Anda di halaman 1dari 9

Pertemuan 2

METODE BERPIKIR DALAM DESAIN


(Hady Soedarwanto ST. M. Ds.
Secara umum, dalam aktivitas kehidupan manusia dikenal tiga kategori cara berpikir,
yaitu cara berpikir logis, beipikir intuitif, clan berpikir prosedural. Beberapa pakar
metcdologi desain, seperti Osborn, Gordon, Matchett dan Broadbent beranggapan bahwa
bagian yang paling penting dalam proses merancang adalah munculnya gagasan-
gagasan yang sebagian besar di antaranya tidak disadari sumbernya oleh desinernya
sendiri !ones, "#$#%. &ikiran intuitif berorientasi pada hal-hal yang tidak logis, antara lain
perasaan, selera, emosi, insting, bahkan tahayul. 'al seperti ini dipahami sebagai
kreativitas yang sifatnya irasional tidak rasional%. Sampai batas tertentu hal ini dapat
dianalogikan dengan kemampuan binatang tertentu yang berdasarkan insting
menciptakan sesuatu yang bagus, misalnya burung atau lebah yang menciptakan
sarangnya.
(alam telaah selan)utnya, cara berpikir seperti ini kemudian dipertentangkan dengan
proses pemikiran sistematis, yaitu penelaahan masalah-masalah rasional sebagai dasar
untuk menetapkan keputusan desain. *ara berpikir ini disebut pula sebagai berpikir logis
atau rasional, karena mengacu pada data atau fakta yang rasional clan dianggap
sebagai pikiran yang terarah pada suatu )awaban atau kesimpulan serta penciptaan
suatu konsep. +edua unsur inilah yang kemudian membedakan dua metode berpikir
yang melandasi metodologi desain, yaitu berpikir intuitif dan berpikir raslonal serta
perpaduannya. *ara berpikir intuitif dan berpikir rasional ini diartikan pula sebagai
reasoning dan imagining ,awson, "##-%. Berpikir prosedural merupakan proses menilai
kembali keputusan yang telah ditetapkan, dan bilamana perlu mengambil keputusan
baru.
Mletodologi desain mengisti.ahkan tiga cara berpikir tadi sebagai Metode +otak +aca
Glass Bo/es%, Metode +otak 'itam Black Bo/es%, dan Metode &engorganisasian (iri
Self Organizlng System)
+etiga metode ini digunakan untuk melakukan telaah teoritis dalam mengeksplorasi
kemungkinan-kemungkinan serta gagasan-gagasan menu)u keputusan akhir suatu
desain.
Metode KotaK Ka!a
Metodologi Desain
Hady Soedarwanto., ST. M.Ds
Pusat Pengembangan Bahan Ajar
Universitas Mercu Buana
12
1
Metode kotak kaca (glass box method) adalah metode berpikir rasional yang secara
obyektif dan sistematis menelaah sesuatu hal secara logis dan terbebas dari pikiran dan
pertimbangan yang fidak rasional irasional%, misalnya sentimen dan selera. Metode ini
selalu berusaha untuk menemukan fakta-fakta dan sebab atau alasan faktual yang
melandasi ter)adinya suatu hal atau ke)adian dan kemudian berusaha menemukan
alternatif solusi atas masalah-masalah yang timbul. Metode berpikir seperti ini la0im pula
disebut sebagai reasoning.
(alam proses perancangan, ciri utama metode kotak kaca antara lain1
Sasaran serta strategi desain telah ditetapkan secara pasti dan )elas sebelum
telaah analisis% dilaksanakan.
2elaah desain dilaksanakan secara tuntas sebelum solusi atau keputusan yang
diinginkan ditetapkan.
Sebagian besar evaluasi bersifat deskriptif dan dapat di)elaskan secara logis.
Strategi perancangan ditetapkan terlebih dahulu sebelum proses analisis,
biasanya dalam susunan sekuensial, walau ada kalanya dalam bentuk proses
paralel, meliputi komponen atau bagian persoalan yang dapat dipilah.
Metode Kota" H#tam
+ebalikan dari metode kotak kaca, metode kotak hitam (black box method) adalah
metode berpikir intuitif dan disebut pula sebagai imagining.
*iri utama metode kotak hitam antara lain1
Sasaran desain tidak ditentukan secara pasti dan bisa berubah sesuai
perkembangan pikiran desainer maupun tambahan masukan data.
+eputusan desainer dikendalikan oleh masukan data terakhir tentang masalah
yang dihadapi, )uga masukan dari kasus-kasus lain yang hampir sama atau
setara analogi%, ditambah dengan masukan dari pengalaman diri desainer
sendiri.
