Anda di halaman 1dari 5

Dengan ortoskop nikol bersilang dapat dipelajari sifat sifat optik hasil

dari semua kejadian pada cahaya selama perjalanannya, pertama tama


melalui polarisator kemudian melalui peraga dan akhirnya melalui analisator.
Sifat yang dapat diamati adalah sifat optik yang berhubungan dengan
kedudukan dan jumlah sumbu optik. Sifat optik yang diamati antara lain
warna interferensi, gelapan dan kedudukan gelapan serta kembaran.

Warna Interferensi
Warna interferensi adalah sifat optik yang sangat penting, namun
penjelasannya cukup rumit, sehingga kita harus memahami konsep dasarnya
secara bertahap. Pada posisi sumbu sinar sembarang terhadap arah getar
polarisator inilah, komponen sinar lambat dan cepat tidak diserap oleh
analisator, sehingga dapat diteruskan hingga mata pengamat. Karena
perbedaan kecepatan rambat sinar cepat dan lambat inilah, maka terjadi
yang disebut sebagai beda fase atau retardasi. Semakin besar selisih indeks
bias, semakin besar beda fase/retardasinya. Warna interferensi dapat
ditentukan dengan memutar meja objek yang terdapat sayatan mineral
hingga diperoleh terang maksimal. Warna terang tersebut dicocokkan
dengan tabel interferensi Michel Levy Chart.

Tanda rentang optik
Tanda rentang optik adalah istilah untuk menunjukkan hubungan antara
sumbu kristalografi (terutama arah memanjangnya kristal) dengan sumbu
sinar cepat (x) dan lambat (z). Tujuannya adalah menentukan sumbu sinar
mana (x atau z) yang kedudukannya berimpit atau dekat (menyudut lancip)
dengan sumbu panjang kristal. Dengan demikian, TRO hanya dimiliki oleh
mineral yang memiliki belahan satu arah atau arah memanjangnya mineral
(sumbu c). Jenis tanda rentang optik yaitu :
- Length slow (+) = sumbu c berimpit / menyudut lancip dengan arah getar
sinar lambat (sumbu z). Keadaan ini dinamakan addisi yaitu
penambahan orde warna interferensi pada saat kompensator digunakan.
- Length fast (-) = sumbu c berimpit / menyudut lancip dengan arah getar
sinar cepat (sumbu x). Keadaan ini dinamakan substraksi yaitu
pengurangan orde warna interferensi pada saat kompensator digunakan.

Kembaran
Selama pertumbuhan kristal atau pada kondisi tekanan dan temperatur
tinggi, dua atau lebih kristal intergrown dapat terbentuk secara simetri.
Simetri intergrown inilah yang dikenal sebagai kembaran. Kembaran hanya
dapat diamati pada nikol bersilang karena kedudukan kisi pada dua lembar
kembaran yang berdampingan saling berlawanan, sehingga kedudukan
gelapan dan warna interferensi maksimalnya berlainan. Secara genesa,
kembaran dapat terbentuk dalam tiga proses yang berbeda yaitu kembaran
tumbuh, transformasi, dan deformasi.
1. Kembaran tumbuh / Growth Twins
Kembaran ini terbentuk bersamaan pada saat kristalisasi atau
pertumbuhan kristal, di mana dua unit kristal berbagi dan tumbuh dari
satu kisi yang sama dengan orientasi berlawananJenis kembaran ini
terbagi atas kembaran kontak dan kembaran penetrasi. Contoh jenis
kembaran ini adalah kembaran carlsbad pada ortoklas dan kembaran
albit pada plagioklas.
2. Kembaran transformasi
Kembaran ini dapat terjadi karena kristal mengalami transformasi
karena perubahan P dan T terutama karena perubahan T. Hal ini
hanya dapat terjadi pada kristal yang mempunyai struktur dan simetri
yang berbeda pada kondisi P dan T yang berbeda. Pada saat P & T
berubah, bagian tertentu dari kristal ada yang stabil ada yang
mengalami perubahan orientasi kisi, sehingga terjadi perbedaan
orientasi pada bagian berbeda dari kristal. Contoh : kembaran dauphin
dan kembaran brazil pada kuarsa terbentuk karena penurunan T.
Contoh lain adalah kembaran periklin yang terjadi pada saat sanidin
(monoklin, high T) berubah menjadi mikroklin (triklin, low T).
3. Kembaran Deformasi / Deformation Twins
Kembaran ini terjadi setelah kristalisasi, pada saat kristal telah padat.
Karena deformasi (perubahan P) atom pada kristal dapat terdorong
dari posisi semula. Apabila perubahan posisi ini terjadi pada susunan
yang simetri, akan menghasilkan kembaran. Contoh kembaran jenis
ini adalah polisintetik pada kalsit.

Gelapan dan kedudukan gelapan
Pada pengamatan nikol bersilang, gelapan (keadaan di mana mineral gelap
maksimal) dapat terjadi karena tidak ada cahaya yang diteruskan oleh
analisator hingga mata pengamat. Pada zat anisotropik syarat terjadinya
gelapan adalah kedudukan sumbu sinar berimpit dengan arah getar
polarisator dan analisator. Sumbu sinar = sinar cepat (x) dan sinar lambat
(z). Sehingga dalam putaran 360 akan ada empat kedudukan gelapan.
Sebaliknya kedudukan terang maksimal (warna interferensi maksimal) terjadi
pada saat sumbu sinar membuat sudut 45 terhadap arah getar PP dan AA.
- Gelapan sejajar / parallel
Kedudukan gelapan di mana sumbu panjang kristal (sumbu c) sejajar
dengan arah getar PP atau AA. Sehingga dapat dikatakan sumbu optik
berimpit dengan sumbu kristalografi.
- Gelapan miring
Kedudukan gelapan di mana sumbu panjang kristal (sumbu c) menyudut
terhadap arah getar PP dan/atau AA. Sehingga dapat dikatakan sumbu
optik menyudut terhadap sumbu kristalografi
- Gelapan bergelombang
Terjadi pada mineral yang mengalami tegangan / distorsi sehingga
orientasi sebagian kisi kristal mengalami perubahan berangsur, dan
kedudukan gelapan masing - masing bagian agak berbeda.
- Gelapan bintik / mottled extinction
Umumnya terjadi pada mineral silikat berlapis (mika), hal ini terjadi
karena perubahan orientasi kisi kristal secara lokal, sehingga tidak
seluruh bagian kristal sumbu sinarnya berorientasi sama.

Contoh penggunaan prisma nikol untuk pengamatan nikol silang :
Jika polarizer dipindahkan dari mikroskop dan sinar direfleksikan dari
permukaan ke bidang horizontal, maka bidang terpolarisasi menjadi gelap
jika diputar ke kanan
Biotit yang disayat memotong belahannya memiliki absorpsi terbaik
jika bidang belahan sejajar dengan bidang vibrasi terpolarisasi.
Pada posisi ini mineral menjadi gelap maksimum.
Vibrasi gelapan juga dijumpai pada mineral Tourmaline yang diputar
ke kanan dari sumbu C.
Kedudukan normal dari vibrasi sinar yang melalui prisma (sinar ekstra
- ordinary) dijumpai maksimum pada kanada balsam.

SUMBER :
httpwww.mindat.orgmin-2806.html
http://digilib.its.ac.id/detil.php?id=3134
http://www.galleries.htm