Anda di halaman 1dari 25

BAB II

LANDASAN TEORI
II.1 Rerangka Teori dan Literatur
Pengendalian internal sangat penting bagi perusahaan dikarenakan dengan
adanya pengendalian internal maka dapat mengarahkan, mengawasi, dan mengukur
sumber daya suatu perusahaan agar menjadi lebih baik. Pengendalian internal dapat
mencegah kerugian atau pemborosan pengolahan sumber daya perusahaan. Selain itu
pula dapat menyediakan informasi tentang bagaimana menilai kinerja perusahaan dan
manajemen perusahaan serta menyediakan informasi yang akan digunakan sebagai
pedoman dalam perencanaan.
II.1.1 Pengertian Auditing
Auditing berasal dari bahasa latin, yaitu audire yang berarti mendengar atau
memperhatikan. Mendengar dalam hal ini adalah memperhatikan dan mengamati
pertanggung jawaban keuangan yang disampaikan penanggung jawab keuangan, dalam
hal ini manajemen perusahaan. Pada perkembangan terakhir sesuai dengan
perkembangan dunia usaha, pendengar tersebut dikenal dengan auditor atau pemeriksa.
Sedangkan tugas yang diemban oleh auditor tersebut disebut dengan auditing.
beberapa pengertian dari para ahli yaitu :
7
Menurut ohler ! "#$# : #% &, auditing adalah Auditing is an explorotary, critical
review by a profesional account of the underlying internal control and accounting
records of a business enterprises or other economic unit, precedent to the expression by
the auditor of an opinion of the propriety (fairness) of its financial statement.
Menurut 'eslie ( )oward !"##" : "&, audit merupakan suatu pengujian yang
independen dan pernyataan pendapat atas laporan keuangan suatu perusahaan oleh
seorang auditor yang ditunjuk dalam penugasannya sesuai dengan kriteria yang telah
ditetapkan.
Menurut Agoes Sukrisno !"##" : *&, auditing adalah pemeriksaan yang
dilakukan secara kritis dan sistematis oleh pihak yang independen terhadap laporan
keuangan yang telah disusun oleh manajemen beserta catatan+catatan pembukuan dan
bukti+bukti pendukung.
,ari beberapa pengertian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa auditing
merupakan suatu proses penyelidikan, proses pengujian, dan proses sistematis
pemeriksaan yang dilakukan secara independen dan sistematis terhadap laporan
keuangan yang telah disusun oleh manajemen beserta bukti+bukti transaksi. ,alam hal
ini auditing dilakukan untuk menghasilkan suatu keadaan yang menyatakan bahwa
laporan keuangan yang diperiksa telah wajar dan sesuai dengan kriteria yang telah di
tetapkan.
8
II.1.1.1 Pengertian Pengendalian Internal
Menurut -aridwan !"##$:$*&, pengertian pengendalian intern dalam arti yang
luas adalah: .Pengendalian intern itu meliputi struktur organisasi dan semua cara+cara
serta alat+alat yang dikoordinasikan yang digunakan di dalam perusahaan dengan tujuan
untuk menjaga keamanan harta milik perusahaan, memajukan efisiensi di dalam operasi,
dan membantu menjaga dipatuhinya kebijaksanaan manajemen yang telah ditetapkan
lebih dahulu.
Menurut /A/ yang dikutip Sukrisno Agus !"##%: 01& memberikan definisi
pengendalian intern sebagai berikut : Pengendalian intern suatu proses yang dijalankan
oleh dewan komisaris, manajemen dan personel entitas lain yang didesain untuk
memberikan keyakinan memadai tentang pencapaian tiga golongan tujuan berikut ini :
!$& eandalan pelaporan keuangan, !"& efekti2itas dan efisiensi operasi, !*& kepatuhan
terhadap hukum dan peraturan yang berlaku.
Menurut 3idjayanto 4ugroho !"##$ : $56&, Pengendalian internal adalah
pengendalian yang mempunyai dua fungsi utama yaitu: !$& Mengamankan sumber daya
organisasi dari penyalahgunaan, !"& Mendorong efisiensi operasi organisasi sehingga
kebijaksanaan ataupun tujuan yang telah digariskan dapat tercapai.
-erdasarkan pengertian+pengertian pengendalian internal di atas dapat ditarik
kesimpulan bahwa pengendalian internal merupakan proses yang terdiri dari kebijakan
dan prosedur yang dibuat untuk dilaksanakan oleh orang+orang untuk memberikan
keyakinan yang memadai dalam pencapaian tujuan+tujuan tertentu yang saling berkaitan
yang didesain untuk menyediakan tingkat keyakinan yang layak berkenaan dengan
9
pencapaian sasaran 7 sasaran !$& efekti2itas dan efisiensi operasi, !"& keandalan laporan
keuangan, !*& ketaatan terhadap peraturan perundang 7 undangan yang berlaku. ,engan
adanya penerapan pengendalian intern dalam setiap kegiatan operasi perusahaan, maka
diharapkan tidak akan terjadi tindakan+tindakan penyelewengan yang dapat merugikan
perusahaan, misalnya penggelapan !fraud& baik yang dilakukan secara sengaja maupun
tidak sengaja.
