Anda di halaman 1dari 48

BAB IV

PROSES PRODUKSI
4.1Proses Produksi
Gambar 4.1Diagram Alir Proses Produksi
67
Crusher adalah komponen dari peralatan pemecah batu yang berfungsi
untuk memecah dan mengurangi ukuran bahan (batu). Umumnya terdiri dari
pemecah batu primer tergantung dari kombinasi peralatan aggregat. Pada
umumnya primer crusher terdiri dari enis jaw crusher, gyratory crushers,
impactors, atau single roll crusher yang mampu mengurangi ukuran batu ukuran
besar (maksimal !1"44 cm sampai dengan 1#1"!# cm).
Pemecah batu untuk ukuran batu yang lebih kecil dapat memakai t$in atau
triple roll crusher, cone crusher, atau hammermill.
Pembagian alat Size Reduction berdasarkan bahan yang diumpankan%
1. Umpan kasar % Jaw Crusher, Gyratory Crusher" smooth Roll Crusher, dan
Toothed Roll Crusher
2. Umpan sedang % Cone Crusher, Crushing Roll.
. Umpan halus % !all "ill, !awl "ill, Grade "ill, Rod "ill, Tu#e "ill.
Pada pekeraan crushing ini biasanya diperlukan beberapa kali pengeraan
pemecahan" tahap&tahap pekeraan ini beserta enis crusher yang digunakan antara
lain %
1. Pemecahan tahap pertama oleh enis primary crusher
2. Pemecahan tahap kedua oleh secondary crusher
. Pemecahan&pemecahan selanutnya ika ternyata diperlukan" oleh tertiary
crusher
'amun dalam prakteknya di lapangan" pekeraan crushing dilakukan
hanya sampai pada tahap kedua. (ipe crusher yang dipakai umumnya
menggunakan tipe jaw to jaw dimana a$ pertama sebagai primary crusher
(crusher primer) untuk pemecahan pertama" sedangkan a$ kedua sebagai
secondary crusher (crusher sekunder) untuk pemecahan tahap kedua. )al ini
disebabkan antara lain karena%
1. *esederhanaan konstruksinya
#. +knomis dan memerlukan tenaga yang relatif kecil
,. *apasitas produksi yang besar tergantung lebar bukaan pada jaw dan
ukuran butir yang dikehendaki.
Jaw Crusher adalah enis crusher yang paling banyak digunakan untuk
crusher primer. -enis ini paling efektif digunakan untuk batuan sedimen sampai
batuan yang paling keras seperti granit atau basalt. Jaw Crusher merupakan mesin
penekan (compression$ dengan rasio pemecahan . % 1. Umumnya untuk material
68
hasil peledakan" material yang berukuran sampai !/ 0 dari bukaan feednya dapat
diterima. Untuk kerikil" karena umumnya berbentuk bulat" disarankan pemakaian
material dengan ukuran 1/ 0 dari bukaan. 2ecara umum" discharge material dua
kali setting crusher. Gradasi keluaran diatur dengan bukaan discharge setting.
4.1.1 Bahan Baku
3ahan baku utama dalam pabrik pemecah batu adalah batu yang berasal
dari sungai maupun pantai. 3atu yang berasal dari pantai maupun sungai ini
kemudian diangkut dengan menggunakan truk ke pabrik untuk kemudian diolah
menadi batu split yang memiliki ukuran ,45 "#4," ,44" 6 dan Abu 3atu.
4.1.2. Jenis-jenis rusher
1. Primary Impact Crushers
7rusher 8mpak Primer disarankan terutama untuk batu kapur atau
penggunaan dengan abrasi lebih rendah. Single %mpeller %mpact !rea&ers
menghasilkan produk yang bentuknya seperti kubus meskipun semula
merupakan batu lempengan serta meningkatkan kualitas agregat dan
mempertinggi kapasitas plant. Pemecahan impak bekera di sepanang
garis belahan alam untuk menghasilkan material dengan sudut yang
kurang taam. Ukuran pemecah impak umumnya menunukkan feed
openingnya. Dengan rasio pemecahan sampai #/%1" persyaratan
pemecahan sekunder dikurangi bila dibandingkan enis tekanan primer.
Pemecah impak biasanya digunakan untuk material 1/&15 abrasif atau
kurang. Gradasi keluaran diatur dengan berbagai kecepatan dan stripper
car setting.
69
(sumber % $$$.aggdesigns.com)
Gambar 4.#.'rimary %mpact Crusher
2. Cone Crusher
Cone Crusher banyak diterapkan di metalurgi" konstruksi"
pembangunan alan" industri kimia dan phosphatic. Cone Crusher cocok
untuk umpan keras dan pertengahan keras seperti batu" besi" tembaga"
kapur" kuarsa" granit" gritstone, dan lain&lain..
