Anda di halaman 1dari 12

2

TINJAUAN PUSTAKA
Definisi
Karsinoma adalah pertumbuhan tumor secara ganas dan invasif, serta sering
tumbuh kembali setelah eksisi dan bermetastasis ke tempat lain. Karsinoma ditandai
dengan pembelahan sel yang tidak teratur dan kemampuan sel-sel ini untuk
menyerang jaringan biologis lainnya, baik dengan pertumbuhan langsung di jaringan
yang bersebelahan (invasi) atau dengan migrasi sel ke tempat yang jauh (metastasis).
Pertumbuhan yang tidak teratur ini menyebabkan kerusakan !", menyebabkan
mutasi di gen vital yang mengontrol pembagian sel, dan fungsi lainnya. #enurut
$rooker karsinoma colon adalah suatu bentuk keganasan dari masa abnormal yang
muncul dari jaringan epithelial dari colon. $oyle dan %angman menyatakan bah&a
karsinoma colon adalah pertumbuhan sel yang bersifat ganas yang tumbuh pada
kolon dan menginvasi jaringan sekitarnya. ari beberapa pengertian diatas dapat
ditarik kesimpulan bah&a karsinoma colon adalah suatu pertumbuhan tumor yang
bersifat ganas dan merusak sel !" dan jaringan sehat disekitar colon (usus besar).
Anatomi Colon
'ntestinum crassum terdiri dari ileum sampai anus. 'ntestinum crassum terbagi
menjadi caecum, appendi( vermiformis, colon ascendens, colon transversum, colon
descendens dan colon sigmoideum, rectum dan canalis analis. )ungsi utama
*
intestinum crassum adalah mengabsorbsi air dan elektrolit dan menyimpan bahan
yang tidak dicerna sampai dapat dikeluarkan dari tubuh sebagai feses.
2.2.1 Caecum
+aecum adalah bagian intestinum crassum yang terletak di perbatasan ileum
dan intestinum crassum. +aecum merupakan kantong buntu yang terletak pada fossa
iliaka de(tra. Panjang caecum sekitar 2 , inch (- cm) dan seluruhnya diliputi oleh
peritoneum. +aecum mudah bergerak, &alaupun tidak mempunyai mesenterium.
"danya lipatan peritoneum disekitar caecum membentuk recessus ileocaecalis
superior, recessus ileocaecalis inferior, dan recessus retrocaecalis.
.eperti pada colon, stratum longitudinale tunica muscularis terbatas pada tiga
pita tipis yaitu taenia coli yang bersatu pada appendi( vermiformis dan membentuk
stratum longitudinale tunica muscularis yang sempurna pada appendi( vermiformis.
+aecum sering teregan oleh gas dan dapat diraba melalui dinding anterior abdomen
pada orang hidup.
Pars terminalis ileum masuk ke intestinum crassum pada tempat pertemuan
caecum dengan colon ascendens. %ubangnya mempunyai katup yang membentuk
sesuatu yang dinamakan papilla ilealis. "ppendi( vermiformis berhubungan dengan
rongga caecum melalui lubang yang terletak diba&ah dan belakang ostium ileale.
/
"natomi colon
Aliran Limfe
Pembuluh limfe berjalan melalui beberapa nodi mesenterici dan akhirnya
mencapai nodi mesenterici superior.
Persarafan
.araf-saraf berasal dari cabang saraf simpatis dan parasimpatis (nervus vagus)
membentuk ple(us mesenterici superior.
0
Persarafan +olon
Papilla Ilealis
Papilla ilealis merupakan struktur rudimenter, terdiri atas dua lipatan hori1ontal
tunica mucosa yang menonjol disekitar lubang ileum. Papilla ilealis mempunyai
peranan kecil atau tidak berperan pada pencegahan refluks isi caecum ke dalam
ileum. .tratum circulare pada ujung ba&ah ileum (disebut sphincter ileocalis)
berperan sebagai sphincter dan mengatur aliran isi dari ileum ke dalam colon. 2onus
otot polos secara refleks akan meningkat bila caecum teregang. 3ormon gastrin yang
dihasilkan oleh gaster, menyebabkan relaksasi tonus otot ini.
-
Colon Ascendens
Loasi dan desripsi
Panjang colon ascendens sekitar 0 inci (4* cm) dan terletak di kuadran kanan
ba&ah. +olon ascendens membentang ke atas dari caecum sampai permukaan inferior
lobus hepatisde(ter, lalu colon ascendens membelok ke kiri, membentuk fle!ura coli
de!tra, dan melanjutkan diri sebagai colon transversum. Peritoneum meliputi bagian
depan dan samping colon ascendens dan menghubungkan colon ascendens dengan
dindinh posterior abdomen.
Aliran limfe
Pembuluh limfe mengalirkan cairan limfe ke nodi lymphoidei yang terletak
sepanjang perjalanan arteria, vena colica dan akhirnya mencapai nodi mesenterici
superior.
Persarafan
.araf berasal dari caang saraf simpatis dan parasimpatis (nervus vagus) dari
ple(us mesentericus superior.