+eputusan desainer dapat diambil lebih cepat tetapi bersifat acak random%
dengan mengabaikan sementara kela0iman yang berlaku di kalangan
masyarakat atau sebaliknya untuk mengakomodasi clan mengikuti kehendak
masyarakat.
Metodologi Desain
Hady Soedarwanto., ST. M.Ds
Pusat Pengembangan Bahan Ajar
Universitas Mercu Buana
12
2
(alam benaknya desainer mencerna dan memanipulasi citra yang
merepresentasikan struktur persoalan secara menyeluruh, kemudian dengan
cara yang sering tidak dapat diduga mentransformasikan masalah yang rumit
men)adi sederhana dan sekaligus menghasilkan keputusan akhir. (alam
metodologi desain, proses seperti ini sering disebut leap of insight.
3ntuk melaksanakan pendekatan dengan metode kotak hitam, seorang desainer
dituntut untuk memiliki pengalaman serta referensi yang banyak serta daya pikir yang
ta)am, meliputi kecepatan berpikir,fleksibilitas berpikir dan orlsinalitas berplklr.
,angkah-langkah pemikiran desainer dalam proses eksplorasi kotak hitam antara lain
berupa analogi, aplikasi, spekulasi clan intuisi.
Metode Pen$or$an#sas#an D#r#
Metode kotak kaca maupun metode kotak hitam sama-sama bertu)uan memperluas
lingkup clan wilayah eksplorasi untuk mencapai solusi pemecahan masalah desain.
+elemahan utama kedua metode ini adalah bahwa altematif keputusan yang dihasilkan
biasanya masih terlalu luas untuk dieksplorasi lebih lan)ut. Salah satu cara mengatasi
hal ini ditawarkan oleh Metode &engorganisasian (iri (Self-Organizing System%, antara
lain meliputi proses1
Memilah-milah permasalahan men)adi bagian-bagian atau komponen-komponen yang
dapat ditelaah secara logis clan analitis dengan metode kotak kaca. Berdasar
komponen-komponen yang dihasilkan oleh telaah tersebut maka keputusan akhir
diambil secara intuitif menggunakan metode kotak hitam.
METODE PEN%AMBILAN KEP&T&SAN DAN PEN%&'IAN KONSEP DESAIN
!alam proses menu)u pengambilan keputusan desain yang dilaksanakan melalui
analisis sistesis dan evaluasi, terkandung tiga tahapan esensial yang perlu dilalui untuk
mendapatkan hasil yang optimal. +etiga tahapan tersebut merupakan analisis pra-
desain yang meliputi ahap !ivergence, ahap ransformasi dan ahap "onvergence.
&roses ini dilaksanakan baik untuk mendapatkan gagasan baru maupun untuk mengu)i
ataupun menilai ulang suatu keputusan desain yang telah diambil, sebelum
pelaksanaannya direalisasikan. Secara sederhana masing-masing tahapan ini dapat
dianalogikan sebagai berikut1
Memecah suatu persoalan men)adi bagian-bagian sub problems).
Metodologi Desain
Hady Soedarwanto., ST. M.Ds
Pusat Pengembangan Bahan Ajar
Universitas Mercu Buana
12
3
Bagian-bagian yang telah terurai disatukan kembali dalam suatu susunan yang
baru.
Mengu)i serta menemukan konsekuensi-konsekuensi apabila susunan yang baru
tersebut dilaksanakan.
D#(er$en!e
!ivergence merupakan pola analisis yang cenderung memperluas lingkup penelaahan
ke segala hal yang berkaitan dengan tu)uan desain guna mendapatkan solusi yang
diinginkan, sesuai dengan makna harafiah divergence dalam bahasa lnggris yang berarti
menyebar. +arakteristik utama tahap divergence antara lain1
Sasaran desain tidak ditetapkan secara pasti dan dianggap masih bersifat
tentatif.
Batas lingkup permasalahan )uga tidak ditetapkan secara pasti.
+esimpulan evaluasi tidak segera ditetapkan sampai segala hal yang terkait
relevan% dipertimbangkan.
!esign brief dari sponsor atau pemberi tugas% dianggap sebagai titik awal
penelaahan masalah, bila perlu bisa diubah atau direvisi sesuai perkembangan
kondisi dan situasi yang dihadapi akan tetapi selalu harus dengan persetu)uan
pemberi tugas%. Sasaran desainer adalah mengembangkan ketidak pastian untuk
menghindari keputusan prematur dengan mengka)i ulang pemikiran sebelumnya
berdasarkan se)umlah informasi baru yang dianggap relevan.
