Anda di halaman 1dari 23

GANGGUAN PERKEMBANGAN NEUROLOGIS

PADA
BAYI DENGAN RIWAYAT HIPERBILIRUBINEMIA
NEURODEVELOPMENTAL DISORDER AMONG BABIES
WITH
HISTORY OF HYPERBILIRUBINEMIA
Tesis
Untuk memenuhi sebaian !e"s#a"atan men$a!ai %e"a&at Sa"&ana S'(
%an mem!e")*eh keah*ian %a*am bi%an I*mu Kesehatan Anak
Bain%a P Hutahaean
PROGRAM PAS+A SAR,ANA
MAGISTER ILMU BIOMEDIK
DAN
PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS I
ILMU KESEHATAN ANAK
UNI-ERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
(../
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena
hanya berkat rahmat dan pertolonganNya penulis dapat menyelesaikan tesis
dengan judul 0Ganuan Pe"kembanan Neu")*)is !a%a Ba#i %enan
Ri1a#at Hi!e"bi*i"ubinemia23 Tesis ini diajukan sebagai salah satu persyaratan
untuk meraih derajat S-2 Pada Program Pendidikan Pasca Sarjana Magister lmu
!iomedik dan "elar Spesialis #nak $akultas Kedokteran %ni&ersitas 'iponegoro
Semarang( )umlah kasus "angguan Perkembangan Neurologis *"PN+ saat ini
meningkat, dengan makin majunya pera,atan dalam bidang Neonatologi( Salah
satu penyebab "PN pada masa perinatal yang sering dijumpai adalah
hiperbilirubinemia( !ilirubin merupakan masalah pada bayi karena bersi-at
neurotoksik( !ayi dengan keadaan ini mempunyai risiko mengalami kematian,
atau jika dapat bertahan hidup akan mengalami "PN dikemudian hari( Penulis
berharap agar tesis ini dapat memberikan sumbangsih pada upaya menurunkan
dampak gangguan neurologis akibat hiperbilirubinemia pada bayi. anak( Pada
kesempatan ini penulis ucapkan terima kasih kepada /ektor %ni&ersitas
'iponegoro Pro-( 'r( dr( Susilo 0ibo,o, MSc, Sp#nd 1 mantan /ektor
%ni&ersitas 'iponegoro Pro-( r( 2ko !udihardjo, MSc 1 'ekan $akultas
Kedokteran %ni&ersitas 'iponegoro dr( Soejoto, SpKK*K+ 1 mantan 'ekan
$akultas Kedokteran %ni&ersitas 'iponegoro dr( #nggoro '!( Sachro, Sp#*K+,
'TM34 dan Pro-( dr( Kabulrachman, SpKK*K+ 1 'irektur Program Pasca
Sarjana %ni&ersitas 'iponegoro Pro-( 'rs( Y( 0arella, MP#, Ph', 'irektur /S%P
'r( Kariadi Semarang dr( !udi /iyanto, MSc, SpP'*K+ dan Ketua Program Studi
Magister lmu !iomedik Pro-( 'r( 4( Soebo,o, SpP#*K+ atas kesempatan yang
diberikan kepada penulis untuk mengikuti Program Pendidikan Pasca Sarjana
Magister lmu !iomedik dan Program Pendidikan 'okter Spesialis- lmu
Kesehatan #nak *K#+ di %ni&ersitas 'iponegoro(Terima kasih dan penghargaan
penulis sampaikan kepada dr( #li-iani 4ikmah Putranti, Sp#*K+ selaku Ketua
Program Studi Pendidikan 'okter Spesialis !agian K# $K %N'P.SM$
Kesehatan #nak /S%P 'r( Kariadi Semarang sekaligus sebagai pembimbing
utama penulisan tesis ini 1 dr( Kamilah !udhi /ahardjani, Sp#*K+ selaku mantan
Ketua !agian K# $K %N'P.SM$ Kesehatan #nak /S%P( 'r( Kariadi
Semarang sekaligus sebagai pembimbing kedua, atas segala dorongan, kesabaran
dan bimbingan pada penulisan tesis ini( Kepada ketua !agian K# $K
%N'P.SM$ Kesehatan #nak /S%P( 'r( Kariadi Semarang, dr( !udi Santoso,
Sp#*K+ dan mantan Ketua Program Studi Pendidikan 'okter Spesialis !agian
K# $K %N'P.SM$ Kesehatan #nak /S%P 'r( Kariadi Semarang 'r( 4endriani
Selina, Sp#*K+, M#/S, yang telah memberikan kesempatan kepada penulis
untuk dapat menjalani Program Pendidikan 'okter Spesialis di !agian K# $K
%N'P.SM$ Kesehatan #nak /S%P 'r( Kariadi Semarang( Terima kasih dan
penghargaan penulis sampaikan kepada Pro-( dr( M(Sidhartani, MSc, Sp#*K+ 1 dr(
4M( Sholeh Kosim, Sp#*K+ dan dr( "atot ra,an, Sp# yang telah memberikan
,aktu, tenaga dan pikiran dalam membimbing, member dukungan, re-erensi,
arahan dan dorongan dalam penyusunan dan penulisan tesis ini(
Kepada segenap jajaran 'ireksi dan sta- /S%P( 'r( Kariadi Semarang
penulis ucapkan terimakasih atas segala dukungan dan berbagai bantuan -asilitas
dari /S%P( 'r( Kariadi Semarang(
Tak lupa pula penulis ucapkan terimakasih kepada laboratorium Patologi Klinik
/S%P( 'r( Kariadi Semarang atas bantuannya dalam pemeriksaan laboratorium(
Kepada seluruh teman seja,at peserta PP'S5, atas kerjasama, saling membantu
dan memoti&asi, penulis sampaikan terima kasih( Khususnya kepada rekan-rekan
satu angkatan PP'S-6 )anuari 2778 dr( "ondo, dr( 9hristianus, dr( :odri, dr(
Ninung, dr( Titut, dr( 'iapari, dr( pung dan dr( /obert atas segala bantuan dan
kerjasama yang baik( Kepada rekan-rekan pera,at. T%. karya,an. karya,ati
!agian K# penulis sampaikan terima kasih atas kerjasama dan bantuannya(
Kepada dr( 4ardian penulis ucapkan terima kasih atas segala ,aktu, kesabaran
dan bimbingannya dalam penulisan tesis ini( %ntuk ;i&a terima kasih untuk
segala keikhlasan, kesabaran, pengertian, dorongan semangat, dan doa tulusnya
sehingga penelitian dan tesis ini dapat selesai( Kepada kedua orangtuaku, kakak-
kakakku 2mil, Taga, /ita dan adik-adikku tercinta /amses dan Theresia, penulis
ucapkan terima kasih atas bantuan moril, perhatian, dukungan, nasehat dan doa
tulusnya(
Penulis menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang tidak dapat
disebutkan satu persatu yang telah mendukung dan membantu penulis dalam
menyelesaikan penelitian dan tesis ini( Semoga Tuhan Pencipta Semesta
membalas segala kebaikan dan dukungannya( Penulis menyadari bah,a tesis ini
masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu penulis sangat mengharapkan
kritik dan saran guna perbaikan tesis ini( 'emikian kata pengantar dari penulis,
mohon maa- sebesarbesarnya atas segala kesalahan atau kekurangan( Kiranya
Yang Maha Kuasa senantiasa menyertai kita( #min(
Semarang, )uli 277<
GANGGUAN PERKEMBANGAN NEUROLOGIS PADA BAYI DENGAN
RIWAYAT HIPERBILIRUBINEMIA
Baginda Hutahaean, Alifiani Hikmah Putranti, Kamilah Budhi Rahardjani, Magdalena Sidhartani
!agian lmu Kesehatan #nak
$K %N'P./S%P( 'r( Kariadi Semarang
ABSTRAK
Lata" be*akan = Salah satu penyebab gangguan perkembangan neurologis
*"PN+ bayi adalah hiperbilirubinemia, yang dapat menimbulkan kerusakan
neuron permanen( Peran bilirubin indirek serum *!S+ penting karena dapat
mele,ati sa,ar darah otak *S'>+( Terbukanya S'> meningkatkan permeabilitas
otak terhadap bilirubin( Terdapat beberapa -aktor yang menyebabkan terbukanya
