Anda di halaman 1dari 16

Kisah dibalik akuisisi Whatsaap terhadap Facebook

Whatsapp baru saja dibeli oleh Facebook pada tanggal 14 Februari 2014 lalu
dengan harga USD 19 Milliar. Berawal dari pembicaraan ringan anatara Mark
Zuckerberg dan Jan Koum di salah satu kedai kopi di daerah Los Altos,
California. Dimulai sejak tahun 2012 hingga pada akhirnya mereka menjadi
sahabat karib. Seiring berjalannya waktu, pertemanan mereka bukan hanya
sekedar teman atau sahabat biasa, pada akhirnya, bertepatan pada tanggal
9 Februari, Koum bertandang ke rumah Zuckerberg di Palo Alto, California.
Saat itulah pembicaraan mulai mengarah pengakuisisian Whatsapp oleh
Facebook.
Melalui proposal yang dibuat, Zuckerberg menawarkan pula untuk koum
masuk kedalam jajaran dewan Facebook, namun ia tidak menjawabnya
dengan seketika. Pada akhirnya tanggal 14 Februari 2014 ia menyetujui
pembelian Whatsapp oleh Facebook dengan harga USD 19 Milliar. Harga
tersebut adalah akuisisi terbesar yang pernah dilakukan Facebook.
Jan Koum
Ia adalah CEO sekaligus Co-founder Whatsapp. Ia drop out dari San Jose
University dan akhirnya ia menjadi tukang bersih-bersih di sebuah
supermarket. Setelah melalui saat-saat sulit akhirnya ia bekerja di Yahoo
bermodalkan keahliannya sebagai Programmer sebagai engineer selama 10
tahun. Disanalah ia berkenalan dengan Brian Acton sampai akhirnya mereka
b2 memutuskan untuk resign dan mendirikan Whatsapp pada tahun 2009.
Sebelum ia memutuskan untuk mendirikan whatsapp, ia sempat melamar ke
Facebook dan Google, namun ia ditolak dari ke 2 perusahaan tersebut.
Latar belakang pengakuisisian
Ketika Mark Zuckerberg berkata ia ingin menghubungkan dunia kepada
semua orang, itu bukanlah pernyataan humanis. Zuckerberg ingin memiliki
semua lapisan komunikasi di dunia yang kita tempati pengakuisisian
Whatsapp senilai 16 miliar dolar lebih menjadi salah satu indikasinya.
Facebook tumbuh dan merubah cara manusia terhubung dan berbagi
dengan orang-orang di sekitarnya, dan sekarang ia menjadi pemilik dari
jejaring sosial milik privat yang bisa dikatakan terbesar di dunia. Diantara
kedua perusahaan ini, kira-kira 1 miliar foto dan 30 miliar pesan terkirim
tiap harinya.
Ambisi dari zuckerberg yang berani mendorong keputusan
pengakuisisian ini dan menciptakan keuntungan bagi ke2
perusahaan tersebut. Keuntungan perusahaan dan keuntungan bagi
pribadi masing-masingnya.
Di saat Facebook sibuk menciptakan alat yang dipakai 1,25 miliar orang,
WhatsApp telah menggantikan alat esensial untuk banyak orang, SMS.
Whatsapp digunakan oleh lebih dari 450 juta orang tiap bulan, dan seringkali
dapat mencapai tempat-tempat yang bahkan sulit dimasuki Facebook dan
aplikasi pesan instannya, seperti Spanyol dan Swiss. Dengan mengisi
ruangan kosong itu bersama WhatsApp, jalur komunikasi Facebook menjadi
lebih besar dan lebih tersebar jauh lebih luas daripada sebelumnya.
Perusahaan ini memimpin porsi luar biasa dari pesan dan foto yang
dikirimkan orang tiap harinya. Jangan lupa bahwa pengguna Whatsapp juga
mengirimkan 200 juta pesan suara setiap hari; angka yang sangat
menakjubkan. Untuk banyak orang, WhatsApp sepertinya juga telah
menggantikan fungsi telepon tradisional.
Ada indikasi bahwa facebook ingin melebarkan sayapnya ke negara-
negara yang tidak tersebarnya facebook melalui whatsapp.

