Anda di halaman 1dari 14

AGRITEK VOL. 17 NO. 5 SEPTEMBER 2009 ISSN.

0852-5426
BIOREMEDIASI MERKURI (H! DENGAN TUMBUHAN AIR SEBAGAI
SALAH SATU ALTERNATI" PENANGGULANGAN LIMBAH TAMBANG EMAS
RAK#AT
Mercury (Hg) Biroremediation with Aquatic Plants as an Alternative in Waste
Treatment of Gold Traditional Mining
T$%%&' M. P()(*(
D$+,- ./0/+(- B1$)$1' "MIPA' U-12,0+13(+ N,,01 M(-(4$
ABSTRAK

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh jenis tumbuhan
(jumlah tumbuhan dan biomassa) terhadap tingkat penurunan konsentrasi Hg yang terdapat
di dalam limbah. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak
lengkap (RAL) pola faktorial yang terdiri dari faktor jenis. Faktor tumbuhan terdiri dari
(tiga) jenis yaitu kangkung air! teratai! eceng gondok. Hasil penelitian menunjukkan pada
hari ke "# perbedaan jenis tumbuhan belum berpengaruh secara nyata (p $ % &!&#) pada
penurunan konsentrasi Hg. Pada hari ke & jenis tumbuhan berpengaruh secara nyata (p ' %
&!&#). (emampuan penyerapan merkuri oleh tumbuhan berbeda! paling tinggi
kemampuannya adalah kangkung air kangkung air! teratai dan eceng gondok. (esimpulan
penelitian ini adalah bah)a tumbuhan air (kangkung! teratai! eceng gondok) dapat
digunakan sebagai agen penyerapan merkuri yang terdapat pada limbah tambang emas
tradisional! dengan masing*masing mempunyai kemampuan yang berbeda.
K(3( 5/-61+ bioremediasi! tumbuhan air! merkuri (Hg)! tambang emas rakyat
ABSTRA7T
,his research is held to kno) the effect of plants (amount of plants and biomass) to the
decreasing of Hg concentration in )aste)ater. ,he research design used -omplete Random
.esign )ith factorial module )hich consists of kind and biomass of plants. Plant factors
consist of (three) kind. ,hese are kangkung air! ,eratai! eceng gondok. Research results
performs in the "#
th
days! the differentiate of kind of plants ha/e no effect e0plicitly (p $ %
&!&#) at the reduced of Hg. 1n a days of &
th
! kind of plants has an effect (p ' % &!&#). ,he
conclusion of this research is that )ater plants (such kangkung air! teratai! eceng gondok)
can be used as an agent of bioremediation of mercury in a )aste)ater at the traditional gold
mining! )hich is each plants has different capabilities.
K,& 8$04+9 bioremediation! )ater plant! mercury (Hg)! traditional gold mining
PENDAHULUAN
.i Propinsi 2ula)esi 3tara terdapat
beberapa lokasi kegiatan pertambangan
emas tradisional dilakukan oleh
masyarakat. (egiatan pertambangan emas
ini telah bertahun*tahun dan menggunakan
teknologi sederhana. .aerah*daerah per*
tambangan tersebut antara lain kecamatan
.imembe! kecamatan Ratatotok! (eca*
matan .umoga dan kecamatan 4odayag.
4enurut 5apedalda Propinsi 2ula)esi
3tara (6&&") bah)a penambang emas
tradisional tahun 6&&& terdapat sekitar
66.&&& orang! dibagi dalam dua kelompok
yakni kegiatan pertambangan emas rakyat
yang mempunyai i7in (8ilayah
Penambangan Rakyat atau 8PR) dan
kegiatan pertambangan emas rakyat yang
tidak mempunyai i7in (Penambang 9mas
"
AGRITEK VOL. 17 NO. 5 SEPTEMBER 2009 ISSN. 0852-5426
,anpa 1jin atau P9,1). Pada kegiatan
pertambangan kelompok*kelompok terse*
but! yang terdiri dari puluhan ribu
penambang! selalu menggunakan merkuri
untuk proses pengolahan biji emas.
Penangkapan " (satu) gram emas di*
perkirakan melepaskan l (satu) gram
merkuri ke lingkungan! dimana sebagian
terlepas di udara dan sebagian lagi terlepas
ke perairan bersama dengan lumpur
(tailing) hasil pencucian. .engan demikian
dapat dihitung jumlah pencemaran yang
terjadi dalam satu satuan produksi
sebagaimana yang disampaikan (amagi
(":;:) bah)a produksi tambang emas
rakyat pada tahun ":;<=":;> berjumlah *
# ton.
.itinjau dari aspek sosial ekonomi!
kegiatan pertambangan emas rakyat telah
memberi kontribusi bagi penyerapan
tenaga kerja dan secara langsung juga
berdampak pada peningkatan kesejahteraan
masyarakat sekitar daerah pertambangan.
5erdasarkan data di kecamatan .imembe
?uli 6&&@ terdapat "::@ buah tromol dan
menyerap tenaga kerja penambang se*
banyak 6#&& * &&& orang per hari.
4enurut Langkubi (6&&@) bah)a kegiatan
penambangan telah meningkatkan pen*
dapatan bagi masyarakat. 5erdasarkan
perhitungan besarnya putaran uang yang
beredar di kecamatan .imembe dari
kegiatan pertambangan emas rakyat
tersebut mencapai nilai minimal Rp. &
milyar pertahun. ,etapi dipihak lain!
kegiatan pertambangan juga telah me*
nimbulkan beberapa permasalahan baru
bagi pemerintah daerah. 4enurut pihak
pemerintah daerah bah)a kegiatan per*
tambangan emas yang dilakukan masya*
rakat ini dianggap tidak sah (illegal)
dengan alasan bah)a penambangan yang
dilakukan dapat mencemari lingkungan.
4aka dengan alasan tersebut pemerintah
berniat untuk menutup kegiatan per*
tambangan emas rakyat tersebut. Rencana
penutupan kegiatan pertambangan tersebut
telah menimbulkan keresahan terhadap
masyarakat! karena masyarakat ber*
pendapat bah)a penambangan dilakukan di
atas tanah milik sendiri dan bukan di atas
tanah pihak lain. Perbedaan pandangan ini
berpotensi timbulnya konflik sosial yang
dapat mengakibatkan munculnya rasa
permusuhan penambang terhadap peme*
rintah.
". 3ntuk mengetahui pengaruh jenis
tumbuhan air+ kangkung air
(I.aquatica)! teratai (N.nelumbo)! eceng
gondok (E.crassipes)! terhadap kadar
Hg dan indeks bioremediasi (15R)
logam berat Hg air limbah tambang
emas rakyat di kecamatan .imembe!
pada hari ke "# dan &.
6. 3ntuk mengetahui pengaruh
biomassa tumbuhan terhadap kadar Hg
dan 15R logam berat Hg pada limbah
tambang emas rakyat di kecamatan
.imembe hari ke "# dan hari ke &A
. 3ntuk mengetahui pengaruh
kombinasi antara jenis dan biomassa
tumbuhan air terhadap kadar Hg dan
15R logam berat Hg air limbah
tambang emas rakyat dikecamatan
.imembeA
@. 3ntuk mengetahui kemampuan
penyerapan tumbuhan air+ kangkung
air (I.aquatica)! teratai (N.nelumbo)!
eceng gondok (E.crassipe) terhadap
logam berat Hg dari air limbah
tambang emas rakyat di kecamatan
.imembe setelah & hariA
METODE PENELITIAN
R(-6(-(- P,-,)131(-
Penelitian ini menggunakan metode
eksperimen dengan skala lapangan pada
daerah pengolahan emas tradisional.
