Anda di halaman 1dari 2

19

No. 02 Tahun V

April 2014

DikbuD DikbuD

No. 02 Tahun V

April 2014 18
Kisah Inspiratif
L
alu, bagaimana kabarnya sekarang?
Apakah prestasi akademiknya masih
sehebat ketika duduk di bangku
SMA? Anda boleh berdecak kagum,
indeks prestasi (IP) terakhir yang diraihnya
adalah 4,00. Sempurna.
Kita harus aktif mencari sumber bacaan
sendiri untuk melengkapi materi kuliah.
Baca sumber-sumber baru agar selalu
mendapatkan informasi baru, dan kita
harus selalu lebih aktif untuk dapat meraih
prestasi, kata Vani, demikian panggilan
akrab Ni Kadek Vani Apriyanti, membagi
kiat suksesnya.
Ia mengungkapkan, prestasi tersebut
tidak akan diraih tanpa giat belajar. Kuliah
berbeda dengan belajar di SMA, dosen
tidak selamanya dapat menjelaskan semua
mata kuliah ke mahasiswa. Maka, rajin
membaca buku adalah kuncinya.
Selain menjadi kutu buku, ia rajin
mengikuti kegiatan organisasi kelompok
ilmiah untuk mahasiswa atau Kelompok
Ilmiah Hippocrates (KIH), dan Himpunan
Mahasiswa Kedokteran Umum (HMKU).
Kegiatan ekstra kampus sepadat itu harus
diatur sedemikian rupa agar kegiatan
kuliah tidak terganggu. Maka, perlu ada
pembagian waktu antara organisasi dan
kuliah, harus memiliki penjadwalan dengan
prioritas kuliah diutamakan.
Mahatma Gandhi
Moto sewaktu masih di SMA: Hiduplah
seperti Anda akan mati besok, belajarlah
seolah Anda akan hidup selamanya, tetap
dijalani hingga kini. Moto yang diambil dari
ucapan terkenal Mahatma Gandhi itu pula
yang mendorongnya meraih nilai terbaik
UN 2013. Saya senang sekali, bersyukur,
tidak menyangka mendapatkan nilai rata-
rata tertinggi nasional, karena banyak
siswa SMA di Indonesia, ungkap Vani
mengenang prestasinya itu.
Ia menambahkan, mendapatkan nilai rata-
rata UN 9,87 tidak diraih dengan cuma-
cuma, melainkan melalui proses belajar,
serta kuantitas dan kualitas belajar harus
ditingkatkan. Dulu saya punya kelompok
belajar yang beranggotakan tiga orang.
Kami bisa belajar bareng, saling mengajari
kalau ada yang tidak mengerti, kata Vani,
menceritakan perjuangannya di SMA.
Setelah belajar bersama teman-teman, ia
Raih IP 4,00
di Fakultas
Kedokteran
Udayana
Masih ingat Ni Kadek Vani Apriyanti? Ia adalah
peraih nilai murni tertinggi ujian nasional
(UN) tahun 2013. Nilai rata-rata UN-nya 9,87.
Sekadar mengingatkan, berkat prestasi yang
luar biasa itu, lulusan SMA Negeri 4 Denpasar
ini memperoleh golden ticket untuk kuliah
di perguruan tinggi negeri manapun tanpa
tes. Akhirnya pilihannya jatuh pada Fakultas
Kedokteran, Universitas Udayana, Denpasar, Bali.
Ni Kadek Vani Apriyanti
Hiduplah seperti
Anda akan
mati besok,
belajarlah
seolah Anda
akan hidup
selamanya.
19
No. 02 Tahun V

April 2014

DikbuD DikbuD

No. 02 Tahun V

April 2014 18
membuat catatan kecil poin-poin dari hasil
belajar di buku catatan yang bisa dibawa
kemana-mana, sehingga dimanapun ketika
ada waktu luang bisa dibaca ulang kembali.
Selain itu, ia juga menempel catatan-
catatan hasil belajar di tembok kamar
di rumah, agar ketika masuk kamar bisa
dibaca ulang kembali untuk mengingat apa
yang sudah dipelajari.
Pihak sekolah juga sangat membantu
sekali dalam belajar, karena dari kelas satu
sudah ada pelajaran tambahan pada jam
pulang sekolah hari Senin-Rabu. Pelajaran
tambahan tersebut diberikan latihan soal-
soal untuk pemantapan materi. Kelas tiga
juga diadakan pelajaran tambahan yang
dilaksanakan pada hari Kamis-Sabtu, dan
soal-soal yang diberikan membahas UN
tahun sebelumnya. Pendalaman materi
ini perlu dimanfaatkan dengan baik untuk
menambah dan pemantapan ilmu yang
kita miliki. Jangan jadikan ini sebagai
beban, ungkapnya.