Cone Crusher digunakan secara luas sebagai mesin pemecah batu
sekunder dan tersier seperti halnya jaw crusher untuk pemecah batu
primer. Crusher enis cone merupakan mesin serbaguna bagi kebanyakan
pasir dan kerikil serta material yang memiliki ukuran butir asal (sebelum
dipecah) #/&#5 cm yang tidak memerlukan lagi crusher lanutan dan4
crusher akhir setelah crusher primer. (ead cone standar dengan rasio
pemecahan .&1 % 1" mengurangi ukuran material menadi minimum #/ mm
minus. (ead cone halus dapat mengurangi material menadi . mm minus
dengan rasio pemecahan 4&. % 1. 3erbagai susunan liner menyesuaikan
masing&masing mesin dengan ukuran batu yang akan dipecah dan
persyaratan produk. Gradasi produk berubah mengikuti bukaaan setting
samping yang tertutup.
9itur Cone Crusher !
1. Produkti:itas tinggi" kualitas tinggi
#. ;aktu berhenti mesin sedikit
70
,. <udah pemeliharaan dan biaya rendah
S"ruk"ur # Prinsi$ Kerja Cone Crusher
Cone Crusher terdiri dari bingkai" perangkat transmisi" berongga
rempang batang" mangkuk berbentuk peluru" penghancuran kerucut" mata
air dan tekanan hidrolik untuk menyesuaikan stasiun pemberhentian
tersebut. Cone Crusher atau *erucut penghancur umumnya digunakan
sebagai penghancur sekunder dalam penghancuran sirkuit.
Pradigerus produk biasanya melalui bagian atas kerucut penghancur
dan mengalir melalui mantel. =ertikal kerucut penghancur memutar
mantel eksentrik di ba$ah langit&langit" atau mangkuk liner" tindihan
produk dan penumpasan itu antara mantel dan langit&langit. Cone
crusher biasanya beralan di dri:e belt yang digerakkan oleh motor
listrik atau mesin diesel. Cone crusher digunakan secara luas di
seluruh agregat dan mineral industri.

(sumber %$$$.stonecrushercn.com)
Gambar 4.,.Cone Crusher
%. Horizontal Secondary Impact Crushers
7rusher 8mpak 2ekunder )ori>ontal menggabungkan kelebihan
pemecah batu enis impak dengan teknologi high chrome. 7rusher impak
sekunder menghasilkan produk berbentuk kubus (diperlukan pada
spesifikasi yang saat ini semakin ketat) pada material yang sebelumnya
sangat abrasi:e untuk proses impak. Dengan rasio pemecahan sampai 1# %
1" crusher impak sekunder dapat mengurangi atau bahkan menggantikan
71
crusher akhir. Dari ukuran terbesar yang masuk ,/ ? 4/ cm dapat
dihasilkan dapat diatur melalui # (dua) cara. 7ara yang pertama dengan
mengubah kecepatan rotor.2emakin cepat" produk yang dihasilkan semkin
halus. 7ara yang kedua dengan mengatur pelat pemecah uga dapat
berpengaruh terhadap gradasi keluaran (output).
(2umber %cheeng/!.blog.com)
Gambar 4.4.Secondary %mpact Se&under
4. Roll Crushers
Roll Crusher adalah suatu alat penghancur benda yang besar yang
mengubahnya menadi bentuk yang lebih kecil.Roll Crusher merupakan
pendamping dari alat Gyratory Crusher dan JawCrusher. Roll Crusher
hanya bertugas memecah material yang berukuran besar sehingga menadi
berukuran kecil" bukan menghaluskan. Roll Crusher biasanya digunakan
sebagai alat tambahan untuk menghancurkan bahan tambang" misalnya
batu bara dan batuan lain yang lebih lunak seperti serpihan yang
mengandung minyak (kacang" kedelai" agung) dan fosfat.
Roll Crusher terdiri dari dua roll besi" pir" baa" dan roda penggerak
sebagai elemen terpenting. Umpan yang atuh akan mengalami kompresi
oleh kedua roll yang berputar secara berla$anan" dengan adanya kompresi
tersebut maka umpan akan pecah dan atuh sebagai produk4hasil.
*ecepatan roll berputar yaitu antara 5/&,// putaran4min (rpm). )eed dapat
berukuran antara 6&, m (1#&@5 mm) dan produk yang dihasilkan dapat
berukuran 6 m sampai lolos ayak #/ mesh.
72
Roll Crusher sangat diperlukan untuk menghasilkan produk
dengan ukuran tertentu. 7rusher enis tekanan ini menghasilkan :ariasi
pemecahan yang lebih besar dibanding enis crusher lainnya. 7rusher
dengan roll ganda memiliki rasio pemecahan terbatas antara # ? #"5 % 1.
