Anda di halaman 1dari 27

BAB I

PENDAHULUAN
Pembangkit Listrik Tenaga Uap Batubara adalah salah satu jenis instalasi pembangkit
tenaga listrik dimana tenaga listrik didapat dari mesin turbin yang diputar oleh uap yang
dihasilkan melalui pembakaran batubara.
Siklus di PLTU dapat dibedakan menjadi
1. Siklus Udara, sebagai campuran bahan bakar
2. Siklus ir, sebagai media untuk menghasilkan uap air !steam"
#. Siklus Batubara, sebagai bahan bakar
Pada masa mendatang, produksi batubara $ndonesia diperkirakan akan terus meningkat%
tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri !domestik", tetapi juga untuk memenuhi
permintaan luar negeri !ekspor". &al ini mengingat sumber daya batubara $ndonesia yang
masih melimpah, di lain pihak harga BB' yang tetap tinggi, menuntut industri yang selama
ini berbahan bakar minyak untuk beralih menggunakan batubara.
danya rencana pembangunan PLTU baru di dalam dan luar Pulau (a)a dengan total
kapasitas 1*.*** '+, meningkatnya produksi semen setiap tahun, dan semakin
berkembangnya industri,industri lain seperti industri kertas !pulp" dan industri tekstil
merupakan indikasi permintaan dalam negeri akan semakin meningkat. -emikian pula
halnya dengan permintaan batubara dari negara,negara pengimpor mengakibatkan produksi
akan semakin meningkat pula.
Terkait dengan hal tersebut, pemerintah mengeluarkan .ebijakan /nergi 0asional !./0"
melalui PP 0o.1 Tahun 2**2 sebagai pembaruan .ebijaksanaan Umum Bidang /nergi
!.UB/" tahun 1334. ./0 mempunyai tujuan utama untuk menciptakan keamanan pasokan
energi nasional secara berkelanjutan dan peman5aatan energi secara e5isien, serta ter)ujudnya
bauran energi !energy mi6" yang optimal pada tahun 2*21. Untuk itu ketergantungan terhadap
satu jenis sumber energi seperti BB' harus dikurangi dengan meman5aatkan sumber energi
alternati5 di antaranya batubara.
Untuk mendukung pencapaian sasaran bauran energi nasional yang dicanangkan
pemerintah, salah satunya adalah melakukan kajian batubara secara nasional untuk
mengetahui kondisi sumberdaya, pengusahaan, dan peman5aatan batubara, serta
permasalahannya, yang dapat digunakan untuk membuat langkah,langkah yang diperlukan.
1
-an untuk mendukung kajian tersebut perlu melakukan terlebih dahulu membangun data base
batubara nasional dari hasil pengumpulan data baik sekunder maupun primer.
PLTU merupakan industri yang paling banyak menggunakan batubara. Tercatat dari
seluruh konsumsi batubara dalam negeri pada tahun 2**1 sebesar #1,#72 juta ton, 81,119 di
antaranya digunakan oleh PLTU. &ingga saat ini, PLTU berbahan bakar batubara, baik milk
PL0 maupun yang dikelola s)asta, ada 3 PLTU, dengan total kapasitas saat ini sebesar 8.11*
'+ dan mengkonsumsi batubara sekitar 21,1 juta ton per tahun.
Berdasarkan data dalam kurun )aktu 1334,2**1, Penggunaan batubara di PLTU untuk
setiap tahunnya meningkat rata,rata 1#,**9. &al tersebut sejalan dengan penambahan PLTU
baru sebagai dampak permintaan listrik yang terus meningkat rata,rata 8,289 per tahun.
0amun demikian, sejak tahun 2**# krisis energi listrik nasional sudah mulai terasa
sebagai dampak dari ketidakseimbangan antara penyediaan dan permintaan. -alam upaya
mengantisipasi kekurangan listrik dan untuk meningkatkan e5isiensi pemakaian BB' secara
nasional, pemerintah merencanakan percepatan pembangunan PLTU berbahan bakar listrik
1*.*** '+ hingga akhir 2**3.
Semen portland adalah suatu bahan konstruksi yang paling banyak dipakai serta
merupakan jenis semen hidrolik yang terpenting. Penggunaannya antara lain meliputi beton,
adukan, plesteran, bahan penambal, adukan encer !grout" dan sebagainya. Semen portland
dipergunakan dalam semua jenis beton struktural seperti tembok, lantai, jembatan,
tero)ongan dan sebagainya, yang diperkuat dengan tulangan atau tanpa tulangan. Selanjutnya
semen portland itu digunakan dalam segala macam adukan seperti 5undasi, telapak, dam,
tembok penahan, perkerasan jalan dan sebagainya. pa bila semen portland dicampur dengan
pasir atau kapur, dihasilkan adukan yang dipakai untuk pasangan bata atau batu, atau sebagai
bahan plesteran untuk permukaan tembok sebelah luar maupun sebelah dalam.