S'>, yang selanjutnya meningkatkan risiko "PN bayi(
Tu&uan !ene*itian = Mengetahui hubungan antara kadar !S neonatal dengan
"PN bayi(
Met)%e 4 'esain longitudinal prospekti-, subyek ?@ neonatus dengan kadar !S
A67 mg.dB, yang dira,at di !agian K# $K %N'P. /S%P 'r( Kariadi, >ktober
277?5 #gustus 277C, dan difollow-up pada usia 8, D dan E bulan dengan Bayley
Infant eurode!elopmental S"reener *!NS+( #nalisis statistik dilakukan dengan
uji korelasi Spearman, Re"ei!er #perating $ur!e, dan uji multi&ariat $o%-
regre&&ion(
Hasi* Pene*itian = /erata kadar !S pada kelompok risiko "PN bayi adalah 27,C
mg.dB *S'FD,7D1pG7,776+( 'ijumpai 6E *8E,DH+ subyek dengan risiko "PN bayi(
#da hubungan bermakna antara tingginya kadar !S neonatal dengan ,aktu
timbulnya risiko "PN bayi */F-7,D81pG7,776+( Re"ei!er #perating $ur!e */>9+
menunjukkan kadar !S neonatal dapat digunakan sebagai prediktor "PN bayi
dengan "ut-off point !S 6?,D@ mg.dB( #da hubungan bermakna antara kadar !S
neonatal dengan "PN bayi *I2=6@,DC<1pG7,776+( 'ari uji Multi&ariat $o%-
regre&&ion = in-eksi *Ha'ard ratio(HR ?(719F7(E16@,6+, kadar !S A6?,D@ mg.dB
*HR 2(C19F7(C162,6+ dan tidak mendapat -ototerapi dengan atau tanpa tran-usi
tukar *HR 2(619F7(@1C,D+ mempunyai risiko "PN bayi( #sidosis dan
hipoglikemia bukan -actor risiko(
Sim!u*an = #da hubungan bermakna antara tingginya kadar !S neonatal dengan
risiko "PN bayi( Kadar !S dapat digunakan sebagai prediktor "PN( n-eksi,
kadar !S A6?,D@ mg.dB dan tidak mendapat -ototerapi dengan atau tanpa tran-usi
tukar merupakan -aktor yang dapat meningkatkan risiko "PN bayi dengan ri,ayat
hiperbilirubinemia(
BAB 5
PENDAHULUAN
535 Lata" Be*akan
'alam era globalisasi diperlukan manusia ndonesia yang berkualitas
untuk dapat bersaing dengan negara-negara lain( Proses pembentukan manusia
berkualitas ini sebaiknya dimulai sejak dini( #danya gangguan perkembangan
neurologis *"PN+ akan mengganggu dalam mencapai tujuan ini( )umlah kasus
"PN saat ini banyak dijumpai, dengan semakin majunya pera,atan dalam bidang
Neonatologi dan makin canggihnya alat-alat diagnostik( 'itemukan J27-87H
kasus di bagian lmu Kesehatan #nak *K#+ disertai gangguan neurologis("PN
adalah kegagalan untuk memiliki kemampuan -ungsi neurologis yang seharusnya
dimiliki, yang disebabkan adanya de-ek otak yang terjadi pada periode a,al
pertumbuhan otak( Saat ini terdapat berbagai metode deteksi dini untuk
mengetahui adanya gangguan perkembangan( Salah satu alat skrining yang dapat
digunakan untuk menilai "PN adalah !NS *Bayley Infant eurode!elopmental
S"reener+, dibuat untuk menilai bayi.anak umur 852? bulan( #kurasi tes pada tiap
kelompok umur adalah <C-@DH, dan mempunyai sensiti-itas optimal *true
po&iti!e+ hingga E7H, terutama pada skor !NS risiko tinggi dan sedang(
'ibutuhkan ,aktu 67-6C menit dalam melakukan pemeriksaan, dan mudah
dilakukan( Penyebab "PN dapat terjadi pada masa pranatal, perinatal ataupun
pasca natal(
Salah satu penyebab "PN pada masa perinatal yang sering dijumpai
adalah hiperbilirubinemia( 'i #merika Serikat terdapat sekitar D7H dari ? juta
bayi yang lahir setiap tahunnya mengalami ikterus( 'i Malaysia ditemukan sekitar
<CH bayi mengalami ikterus pada minggu pertama kelahirannya( 'i ndonesia
insiden ikterus pada bayi aterm dibeberapa rumah sakit */S+ pendidikan, antara
lain = /S dr( 9ipto Mangunkusumo, /S dr( Sardjito, /S dr( Soetomo dan /S dr(
Kariadi, angka ber&ariasi dari 68,<-@CH( !ayi dengan ikterus berpotensi menjadi
hiperbilirubinemia, terlebih bila terdapat keadaan patologis yang mendasari(
4iperbilirubinemia dide-inisikan sebagai kadar bilirubin total serum *!TS+ AC
mg.dB *@D mikromol.B+(K Secara klinis hiperbilirubinemia tampak sebagai ikterus,
yaitu pe,arnaan kuning pada kulit dan mukosa yang disebabkan karena deposisi
produk akhir katabolisme heme( 'ibeberapa institusi, bayi dinyatakan menderita
hiperbilirubinemia apabila kadar !TS L62 mg.dB pada bayi aterm, sedangkan
pada bayi preterm bila kadarnya L67 mg.dB( Pada kadar ini, pemeriksaan-
pemeriksaan yang mengarah pada proses patologis harus dilakukan(66
4iperbilirubinemia merupakan kejadian yang sering dijumpai pada minggu
pertama setelah lahir(
Penyebab terbanyak hiperbilirubinemia adalah karena peningkatan kadar bilirubin
indirek serum *!S+( Secara umum seorang bayi dianggap MbermasalahM bila kadar
!S L67 mg.dB, umumnya dapat ditemukan penyebab ikterus patologis pada
bayibayi ini( !ilirubin merupakan masalah pada bayi karena bersi-at neurotoksik
*toksisitas bilirubin+, yang selanjutnya dapat berkembang menjadi ense-alopati
bilirubin( Pada dasarnya ense-alopati bilirubin merupakan suatu diagnosis
patologi anatomi, dimana ditemukan pengendapan bilirubin pada otak yang
berakibat kerusakan neuron yang permanen(62,68 !ayi dengan keadaan ini
mempunyai risiko mengalami kematian, atau jika dapat bertahan hidup akan
mengalami "PN dikemudian hari( !S telah dibuktikan secara in!itro dan in!i!o
dalam konsentrasi yang tinggi secara di-usi dapat mele,ati sa,ar darah otak
*S'>+( !eberapa keadaan tertentu seperti = as-iksia.hipoksia, asidosis,
in-eksi.sepsis, hipoper-usi, trauma kepala dan prematuritas dapat menyebabkan
terbukanya S'>, yang selanjutnya meningkatkan permeabilitas otak terhadap
bilirubin( ;ohr dalam penelitiannya mendapatkan bah,a bayi dengan kadar !TS
puncak rata-rata 6?,8J2,@ mg.dB mempunyai hubungan yang signi-ikan dengan
skor !N!#S *Bra'elton eonatal Beha!ioral A&&e&ment S"ale+ yang rendah(
Semakin tinggi kadar !TS, semakin rendah skor !N!#S(6? 0ol- dalam
penelitiannya melaporkan pada pemeriksaan Infant Motor S"reening *MS+ bayi
berusia ? bulan dengan ri,ayat hiperbilirubinemia neonatal aterm, didapatkan
hasil normal pada kadar !TS rata-rata 2<,8JC,8 mg.dB, suspek pada kadar !TS
rata-rata 2@J? mg.dB, dan abnormal pada kadar !TS rata-rata 88,<J67,8 mg.dB(
Sedangkan pada penelitian berikutnya didapatkan 28H anak usia 6 tahun dengan
ri,ayat hiperbilirubinemia neonatal, dengan kadar !TS rata-rata 88,? mg.dB
didapatkan skor !S' *Bayley)& S"ale& of Infant *e!elopment+ abnormal(