Sasaran penelaahan adalah mengu)i kepekaan sponsor pemberi tugas, calon
pengguna, pasar, dan pihak lain yang terkait dengan keputusan desain.
&ada tahapan ini analisis dengan metode kotak hitam maupun kotak kaca digunakan
secara pragmatis dan proporsional. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa sasaran
telaah divergence adalah merusak atau mendekonstrvksi desain brief awal, sambil
berusaha mengidentifikasi lebih luas situasi yang dihadapi untuk menggugah
perubahan keputusan yang berharga dan yang dapat terlaksana (feasible).
Trans)ormat#on
2ahap divergence diikuti oleh tahap transformation transformasi%. Berdasarkan hasil
telaah analisis divergence, tahap transformasi berusaha mengungkapkan pola-pola,
kecenderungan dan arah-arah yang akan mempengaruhi keputusan desain. 'al ini
Metodologi Desain
Hady Soedarwanto., ST. M.Ds
Pusat Pengembangan Bahan Ajar
Universitas Mercu Buana
12
4
dihasilkan melalui analisis atau pemikiran kreatif tingkat tinggi. (alam tahapan ini
masalah konseptual maupun teknis dipertimbangkan secara simultan.
+arakteristik utama tahap transformasi antara lain1
Sasaran utama desain diarahkan berdasarkan telaah divergence, menghasilkan
pola-pola pikir yang nantinya memungkinkan tahap berikutnya (convergence)
menetapkan satu keputusan tunggal. (alam hal ini penetapan pola diartikan
sebagai pemikiran tindakan% kreatif, mengubah masalah yang rumit kompleks%
men)adi sederhana, menetapkan prinsip-prinsip penting yang perlu penekanan
serta mengabaikan hal-hal yang tidak penting.
(alam tahap ini sasaran-sasaran, design brief dan lingkup permasalahan mulai
ditetapkan bilamana variabel-variabel kritis telah teridentifikasi, konstrain
dipahami dan peluang-peluang dinilai untuk dimanfaatkan.
Masalah diurai ke dalam sub-sub masalah dan dinilai apakah sub-sub masalah
itu dapat dipecahkan secara berurutan, secara paralel atau relatif terisolasi.
Syarat paling penting tahap transformation adalah kebebasan mengubah
sasaran antara sub -goals% untuk menghindari terlalu banyaknya kompromi dan
kecepatan meramalkan konsekuensi serta keterlaksanaan feasibility% sasaran
tersebut.
4spek pribadi sangat berperan pada tahap ini terutama didasari pengalaman
serta kemampuan desainer pengambil keputusan dalam memahami seluruh
persoalan yang dihadapi.
*on(er$en!e
Secara harafiah convergence berarti memusat. &ada tahap ini sasaran desainer
memil.ih hanya% satu dari banyak alternatif keputusan desain yang terungkap dan
ditawarkan pada tahap divergence maupun tahap transformasi. Secara umum dapat
dikatakan bahwa sasaran tahap konvergensi adalah mengurangi alternatif sehingga
men)adi satu pilihan tunggal keputusan desain secepat mungkin.
+eteguhan dan kekakuan sikap diperlukan untuk menetapkan satu pilihan alter-natif
desain, sedangkan fleksibilitas berpikir dan keraguan harus dihindari. 'al ini didasari
oleh pemahaman bahwa dalam masalah desain ini keputusan terakhir adalah
keputusan optimal. 2idak pernah ada keputusan yang sempurna. 5ang ada hanya
Metodologi Desain
Hady Soedarwanto., ST. M.Ds
Pusat Pengembangan Bahan Ajar
Universitas Mercu Buana
12
5
keputusan yang optimal. Selalu tersisa kelemahan yang tidak dapat dihindari, yang
hanya dapat diminimalkan.
Tataran Pen$am+#,an Ke-utusan Desa#n
+arena luasnya spektrum permasalahan dan pemikiran dalam proses perancangan
maka keputusan desain dapat dikategorikan dalam empat tataran atau level, yaitu1
". Tataran Komun#tas ("ommunity #evel). *ontoh1 &ilihan )enis pusa1 pembangkit
listrik, sistem transportasi massal sebuah kota, pola permukima-penduduk kota,
dan lainnya.
6. Tataran S#stem System #evel). *ontoh1 Sistem pengondisian udara dalam
gedung, sistem pengelolaan sampah kota, sistem pelayanan tamu di sebuah
restoran, dan lainnya.