Selama delapan tahun terakhir ini, perkembangan pemakaian batubara pada industri
semen ber5luktuasi. ntara tahun 1334,2**1, pemakaian batubara rata,rata naik sangat
signi5ikan, yaitu 27,*#9, namun pada tahun 2**2 dan 2**# sempat mengalami penurunan
hingga 8,139. 'emasuki tahun 2**7, kebutuhan batubara pada industri semen mengalami
perubahan yang positi5, yaitu 13,849 seiring perkembangan ekonomi yang mulai membaik di
dalam negeri. Tahun 2**1, tercatat sekitar 18,*79 kebutuhan batubara dalam negeri
digunakan oleh industri semen atau 1,88 juta ton.
2
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAKARAN BATUBARA PADA PLTU
1. PLTU
Pada PLTU batubara, bahan bakar yang digunakan adalah batubara uap yang terdiri
dari kelas sub bituminus dan bituminus. Lignit juga mulai mendapat tempat sebagai bahan
bakar pada PLTU belakangan ini, seiring dengan perkembangan teknologi pembangkitan yang
mampu mengakomodasi batubara berkualitas rendah.
:ambar 1. Skema pembangkitan listrik pada PLTU batubara
!Sumber; The <oal =esource, 2**7"
Pada PLTU, batubara dibakar di boiler menghasilkan panas yang digunakan untuk
mengubah air dalam pipa yang dile)atkan di boiler tersebut menjadi uap, yang selanjutnya
digunakan untuk menggerakkan turbin dan memutar generator.
:ambar 2. Skema pembangkitan listrik pada PLTU batubara
#
Coal Supply !pengumpan batu bara". Batu bara dari tambang di kirim ke >coal hoper? dan
dihaluskan sampai ukuran 1 cm. Setelah itu dikirim ke pembangkit melalui kon@eyor ke
pul@eriAer.
Pulverizer !lat penghancur". Batu bara dihaluskan lagi sampai menjadi bubuk dan di
campur dengan udara kemudian ditiupkan ke tungku pembakaran.
Boiler. Batu bara yang dibakar di ruang pembakaran digunakan untuk memanaskan air
didalam boliler sampai menjadi uap. Uap ini yang digunakan untuk memutar rotor dan
membangkitkan energi listrik
Precipiaor, stack !alat penangkap debu" . Pembakaran batu bara akan menghasilkan karbon
dioksida !<B2", sulpur dioksida !SB2" dan 0itrogen oksida. :as C gas ini keluar dari boiler
melalui Precipitator dan stack . Precipitator mampu mengolah 33.7 9 debu sebelum gas
dibuang ke udara. Sedangkan sisa pembakaran yang lebih berat akan mengendap ke ba)ah
boiler dan dibuang lagoon.
Tur!i" #a" $e"eraor. Uap bertekanan tinggi dari boiler digunakan untuk memutar bilah
turbin yang dihubungkan dengan generator dengan bantuan poros. Poros yang berputar ini
akan menghasilkan energi listrik di dalam generator.
Co"#e"%er% !kondensor". Uap panas yang keluar dari turbin dialirkan ke kondensor. -i
kondensor uap didinginkan sehingga terkondensasi menjadi air, air ini di pompakan lagi ke
boiler untuk dipanaskan dan proses ini terus berulang !resirkulasi".
&aer rea'e" pla". Untuk mengurangi korosi pada pipa C pipa boiler, air yang
digunakan untuk boiler harus dibersihkan. ir yang mengandung lumpur akan dibuang keluar
dari sistem.
Su!%aio"( ra"%)or'er( ra"%'i%%io" li"e%. /nergi listrik yang di hasilkan oleh generator
harus di naikan @oltasenya melaui trans5ormer !tra@o step up" sebelum di kirim melalui jalur
transmisi !transmisi line". Tujuan untuk menaikan @oltase ini untuk mengurangi energi yang
terbuang selama proses pengiriman.
.inerja pembangkitan listrik pada PLTU sangat ditentukan oleh e5isiensi panas pada
proses pembakaran batubara tersebut, karena selain berpengaruh pada e5isiensi pembangkitan,
juga dapat menurunkan biaya pembangkitan. .emudian dari segi lingkungan, diketahui
bah)a jumlah emisi <B
2
per satuan kalori dari batubara adalah yang terbanyak bila
dibandingkan dengan bahan bakar 5osil lainnya, dengan perbandingan untuk batubara,
minyak, dan gas adalah 1;7;#. Sehingga berdasarkan uji coba yang mendapatkan hasil bah)a
kenaikan e5isiensi panas sebesar 19 akan dapat menurunkan emisi <B
2
sebesar 2,19, maka
e5isiensi panas yang meningkat akan dapat mengurangi beban lingkungan secara signi5ikan
7
akibat pembakaran batubara. Bleh karena itu, dapat dikatakan bah)a teknologi pembakaran
!combustion technology" merupakan tema utama pada upaya peningkatan e5isiensi
peman5aatan batubara secara langsung sekaligus upaya antisipasi isu lingkungan ke depannya.
