Anda di halaman 1dari 13

JENIS dan PERAWATAN LUKA PASKA EPISIOTOMI

I. PENDAHULUAN
Prinsip tindakan episiotomi adalah pencegahan kerusakan yang
lebih hebat pada jaringan lunak akibat daya regang yang melebihi
kapasitas adaptasi atau elastisitas jaringan tersebut
3
. Oleh sebab
itu, pertimbangan untuk melakukan episiotomi harus mengacu pada
pertimbangan klinik yang tepat dan teknik yang paling sesuai
dengan kondisi yang sedang dihadapi.
Setelah dilakukan episiotomi, maka yang juga penting adalah
bagaimana cara perawatan luka pada perineum, seperti yang kita
ketahui bahwa perineum merupakan tempat yang sulit untuk selalu
dalam keadaan bersih dan kering, karena perineum merupakan
tempat defekasi dan miksi. Sehingga pada makalah ini penulis ingin
menjelaskan bagaimana cara yang terbaik untuk perawatan paska
episiotomi.
II. ANATOMI DAN PERSYARAFAN PERINEUM
Perineum merupakan bagian permukaan dari pintu bawah
panggul, terletak antara vulva dan anus. Perineum terdiri dari otot
dan fascia urogenitalis serta diafragma pelvis. Diafragma
urogenitalis terletak menyilang arkus pubis diatas fascia
supersialis perinei dan terdiri dari otot!otot transversus perinealis
profunda. Diafragma pelvis dibentuk oleh otot!otot koksigis dan
levator ani yang terdiri dari 3 otot penting yaitu" m.puborektalis,
m.pubokoksigis, dan m.iliokoksigis. Susunan otot tersebut
merupakan penyangga dari struktur pelvis,
diantaranya lewat urethra, vagina dan rektum
#
.
1
Perineum berbatas sebagai berikut"
$. %igamentum arkuata dibagian depan tengah.
#. &rkus iskiopubik dan tuber iskii dibagian lateral depan.
3. %igamentum sakrotuberosum dibagian lateral belakang.
'. (ulang koksigis dibagian belakang tengah.
Daerah perineum terdiri dari # bagian, yaitu"
$. )egio anal disebelah belakang. Disini terdapat m. sngter ani
eksterna yang melingkari anus.
#. )egio urogenitalis. Disini terdapat m. bulbokavernosus, m.
transversus perinealis supersialis dan m. iskiokavernosus.
Perineal body merupakan struktur perineum yang terdiri dari tendon
dan sebagai
tempat bertemunya serabut!serabut otot tersebut diatas.
Persyarafan perineum berasal dari segmen sakral #,3,' dari
sumsum tulang
belakang *spinal cord+ yang bergabung membentuk nervus
pudendus. Syaraf ini
meninggalkan pelvis melalui foramen sciatic mayor dan melalui
lateral
ligamentum sakrospinosum, kembali memasuki pelvis melalui
foramen sciatic
minor dan kemudian lewat sepanjang dinding samping fossa
iliorektal dalam
suatu ruang fasial yang disebut kanalis &lcock. ,egitu memasuki
kanalis &lcock,
n. pudendus terbagi menjadi 3 bagian - cabang utama, yaitu" n.
hemorrhoidalis
2
inferior diregio anal, n. perinealis yang juga membagi diri menjadi n.
labialis
posterior dan n. perinealis profunda ke bagian anterior dari dasar
pelvis dan
diafragma urogenital. dan cabang ketiga adalah n. dorsalis klitoris.
Perdarahan ke perineum sama dengan perjalanan syaraf yaitu
berasal dari arteri
pudenda interna yang juga melalui kanalis &lcock dan terbagi
menjadi a.
hemorrhoidalis inferior, a. perinealis dan a. dorsalis klitoris.
III. DEFINISI EPISIOTOMI
Episiotomi adalah suatu tindakan operatif berupa sayatan pada
perineum meliputi selaput lendir vagina, cincin selaput dara,
jaringan pada septum rektovaginal, otot!otot dan fascia perineum
dan kulit depan perineum. ,erguna juga untuk memudahkan
persalinan dan mencegah ruptura perineu totalis
/
.