Rancangan penelitian adalah rancangan
acak lengkap (RAL) dengan pola faktorial
yang terdiri dari faktor jenis dan biomassa
tumbuhan. Bariable penelitian adalah+
". Bariabel bebas (independent variable)
dalam penelitian ini adalah jenis
tumbuhan air+ kangkung air
(I.aquatica)! teratai (N.nelumbo)! eceng
gondok (E.crassipes)! dan biomassa
tumbuhan yaitu & kg ! "& kg ! 6& kg!
& kg
6
AGRITEK VOL. 17 NO. 5 SEPTEMBER 2009 ISSN. 0852-5426
6. Bariabel terikat (dependent variable)
adalah kadar logam berat merkuri (Hg)
yang terlarut dalam air limbah selama
perlakuan bioremediasi.
M,3$4, P,-/%*/)(- D(3(
Pengumpulan data dilakukan terhadap
tiga jenis tumbuhan terdiri dari (tiga)
le/el yakni+ kangkung air (I.aquatica)!
teratai (N.nelumbo)! eceng gondok
(E.crassipes) dan faktor biomassa tum*
buhan terdiri atas @ le/el yaitu & kg! # kg!
"# kg! & kg. 4asing*masing perlakuan
diadakan pengulangan (replikasi) kali
sehingga jumlah unit perlakuan adalah 0
@ 0 C < unit. Faktor jenis tumbuhan
dengan simbol (,) terdiri dari jenis
tumbuhan yaitu kangkung air (,")! teratai
(,6)! eceng gondok (,). Faktor biomassa
dengan simbol (5) terdiri dari @ le/el yaitu
& kg sebagai kontrol (5&)! # kg (5")! "# kg
(56)! & kg (5).
M,3$4, A-()1+1+ D(3(
.ata dianalisis menggunakan uji
ADABA dua arah (two-way ANAVA) yaitu
untuk melihat apakah ada perbedaan
pengaruh antara jenis tumbuhan! biomassa
tumbuhan! kombinasi biomassa dan jenis
tumbuhan terhadap penurunan konsentrasi
(kadar) merkuri yang terdapat di dalam
limbah perlakuan. (riteria pengujian yaitu
jika probabilitas pada taraf % &!&#. Apabila
terdapat perbedaan! dilanjutkan dengan uji
beda nyata terkecil (5D,) yaitu melihat
perbedaan antar pasangan perlakuan dan
uji regresi untuk melihat perbedaan
hubungan antar /ariabel. Perhitungan
indeks bioremediasi (15R) dilakukan
berdasarkan data hasil perlakuan. .ari data
yang terkumpul dilakukan perhitungan
tingkat penurunan konsentrasi merkuri
selama kegiatan berlangsung. ,ingkat
penurunan konsentrasi merkuri selanjutnya
dikenal dengan indeks bioremediasi (15R)
diperoleh dengan perhitungan+
15R C ((ons. a)al* (ons. akhir ) 0 "&& E
(onsentrasi a)al
2elanjutnya berdasarkan data per*
hitungan 15R dari setiap unit perlakuan
dilakukan pengujian bagaimana pengaruh
jenis tumbuhan! biomasa tumbuhan! dan
kombinasi jenis dan biomassa tumbuhan
terhadap persentase bioremediasi merkuri.
Pengujian ini dilakukan dengan analisis
/arian (ADABA). Perhitungan nilai faktor
biokonsentrasi (F5() diperoleh dengan
mengikuti perhitungan sebagai berikut
(Fiaomei Lu et al.! 6&&@) +
F5(C ((onsentrasi logam dalam
tumbuhan) = ( (onsentrasi a)al pada
larutan luar tumbuhan)
HASIL DAN PEMBAHASAN
P,-(0/: 3/%;/:(- (10 3,0:(4(*
;1$0,%,41(+1 H 4(- IBR /%/0 15
:(01
.alam penelitian ini dilakukan
pengujian jenis tumbuhan air yang
berpengaruh terhadap bioremediasi limbah
Hg dan persentase indeks bioremediasi
(15R) Hg pada air limbah tambang emas
rakyat di kecamatan .imembe kabupaten
4inahasa. Parameter pengukuran adalah
konsentrasi Hg pada air limbah setelah
diadakan perlakuan dengan menggunakan
tumbuhan air. Gambar " menunjukkan
bagaimana penurunan kadar Hg setelah "#
hari perlakuan! dimana konsentrasi dengan
perlakuan tumbuhan kangkung air menjadi
&!6: mg=l! tumbuhan teratai &!#&: mg=l!
eceng gondok &!#@; mg=l. Proses
bioremediasi dengan menggunakan
tumbuhan air menunjukkan terjadi
penurunan kadar Hg yang sangat berarti.
Fenomena lain yang terjadi pada
pelaksanaan bioremediasi adalah turunnya
kadar Hg pada limbah tanpa perlakuan
(kontrol) dari :!&# mg=l menjadi !&# mg=l.
,erjadinya fenomena ini menggambarkan
bah)a dalam penelitian skala lapangan ini
terdapat faktor lain yang berpengaruh yang
tidak termasuk dalam /ariabel penelitian.

AGRITEK VOL. 17 NO. 5 SEPTEMBER 2009 ISSN. 0852-5426


G(%;(0 1. Pengaruh jenis tumbuhan terhadap rerata kadar Hg pada air limbah
tambang emas rakyat di kecamatan .imembe! dibandingkan dengan data
a)al sebelum perlakuan pada pengamatan hari ke "#.
5erdasarkan data yang diperoleh
dengan mengadakan analisis kandungan
merkuri pada masing*masing limbah
setelah "# hari perlakuan! selanjutnya data
tersebut dilakukan analisis /arian. Hasil
analisis /arian (ADABA) menunjukkan
bah)a jenis tumbuhan tidak berpengaruh
bermakna terhadap penurunan kadar
merkuri di dalam air limbah dengan nilai p
&!<6; $ % &!&#. Rerata kandungan Hg pada
masing*masing tumbuhan adalah kangkung
air (&!6: mg=l)! teratai (&!#&: mg=l)! dan
eceng gondok (&!#@; mg=l). Hasil analisis
pula menunjukkan bah)a tumbuhan paling
tinggi pengaruhnya terhadap penurunan
merkuri yaitu tumbuhan kangkung! diikuti
teratai! dan eceng gondok. Hasil
perhitungan indeks bioremediasi kemudian
diadakan analisis /arian (ADABA)
pengaruh jenis tumbuhan terhadap indeks
bioremediasi (15R) air limbah Hg. Hasil
ADABA menunjukkan bah)a jenis
tumbuhan tidak berpengaruh bermakna
terhadap persentase 15R pada hari ke "#
dengan nilai p &!>@ $ % &!&#. Rerata nilai
15R yaitu pada tumbuhan kangkung air
;;!;;E! teratai ;!""E! dan eceng gondok
;6!""E. 5erdasarkan data tersebut
menunjukkan bah)a tumbuhan kangkung
air merupakan tumbuhan yang paling
tinggi 15R! kemudian teratai! selanjutnya
tumbuhan eceng gondok.