Aoll triple menghasilkan rasio pemecahan 4 ? 5 % 1. Untuk meningkatkan
produksi serta agar keausan dapat merata" harus diusahakan agar material
yang masuk dapat tersebar merata di permukaan roll. Gradasi keluaran
diatur dengan bukaan setting pembuang. Aoll tidak terpengaruh oleh
kelembaban atau plastisitas material seperti pada crusher enis cone.
(2umber % cheeng/!.blog.com)
Gambar 4.5 Roll Crusher
&. Vertical Shaft Impact Crushers
7rusher 8mpak 7orong =ertikal" sebagaimana crusher impak
sekunder hori>ontal" crusher impak corong :ertical menggabungkan
keunggulan impak dengan bahan logam bersepuh high chrome. 8ni
merupakan crusher akhir yang dapat menghasilkan produk berbentuk
kubus.(ergantung susunan crusher" material dengan abrasif @5 ? 1/ 0
dapat ditangani dengan crusher ini. Ukuran material yang masuk dibatasi 5
? 1 cm" tergantung ukuran crusher. 7rusher enis ini adalah mesin yang
sangat memuaskan untuk menghasilkan chip untuk perkerasan beraspal
berukuran 1# ? #/ mm. 2usunan table4en:ill akan menghasilkan gradasi
paling halus dengan keausan paling tinggi. 7rusher ini dapat ditambah
rotor yang dapat mengganti shoe ta#le dan berpasangan dengan an:il ring
73
atau rock shelf pada material yang lebih abrasi:e. 2eperti pada crusher
enis impak lainnya" perubahan kecepatan akan merubah gradasi keluaran.
(2umber % $$$.shibang&china.com)
(2umber %$$$.stonecrusher.cn)
Gambar 4.. *ertical Sha+t %mpact Crusher
'. Gyratory Crusher
<esin pemecah giratori 4 Gyratory Crusher dapat dipandang
sebagai suatu pemecah yang mempunyai rahang bundar dimana setiap
$aktu selalu ada bahan yang pecah pada satu titik dalam alat itu
74
(2umber %$$$.flsmidth.com)
(2umber %$$$.allcrushers.com)
Gambar 4.@ .Gyratory Crusher
Prinsi$ Kerja Gyratory Crusher:
Pada alat ini mempunyai rahang bundar" pada $aktu proses
pemecahan berlangsung" sumbu bagian atas berfungsi sebagai engsel
sedangkan sumbu bagian ba$ah digerakkan oleh sumbu eksentrik
sehingga sumbu bagian ba$ah dapat berputar. Gyratory Crusher bekera
berdasarkan penekanan dan pemecahan. 3erdasarkan kera secara kontinu
dan po$er yang digunakan lebih kecil dari Jaw Crusher.
75
Ke(e)ihan Gyratory Crusher!
1. Gyratory crusher beroperasi secara continue
#. *apasitas crushing yang tinggi dibandingkan Jaw crusher (.//&.///
ton4hr)
,. Bebih dipilih daripada Jaw crusher ika kapasitas lebih dari !// ton4hr
4. <udah dioperasikan
5. *onsumsi daya lebih rendah daripada -a$ crusher
.. Daya yang dibutuhkan dipengaruhi% ukuran umpan" kekerasan biih"
umlah material.
4.2 Uraian Proses Produksi
Stone Crusher 'lant biasanya terdiri dari beberapa macam unit dalam satu
lay out yang dibagi menadi 4 unit besar menadi %
1. Unit (imbangan
#. Unit Pengumpan ,)eeding)
,. Unit Pemecah (Crushing)
4. Unit Pemindah <aterial ( Con-eying )
5. Unit Pemisah4 Pengayak material (Screening)
Adapun tahapan proses produksi dari a$al sampai akhir pengolahan batu
alam menadi batu split di Pabrik 7rusher P( 2umber Ae>eki Alam adalah sebagai
berikut %
4.2.1 S"asiun *i+)an,an
2tasiun penimbangan seperti ditunukkan pada gambar.4.!. 3atu yang
berasal dari pantai diangkat ke pabrik dengan truk. 2ebelum sampai ke halaman
pabrik" batu beserta truk ditimbang terlebih dahulu kemudian setelah batu
ditimbang maka berat keseluruhan dikurangi berat truk sehingga diperoleh berat
bersih. Adapun enis timbangan yang digunakan di Pabrik 7rusher yaitu"
timbangan .ump Truc&" berfungsi untuk mengukur berat batu yang masuk dengan
menggunakan perhitungan sebagai berikut%
3ruto C berat truk D material batu
(arra C berat truk
'etto (berat batu) C 3ruto & (arra
76
Gambar 4.1. 2tasiun (imbangan
4.2.2 Uni" Pen,u+$an ,)eeders dan (opper$
)eeder dan hopper adalah komponen dari peralatan pemecah batu yang
berfungsi sebagai pengatur aliran dan pemisah bahan&bahan dan penerima bahan
baku (ra$ material). 9ungsi utama +eeder adalah mengatur aliran bahan batuan
yang masuk ke dalam pemecah batu ,crusher$. (erdapat beberapa enis +eeder"
yaitu%
a. /pron +eeder dan mechanical atau reciprocating plate +eeder. /pron
+eeder umumnya digunakan untuk memasok batu belah ,roc&$ ke primary
crusher" dan merupakan hea-y duty construction untuk menahan beban
keut dan batuan yang ditumpahkan. Bebar +eeder umumnya berkisar
antara @."# s4d #4,"14 cm dan panang # s4d , kali lebamya. )eeder dapat
digerakkan oleh motor bertenaga 5 s4d #/ horsepower (tergantung
kapasitas yang ada).