Colon Trans"ersum
Loasi dan desripsi
Panjang colon transversum sekitar 40 inci (*5 cm) dan berjalan menyilang
abdomen, menempati regio umbilicalis. +olon transversum mulai dari fle(ura coli
de(tra di ba&ah lobus hepatis de(ter dan tergantung ke ba&ah oleh mesocolon
transversum dan pancreas. Kemudian colon transversum berjalan ke atas sampai
6
fle!ura coli sinistra di ba&ah lien. )le(ura coli sinistra lebih tinggi daripada fle(ura
coli de(tra dan digantung ke diaphragma oleh li#amentum p$renicocolicum.
%esocolon trans"ersum, menggantungkan colon transversum dari facies
anterior pancreas. #esocolon transversum dilekatkan pada pinggir superior colon
transversum, dan lapisan posterior omentum majus dilekatkan pada pinggir inferior.
Karena mesocolon transversum sangat bervariasi dan kadang dapat mencapai pelvis.
Perdara$an
Arteri & ua per tiga bagian proksimal colon transversum diperdarahi oleh arteria
coloca media, cabang arteria mesenterica superior. .epertiga bagian distal
diperdarahi oleh arteri colica sinistra, cabang arteri mesenterica inferior.
'ena & 7ena mengikuti arteriae yang sesuai dan bermuara ke vena mesenterica
superior dan mesenterica inferior.
Aliran limfe
+airan limfe dari dua per tiga proksimal colon transversum dialirkan ke nodi
colici dan kemudian ke dalam nodi mesenterici superior. .edangkan cairan limfe dari
sepertiga distal colon transversum dialirkan ke dalam nodi colici dan kemudian ke
nodi mesenterici inferior.
5
"liran limfe colon transversum
Persarafan
ua per tiga proksimal colon transversum dipersarafi oelh saraf simpatis dan
nervus vagus melalui ple(us mesentericus superior8 sepertiga distal dipersarafi oleh
saraf simpatis dan parasimpatis nervi splanchnici pelvici melalui ple(us mesentericus
inferior.
Colon Descendens
Loasi dan desripsi
Panjang colon descendens sekitar 49 inci (20 cm) dan terletak di kuadran kiri
atas dan ba&ah. +olon ini berjalan ke ba&ah dari fle(ura coli sinistra sampai pelvis,
disini colon transversum melanjutkan diri menjadi colon sigmoideum. Peritoneum
meliputi permukaan depan dan sisi-sisinya serta menghubungkannya dengan dinding
posterior abdomen.
:
Aliran limfe
+airan limfe dialirkan ke nodi lymphoidei colici dan nodi mesenterici inferior
yang terletak di sekitar pangkal arteria mesenterica inferior.
Persarafan
.araf simpatis ; parasimpatis n. splanchnici pelvici melalui ple(us
mesentericus inf.
Colon Si#moideum
Loasi dan desripsi
Panjang colon sigmoid sekitar 49-40 inci (20-25cm) dan merupakan lanjutan
colon descendens yang terletak didepan apertura pelvis superior. iba&ah colon
sigmoideum berlanjut sebagai rectum yang terletak di depan vertebra sacralis ketiga.
+olon sigmoideum mudah bergerak dan tergantung ke ba&ah masuk ke dalam cavitas
pelvis dalam bentuk lengkungan. +olon sigmoideum dihubungkan dengan dinding
posterior pelvis oleh mesocolon sigmoideum yang berbentuk seperti kipas.
%engkung-lengkung sigmoideum bervariasi, tetapi umumnya melengkung ke sebelah
kanan linea mediana sebelum berhubungan dengan rectum.
Perdara$an
Arteri & "rteri sigmoideae cabang dari arteria mesentericainferior.
'ena & +abang-cabang vena mesenterica inferior, bermuara ke sistem vena porta.
49
Aliran limfe
Kelenjar limfe berjalan di sepanjang arteri sigmoidea, dari sini cairan limfe
dialirkan ke nodi mesenterici inferior.
Persarafan
.araf simpatis dan parasimpatis dari ple(us hypogastricus inferior.
(ectum
Loasi dan desripsi
Panjang rectum sekitar 0 inci (4* cm) dan bera&al didepan vertebra sacralis ''
sebagai lanjutan colon sigmoideum. <ectum berjalan ke ba&ah mengikuti lengkung
os sacrum dan os coccgis, dan berakhir di depan ujung coccygis dengan menembus
diaphragma pelvis dan melanjutkan diri sebagai canalis analis. $agian ba&ah rectum
melebar membentuk ampulla recti. $ila dilihat dari depan, sebagian kecil rectum
tampak deviasi ke kiri, tetapi bagian ba&ahnya berada di planum medianum. $ila
dilihat dari lateral, rectum mengikuti lengkung anterior os sacrum sebelum
melengkung ke ba&ah dan belakang pada perbatasannya dengan canalis analis.