*. Krieria De%ai" +a%ilia% Pe'!a",-i Li%ri-
Untuk membangun 5asilitas pembangkit listrik dengan bahan bakar batubara, maka hal
terpenting yang harus diperhatikan dalam mendesain 5asilitas tersebut adalah si5at,si5at dan
gambaran batubara !yang ditunjukkan oleh parameter,parameter kualitasnya" yang digunakan.
Pemilihan teknologi pembakaran yang tepat didasarkan pada si5at,si5at batubara yang
digunakan merupakan sesuatu yang penting untuk mendapatkan pembakaran yang e5isien dan
teknologi yang ramah lingkungan.
Prosedur dalam mendesain Boiler untuk pembakaran batubara
1
nalisis -asar Batubara ;
0ilai .alor
nalisis Proksimat !.adar air, abu, D', E<"
nalisis Ultimat !<, &, 0, S"
&:$
nalisis bu !Titik leleh abu, komponen abu"
.arakteristik Batubara ;
.emampubakaran !<ombusttibility"
Pengendalian pencemaran !SB
6
, 0B
6
, -ebu, dsb"
.arakteristik Pul@erisasi
.arakteristik bu
Eaktor,Eaktor -esain ;
(enis,jenis Boiler untuk Pembakaran Batubara
Peralatan,Peralatan pengendalian pencemaran
(enis,jenis 'ill untuk Pul@erisasi batubara
&al,hal lainnya berkaitan dengan desain boiler
.eputusan -esain untuk Boiler Pembakaran Batubara
Boiler Pembakaran Batubara didasarkan pada Berbagai (enis Batubara
Type o5 Boiler Stocker Boiler
EluidiAed Bed
<ombustion Boiler
P<< Boiler <<EB< Boiler
Unit Butput 2** '+ 1*** '+ 27* '+ 2** '+
&eat :eneration =ate
3*.***
kcal
4*.***,1*.***
kcal
41.***,111.***
kcal
2*.***,81.***
kcal
1*.***
kcal
<oal <haracteristic
&eating Dalue nalysis
+ater <ontent
Dolatile 'atter
Ei6ed <arbon
sh <ontent
Sul5ur <ontent
7.***,2.2** kcal
1,1* 9
7,1* 9
71,8* 9
11,71 9
1.1 9 , dry
1.***,8.1** kcal
1,11 9
21,71 9
#1,2* 9
1,7* 9
*.2,7.* 9 , dry
Sub,bituminous
7.#**,1.1** kcal
2*,#* 9
21,#1 9
#*,7* 9
1,1* 9
*.1,1.1 9 , dry
Lignite
2.1**,7.1** kcal
21,71 9
2*,#* 9
11,#* 9
1*,#* 9
*.1,2.1 9 , dry
1.1**,7.1** kcal
7*,2* 9
11,21 9
1#,21 9
1,2* 9
*.#,2.* 9 , dry
Euel =ate 7,14 *.3,2.1 1.*,1.7 *.8,1.* *.1,1.*
Ultimate nalysis
0itrogen
B6ygen
*.2,1.* 9
1,# 9
*.1,2.* 9
1,11 9
*.4,1.7 9
11,2* 9
*.8,1.* 9
1*,2* 9
*.1,2.* 9
11,21 9
sh <haracteristics nalysis
SiB2 F l2B#
Ee2B#
'gB G <aB
0a2B
'elting Point
1,2 9
1,11 9
1,1* 9
*.1,1.* 9
12**,1#1*
o
<
1.*,2.* 9
1,#* 9
1,11 9
*.1,*.# 9
11**,111*
o
<
1.*,2.1 9
1,11 9
11,#* 9
*.2,2.* 9
111*,1#1*
o
<
2.*,#.*1 9
1,11 9
#,#* 9
*.1,4.* 9
111*,1#**
o
<
2.*,#.* 9
1,1* 9
1,#* 9
*.1,1.* 9
12**
o
<
.. Si%e' Pe'!a",-i Li%ri- Kela% Me"e",a/ #a" Kecil
-isamping boiler pembakaran batubara pul@eriAed, boiler jenis 5luidiAed bed juga
digunakan untuk sistem pembangkit listrik kelas menengah dan kecil. Boiler jenis 5luidiAed,
bed dapat digunakan dengan rentang jenis batubara lebih besar dibandingkan dengan sistem
boiler pembakaran batubara pul@eriAed skala besar. Berbagai jenis pembakaran seperti
bubling, sirkulasi, dan pressuriAed telah dan sedang dikembangkan pada metoda pembakaran
5luidiAed,bed. Bperasi boiler 5luidiAed,bed tipe bubling !eki@alen dengan #1* '+" telah
digunakan pada beberapa pembangkit listrik. .apasitas boiler ini dapat digunakan untuk
sistem yang eki@alen dengan skala kelas menengah.