(2umber %$$$.astpl.com)
77
(Sumber :$$$.krupprobins.com)
Gambar 4.!./ppron )eeder
b. "echanical atau reciprocating plate +eeder umumnya untuk material lebih
halus (gra-el pit). Aeciprocating plate digerakkan oleh poros EeccentricE
dengan tenaga motor sekitar , s4d #/ horsepower. Ukuran atau dimensi
+eeder dan kecepatannya sebaiknya mempunyai kapasitas #5 s4d ,5 0
lebih besar dari kapasitas crusher.
(2umber %infomesin&mesin.blogspot.com)
Gambar 4.1/."echanical 0Reciprocating 'late )eeder
c. Grizzly +eeder (saringan pemisah pertama)" hampir sama dengan
apron+eeder" hanya diberikan penambahan untuk sekedar memilih ukuran
batu yang akan dipecahkan. Pada +eeder enis ini" butiran&butiran yang
ukurannya lebih kecil dari ukuran rongga pada rantai +eeder akan
beratuhan keluar.
78
(2umber %asphaltmiFer.blogspot.com)
Gambar 4.11Grizzly )eeder
d. Chain +eeder" pada chain +eeder batu masuk karena berat sendiri melalui
suatu penyalur.
)eeder yang digunakan pada P( 2umber Ae>eki Alam adalah Grizzly
)eeder.
Gambar 4.1#. )opper
4.2. Uni" Pe+e-ah .Crushin!"
A. Pri+ar/ rusher0 Ja1 rusher
Jaw crusher digunakan untuk mengurangi besar butiran pada
tingkat pertama" untuk kemudian dipecah lebih lanut oleh crusher lain.
-enis ini paling efektif digunakan untuk batuan sedimen sampai batuan
yang paling keras seperti granit atau basalt. Jaw crusher merupakan mesin
79
penekan (compression) dengan rasio pemecahan . % 1. *euntungan yang
diperoleh dari jaw crusher antara lain karena kesederhanaan
konstruksinya" ekonomis dan memerlukan tenaga yang relatif kecil.
Ukuran material yang dapat dipecah oleh crusher ini tergantung pada +eed
opening (bukaan) dan kekerasan batu yang akan dipecah. Umumnya untuk
material hasil peledakan" material yang berukuran sampai dengan !/ 0
dari +eed opening dapat diterima. Untuk batuan yang tidak terlalu keras
disarankan berukuran 1/ 0 dari +eed opening (bukaan).
2eperti yang kita ketahui bah$a penggunaan a$ crusher sangat
dipengaruhi oleh mo-a#le jaw dan +i1ed jaw. Umur dan efisiensi dari
kinera jaw crusher ditentukan oleh Jaw 'late. 3ahan dasar material jaw
crusher haruslah terbuat dari material yang mampu menahan beban
maksimum. 2ecara umum" untuk memperkuat Jaw 'late" didasarkan pada
beberapa aspek seperti design" pemilihan material (material selection)" dan
teknologi yang digunakan dalam proses pembuatannya. <aterial yang
digunakan untuk membuat Jaw 'late adalah terbuat dari <anganese 2teel
(GG<n1,) dimana komposisi dari manganese lebih dari 1#0 yang tahan
terhadap suhu yang tinggi sehingga usia pakainya menadi lebih lama.
*emudian" (eknologi dalam proses produksi Jaw 'late
menggunakan cold hardening sehingga membuat kekerasan dari jaw plate
tersebut tahan terhadap tekanan. *emudian digunakan uga water
toughening treatment selama heat treatment untuk mencegah proses
fenomena performansi yang buruk teradi sehingga jaw plate tersebut
memiliki ketangguhan yang baik.
Jaw crusher (rahang penghancur) dibagi menadi , buah kelompok
utama yaitu%
1. Jaw crusher system !la&e
2. Jaw crusher system .odge
. Jaw crusher system o-erhead eccentric
Dari ketiga enis sistem yang digunakan pada jaw crusher terdapat
perbedaan yaitu %
#. Sis"e+ $la%e
80
Dengan rahang penghancur yang dapat dipindah&pindahkan memiliki
poros4titik engsel berada diatas yang memberikan pergerakan terbesar
kepada bongkahan4umpan paling kecil. !la&e Jaw Crusher banyak dipakai
dalam dunia industri dengan kapasitas produksi kurang lebih @ ton4am.