P,-(0/: B1$%(++( 3/%;/:(-
3,0:(4(* ;1$0,%,41(+1 4(- 1-4,5+
;1$0,%,41(+1 (IBR! (10 )1%;(: :(01
5, 15
Pengujian pengaruh biomassa
tumbuhan dilakukan dengan tujuan untuk
mengetahui apakah perbedaan biomassa
tumbuhan berpengaruh terhadap bio*
remediasi merkuri dan dan indeks
bioremediasi (15R) merkuri pada air
limbah tambang emas rakyat .imembe.
.ata yang diperoleh selanjutnya dilakukan
analisis /arian (ADABA) dengan hasil
menunjukkan bah)a biomassa tumbuhan
berpengaruh bermakna terhadap kadar Hg
pada air limbah. Pengaruh ini ditunjukkan
dengan nilai p &!&6< ' % &!&#. 2elanjutnya
rerata kandungan Hg pada masing*masing
perlakuan yaitu pada perlakuan # kg &!66:
mg=l! pada "# kg &!6:@ mg=! dan pada &
kg &!;< ppm. Hasil rerata tiap perlakuan
menunkkan bah)a biomassa # kg
mempunyai kemampuan paling tinggi!
diikuti oleh biomassa "# kg! selanjutnya
pada perlakuan & kg. 2elanjutnya hasil uji
beda nyata terkecil (5D,) pengaruh
biomassa terhadap penurunan kadar Hg
menunjukkan bah)a antara kontrol dan
biomassa berpengaruh bermakna! antara #
kg dan "# kg tidak berpengaruh bermakna!
antara # kg dan & kg berpengaruh
@
AGRITEK VOL. 17 NO. 5 SEPTEMBER 2009 ISSN. 0852-5426
bermakna. .ata tentang pengaruh
biomassa terhadap bioremediasi Hg dan
15R Hg air limbah. Hasil analisis
menunjukkan bah)a biomassa tumbuhan
tidak berpengaruh bermakna terhadap 15R
dengan nilai p &!&>@ $ % &!&#. Rerata
persentase 15R adalah pada biomassa # kg
adalah :6! E! biomassa "# kg :&!""! dan
biomassa & kg >"!<<E. 5erdasarkan data
rerata persentase 15R menunjukkan bah)a
biomassa paling tinggi pengaruhnya
terhadap 15R adalah # kg! kemudian "# kg!
selanjutnya pada & kg.
P,-(0/: K$%;1-(+1 <,-1+ 3/%-
;/:(- 4(- ;1$%(++( 3/%;/:(-
3,0:(4(* B1$0,%,41(+1 4(- IBR
:(01 5, 15
Hasil analisis kandungan Hg pada
setiap unit perlakuan kemudian dilakukan
analisis /arian (ADABA). Analisis ini
dilakukan untuk mengetahuai pengaruh
kombinasi jenis tumbuhan dan biomassa
terhadap kadar Hg pada air limbah dan
indeks bioremediasi (15R) air limbah
tambang emas rakyat .imembe. Hasil
ADABA menunjukkan bah)a kombinasi
antara jenis tumbuhan dan biomassa tidak
berpengaruh bermakna terhadap penurunan
kadar Hg air limbah yang ada pada kolam
perlakuan dengan nilai signifikan p sebesar
&!<> $ % &!&#. Rerata kadar Hg pada
kontrol adalah !&# mg=l! kangkung air #
kg &!@&" mg=l! kangkung air "# kg &!6#:
mg=l! kangkung air & kg &!6> mg=l.
,eratai # kg &!># mg=l! teratai "# kg &!66<
mg=l! teratai & kg &!"@< mg=l. 9ceng
gondok # kg &!6@: mg=l! eceng gondok "#
kg &!<&6 mg=l! eceng gondok & kg &!>:@
mg=l.
Hasil analisis menunjukkan bah)a
interaksi jenis tumbuhan dan biomassa
tidak berpengaruh bermakna terhadap
persentase 15R air limbah tambang emas
rakyat dengan nilai p &!";#$% &!&#. Rerata
persentase 15R pengaruh kombinasi jenis
tumbuhan dan biomassa menunjukkan
bah)a kangkung # kg ;<!E! kangkung
"# kg :"E! kangkung & kg ;:!E.
,eratai # kg :;!<>E! teratai "# kg ::E!
teratai & kg #"!<>E. 9ceng gondok # kg
:6E! eceng gondok "# kg ;&!E! eceng
gondok & kg >@E. 5erdasarkan pada hasil
analisis dan uraian di atas! maka secara
keseluruhan dapat dijelaskan bah)a rerata
kandungan Hg paling rendah dan 15R
paling tinggi terdapat pada tumbuhan
teratai dengan biomassa "# kg! dengan
kadar Hg &!&6 dan 15R ::E. .engan
demikian pada hari ke "# tumbuhan teratai
dengan biomassa "# dianggap tumbuhan
yang paling efektif.
P,-(0/: .,-1+ 3/%;/:(- 3,0:(4(*
;1$0,%,41(+1 4(- IBR )1%;(: H
*(4( :(01 5, =0
.ata yang diperoleh pada analisis hari
ke & dilakukan analisis /arian (ADABA).
Analisis ini dilakukan untuk mengetahui
pengaruh jenis tumbuhan terhadap
penurunan kadar Hg dalam air limbah dan
indeks bioremediasi (15R) Hg air limbah
pada umur & hari perlakuan. Gambar 6
menunjukkan bah)a sebelum perlakuan
dengan tumbuhan air! kadar Hg dalam air
limbah :!&# mg=l. 2elanjutnya setelah &
hari perlakuan! nampak terjadi penurunan
yang sangat berarti sehingga mencapai
&!"@ mg=l pada tumbuhan kangkung!
&!66: mg=l pada tumbuhan teratai! dan
&!@; mg=l pada eceng gondok. Penurunan
kadar Hg pada air limbah memberikan
indikasi bah)a tumbuhan air seperti
kangkung air! teratai! dan eceng gondok
dapat digunakan sebagai agen bioremediasi
karena mempunyai kemampuan menyerap
Hg dalam limbah. Hasil pengujian ADABA
menunjukkan bah)a jenis tumbuhan
berpengaruh bermakna terhadap penurunan
kandar Hg dalam air limbah dengan nilai p
&!&&;' % &!&#. Hasil analisis juga
menunjukkan rerata konsentrasi Hg paling
rendah terdapat pada perlakuan kangkung
air &!"@ mg=l! kemudian pada teratai
dengan kadar &!66: mg=l! dan eceng
gondok &!6# mg=l. 2elanjutnya data rerata
kandungan Hg dalam air limbah dan
persentase 15R.
#
AGRITEK VOL. 17 NO. 5 SEPTEMBER 2009 ISSN. 0852-5426

G(%;(0 2. Pengaruh jenis tumbuhan terhadap rerata kadar Hg pada air limbah
tambang emas rakyat di kecamatan .imembe! dibanding dengan data
a)al sebelum perlakuan pada pengamatan hari ke &.