0. Boiler Pe'!a-ara" Bau!ara E)i%ie"%i Ti",,i
2
<ontoh,<ontoh Sistem Pembangkit Listrik di (epang
Sumber ; Peman5aatan Batubara, 1338
8
Perkembangan Pembangkit Listrik berbagai Bahan Bakar di $ndonesia
Sumber ; $/ <oal =eport !$ndonesian <oal Prospect 2*1*"
=encana Lokasi PLTU,Batubara di $ndonesia sampai Tahun 2*1*
4
Untuk mempercepat ketersediaan listrik PL0 membuat program untuk membuat #1 PLTU
dengan total tenaga 1*.*** '+. .etiga puluh lima PLTU tersebut tersebar di ja)a dan luar
ja)a. Untuk (a)a dibangun 1* buah PLTU, rinciannya sebagai berikut ;
0o. Pembangkit Tempat .apasitas
1. PLTU Banten
Suralaya,
Labuhan,
Lontar
1 6 221 '+
2 6 #** '+
# 6 #11 '+
2. PLTU (a)a Barat
$ndramayu
Pelabuhan =atu
# 6 ##* '+
# 6 #1* '+
#.
PLTU (a)a Tengah =emabng
<ilacap
2 6#11 '+
1 6 2** '+
7.
PLTU (a)a Timur Pacitan
Paiton
Tuban
2 6 #11 '+
1 6 22* '+
2 6 #1* '+
1. PLTU Tanjung (ati (epara 2 6 221 '+
Untuk yang berada di luar Pulau (a)a dan Bali dibangun 21 PLTU, rinciannya ;
0o. Pembangkit .apasitas
1 PLTU 0- 2 6 1** '+
2 PLTU 2 Sum,Ut 2 6 2** '+
# PLTU Sum,Bar 2 6 1** '+
7 PLTU # Ba,Bel 2 6 21 '+
1 PLTU 7 Ba,Bel 2 6 11 '+
2 PLTU 1 =iau 2 6 1* '+
8 PLTU 2 =iau 2 6 8 '+
4 PLTU .epri 2 6 8 '+
3 PLTU Lampung 2 6 1** '+
1* PLTU 1 .al,Bar 2 6 1* '+
11 PLTU 2 .al,Bar 2 6 21 '+
12 PLTU 1 .al,Teng 2 6 2* '+
1# PLTU .al,Sel 2 6 21 '+
17 PLTU 2 Sul,Ut 2 6 21 '+
11 PLTU Sul,Tenggara 2 6 1* '+
0o. Pembangkit .apasitas
12 PLTU Sul,Sel 2 6 1* '+
18 PLTU :orontalo 2 6 21 '+
14 PLTU 'aluku 2 6 11 '+
13 PLTU 'al,Ut 2 6 8 '+
2* PLTU 1 0TB 2 611 '+
21 PLTU 2 0TB 2 6 21 '+
22 PLTU 1 0TT 2 6 8 '+
2# PLTU 2 0TT 2 6 11 '+
27 PLTU 1 Papua 2 6 8 '+
21 PLTU 2 Papua 2 6 1* '+
3
-iagram Peman5aatan Batubara di PLTU,Batubara
Skematik PLTU,Batubara Peringkat =endah
1*
Spesi5ikasi Batubara untuk Pembangkit Tenaga Listrik
P='/T/=
H0:
-$P/=LU.0
I" BTS0 ./T/=0:0
ir Total !9"
!s recei@ed"
7,4 maks. 12
!maks. 11"
'enurunkan nilai kalori bersih
dibatasi hingga mendekati
maksimum 11 9 bagi yang mudah
digunakanFdigerus.
ir Bebas !9"
!s recei@ed"
rendah maks. 11,21 Batasan dibuat lebih tinggi untuk
batubara peringkat rendah.
bu !9"
!ir dried"
2#,#1
11,21
maks. 11,2*
!maks. #*"
'enurunkan nilai kalori bersih
terbatas oleh kemampuan peralatan
konsumen untuk menangani dan
membuang abu.
Jat Terbang !9"
!dmm5"
2#,#1
11,21
min. 21
maks. 21
Tungku p.5. pembakaran samping.
Tungku p.5. pembakaran ba)ah.
0ilai .alori
.otor
!air dried" '(F.g
tinggi min. 27,21 .osumen mempunyai bermacam,
macam pre5erensi sebagai dasar
perhitungan. !bersihFkotor, kering
udaraFas recei@ed"
rendah maks. *,1,1,*
!maks. 2,*"
Biasanya tergantung pada
peraturan penanganan polusi
setempat.
<ontohnya ; $nggris maks. 2 9 %
Prancis maks. 1,8 9 % (erman
maks. 1,* 9 % (epang maks. *,1 9.
-alam jumlah yang kecil tidak
perlu sesuai dengan batasan
tersebut.
Suhu leleh abu
!
o
<"
$SB,
tinggi
min. 12**
!min. 1*1*"
Tungku dasar kering, suhu
terendah 11*, yang diiAinkan
tergantung pada 5leksibilitas
peralatan konsumen dan prosedur
pengoperasian.
