Anda di halaman 1dari 7

1

PEMODELAN SISTEM
Edwin M., S.Si., M.T.

Tahukah Anda apa yang dimaksudkan dengan model, teori dan hukum? Ketika
mempelajari fisika, kita selalu menggunakan istilah-istilah ini. Kata model yang
digunakan dalam fisika berbeda pengertiannya dengan kata model yang digunakan
dalam kehidupan sehari-hari, seperti model iklan atau foto model. Mungkin hingga
saat ini Anda juga masih kebingungan atau bahkan tidak mengetahui pengertian model,
teori dan hukum dari sudut pandang ilmu fisika.
MODEL
Misalnya model gelombang cahaya. Dalam kenyataannya cahaya bersifat sebagai
gelombang dan hal ini telah dibuktikan melalui eksperimen di laboratorium. Walaupun
demikian, cahaya yang kita lihat langsung dengan mata tidak menunjukkan bentuk sebagai
gelombang. Untuk mengatasi hal ini, para fisikawan menggunakan analogi alias
perbandingan gelombang cahaya dengan gelombang air, karena kita sudah mengetahui dan
sering melihat gelombang air. Jadi kita bisa membayangkan bahwa cahaya seolah-olah
terbuat dari gelombang-gelombang, karena dalam berbagai eksperimen di laboratorium
para fisikawan mengamati bahwa cahaya juga berprilaku sebagai gelombang.
Contoh lain yaitu model partikel. Misalnya kita menganalisis bola yang melakukan gerak
parabola di udara. Dalam kenyataannya, bola tersebut tidak benar-benar bulat, tetapi ada
lapisan-lapisan di kulitnya (Anda dapat mengamati bola sepak). Ketika bergerak di udara,
gerakan bola tersebut dihambat oleh gesekan udara dan dipengaruhi oleh tiupan angin.
Berat bola juga selalu berubah-ubah, sesuai dengan ketinggiannya dari permukaan bumi
dan bumi juga sedang berotasi. Apabila kita memasukan semua hal itu dalam perhitungan
maka akan menjadi persoalan yang sangat rumit. Oleh karena itu kita menganggap bola
sebagai obyek atau partikel, di mana gerakannya seolah-olah dalam ruang hampa (gesekan
udara diabaikan), beratnya dianggap tetap alias tidak berubah, dan rotasi bumi juga kita
abaikan. Sekarang kita dengan mudah menganalisis gerakan bola menggunakan model ini.
Walaupun banyak hal diabaikan dalam model di atas, tidak berarti kita juga mengabaikan
semua hal yang mempengaruhi gerakan bola. Dalam menganalisis gerak parabola yang
dilakukan bola, kita tidak bisa mengabaikan gravitasi yang membuat gerakan bola
berbentuk parabola. jadi intinya, model yang kita pilih harus difokuskan aspek penting
yang ingin kita analisis. Model yang baru dijelaskan secara panjang lebar ini dikenal
dengan julukan model ideal. Tujuan adanya model adalah memberikan kita gambaran atau
pendekatan.
TEORI
Apakah teori itu? jika Anda pernah mendengar nama Einstein maka Anda mungkin
mengetahui salah satu teorinya yang luar biasa, yakni teori relativitas khusus. Mengapa
disebut teori, bukan model? apakah perbedaan antara teori dengan model ?
2

Model relatif lebih sederhana dan mempunyai kesamaaan struktur dengan fenomena yang
dipelajari, sedangkan teori lebih luas, lebih mendetail dan memberikan ramalan yang dapat
diuji dan sering hasil pengujian memiliki ketepatan yang tinggi. Terkadang karena sebuah
model dikembangkan dan mempunyai cakupan fenomena yang lebih luas maka dapat
disebut sebagai teori. Contohnya adalah teori gelombang cahaya dan teori atom.
HUKUM
Bagaimana dengan hukum, misalnya Hukum I Newton ? Hukum merupakan pernyataan
yang singkat tapi bersifat umum dalam menjelaskan perilaku alam. Terkadang pernyataan
itu membentuk suatu persamaan atau hubungan, misalnya Hukum II Newton. Suatu
pernyataan disebut hukum jika secara eksperimental berlaku secara luas. Hukum-hukum
ilmiah bersifat deskriptif; menjelaskan bagaimana alam berprilaku, tidak menjelaskan
bagaimana alam harus berprilaku. Berbeda dengan hukum politik yang preskriptif, di mana
menjelaskan bagaimana manusia harus berperilaku. Suatu pernyataan disebut hukum jika
validitasnya telah teruji secara luas. Walaupun demikian, jika terdapat informasi-informasi
baru yang muncul maka hukum-hukum tertentu harus disesuaikan.
PRINSIP
Jika hukum mempunyai cakupan yang luas, maka prinsip mempunyai cakupan yang
terbatas, misalnya prinsip Archimedes atau prinsip Pascal. Prinsip dan hukum memiliki
kemiripan, hanya pernyataan sebuah prinsip kurang umum, sedangkan pernyataan yang
dikategorikan ke dalam hukum memiliki cakupan yang luas.
Ketika fisikawan ingin memahami suatu fenomena tertentu, mereka selalu menggunakan
model. Dalam fisika, model adalah suatu analogi alias perbandingan mengenai suatu hal
dengan sesuatu yang sudah kita ketahui dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, model
juga merupakan sebuah bentuk sederhana dari suatu sistem yang sulit untuk dianalisis
secara keseluruhan. Para fisikawan selalu menggunakan perbandingan mengenai suatu hal
atau fenomena yang rumit tersebut dengan sesuatu yang kita kenal dalam kehidupan
sehari-hari.
Referensi
Giancoli, Douglas C., 2001, Fisika Jilid I (terjemahan), Jakarta : Penerbit Erlangga
Young, Hugh D. & Freedman, Roger A., 2002, Fisika Universitas (terjemahan), Jakarta : Penerbit
Erlangga
Gurumuda.com