Sedangkan dengan kadar !TS rata-rata 2D,C mg.'l didapatkan skor !S' masih
dalam batas normal( 'harmasetia,ani menyimpulkan bayi yang mengalami
hiperbilirubinemia neonatal mempunyai risiko mengalami gangguan
perkembangan(
#khir-akhir ini terdapat laporan-laporan adanya kemungkinan
hiperbilirubinemia pada bayi aterm dapat menyebabkan "PN(6@,6E !eberapa
penelitian prospekti- telah mengungkapkan adanya gangguan neurologis dan
kogniti- pada anak-anak yang mengalami peningkatan kadar !S pada masa
neonatalnya( Penelitian-penelitian tentang hubungan hiperbilirubinemia dan "PN
selama ini masih dititikberatkan pada kadar !TS( Penelitian ini dilakukan untuk
mengetahui hubungan antara kadar hiperbilirubinemia indirek dengan "PN,
dimana sejauh ini sulit ditemukan laporanlaporan mengenai hal ini(
53( Masa*ah Pene*itian
6( #pakah ada hubungan antara kadar bilirubin indirek serum *!S+ dengan
risiko gangguan perkembangan neurologis *"PN+ bayi yang dinilai dengan
skala !NS, pada bayi dengan ri,ayat hiperbilirubinemiaN
2( $aktor--aktor risiko apa saja yang berpengaruh terhadap risiko "PN pada
bayi dengan ri,ayat hiperbilirubinemiaN
536 Tu&uan Pene*itian
53635 Tu&uan Umum
Membuktikan adanya hubungan antara kadar !S dengan risiko "PN bayi
yang dinilai dengan skala !NS(
5363( Tu&uan Khusus
a( Menganalisis perkembangan neurologis bayi dengan ri,ayat
hiperbilirubinemia indirek yang dinilai dengan skala !NS(
b( Menganalisis -aktor--aktor yang berpengaruh terhadap risiko "PN
pada bayi dengan ri,ayat hiperbilirubinemia(
537 Man8aat Pene*itian
a( 4asil penelitian ini menjadi masukan dalam pengelolaan bayi dengan
ri,ayat hiperbilirubinemia khususnya deteksi dini adanya "PN(
b( Sebagai masukan untuk penelitian selanjutnya khususnya mengenai
out"ome jangka panjang tentang kualitas hidup bayi dengan ri,ayat
hiperbilirubinemia(
539 O"iina*itas Pene*itian
6( Masih sangat jarang ditemukan laporan tentang penilaian hubungan antara
hiperbilirubinemia indirek dengan "PN(
2( !elum ditemukan laporan tentang seberapa besar peran -aktor--aktor yang
menyebabkan kerusakan S'> terhadap terjadinya "PN(
8( !elum ditemukan laporan peran !S sebagai prediktor terjadinya "PN(
No Nama
peneliti
)udul penelitian ;ariable penelitian Metode
penelitian
4asil penelitian
6( Bunsing
S, 0oltil
4a, #lgra
M4
#re moderate
degrees o-
hyperbilirubinemia
in healthy term
neonates really sa-e
-or the brainN
*2776+
- ;ariable terikat=
dis-ungsi
neurologis minor
* clinical risk
indeO o- babies .
9/!+
- ;ariable bebas
kadar !TS
tertinggi
Kasus
control
4iperbilirubinemi
a moderat
mempunyai
hubungan
denganpeningkatan
signi-ikan
dis-ungsi nerologis
minor pada tahun
pertama kehidupan
bayi
2( Paludetto
/, Mansi
",
/aimondi
$,
/omano
#,
9ri&aro
9 !ussi
M, dkk
Moderate
hyperbilirubinemai
induces a transient
alteration o-
neonatal beha&ior
*2772+
- ;ariable terikat =
- !raPelton neonatal
beha&ioral
assessment scale
- ;ariable bebas =
!TS
Kasus
control
4iperbilirubinemi
a moderat dapat
memicu suatu
perubahan
re&ersible pada
perilaku neonates
8( "urses
',
Bknurk
B, ahiner
T
2--ects o-
hyperbilirubinemia
on cerebroOortical
electrical acti&ity in
ne,borns
- ;ariable terikat
22"
- ;ariable bebas =
!S
Kasus
control
4iperbilirubinemia
dapat
menyebabkan
peningkatan
abnormal akti&itas
serebrokortikal
namun dalam
,aktu tertentu
?( >h 0
Tyson )e,
$anaro--
##, ;ohr
!/,
Perritt /,
Stoll !),
dkk
#ssociation
bet,een peak serum
bilirubin and
neurode&elopmental
outcomes in
eOtremely lo, birth
,eight in-ants
*2778+
- ;ariable terikat
gangguan
perkembangan
neurologis
*neurode&elopmen
tal impairment.
N'
Kohort Terdapat hubungan
antara !TS
tertinggi selama 2
minggu pertama
a,al kehidupan
dengan kematian
atau gangguan
perkembangan
neurologis
BAB (
TIN,AUAN PUSTAKA
(35 Ganuan Pe"kembanan Neu")*)is
(3535 De8inisi
Perkembangan merupakan suatu proses teratur dan berurutan yang dimulai
dari beberapa hal sederhana, yang berkembang menjadi semakin kompleks(
Pertumbuhan dan perkembangan otak dimulai dengan pembentukan lempeng
sara- *neural plate+ pada masa embrio, yaitu sekitar hari ke-6D yang kemudian
menggulung membentuk tabung sara- *neural tu+e+ pada hari ke-22( Pada minggu
ke-C cikal bakal otak besar mulai terlihat di ujung tabung sara-( Selanjutnya
terbentuk batang otak, serebelum dan bagian-bagian lainnya( Perkembangan otak
yang kompleks memerlukan beberapa seri proses perkembangan yang terdiri atas =
penambahan *proli-erasi+, perpindahan *migrasi sel+, perubahan *di-erensiasi sel+,
pembentukan jalinan sara- yang satu dengan yang lain *sinaps+ dan pembentukan
selubung sara- *mielinisasi+( Mielinisasi dimulai pada pertengahan kehamilan dan
berlanjut sampai usia 2 tahun pertama( "PN mempunyai basis biologik, yaitu
basis serebral( !eberapa hal dapat mempengaruhi dan merusak otak pada masa
a,al pertumbuhannya, sehingga dapat terjadi de-ek otak yang menyebabkan
terjadinya "PN(6,C "PN lebih sering terlihat sebelum berumur 2,C tahun, karena
terdapat keluhan bayi.anak terlambat dalam mencapai mile&tonenya *patokan
perkembangan+, misalnya bayi.anak belum bias duduk, berjalan atau bicara(
'alam kehidupan sehari-hari terdapat beberapa bidang dimana "PN menjadi
tampak jelas yaitu = problem-problem dalam bahasa yang diucapkan,
kepribadian.tingkah laku sosial, gerakan-gerakan motorik halus dan kasar, dan
sebagainya( Problem-problem yang timbul pada bidang-bidang ini mempunyai
dampak buruk dalam kehidupan pribadi dan pekerjaan di,aktu yang akan datang(
(353( :akt)"':akt)" Pen#ebab
Secara garis besar -aktor--aktor yang menyebabkan terjadinya "PN dapat
dibagi
menjadi 8 =
1. Faktor prenata
Termasuk dalam golongan ini adalah -aktor--aktor genetik yaitu
de-ek gen. kromosom, misalnya trisomi 26 pada sindrom Terdapat banyak
de-ek kromosom yang dapat menyebabkan "PN( Penyimpangan-
penyimpangan ini sudah ada sejak dini dan dalam bermacam-macam -ase,
yang dapat menyebabkan mal-ormasi serebral tergantung gen. kromosom
yang bersangkutan(6,C,66 Kesehatan ibu selama hamil, keadaan giPi dan
emosi yang baik, ikut mempengaruhi keadaan bayi sebelum lahir( $aktor