IV. TUJUAN EPISIOTOMI :
1. 0embuat luka yang lurus dengan pinggir yang tajam,
sedangkan ruptura perinei yang spontan bersifat loka koyak
dengan dinding luka bergerigi.
2. 0embuat luka yang lurus dengan pinggir yang tajam,
mengurangi kemungkinan ruptura perinei totalis
$
.
3
V. Ada 4 macam jen! e"!#$#m
$. 1pisiotomi medialis yang dibuat digaris tengah
#. 1pisiotomi mediolateralis dari garis tengah ke samping
menjauhi anus
3. 1pisiotomi lateralis, $!# cm di atas commissura posterior ke
samping
'. 1pisiotomi sekunder "
2alau kita melihat ruptura perinei yang spontan atau
episiotomi medialis yang melebar sehingga mungkin menjadi
ruptura perinei totalis, maka kita gunting ke samping
3
.
VI. INDIKASI
3ndikasi episiotomi dapat berasal dari faktor ibu maupun
faktor janin.
3ndikasi ibu antara lain adalah"
a. Primigravida umumnya.
4
b. Perineum kaku dan riwayat robekan perineum pada persalinan
yang lalu.
c. &pabila terjadi peregangan perineum yang berlebihan misalnya
pada
persalinan sungsang, persalinan dengan cunam, ekstraksi vakum
dan anak
besar.
d. &rkus pubis yang sempit
/
.
3ndikasi janin antara lain adalah"
a. Sewaktu melahirkan janin prematur. (ujuannya untuk mencegah
terjadinya
trauma yang berlebihan pada kepala janin.
b. Sewaktu melahirkan janin letak sungsang, letak de4eksi, janin
besar.
c. Pada keadaan dimana ada indikasi untuk mempersingkat kala 33
seperti pada
gawat janin, tali pusat menumbung
/
.
2ontra indikasi pisiotomi antara lain adalah"
a. ,ila persalinan tidak berlangsung pervaginam
b. ,ila terdapat kondisi untuk terjadinya perdarahan yang
banyak seperti
penyakit kelainan darah maupun terdapatnya varises yang luas
pada vulva
dan vagina.
Saat membuat episiotomi ialah waktu kepala tampak dengan garis
tengah #!3 cm
$
.
5
5ang paling sering dipergunakan adalah "
1pisiotomi medialis dan episiotomi mediolateralis
$
.
2euntungan dan kerugian episiotomi medialis dan episiotomi
mediolateralis
$
.
1pisiotomi 0edialis 1pisiotomi 0ediolateralis
$. 0udah dijahit $. %ebih sulit dijahit
#. &natomis maupun fungsionil
sembuh dengan baik
#. &natomis maupun fungsionil
penyembuhan kurang
sempurna
3. 6yeri dalam nifas tidak
seberapa
3. 6yeri pada hari!hari pertama
nifas
'. Dapat menjadi rupura perinei '. 7arang menjadi ruptura perinei
totalis
2arena episiotomi medialis mungkin menjadi ruptura perinei totalis
maka dibuat episiotomi mediolateralis pada "
- &nak besar
- Posisi occipito posterior atau letak de4eksi
- 8orceps yang sulit
- Perineum yang pendek
$
a. 1pisiotomi medialis.
1pisiotomi medialis terutama dibuat pada anak yang
prematur. Sayatan dimulai pada garis tengah komissura posterior
lurus ke bawah tetapi tidak sampai mengenai serabut sngter ani
',
/
.
2euntungan dari episiotomi medialis ini adalah"
perdarahan yang timbul dari luka episiotomi lebih sedikit oleh
karena
6
merupakan daerah yang relatif sedikit mengandung pembuluh
darah.
sayatan bersifat simetris dan anatomis sehingga penjahitan kembali
lebih
mudah dan penyembuhan lebih memuaskan
/
.