2elanjutnya karena pengaruh jenis
tumbuhan terhadap konsentrasi Hg dalam
air limbah berpengaruh bermakna maka
dilanjutkan dengan dengan uji beda nyata
terkecil (5D,) dengan hasil uji. Hasil uji
5D, pengaruh jenis tumbuhan terhadap
konsentrasi merkuri menunjukkan bah)a
antara kontrol dengan tumbuhan kangkung
air (I.aquatica) terdapat perbedaan dengan
nilai "!&<@H signifikan p &!&&& '% &!&#!
kontrol dengan tumbuhan teratai dengan
rerata "!&#>H dan signifikan p &!&&& '%
&!&#! kontrol dengan tumbuhan eceng
gondok dengan nilai "!&<@H siginifikan p
&!&&& '% &!&#. ,umbuhan kangkung air
dengan tumbuhan teratai tidak terdapat
perbedaan rerata :!#&<& dengan signifikan
p &!:<$ % &!&#! tumbuhan kangkung air
dan tumbuhan eceng gondok tidak terdapat
perbedaan dengan rerata (mean) &!6"
signifikan p &!:: $ % &!&&#! tumbuhan
teratai dengan tumbuhan eceng gondok
tidak terdapat perbedaan dengan rerata
&!"";6 signifikan p &!<: ' % &!&&#.
5erdasar data! selanjutnya dilakukan
perhitungan 15R terhadap air limbah.
2elain itu dari data tersebut dilakukan
analisis /arian (ADABA) untuk menguji
bagaimana pengaruh jenis tumbuhan
terhadap persentase 15R. Hasil ADABA
menunjukkan bah)a pada hari ke & jenis
tumbuhan air berpengaruh bermakna
terhadap persentase 15R pada air limbah
dengan nilai p &!&" ' % &!&#. Rerata
persentase 15R pada masing*masing
tumbuhan adalah+ kangkung air ;;!;:E!
teratai ;"!>;E! dan pada eceng gondok
>6!@@E. .engan demikian tumbuhan
kangkung mempunyai nilai persentase 15R
paling tinggi! diikuti tumbuhan teratai! dan
selanjutnya tumbuhan eceng gondok.
P,-(0/: ;1$%(++( 3/%;/:(-
3,0:(4(* ;1$0,%,41(+1 4(- IBR )1%;(:
H *(4( :(01 5, =0
Faktor biomassa ini dianalisis dengan
tujuan untuk mengetahui apakah ada
perbedaan pengaruh biomassa tumbuhan
terhadap penurunan kadar merkuri di
dalam air limbah perlakuan. Hasil ADABA
pengaruh biomassa terhadap penurunan
konsentrasi merkuri menunjukkan bah)a
perbedaan biomassa tumbuhan tidak
berpengaruh bermakna terhadap penurunan
konsentrasi merkuri dengan p &!::6 $%
&!&#. Adapun rerata konsentrasi merkuri
yaitu biomassa # kg rerata &!6# mg=l!
biomassa "# kg rerata &!6@6 mg=l!
biomassa & kg rerata &!6# mg=l. .ari
analisis /arian (ADABA) untuk
mengetahui apakah perbedaan biomassa
<
AGRITEK VOL. 17 NO. 5 SEPTEMBER 2009 ISSN. 0852-5426
berpengaruh terhadap persentase 15R Hg
air limbah. Hasil analisis menunjukkan
bah)a biomassa tumbuhan tidak
berpengaruh bermakna terhadap persentase
15R menunjukkan bah)a biomassa
tumbuhan tidak berpengaruh bermakna
terhadap persentase 15R logam berat Hg
pada air limbah dengan nilai p &!::6 $ %
&!&#. Rerata persentase 15R yaitu # kg
;"!66E! "# kg ;&!>! dan & kg ;"!66 E.
P,-(0/: 5$%;1-(+1 <,-1+
3/%;/:(- 4(- ;1$%(++( 3,0:(4(*
;1$0,%,41(+1 4(- IBR H *(4( (10
)1%;(: :(01 5, =0
Pengujian pengaruh interaksi jenis
tumbuhan dan biomassa terhadap kadar Hg
air limbah dan indeks bioremediasi (15R)
dilakukan untuk mengetahui apakah ada
pengaruh interaksi jenis tumbuhan dan
biomassa tumbuhan terhadap kadar Hg dan
15R setelah & hari perlakuan
bioremediasi..ata yang diperoleh
selanjutnya dilakukan analisis /arian
(ADABA) dengan hasil menunjukkan
bah)a kombinasi jenis tumbuhan dan
biomassa tidak berpengaruh bermakna
terhadap penurunan kadar Hg air limbah
dengan nilai p &!6<6 $ % &!&#. Rerata
konsentrasi merkuri dan 15R. Analisis
/arian (ADABA) pengaruh kombinasi
antara jenis tumbuhan dan biomassa juga
ternyata tidak berpengaruh bermakna
dengan nilai p &!6;: $% &!&#. 2elanjutnya
rerata persentase 15R dari kombinasi jenis
tumbuhan dan biomassa. Rerata kadar Hg
kangkung air # kg adalah &!""& mg=l!
kangkung air "# kg &!"" mg=l! kangkung
air & kg &!"< mg=l. ,eratai # kg &!";<
mg=l! teratai "# kg &!":& mg=l! teratai & kg
&!"6 mg=l. 9ceng gondok # kg &!@&: mg=l!
eceng gondok "# kg &!@&# mg=l! eceng
gondok & kg &!66: mg=l. Rerata
persentase 15R pengaruh kombinasi jenis
tumbuhan dan biomassa adalah kangkung
air # kg :"E! kangkung air "# kg ;:E!
kangkung air & kg;<!>E.,eratai # kg
;#E! teratai "# kg ;#E ! teratai & kg
>#!E. 9ceng gondok # kg <>!>E! eceng
gondok "# kg <;E! selanjutnya eceng
gondok & kg ;"!>E. 5erdasarkan data
dari rerata kadar Hg dan persentase 15R air
limbah tambang emas rakyat! secara umum
dapat disimpulkan bah)a pada hari ke &
tumbuhan paling efektif sebagai agen
bioremediasi adalah tumbuhan kangkung
dengan biomassa # kg.
"(53$0 B1$5$-+,-30(+1 ("BK!
5erdasar perhitungan dengan
menggunakan cara di atas diperoleh nilai
F5( dari masing*masing tumbuhan
sebagai berikut.

T(;,) 1. 5iokonsentrasi (F5() Hg pada tumbuhan
N$%$0 .,-1+ 3/%;/:(- "(53$0 B1$5$-+,-30(+1 ("BK!
" (angkung air <!&6
6 ,eratai ;!&
9ceng gondok @!<;
5erdasarkan data yang terdapat pada
tabel " menunjukkan bah)a ternyata
setelah & hari digunakan sebagai agen
bioremediasi menunjukkan bah)a ternyata
tumbuhan teratai (N. nelumbu) mempunyai
F5( paling tinggi! selanjutnya kangkung
air (I.aquatica)! dan selanjutnya eceng
gondok (E.crassipes).
