Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Aluminium merupakan bahan baku yang sering digunakan dalam
pembuatan produk terutama dibidang keteknikan atau engineering karena
sifat dari alumunium itu sendiri. Beberapa sifat alumunium seperti
densitasnya rendah, ringan, dan murah.
Seiring dengan perkembangan zaman, aplikasi alumunium semakin
meluas dan kompleks, salah satunya adalah komponen pesawat terbang.
Syarat teknis benda kerja yang semakin tinggi menuntut alumunium untuk
menyesuaikan digunakan pada benda kerja tersebut sehingga performance
dari alumunium ini baik. Oleh karena itu diperlukan suatu metode untuk
meningkatkan sifat-sifat alumunium. Salah satu metode tersebut adalah
proses anodisasi. proses anodisasi ini bertujuan untuk dapat meningkatkan
kekerasan dan ketahanan korosi dari alumunium. Anodisasi ini dapat
membuat alumunium memiliki pori-pori kecil di permukaanya, sehingga
mudah untuk diwarnai dan mempunyai nilai dalam aspek estetik.
1.2 Tujuan
a. elakukan proses pewarnaan aluminium metode anodisasi.
b. enentukan hasil pewarnaan pada plat alumunium dengan
membandingkan spesimen antara yang dianodisasi dan tanpa
dianodisasi
BAB II
TEORI DASAR
Prinsip elektrki!ia
!lektrokimia memiliki prinsip dimana terdapat dua logam yang
memiliki beda potensial reduksi berbeda dihubungkan oleh konduktor
dalam suatu larutan elektrolit. "erdapat dua kutub yaitu katoda dan anoda.
#i anoda terjadi proses oksidasi dan pada katoda terjadi proses reduksi.
$ada reaksi ini logam dengan potensial reduksi yang lebih tinggi
cenderung bersifat sebagai katodik sedangkan logam dengan potensial
reduksi lebih rendah cenderung bersifat sebagai anodik.
Saat rangkaian reaksi ini ditutup, elektron dari anoda mengalir ke
katoda sedangkan arus listrik yang terjadi berjalan ke arah sebaliknya yaitu
dari katoda ke anoda melalui konduktor, lalu dari anoda ke katoda melalui
elektrolit. %eaksi di anoda adalah oksidasi dan reaksi di katoda adalah
reduksi. %eaksi dituliskan dalam bentuk setengah reaksi agar mudah
dimengerti.
Anoda &
n'
'ne
-
(reaksi oksidasi)
*atoda &
n'
' ne
-


(reaksi reduksi)
Pelapisan lga!
$elapisan logam merupakan salah satu proses pengerjaan pada
logam dengan melapisi permukaan logam yang bertujuan untuk
meningkatkan sifat tersebut. Ada beberapa cara untuk melapisi logam
tersebut, yaitu &
+. "hermal spraying
Serbuk logam dipanaskan hingga berubah fasa menjadi cair, lalu
disemprotkan dengan menggunakan spraygun ke permukaan benda
kerja yang akan dilapisi.
,. !lectroplating
#engan menggunakan prinsip dasar elektrokimia, hampir sama dengan
anodizing tetapi anoda terdiri dari logam pelapis dan katoda terdiri dari
logam yang akan dilapisi. Saat proses berlangsung logam pelapis akan
dioksidasi dari anoda lalu direduksi-diendapkan di katoda (logam
pelapis).
.. $ainting
$elapisan logam dengan menggunakan zat yang berfungsi untuk
melindungi logam dari korosi, zat berwarna dapat digunakan untuk
pelapis jika diinginkan agar logam memiliki fungsi dekoratif.
$erbedaan dengan spraying terletak pada zat pelapis yang digunakan.
"hermal spraying menggunakan zat pelapis berupa logam lain,
sedangkan painting menggunakan zat non-logam.
/. Anodisasi
Anodisasi adalah suatu proses untuk menumbuhkan lapisan oksida
pada permukaan alumunium dengan memanfaatkan prinsip dasar
elektrokimia. Alumunium sebagai katoda dihubungkan dengan anoda
inert, lalu arus dialirkan agar terjadi oksidasi alumunium di
permukaannya. *ation alumunium akan bereaksi dengan anion
oksigen membentuk lapisan alumunium oksida di permukaannya.
