detik adalah =
maka persamaan di atas, menjadi :
KW
H Q
P
P
P

8 , 9

3
3 1
3600
m
T T
Q
P


P
P
T T
H Q
P
3600
8 , 9
3 1

Energi pada pompa


perbandingan antara Ea dan Es adalah :
KWH T T P E
a 4 2




3600
8 , 9
3600
8 , 9
3 1
3 1
4 2
4 2



T T
T T T H Q
T T
T T H Q
E
E
t
P
P
s
a


atau
T p s
a
E
E

1
Jika diambil efisiensi pompa dan turbin masing-masing adalah p = 0,8 dan
T = 0,9, maka didapat :
4 , 1
0,9 8 , 0
1

s
a
E
E
Dari persamaan diatas dilihat bahwa energi yang
dipompakan adalah kira-kira 1,4 x energi yang
dibangkitkan oleh turbin pada waktu periode berbeban
rendah.h
Pada prinsipnya pembangkit hidro pengoperasiannya sangat
tergantung pada jumlah air yang tersedia. Perkiraan air hujan selama
satu tehun ke depan sangat diperlukan untuk rencana produksi PLTA.
Operasi PLTA sangat tergantung pada jumlah air yang tersedia. Atau
dengan perkatan lain jumlah energi (MWH) adalah tertentu,
sedangkan daya (MW) dapat diatur dalam operasinya.

Volume air yang digunakan untuk suatu waktu adalah :

V = 360 QT (m3) (9)
dengan
Q = Debit air yang diperlukan (m3/det)
T = Lama pengoperasian (jam)
Secara garis besar, pola pengusahaan suatu waduk juga
menjadi kolam tahunan suatu PLTA didasarkan atas
pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut:
Waduk harus dapat menyediakan air untuk keperluan irigasi
pada saat musim kemarau.
Waduk harus dapat mengendalikan banjur di musim hujan.
Di waktu musim hujan, pengisian waduk harus terkendali,
dalam arti jangan sampai terjadi pelimpahan air yang
berlebihan sehingga membahayakan waduk.
Di akhir musim kemarau atau permulaan hujan, tinggi air
dalam waduk masih harus cukup tinggi agar tetap dapat
membangkitkan tenaga listrik tetapi juga harus cukup
rendah agar dapat menampung air di musim hujan yang
akan datang.
Dari segi pengusahaan listrik, sesungguhnya diinginkan agar tinggi air
dalam waduk selalu lebih tinggi setinggi mungkin. Pengoperasian
optimum PLTA yang memakai waduk, sangat tergantung pada
ketepatan perkiraan air yang akan masuk waduk untuk jangka waktu
tertentu, hal ini erat kaitannya dengan evaluasi hujan yang akan
datang.

Beberapa sifat/karakteristik pembangkit hidro yang perlu diketahui
antara lain bahwa:
Pembangkit dengan pompa penyimpan PLWP dapat
digunakan sebagai pembangkit beban puncak.

Pembangkit jenis waduk digunakan pada setiap bagian
kurva beban, sebagian besar dari PLTA adalah dari tipe ini.
Pembangkit jenis aliran sungai langsung dengan pengumpul,
lebih dapat dipercaya dan kapasitas pembangkit tidak begitu
tergantung pada kecepatan aliran air yang didapatkan.
Pembangkit jenis aliran sungai tanpa pengumpul, hanya
bekerja bila air datang, berarti selama perolehan air rendah
yang dikarenakan kecepatan aliran rendah, maka kapasitas
pembangkit makin lemah.
Pada musim kemarau, PLTA akan mengalami penurunan
jumlah persediaan air. Hal ini juga akan mengurangi
kemampuan PLTA untuk menyuplai sistem tenaga secara
kontinyu, maka perlu diatur penggunaannya pada saat beban
puncak.