Akuisisi terbaru Facebook ini mungkin terlihat seperti pengambilalihan
sederhana untuk aplikasi terpopuler di dunia, dengan beberapa efek
samping yang menyenangkan, tetapi kenyataannya jauh lebih besari
daripada itu. Tiap akuisisi yang dilakukan Facebook memunculkan batasan
lain terhadap berbagai cara yang dapat dipilih orang untuk berbagi dan
berkomunikasi secara privat maupun publik. Instagram memungkinkan
orang untuk berbagi foto dalam cara yang tidak dapat dilakukan model
pertemanan Facebook. WhatsApp memberi kesempatan bagi orang untuk
berbagi pesan dengan cara yang familiar dengan telepon lama dan
pengguna ponsel pintar sesuatu yang tidak dapat dibanggakan oleh
Facebook. Portfolio produk Facebook menjadi lebih luas, penuh dengan jasa
dan aplikasi yang kompetitif, dan tidak ada masalah dengan hal tersebut.
Facebook memiliki tujuan lain dibalik pengakuisisiannya terhadap
beberapa perusahaan yang telah ia akuisisi. Dibawah bendera
Facebook seperti Instagram menjadikan service yang ditawarkan
oleh perusahaan tersebut hak intelektualnya telah dimiliki oleh
Facebook seutuhnya.
Facebook sekarang layaknya seorang konglomerat seperti Disney, kata
penulisRe/code Kara Swisher, memiliki semua merek terbaik dan melayani
semua demografi secara simultan. Facebook berencana untuk menjalankan
semuanya itu dan akuisisi lainnya di masa depan secara independen, untuk
melihat siapa yang akan menjadi yang terbesar. Perusahaan ini tentunya
tidak ingin bermain-main dengan formula yang sudah ada yang malah bisa
berbalik membunuh, baik terhadap Instagram, WhatsApp, atau aplikasi
komunikasi lainnya yang belum terjamah Facebook.
Akuisisi terhadap beberapa perusahaan telah menjadikan Facebook
menjadi perusahaan konglomerat. Timbul pertanyaan, apakah
facebook berencana menjadikannya perusahaan yang global dan
menjadikan sebuah raksasa di dunia maya? Atau apakah ini
merupakan ambisi personal yang seperti dinyatakan di visi
zuckerberg? Atau memang hanya mencari keuntungan dan
pengalihan hak kekayaan intelektualnya?
Tetapi Facebook tidak hanya memperkaya portfolio produk mereka, ia juga
memperkaya model bisnis mereka. Facebook punya kesempatan untuk
membuat WhatsApp menjadi gratis, seperti produk-produk lainnya, tapi
tidak mengambil pilihan tersebut. CEO WhatsApp Jan Koum berjanji bahwa
servis mereka akan tetap bebas iklan dengan model pembayaran 1 dolar
tiap tahunnya. Dengan bergabungnya Koum dalam direksi Facebook,
mungkin saja perusahaan akan mengadopsi model revenue stream yang
sama di masa depan. Kesuksesan WhatsApp dengan model bisnis tersendiri
ini membuktikan bahwa masih ada banyak ruang bernafas bagi penyedia
jasa esensial untuk menjadi komersil tanpa iklan atau in-app purchases
(pembelian di dalam aplikasi).
Apa maksud dan tujuan sebenarnya dari pengakuisisian dari
facebook terhadap beberapa perusahaan karena tidak semua
cirikhas atau produk yang ditawarkan oleh perusahaan-
perusahaan yang diakuisisi oleh Facebook digunakan dan diberi
label facebook?