'amun untuk lebih elasnya performa data dari Jaw crusher system !la&e
dapat dilihat pada table 1&1 (R.( 'erry C2(, Chemical 2ngineers
(and#oo& "c Graw (ill 1333, sec.4).!la&e Jaw Crusher ini memiliki
suatu rahang penghancur yang bergerak4dapat dipindah&pindahkan yang
berupa plat penghancur" berbentuk seperti kerutan4berombak&ombak dan
tetap pada posisi yang :ertikal dengan sudut yang tepat pula" terikat pada
suatu rahang terayun yang terhubung dengan tangkai yang diam didalam
sisi bingkai4kerangka.
ara Kerja $la%e &a' Crusher System!
Pada !la&e Jaw Crusher" umpan dimasukkan kedalam rahang
berbentuk = yang terbuka ke atas. 2atu rahang tetap dan tak bergerak serta
rahang yang lain membetuk sudut antar #/
o
?,/
o
dan dapat bergerak mau
mundur yang digerakkan oleh sumbu eksentrik" sehingga memberikan
kompresi yang besar terhadap umpan yang terepit diantara kedua rahang.
<uka rahang ini mempunyai alur dangkal yang hori>ontal. Umpan besar
yang terepit antara bagian atas rahang dipecah dan atuh keruang
ba$ahnya yang lebih sempit dan dipecah lagi ("c. Ca#e, 5nit 6peration
6+ Chemical 2ngineering, 7
th
2d 8 391)
Keun"un,an &a' Crusher $la%e System !
Poros 4 titik engsel yang berada diatas rahang menyebabkan bagian
ba$ah bergerak mau mundur sehinga arang teradi penyumbatan
pada lubang outputnya.
3agian ba$ah yang bergerak menghasilkan hasil yang maksimal.
81
(2umber %i$anaik.$ordpress.com)
Gambar 4.1, Jaw Crusher !la&e System
2. Sis"e+ Dod,e
Dengan rahang penghancur yang dapat dipindah&pindahkan memiliki
poros4titik engsel berada di ba$ah sehingga memberikan pergerakan
terbesar kepada bongkahan4umpan paling besar. .odge Jaw Crusher ini
banyak dipakai dalam industri dengan kapasitas produksi H ton4am &1
ton4am. 'amun untuk lebih elasnya performa data dari Jaw Crusher
2istem dodge dapat dilihat pada table 1&! (R.( 'erry C2(, Chemical
2ngineers (and#oo& "c Graw (ill 1333, sec.4). .odge Jaw
Crusher4rahang penghancur sistem dodge ini memiliki keuntungan yang
serupa dengan rahang penghancur sistem #la&e dan sistem dodge ini
bermanfaat untuk produksi berkapasitas rendah dengan kera yang
menghasilkan suatu produk seragam didalam ukuran yang lebih kecil
dibanding" namun sekarang alat ini arang digunakan.
ara Kerja (od!e &a' Crusher
82
.odge Jaw Crusher ini memiliki sistem kera yang pada umumnya
sama dengan !la&e Jaw Crusher dengan titik engsel yang berada di ba$ah
sedangkan bagian atasnya yang bergerak mau mundur.
Keun"un,an (od!e &a' Crusher !
(itik engsel yang berada diba$ah dan bagian atasnya yang bergerak
mau mundur menghasilkan output yang seragam4uni+orm" namun proses
keranya lebih lamban dari pada !la&e System Jaw Crusher serta
berkapasitas rendah.
Pemecah menurut sistem !la&e paling banyak di pakai karena tidak
mempunyai keburukan seperti .odge. *eburukan sistem !la&e hasil
olahan kurang rata.
2upaya mulut kedua rahang itu tidak mudah rusak" biasanya dilapis
dengan plat baa yang dikeraskan dan mudah diganti. Pada bidang penekan
dari plat baa itu di bentuk rusuk&rusuk bergerigi untuk mempercepat
proses pemecahannya.
Untuk mendapatkan usaha penekanan yg besar I pergerakan yg
teratur" dipasang roda penerus. 3iasanya di buat dari besi tuang peal.
Untuk mempercepat membukanya kembali rahang bagian ba$ah
digunakan sebuah pegas sekrup.