LANGKAH-LANGKAH PEMODELAN
Langkah-langkah yang dilakukan dalam menurunkan model matematika suatu sistem fisik
dapat dibagi menjadi 3 fase, yaitu :
1. Strukturisasi masalah
2. Memformulasikan persamaan dasar
3. Membentuk persamaan ke dalam bentuk state-space

3

1. Rangkaian Listrik (Electrical Circuit)
Perhatikan rangkaian listrik yang terdiri dari resistor, kapasitor, induktor, dan transformer.

Persamaan dasar yang digunakan untuk menggambarkan rangkaian tersebut mengandung
hubungan antara besaran-besaran dasar berikut :
Tegangan (t)
Arus (t)
Untuk induktor ideal, persamaannya adalah
()

()
Disebut sebagai hukum induktansi. Hubungan diatas dapat juga ditulis sebagai
()

()


Untuk kapasitor ideal, persamaannya adalah
()

()
Atau
()

()


Hukum Ohm untuk resitor adalah
() ()
Persamaan daya
() () ()

2. Sistem Mekanika Translasi
Mekanika translasi diatur oleh hukum-hukum mekanika yang berhubungan dengan hubungan
antara variabel-variabel :
- Gaya F (Newton)
- Kecepatan (m/s)
Persamaan hukum Newton diberikan sebagai berikut :
()

() ()

()


4

Untuk benda elastis (pegas), gaya yang dihasilkan akan proporsional terhadap elongasi
(pemanjangan) maupun kompresi (pemendekan). Persamaannya adalah
() ()

()
Dengan cara yang sama, kecepatan benda dan kompresi pegas tersebut mewakili bentuk energi
storage. Persamaan energi kinetik adalah
()

()
Dan persamaan energi elastis pegas linear :
()

()
Ketika gaya yang bekerja pada benda berada dalam keadaan diam maka :

()
Analogi sistem mekanika sebagai berikut:
System Effort Flow Effort Storage Flow Storage Static
Relationship
Electrical Voltage (V) Current (I) Inductor (L) Capacitor (C) Resistor (R)
Mechanical
Translation
Force (F) Velocity (v) Body (M) Spring (k) Friction (f)

Contoh sistem orde 1 :

1>sistem massa-damper

- Fase 1 : komponen : M, d
Proses variabel : x, v, F, x
d
, x
M
, v
d
, v
M

Input variabel : F
Output variabel : x

- Fase 2 : kaidah dasar (constitutive relationships) :


Konservasi (conservation law) :



- Fase 3 : dibentuk ke persamaan state-space


() ( )()
()
()





2> Sistem level cairan


Jika Q
in
= x(t), Q
out
berubah linier dengan level cairan
Maka


Dalam bentuk fungsi transfer


Contoh sistem orde 2 : sistem massa-pegas-damper

- Fase 1 : komponen : M, b, k
Proses variabel : x, v, F, x
b
, x
M
, v
b
, v
M,
x
k
, v
k

Input variabel : F
Output variabel : x
o
, x
i


- Fase 2 : kaidah dasar (constitutive relationships) :


Konservasi (conservation law) :



- Fase 3 : dibentuk ke persamaan state-space


() (

()
dt
dh
A Q Q
h out in


R
t h
Q
out



dt
t dh
A
R
t h
t x
h


t x
R
t h
dt
t dh
A
h


t Rx t h
dt
t dh


s
R
s X
s H

1
6

()
()





LATIHAN
1. The system below is comprised of two masses. There is viscous damping between
the masses and between the bottom mass and the floor. The masses are also
connected with a cable that isrun over a massless and frictionless pulley. Write the
differential equations for the system, and put them in state variable form.


JAWABAN



2. The system below consists of two masses hanging by a cable over mass J. There is a
spring in the cable near M2. The cable doesnt slip on J.
a) Derive the differential equations for the following system.
b) Convert the differential equations to state variable equations
7



JAWABAN