Masih tidak jelas seberapa besar pengaruh Koum terhadap produk-produk
Facebook di masa depan, tetapi dengan mengikutkannya dalam jajaran
direksi, Facebook telah memperkaya proses berpikir mereka. Slogan internal
Facebook adalah gerak cepat dan hancurkan mereka, tetapi WhatsApp
melakukan sebaliknya. Ketika para kompetitor, termasuk Facebook
Messenger, menambah fitur-fitur, menghilangkannya, menghidupkan
kemudian redup begitu saja, WhatsApp memegang teguh tujuan utama
mereka: untuk menggantikan model berkirim pesan tradisional. Dan seperti
dinyatakan oleh Dan Frommer, kesempatan untuk menggantikan SMS masih
sangat besar SMS masih merupakan industri bernilai 100 miliar dolar per
tahun dan WhatsApp adalah perusahaan dengan posisi terbaik untuk
merebut kesempatan tersebut. Kalau saja WhatsApp meninggalkan tujuan
awal mereka dan menciptakan platform untuk permainan, atau mengikuti
tren aplikasi berbagi foto, mungkin WhatsApp tidak akan berada di posisinya
sekarang ini.
Mempertaruhkan hampir sepersepuluh kapitalisasi pasar mereka pada
sebuah aplikasi pesan adalah resiko besar bagi Facebook, tapi setidaknya
Facebook meletakkan taruhannya pada satu-satunya aplikasi yang lebih
sosial daripada dirinya sendiri. WhatsApp adalah aplikasi satu-satunya yang
kami lihat punya tingkat keterikatan lebih tinggi daripada Facebook, kata
Zuckerberg pada konferensi lewat telepon Jumat silam. Mungkin itu adalah
satu-satunya alasan Facebook mengakuisisi WhatsApp. Atau mungkin
sebuah tanda dari sesuatu yang lebih besar: diversifikasi Facebook sebagai
sebuah perusahaan. Paling tidak nilai ideal dan lingkup ambisi yang dipunyai
Zuckerberg sejak awal dengan slogan menghubungkan dunia pada semua
orang sekarang jelas terlihat. Bagaimanapun cara berikutnya yang dipilih
orang untuk terhubung dengan dunia, dapat dipastikan Zuckerberg berdiri
tidak jauh dari sana, tersenyum lebar dengan dompet yang terbuka.
WhatsApp di Tangan Facebook Mesti
Diawasi
Dua kelompok peduli privasi meminta Komisi Perdagangan Federal Amerika Serikat
(FTC) agar segera menyelidiki keamanan pivasi pengguna terkait pengakuisisian
WhatsApp oleh Facebook senilai US$ 19 miliar. Mereka mengkhawatirkan, Facebook
akan menjual data pengguna WhatsApp untuk kepentingan bisnis iklannya.
Ketika WhatsApp telah menunjukan komitmen yang kuat untuk privasi pengguna,
layanan pesan Facebook saat ini mengumpulkan dan menyimpan hampir semua
data pengguna Facebook yang tersedia, tulis Electronic Privacy Information Center
(EPIC) dan the Center for Digital Democracy dalam laporannya ke FTC, seperti
dilansir dari Computer World.

Selama ini, pihak WhatsApp memang telah berjanji untuk mempertahankan
informasi pribadi penggunanya. Sehingga, banyak pengguna memilih WhatsApp
lantaran pihaknya berani menjamin hal itu. Yang dikhawairkan kelompok peduli
privasi tersebut ialah Facebook akan membuat WhatsApp melanggar janji tersebut
karena urusan bisnis.
Jika FTC tidak memblokir akuisisi Facebook terhadap WhatsApp, maka setidaknya
harus melindungi pengguna aplikasi dari pengumpulan data Facebook, kata
kelompok perlindungan privsi tersebut.
Sementara itu, seorang juru bicara Facebook mengklaim, akuisisi tersebut tidak
akan mengubah praktik perlindungan privasi yang dilakukan WhatsApp selama ini.
Seperti yang telah kami katakan berulang kali, WhatsApp akan beroperasi sebagai
perusahaan yang terpisah dari Facebook dan akan menghormati komitmen untuk
privasi dan keamanan, imbuhnya.
Ada indikasi yang dicurigai beberapa kelompok yang peduli akan sebuah
privasi jejaring sosial di dunia maya bahwa Facebook akan menjual data-
data privasi yang dimiliki oleh whatsapp apabila facebook membeli
whatsapp. Namun juru bicara dari Facebook menjamin bahwa akuisisi
tersebut tidak akan merusak kebijakan yang sudah dilakukan oleh
perusahaan whatsapp selama ini dalam rangka perlindungan privasi.