Jang mungkin teradinya ialah bah$a selama alat pemecah tersebut
bekera ada suatu bahan olahan yang keras dan hampir tidak dapat
dipecahkan masuk diantara kedua rahang4mulut rahang sehingga
mengakibatkan kerusakan&kerusakan yg besar pada mesin ini. <aka untuk
memperkecil kerusakan&kerusakan itu" diusahakan supaya bagian yg rusak
itu harganya murah dan mudah di pasang. Dalam pemecah rahang itu
terdapatlah apa yg dinamakan K3aut PecahL. Pada baut ini akan teradi
gaya geser yg besar bila ada benda yg besar masuk ke dalam mulut rahang
dan mengakibatkan patahnya baut pecah tersebut" sedangkan pada bagian
lain tidak akan terdapat kerusakan lagi.
83
(2umber %i$anaik.$ordpress.com)
Gambar 4.14..odge Jaw Crusher
. Sis"e+ o)erhead eccentric
7ara kera Jaw Crusher ini memiliki beberapa tahap. Pertama" batu
yang mau dihancurkan terlebih dahulu dimasukkan ke dalam +eed opening
pada mo-a#le jaw yang bisa bergerak atau sering disebut dengan jaw
'late" kearah depan maupun belakang secara naik turun" proses ini karena
ada bagian dari jaw crusher yang bernama +ly wheel (roda terbang) yang
digerakkan oleh sebuah elektro motor. Di situlah batu akan hancur menadi
bagian kecil. 2etelah hancur" hasilnya akan dilanutkan ke bagian yang
disebut discharge opening. Pada bagian ini batu bisa diseting seberapa
besarnya" sesuai ukuran jaw crusher ataukah sesuai +eed opening sendiri.
3egitulah seterusnya" mesin penghancur ini bekera secara otomatis
dengan hasil yang maksimal dan cepat.
(2umber %$$$.chinacrushing.com)
Gambar 4.15. 2istem o-erhead eccentric
84
Untuk unit pemecah 7rusher Primer yang digunakan pada P(
2umber Ae>eki Alam adalah enis -a$ 7rusher P+ .// F !//.
3erikut dilampirkan parameter teknis berbagai enis Jaw Crusher.
(able 4.1 Parameter (eknis berbagai -enis Jaw Crusher
85
2umber %http%44$$$.china&sandmaker.com4product4pp5.html
B. Se-ondar/ rusher0 Ja1 rusher Ja1 PE2 2&3 4 1233 5 6o$$er
Secondary Crusher merupakan peremukan tahap kedua" alat
peremuk yang digunakan adalah Jaw Crusher ukuran kecil. Umpan yang
digunakan berkisar 15/ mm" dengan ukuran antara 1#"5 mm sampai #5"4
mm. Produk terbesar yang dihasilkan adalah @5 m.
86
(2umber %:ideo.limingco.com)
Gambar 4.1. Proses peremukan 7rusher
Ka$asi"as &a' Crusher
9aktor&faktor yang mempengaruhi penggunaan energi Jaw Crusher %
1. Ukuran feed
#. Ukuran produk
,. *apasitas mesin
4. 2ifat batuan
5. Persen $aktu yang tidak terpakai
*apasitas mesin peremuk jaw crusher dibedakan menadi kapasitas desain
dan kapasitas nyata. *apasitas desain merupakan kemampuan produksi yang
seharusnya dicapai oleh mesin peremuk tersebut" sedang kapasitas nyata
merupakan kemampuan produksi mesin peremuk sesungguhnya yang didasarkan
pada sistem produksi yang diterapkan. *apasitas desain diketahui dari spesifikasi
yang dibuat oleh pabrik pembuat mesin peremuk dan kapasitas nyata didapatkan
dengan cara pengambilan contoh produk yang dihasilkan.
*apasitas Crusher menurut (aggart %
* 7 30' 8. S
*eterangan %
( C kapasitas (ton4am)
B C Panang lubang penerimaan (inchi)
2 C Bebar lubang pengeluaran (inchi)
4.2.4 Uni" Pe+asok
1. *ain Con)eyor .9un,si Pe+asok:
Penggerak utama pada con-eyor stone crusher adalah elektromotor
yang di couple dengan gear#o1 yang terpasang pada roll drum dibagian
depan con:eyor. Roll drum ditopang oleh # buah #earing pada kedua
uung sha+t nya yang memungkinkan roll drum untuk berputar. Pada salah
satu sisi roll drum dipasang sproc&et yang yang terhubung dengan sprocket
pada gear#o1 melalui perantara rantai" sehingga ika gear#o1sha+t berputar
87
maka roll drum uga ikut berputar. Pada roll drum bagian depan (roll
penggerak) biasanya dilapisi dengan karet (lagging) untuk mencegah
teradinya selip antara roll drum dengan #elt con-eyor. Putaran dari roll
drum depan akan menarik belt karet sehingga menyebabkan material yang
berada di atas belt karet dapat berpindah menuu roll drum depan.