7. Tataran Produ" ($roducts #evel). *ontoh1 8aket tenis, penyedot debu
,
lemari
es, mobil, sepeda, dan lainnya.
9. Tataran Kom-onen ("omponents #evel). *ontoh1 8adiator, peredam ke)u-.
(shock breaker), ban, baterai, engsel, dan lainnya.
Sesuai lingkup permasalahannya, keputusan yang diambil pada tataran komunicas dan
tataran sistem bersifat abstrak (intangible), la0imnya bentuk kebi)akar. policy% atau pilihan
sistem maupun pilihan konsep yang bersifat umum.
&ada tataran produk dan tataran komponen, keputusan yang diambil bersifa1 kongkret
(tangible), teknis, visual, dan spesifik.
METODE ANALISIS &NT&K EKSPLORASI DAN E.AL&ASI
(alam proses perancangan, untuk keperluan eksplorasi gagasan maupun untuk menilai
keputusan yang telah ditetapkan, digunakan beberapa metode analisis, antara lain
%rainstorming, Synectics, S&O 'nalysis dan "ost-%enefit 'nalysis. Brainstorming
dan synectics adalah metode yang digunakan untuk mengeksplorasi solusi keputusan
desain guna men)awab masalah perancangan dengan cara menggugah, menghimpun,
serta memformulasikan secara cepat gagasan-gagasan segar dari sekelompok individu
terpilih dengan memanfaatkan latar belakang keahlian dan pengalaman profesional
angota kelompok itu. Gagasan-gagasan diungkapkan melalui perpaduan antara
pemikiran logis glass box) maupun intuitif (black box). Sedangkan S:O2 analysis dan
cost-benefit analusis pada prinsipnya memilah hal positif dan negatif dari suatu hal
yang dinilai serta memperbandingkannya.
Metodologi Desain
Hady Soedarwanto., ST. M.Ds
Pusat Pengembangan Bahan Ajar
Universitas Mercu Buana
12
6
Bra#nstorm#n$
3ntuk melaksanakan brainstorming ditempuh langkah-langkah sebagai berikut1
". Memilih sekelompok individu yang menguasai masalah dan dianggap mampu
atau memiliki kompetensi untuk menyumbangkan gagasan tentang suatu
masalah perancangan untuk men)adi anggota tim brainstorming.
6. Menetapkan aturan bahwa tidak dii0inkan untuk mengritik gagasan yang
dikemukakan orang lain, dan bahwa gagasan yang ekstrem pun dapat
diterima.
3. Secara kuantitas gagasan dibuat sebanyak mungkin dan kemudian seluruh
anggota tim diarahkan agar berusaha menggabungkan gagasan-gagasan
yang layak (feasible).
9. Seluruh gagasan yang muncul dirangkum dan diformulasikan menia--m
kesimpulan tim.
Metode brainstorming dapat diaplikasikan pada semua tataran perancangan tataran
komunitas, sistem, produk, komponen%. !uga dapat digunakan untuk mengu)i gagasan
lain yang telah ada, misalnya untuk menetapkan pertanyaan dalam sebuah kuesioner.
Syne!t # !s
Metode eksplorasi synectics pada prinsipnya sama dengan brainstorming, yaitu
menggugah gagasan-gagasan segar dari sekelompok individu terpilih. 'al yang khusus
pada synectics adalah bahwa individu anggota tim berasal dari latar belakang
keahlian yang lebih luas, termasuk dari luar bidang desain antara lain bidang
mana)emen, rekayasa, sosial, dan lainnya%. Selain itu synectics )uga dilaksanakan
dengan tahapan ker)a yang lebih rumit dan kurun waktu yang lebib lama.
&engungkapan gagasan terutama dilakukan melalui analogi dari pengalaman para
anggota tim.
Ana, # s# s S/OT
4nalisis S:O2 terutama dipergunakan untuk menilai dan menilai ulang re-evaluasi%
suatu hal yang telah ada dan telah diputuskan sebelumnya dengan tu)uar
meminimumkan risiko yang mungkin timbul. ,angkahnya adalah dengar
mengoptimalkan segi positif yang mendukung serta meminimalkan segi negatif yang
berpotensi menghambat pelaksanaan keputusan perancangan yang telah diambil.
Metodologi Desain
Hady Soedarwanto., ST. M.Ds
Pusat Pengembangan Bahan Ajar
Universitas Mercu Buana
12
7
,angkah analisis1 Mengka)i hal atau gagasan yang akan dinilai dengan cara memilah
dan menginventarisasi sebanyak mungkin segi kekuatan (strengthi. kelemahan
weakness%, peluang opportunity%, dan ancaman (threat).