Perusahaan yang diBeli Oleh Facebook
Facebook sudah menjadi perusahaan besar dunia saat ini. Dari tahun ketahun fitur
facebook juga terus bertambah. Fitur yang ditambahkan oleh Facebook tidak
semuanya dibangun dari awal , namun dari 'membeli' produk atau layanan dan
'memboyong' para pembuatnya ke Facebook.
Sampai saat ini, facebook sudah membeli lebih dari 30 perusahaan di bidang IT
untuk meningkatkan atau menambahkan fitur di Facebook. Dari 30-an perusahaan
yang diambil alih (bahasa kerennya di akuisisi) ada lima perusahaan yang cukup
mencolok terutama bagi pengguna internet.



Friendfeed adalah layanan di internet yang menyatukan seluruh update dari teman
teman kita. Sebagai contoh anda punya teman namanya ani dan buny. Si ani punya
3 blog, twitter akun dan Flickr, si buny punya facebook account dan twitter. Nah
anda ingin melihat seluruh update teman anda tersebut dari satu tempat, entah
teman anda ngetweet lah, posting artikel baru diblog, atau update status di
facebook semuanya akan disajikan disatu tempat.
Aplikasi yang dimiliki friendfeed ini dapat menyatukan seluruh update dari
akun-akun jejaring sosial yang dimiliki oleh pengguna selain facebokk,
seperti twitter, path, dll. Dan facebook berhasil dikarenakan aplikasi ini.

Sayangnya sejak FB membeli friendfeed, layanan ini sudah tidak dikembangkan
lagi. Di Facebook, tim friendfeed bertugas membuat 'realtime search' dan 'realtime
stream update'. Sekarang anda cukup mengetikan awalan nama teman anda,
facebook langsung menunjukan hasilnya bukan? Nah itu kerja dari tim Friendfeed.


Snaptu adalah perusahaan yang membuat aplikasi mobile dengan nama yang
sama. Dengan satu aplikasi ini, anda bisa mengakses twitter, facebook , newsfeed,
picassa, flickr dan beberapa layanan social lainnya. Snaptu menjadi populer karena
bisa berjalan di feature phone. Artinya anda tidak perlu beli HP mahal untuk
mengakses layanannya.

Sejak diambil alih facebook, Snaptu sudah tidak dikembangkan lagi dan servernya
pun ditutup. Sekarang tim snaptu bekerja untuk menangani Facebook Mobile.





Drop.io adalah layanan filesharing seperti rapidshare atau megaupload. Perbedaan
mendasar dari layanan lain, untuk upload file drop IO, user tidak perlu mendaftar.
Saat ini drop.io sudah tidak aktif lagi.

Sekarang, tim drop.io bekerja untuk membuat layanan upload file yang terintegrasi
ke facebook. Hal yang paling nampak adalah di 'Message' dan file upload di Group.
Anda bisa melampirkan sembarang file ke pesan yang akan anda kirim atau yang
akan anda upload ke group anda.



Gowalla adalah layanan jejaring social yang fokus ke 'check in'. Setiap user
melakukan Check in, Gowalla akan memberikan 'Award'. Konsep award di jejaring
social atau website sekarang sedang ngtrend dengan istilah gamifikasi. Dulu,
saingan gowalla adalah foursquare yang mempunyai fitur dasar yang sama.

Sejak diambil alih facebook, Gowalla sudah tidak bisa diakses lagi. Sekarang tim
gowalla menangani fitur 'check in' di Facebook.