Con-eyor stone crusher ditopang oleh con-eyor stand untuk
mendistribusikan material ke tempat yang lebih tinggi. Aata&rata
kemiringan maksimal dari con-eyor stone crusher adalah 11
/
. -ika sudut
inklinasi lebih besar dari 11
/
maka material batu yang terdapat pada belt
con:eyor tidak akan bisa dipindahkan karena material batu akan
menggelinding keba$ah disebabkan sudut inklinasi yang terlalu
besar. <aka pada perancangan con-eyor stone crusher diusahakan sudut
inklinasi tidak boleh lebih dari 11
/.
3agian ekor con:eyor merupakan tempat input material yang akan
didistribusikan oleh con:eyor. <aterial atuh pada upper idler yang
dikelilingi oleh hopper con:eyor. (opper ini berfungsi untuk mencegah
material agar tidak berantakan keluar dari #elt con:eyor. Roller idler yang
terdapat pada atuhan material biasanya lebih rapat dibandingkan dengan
roller yang terdapat pada bagian tengah dan depan con:eyor. )al ini
karena roller idler pada bagian belakang berfungsi sebagai tempat atuhan
material yang mendapat beban paling besar diantara bagian con:eyor
lainnya. Pada bagian ekor con:eyor terdapat roll drum belakang yang
dapat dipakai untuk menyetel kekencangan #elt con:eyor.
Penyetelan #elt con:eyor dilakukan dengan mengencangkan atau
mengendorkan tension rod yang terpasang pada kedua sisi #earing U7(
roll drum belakang con:eyor.
Bebar dan kecepatan #elt con:eyor berpengaruh pada kapasitas
con:eyor sedangkan panang con:eyor menentukan besarnya daya yang
dibutuhkan. -ika besarnya daya motor diabaikan" dua buah con:eyor
dengan lebar dan kecepatan #elt yang sama tetapi mempunyai panang
berbeda akan menghasilkan kapasitas yang sama. Dalam perancangan
con:eyor stone crusher plant" terlebih dahulu dihitung kapasitas yang
88
ingin dicapai dengan mempertimbangkan lebar dan
kecepatan #elt con:eyor baru kemudian ditentukan daya yang dibutuhkan
dengan mempertimbangkan panang con:eyor. -adi lebar #elt" kecepatan
con:eyor" dan daya con:eyor merupakan faktor utama yang
mempengaruhi kapasitas con:eyor stone crusher.
2udut inklinasi con:eyor uga mempengaruhi kapasitas con:eyor.
Untuk material batu" sudut inklinasi maksimal yang diiinkan adalah 11
/
.
-ika sudut inklinasi lebih besar dari sudut yang diiinkan maka material
aggregate tidak akan bisa dipindahkan karena material akan
menggelinding turun menuu ekor con:eyor. )al ini akan menyebabkan
penumpukan material pada hopper con:eyor dan ika daya elektromotor
sudah tidak mampu lagi untuk menarik #elt dapat menyebabkan
terbakarnya elektromotor akibat o-erload.
2elain beberapa faktor yang telah disebutkan" terdapat uga faktor
hambatan yang mempengaruhi kapasitas con:eyor. 9aktor hambatan
tersebut dapat berupa gesekan antara roll drum dengan #elt con:eyor.
2emakin besar gaya gesek yang teradi" maka kapasitas yang didapat
semakin kecil. -ika gaya gesek (faktor 7) antara roll drum dan belt
con:eyor besar" maka akan menyebabkan selip sehingga belt con:eyor
tidak ikut berputar dan material tidak dapat didistribusikan. )al ini dapat
menyebabkan berkurangnya kapasitas. Untuk con:eyor pendek" harga
faktor 7 lebih besar daripada con:eyor yang panang karena
kekencangan #elt con:eyor lebih mudah diatur disebabkan arak yang
dekat antara roll drum depan dan roll drum belakang. Pengaturan
kekencangan #elt dapat dilakukan melalui tension rod yang terdapat pada
ekor con:eyor.
"ain Con-eyor pada Stone Crusher 'lant P( 2umber Ae>eki Alam
terdiri dari , unit" yakni "ain 7on:eyor 8" "ain Con-eyor 88" dan "ain
Con-eyor 888.