II.1.1.2 Komponen Pengendalian Internal
Pengendalian internal terdiri dari lima komponen yang saling berhubungan.
omponen 7 komponen ini diturunkan dari cara manajemen menjalankan bisnis, dan
terpadu dengan proses manajemen. 3alaupun komponen 7 komponen itu dapat di
terapkan pada semua entitas akan tetapi entitas perusahaan kecil dan menengah
menerapkannya berbeda dengan perusahaan besar. Pengendaliannya mungkin lebih
kurang formal dan kurang terstruktur, dengan begitu suatu perusahaan kecil dapat
mempunyai pengendalian internal yang efektif.
Menurut Committee of Sponsoring Organizations of the reatway Commission
!89S9& memperkenalkan adanya lima komponen pengendalian intern yang meliputi
'ingkungan Pengendalian !Control !nvironment&, Penilaian (esiko !"is# Assesment&,
Pengendalian Akti2itas !Control Activities&, /nformasi dan omunikasi !$nformation and
Communication&. Serta Pemantauan !%onitoring&, -erikut penjabarannya :
10
$. 'ingkungan Pengendalian ! Control !nvironment &
Menurut Mulyadi !"##":$6%&, 'ingkungan pengendalian merupakan lingkungan
pengendalian landasan untuk semua unsur pengendalian intern, yang membentuk
disiplin dan struktur.
Menurut -odnar dan )opwood !"##5: $**& yang dialih bahasakan oleh :ulianto dan
'ilis, mendefinisikan lingkungan pengendalian dengan pengertian sebagai berikut :
'ingkungan pengendalian adalah dampak kumulatif atas faktor+faktor untuk
membangun, mendukung dan meningkatkan efekti2itas kebijakan dan prosedur tertentu.
Menurut pengertian di atas penulis menyimpulkan bahwa lingkungan pengendalian
adalah cerminan sikap dan tindakan setiap karyawan yang dipengaruhi oleh iklim
organisasi perusahaan. 'ingkungan Pengendalian haruslah dapat menciptakan sebuah
organisasi dan mempengaruhi kesadaran pengendalian. 'ingkungan pengendalian
merupakan semua unsur dalam pengendalian intern, serta membentuk disiplin dan
struktur. 'ingkungan pengendalian diciptakan oleh beberapa faktor lingkungan
pengendalian dalam suatu organisasi seperti yang telah dikemukakan oleh Mulyadi
!"##":$6*& adalah sebagai berikut:
a. 4ilai integritas dan etika
b. omitmen terhadap kompetensi
c. ,ewan komisaris dan komite audit
d. ;ilosofi dan gaya oprasi manajemen
e. Struktur organisasi
f. Pembagian wewenang dan tanggung jawab
g. ebijakan dan praktik sumber daya manusia.
A. 4ilai /ntegritas dan <tika
11
<fekti2itas pengendalian internal bersumber dari diri orang yang mendesain dan
melaksanakan pengendalian tersebut. Pengendalian yang memadai desainnya, namun
di jalankan oleh orang+orang yang tidak menjunjung tinggi integritas dan tidak+
memiliki etika akan mengakibatkan tidak terwujudnya tujuan pengendalian. 4ilai
integritas dan etika bisnis dapat dikomunikasikan oleh manajer seperti yang
dikemukakan oleh Mulyadi !"##":$6%& dengan cara+cara sebagai berikut:
&' (ersonal )ehavior
Melalui personal behavior, manajer mengkomunikasikan nilai integritas dan
etika melalui tindakan indi2idual mereka, sehingga nilai+ nilai tersebut dapat
diamati oleh karyawan entitas.
*' Operational )ehavior
Melalui operational behavior, manajer mendesain sistem yang digunakan untuk
membentuk perilaku yang diinginkan, yang berdasarkan nilai integritas dan etika.
Maka dari itu, ditetapkan oleh dewan direksi dalam bentuk kewajiban, larangan,
dan sanksi yang harus dipatuhi oleh setiap pegawai sehingga dapat menjadi
pedoman bagi seluruh pegawai dalam melaksanakan pekerjaannya.
,engan demikian nilai integritas dan etika sangatlah penting dalam mengatur
tingkah laku karyawan. Agar setiap unit perusahaan memiliki pekerja yang patuh
akan peraturan perusahaan.
-. omitmen =erhadap ompetensi
12
omitmen terhadap kompetensi hukumnya adalah mutlak dalam melaksanakan
pekerjaan sesuai dengan keahlian dan keterampilan yang dimiliki seorang karyawan.