2erugiannya adalah dapat terjadi ruptur perinei tingkat 333 inkomplet
*laserasi
m.sngter ani+ atau komplet *laserasi dinding rektum+
/
.
b. 1pisiotomi mediolateralis
Sayatan disini dimulai dari bagian belakang introitus vagina
menuju ke arah belakang dan samping. &rah sayatan dapat
dilakukan ke arah kanan ataupun kiri, tergantung pada kebiasaan
orang yang melakukannya
'
. Panjang sayatan kira!kira ' cm.
Sayatan disini sengaja dilakukan menjauhi otot sngter ani untuk
mencegah ruptura perinei tingkat 333. Perdarahan luka lebih banyak
oleh karena melibatkan daerah yang banyak pembuluh darahnya.
Otot!otot perineum terpotong sehingga penjahitan luka lebih sukar.
Penjahitan dilakukan
7
sedemikian rupa sehingga setelah penjahitan selesai hasilnya harus
simetris
c. 1pisiotomi lateralis
Sayatan disini dilakukan ke arah lateral mulai dari kira!kira
jam 3 atau 9
menurut arah jarum jam. 7enis episiotomi ini sekarang tidak
dilakukan lagi,
oleh karena banyak menimbulkan komplikasi. %uka sayatan dapat
melebar ke
arah dimana terdapat pembuluh darah pudendal interna, sehingga
dapat
menimbulkan perdarahan yang banyak. Selain itu parut yang terjadi
dapat
menimbulkan rasa nyeri yang mengganggu penderita
/
.
8
d. 3nsisi Schuchardt.
7enis ini merupakan variasi dari episiotomi mediolateralis,
tetapi sayatannya melengkung ke arah bawah lateral, melingkari
rektum, serta sayatannya lebih lebar
/
.
1pisiotomi sekunder terpaksa kita buat kalau penilaian kita salah
$
.
VII. PENJAHITAN %REPAIR& LUKA EPISIOTOMI
(eknik penjahitan luka episiotomi sangat menentukan hasil
penyembuhan luka episiotomi, bahkan lebih penting dari jenis
episiotomi itu sendiri. Penjahitan biasanya dilakukan setelah
plasenta lahir, kecuali bila timbul perdarahan yang banyak dari luka
episiotomi maka dilakukan dahulu hemostasis dengan mengklem
atau mengikat pembuluh darah yang terbuka
/
.
,eberapa prinsip dalam penjahitan luka episiotomi yang harus
diperhatikan
adalah sebagai berikut
/
"
$. Penyingkapan luka episiotomi yang adekwat dengan penerangan
yang baik,
sehingga restorasi anatomi luka dapat dilakukan dengan baik.
#. :emostasis yang baik dan mencegah dead space.
9
3. Penggunaan benang jahitan yang mudah diabsorbsi.
'. Pencegahan penembusan kulit oleh jahitan dan mencegah
tegangan yang
berlebihan.
/. 7umlah jahitan dan simpul jahitan diusahakan seminimal
mungkin.
;. :ati!hati agar jahitan tidak menembus rektum.
<. =ntuk mencegah kerusakan jaringan, sebaiknya dipakai jarum
atraumatik
/
.
VIII. PATO'ENESIS dan 'EJALA KLINIK
Pada episiotomi dapat terjadi suatu >dehiscence> yang
biasanya disebabkan suatu infeksi
#
. 8aktor lain yang
mempengaruhinya antara lain gangguan koagulasi, merokok dan
infeksi human papilovirus. 6yeri lokal dan disuria, dengan atau
tanpa retensi urin, sering menjadi gejalanya
#
. )amin ? colleagues
*$99#+ mengevaluasi dari 3' wanita dgn episiotomi dehiscence ;/@
ditemukan nyeri, ;/@ terdapat sekret purulent, ''@ demam, dan di
kasus yang ekstrim ditemukan vulva yang edema, ulserasi, ditutupi
eksudat.
%aserasi vagina dapat disebabkan secara langsung atau tidak
dari perineum. 0ukosa dapat menjadi merah dan bengkak
kemudian menjadi nekrotik. Dapat juga mengalami perluasan
menjadi limphangitis
#
.

