Anda di halaman 1dari 4

IKLIM KERJA (INDEKS SUHU BOLA BASAH)

Disusun Oleh :
Nur Sea
PO7130012 093

JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN
POLTEKES KEMENKES PALU 2014












KATA PENGANTAR

Assalamualaikum. War. Wab.
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan yang maha Esa. Atas berkat dan
rahmatnyalah kami dapat menyelesaikan laporan praktikum ini tepat pada waktunya.
Taklupa pula kami ucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada dosen-dosen serta
rekan-rekan semua yang telah membantu kami dalam penyusunan laporan ini.
Kami menyadari sepenuhnya penyusunan laporan ini masih jauh dari
kesempurnaan oleh karena itu, dengan kerendahan hati, kami mengharapkan kritik dan
saran yang bersifat membangun untuk menyempurnakan laporan ini.
Akhir kata kami mengharapkan laporan ini dapat memberi manfaat bagi kita
semua.
Wassalamualaikum. War. Wab.


Palu, 4 juli 2013

Penulis













I. TANGGAL DAN WAKTU
II. TUJUAN
III. DASAR TEORI

1. Pengertian Iklim Kerja
Faktor fisik merupakan komponen yang terdapat di lingkungan kerja seperti
kebisingan, penerangan, iklim kerja, getaran dan radiasi, yang biasanya mempengaruhi
tenaga kerja. Faktor fisik yang diteliti dalam penelitian ini adalah iklim kerja. Kemajuan
teknologi dan proses produksi dalam industri, telah menimbulkan suatu lingkungan kerja
yang mempunyai iklim / cuaca tertentu yang disebut iklim kerja, yang dapat berupa iklim
kerja panas dan iklim kerja dingin. Dalam Keputusan Mentri Tenaga Kerja No. PER
13/MEN/X/2011tentang Iklim kerja adalah hasil perpaduan antara suhu, kelembaban,
kecepatan gerakan udara dan panas radiasi dengan tingkat pengeluaran panas dari tubuh
tenaga kerja sebagai akibat pekerjaannya.
Menurut Sumamur PK, ik
lim kerja adalah kombinasi dari suhu udara, kelembaban udara, kecepatan gerakan dan suhu
radiasi. Kombinasi keempat faktor tersebut bila dihubungkan dengan produksi panas oleh
tubuh dapat disebut dengan tekanan panas. Indeks tekanan panas disuatu lingkungan kerja
adalah perpaduan antara suhu udara, kelembaban udara, kecepatan gerakan udara, dan panas
metabolisme sebagai hasil aktivitas seseorang. Suhu tubuh manusia dapat dipertahankan
secara menetap oleh suatu sistem pengatur suhu (
system thermoregulator
). Suhu menetap ini adalah akibat keseimbangan diantara panas yang dihasilkan didalam
tubuh sebagai


akibat metabolisme dan pertukaran panas diantara tubuh dengan lingkungan sekitar. Dari
suatu penyelidikan diperoleh hasil bahwa produktivitas kerja manusia akan mencapai tingkat
yang paling tinggi pada temperatur sekitar 24 derajat Celsius sampai 27 derajat Celsius. 1.1.
Iklim Kerja Panas Iklim kerja panas merupakan meteorologi dari lingkungan kerja yang dapat
disebabkan oleh gerakan angin, kelembaban, suhu udara, suhu radiasi dan sinar matahari.
Panas sebenarnya merupakan energi kinetik gerak molekul yang secara terus menerus
dihasilkan dalam tubuh sebagai hasil samping metabolisme dan panas tubuh yang
dikeluarkan kelingkungan sekitar. Agar tetap seimbang antara pengeluaran dan pembentukan
panas maka tubuh mengadakan usaha pertukaran panas dari tubuh ke lingkungan sekitar
melalui kulit dengan cara konduksi, konveksi, radiasi dan evaporasi. a. Konduksi, merupakan
pertukaran diantara tubuh dan benda-benda sekitar dengan melalui sentuhan atau kontak.
Konduksi akan menghilangkan panas dari tubuh apabila benda-benda sekitar lebih dingin
suhunya, dan akan menambah panas kepada tubuh apabila benda-benda sekitar lebih panas
dari tubuh manusia
IV. ALAT DAN BAHAN
V. PROSEDUR KERJA
VI. HASIL DAN PEMBAHASAN
VII. PENUTUP

VIII.

Anda mungkin juga menyukai