Seperti teori yang dikemukakan oleh Mulyadi !"##":$6>& .?ntuk mencapai tujuan
entitas, personil di setiap organisasi harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang
diperlukan untuk melaksanakan tugasnya secara efektif. omitmen terhadap kompetensi
mencakup pertimbangan manajemen atas pengetahuan dan keterampilan yang
diperlukan dan panduan antara kecerdasan, pelatihan, dan pengalaman yang dituntut
dalam pengembangan kompetensi.
Maka dari itu, setiap karyawan dituntut untuk memiliki keahlian di bidangnya
masing+masing, karena keberhasilan suatu perusahaan ditunjang oleh keahlian dari
pekerjanya. Misalnya saja pada saat melaksanakan proses penyusunan anggaran, agar
setiap pekerjaan terlaksana dengan baik maka pekerja harus memiliki komitmen
terhadap kompetensi dengan baik.
Seperti teori yang dikemukakan oleh Mulyadi !"##":$6>& tentang pentingnya
komitmen terhadap kompetensi : .omitmen terhadap kompetensi mencakup
pertimbangan manajemen dan pengetahuan dan keterampilan yang di perlukan, panduan
antara kecerdasan, pelatihan dan pengalaman yang dituntut dalam mengembangkan
kompetensi mengenai penyusunan anggaran.
?ntuk mencapai tujuan entitas, personil di setiap organisasi harus memiliki
pengetahuan dan keterampian yang diperlukan untuk melaksanakan tugasnya secara
efektif. omitmen terhadap kompetensi mencakup pertimbangan manajemen atau
13
pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan, dan panduan antara kecerdasan,
pelatihan dan pengalaman yang dituntut dalam pengembangan kompetensi.
,engan demikian jelaslah sudah, bahwa setiap pekerjaan, misalnya penyusunan
anggaran haruslah ditunjang dengan komitmen terhadap kompetensi yang baik pula.
8. ,ewan omisaris dan omite Audit
,alam perusahaan berbentuk perseroan terbatas, jika penunjukan auditor di
lakukan oleh manajemen puncak, kebebasan auditor terlihat berkurang dipandang dari
sudut pemegang saham, dalam hal ini adalah dewan komisaris.
Seperti yang di kemukakan oleh Mulyadi !"##":$6>& mengenai dewan komisaris yaitu:
.,ewan komisaris adalah wakil pemegang saham dalam perusahaan berbadan hukum
Perseroan =erbatas. ,ewan ini berfungsi mengawasi pengelolaan data perusahaan yang
dilaksanakan oleh manajemen !direksi&. ,engan demikian, ,ewan omisaris yang aktif
menjalankan fungsinya dapat mencegah pengendalian yang terlalu banyak di tangan
manajemen !direksi&.
Pembentukan komite audit oleh perusahaan+perusahaan publik sudah banyak di
lakukan di berbagai negara termasuk /ndonesia. Seiring dengan menguatnya tuntutan
agar perusahaan lebih transparan dan reliable mengenai kinerjanya, peran komite audit
menjadi semakin penting. -erikut pengertian komite audit dari beberapa ahli:
Menurut -apepam 4o. ep+"1@M@"##% yang dikutip oleh Amin !"##6:%1&,
menjelaskan pengertian komite audit sebagai berikut : .omite Audit adalah komite
14
yang dibentuk oleh ,ewan omisaris dalam rangka membantu melaksanakan tugas dan
fungsinya.
Menurut /katan omite Audit yang di kutip oleh Arief !"##1: ">&, menjelaskan
definisi omite Audit sebagai berikut : .Suatu komite yang bekerja secara profesional
dan independen yang di bentuk oleh dewan komisaris dan, dengan demikian, tugasnya
adalah membantu dan memperkuat fungsi dewan komisaris !atau dewan pengawas&
dalam menjalankan fungsi pengawasan !oversight& atas proses pelaporan keuangan,
manajemen risiko, pelaksanaan audit dan implementasi dari corporate governance di
perusahaan+perusahaan.
Meskipun pendapat mengenai definisi komite audit menurut beberapa ahli
berbeda+beda tetapi memiliki maksud yang sama yaitu komite audit adalah komite yang
dibentuk oleh dewan komisaris yang bekerjasama untuk membantu melaksanakan tugas
dan fungsinya.
,. ;ilosofi dan Aaya 9perasi Manajemen
;ilosofi dibutuhkan oleh karyawan karena berhubungan dengan cerminan
kejujuran dalam pelaksanaan tugasnya, khususnya dalam bidang keuangan perusahaan.