*etebalan lapisan oksida dapat diatur dengan mengubah arus yang
dialirkan.
Sifat yang ingin diubah dengan anodizing yaitu &
+. kekerasan alumunium (meningkatkan kekerasan)
,. resistansi terhadap korosi (tahan terhadap korosi)
.. konduktansi listrik ( menjadi insulator )
"erbentuk pori karena kation alumunium yang berada di lapisan oksida
ikut larut ke dalam elektrolit, sehingga menimbulkan rongga 0 rongga
yang bisa ditempati oleh zat warna.
"a!#ar 2.1 Skema sederhana transfer ion proses anodisasi pada Al
Anodisasi dapat dibagi menjadi . kelompok utama berdasarkan elektrolit
dan temperatur yang digunakan saat proses berlangsung,
a. 1hromic Anodizing
enggunakan elektrolit larutan asam kromiat. *etebalan yang
dihasilkan kurang lebih sekitar 2,3 0 + milimeter.
b. Sulfuric Anodizing
enggunakan elektrolit larutan asam sulfat. *etebalan yang
dihasilkan kurang dari + milimeter. 4apisan yang dihasilkan dari
metode sulfuric anodizing sangat mudah untuk dimasuki zat
pewarna.
c. 5ardcoat Anodizing
enggunakan elektroli asam sulfat, namun temperatur prosesnya
lebih rendah. *ekerasan yang dihasilkan melebihi dua metode
sebelumnya ( 62-72 5%1 )
$roses anodisasi memiliki tahapan-tahapan tertentu agar lapisan yang
dihasilkan sesuai dengan yang diinginkan. "ahapan-tahapan tersebut yaitu &
a. $roses Rinsing
$roses ini bertujuan untuk membersihkan permukaan spesimen anodisasi
dari kotoran ataupun minyak. #alam pengerjaanya rinsing menggunakan
larutan deterjen atau air yang mengalir agar kotoran yang diikat lebih
banyak.
b. $roses Etching
Secara alami lapisan oksida di permukaan alumunium akan terbentuk
dengan sendirinya, lapisan ini akan mengganggu terbentuknya lapisan
oksida baru dari anodisasi. 4apisan oksida ini dibersihkan dengan
menggunakan larutan asam-basa. #alam percobaan ini digunakan larutan
8aO5 dan air dengan perbandingan + & 9 untuk meng-etsa spesimen
alumunium.
c. $roses Anodisasi
:dealnya lapisan oksida yang ditumbuhkan di permukaan alumunium
memiliki bentuk pori-pori he;agonal. $ori-pori ini yang akan menampung
zat warna saat proses pewarnaan-dyeing. $ori-pori ini dibentuk melalui
proses anodisasi dengan memasang alumunium pada suatu sel
elektrokimia. Arus yang dialirkan memaksa terjadinya proses oksidasi
alumunium menjadi ion nya. *ation alumunium ini yang akan bereaksi
dengan anion oksigen membentuk lapisan alumunium oksida pada
permukaan alumunium. Besar dan ukuran pori sendiri dipengaruhi oleh
tegangan yang diberikan pada sel elektrokimia saat proses anodisasi.
"a!#ar 2.2 Struktur pori-pori lapisan alumunium oksida (Al
,
O
.
)
d. $roses Dyeing
$ori-pori yang terbentuk dari proses anodisasi berfungsi sebagai tempat
untuk menangkap zat warna. $roses dyeing adalah mencelupkan
alumunium yang sudah di-anodisasi pada suatu zat warna ( proses
pewarnaan ).
e. $roses Sealing
Agar zat warna di dalam pori tidak mudah keluar maka dilakukan proses
sealing untuk menutup permukaan pori tersebut. $roses sealing
menggunakan air yang dialirkan pada permukaan spesimen alumunium.
%eaksi dari proses sealing yaitu & Al
,
O
.