pranatal lain yang dapat mempengaruhi terjadinya "PN adalah penyakit
menahun pada ibu hamil seperti = tuberkulosis, hipertensi, diabetes
mellitus, anemia 1 termasuk pula penggunaan narkotika, alkohol serta
merokok yang berlebihan( %saha menggugurkan kandungan sering
berakibat bayi yang lahir cacat, yang selanjutnya dapat menyebabkan
"PN( n-eksi &irus pada ibu hamil seperti 2E rubella, sitomegalo&irus
*9M;+ dan toksoplasmosis dapat mengakibatkan kerusakan otak yang
potensial sehingga otak berkembang secara abnormal( #noksia dalam
kandungan, terkena radiasi sinar-Q dalam kehamilan, a+ruptio pla"enta,
plasenta pre&ia juga dapat mempengaruhi timbulnya "PN(27,26,22
!. Faktor per"nata
Keadaan-keadaan penting yang harus diperhatikan pada masa
perinatal berkaitan dengan "PN adalah =
a( A&fik&ia
#s-iksia neonatorum adalah suatu keadaan dimana bayi tidak dapat
berna-as secara spontan, teratur dan adekuat pada saat lahir atau
beberapa saat setelah lahir(26 !ila keadaan ini berat dapat menyebabkan
kematian atau kerusakan permanen otak, sehingga bayi dapat
mengalami "PN bahkan menderita cacat seumur hidup(
b( ,rauma lahir
!eberapa -aktor risiko terjadinya trauma lahir antara lain =
primigra&ida, partus presipitatus, letak janin abnormal, penilaian -eto-
pel&ik yang meragukan dan oligohidramnion( 'emikian pula dengan
cara dan jenis- persalinan akan turut menentukan berat ringannya
trauma lahir( Trauma lahir merupakan salah satu -aktor potensial
terjadinya "PN karena terdapat risiko terjadinya kerusakan otak
terutama akibat perdarahan(
c( Hipoglikemia
'ikatakan hipoglikemia bila kadar glukosa darah G?C mg.dB *2,D
mmol.B+ atau pendapat lain mengatakan bila kadar glukosa darah G27
mgH pada bayi preterm atau G87 mgH pada bayi aterm( Keadaan ini
bila tidak ditanggulangi dengan segera dapat menyebabkan kerusakan
otak berat bahkan kematian(6,27,26
d( Bayi +erat lahir rendah .BB/R(+erat lahir 01233 gram4
e( !!B/ tergolong bayi risiko tinggi karena mempunyai angka
morbiditas dan mortalitas tinggi( Prognosis tumbuh-kembang termasuk
perkembangan neurologis pada bayi kecil untuk masa kehamilan
*KMK+ lebih jelek dibanding bayi sesuai masa kehamilan *SMK+( 4al
ini disebabkan pada KMK telah terjadi retardasi pertumbuhan sejak
didalam kandungan, terlebih jika tidak mendapat nutrisi yang baik
sejak lahir
-( Infek&i
!ayi baru lahir terutama !!B/ sangat peka terhadap in-eksi termasuk
potensi untuk terjadinya in-eksi intrakranial( n-eksi pada bayi
umumnya merupakan in-eksi berat dengan mortalitas tinggi, sehingga
pencegahan menjadi hal yang sangat penting( Pencegahan
dititikberatkan pada cara kerja aseptik, memberi kesempatan ibu untuk
menyusui sea,al mungkin dan melaksanakan ra,at gabung( n-eksi
berat dapat memberi dampak gejala sisa neurologis yang jelas seperti =
hidrose-alus, buta, tuli, cara bicara yang tidak jelas dan retardasi
mental( "ejala sisa yang ringan seperti gangguan penglihatan,
kesukaran belajar dan kelainan tingkah laku dapat pula terjadi(
g( Hiper+iliru+inemia
4iperbilirubinemia akan berpengaruh buruk apabila bilirubin indirek
telah melalui sa,ar otak, sehingga terjadi ense-alopati biliaris
*Kerni"teru&+ yang dapat mengakibatkan kematian atau "PN
dikemudian hari(
#. Faktor Pa$%a nata
!anyak -aktor pasca natal yang dapat menimbulkan kerusakan otak
dan selanjutnya mengakibatkan terjadinya "PN, diantaranya adalah
in-eksi *meningitis, ense-alitis, meningoense-alitis dan in-eksi pada bagian
tubuh lain yang menahun+, trauma kapitis, tumor otak, gangguan
pembuluh darah otak, epilepsi, kelainan tulang tengkorak *misalnya
kraniosinostosis+, kelainan endokrin dan metabolik, keracunan otak, sosial
ekonomi rendah, tidak adanya rangsangan mental serta malnutrisi(
Pada penelitian neuropatologis, didapatkan otak anak dengan
malnutrisi lebih kecil daripada otak normal seumurnya, jumlah sel neuron
berkurang dan jumlah lemak otak juga berkurang( Namun umur yang
paling rentan terhadap terjadinya "PN belum diketahui pasti(
(3536 Peni*aian GPN
Tahap-tahap perkembangan yang harus dicapai seorang bayi.anak pada
usia tertentu disebut milestone( )ika seorang bayi.anak belum mampu mencapai
milestonenya, maka dapat merupakan petunjuk kemungkinan bayi. anak tersebut
mempunyai -aktor risiko "PN(
Perkembangan bayi.anak meliputi = perkembangan -isik, kogniti-, emosi,
bahasa, motorik, personal sosial dan adapti-(2? Perkembangan motorik menarik
untuk diperhatikan karena perubahannya terlihat dengan jelas( Proses ini dimulai
sejak bayi baru lahir yang tidak dapat berbuat apa-apa sampai menjadi manusia
de,asa yang sempurna, yang berlangsung secara berkesinambungan dari satu
tahap ke tahap berikutnya
Pada periode perkembangan pasca natal, perkembangan motorik a,al pada
bayi adalah re-leks primiti- dan re-leks postural( /e-leks primiti- timbul sejak
masa ? bulan terakhir masa pranatal sampai ? bulan postnatal, mulai menghilang
dalam umur J8 bulan, diganti oleh re-leks postural yang terdiri dari re-leks
righting yang mulai muncul pada umur 8-E bulan serta re-leks proteksi dan
keseimbangan pada umur D-6@ bulan, dan akhirnya berkembang menjadi gerak
yang sempurna(2D,2< /e-leks tersebut berasal dari daerah subkorteks yaitu, medula
spinalis dan batang otak( "erak bersi-at cepat, di-us, in&olunter, tidak bertujuan
dan stereotipi( $ungsi re-leks primiti&e terutama untuk &ur!i!al( /e-leks ini akan
menghilang dan digantikan oleh re-leO postural yang merupakan dasar untuk
perkembangan gerak &olunter yang dikontrol korteks serebri(2< /e-lek ini melatar
belakangi perkembangan motorik anak seperti berguling, duduk, merangkak,
berdiri, dll(
/e-leks primiti- dan re-leks postural penting untuk menentukan tingkat
kematangan susunan sara- pusat( Pada perkembangan normal, re-lek primiti-
spinal dan batang otak akan berkurang secara bertahap seiring perkembangan
kemampuan lokomosi dan reaksi keseimbangan yang terbentuk kemudian(2C,2<
!ila control inhibisi dari pusat yang lebih tinggi mengalami kerusakan atau
keterlambatan maka pola primiti- akan tetap mendominasi sensori motor(?