Adapun teori yang mengemukakan pentingnya filosofi dan gaya operasi manajemen
seperti yang dikatakan oleh Mulyadi !"##":$65& .;ilosofi merupakan seperangkat
keyakinan dasar yang menjadi ukuran bagi perusahan dan karyawannya, dalam
berbisnis, manajemen yang memiliki filosofi akan meletakkan kejujuran sebagai dasar
bisnisnya. 'aporan keuangan perusahaan akan digunakan sebagai alat manajemen untuk
mencerminkan kejujuran pertanggung jawaban keuangan perusahaan kepada siapa saja
15
yang berhubungan bisnis dengan mereka. Aaya operasi mencerminkan ide manajer
tentang bagaimana operasi suatu entitas harus di laksanakan.
Setiap manajer memiliki gaya operasi masing+masing ada yang mementingkan
laporan keuangan, penyusunan anggaran dan banyak lagi yang lainnya. Seperti teori
yang dikemukakan oleh Mulyadi !"##":$65& bahwa : Ada manajer yang memilih gaya
operasi yang sangat menekankan pentingnya pelaporan keuangan, penyusunan dan
penggunaan anggaran sebagai alat pengukur kinerja manajer, dan pencapaian tujuan
yang telah dicanangkan dalam anggaranB ada manajer yang tidak demikian.
<. Struktur 9rganisasi
Struktur pengendalian, dan pemantauan akti2itas entitas. Pengembangan struktur
organisasi suatu entitas mencakup pembagian wewenang dan pembebanan tanggung
jawab didalam suatu organisasi dalam mencapai tujuan organisasi. 9rganisasi
memberikan kerangka untuk perencanaan, struktur organisasi dibuat oleh manusia dalam
memudahkan dalam pelaksaan tugas guna mencapai tujuan.
Seperti teori yang dijabarkan oleh Mulyadi !"##":$60& mengenai struktur
organisasi : .9rganisasi di bentuk oleh manusia untuk mencapai tujuan+tujuan tertentu.
9rang bergabung dalam suatu organisasi dengan maksud utama untuk mencapai tujuan+
tujuan yang tidak dapat dicapainya dengan kemampuan yang dimilikinya sendiri.
Struktur organisasi memberikan kerangka untuk perencanaan, pelaksanaan,
pengendalian, dan pemantauan akti2itas entitas. Pengembangan struktur organisasi suatu
entitas mencakup pembagian wewenang dan pembebanan tanggung jawab didalam suatu
organisasi dalam mencapai tujuan organisasi.
16
:adi dapat dikatakan bahwa struktur organisasi dalam perusahaan adalah
rancangan atau susunan bagian dalam pelaksanaan kegiatan operasional perusahaan.
;. Pembagian 3ewenang dan =anggungjawab
Perumusan kewenangan dan tanggung jawab ini menyangkut tentang bagaimana
dan kepada siapa kewenangan dan tanggung jawab diberikan, dengan pembagian tugas
yang jelas akan memudahkan setiap personil dalam melaksanakan akti2itasnya, selain
itu pertanggungjawaban akan tugas yang dilaksanakan menjadi jelas untuk pencapaian
tujuan organisasi.
Seperti teori yang dipaparkan oleh Mulyadi !"##":$60&: .pembagian wewenang
dan pembebanan tanggung jawab dengan pembagian wewenang yang jelas, organisasi
akan dapat mengalokasikan berbagai sumber daya yang dimilikinya untuk mencapai
tujuan organisasi. ,i samping itu, pembagian wewenang yang jelas akan memudahkan
pertanggung jawaban konsumsi sumber daya organisasi dalam pencapaian tujuan
organisasi.
A. ebijakan dan Praktik Sumberdaya Manusia
,apat dilihat bahwa kebijakan+kebijakan yang dibuat oleh perusahan mengenai
sumber daya manusia dapat di katakan baik atau memadai, karena semua unsur atas
kebijakan sumber daya manusia seperti perekrutan, pengangkatan, pelatihan, penilaian
kinerja, rotasi jabatan@pekerjaan telah sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh
rismiaji !"##":""5& : .kebijakan dan praktik sumber daya manusia berkaitan erat
dengan:
17
$. Perekrutan
". Pengangkatan
*. Pelatihan
%. Penilaian kinerja
>. (otasi jabatan@pekerjaan.
arena karyawan merupakan unsur penting dalam pengendalian intern seperti teori
Mulyadi !"##":$60& tentang unsur penting dalam pengendalian internal: .kebijakan dan
praktik sumber daya manusia yaitu karyawan merupakan unsur penting dalam setiap
pengendalian. Pengendalian tidak dapat berjalan dengan baik jika dilaksanakan oleh
karyawan yang tidak kompeten dan tidak jujur, karena itu perusahaan harus memiliki
metode yang baik dalam menerima karyawan, mengembangkan kompetensi mereka,
agar lingkungan pengendalian dapat tercipta dengan baik.
