Anda di halaman 1dari 5

TUGAS KEPERAWATAN GERONTIK

TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF











Oleh :
- Agustinus Yogi P. W (IIA/11.968)
- Awidana Prasetya (IIA/11.969)
- Selvina Ayu Cornelia (IIA/11.1006)
- Fifit Triani (IIA/11.984)
- Melinda Mahardiani (IIA/11.1000)
- Rinendra Arga (IIA/11.1004)
- Giga Audita (IIB/11.1028)
- Ria Elvina (IIB/11.1043)
- Priska Apolonia U. (IIB/09.862)
- Irine Lisa (IIB/11.1034)
- Murwaningtyas (IIB/11.1040)
- Sisilia Novita (IIB/11.1049)


AKADEMI KEPERAWATAN PANTI WALUYA
MALANG
2014
TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF

A. Pengertian
Teknik relaksasi otot progresif adalah teknik relaksasi otot dalam yang tidak
memerlukan imajinasi, ketekunana atau sugesti (Herodes, 2010). Teknik relaksasi otot
progresif memusatkan perhatian pada suatu aktifitas otot dengan mengidentifikasi otot
yang tegang kemudian menurunkan ketegangan dengan melakukan teknik relaksasi untuk
mendapatkan perasaan rileks (Herodes, 2010)
B. Tujuan
Menurut herodes, 2010, alim, 2009 dean potter, 2005. Tujuan dari teknik ini adalah untuk :
1. Menurunkan ketegnangan, kecemasan, nyeri leher dan punggung, tekanan darah
tinggi, frekuensi jantung dan laju metabolik.
2. Mengurangi disritmia jantung dan kebutuhan oksigen
3. Meningkatkan gelombang alfa otak yang terjadi ketika klien sadar dan tidak
menfokuskan perhatian serta relax
4. Meningkatkan rasa kebugaran, konsentrasi
5. Memperbaiki kemampuan untuk mengatasi stres
6. Mengatasi insomnia, depresi, kellelhan, iritabilitas, spasme otot, fobia ringan, gagap
ringan, dan
7. Membangun emosi positif dari emosi negative

C. Indikasi
1. Lansia yang mengalami gangguan tidur ( insomnia)
2. Lansia yang sering mengalami stres
3. Lansia yang mengalami kecemasan
4. Lansia yang mengalami depresi

D. Kontraindikasi
1. Lansia yang mengalami keterbatasan gerak, misalnya tidak bisa menggerakan
badanya
2. Lansia yang menjalani perawatan tirah baring (bed rest)

E. TEKNIK TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF
Persiapan
1. Persiapan alat dan lingkungan:
Kursi serta lingkungan yang tenang dan sunyi
2. Persiapan klien:
a. Jelaskan tujuan, manfaat dan prosedur
b. Posisikan tubuh klien secara nyaman yaitu berbaring dengan mata tertutup
menggunakan bantal/tas dibawah kepala dan lutut atau duduk dikursi dengan
kepala ditopng, hindari posisi berdiri
c. Lepaskan aksesoris yang digunakan seperti kaca mata jam dan sepatu
d. Longgarkan ikatan dasi , ikatan pinggang atau hal lain yang bersifat mengikat
ketat
3. Prosedur
a. Gerakan 1: ditujukan untuk melatih otot tangan
- Genggam tangan kiri sambil membuat suatu kepalan
- Buat kepalan semakin kuat sambil merasakan sensai ketegangan
yang terjadi
- Pada sat kepalan dilepaskan klien dipandu untuk merasakan refleks
selam 10 detik
- Gerakan pada tangan kiri ini dilakukan 2 kali sehingga klien dapat
membedakan perbedaan antara ketegangan otot dan keadaan oto
relax yang dialami
- Prosedur serupa juga diulakukan pada tangan kanan
b. Gerakan 2: ditujukan untuk melatih otot tangan bagian belakang
- Tekuk kedua lengan kebelakang pada pergelanmgan tangan sehingga
otot diotangan bagian belakang dan lengan bawah menegang, jari2
menghadap ke langit langit
- Gerakan melatoh otot tangan bagian depan dan belakang ditunjukan
pada gambar
c. Gerakan 3 : ditujukan untuk melatih otot biseps ( otot besar pada bagian atas
pangkal lengan)
- Genggam kedua tangan sehingga jadi kepalan
- Kemudian memebawa kedua kepalan kepundak sehingga otot biseps
akan menjadi tegang









d. Gerakan 4 : ditujuakan untuk me;latih otot bahu supaya mengendur
- Angkat kedua bahu setinggi tingginya seakan akan akan menyentu8h
kedeua telinga
- Fokuskan perhatian pada kontras ketegangan yang terjaid di bahu,
punggung atas dan leher
e. Gerakan 5 dan 6 : ditujuakn untuk melemaskan otot otot wajah (seperti otot
dahi mata rahang dan mulut)
- Gerakan otot dahi dengan cara mengerutkan dahi dan alis sampai
otot terasa dan kulitnya keriput
- Tutup keraskeras mata sehingga dapat dirasakan ketegangan
disekitar mata dan otot-otot yang mengendalikan gerakan mata
f. Gerakan 7: ditujukan untutk mengendurkan ketegangan yang dialami oleh otot
rahang
- Diikuti dengan menggigit gigi sehingga terjadi ketegangan disekitar
otot rahang
g. Gerakan 8: ditujukan untuk mengendurkan otot-otot sekitar mulut.
- Bibir dimoncongkan sekuat kuatnya sehingga akan dirasakan
ketegangan disekitar mulut
















h. Gerakan 9: ditujuakn untuk merilekskan otot leher bagian depan ataupun
belakang
- Gerakan diawali dengan memeutar kepala searah jarum jam ,
dilakuakn 2 kali
- Gerakan membawa kepala ke muka dan ke belakang
- Benamkan dagu ke dada sehingga dapat merasakn ketegangan
didaerah leher didaerah muka
i. Gerakan 10: Ditujukan untuk melatih otot punggung
- Punggung dilengkungkan
j. Gerakan 11: Ditujukan untuk melatih otot-otot kaki (seperti paha dan betis)
- Luruskan kedua telapak kakisehingga otot paha terasa tegang
- Tahan posisi tegang selamg 10 detik lalu lepas
- Ulangi setiap gerakan masing-masing dua kali















F. Kriteria evaluasi
1. Klien tidak mengalami gg tidur (insomnia) dan tidak stress
2. Kebutuhan dasar klien terpenuhi
3. Ttv dlam batas normal