/e-leks-re-leks yang menetap, tidak muncul, lemah atau asimetri menunjukkan
adanya gangguan perkembangan susunan sara- pusat sehingga memerlukan
pemeriksaan lebih lanjut(
"ambaran perkembangan dari re-leks primiti- dapat dilihat pada tabel 6(
Tabe* 53 Perkembangan re-leks primiti- 2@
RE:LEKS TIMBUL UMUR MENGHILANG UMUR
Addu"tor &pread of knee
jerk
Bandau
Moro
Palmar gra&p
Para"hute
Plantar gra&p
Rooting
,oni" ne"k
Bahir
67 bulan
Bahir
Bahir
@-E bulan
Bahir
Bahir
Bahir
<-@ bulan
2? bulan
C-D bulan
D bulan
Menetap
E-67 bulan
8 bulan
C-D bulan
Pada tahun pertama, -ungsi motorik sebagian dipusatkan pada kontak
komunikasi a-ekti- dengan ibu melalui gerakan ,ajah, bunyi dan tubuh( 'alam
perkembangan lanjut akan terjadi konsep motorik atau perencanaan motorik yang
dipergunakan dalam gerakan atau tindakan kompleks(2C Perkembangan motorik
bayi mengikuti hukum se-alokaudal, artinya dimulai dari bagian atas tubuh yaitu
kepala, leher, batang tubuh, sampai ke kaki( Selain itu perkembangan motorik
juga mengikuti pola proksimodistal yang berhubungan dengan perkembangan
ketrampilan motorik halus seperti meraih menggenggam dan menjimpit dengan
jari *prin"er gra&p+( #,alnya kontrol tangan dimulai dari bahu yang menghasilkan
gerak lengan yang kasar, secara bertahap menjadi gerak siku yang baik dan
akhirnya gerak pergelangan tangan dan jari-jari sehingga gerakan motorik menjadi
halus dan akurat( Perkembangan motorik juga mengalami di-erensiasi dan
integrasi( 'i-erensiasi berarti kemajuan dari gerakan motorik yang kasar dan
kurang terkontrol menjadi gerakan yang halus, terkontrol dan
akurat( ntegrasi berarti seiring dengan maturitas susunan sara-, maka gerakan
yang berjalan sendiri-sendiri akan menjadi simultan(
Perkembangan motorik kasar pada bayi mengalami beberapa tahapan,
yaitu = *6+ peningkatan tonus otot dan kontrol kepala maksimal usia 8-? bulan 1 *2+
hilangnya re-leks primiti- pada usia ?-D bulan 1 *8+ duduk pada usia D bulan 1 *?+
pola lokomotor pada usia 67-62 bulan( Perkembangan motorik halus dan
penglihatan mendasari kemampuan yang lebih kompleks, dimana tahapannya
terdiri dari = *6+ kemampuan -iksasi, mengikuti obyek dan respon terhadap cahaya
pada usia D minggu sampai 2 bulan 1 *2+ mengamati tangan pada usia 8-? bulan 1
*8+ memegang, meraih, mengambil benda dengan ibu jari dan telunjuk, serta
menunjuk obyek dengan telunjuk pada usia D-67 bulan 1 *?+ memegang obyek
dengan kedua tangan, membenturkan obyek dan memindahkan obyek pada usia D
bulan 1 *C+ memanipulasi obyek yang kecil, menulis, membangun balok,
menggunting dan berpakaian(
Milestone perkembangan normal bayi pada tahun pertama menurut
!ehrman dkk dapat dilihat pada tabel 2(
Kecepatan perkembangan seorang bayi.anak mempunyai &ariasi yang
cukup luas, sehingga sulit untuk menarik batas yang tegas kapan dikatakan
normal.abnormal( Yang dapat dikatakan disini adalah kapan ,aktu seorang
bayi.anak harus duduk, berjalan, bicara dan melampaui tahap perkembangan lain(
Keterlambatan perkembangan motorik dalam tahun pertama harus dipikirkan bila
seorang bayi =
6( tidak mau memegang atau mengenal benda yang diletakkan ditangannya
pada umur ? bulan
2( tangan tetap terkepal erat sampai umur ?-C bulan
8( tetap bermain dengan jari sampai umur D-< bulan
?( belum dapat mengontrol kepalanya dengan baik pada umur D-< bulan
C( belum dapat duduk tegak dilantai *C-67 menit+ pada umur 67-62 bulan
Saat ini terdapat berbagai metode deteksi dini untuk mengetahui adanya
gangguan perkembangan( 'eteksi dini penting artinya agar diagnosis dan
pemulihan dapat dilakukan lebih a,al, sehingga tumbuh kembang anak dapat
berlangsung seoptimal mungkin(
Salah satu alat skrining yang dapat digunakan untuk menilai "PN adalah
!NS *Bayley Infant eurode!elopmental S"reener+, yang dibuat untuk menilai
bayi.anak umur 852? bulan yang dibagi sesuai kelompok umur tertentu,
masingmasing antara 6-? bulan, sehingga cukup memadai untuk deteksi dini
adanya "PN( #kurasi tes pada tiap kelompok umur adalah <C-@DH, dan
mempunyai sensiti-itas optimal *true po&iti!e&+ hingga E7H, terutama pada skor
!NS risiko tinggi dan sedang( 'ibutuhkan ,aktu 67-6C menit dalam melakukan
pemeriksaan, dan mudah dilakukan(
Tujuan program skrining "PN adalah untuk menetapkan tingkat
perkembangan neurologis, menjaring adanya gangguan dari perkembangan
neurologis yang normal dan mendeteksi -aktor risiko "PN dikemudian hari(
Sektor-sektor yang dinilai dalam !NS meliputi =
a( Neurologis = sektor ini menilai keutuhan -ungsi--ungsi neurologis dari
perkembangan otak( Termasuk dalam kategori ini adalah = e&aluasi tonus
otot *hipo.hipertonia+, kontrol kepala.leher, gerakan-gerakan asimetri,
mengeluarkan air liur yang berlebihan dan gerakan-gerakan motorik yang
berlebihan(
b( /esepti- = sektor ini meliputi masuknya in-ormasi ke dalam otak yaitu
sensasi dan persepsi, yang masuk le,at proses penglihatan, pendengaran
dan taktil(
c( 2kspresi- = sektor ini ditunjukkan sebagai akti&itas-akti&itas yang meliputi
motorik halus *kemampuan memegang, memanipulasi suatu obyek dengan
jari-jari, koordinasi mata-tangan+, motorik oral *&okalisasi, &erbalisasi+
termasuk -ungsi &erbal kogniti- dan motorik kasar *duduk, merangkak,
berjalan+(
d( Kogniti- = sektor ini meliputi -ungsi--ungsi memori, kemampuan belajar,
berpikir dan menganalisa, termasuk perhatian, kemampuan memecahkan
masalah dan integrasi -ungsi--ungsi otak yang ber&ariasi( Sektor-sektor ini
tersusun dalam 66-68 tugas, yang kemudian dinilai apakah subyek
mampu.tidak mengerjakan tugas yang diberikan( Setelah dinilai, kemudian
dikategorikan apakah subyek yang dinilai termasuk golongan risiko
rendah, sedang atau tinggi(
!erkaitan dengan man-aat penelitian ini yang diharapkan dapat untuk
mendeteksi dini adanya "PN, maka penelitian ini dibatasi hingga E bulan(
Pemeriksaan !NS dilakukan pada usia subyek 8, D dan E bulan disebabkan =
adanya perubahan milestone yang dapat die&aluasi pada usia-usia tersebut, untuk
lebih menyederhanakan dalam prosedur pemeriksaan, dan menyesuaikan dengan
kelompok umur yang ada dalam skala !NS, yaitu =
6( kelompok umur = umur 8-? bulan
2( kelompok umur = umur C-D bulan
8( kelompok umur = umur <-67 bulan
?( kelompok umur ; = umur 66-6C bulan
C( kelompok umur ; = umur 26-2? bulan
Penting diingat bah,a dengan skrining dan mengetahui adanya masalah
pada perkembangan neurologis tidak berarti diagnosis pasti dari kelainan tersebut
telah ditetapkan( Skrining dipergunakan untuk memberi petunjuk apakah
bayi.anak yang diperiksa perkembangan neurologisnya sesuai atau kurang dari
normal(
!ila jaringan otak mengalami kerusakan, akan terjadi plastisitas yaitu
kemampuan susunan sara- untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan atau
kerusakan yang disebabkan -aktor internal maupun eksternal( Sehubungan dengan
plastisitas tersebut, stimulasi sedini mungkin akan merangsang pertumbuhan sara-
menjadi lebih -ungsional dan kompleks( #danya si-at kompetiti- dari sel-sel dan
platisitas otak menyebabkan pentingnya deteksi dan stimulasi dini(8?