". Penilaian (esiko ! "is# Assessment &
Pengendalian internal yang baik memungkinkan penaksiran risiko yang
di hadapi oleh organisasi baik yang berasal dari dalam maupun dari luar
organisasi. 'angkah+langkah dalam penaksiran risiko adalah sebagai berikut:
a. Mengidentifikasi faktor+faktor yang mempengaruhi risiko
b. Menaksir risiko yang berpengaruh cukup signifikan
c. Menentukan tindakan yang dilakukan untuk me+manage risiko
Menurut pengertian lainnya, penaksiran resiko adalah mengidentifikasi
organisasi dan menganalisanya terhadap resiko yang rele2an dalam pencapaian
tujuannya. (esiko terdiri dari resiko umum dan resiko bawaan' )al+hal yang
mempengaruhi resiko:
$& Perubahan lingkungan operasi
"& Perubahan struktur atau komposisi personel
*& Pengembangan sistem informasi
%& Pertumbuhan organisasi
>& Penggunaan teknologi baru
5& Pengembangan akti2itas dan wilayah operasi baru
0& Penerbitan standar baru
18
6& dan lain+lain.
*. Akti2itas Pengendalian ! Control Activities &
Akti2itas pengendalian merupakan kebijakan dan prosedur yang membantu
manajemen dalam melaksanakan kewajibannya. Mereka menjamin bahwa
tindakan penting dilakukan untuk mengatasi resiko yang dihadapi dalam
mencapai sasaran entitas. Akti2itas pengendalian timbul melalui organisasi, pada
semua tingkatan dan dalam seluruh fungsi. -erikut adalah akti2itas pengendalian
tertentu yang umumnya disiapkan oleh karyawan di berbagai tingkat organisasi
adalah sebagai berikut :
a. 9torisasi yang =epat atas =ransaksi
Agar pengendalian berjalan dengan baik, setiap transaksi harus di otorisasi
dengan tepat. Sesungguhnya, karakteristik yang paling utama ! paling
penting& dari pengendalian internal adalah penetapan tanggung jawab ke
masing 7 masing karyawan secara spesifik. Penetapan ini dilakukan agar
supaya masing 7 masing karyawan dapat bekerja sesuai dengan tugas tertentu
! secara spesifik & yang telah dipercayakan kepadanya. Pengendalian atas
pekerjaan tertentu akan menjadi lebih efektif jika hanya ada satu orang saja
yang bertanggung jawab atas sebuah@pekerjaan tertentu tersebut.
b. ,okumen dan 8atatan yang Memadai
,okumen dan catatan merupakan objek fisik dimana transaksi akan di
cantumkan serta diikhtisarkan. ,okumen yang memadai sangat penting untuk
mencatat transaksi dan mengendalikan akti2a. ,okumen memberikan bukti
bahwa transaksi bisnis atau peristiwa ekonomi telah terjadi. ,okumen juga
sesungguhnya sangat berfungsi sebagai penghantar informasi ke seluruh
bagian organisasi. ,okumen haruslah dapat memberikan keyakinan yang
19
memadai bahwa seluruh akti2a telah dikendalikan dengan pantas dan bahwa
seluruh transaksi telah dicatat dengan benar.
c. Pengendalian ;isik atas Akti2a dan 8atatan
?ntuk menyelenggarakan pengendalian internal yang memadai akti2a dan
catatan harus dilindungi. :ika tidak diamankan sebagaimana mestinya, akti2a
dapat dicuri, diselewengkan atau disalahgunakan. ,emikian juga dengan
catatan, jika tidak dilindungi secara memadai, catatan bisa dicuri, rusak atau
hilang, dan dapat sangat mengganggu proses pencatatan akuntansi dan
operasi normal bisnis perusahaan.
d. Pemisahan =ugas
Pemisahan tugas disini maksudnya adalah pemisahan fungsi atau pembagian
kerja. Ada dua bentuk yang paling umum dari penerapan pemisahan fungsi
ini, yaitu : !$& pekerjaan yang berbeda seharusnya di kerjakan oleh karyawan
yang berbeda pula. !"& harus adanya pemisahan tugas antara karyawan antara
karyawan yang menangani pekerjaan pencatatan akti2a dan karyawan yang
menangani langsung akti2a secara fisik.
e. Pemeriksaan /ndependen atau Cerifikasi /nternal
ebanyakan sistem pengendalian internal memberikan pengecekan
independen atau 2erifikasi internal. Prinsip ini meliputi peninjauan ulang,
perbandingan, dan pencocokan data yang telah di siapkan oleh karyawan
lainnya yang berbeda. ?ntuk memperoleh manfaat yang maksimum dari
pengecekan yang independen atau 2erifikasi internal, maka : !$& 2erifikasi
seharusnya di lakukan secara periodik@berkala atau bisa juga di lakukan atas
dasar dadakanB !"& 2erifikasi sebaiknya di lakukan oleh yang independenB !*&
ketidakcocokan@ketidaksesuaian dan kekecualian seharusnya di laporkan ke
tingkatan manajemen yang memang dapat mengambil tindakan korektif
secara tepat.