Instagram adalah jejaring social yang sifatnya ekslusif. Jejaring social hanya
tersedia di iPhone dan Android. Instagram fokus ke sharing Gambar, namun
berbeda dengan flickr atau picassa. Instagram menyediakan efek foto yang sangat
mudah dipakai.

Saat ini, instagram tetap menjadi produk terpisah dan belum nampak integrasinya
dengan facebook. Kemungkinan terbesar, fitur filter foto di instagram akan di
implementasikan di 'Foto editor' di Facebook. Kita tunggu saja.
Dibeli oleh facebook seharga 1 milliar dollar atau 9 triliun rupiah pada
tanggal 9 april 2012

Kesimpulan
Sejak era web 2.0 booming dan jejaring social dengan berbagai macam jenisnya
muncul, intenet terlalu ramai . Saya senang ketika sebuah perusahaan IT
memakan perusahaan yang lain. Dengan seperti ini, maka internet tidak dipenuhi
dengan berbagai layanan yang mirip dan user tidak perlu mengingat banyak akun.
Kita tunggu saja gebrakan Facebook berikutnya. Kira kira siapa ya yang mau
dimakan? :)


Pengertian Merger dan Akuisisi, Merger adalah penggabungan dua
perusahaan menjadi satu, dimana perusahaan yang me-merger
mengambil/membeli semua assets dan liabilities perusahaan yang di-
merger dengan begitu perusahaan yang me-merger memiliki paling
tidak 50% saham dan perusahaan yang di-merger berhenti beroperasi
dan pemegang sahamnya menerima sejumlah uang tunai atau saham
di perusahaan yang baru (Brealey, Myers, & Marcus, 1999, p.598).
Definisi merger yang lain yaitu sebagai penyerapan dari suatu
perusahaan oleh perusahaan yang lain. Dalam hal ini perusahaan yang
membeli akan melanjutkan nama dan identitasnya. Perusahaan
pembeli juga akan mengambil baik aset maupun kewajiban
perusahaan yang dibeli. Setelah merger, perusahaan yang dibeli akan
kehilangan/berhenti beroperasi (Harianto dan Sudomo, 2001, p.640).
Akuisisi adalah pengambil-alihan (takeover) sebuah perusahaan
dengan membeli saham atau aset perusahaan tersebut, perusahaan
yang dibeli tetap ada. (Brealey, Myers, & Marcus, 1999, p.598).

Jenis-jenis Merger dan Akusisi
Menurut Damodaran 2001, suatu perusahaan dapat diakuisisi
perusahaan lain dengan beberapa cara, yaitu :
a. Merger
Pada merger, para direktur kedua pihak setuju untuk bergabung
dengan persetujuan para pemegang saham. Pada umumnya,
penggabungan ini disetujui oleh paling sedikit 50% shareholder dari
target firm dan bidding firm. Pada akhirnya target firm akan
menghilang (dengan atau tanpa proses likuidasi) dan menjadi bagian
dari bidding firm.
b. Konsolidasi
Setelah proses merger selesai, sebuah perusahaan baru tercipta dan
pemegang saham kedua belah pihak menerima saham baru di
perusahaan ini.
c. Tender offer
Terjadi ketika sebuah perusahaan membeli saham yang beredar
perusahaan lain tanpa persetujuan manajemen target firm, dan
disebut tender offer karena merupakan hostile takeover. Target firm
akan tetap bertahan selama tetap ada penolakan terhadap penawaran.
Banyak tender offer yang kemudian berubah menjadi merger karena
bidding firm berhasil mengambil alih kontrol target firm.
d. Acquisistion of assets
Sebuah perusahaan membeli aset perusahaan lain melalui persetujuan
pemegang saham target firm. (p.835).
Pembagian akuisisi tersebut berbeda menurut Ross, Westerfield, dan
Jaffe 2002. Menurut mereka hanya ada tiga cara untuk melakukan
akuisisi, yaitu :
a. Merger atau konsolidasi
Merger adalah bergabungnya perusahaan dengan perusahaan lain.
Bidding firm tetap berdiri dengan identitas dan namanya, dan
memperoleh semua aset dan kewajiban milik target firm. Setelah
merger target firm berhenti untuk menjadi bagian dari bidding firm.
Konsolidasi sama dengan merger kecuali terbentuknya perusahaan
baru. Kedua perusahaan sama-sama menghilangkan keberadaan
perusahaan secara hukum dan menjadi bagian dari perusahaan baru
itu, dan antara perusahaan yang di-merger atau yang me-merger
tidak dibedakan.
b. Acquisition of stock
Akuisisi dapat juga dilakukan dengan cara membeli voting stock
perusahaan, dapat dengan cara membeli sacara tunai, saham, atau
surat berharga lain. Acquisition of stock dapat dilakukan dengan
mengajukan penawaran dari suatu perusahaan terhadap perusahaan
lain, dan pada beberapa kasus, penawaran diberikan langsung kepada
pemilik perusahaan yang menjual. Hal ini dapat disesuaikan dengan
melakukan tender offer. Tender offer adalah penawaran kepada publik
untuk membeli saham target firm, diajukan dari sebuah perusahaan
langsung kepada pemilik perusahaan lain.
c. Acquisition of assets
Perusahaan dapat mengakuisisi perusahaan lain dengan membeli
semua asetnya. Pada jenis ini, dibutuhkan suara pemegang saham
target firm sehingga tidak terdapat halangan dari pemegang saham
minoritas, seperti yang terdapat pada acquisition of stock (p.817-818).