1. Sla,,i", #a" +ouli",
Terbentuknya slagging dan 5ouling adalah dua hal yang saling berkaitan, sebab
terjadinya slagging dan 5ouling bera)al dari reaksi saat pembakaran batubara. Pada setiap
pembakaran batubara selalu menghasilkan abu, baik abu dasar !bottom ash" maupun abu
terbang !5ly ash", bottom ash membentuk slagging sedangkan 5ly ash membentuk 5ouling.
Proses pembakaran batubara akan berlangsung dengan baik jika tersedia udara dalam jumlah
yang cukup. Proses pembakaran batubara merupakan ilmu kompleks karena adanya @ariasi
kondisi 5isika maupun kimia batubara, tetapi biasanya reaksi pembakaran batubara
11
digambarkan dengan reaksi oksidasi karbon menghasilkan karbon mono,oksida atau karbon
dioksida;
2< G B
2
K 2<B
2
atau < G B
2
L <B
2
:as <B yang terbentuk dapat bereaksi dengan oksigen membentuk gas <B2 sesuai reaksi ;
2<B G B
2
K 2<B
2
:as <B2 yang terbentuk dapat pula bereaksi dengan karbon membentuk gas <B
<B
2
G < K 2<B
-an reaksi pembentukan uap air ;
2& G M B
2
K &
2
B
-iikuti dengan reaksi
< G &
2
B K <B G &
2
Setelah ada nyala api, pembakaran batubara dimulai dari penguapan air, diikuti penyalaan Aat
terbang. Selain unsur hydrogen dan karbon unsur,unsur lain yang terdapat di dalam batubara
juga mengalami oksidasi, misalnya unsur sul5ur !S" dan 0itrogen.
S G B
2
K SB
2!g"
-iikuti dengan reaksi
2SB
2!g"
G M B2 K 2SB
#!g"
20 G B
2
K 20B
!g"
diikuti dengan reaksi
20B G B
2
K 20B
2!g"
danya uap air di udara terbuka akan bereaksi dengan gas,gas hasil pembakaran membentuk
asam sul5at atau asam nitrat yang merupakan sumber terjadinya korosi dan hujan asam.
=eaksi,reaksi yang mungkin terlibat dalam pembentukan asam ini adalah ;
2SB
2!g"
G &
2
B K &
2
SB
#

SB
#!g"
G &2B K &
2
SB
7
!asam Sul5at"
tau
2SB
2!g"
G B
2
G 2&
2
B K 2 &
2
SB
7
0B
2
G 0B G &
2
B G B
2
K 2&0B
#
tau
2 0B G
#
F
2
B
2
G &
2
B K 2&0B
#
.
tau dengan reaksi ;
Ee G &
2
SB
7
K EeSB
7
G &
2
-an akan sangat mungkin 5erro sul5at teroksidasi membentuk 5erri sul5at ;
7EeSB
2
G 2&
2
SB
7
G B
2
K 2Ee
2
!SB
7
"
#
G 2&
2
B
12
Sesuai persamaan reaksi di atas, maka terlihat bah)a terdapat gas SB
#
yang sangat mudah
bereaksi dengan &
2
B membentuk &
2
SB
7
!asam sul5at", pada jaringan alat yang terdiri dari Ee
!besi" akan bereaksi dengan &
2
SB
7
membentuk EeSB
7
, EeSB
7
ini bereaksi dengan uap !B
2
"
yang menghasilkan 2Ee
2
!SB
7
"
#
yang dapat menempel didinding, kemudian abu akan lengket
sangat kuat oleh adanya Ee
2
!SB
7
"
#
pada dinding atau pipa,pipa sebagai korosi yang dia)ali
oleh slagging atau 5ouling .
2. Pe",u-ura" I"#e3 Sla,,i", #a" +ouli",
I"#e3 Sla,,i",
Slagging adalah keadaan dimana abu batubara meleleh di Aone pembakaran
akibat dari suhu operasi yang melebihi titik leleh abu !spherical temperature". Untuk
abu batubara yang si5atnya light slagging dan moderate slagging dapat dicegah dengan
cara soot,blo)er, tetapi untuk hea@y slagging ash mengharuskan operasi boiler di
hentikan. Slagging terutama disebabkan oleh adanya interasksi antara uap natrium dan
kalium dengan oksida belerang, membentuk garam dengan titik leleh rendah !N7**
o
<"
yang kemudian membentuk semi,5luida, yang lengket di dalam boiler. Partikel abu
dan batubara dapat mengendap di permukaan semi,5luida ini yang lama,kelamaan bisa
menebal, mengganggu aliran gas dan menimbulkan korosi.