BAB III
METODE PENELITIAN
635 Ruan *inku! !ene*itian
/uang lingkup penelitian ini adalah !agian lmu Kesehatan #nak,
khususnya Perinatologi dan Neurologi(
63( Waktu %an tem!at !ene*itian
Penelitian ini dilakukan di !agian lmu Kesehatan #nak dan Baboratorium
Patologi Klinik $K %N'P. /S%P 'r( Kariadi */S'K+ Semarang pada periode
bulan >ktober 277? sampai dengan September 277C(
636 ,enis %an "an$anan !ene*itian
Penelitian ini merupakan penelitian obser&asional dengan rancangan
longitudinal prospekti-(
637 P)!u*asi %an sam!e*
63735 P)!u*asi ta"et
Populasi target adalah bayi dengan hiperbilirubinemia indirek(
6373( P)!u*asi te"&ankau
8(?(8 Populasi terjangkau adalah bayi umur 7-6 bulan dengan hiperbilirubinemia
indirek yang dira,at di /S'K Semarang pada periode >ktober 277?5
September 277C(
63737 Sam!e* !ene*itian
Sampel Penelitian adalah bayi umur 7-2@ hari dengan hiperbilirubinemia
indirek yang dira,at di !angsal Pera,atan !ayi /isiko Tinggi *P!/T+
/S( 'r( Kariadi Semarang pada periode >ktober 277?5September 277C
dengan criteria sebagai berikut=
6373735 K"ite"ia ink*usi
- Bahir aterm
- Bahir spontan
- !erat lahir L 2C77 gram
- Kadar !S A 67 mg.dB
- Keluar rumah sakit dalam keadaan hidup
637373( K"ite"ia eksk*usi
- Terdapat ri,ayat penyakit yang dapat mempengaruhi -ungsi neurologis,
misalnya meningitis, ense-alitis, meningoense-alitis, "ere+ral pal&y(
- Menderita as-iksia berat saat lahir
- Menderita Sindroma 'o,n. kelainan kongenital lain
- Tidak bersedia diikutsertakan dalam penelitian
6373736 Besa" sam!e* !ene*itian
a( !esar sampel minimal dihitung dengan rumus besar sampel untuk uji
hubungan antara 2 &ariabel(
63739 Met)%e sam!*in
Pemilihan subyek adalah berdasarkan "on&e"uti!e &ampling dimana bayi
yang sesuai dengan kriteria penelitian akan diambil sebagai subyek penelitian(
639 Ana*isis %ata
Sebelum analisis, dilakukan data "leaning, tabulasi data dan data entry(
#nalisis data meliputi analisis deskripti- dan uji hipotesis( Pada analisis deskripti-
data dengan skala kategorial dinyatakan dalam distribusi -rekuensi dan prosentase,
sedangkan data dengan skala kontinyu akan dinyatakan dalam rerata dan simpang
baku( %ji hipotesis adalah menggunakan uji korelasi biserial, uji ini dipilih oleh
karena &ariabel terikat berskala kategorial, sedangkan &ariabel bebas berskala
rasio( 4ubungan antara kadar bilirubin indirek serum *!S+ dengan ,aktu
timbulnya kejadian gangguan perkembangan neurologis *"PN+ diuji dengan uji
korelasi Spearman( %ntuk mengetahui apakah kadar !S dapat digunakan sebagai
prediktor kejadian "PN dilakukan analisis dengan />9( Buas area diba,ah />9
L7,< maka !S dapat digunakan sebagai prediktor( Pada analisis />9 ditentukan
nilai "ut-off-point kadar
!S untuk prediksi risiko "PN( #nalisis selanjutnya adalah menentukan nilai
sensiti-itas dan spesi-isitas kategori kadar !S berdasarkan nilai "ut-off-point
analisis />9( Nilai sensiti-itas dan spesi-itas L7,@ menunjukkan tingkat akurasi
yang tinggi untuk memprediksi kejadian "PN( Pengaruh &ariabel pengganggu
terhadap kejadian "PN bayi dilakukan &ur!i!al analy&i& dengan $o% regre&&&ion
analy&i& untuk menunjukkan besarnya risiko( !esarnya pengaruh dinyatakan
dengan besaran risiko yaitu risiko relati- *//+( Nilai // L2 dianggap sebagai
-aktor risiko( !atas kemaknaan adalah apabila pR7(7C dengan ECH inter&al
kepercayaan( #nalisis data dilakukan dengan program SPSS -or 0indo,s &er(
66(C(
63; Etika !ene*itian
Protokol penelitian telah disetujui dari Komisi 2tik Penelitian Kedokteran $K
%N'P. /S'K( Seluruh biaya yang berhubungan penelitian ditanggung oleh
peneliti( Persetujuan keluarga telah diminta dalam bentuk Informed $on&ent
tertulis( dentitas pasien dirahasiakan(
BAB I-
SIMPULAN DAN SARAN
735 Sim!u*an
6( /erata kadar !TS dan !S pada subyek dengan risiko "PN bayi, lebih
tinggi dibanding dengan subyek tanpa risiko "PN bayi(
2( Semakin tinggi kadar !TS dan !S, semakin besar risiko "PN bayi(
8( Semakin tinggi kadar !TS dan !S, maka risiko "PN bayi cenderung
timbul lebih a,al(
?( Kadar !S dapat digunakan sebagai prediktor "PN( n-eksi neonatal
*//F?,C+, kadar !S A6?,D@ mg.dB *//F2,C+ dan tidak mendapat terapi
*//F2,6+ merupakan -aktor--aktor yang berperan meningkatkan risiko
"PN bayi dengan ri,ayat hiperbilirubinemia(
73( Sa"an
53 Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dalam skala yang lebih besar untuk
mendapatkan gambaran "PN bayi pada bayi dengan ri,ayat
hiperbilirubinemia, dengan -aktor--aktor risikonya yang lebih mendalam,
sehingga mendapatkan akurasi hasil yang lebih baik(
(3 Perlu dilakukan penelitian untuk melihat hubungan antara kadar albumin
serum sebagai Pat pengikat bilirubin dalam kaitannya dengan kejadian
"PN bayi pada bayi dengan hiperbilirubinemia dan -aktor--aktor yang
mempengaruhi S'>(
DA:TAR PUSTAKA
6( Saharso '( "angguan perkembangan neurologis( 'alam = $irmansyah #,
Sastroasmoro S, Trihono PP, Pujiadi #, Tridjaja !, Mulya "', dkk, editor( !uku
Naskah lengkap K>NK# Q )akarta( )akarta = '# Pusat 1 6EEE( h(C<6-@@(
2( #yl,ard "P( !ayley n-ant Neurode&elopmental Screener( San #ntonio =
4arcourt
!race 3 9ompany, 6EEC(
8( Beonard 94, Piecuch /2, 9ooper !#( %se o- the !ayley n-ant
Neurode&elopmental Screener ,ith Bo, !irth 0eight n-ant( )ournal o- Pediatric
Psychology 2776 1 2D*6+ = 88-?7(
?( Macias MM, Saylor 9$, "reer MK, 9harles )M, !ell N, Katikaneni B'( n-ant
screening = The use-ulness o- the !ayley n-ant Neurode&elopmental Screener and
the
9linical #dapti&e Test. 9linical Binguistic #uditory Milestone Scale( ) 'e& !eha&
Pediatr 6EE@ 1 6E*8+ = 6CC(
C( Njiokiktjien 9, Panggabean /, 4artono !( Masalah-masalah dalam
perkembangan
psikomotor( Semarang = 0onodri >--set Btd 1 2778( h(6-CC(
D( Kliegman /M( kterus dan hiperbilirubinemia pada bayi baru lahir( 'alam =
!ehrman, Kliegman, #r&in, editor( Nelson TeOtbook o- Pediatric( 2disi ke-6C(
Philadelphia = 0! Saunders 9o 1 2777( h(D67-6D(