Sedangkan berdasarkan jenis perusahaan yang bergabung, merger
atau akuisisi dapat dibedakan :
a. Horizontal merger terjadi ketika dua atau lebih perusahaan yang
bergerak di bidang industri yang sama bergabung.
b. Vertical merger terjadi ketika suatu perusahaan mengakuisisi
perusahaan supplier atau customernya.
c. Congeneric merger terjadi ketika perusahaan dalam industri yang
sama tetapi tidak dalam garis bisnis yang sama dengan supplier atau
customernya. Keuntungannya adalah perusahaan dapat menggunakan
penjualan dan distribusi yang sama.
d. Conglomerate merger terjadi ketika perusahaan yang tidak
berhubungan bisnis melakukan merger. Keuntungannya adalah dapat
mengurangi resiko. (Gitman, 2003, p.717).

Alasan-alasan Melakukan Merger dan Akuisisi
Ada beberapa alasan perusahaan melakukan penggabungan baik
melalui merger maupun akuisisi, yaitu :
a. Pertumbuhan atau diversifikasi
Perusahaan yang menginginkan pertumbuhan yang cepat, baik
ukuran, pasar saham, maupun diversifikasi usaha dapat melakukan
merger maupun akuisisi. Perusahaan tidak memiliki resiko adanya
produk baru. Selain itu, jika melakukan ekspansi dengan merger dan
akuisisi, maka perusahaan dapat mengurangi perusahaan pesaing atau
mengurangi persaingan.
b. Sinergi
Sinergi dapat tercapai ketika merger menghasilkan tingkat skala
ekonomi (economies of scale). Tingkat skala ekonomi terjadi karena
perpaduan biaya overhead meningkatkan pendapatan yang lebih besar
daripada jumlah pendapatan perusahaan ketika tidak merger. Sinergi
tampak jelas ketika perusahaan yang melakukan merger berada dalam
bisnis yang sama karena fungsi dan tenaga kerja yang berlebihan
dapat dihilangkan.
c. Meningkatkan dana
Banyak perusahaan tidak dapat memperoleh dana untuk melakukan
ekspansi internal, tetapi dapat memperoleh dana untuk melakukan
ekspansi eksternal. Perusahaan tersebut menggabungkan diri dengan
perusahaan yang memiliki likuiditas tinggi sehingga menyebabkan
peningkatan daya pinjam perusahaan dan penurunan kewajiban
keuangan. Hal ini memungkinkan meningkatnya dana dengan biaya
rendah.
d. Menambah ketrampilan manajemen atau teknologi
Beberapa perusahaan tidak dapat berkembang dengan baik karena
tidak adanya efisiensi pada manajemennya atau kurangnya teknologi.
Perusahaan yang tidak dapat mengefisiensikan manajemennya dan
tidak dapat membayar untuk mengembangkan teknologinya, dapat
menggabungkan diri dengan perusahaan yang memiliki manajemen
atau teknologi yang ahli.
e. Pertimbangan pajak
Perusahaan dapat membawa kerugian pajak sampai lebih 20 tahun ke
depan atau sampai kerugian pajak dapat tertutupi. Perusahaan yang
memiliki kerugian pajak dapat melakukan akuisisi dengan perusahaan
yang menghasilkan laba untuk memanfaatkan kerugian pajak. Pada
kasus ini perusahaan yang mengakuisisi akan menaikkan kombinasi
pendapatan setelah pajak dengan mengurangkan pendapatan sebelum