20
%. /nformasi dan omunikasi ! $nformation and Communication &
/nformasi yang bersangkutan harus diidentifikasi, tergambar dan
terkomunikasi dalam sebuah form dan timeframe yang memungkinkan orang+
orang menjalankan tanggung jawabnya. Sistem informasi menghasilkan laporan,
yang berisi informasi operasional, finansial, dan terpenuhinya keperluan sistem,
yang membuatnya mungkin untuk menjalankan dan mengendalikan bisnis.
/nformasi dan omunikasi tidak hanya menghadapi data+data yang di
hasilkan internal, tetapi juga kejadian eksternal, kegiatan dan kondisi yang di
perlukan untuk memberikan informasi dalam rangka pembuatan keputusan bisnis
dan laporan eksternal. omunikasi yang efektif juga harus terjadi dalam hal yang
lebih luas, mengalir ke bawah, ke samping dan ke atas organisasi.
>. Pemantauan ! %onitoring &
Pemantauan terhadap sistem pengendalian internal akan menemukan
kekurangan serta meningkatkan efekti2itas pengendalian. Pengendalian internal
dapat dimonitor dengan baik dengan cara penilaian khusus atau sejalan dengan
usaha manajemen. ?saha pemantauan yang terakhir dapat dilakukan dengan cara
mengamati perilaku karyawan atau tanda+tanda peringatan yang di berikan oleh
sistem akuntansi.
II.1.1. Keter!ata"an Pengendalian Internal
21
=idak peduli sebaik apa pengendalian internal didesain dan dioperasikan, dapat
menyajikan tingkat keyakinan kepada manajemen dan dewan komisaris mengenai
pencapaian sasaran organisasi. Akan tetapi pencapaian tersebut akan dipengaruhi oleh
keterbatasan sistem pengendalian internal itu sendiri. Adapun batasan 7 batasan
pengendalian internal adalah sebagai berikut :
a' kesalahan dalam pertimbangan ! +udgement &, efekti2itas pengendalian akan di
pengaruhi oleh +udgement indi2idual dalam pengambilan keputusan. eputusan
tersebut harus dibuat dengan dipengaruhi oleh +udgement yang berdasarkan
waktu, informasi yang rele2an, dan keadaan underpressure.
b' emacetan ! )rea#downs &, walaupun pengendalian internal telah didesain
sebaik mungkin, masih dapat di brea#downs'
c' olusi ! collusion&, =indakan bersama beberapa indi2idu untuk tujuan kejahatan.
olusi dapat mengakibatkan bobolnya pengendalian internal yang dibangun
untuk melindungi kekayaan entitas dan tidak terungkapnya ketidakberesan atau
tidak terdeteksinya kecurangan oleh pengendalian internal yang dirancang.
d' Pelanggaran oleh manajemen ! %anagement override &, merupakan tindakan
yang dilakukan oleh pihak+ pihak kepentingan tertentu ! manajer & yang tidak
sesuai dengan pengendalian internal.
e' -iaya lawan manfaat, -iaya yang diperlukan untuk mengoperasikan
pengendalian internal tidak boleh melebihi manfaat yang diharapkan dari
pengendalian internal tersebut. arena pengukuran secara tepat baik biaya
maupun manfaat biasanya tidak mungkin dilakukan, manajemen harus
memperkirakan dan mempertimbangkan secara kuantitatif dan kualitatif dalam
menge2aluasi biaya dan manfaat suatu pengendalian internal.
22
II.1.2 Pengertian Per"ediaan
Persediaan merupakan aset perusahaan yang mempunyai pengaruh yang sangat
sensitif bagi perkembangan financial perusahaan. ,alam akuntansi, persediaan adalah
harta lancar yang dimiliki oleh suatu perusahaan yang digunakan untuk kegiatan bisnis
untuk dijual tanpa perubahan bentuk atau untuk diproses lebih lanjut dalam perusahaan
manufaktur sehingga mempunyai nilai dan bentuk baru kemudian dipasarkan.
Pengertian persediaan menurut beberapa ahli antara lain sebagai berikut :
Menurut Sofyan Assauri !"##>:>#&, menerangkan bahwa : .Persediaan adalah
sebagai suatu akti2a lancar yang meliputi barang + barang milik perusahaan dengan
maksud untuk dijual dalam suatu periode usaha normal atau persediaan barang 7 barang
yang masih dalam pekerjaan proses produksi ataupun persediaan bahan baku yang
menunggu penggunaanya dalam suatu proses produksi.
Menurut Daki -adridwan !"###:$%1&, menerangkan bahwa : .Pengertian
persediaan barang secara umum istilah persediaan barang dipakai untuk menunjukkan
barang+barang yang dimiliki untuk dijual kembali atau digunakan untuk memproduksi
barang+barang yang akan dijual.