HASIL DAN PEMBAHASAN
P,-&,0(*(- ((;+$0;+1! %,05/01
4,-(- 3/%;/:(-
,ahap kedua dalam penelitian ini
adalah tahap remediasi dengan meng*
>
AGRITEK VOL. 17 NO. 5 SEPTEMBER 2009 ISSN. 0852-5426
gunakan tumbuhan air! dimana limbah
tambang yang mengandung logam merkuri
diadakan perlakuan dengan cara me*
manfaatkan tumbuhan air sebagai agen
untuk menyerap (absorbsi) merkuri di
dalam limbah. (egiatan bioremediasi
dilakukan selama & hari dengan dua kali
pengukuran yaitu pada hari ke "# dan hari
ke &. Parameter yang diamati pada setiap
pengukuran bagaimana tingkat penurunan
kadar merkuri dalam limbah selama
diadakan perlakuan. Hasil analisis /arian
hari ke "# menunjukkan bah)a perbedaan
jenis tumbuhan tidak berbeda pengaruhnya
terhadap konsentrasi merkuri dalam limbah
(p &!<6; $ &!&#). Damun secara ke*
seluruhan tumbuhan kangkung air! teratai!
eceng gondok dapat digunakan sebagai
agen bioremediasi merkuri pada limbah
tambang emas tradisional. Hal ini dapat
dilihat pada tingkat penurunan konsentrasi
merkuri setelah "# hari perlakuan masing*
masing pada perlakuan tumbuhan
kangkung air menjadi rerata &!6: mg=l!
perlakuan teratai menjadi &!#&: ppm! dan
perlakuan eceng gondok &!#@; mg=l!
dibanding dengan limbah tanpa perlakuan
(kontrol) adalah !&# mg=l. Pada & hari
perlakuan ternyata perbedaan jenis
tumbuhan berpengaruh secara signifikan (p
&!&&;' % &!&#). (onsentrasi merkuri rerata
pada perlakuan kangkung air &!"@ mg=l!
teratai &!66: mg=l! eceng gondok &!@;
mg=l. 9ckenfelder (6&&) berpendapat
bah)a merkuri dapat ditanggulangi dengan
beberapa cara yaitu melalui presipitasi!
pertukaran ion! dan penyerapan (absorbsi).
,umbuhan mendapatkan nutrisi untuk
kebutuhan pertumbuhan dari lingkungan
sekitar dengan cara penyerapan oleh akar.
Proses penyerapan (absorbsi) nutrisi dan
mineral ke dalam tumbuhan melalui
mekanisme transpor aktif yang terjadi antar
sel! dimana nutrisi diserap dalam bentuk
unsur atau senya)a. Priyanto et al. (6&&@)
mengemukakan bah)a penyerapan dan
akumulasi logam berat oleh tumbuhan
dapat dibagi menjadi tiga proses yang
sinambung! yaitu penyerapan logam oleh
akar! translokasi logam dari akar ke bagian
tumbuhan lain! dan lokalisasi logam pada
bagian sel tertentu untuk menjaga agar
tidak menghambat metabolisme tumbuhan
tersebut. .engan demikian melalui
mekanisme yang umum terjadi pada
tumbuhan! memungkinkan logam berat
terutama merkuri untuk diserap oleh
tumbuhan. Pra)ira et al. ("::")
mengemukakan bah)a terdapat beberapa
faktor yang mempengaruhi permeabilitas
sel dalam penyerapan. 4embran*membran
tumbuhan memiliki resistensi yang
berbeda terhadap difusi 7at*7at yang
melintasinya. 2elanjutnya dikatakan bah)a
tiap*tiap sel tumbuhan mempunyai sifat
permeabilitas yang berbeda dan tidak ada
yang sama. Permeabilitas suatu membran
protoplasmik untuk suatu 7at tertentu
bersifat tetap. Perubahan*perubahan
lingkungan baik secara alami maupun
secara buatan dapat mempengaruhi
permeabilitas sel*sel tumbuhan.
Perbedaan biomassa tumbuhan pada
hari ke "# berpengaruh terhadap tingkat
penurunan konsentrasi mekuri dalam
limbah (p &!&6< ' % &!&#). Damun pada
hari ke & ternyata perbedaan biomassa
tidak lagi berpengaruh secara signifikan
terhadap penurunan konsentrasi merkuri
dalam limbah (p &!::6 $ % &!&#). .esain
instalasi pengolahan limbah dengan
/olume limbah perlakuan sebanyak &!# m

pada hari ke "# masih memungkinkan


untuk aktifitas pertumbuhan berjalan
dengan normal.,idak berpengaruhnya
biomassa karena pada hari ke &
disebabkan karena /olume dan permukaan
instalasi tidak memerlukan biomassa
tumbuhan yang melebihi # kg untuk
digunakan sebagai agen remediasi.
5iomassa tumbuhan yang melebihi # kg
akan mengganggu pertumbuhan karena
kepadatan tumbuhan telah melebihi tingkat
normal. (epadatan yang tinggi berakibat
pada terjadinya penimbunan sehingga
proses metabolisme yang terjadi pada
tumbuhan tidak efektif. Akibat dari tidak
efektifnya metabolisme! maka
pertumbuhan terganggu dengan demikian
proses penyerapan merkuri juga terganggu.
2kutes ("::) mengemukakan bah)a
kemampuan tumbuhan mengolah limbah
;
AGRITEK VOL. 17 NO. 5 SEPTEMBER 2009 ISSN. 0852-5426
adalah berhubungan dengan dengan
kapasitas filtrasi dan efisiensi serapan
nutrisi.
I-4,5+ B1$0,%,41(+1 (IBR!
,eknologi bioremediasi adalah salah
satu teknik yang digunakan untuk
menanggulangi pencemaran dengan
memanfaatkan makluk hidup.
5ioremediasi dengan menggunakan
tumbuhan dikenal dengan fitoremediasi.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui
bagaimana kemampuan tumbuhan untuk
menyerap merkuri yang terkandung dalam
limbah selang )aktu "# da & hari.
(emampuan penyerapan tumbuhan
berkaitan dengan sejauh mana tingkat
penurunan konsentrasi merkuri di dalam
limbah selama )aktu & hari pelaksanaan
bioremediasi. 5erdasarkan tingkat
penurunan konsentrasi merkuri telah
dihitung indeks bioremediasi (15R) dari
tiap jenis tumbuhan yang digunakan
sebagai agen bioremediasi. Dilai 15R
ditentukan berdasarkan persentase
penurunan kandungan merkuri yang
terdapat di dalam air limbah selama
perlakuan. Hasil analisis pada hari ke "#
menunjukkan rerata 15R pada perlakuan
kangkung air ;;!;;E! teratai ;!""E! dan
eceng gondok ;6!""E. 2hutes et al. ("::)
mengemukakan kriteria umum untuk
menentukan spesies tumbuhan lahan basah
yang cocok untuk pengolah limbah belum
ada! karena sistem yang berbeda memiliki
tujuan dan standar yang berbeda pula. Hal
yang patut dipertimbangkan dalam
pemilihan tumbuhan adalah toleran
terhadap limbah! mampu mengolah
limbah! dan pengaruhnya terhadap
lingkungan. 3ntuk mengetahui tingkat
toleransi tumbuhan terhadap limbah maka
perlu diketahui konsentrasi nutrisi dalam
limbah. (emampuan dalam mengolah
limbah meliputi kapasitas filtrasi dan
efisiensi serapan nutrisi. Damun demikian!
jika dilihat dari biomassa tumbuhan!
terdapat perbedaan yang signifikan
pengaruh biomassa # kg! "# kg! dan & kg
terhadap 15R dalam limbah. Pada
perlakuan # kg tumbuhan 15R :6!E! "#
kg :&!""E! dan & kg >"!<<E. .emikian
pula kombinasi antara jenis tumbuhan dan
biomassa tidak terdapat perbedaan
pengaruh pada 15R dalam limbah. Adanya
perbedaan 15R dari tiap jenis tumbuhan
berhubungan dengan sifat dari tumbuhan
merespon kondisi yang ada di sekitarnya.