pajak dari perusahaan yang diakuisisi.Bagaimanapun merger tidak
hanya dikarenakan keuntungan dari pajak, tetapi berdasarkan dari
tujuan memaksimisasi kesejahteraan pemilik.
f. Meningkatkan likuiditas pemilik
Merger antar perusahaan memungkinkan perusahaan memiliki
likuiditas yang lebih besar. Jika perusahaan lebih besar, maka pasar
saham akan lebih luas dan saham lebih mudah diperoleh sehingga
lebih likuid dibandingkan dengan perusahaan yang lebih kecil.
g. Melindungi diri dari pengambilalihan
Hal ini terjadi ketika sebuah perusahaan menjadi incaran
pengambilalihan yang tidak bersahabat. Target firm mengakuisisi
perusahaan lain, dan membiayai pengambilalihannya dengan hutang,
karena beban hutang ini, kewajiban perusahaan menjadi terlalu tinggi
untuk ditanggung oleh bidding firm yang berminat (Gitman, 2003,
p.714-716).
Kelebihan dan Kekurangan Merger dan Akuisisi.
Kelebihan Merger
Pengambilalihan melalui merger lebih sederhana dan lebih murah
dibanding pengambilalihan yang lain (Harianto dan Sudomo, 2001,
p.641)
Kekurangan Merger.
Dibandingkan akuisisi merger memiliki beberapa kekurangan, yaitu
harus ada persetujuan dari para pemegang saham masing-masing
perusahaan,sedangkan untuk mendapatkan persetujuan tersebut
diperlukan waktu yang lama. (Harianto dan Sudomo, 2001, p.642)

Kelebihan dan Kekurangan Akuisisi.
Kelebihan Akuisisi
Keuntungan-keuntungan akuisisi saham dan akuisisi aset adalah
sebagai berikut:
a. Akuisisi Saham tidak memerlukan rapat pemegang saham dan
suara pemegang saham sehingga jika pemegang saham tidak
menyukai tawaran Bidding firm, mereka dapat menahan sahamnya
dan tidak menjual kepada pihak Bidding firm.
b. Dalam Akusisi Saham, perusahaan yang membeli dapat berurusan
langsung dengan pemegang saham perusahaan yang dibeli dengan
melakukan tender offer sehingga tidak diperlukan persetujuan
manajemen perusahaan.
c. Karena tidak memerlukan persetujuan manajemen dan komisaris
perusahaan, akuisisi saham dapat digunakan untuk pengambilalihan
perusahaan yang tidak bersahabat (hostile takeover).
d. Akuisisi Aset memerlukan suara pemegang saham tetapi tidak
memerlukan mayoritas suara pemegang saham seperti pada akuisisi
saham sehingga tidak ada halangan bagi pemegang saham minoritas
jika mereka tidak menyetujui akuisisi (Harianto dan Sudomo, 2001,
p.643-644).
Kekurangan Akuisisi
Kerugian-kerugian akuisisi saham dan akuisisi aset sebagai berikut :
a. Jika cukup banyak pemegang saham minoritas yang tidak
menyetujui pengambilalihan tersebut, maka akuisisi akan batal. Pada
umumnya anggaran dasar perusahaan menentukan paling sedikit dua
per tiga (sekitar 67%) suara setuju pada akuisisi agar akuisisi terjadi.
b. Apabila perusahaan mengambil alih seluruh saham yang dibeli maka
terjadi merger.
c. Pada dasarnya pembelian setiap aset dalam akuisisi aset harus
secara hukum dibalik nama sehingga menimbulkan biaya legal yang
tinggi. (Harianto dan Sudomo, 2001, p.643)