<( %hudiah %, >kta&ia '( Pemberian terapi sinar berdasarkan penilaian klinis
pada
neonatus dengan hiperbilirubinemia( 'alam = /usdidjas, Tjipta "', 'imyati Y,
editor( Kongres Nasional ; Perinasia 3 Simposium nternasional( Medan =
Perinasia 1 2778( h(<?-@6(
@( ndiarso $( Tran-usi tukar pada neonatus dengan hiperbilirubinemia( 'alam =
/usdidjas, Tjipta "', 'imyati Y, editor( Kongres Nasional ; Perinasia 3
Simposium nternational( Medan = Perinasia 1 2778( h(@?-E@(
E( Porter MB, 'ennis !B( 4yperbilirubinemia in the term ne,born( #merican
$amily
Physician 2772 1 DC = CEE-D7D(
67( 4alamek BP, Ste&enson 'K( Neonatal jaundice and li&er disease( 'alam =
$anaro-- ##, Martin /), editor( Neonatal-perinatal medicine 1 'iseases o- the
-etus
and in-ant( 2disi-D( Ne, York = Mosby-Year !ook nc 1 6EE<( h(68?C-D2(
E7
66( #minullah #( kterus dan hiperbilirubinemia pada neonatus( 'alam = Markum
#4, smael S, editor( !uku ajar lmu Kesehatan #nak( )akarta = $K% 1 6EEE(
h(868-
<(
62( "omella TB, 9unningham M', 2yal $", Senk K2( 4yperbilirubinemia(
'alam =
"omella TB, editor( Neonatology 1 Management procedures, >n-call problems,
diseases and drugs( Ne, York = Bange Medical !ook.Mc"ra,-4ill 9o 1 277?(
h(8@6-
EC(
68( /ahardjani K!( Penatalaksanaan ikterus pada neonatus( 'alam = /i,anto ,
Sidhartani M, editor( Penatalaksanaan terbaru ikterus( Semarang = !P %N'P
Semarang 1 6EE@( h(88-?C(
6?( ;ohr !/, Kapr ', >M'ea 9( !eha&ioral changes correlated ,ith brainstem
auditory e&oked response in term in-ants ,ith moderate hyperbilirubinemia( )
Pediatric 6EE7 1 66< = 2@@-E6(
6C( 0ol- M), !eunen #, 9asaer P, 0ol- !( 2Otreme hyperbilirubinaemia in
Simbab,ean neonates = Neurode&elopmental outcome at ? months( 2urop ) Ped
6EE<
1 6CD = @78-<(
6D( 0ol- M), 0ol- !, !eunen ", 9asaer P( Neurode&elopmental outcome at 6 year
in
Simbab,ean neonates ,ith eOtreme hyperbilirubinaemia( 2urop ) Ped 6EEE 1
6C@*2+
= 666-?(
6<( 'harmasetia,ani N, #rbi $0, Yanti M, 0iranto "( "angguan perkembangan
bayi dengan ri,ayat hiperbilirubinemia( 'alam = /usdidjas, Tjipta "', 'imyati
Y,
Yusroh Y, Putra 'S, /amayani >/, editor( Makalah lengkap Kongres Nasional
;
Perinasia dan Simposium nternasional( Medan = Perinasia 1 2778( h(?ED-E(
6@( Shapiro SM( !ilirubin toOicity in the de&eloping ner&ous system( Ped Neurol
2778 1 2E *C+ = ?67-26(
6E( /i-ai /$( 4iperbilirubinemia( 'alam = Trihono PP, Praborini #, editor(
Pediatrics
%pdate 2778( )akarta = '# 9abang )akarta 1 2778( h(6-D(
27( Soetjiningsih( Tumbuh kembang anak( 'alam = /anuh N", editor( Surabaya =
2"9 1 6EEC( h(D8-<@(
26( #nonim( Perinatologi( 'alam = 4asan /, #latas 4, editor( !uku ajar lmu
Kesehatan #nak( )akarta = !agian lmu Kesehatan #nak $K-% 1 6E@C( h(6676-6C(
E6
22( Soetomenggolo TS, man S( Kelainan Toksik dan Nutrisi( 'alam =
Soetomenggolo TS, smael S, editor( !uku ajar Neurologi #nak( 2disi-2( )akarta =
!P
'# 1 2777( h(C?6-8(
28( $irst B/, Pal-rey )S( The n-ant or Young 9hild ,ith 'e&elopmental 'elay( N
2ngl ) Med 6EE? 1 887 *<+ = ?<@-@8(
2?( Soetjiningsih( Perkembangan #nak dan Permasalahannya( 'alam = Narendra
M!,
Sularyo TS, Soetjiningsih, Suyitno 4, /anuh N, editor( !uku #jar Tumbuh
Kembang #nak dan /emaja( 2disi-6( )akarta = Sagung Seto 1 2772( h(@D-E?(
2C( 4andryastuti S( Keterlambatan Perkembangan Motorik atau Palsi serebralN
'alam
= Pusponegoro 4', 4andryastuti S, Kurniati N, editor( Pediatric Neurology and
Neuroemergency in 'aily Practice( )akarta = !P '# 1 277D( h(66E-8D(
2D( Passat )( Kelainan Perkembangan( 'alam = Soetomenggolo TS, smael S,
editor(
!uku ajar Neurologi #nak( 2disi-2( )akarta = !P '# 1 2777( h(67?-8D(
2<( Mangunatmaja ( Keterlambatan bicara, bolehkah ditungguN 'alam=
Pusponegoro
4', 4andryastuti S, Kurniati N(editor( Pediatric Neurology and Neuroemergency
in
'aily Practice( PK! K# QBQ( 'epartemen K# /S 9ipto Mangunkusumo
)akarta,
277D(
2@( Soetomenggolo TS( Pemeriksaan Neurologis pada !ayi dan #nak( 'alam =
Soetomenggolo TS, smael S, editor( !uku ajar Neurologi #nak( 2disi-2( )akarta =
!P
'# 1 2777( h(6-8C(
2E( Bissauer T, 9layden "( llustrated TeOtbook o- Pediatrics( 2disi-2( Bondon =
2lse&ier Science Btd 1 2772 = h(26-8<(
87( Needlman /'( "ro,th and de&elopment( 'alam= !ehrman, Kliegman, #r&in(
editor( Nelson TeOtbook o- Pediatrics( 2disi-6D( Philadelphia = 0! Saunders 9o 1
2777 = 28-DC(
86( Needlman /'( Pertumbuhan dan Perkembangan( 'alam = !ehrman,
Kliegman,
#r&in, editor( #lih bahasa = Samik 0ahab( Nelson TeOtbook o- Pediatric( 2disi ke-
6C( Philadelphia = 0! Saunders 9o 1 2777( h(8<-CC(
82( Beonard 94, Piecuch /2, 9ooper !#( %se o- the !ayley n-ant
Neurode&elopmental Screener ,ith Bo, !irth 0eight n-ant( )ournal o- Pediatric
Psychology 2776 1 2D*6+ = 88-?7(
E2
88( 4ess 9/, Papas M#, !lack MM( %se o- the !ayley n-ant
Neurode&elopmental
Screener ,ith an 2n&ironmental /isk "roup( )ournal o- Pediatric Psychology
277? 1
2E*C+ = 826-87(
8?( $irst B/, Pal-rey )S( The n-ant or Young 9hild ,ith 'e&elopmental 'elay( N
2ngl ) Med 6EE? 1 887*<+ = ?<@-@8(
8C( 'ennery P#, Seidman 'S, Ste&enson 'K( Neonatal 4yperbilirubinemia( Ne,
2ng ) Med 2776 1 8??*@+ = C@6-E7(
8D( Ste&enson 'K, $anaro-- ##, Maisels M), Young !0, 0ong /), ;reman 4),
dkk( Prediction o- 4yperbilirubinemia in Near-term and Term in-ants( Pediatrics
2776 1 67@*6+ = 86-E(
8<( Pusponegoro 4'( Kerni"teru& 1 Pato-isiologi, mani-estasi klinis dan
pencegahan(
'alam = Yunanto #, Sembiring M, 4artoyo 2, #ndayani P, editor( Simposium
Nasional Perinatologi dan Pediatri "a,at 'arurat 277C( !anjarmasin = %KK
Perinatologi dan Pediatri "a,at 'arurat 1 277C( h(6-<(
8@( 4ansen T( Mechanism o- bilirubin toOicity = clinical implication( 9linical
Perinatology 2772 1 2E = <DC-<@(
8E( #min S!, #hl-ors 9, >rlando MS, 'alPell 2, Merle KS, "uillet /( !ilirubin
and
serial #uditory !rainstem /esponses in premature in-ants( Pediatrics 2776 1
67<*?+ =
DD<-<7(
?7( 4ansen T0/, Tommarello S, #llen )0( Subcelluler BocaliPation o- !ilirubin
in
/at brain a-ter in&i&o i& administration o- T4U !ilirubin( Pediatric /esearch 2776 1