Perlakuan hari ke &
menunjukkan terdapat perbedaan pengaruh
yang signifikan antara jenis tumbuhan
terhadap 15R. 15R pada masing*masing
tumbuhan adalah kangkung air ;;!;;E!
teratai ;"!>>E! eceng gondok >6!@@E.
Adanya perbedaan kemampuan dari ke tiga
jenis tumbuhan berhubungan dengan
kemampuan adaptasi dari tumbuhan dalam
kondisi lingkungan yang mengandung
merkuri. 3mur & hari dari tumbuhan
merupakan usia dimana pertumbuhan
sudah stabil! sehingga tumbuhan yang
mempunyai kemampuan adaptasi yang
baik akan mampu bertahan hidup dengan
demikian mempunyai kemampuan
menyerap merkuri. .alam kondisi seperti
lingkungan yang tercemar logam berat.
Fiaomei Lu et al (6&&@) mengemukakan
bah)a perubahan pertumbuhan terjadi
pada tumbuhan akibat reaksi terhadap
stress logam berat. 2etelah tingkat adaptasi
telah berlangsung! maka pertumbuhan
menjadi normal. Pada tahap ini tumbuhan
telah mengalami pertumbuhan /egetatif
dimana pada sel*sel maristematik terjadi
pembelahan. Gejala pertumbuhan ini
nampak pada )arna daun dan batang hijau
dan pertumbuhan mulai subur.
(emampuan pertumbuhan ini berkaitan
dengan ketersediaan nutrisi yang
terkandung di dalam limbah.
Pengaruh biomassa tumbuhan
terhadap persentase 15R hari "#
menunjukkan bah)a terdapat perbedaan
yang signifikan antara satu dengan yang
lain. ,umbuhan dengan biomassa # kg
ternyata mempunyai 15R :6!E! "# kg
dengan 15R :&!""E! dan & kg dengan
15R >"!<<E! sedangkan pada hari ke &
biomassa tumbuhan tidak berpengaruh
secara signifikan dengan rerata persentase
15R adalah # kg adalah ;"!66E! "# kg
adalah ;&!<<E! dan & kg adalah ;"!66E.
:
AGRITEK VOL. 17 NO. 5 SEPTEMBER 2009 ISSN. 0852-5426
(ombinasi antara jenis tumbuhan dan
biomassa tidak berpengaruh nyata pada
15R limbah. (ombinasi dipengaruhi oleh
tingkat kepadatan tumbuhan dalam kolam
perlakuan. 2parling (":<<) mengemukakan
bah)a beberapa faktor yang berpengaruh
pada distribusi spesies dan pertumbuhan di
lahan basah adalah kedalaman air yang
berhubungan dengan oksigen dan cahaya!
laju aliran air yang berpengaruh pada
ketersediaan oksigen dan hara.
-haney et al. ("::>) mereko*
mendasikan kriteria penting tumbuhan
yang digunakan sebagai agen bioremediasi
adalah harus bersifat hipertoleran agar
dapat mengakumulasi sejumlah besar
logam berat di dalam batang dan akar!
tumbuhan harus mampu menyerap logam
berat dari dalam larutan tanah dengan laju
yang sangat tinggi! tumbuhan harus
mampu mentranslokasi logam berat yang
diserap akar ke bagian batang serta daun.
5erdasarkan perhitungan 15R nampaknya
secara keseluruhan ketiga jenis tumbuhan
ini mempunyai kemampuan yang berbeda.
Damun secara umum ketiga jenis
tumbuhan air ini layak untuk digunakan
sebagai agen bioremediasi. .engan nilai
15R yang sangat tinggi yaitu antara >"E *
:<E menunjukkan bah)a tumbuhan layak
untuk digunakan sebagai agen bio*
remediasi limbah merkuri. 2elain itu ketiga
jenis tumbuhan ini merupakan tumbuhan
yang mudah tumbuh dan daya adaptasinya
yang tinggi.
"(53$0 B1$5$-+,-30(+1 ("BK!
Faktor biokonsentrasi dapat diguna*
kan sebagai parameter untuk menentukan
potensi tumbuhan untuk mengakumulasi
logam! dan nilai ini dihitung dalam kondisi
berat kering tumbuhan. Akumulasi logam
melalui tumbuhan tinggi dapat terjadi
secara efektif pada konsentrasi logam
dalam air atau sediment (Lin IF dan
Jhang Fin! "::&). Hasil perhitungan
menunjukkan bah)a setelah digunakan
sebagai agen bioremediasi limbah selama
& hari! nilai tumbuhan teratai mempunyai
nilai F5( paling tinggi yaitu ;!" diikuti
oleh kangkung dengan <!&6 selanjutnya
eceng gondok dengan nilai @!<;. 5erdasar
hasil perhitungan ini menunjukkan bah)a
tumbuhan mempunyai kemampuan yang
berbeda dalam menyerap logam berat
(Hg). 5i7ly et al (":::) mengemukakan
bah)a secara umum tumbuhan tidak bisa
menghilangkan metilmerkuri! dan aku*
mulasi dalam jaringan tumbuhan dapat
meracuni he)an*he)an tertentu. ,oleransi
tumbuhan pada merkuri agak rendah dan
oleh karena itu fitoremediasi juga menjadi
terbatas pada tumbuhan yang toleransi
terhadap merkuri.
(ebanyakan tumbuhan mengaku*
mulasi logam sebesar "& mg=kg berat
kering yang setara dengan &!&&"E berat
kering (5udhi P. et al.! 6&&@). Apabila hasil
pada perhitungan F5( dibandingkan
dengan dengan kategori ini maka ketiga
jenis tumbuhan ini tergolong tumbuhan
yang mempunyai kemampuan tinggi untuk
menyerap Hg dalam limbah! dengan nilai
F5( ini dapat merekomendasikan bah)a
tumbuhan kangkung! teratai! dan eceng
gondok layak untuk digunakan sebagai
agen bioremediasi limbah merkuri di
dalam limbah. 5aker (":::) namun batas
kadar logam yang terdapat di dalam
biomassa agar disebut hiperakumulator
berbeda*beda bergantung pada jenis
logamnya. 2ekedar perbandingan untuk
cadmium! kadar setinggi "&& mg=kg 5(
dianggap sebagai hiperakumulator. 2e*
dangkan kobalt! tembaga dan timbal adalah
"!&&& mg=kg 5(! seng dan mangan adalah
"&.&&& mg=5(. ,umbuhan dapat diten*
tukan tingkat kelayakan untuk fito*
remediasi berdasarkan pada ketentuan
F5(. Dilai F5( yang melebihi "&&&
secara keseluruhan dapat digunakan
sebagai agen bioremediasi. 2ecara
keseluruhan apabila konsentrasi logam di
dalam air bertambah! maka jumlah
akumulasi logam dalam tumbuhan
bertambah pula! dengan demikian nilai
F5( berkurang. (andungan konsentrasi
logam di dalam air merupakan faktor
utama yang mempengaruhi efisiensi
penyerapan logam. ,erakumulasinya
logam di dalam tumbuhan memungkinkan
untuk dilakukan tindakan lanjutan terhadap
"&
AGRITEK VOL. 17 NO. 5 SEPTEMBER 2009 ISSN. 0852-5426
logam yang terdapat di dalam tumbuhan.