KOMPAS.com Facebook kembali membuat keputusan akuisisi
yang mengejutkan. Setelah Instagram, kini jejaring sosial terbesar di
dunia tersebut mencaplok aplikasi pesan instan WhatsApp, Rabu
(19/2/2014).
Menurut laporan Reuters, Facebook harus merogoh kocek sangat
dalam untuk mendapatkan WhatsApp, totalnya mencapai 19 miliar
dollar AS (sekitar Rp 223 triliun).
Pembayaran tersebut tidak sepenuhnya berupa uang tunai. Pada
awalnya, Facebook akan menggelontorkan dana sebesar 16 miliar
dollar AS, yang terdiri dari 12 miliar dollar AS saham Facebook dan 4
miliar dollar AS dalam bentuk uang tunai.
Facebook juga memberi 3 miliar dollar AS saham terbatas untuk
pendiri dan karyawan WhatsApp yang akan diberikan selama empat
tahun setelah akuisisi tersebut selesai.
Proses pengakuisisian WhatsApp oleh Facebook dibayarkan
tidak sepenuhnya dengan uang cash. Facebook menyiapkan
dana 16 M dollar yang terdiri dari 12 m dollar AS saham
Facebook dan 4 m dollar AS dalam bentuk uang tunai.
Jika proses akuisisi ini gagal, Facebook telah setuju membayar biaya
"perpisahan" ke WhatsApp sejumlah 1 miliar dollar AS, ditambah
saham kelas A dengan nilai setara 1 miliar dollar AS.
"WhatsApp ada dalam jalur untuk menghubungkan 1 miliar orang.
Layanan tersebut telah mendapatkan pencapaian yang luar biasa
bernilai," kata Mark Zuckerberg, CEO Facebook.
Salah satu tujuan utama pengakuisisian tersebut yang diutarakan
oleh mark adalah untuk melancarkan ambisi dari mark
zuckerberg yaitu untuk menghubungkan orang-orang yang ada
diseluruh dunia, dan whatsapp adalah salah satu alatnya
Nantinya, Jan Koum, pendiri dan CEO WhatsApp, akan bergabung ke
Dewan Direksi Facebook. Namun, WhatsApp akan tetap bekerja
secara mandiri, sama seperti Instagram.
WhatsApp saat ini memiliki 450 juta pengguna bulanan, 70 persennya
merupakan pengguna aktif. Setiap harinya, ada 1 juta pengguna baru
yang mendaftar.
Zuckerberg, yang mendirikan Facebook pada 2004, tampaknya rela
mengeluarkan banyak uang demi produk yang dianggapnya punya
masa depan. Sebelumnya, Facebook mengakuisisi Instagram senilai
1 miliar dollar AS (sekitar Rp 9,1 triliun) pada awal April 2012.
Kala itu, banyak pihak terkejut dengan nilai akuisisi yang demikian
tinggi. Facebook rela mengeluarkan uang sebanyak itu demi sebuah
perusahaan rintisan berbasis teknologi informasi (startup) yang diasuh
13 karyawan dan belum bisa menghasilkan uang.
Di bawah tangan dingin Facebook, Instagram menjajaki usaha
menghasilkan uang dengan membuka lapak iklan mulai akhir 2013
lalu. Baik Facebook maupun Instagram masih harus terus putar otak
agar layanan berbagi foto dan video ini bisa meraih lebih banyak
uang.