#usculus puborectalis, yang merupakan bagian dari musculus levator ani,
membentuk suatu cincin yang melingkari perbatasan rectum dengan canalis analis
dan bertanggung ja&ab atas penarikan bagian usus ini ke depan, sehingga terbentuk
angulus anorectalis. Peritoneum meliputi facies anterior dan lateral sepertiga bagian
pertama rectum dan hanya meliputi permukaan anterior pada sepertiga bagian tengah,
sedangkan sepertiga bagian ba&ah rectum tidak diliputi peritoneum. 2unica
44
muscularis rectum tersusun atas stratum longitudinale otot polos disebelah luar
stratum circulare dan disebelah dalam. Ketiga taenia coli colon sigmoideum bersatu
dan membentuk pita lebar pada facies anterior dan posterior rectum. 2unika mucosa
rectum bersama dengan stratum circulare membentuk tiga lipatan permanen yang
dinamakan plicae trans"ersae recti. Plicae ini adalah plicae semisirkularis yang
bervariasi jumlah dan posisinya.
Perdara$an
Arteri & "rteri rectalis superior, media dan inferior.
Arteria rectalis superior merupakan lanjutan arteria mesenterica inferior dan
merupakan arteria utama yang memperdarahi tunica mucosa rectum. "rteria
rectalis superior masuk ke pelvis dengan berjalan turun pada radi( mesocolon
sigmoideum dan bercabang dua menjadi ramus de(tra dan sinistra. Kedua cabang
ini mula-mula terletak di belakang rectum dan kemudian menembus tunica
muscularis dan mendarahi tunica mucosa. "rteri ini beranastomosis satu dengan
yang lain serta dengan arteria rectalis media dan arteria rectalis inferior.
Arteria rectalis media merupakan cabang kecil arteria iliaca interna. Pembuluh
ini berjalan ke depan dan medial rectum, terutama mendarahi tunica muscularis.
Arteri rectalis inferior merupakan cabang arteria pudenda interna di dalam
perineum. "rteria rectalis inferior beranastomosis dengan arteria rectalis media
pada junctio anorectalis.
42
'enae. 7enae pada rectum sesuai dengan arterianya. 7ena rectalis superior
merupakan cabang sirkulasi portal dan mengalirkan darahnya ke vena mesenterica
inferior.
'ena rectalis media bermuara ke vena iliaca interna dan "ena rectalis inferior
bermuara ke vena pudenda interna. =abungan antara venae rectales membentuk
anastomosis portal-sistemik yang penting.
Aliran limfe
Pembuluh limfe rectum mengalirkan cairan limfe ke nodi rectales superior.
Pembuluh limf kemudian mengikuti arteria rectalis superior ke nodi mesenterici
inferiores. Pembuluh limfe dari rectum bagian ba&ah mengikuti arteria rectalis media
ke nodi iliaci interni.
Persarafan
.araf simpatis dan parasimpatis berasal dari ple(us hypogastricus inferior.
<ectum hanya peka terhadap regangan.
)isiolo#i Colon
)ungsi dari usus besar>
4. Penyerapan air dan elektrolit
2. Pendorong dan penyimpanan limbah feses tidak terserap untuk dievakuasikan.
.ekitar satu liter cairan chyme memasuki sekum setiap hari dengan rata-rata
hanya 499cc diekskresikan dalam tinja. Persarafan parasimpatik yang dipersarafi oleh
serat vagal preganglionik akan menghasilkan motilitas kolon. Persarafan simpatik
4*
yang dipersarafi oleh pleksus mesenterika aterior, pleksus mesenterika inferior, dan
pleksus hipogastrikus menghambat motilitas kolon. Kontrol utama motilitas
tergantung pada pleksus intrinsik (#yenterikus, "uerbach atau #eissner). 2idak
adanya pleksus intrinsik terjadi pada Penyakit 3irschsprung yang menyebabkan
kontraksi tonik dinding dan obstruksi fungsional.
)'.'?%?=' <@K2A# "! "!A.
)ungsi utama dari rectum dan kanali anal ialah untuk mengeluarkan masa feses yang
terbentuk di tempat yang lebih tinggi dan melakukan hal tersebut dengan cara yang
terkontrol. <ektum dan kanalis anal tidak begitu beperan dalam proses pencernaan,
selain hanya menyerap sedikit cairan. .elain itu sel-sel goblet mukosa mengeluarkan
mucus yang berfungsi sebagai pelicin untuk keluarnya masa feses.
Pada hampir setiap &aktu rectum tidak berisi feses hal ini sebagian diakibatkan
adanya otot sfingter yang tidak begitu kuat terdapat pada rectosigmoid junction kira-
kira 29 cm dari anus. 2erdapatnya lekukan tajam dari tempat ini juga memberi
tambahan penghalang masuknya feses ke rectum. "kan tetapi, bila suatu gerakan
mendorong feses kea rah rectum, secara normal hasrat defekasi akan timbul, yang
ditimbulkan oleh refle( kontraksi dari rectum dan relaksasi dari otot sfingter. )eses
tidak keluar secara terus-menerus dan sedikit demi sedikit dari anus berkat adanya
kontraksi tonik otot sfingter ani interna dan e(terna (sobiston 299:)