' 5
,
O AlOO5.5
,
O
BAB III
DATA PEN"A$ATAN DAN PEN"OLAHAN DATA
+. #ata pengamatan
Arus & ,.3 A
<aktu etsa & . menit
<aktu anodisasi & .9 menit
<aktu dyeing & +. menit
<aktu sealing & . menit
,. *eterangan proses
$lat + & rinsing etching anodizing dyeing - sealing
$lat , & rinsing etching dyeing sealing
4arutan etsa & 8aO5 +2 ml dan 5
,
O 92 ml ( 8aO5 +2 =)
4arutan elektrolit& 3 ml 5
,
SO
/
dan 93 ml 5
,
O (5
,
SO/ 3 =)
.. Akhir proses
BAB I%
ANALISIS DATA
"erlihat dari percobaan setelah dilakukan proses pewrnaan kedua spesimen
( plat + dan plat , ) menunjukkan hasil yang berbeda. $lat + tanpa anodisasi lebih
sulit untuk diwarnai, sedangkan plat , dengan anodisasi lebih mudah menyerap
zat warna.
$lat + pada tahapan prosesnya tidak dilakukan anodisasi, sehingga tidak
terbentuk pori-pori alumunium oksida di permukaannya. Akibatnya zat warna
tidak dapat terperangkap di permukaan alumunium. "erlihat di gambar saat
spesimen diangkat dari rendaman, zat warna langsung luntur dari permukaan
alumunium.
Berbeda dengan plat , yang disertai dengan proses anodisasi. $ada
permukaan plat , terbentuk pori alumunium oksida yang berfungsi untuk
menangkap zat warna saat proses dyeing. >at warna tidak luntur karena
terperangkap pada pori-pori alumunium oksida. "erlihat zat warna menempel pada
permukaan alumunium plat ,.
Saat proses anodisasi berlangsung terlihat gelembung udara di permukaan
katoda karbon. ?elembung ini adalah gas hidrogen yang bere@olusi akibat reaksi
reduksi ion 5
'
. Sedangkan pada permukaan plat , terjadi reaksi penumbuhan
lapisan alumunium oksida. %eaksi reduksinya sebagai berikut &
,5
'
' ,e
-
5
, (g)
( reaksi katoda )
,Al ' .5
,
O Al
,
O
.
' .5
,
( reaksi anoda )
Secara teoretis, reaksi di permukaan plat , tidak akan mengubah dimensi
dari plat karena hasil proses oksidasi pada akhirnya akan diendapkan juga di
permukaan plat ,.
Setelah proses anodisasi pada plat , dilakukan proses sealing
menggunakan air untuk mencegah zat warna keluar dari pori alumunium oksida.
%eaksi pada proses ini dapat ditulis sebagai berikut &
Al
,
O
.
' 5
,
O AlOO5.5
,
O
Senyawa hidrat yang dihasilkan memiliki bentuk yang menutup pori dari
alumunium oksida sehingga mencegah zat warna yang terperangkap untuk keluar
dari pori. Berikut gambar plat setelah proses sealing &
"a!#ar &.' & $lat , pasca-sealing
#ari gambar terlihat warna memudar karena air yang dialirkan terlalu
cepat sehingga zat warna ikut terbawa bersama air.
BAB %
(ESI$PULAN DAN SARAN
).1 (esi!pulan
a. $roses pewarnaan plat alumunium dengan memanfaatkan metode
anodisasi berhasil dilakukan
b. $erbandingan plat dengan proses anodisasi (plat +) dengan plat
tanpa proses anodisasi (plat ,) sebagai berikut &
"a!#ar ).1 * *iri adalah plat + dan kanan adalah plat ,
).2 Saran
a. #igunakan sarung tangan saat rinsing sehingga proses tersebut
yang berulang menjadi berguna.
b. Saat proses sealing sebaiknya kecepatan aliran air jangan terlalu
besar agar tidak menghanyutkan zat warna.
LA$PIRAN
1. Tugas Ta!#a+an
2. Rangku!an Praktiku!
Dimasukkan ke teori dasar.