Penentuan indeks slagging suatu abu batubara dimaksudkan untuk
memperkirakan derajat pembentukan endapan lelehan terak di dinding tungku suatu
boiler. 0ilai indeks slagging tergantung pada jenis batubaranya, dan dapat dihitung
dari kandungan oksida asam, oksida basa, dan kadar sul5urnya.$ndeks slagging
dihitung dari persamaan;
I"#e-% %la,,i", 4R5 6 Ni%!a/ !a%a7a%a' 3 -a#ar %ul)ur
$ndeks slagging dan tipe slagging untuk batubara bituminous dan batubara lignit dapat
dihitung dan kemudian dikelompokkan atas tipe lo), medium,high dan se@ere.
Tabel #.2. $ndeks slagging dan tipe slagging
$ndeks Slagging
=
s,bituminous
Tipe
Slagging
$ndeks Slagging
=
s,lignitik
Tipe
Slagging
$ndeks Slagging
=
@iskositas
Tipe
Slagging
O*.2 Lo) P1#7* Lo) P1#7* Lo)
*.2 C 2.* 'edium 12#* C 1#7* 'edium 12#* C 1#7* 'edium
2.* C 2.2 &igh 111* C 12#* &igh 111* C 12#* &igh
P2.2 Se@ere O111* Se@ere O111* Se@ere
Sumber ; Pengantar dan Preparasi Batubara !rie5 S. Sudarsono"
1#
I"#e3 +ouli",
Eouling adalah endapan yang terjadi disuperheater atau reheater. /ndapan ini
sulit dibersihkan dari susunan pipa yang rapat. Eouling ini merupakan sumber
terjadinya korosi dan menghambat aliran gas. /ndapan 5ouling biasanya bersi5at
lengket, sehingga dengan terbentuknya endapan alkali, partikel abu terbang akan muda
melekat di permukaannya. Selain itu endapan alkali ini juga bersi5at dapat pengabsorb
gas sul5ur oksida dari aliran gas, akibatnya dinding pipa akan muda terkorosi. 0ilai
indeks 5ouling memberikan gambaran kecenderungan abu batubara untuk
mengakibatkan terjadinya 5ouling dan korosi di permukaan kon@eksi. Seperti halnya
indeks slagging, indeks 5ouling juga dapat dihitung dari data komposisi abunya.
Tabel #.#.$ndeks 5ouling dan tipe 5ouling
$ndeks Eouling
=
5,bituminous
Tipe
Slagging
$ndeks Eouling
=
5,lignitik
Tipe
Slagging
O*.2 Lo) O*.#* Lo)
*.2 C *.1 'edium *.#* C *.71 'edium
*.1 C 1.* &igh *.71 C *.2* &igh
P1.* Se@ere P*.2* Se@ere
Sumber ; Pengantar dan Preparasi Batubara !rie5 S. Sudarsono"
Peristi)a 5ouling terjadi terutama karena tingginya kadar alkali di dalam abu
batubara. :aram,garam natrium dan kalium, akan ter@olatisasi selama pembakaran,
kemudian terkondensasi pada partikel abu terbang dan boiler membentuk lapisan yang
lengket. Benturan partikel,partikel tersebut dapat membentuk endapan pada dinding
dan selanjutnya membentuk sinter. khirnya menjadi keras dan menempel dengan
sangat kuat. &arga 5ouling inde6 sampai *,1 masih dalam toleransi yang dibolehkan.
Pada dasarnya, semakin rendah kadar alkali didalam abu batubara, semakin
rendah pula kecenderungan untuk terjadinya 5ouling. .andungan alkali pada abu
batubara biasanya dinyatakan sebagai 0a2B . bu batubara dengan alkali lebih
rendah dari *.19 dianggap sebagai non 5ouling, bila kandungan alkalinya antara *.1 C
*.79 biasanya dapat menimbulkan tumbuhnya 5ouling tetapi masih bisa dikendalikan
dengan soot,blo)ing secara berkala, abu batubara dengan kandungan alkali di atas
*.19 cenderung membentuk 5ouling dan menghasilkan sinter sehingga sulit
dihilangkan.
17
8. U%a/a Pe"a",a"a" Sla,,i", Da" +ouli",
Eenomena Slagging dan Eouling adalah 5enomena terjadinya penumpukan kerak
akibat pembakaran batubara, pada permukaan heat e6changer. Eenomena ini sangat
merugikan bagi proses pembakaran di boiler, karena akan mengurangi e5isiensi pertukaran
panas. Penyebab terjadinya 5enomena ini adalah karena kualitas batubara, terutama pada
parameter ET !sh Eusion Temperature" memiliki nilai yang relati5 rendah. Untuk
mengatasi hal tersebut, perlu dilakukan peningkatan kualitas batubara untuk meningkatkan
nilai ET. 'etode yang bisa dilakukan untuk meningkatkan parameter tersebut adalah dengan
<oal Blending !Pencampuran batubara" dan mengurangi kadar sul5ur pada batubara yang
digunakan. .emudian meminimalkan terbentuknya slagging dan 5ouling dapat dilakukan
dengan soot,blo)ing secara berkala.