Menurut M. Munandar !"##>:>#&, menerangkan bahwa : .Persediaan adalah
sebagai persediaan barang 7 barang !bahan + bahan& yang menjadi objek usaha pokok
perusahaan.
Menurut :ohn : 3ild, (. Subramanyam dan (obert ; )alsey !"##%:"5>&,
menerangkan bahwa : .Persediaan !$nventory& merupakan barang yang dijual dalam
akti2itas operasi normal perusahaan.
23
:adi dari pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa persediaan adalah
akti2itas operasi perusahaan untuk menyediakan sejumlah barang untuk memenuhi
permintaan dari pelanggan.
II.1.2.1 #eni" $ #eni" Per"ediaan
Menurut (. Agus Sartono !"##$:%%*& menerangkan bahwa jenis persediaan yang
ada dalam perusahaan akan tergantung pada jenis perusahaan yaitu :
$. Perusahaan :asa persediaan yang biasanya timbul seperti persediaaan bahan
pembantu atau persediaan habis pakai, yang termasuk didalamnya adalah kertas,
karton, stempel, tinta, buku kwitansi, materai.
". Perusahaan Manufaktur jenis persediaanya meliputi persediaan bahan pembantu,
persediaan barang jadi, persediaan barang dalam proses dan persediaan bahan baku.
'ukman Syamsuddin !"###:"6$&, menerangkan bahwa ada tiga jenis utama dari
persediaan perusahaan yaitu :
$. Persediaan -ahan Mentah
-ahan mentah adalah bahan yang dibeli oleh perusahaan untuk diproses menjadi
barang setengah jadi dan akhirnya barang jadi atau produk akhir dari perusahaan.
". Persediaan -arang dalam Proses
24
Persediaan -arang dalam proses terdiri dari keseluruhan barang 7 barang yang di
gunakan dalam proses produksi tetapi masih membutuhkan proses lebih lanjut untuk
menjadi barang yang siap untuk dijual !barang jadi&.
*. Persediaan -arang :adi
Persediaan barang jadi adalah barang yang sudah selesei diproses dan siap untuk
dijual.
II.1.2.2 %aktor $ %aktor &enentukan Tingkat Per"ediaan
25
Menurut Manahan P. =ampubolon !"##>:65& menerangkan bahwa dalam
menentukan kebijaksanaan tingkat persediaan barang secara optimal perlu diketahui
faktor 7 faktor yang menentukan yaitu :
$. -iaya Persediaan.
". Seberapa besar permintaan barang oleh pelanggan dapat diketahui, apabila
permintaan barang dapat diketahui, maka korporasi dapat menentukan barang
dalam suatu periode.
*. 'ama penyerahan barang antara saat dipesan dengan barang tiba atau disebut
sebagai lead time atau delivery time.
%. =erdapat atau tidak ada kemungkinan untuk menunda pemenuhan dari pembeli
atau disebut sebagai bac#logging.
>. emungkinan di perolehnya discount atas pembelian dalam jumlah yang besar.
II.1.2. Pengendalian Internal Per"ediaan
Pengendalian internal atas persediaan merupakan hal yang penting karena
persediaan adalah bagian yang amat penting dari suatu perusahaan dagang. Perusahaan
yang sukses biasanya amat berhati+hati dalam melakukan pengawasan atas persediaan
yang dimilikinya.=ujuan dari pengendalian persediaan agar persediaan barang yang
terdapat dalam suatu perusahaan tidak terlalu banyak sehingga menimbulkan keusangan
dan tidak terlalu sedikit sehingga perusahaan tidak kehilangan penjualan atau laba yang
didapatkan.
Menurut 'a Midjan dan AEhar Susanto ! "### : $>5 & mengungkapkan bahwa :
.Pengendalian persediaan adalah semua metode dan tindakan yang digunakan untuk
mengamankan persediaan sejak dari kedatangan, menerima, menyimpan dan
26
mengeluarkannya. -aik fisik maupun kualitas dan pencapaiannya terutama pengaturan
dan penentuan jumlah persediaan.
Menurut )orngren )orison yang diterjemahkan oleh Maudy 3arouw
mengungkapkan bahwa elemen yang harus ada untuk mendukung pengendalian internal
yang baik atas persediaan adalah :
a. .Perhitungan persediaan secara fisik
b. Membuat prosedur+prosedur
c. Menyimpan persediaan dengan baik
d. Membatasi akses persediaan dengan baik
e. Menggunakan sistem perpetual
f. Membeli persediaan dalam jumlah yang ekonomis
g. Menyimpan persediaan yang cukup banyak
h. =idak menyimpan persediaan terlalu banyak !"##%:$%"&
Adapun uraian dari pernyataan tersebut adalah sebagai berikut :
$. Perhitungan persediaan secara fisik
Perhitungan persediaan secara fisik dilakukan paling tidak satu tahun sekali
apapun sistem persediaan yang digunakan.