Pemanfaatan tumbuhan dengan tingkat
akumulasi yang tinggi akan lebih
mempermudah perlakuan selanjutnya
sehingga tingkat pencemaran dapat ditekan
dengan biaya dan /olume kerja yang
minimal.
5erdasarkan pada perhitungan di atas
menunjukkan bah)a bioremediasi limbah
merkuri dengan menggunakan tumbuhan
air yang efisiensi. .alam hubungan dengan
pelaksanaan bioremediasi secara efisien!
5udhi dan ?oko (6&&@) mengemukakan
bah)a untuk mencapai fitoremediasi yang
efisien dapat dilakukan dengan dua
pendekatan yaitu menggunakan tumbuhan
yang hiperakumulator yang sesuai! dan
teknik budidaya serta manipulasi partum*
buhan yang tepat. .engan usaha me*
manipulasi genetika serta agronomi!
biomassa tumbuhan hiperakumulator dapat
ditingkatkan! demikian pula tumbuhan
yang menghasilkan biomassa banyak dapat
ditingkatkan daya akumulasi logamnya
dengan memanipulasi agronomi.
,umbuhan air yang digunakan se*
bagai agen bioremediasi akan mengakumu*
lasi logam di dalam tubuhnya. (emam*
puan tumbuhan untuk mengakumulasi
bahan pencemar berbeda sesuai dengan
jenis dan sifat logam yang akan diserap
(absorbsi). 4enurut 5udhi dan ?oko
(6&&@) bah)a produktifitas tumbuhan air
bergantung pada tersedianya sumber daya!
cekatan lingkungan dan adaptasi terhadap
lingkungan. 3rutan produktifitas tumbuhan
air dari tinggi ke rendah adalah tumbuhan
timbul $ tumbuhan mengapung $ tum*
buhan air dalam. 5aker (":::) menge*
mukakan bah)a tumbuhan hiper*
akumulator adalah tumbuhan yang mem*
punyai kemampuan untuk meng*
konsentrasikan logam di dalam bio*
massanya dalam kadar yang luar biasa
tinggi. (ebanyakan tumbuhan meng*
akumulasi logam sebesar "& mg=kg berat
kering (5() atau setara dengan &!&&"E!
sedangkan tumbuhan hiperakumulator
logam mampu mengaku*mulasi hingga
""E 5(. 5atas kadar logam yang terdapat
di dalam biomassa agar suatu tumbuhan
dapat disebut hiper*akumulator berbeda*
beda bergantung pada jenis logamnya.
Kian et al. (":::) menge*mukakan bah)a
berdasarkan hasil penelitian terhadap "6
jenis tumbuhan air dengan "& jenis logam
berat (termasuk Hg) ternyata semua
elemen mikro yang diserap oleh tumbuhan
terakumulasi dalam konsentrasi tinggi (#
sampai <& kali) yang terdapat di dalam
batang pada semua jenis tumbuhan.
8alter 8en7el et al. (":::) me*
ngemukakan bah)a strategi yang men*
desak saat ini adalah memperbaiki aku*
mulasi tumbuhan melalui manupulasi
biokimia atau mekanisme fisiologi yang
sesuai dengan proses penyerapan tum*
buhan. (emungkinan pendekatan
pemanfaatan teknik transgenic dengan
rekayasa genetic dengan memasukkan
bagian tumbuhan yang diinginkan yang
berasal dari tumbuhan yang bersifat
hiperakumulator. Li et al ("::<) me*
nyatakan bah)a perlu pengembangan
penelitian yang berkaitan dengan kon*
sentrasi pada -d! Jn! Pb! Di! Hg! dan 2e!
selain itu juga perlu diperluas pada bahan
pencemar lain seperti pada As! -u! -s! 2r!
B! dan bahan pencemar organik lainnya.
Persilangan tumbuhan hiper*akumulator
untuk memperbaiki biomassa dan
keistime)aan lainnya yang ber*hubungan
dengan perngaturan per*tumbuhan dengan
mengembangkan strategi alternatif.
KESIMPULAN
5erdasarkan rangkaian penelitian
yang telah dilaksanakan dan hasil analisis
data yang diperoleh! dapat disimpulkan
sebagai berikut+
". ?enis tumbuhan air kangkung air
(I.aquatica)! teratai (N.nelumbo)! eceng
gondok (E.crassipes) tidak ber*
pengaruh bermakna terhadap kadar Hg
air Limbah tambang emas pada umur
"# hari! namun berpengaruh bermakna
pada umur & hari! sedangkan ter*
hadap 15R tidak berpengaruh ber*
makna pada umur "# hari dan & hari.
(adar Hg terendah (&!"@ mg=l) dan
""
AGRITEK VOL. 17 NO. 5 SEPTEMBER 2009 ISSN. 0852-5426
15R tertinggi (;;!:) terjadi pada
perlakuan kangkung air pada hari ke
&.
6. 5iomassa tumbuhan air+
kangkung air ( I.aquatica)! teratai
(N.nelumbo)! eceng gondok
(E.crassipes) berpengaruh bermak*na
terhadap kadar Hg pada umur "# hari
namun tidak berpengaruh bermakna
pada umur & hari! sedangkan terhadap
15R tidak berpengaruh bermakna baik
pada hari ke "# maupun hari ke &.
(adar Hg air limbah terendah (&!66:)
dan 15R tertinggi pada perlakuan # kg
umur "# hari.
. (ombinasi jenis tumbuhan dan
bio*massa tidak berpengaruh bermakna
terhadap kadar Hg air limbah dan 15R
Hg baik pada umur "# hari maupun &
hari. (ombinasi paling efektif adalah
pada tumbuhan teratai dengan bio*
massa "# kg pada pengamatan hari ke
"#.
@. ,umbuhan air+ kangkung air
(I.aquatica)! teratai (N.nelumbo)! eceng
gondok (E.crassipes) mampu
mengakumulasi logam berat Hg dari air
limbah tambang emas rakyat di
kecamatan .imembe. Pada umur &
hari bioakumulasi Hg oleh kangkung
air #@!#6# ppm! teratai >#!"6& ppm!
dan eceng gondok @6!@6# ppm. Faktor
5iokonsentrasi (F5() paling baik
dicapai oleh tumbuhan teratai dengan
nilai F5( ;!& untuk ukuran )adah
perlakuan "m 0"m 0 &!#m! dengan
demikian F5( tinggi sesuai dengan
15R yang tinggi pula.
DA"TAR PUSTAKA
5apedalda 2ulut! 6&&6. Penelitian entang
!imba" #er$uri di Propinsi
%ulawesi &tara %elang '(('
sampai '((). 2ub 5idang
Pengendalian Pencemar Air!
5apedalda+ 4anado
5astian Arifin. 6&&6. Adsorbsi 4erkuri
dalam Air oleh Prtikel (ayu.
*isertasi. 1nstitut ,eknologi
5andung+ 5andung
5engston G.! Gunanarsson ,.! Rundgren.
":;. +rowt" ,"anges ,aused by
#etal &pta$e In A Population c-
.nyc"iurus Armatus ,ollembola)
/eeding .n #etal Polluted /ungi.
Likas @&+ 6"<*66#
-hon*Lin! Lee.! ,sen -.8ang.! -hing*ku
Lin.! Hin*(iu 4ok. ":::. Hea/y
4etals Remo/al by a Promising
Locally A/ailable AMuatic Plant!