Segi kekuatan dan kelemahan merupakan kondisi internal yang dikandung oleh obyek
yang dinilai, sedangkan peluang dan ancaman merupakan faktor eksternal.
'asil ka)ian dari keempat segi ini kemudian disimpulkan, meliputi Strategi &emecahan
Masalah, &erbaikan, &engembangan, clan Optimalisasi.
&enyusunan kesimpulan la0im dilakukan dengan cara meramu sedapat mungkin% hal-hal
yang dikandung oleh keempat faktor men)adi sesuatu yang positif, netral atau minimal
dipahami. &enyusunan kesimpulan ini ditampung dalam Matriks &akal yang terdiri dari1
Strategi &; - +3 < &eluang dan +ekuatan1 Mengembangkan peluang men)adi
kekuatan.
Strategi &; - ,;M < &eluang clan +elemahan1 Mengembangkan peluang untuk
mengatasi kelemahan.
Strategi 4 - +3 < 4ncaman clan kelemahan1 Mengenali clan mengantisipasi
ancaman untuk menambah kekuatan.
Strategi 4 - ,;M < 4ncaman clan kelemahan1 Mengenali dan mengantisipasi
ancaman untuk meminimumkan kelemahan.
*ost 0 Bene)# t Ana, ys# s
(alam proses perancangan sesuatu yang telah diputuskan atau akan diputuskan
selalu terkandung dampak positif yang mendatangkan manfaat (benefit) maupun
dampak negatif yang merupakan beban atau biaya (cost) bagi manusia serta
lingkungan sekelilingnya.
*ost-benefit analysis la0im dilaksanakan sebelum suatu rancangan diputuskan
dengan tu)uan meminimumkan dampak negatif yang mungkin timbul dengan memilih
satu di antara beberapa alternatif keputusan perancangan dengan
memperbandingkan segala konsekuensi yang timbul dari setiap alternatif yang dipilih,
baik yang bersifat negatif dan akan men)adi beban cost%, maupun yang besifat positif
benefit%.
&rinsip analisisnya hampir sama dengan S:O2 analysis. &erbedaannya, pada cost-
benefit analysis, semua hal yang dinilai, baik kuantitatif maupun kualitatif, ditetapkan
Metodologi Desain
Hady Soedarwanto., ST. M.Ds
Pusat Pengembangan Bahan Ajar
Universitas Mercu Buana
12
8
nilainya dengan harga uang, baik yang biayanya dapat dikalkulasi dikuantifikasi%
maupun yang tidak.
3ntuk hal yang tidak dapat dikalkulasi maka dilakukan estimasi perkiraan% biaya.
*ontoh kasus1 &embangunan kota satelit untuk permukiman baru di wilayah pinggir
kota.
Benefit yang didapat, antara lain1
&ertambahan )umlah rumah tinggal bagi warga kota dapat dikalkulasi dengan
men)umlah harga rumah dan pa)ak < &BB%.
Mengurangi kemacetan lalu-lintas di pusat kota dengan menyebar pusat-puw
kegiatan ke lingkungan permukiman tidak dapat dikuantifikasi%.
&eningkatan aktivitas perekonomian dan lapangan ker)a bagi pendud.1=.
sekeliling tidak dapat dikuantifikasi%.
+ualitas lingkungan fisik pemukiman yang lebih sehat dan nyaman < panorama
indah tidak dapat dikuantifikasi%.
'arga diri atau gengsi yang ditawarkan bila bertempat tinggal di permukiman
baru tersebut tidak dapat dikuantifikasi%.
*ost yang timbul antara lain1
Biaya pembebasan lahan < ganti rugi tanah dapat dikuantifikasi%.
Biaya pematangan lahan dan )alan, listrik, air dapat dikuantifikasi%.
Biaya pembangunan rumah tinggal dapat dikuantifikasi%.
+erusakan lingkungan < daerah resapan air hu)an, konservasi flora dan satwa
langka tidak dapat dikuantifikasi%.
Marginalisasi pemilik lahan < penduduk asli tidak dapat dikuantifikasi%.
Setelah seluruh butir kategori cost dan benefit dikuantifikasi dengan )umlah uang maka
kemudian diperbandingkan untuk kemudian dipergunakan sebagai dasar pengambilan
keputusan.
Metodologi Desain
Hady Soedarwanto., ST. M.Ds
Pusat Pengembangan Bahan Ajar
Universitas Mercu Buana
12
9