Vani, anak kedua dari dua bersaudara, juga
rajin mengikuti lomba ilmiah ketika masih
sekolah di SMA. Prestasi yang diraihnya
antara lain: medali perunggu Olimpiade
Siswa Nasional (OSN) bidang Astronomi
tahun 2012, juara I lomba karya tulis ilmiah
scientific atmosphere tingkat nasional
tahun 2012, juara tiga lomba karya tulis
ilmiah humaniora IV tahun 2012, juara
satu lomba karya tulis ilmiah BLCC IV
se-Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara tahun
2011, dan juara dua psychological writing
competition tahun 2011.
Berbagai prestasi itu tak terlepas
dari motivasi orang tua, dan selalu
mengingatkan saya untuk selalu menjaga
kesehatan, serta mengingatkan saya untuk
tidur, ungkap Vani, putri pasangan I Ketut
Martawan dan Ni Made Maryani.
Lingkungan bermain, kata Vani, pun turut
berpengaruh dalam meraih prestasi.
Teman-teman yang memiliki semangat
belajar tinggi akan memengaruhi kita
untuk menjadi seorang pembelajar, dan
kebetulan teman-teman saya rata-rata juga
giat belajar. Jadi, kami bisa saling dukung
satu sama lain, karena bisa memiliki
perasaan tidak enak kalau yang lain belajar
dan saya santai saja, tuturnya.
Bukan hanya itu kiat sukses yang
disampaikan Vani. Setiap peserta didik
harus selalu berpikir optimis, rajin
mengikuti kegiatan ekstra kurikuler sesuai
dengan minat dan bakat. Ekstra kurikuler
yang diikutinya saat SMA adalah kelompok
ilmiah remaja atau KIRS-4 Denpasar.
Prestasi non akademik, kata Vani, tidak
datang sendiri, kita harus aktif mencari
informasi seputar lomba yang akan di
selenggarakan, dan jangan malu meminta
bantuan senior yang sudah berpengalaman
untuk dapat berbagi ilmu.
Utamakan Sekolah
Ia menjelaskan, agar tetap bisa fokus
belajar, harus bisa mengatur waktu sebaik
mungkin. Tetap sekolah yang diutamakan,
ekstra kurikuler digunakan untuk
mengasah kemampuan dan bakat. Jadi
ektra kurikuler jangan sampai mengganggu
belajar di sekolah, ujar Vani yang
menyukai mata pelajaran Kimia.
Vani menceritakan suka dan duka saat
melalui proses belajar di SMA. Duka
selama belajar, katanya, ketika terpaksa
tidur hanya empat jam sehari karena
harus belajar, sehingga di sekolah
mengantuk, dan pada saat ulangan jadi
tidak konsentrasi. Tetapi sukanya lebih
banyak, sangat menyenangkan ketika
ada tanya jawab dengan teman-teman di
sekolah terkait pelajaran, untuk mengukur
kemampuan belajar. Saling membantu
dalam belajar, berbagi ilmu, membantu
teman-teman yang memiliki kesulitan
dalam belajar.

Ia berpesan bagi adik-adik yang akan
menghadapi UN 2014, belajar lebih baik
lagi, meningkatkan kualitas dan kuantitas
belajar apabila masih dianggap masih
kurang, dan rajin berdoa. Setiap orang
memiliki cara belajar masing-masing, yang
penting kalian nyaman dalam belajar.
Pasang target nilai agar ada motivasi dan
bisa dievaluasi pada saat uji coba UN atau
try out, tutur Vani, membagi kiat sukses
mengikuti UN. (Seno Hartono)
Teman-teman
yang memiliki
semangat
belajar
tinggi akan
memengaruhi
kita untuk
menjadi
seorang
pembelajar.