". Membuat prosedur+prosedur
Membuat prosedur+prosedur seperti prosedur pembelian, prosedur penerimaan,
dan prosedur pengiriman yang seefektif mungkin.
*. Menyimpan persediaan dengan baik
Menyimpan persediaan dengan baik untuk menghindarkan persediaan dalam
pencurian, kerusakan atau karat.
%. Membatasi akses persediaan dengan baik
27
Membatasi akses persediaan dengan baik untuk menghindarkan persediaan dari
kesalahan pencatatan persediaan.
>. Menggunakan sistem perpetual
Menggunakan sistem perpetual untuk persediaan yang mempunyai nilai tinggi.
5. Membeli persediaan dalam jumlah yang ekonomis
Membeli persediaan dalam jumlah yang ekonomis agar tidak terjadi penimbunan
barang di gudang.
0. Menyimpan persediaan yang cukup banyak
Menyimpan persediaan yang cukup banyak untuk mencegah terjadinya
kekurangan persediaan yang akan menyebabkan hilangnya penjualan.
6. =idak menyimpan persediaan terlalu banyak
=idak menyimpan persediaan terlalu banyak supaya dana yang tertanam pada
persediaan dapat ditekan seminimum mungkin.
,ari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pengendalian internal atas
persediaan meliputi penghitungan fisik yang harus dilakukan setiap tahun, karena
dengan cara itulah suatu perusahaan dapat mengetahui secara pasti jumlah
persediaan yang ada. :ika kesalahan terjadi, maka catatan akuntansi akan di
sesuaikan sehingga menjadi sama dengan hasil perhitungan fisik dari barang
tersebut.
)arus dilakukan pemisahan antara pegawai yang menangani persediaan
dari catatan akuntansi. Sistem persediaan yang terkomputerisasi dapat membantu
perusahaan menjaga jumlah persediaan sehingga tidak kekurangan dan tidak pula
terlalu banyak.
28
II.2 Penelitian Terda'ulu
,alam pembuatan skripsi yang dilakukan oleh penulis, penulis melakukan
pencarian telaah pustaka untuk dapat memberikan arahan dan acuan penulis dalam
membuat skripsi. Skripsi yang penulis angkat sebagai bahan acuan yaitu skripsi yang
dibuat oleh Fonarsie -indari pada tahun "#$# dengan judul .<CA'?AS/
P<4A<4,A'/A4 /4=<(4 =<()A,AP S/S=<M A?4=A4S/ P<M-<'/A4 ,A4
29
P<(S<,/AA4 -A)A4 -A? PA,A P=. ;?F/4,9 M?'=/ P<(,A4A. Penulisan
skripsi ini memiliki tujuan yaitu :
$. Menge2aluasi sistem pengendalian intern atas pembelian dan persediaan bahan
baku yang diterapkan oleh P= ;uyindo Multi Perdana.
". Mengidentifikasikan kelemahan prosedur pembelian dan persediaan bahan baku
pada P= ;uyindo Multi Perdana.
*. Memberikan rekomendasi perbaikan atas kelemahan prosedur pembelian dan
persediaan bahan baku P= ;uyindo Multi Perdana.
Metodologi penelitian yang di buat oleh Fonarsie -indari adalah sebagai berikut :
$. :enis dan data yang digunakan oleh penulis adalah data primer dan sekunder
". Metode yang digunakan penulis dalam mengumpulkan data adalah observation,
$n,uires of the client, dan library research.
-erikut merupakan kesimpulan dari penelitian terdahulu yang dibuat oleh Fonarsie
-indari :
$. Prosedur pemilihan pemasok yang masih kurang dimana perusahaan hanya
memilih pemasok lama tanpa mencari pemasok baru untuk bahan baku dan tidak
melakukan e2aluasi pemasok yang dipilih. Selain itu perusahaan tidak membuat
dokumen Surat Permintaan dan Penawaran )arga yang dapat digunakan sebagai
bukti tertulis bahwa fungsi pembelian dalam memilih pemasok berdasarkan
harga pesaing.
". =erdapat keterlambahan penerimaan bahan baku dari pemasok dikarenakan
bagian pembelian tidak mencantumkan tanggal pengiriman dari formulir
(urchase Order.
30
*. -agian gudang membuat 4ota (etur dan Surat Penerimaan -arang untuk meng+
-pdate )in Card tetapi tidak mengarsipkan dokumen tersebut sehingga sulit bagi
perusahaan untuk menelusuri dokumen terkait.
%. Prosedur retur pembelian yang kurang efisien dimana bagian gudang tidak dapat
mengetahui secara langsung apakah barang yang kualitasnya dapat di retur atau
tidak.
31