Dajas Graminea .el.! 1n ,ai)an.
0urnal 1at. %ci. ec". Vol. 234 No.
)(-))4 )333
-onnell! .es 8. "::#. 5ioa$umulasi
%enyawaan 6enobioti$. 31* Press!
?akarta
-onnell! .es 8. dan 4iller! G.?.! "::#.
7imia dan E$oto$si$ologi
Pencemaran4 ,erjemahan Ianti (.
31 Press! ?akarta
.ickman! ..1.! 2tuart! (.8.! ":;. "e
,ulture o- Poplars in Eastern
Nort" America .epartement of
Foresty! 4ichigan 2tate 3ni/ersity!
4ichigan
9ckenfelder! 8.8. ?r.! 6&&. Industrial
1ater Pollution ,ontrol. 4c Gra)
Hill+ De) Iork
9d)ard! -arey. F. 9d...! 3sing Beti/er
Grass for 9rosion -ontrol and 5io*
9nginerring at 4ines4 Indonesian
#inning 0ournal! Vol. 8 No. 2!
Lktober 6&&&
9denspace 2ystem -orporation. (6&&").
9emediation ec"nologies -or
:eavy #etal ,ontaminated %oils!
(Lnline)
(http+==))).edenspace.com=phytos
ources.html diakses Dopember
6&&")
9PA.! "::6. #anual 1astewater
reatment;*isposal -or %mall
,ommunities. 8ashington .-
9ldo)ney 4c! 2.4 Hardman! ..?. 8aite! 2.
"::. Ecology and 5iotreatment!
pp @;*#;. Longman 2ingapore
Publisher Pte.Ltd.+ 2ingapore
"6
AGRITEK VOL. 17 NO. 5 SEPTEMBER 2009 ISSN. 0852-5426
Gary! D.F. ":;:. 5iology o- 1astewater
reatment. L0ford 3ni/ersity
Press+ L0ford
G)o7d7! 9.A.! R. Pr7ymusinski! R.
Rucinska! and ?. .eckert. "::>.
Plant ,ell 9esponses to :eavy
#etals< #olecular and P"y-
siological Aspects. Acta Physiol
Plant. ":+ @#:*@<#
?enie! 5.2.L.! Rahayu! 8! P. "::&.
Penanganan !imba" Industri
Pangan. Penerbit (anisius! Iogya*
karta
(amagi 8.A. Potensi dan Permasalahan
Pertambangan 9mas Rakyat di
2ula)esi 3tara. #a$ala"+ 2eminar
Pertambangan Rakyat ,ingkat
Dasional. ?akarta! 6;*6: ?uni ":;:
(ambey! ?.L. 6&&6. 1nfluence of 1llegal
Gold 4ining on 4ercury Le/el in
Fish of ,atelu Area! Dorth
2ula)esi! 1ndonesia. "esis. 3ni*
/ersitas 2am Ratulangi! 4anado
Gardner.! "::;. P"ytoremediation.
(Lnline)
(http+==))).rr.ualberta.ca=cour
ses=renr#>#= phyto.htm "; Lktober
"::;! diakses 6@ ?uni 6&&&)
Langkubi! L. 6&&@. 3saha Pemerintah
.alam 4engatasi .ampak
Pencemaran Pertambangan Rakyat
.i (ecamatan .imembe. #a$ala".
2eminar 4asalah dan 2olusi
Penembangan emas .i (ematan
.imembe 2eptember 6&&@.
Limbong! .. 6&&@. .ampak Potensial
Akti/itas Penambangan 9mas
Rakyat di (ecamatan .imembe
,erhadap (esehatan 4asyarakat.
#a$ala". 2eminar 4asalah dan
2olusi Penembangan emas .i
(ecamatan .imembe 2eptember
6&&@.
4c. 9ldo)ney! 2.! Hardman! ..?. and
8aite! 2.! "::. Pollutan4 Ecology
and 5iotreatment. Longman
2ingapore Publisher Ltd.+
2ingapore
4ukono H.?.! 6&&@. o$si$ologi !imba"
5erba"aya dan 5eracun (52)
7"ususnya !ogam 5erat imbal
(Pb)4#er$uri (:g)4 dan ,admium
(,d) serta *ampa$nya er"adap
7ese"atan. F(4 3nair+ 2urabaya
Priyanto! 5. dan Prayitno ?.! 6&&.
Fitoremediasi 2ebagai sebuah
,eknologi Pemulih Pencemaran!
(hususnya Logam 5erat! (Lnline)
(http+==ltl.bppt.tripod.com=sublab=lfl
ora".htm diakses "& Agustus 6&&)
Rao! P.2.-.! .a/is! G.5. and ?onston! -...!
"::< dalam 9denspace 2ystem
-orporation (6&&"). 9emidiation
ec"nologies -or :eavy #etal
,ontaminated %oils. (.nline)
http+==))).edenspace.com=phytoso
urces.html diakses ?uni 6&&@
Rumengan 1.F.4.!et.al.! 6&&@. .ampak
5iologi dari Pertambangan 9mas
Rakyat di .aerah Aliran 2ungai
,ala)aan! 4anahasa 3tara.
#a$ala". 2eminar masalah dan
solusi penambangan emas di
kecamatan .imembe : 2eptember
6&&@.
Retno .amayanti! 2elina)ati ,.!
.juarsih. Pemanfaatan Abu
5atubara 3ntuk Penetral Limbah
Air Asam ,ambang. 0urnal 7imia
!ing$ungan Vol. '4 No.).4 a"un
'(((
2alisbury! F.5 dan Rose -.8.! ":;#. Plant
P"ysiology. 8ads)orth Publishing
-ompany! -alifornia
2etiono! 2.! 6&&6. 7ara$terisasi Protein
yang 5erasosiasi *engan !ogam
5erat Pada :ewan Air !aut dan
:ewan Air awar. 3ni/ersitas
5ra)ijaya! 4alang
2uharti Peni.! "::;. 2tudi 5ioremediasi
logam 5erat 4elalui Proses
5ioleaching. "esis! Program
Pascasarjana! 3ni/ersitas
Airlangga+ 2urabaya
2urtiningsih ,.! "::>. 5ioremediasi -d dan
(etersediaan P 5atuan Fosfat oleh
-enda)an 9ktomikorhi7a
(Pisolit"us tinctorius dan %uillus
granulatus) .alam (ultur 4urni.
0urnal. Penelitian :ayati Vol. 2.
No. ' "n )33=< 2urabaya
"
AGRITEK VOL. 17 NO. 5 SEPTEMBER 2009 ISSN. 0852-5426
3ntung 2.R.! Iayat Achmad Dur! ":::.
Inventarisasi #asala" !ing$ungan
Pertambangan Emas 9a$yat di
*aera" 1onogiri. Pusat Penelitian
dan Pengembangan Geologi!
?akarta
8ashington ,ambunan.! Amal Ginting!
6&&&. 4ercury 3tili7ation and 1ts
9n/ironmental Risk. Indonesian
#inning 0ournal4 0ournal Vol. 8
No. 2 .$tober '(((
8atanabe! 4.! "::>. P"ytoremediation on
t"e 5rin$ o- ,ommerciali>ation.
Environmental 2cience
,echnologyN "+";6A*";<A
"@