Anda di halaman 1dari 23

Terapi oksigen : terminologi untuk

penggunaan oksigen sebagai bahan


farmakologis utama, untuk individu
tertentu berkaitan dengan penyakitnya,
dalam jumlah, cara, dan durasi tertentu
demi meringankan gejala penyakit
dasar, meningkatkan kualitas hidup,
atau berkaitan dengan prognosis yang
lebih baik bilamana terapi tersebut
diberikan.

Bahan dasar untuk kelangsungan hidup
sel /jaringan.

Memegang peranan penting dalam
metabolisme aerob untuk menghasilkan
energi (36 ATP)



Indikasi utama : hipoksemia PaO
2
arteri
<60 mmHg atau SaO
2
<90% pada orang
dewasa, anak, dan bayi
< 50 mmHg atau < 88% pada neonatus

Kondisi lain misalnya:
trauma berat, infark miokard akut,
renjatan, sesak napas, keracunan gas
CO, pasca anestesi

Gejala hipoksemia:
sianosis, kelelahan, disorientasi,
kesadaran menurun,
takipneu, dispneu, takikardia/bradikardia,
aritmia, hipertensi/hipotensi,
polisitemia vera, jari tabuh

mempertahankan PaO
2
> 60 mmHg atau
SaO
2
> 90%. Dengan demikian, hipoksia
jaringan dan beban kerja kardiorespirasi
yang berlebih dapat dicegah



Artinya sel/jaringan tidak cukup mendapat oksigen
untuk kebutuhan metabolisme.


Menyebabkan terjadinya metabolisme yang
hasilnya hanya sedikit energi
Terjadinya penimbunan asam laktat
asidosis metabolik


Sel sel /jaringan otak, jantung, paru, hepar
RUSAK.
Apa kompensasi mekanisme tubuh ???
- Pernapasan : napas kerja cepat
- Jantung : jantung berdetak kuat/cepat
- Otak : kesadaran terganggu/menurun

Pemeriksaan fisik dan Gejala Klinis
perbaikan/resolusi gejala dan tanda
hipoksemia
Pemeriksaan penunjang
analisis gas darah arteri, 15-20 menit
setelah terapi dilakukan menunjukkan
peningkatan tekanan parsial oksigen



Keracunan O2 pada pemberian jangka
panjang dan berlebihan dapat dihindari
dengan pemantauan AGD dan
oksimetri.
Toksisitas paru, pada pemberian FiO2
tinggi (mekanisme secara pasti tidak
diketahui). Terjadi penurunan progresif
compliance paru karena perdarahan
intersitial dan edema intra alveolar.
Efek samping lain :
1. Hiperkarbia pada Penyakit Paru Obstruktif
Kronik (PPOK)
2. Retinopathy of prematurity
3. Risiko terjadi kebakaran
4. Pada penggunaan kanul hidung: iritasi
mukosa hidung, kongesti nasal, epistaksis,
dan alergi.

Pencegahan efek toksik : pemakaian
konsentrasi oksigen serendah mungkin untuk
mempertahankan PaO
2
> 60 mmHg,
monitoring dengan analisis gas darah

oksigen harus diberikan dengan cara
sesederhana mungkin dan fraksi insipirasi
oksigen (FiO
2
) serendah mungkin, namun
tetap dapat mempertahankan nilai PaO
2
>
60 mmHg dan SaO
2
> 90%
Pilihan metode tergantung:
besar FiO
2
, kenyamanan pasien, tingkat
kelembaban yang dibutuhkan, dan
kebutuhan terapi nebulisasi
Terbagi menjadi low flow dan high-flow
devices

memberikan konsentrasi oksigen yang
lebih sedikit daripada yang dihirup oleh
pasien, bervariasi menurut gas yang
keluar dari alat dan pola pernapasan
pasien
Alat : kanula hidung dan sungkup
oksigen

Kanul Hidung
ditujukan untuk pasien tanpa
hiperkapnia yang memerlukan oksigen
suplementasi hingga 40%, kecepatan 2-6
l/menit, FiO2 24-44%
alat ini nyaman dan dapat ditoleransi
dengan baik oleh pasien

Masker
Pada kecepatan > 6 L/menit
digunakan masker
Tipe:
1. Masker sederhana (simple mask)
kecepatan 5-12 L/menit, juga berguna
untuk pasien dengan obstruksi
hidung dan bernapas
lewat mulut


2. Masker rebreathing (aliran oksigen 6-10 L/mnt
dengan konsentrasi O2 80%) dan masker
nonrebreathing (aliran oksigen 8-12 L/mnt
dengan konsentrasi O2 100%)
memiliki reservoir dibawah dagu
masker nonrebreathing memakai katup untuk
memastikan udara yang masuk pada saat
inspirasi adalah udara oksigen

Konsentrasi oksigen yang masuk stabil
dan sesuai dengan yang dihirup oleh
pasien
Alat: sungkup venturi dan continuous
positive airway pressure (CPAP)

Sungkup venturi
Alat: sungkup venturi konsentrasi oksigen
berkisar antara 25-40%

Continous Positive Airway Pressure/CPAP
pemberian tekanan positif untuk seluruh siklus
respirasi (inspirasi dan ekspirasi) pada saat
bernapas secara spontan
Penggunaannya mengurangi kerja untuk
bernapas, mengeliminasi/mengurangi
hipoksia dan
mencegah atelektasis

Silinder : ukuran 240-622 liter


Sistem oksigen cair (portable)
lebih ringan daripada silinder, dapat diisi
ulang

Konsentrator
mengambil udara dari ruangan,
memakai listrik

Alat yang digunakan O
2
(L/menit) FiO
2

Kanula hidung 1-2 0,21-0,24
2 0,23-0,28
3 0,27-0,34
4 0,31-0,38
5-6 0,32-0,44
Venturi 4-6 0,24-0,28
8-10 0,35-0,40
8-12 0,50
Simpel 5-6 0,30-0,45
7-8 0,40-0,60
Rebreathing 7 0,35-0,75
10 0,65-1,00
Non rebreathing 4-10 0,40-1,00