PEMAN+AATAN BATUBARA DALAM INDUSTRI SEMEN
PR9SES PEMBUATAN SEMEN
11
$stilah semen pada umunya berarti semen portland dalam industri semen. Semen
portland merupakan ikatan hidrolik yang mengental dan mengeras jika dicampur dengan air.
Semen ini diperoleh jika klinker digerus sampai halus. .linker portland adlah campuran
mineral dengan si5at si5at hidrolik yang terbuat dari pembakaran mineral calcareous dan
argillaceous.
Tahapan Pembuatan Semen Portland
1. Ko'po%i%i Ki'ia Se'e"
.omponen utama klinker adalah ;
*. Ta/apa" Pro%e% Pe'!uaa" Se'e"
Prepara%i Ba/a" Ba-u
12
Preparasi bahan baku terdiri dari crushing, pre,blending, drying, grinding, dan
homogenisasi. roses mi6ing dalam bentuk slurry tidak menimbulkan kesulitan
yang berarti sehingga proses basah lebih banyak dipakai diseluruh dunia pada
masa,masa lalu. Saat ini dengan peralatan odern, dimungkinkan melakukan proses
homogenisasi dalam keadaan kering.
Pe'!e"u-a" Kli"-er
=eaksi,=eaksi
Proses pembentukan klnker dibagi menjadi 7 bagian, yaitu pengeringan dan
dehidasi, kalsinasi, klinkerisasi, dan pendinginan. Semua reakasi tidak hanya
dipengaruhi oleh 5aktor,5aktor kimia, tetapi juga 5aktor,5aktor mineralogi dan 5isik.
Proses Pembakaran .linker
Proses pemabkaran didalam kiln, dimana bahan baku dimasukkan ke dalam rotary
kiln dalam bentuk slurry, atau kering.
0eraca Panas
18
-alam reaksi klinker panas merupakan hal yang sangat penting. =eaksi endotermis
terjadi dalam proses kalsinasidan dekomposisi, eksoermis dalam klinkerasi.
Bahan Bakar
-alam pembakaran klinker, bahan bakar tidak hanya ber5ungsi untuk
menghasilkan temperatir yang tinggi tetapi juga mempengaruhi proses
pembakaran itu, yaitu dari produk pembakarannya. Umumnya bahan bakar yang
digunakan adalah minyak, batubara, gas alam, atau campuran ketiganya.
Proses Basah
14
Proses .ering
Pe",,eru%a" A-/ir 4Dari li"-er -e Se'e"5
Sesudah pendinginan, klinker harus digerus bersama skitar 7,19 gipsum menjadi
tekstur yang sangat halus untuk menghasilkan semen.
PEMAN+AATAN BATUBARA
1. Prepara%i( Pe",,eru%a"( #a" Si%e' Pe'!a-ara"
Penyimpanan dan Blending
(ika batubara disimpan dalam )aktu yang lama, @olatile matter makin lama makin
banya yang terlepas. .ehilangan @olatile matter ini menyebabkan berkurangnya
nilai kalor.
Batubara dengan nilai kalor yang ber@ariasi, paling tidak dikehendaki, karena
memberikan perubahan,perubahan 5udamental pada bentuk nyala api, karakteristik
perpindahan panas, dan laju masukan.
Penggerusan dan Pembakaran
13
.arena batubara yang dibakar berukuran halusFbubuk, setiap sistem pembakaran
harus dilengkapi dengan peralatan penggerusan. .ehalusan batubara yang
dibutuhkan ditentukan oleh 5lammability dan laju pembakaran batubara.
Berbagai sistem gabungan pabrik penggerusan dan pembakaran telah
dikembangkan. da # sistem penggerusan,pembakaran standar ;
1. Sistem Pembakaran Langsung
2. Sistem Pembakaran Tidak Langsung
#. Sistem Pembakaran Semi,Langsung
2*
21
*. Pe",aru/ Si)a:Si)a Bau!ara pa#a Pe'!uaa" Se'e"
Nilai Kalor
0ilai kalor menyatakan energi yang diperoleh dari pembakaran batubara dan
menentukan berat batubara yangharus ditangani oleh sistem. Batubara dengan
nilai kalor tinggi akan disenangi karena akan mengamankan biaya peralatan,
kapital, dan oerasi.
A!u Bau!ara
Selama reaksi klinkering, abu batubara bergabug dengan campuran bahan baku
yang diumpankan ke kiln dan mengubah kandungan komponen,komponen
klinker. .enaikan kadar abu menyebabkan menurunnya karakteristik
pembakaran dan dibutuhkan penggerusan yang lebih halus.
;olaile Maer
Penyalaan batubara dengan kadar @olatile matter tinggi berlangsung lebih
mudah dan kondisi pembakaran bisa berlangsung stabil tanpa perlu batubara
berukuran sangat halus yang berlebih.
Temperatur Penyalaan sebagai Eungsi .adar Dolatile 'atter
22
:rindability merupakan 5ungsi dari kadar @olatile matter. Bleh karenanya
kadar @olatile matter batubara yang digunakan dalamindustri semen umumnya
berkisar 22,#*9 sehingga memberikan pengaruh baik pada grindability.
karakeristik penyalaan batubara, dan keamanan.