I(. PERAWATAN LUKA PASKA EPISIOTOMI
10
Perawatan luka pada pasien paska episiotomi harus selalu
diperhatikan. )asa tidak nyaman dapat cepat berkurang
3
. %uka
paska episiotomi harus diperhatikan serupa dengan luka!luka lain.
Perineum membutuhkan tempat yang bersih dan kering. 0eskipun
tidak sering terluka namun sulit untuk sembuh karena berfungsi
sebagai tempat defekasi dan miksi. Setiap hari dibersihkan dengan
menggunakan sabun dan air sehingga membersihkan daerah
sekitar perineum dari sekresi. =ntuk membersihkan perineum dapat
menggunakan botol berisi air yang diperas jadi tidak menggunakan
kain atau kassa agar prnderita merasa lebih nyaman
3
.
Penggunaan >SitA baths> telah lama dianjurkan untuk
perawatan luka pada perineum. Suhu air yang digunakan untuk
perawatan luka perineum sampai saat ini masih menjadi
perdebatan. Droegemueller telah menemukan dengan
menggunakan >ice chips> akan mengurangi edema dan juga rasa
nyeri.
,eliau percaya bahwa dengan cara yang demikian akan
mengurangi bengkak dan menghambat konduksi saraf. ,anyak
penderita setelah dilakukan insisi perineum atau laserasi
memerlukan analgetik oral selama beberapa hari setelah
persalinan. &nalgetik yang diperlukan postpartum adalah analgetik
yang memiliki efek kerja cepat dan mempunyai efektitas tinggi.
Seorang ibu harus terbebas dari segala
macam infeksi, tetapi kita tetap harus waspada akan kemungkinan
terburuknya. &ntiprostaglandin sudah cukup untuk mengurangi
bengkak dengan disertai analgesia. 2odein terkadang digunakan
pada awal terapi
3
.
(. KOMPLIKASI dan RESIKO EPISIOTOMI
11
- 2ehilangan darah dalam jumlah yang banyak
- (erjadinya infeksi setelah insisi
- 6yeri setelah persalinan
- 6yeri ketika berhubungan seksual *nyeri ketika pertama kali
berhubungan setelah persalinan+.
- )asa tidak nyaman pada scar nya
;
.
(I. Pende)$a "a!*a e"!#$#m +a),! *em-a. .a/ a"a-.a
$e)da"a$ :
- 6yeri atau bengkak yang tidak lekas membaik.
- 0encium bau yang tidak enak dari tempat bekas episiotomi.
- &danya demam.
- &danya perdarahan dari tempat bekas episiotomi
;
.
.
DAFTAR PUSTAKA
1. Bagian Obstetri dan Gineo!ogi. Obtetri "ato!ogi. Band#ng$ Bagian Obstetri dan
Gineo!ogi %a#!tas &edoteran 'ni(ersitas "ad)d)aran$ 1981.
2. *#nning+am$ %.G...,et a!.-. "erine#m in Obstetrics .i!!iam 22nd. Ed. 'nited /tates
o0 1merica. 2cGra3 4i!!$ 2005. " 719-720
3. Bartsc+t$ &.5.$ 5e6ance7$ 8.O.6..Episiotom7 in G7neco!og7 and Obstetrics 9o!.2.
"+i!ade!p+ia. 8.B. 6ippincott *ompan7$ 1995. "1-11
12
4. &risnadi$ /.:.$ 2ose$ 8.*.$ E00endi$ 8./. "edoman 5iagnosis dan ;erapi Obstetri
dan Gineo!ogi :#ma+ /ait 5r. 4asan /adiin. Band#ng$ Bagian Obstetri dan
Gineo!ogi :#ma+ /ait 5r. 4asan /adiin$ 2005. 4a! 32-35
5. 1nestesi in0i!trasi pada episiotomi$ +ttp<==333.USU digital library.ac.id
6. Episiotom7 t7pe.$ +ttp<==333.Childbirth.org
13