?E = 278-<(
?6( >stro, )', Pacolo B, Shapiro SM, Tiribelli 9( Ne, 9oncept in !ilirubin
2ncephalopathy( 2ur )ournal 9lin n&est( 2778 1 88 = E@@-EE<(
?2( Mayes P#( Metabolisme "likogen( 'alam = Murray /K, "ranner 'K, Mayes
P#,
/od,ell ;0( 2ditor = !iokimia 4arper( 2disi 2?( 2"9( )akarta, 6EEE =6E6-@(
?8( Stans-ield 0', 9olome )S, 9ano /)( Moleculer and cell biology( 'alam =
0alker
M, editor( Ne, York = Mc"ra,-4ill 1 6EED( h(2C<-D8(
??( /odrigues 9MP, Sola S, 9astro /2, Baires P#, !rites '( Perturbation o-
membrane dynamics in ner&e cells as an early e&ent during bilirubin-induced
apoptosis( ) Bipid /esearch 2772 1 ?8 = @@C-E?(
E8
?C( Sil&a /$, /odrigues 9M, !rites '( !ilirubin-induced #poptosis in 9ultured
/at
Neural 9ells is #ggra&ated by 9henodeoOycholic #cid but Pre&ented by
%rsodeoOycholic #cid( ) 4epatology 2776 1 8? *8+ = ?72-@(
?D( /odrigues 9MP, Sola S, !rites '( !ilirubin nduces #poptosis &ia the
Mitochondrial Path,ay in 'e&eloping /at !rain Neurons( 4epatology 2772 1 8C =
66@D-EC(
?<( Sil&a /, Mata B/, "ulbenkian S, !rito M#, Tiribelli 9, !rites '( nhibition o-
"lutamate %ptake by %nconjugated !ilirubin in 9ultured 9ortical /at
#strocytes =
/ole o- 9oncentration and p4( !iochemistry !iophysiology /esearch 9ommun
6EEE
1 2DC *6+ = D<-<2(
?@( Kaplan M, 4ammerman 9( %nderstanding and pre&enting se&ere neonatal
4yperbilirubinemia = s bilirubin neurotoOicity really a concern in the de&eloped
,orldN 9linical Perinatology 277? 1 86 = CCC-<C(
?E( p S, 9hung M, Kulig ), >M!rien /, Sege /, "licken S, dkk( #n-e&idence
based
re&ie, o- important issues concerning neonatal 4yperbilirubinemia( Pediatrics
277? 1
66?*6+ = e687-eC8(
C7( "o&aert P, BeVuin M, S,arte /, /obben S, 9oo /', Kuperus N0, dkk(
9hanges
in globus pallidus ,ith *Pre+ term Kernicterus( Pediatrics 2778 1 662*D+ = 62C8-D8(
C6( #merican #ssociation o- Pediatrics( 9linical practice guidelines = Management
o-
4yperbilirubinemia in the ne,born in-ant 8C or more ,eeks gestation( Pediatrics
277? 1 66? = 2E<-86D(
C2( !uthani ;K, )ohnson B4, Keren /( 'iagnosis and management o-
4yperbilirubinemia in the term neonate = -or a sa-er -irst ,eek( Pediatric 9linics
North #merica 277? 1 C6 = @?8-D6(
C8( >h 0, Tyson )2, $anaro-- ##, ;ohr !/, Perritt /, Stoll !), dkk( #ssociation
bet,een peak serum bilirubin and neurode&elopmental outcomes in eOtremely
lo,
birth ,eight in-ants( Pediatrics 2778 1 662 = <<8-E(
C?( #rimba,a M, Soetjiningsih, Kari K( #d&erse e--ects o- hyperbilirubinemia
on
the de&elopment o- healthy term in-ants( Pediatrica ndonesiana 277D 1 ?< *8+ =
C6-D(
CC( )ohnson M;, 4oon #4( Possible mechanism in in-ants -or selecti&e basal
ganglia
damage -rom asphyOia, kernicterus, or mitochondrial encephalopathies( ) 9hild
Neurology 2777 1 6C*E+ = C@@-E6(
E?
CD( "roenendaal $, "rond ), ;ries BS( 9erebral metabolism in se&ere neonatal
hyperbilirubinemia( Pediatrics 277? 1 66?*6+ = 2E6-?(
C<( 9hen Y), Kang 0M( 2--ects o- bilirubin on &isual e&oked potentials in term
in-ants( 2urop ) Ped 6EEC 1 6C? = DD2-D(
C@( YilmaP Y, KaradeniP B, YildiP $, 'egirmenci SY, Say #( Neurological
prognosis
in term ne,borns ,ith neonatal indirect 4yperbilirubinemia( ndian Pediatric
2776 1
8@ = 6DC-@(
CE( Ne,man T!, Klebano-- M( 88 2<2 n-ants, <-year -ollo,-up = Total Serum
!ilirubin, Tran-usions /eeOamined( Pediatrics 2772 1 667 = 6782(
D7( ;ohr !/, Kapr ', >M'ea 9( !eha&ioral 9hanges 9orrelated ,ith !rainstem
#uditory 2&oked /esponse in Term n-ants ,ith Moderate 4yperbilirubinemia, )
Pediatric 6EE7 1 66< = 2@@-E6(
D6( Paludetto /, Mansi ", /aimondi $, /omano #, 9ri&aro 9, !ussi M, dkk(
Moderate 4yperbilirubinemia induces a transient alteration o- neonatal beha&ior(
Pediatrics 2772 1 667 = 6-C(
D2( Soetomenggolo TS( Masa depan neurologi anak( 'alam = $irmansyah #,
Sastroasmoro S, Trihono PP, Pujiadi #, Tridjaja !, Mulya "', dkk, editor( !uku
Naskah lengkap K>NK# Q )akarta( )akarta = '# Pusat 1 6EEE( h(678-68(
D8( !udhiman M( Tumbuh kembang( 'alam = Markum #4, smael S, editor( !uku
ajar lmu Kesehatan #nak( )akarta = $K% 1 6EEE( h(E-DE(
D?( 0ilson BM( Sistem sara-( 'alam = Syl&ia #P, 0ilson BM, editor( #lih bahasa =
Peter #nugrah( Pato-isiologi, Konsep Klinis proses-proses Penyakit( )akarta 1
2"9(
6EEC( h(E76-8D(
DC( Manoe ;M, #mir ( "angguan $ungsi Multi >rgan pada !ayi #s-iksia !erat(
Sari Pediatri 2778 1 C*2+ = <2-@(
DD( 2llis M, Manandhar N, Manandhar 'S, deB 9ostello #M( #n #pgar Score o-
Three or Bess at >ne Minute is not 'iagnostic o- !irth #sphyOia, but is %se-ul
Screening Test -or Neonatal 2ncephalopathy( ndian Pediatrics 6EE@ 1 8C = ?6C-22(
D<( Miller SP, Batal !, 9lark 4, !arn,ell #, "lidden ', !arko&ich ), dkk(
9linical
Sign Predict 87-month Neurode&elopmental >utcome a-ter Neonatal
2ncephalopathy( #merican )ournal o- >bstetrics and "ynecology 277? 1 6E7 = E8-
E(
EC
D@( Moster ', Bie T/, Markestad T( )oint #ssociation o- #pgar Scores and 2arly
Neonatal Symptoms ,ith Minor 'isabilities at School #ge( #rch 'is 9hild $etal
Neonatal 2772 1 @D = 6D-26(
DE( Madiyono !( 4ipoglikemia( 'alam = Markum #4, smael S, #latas 4, #kib
#,
$irmansyah #, dkk( 2ditor = !uku #jar lmu Kesehatan #nak( )akarta( $K% ,
6EE6 =
h(8?E-DC(
<7( Kosim SM, Surjono #, Setyo,ireni '( !uku Panduan Manajemen Masalah
!ayi
!aru Bahir %ntuk 'okter, !idan, dan Pera,at di /umah Sakit( '#
*%KKPerinatologi+,
MN4-)4P2">, 'epartemen Kesehatan /( )akarta, 277C = h(8C-D(
<6( Mc"o,an )2( Neonatal 4ypoglycemia( Neo/e&ie,s 6EEE 1 < = D-6C(
<2( !oluyt N, Kempen #, >--ringa M( Neurode&elopment a-ter Neonatal
4ypoglycemia = # Systemic /e&ie, and 'esign o- an >ptimal $uture Study(
Pediatrics 277D 1 66< *D+ = 2286-?8(
<8( !rand PBP, Molenaar NB', Kaaijk 9, 0ierenga 0S( Neurode&elopmental
>utcome o- 4ypoglycemia in 4ealthy, Barge -or "estational #ge, Term
Ne,borns(
#rch 'is 9hild 277C 1 E7 = <@-@6(
<?( 9ornblath M, Sch,artP( >utcome o- Neonatal 4ypoglycemia( !M) 6EEE 1
86@ =
6E?(