&:$ sebagai 5ungsi dari Dolatile 'atter
Ka#ar Air
Batubara dengan kadar air tinggi, diatas 119 tidak cukup dikeringkan dalam
sirkuit penggerusan kon@ensional sehingga diperlukan pengeringan terpisah.
-engan kadar air diba)ah 119, sirkuit penggerusan mampu menghasilkan
batubara halus dengan kadar air 1,1,19 air dengan menggunakan udara dari
pendingin klinker dan gas buang kiln sebagai sumber panas.
2#
.onsumsi /nergi dan .eluaran 'ill sesuai dengan kadar air Batubara
H$I
&arga &:$ menyatakan kemampuan penggerusan batubara yang baik.
Umumnya jika &:$ naik sekitar 1*, keluaran mill spesi5ik naik sekitar 11,
2*9.
Unjuk .erja 'ill sebagai 5ungsi &:$
Ka#ar Sul)ur
Sul5ur bereaksi dengan logam,logamalkali dan oksgen dalam Aona pembakaran
menghasilkan alkali,sul5at dalam 5asa gas. lkali,sul5at mengkondensasi pada
bahan baku dalam preheater dan dikembalikan ke kiln.
27
Skematik Peman5aatan Batubara pada $ndustri Semen
21
BAB III
KESIMPULAN
.inerja pembangkitan listrik pada PLTU sangat ditentukan oleh e5isiensi panas pada
proses pembakaran batubara tersebut, karena selain berpengaruh pada e5isiensi pembangkitan,
juga dapat menurunkan biaya pembangkitan. .emudian dari segi lingkungan, diketahui
bah)a jumlah emisi <B
2
per satuan kalori dari batubara adalah yang terbanyak bila
dibandingkan dengan bahan bakar 5osil lainnya, dengan perbandingan untuk batubara,
minyak, dan gas adalah 1;7;#. Sehingga berdasarkan uji coba yang mendapatkan hasil bah)a
kenaikan e5isiensi panas sebesar 19 akan dapat menurunkan emisi <B
2
sebesar 2,19, maka
e5isiensi panas yang meningkat akan dapat mengurangi beban lingkungan secara signi5ikan
akibat pembakaran batubara. Bleh karena itu, dapat dikatakan bah)a teknologi pembakaran
!combustion technology" merupakan tema utama pada upaya peningkatan e5isiensi
peman5aatan batubara secara langsung sekaligus upaya antisipasi isu lingkungan ke depannya.
Untuk membangun 5asilitas pembangkit listrik dengan bahan bakar batubara, maka hal
terpenting yang harus diperhatikan dalam mendesain 5asilitas tersebut adalah si5at,si5at dan
gambaran batubara !yang ditunjukkan oleh parameter,parameter kualitasnya" yang digunakan.
Pemilihan teknologi pembakaran yang tepat didasarkan pada si5at,si5at batubara yang
digunakan merupakan sesuatu yang penting untuk mendapatkan pembakaran yang e5isien dan
teknologi yang ramah lingkungan.
(ika batubara disimpan dalam )aktu yang lama, @olatile matter makin lama makin
banya yang terlepas. .ehilangan @olatile matter ini menyebabkan berkurangnya nilai kalor.
Batubara dengan nilai kalor yang ber@ariasi, paling tidak dikehendaki, karena memberikan
perubahan,perubahan 5udamental pada bentuk nyala api, karakteristik perpindahan panas, dan
laju masukan.
da # sistem penggerusan,pembakaran standar ;
1. Sistem Pembakaran Langsung
2. Sistem Pembakaran Tidak Langsung
#. Sistem Pembakaran Semi,Langsung
22
DA+TAR PUSTAKA
http;FFimambudiraharjo.)ordpress.comF2**3F*#F*2Fteknologi,pembakaran,pada,pltu,
batubaraF
http;FFainurriAki.)ordpress.comF2*11F*#F14Fpembangkit,listrik,tenaga,uapF
http;FFscribd.comFdocF2*711328FProses,Pembuatan,Semen
kimiadahsyat.blogspot.comF2*11F*2Fproses,pembuatan,semen.html
http;FFinside)inme.blogspot.comF2**8F12Fpenggunaan,batu,bara.html
http;FF))).tekmira.esdm.go.idFkpFBatubaraFinde6.asp
http;FFbosstambang.comFBatubaraFpenggunaan,batu,bara.html
http;FF))).google.co.idFurlQ
saLtRrctLjRSLResrcLsRsourceL)ebRcdL1*R@edL*<ETEj(RurlLhttp9#92E
92Emukhlason.5iles.)ordpress.com92E2*1*92E*192EpltuUbatubara,
s.pd5ReiLmL2bU0bs$3&BrTe-s7&)<gRusgLETj<0/UgTU5d4,mJJpsSUrk<7lBnpietT
28