1. "ain Con-eyor 8 % Panang (15 m) I Bebar (1/ m)" digunakan
untuk memasok raw material dari -a$ Primer menuu ke Ayakan
Primer
89
#. "ain Con-eyor 88 % Panang (! m) I Bebar (1/ m)" digunakan
untuk memasok material dari Ayakan Primer menuu ke -a$
2ekunder
,. "ain Con-eyor 888 % Panang (11 m ) I Bebar (11 m)" digunakan
untuk memasok material dari -a$ sekunder menuu Ayakan
2ekunder
Gambar 4.1@ a. !elt Con-eyor
90
Gambar 4.17 b Conveyor (Isometr! "e#)
(able 4.# 2pesifikasi ukuran sabuk yang dapat disesuaikan
$elt 'idth $elt +idth ,mm"-Po'er ,%'" $elt
Speed
Capacity ,t-h"
4// M 1#4#.# 1#&#/4#.#&4 #/&#545&@.5 1.,&1.. ,/&./
5// M 1#4, 1#&#/44&5.5 #/&,/45.5&@.5 1.,&1.. 4/&1/
.5/ M1#44 1#&#/44&5.5 #/&,/4@.5&11 1.,&1.. 1/&1#/
1// M1/44 1/&1544&5.5 15&#545.5&15 1.,&1.. 1#/&11/
1/// M1/45.5 1/&#/4@.5&11 #/&,/411&#/ 1.,&#./ 1./&#5/
1#// M1/4@.5 1/&#/4@.5&15 #/&,/415&,/ 1.,&#./ #//&4//
91
7atatan % 2pesifikasi diatas hanya sebagai referensi" perubahan dapat disesuaikan
terhadap produk
(2umber % http%44stonecrusher1@.blogspot.com4#/1,4114unit&pemindah&material&
con:eyingN#1.html)
2. Return Con)eyor
7on:eyor ini digunakan untuk mengantar kembali ra$ material
untuk dipecah kembali. Pada Stone Crusher 'lant di Pabrik P( 2umber
Ae>eki Alam" terdapat # unit Return Con-eyor" yakni %
1. Return Con-eyor 8 % Panang ( ! m) I Bebar % ( ./ m)
#. Return Con-eyor 88 % Panang ( 1# m) I Bebar (./ m)
. Stoc% Pile Con)eyor
<erupakan con:eyor yang mendistribusikan material yang telah
siap diolah menuu sto& pile. Stoc& 'ile Con-eyor pada Stone Crusher
'lant di P( 2umber Ae>eki Alam ini memiliki dimensi panang 1# m dan
lebar 5/ m.
92
Gambar 4.11 Unit 7on:eyor pada P( 2umber Ae>eki Alam
4.2.. Uni" Pe+isah; Pen,a/ak +a"eria( .Screenin!"
Unit pemisah adalah komponen pada peralatan pemecah batu yang
berfungsi untuk menyaring 4 memisahkan" membentuk gradasi (grading)"
dan secara tidak langsung mengontrol penyaluran material ke unit crusher
selanutnya" #in" atau stoc& pile. (uuan utama screening adalahEscalpingE"
yaitu untuk memindahkan o-ersize atau undersize material dalam unit
crusher" atau untuk mendapatkan ukuran material (batu) yang dihasilkan.
6-ersize nantinya akan dipecah lagi oleh unit crusher" sedangkan
5ndersize adalah hasil adi.
Posisi dec& atau lembaran screen adalah paralel yang terpisah pada
arak yang cukup agar dapat menggerakkan material antara dec&. Screen
pada unit crusher yang portable biasanya terdiri # 14# dec& atau lapisan
atau lembaran screen pada permulaan proses untuk mendapatkan initial
input pada dec& bagian atas. Posisi dec& atau lembaran screen adalah
parallel yang terpisah pada arak yang cukup agar dapat menggerakkan
material antara dec&. <aterial yang tertahan pada dec& bagian atas akan
dipecah lagi oleh primary crusher" material yang lolos dari dec& pertama
dan yang tertahan pada deck bagian kedua akan dipecah oleh unit crusher
selanutnya. Untuk material berlebih yang halus (abu batu) akan melalui
saringan paling ba$ah berukuran 14# dec&.
Pada umumnya screen terbuat dari ka$at baa yang dianyam" dan
bidang persegi empat yang terletak di antara dua bush ka$at yang dianyam
menentukan ukuran batu yang dapat lolos mele$atinya. (erdapat dua enis
screen yang biasa dipakai" yaitu -i#rating screen dan re-ol-ing screen.
*i#rating screen terdiri dari yang datar dan ada yang miring
keba$ah dalam arah aliran bahan. *i#rating screen digetarkan oleh sebuah
penggetar yang ditempelkan di atas atau di kiri dan kanan ayakan.
Re-ol-ing screen biasanya terbuat dari drum yang dinding&dindingnya
berlubang yang berputar dalam kedudukan miring keba$ah dalam arah
aliran bahan.
93
Produk dari proses pengayakan4penyaringan ada dua" yaitu %
1. Ukuran lebih besar daripada ukuran lubang&lubang ayakan (o-er
size)
2. Ukuran yang lebih dari pada ukuran lubang&lubang ayakan (under
size)
Gambar 4.1! Proses pemisahan ,screening$
(uuan dilakukannya screening adalah %
1. <empersiapkan produk umpan (+eed$ yang ukurannya sesuai untuk
beberapa proses berikutnya
2. <encegah masuknya mineral yang tidak sempurna dalam peremukan
(primary crushing) atau o-ersize ke dalam proses pengolahan
berikutnya" sehingga dapat dilakukan kembali proses peremukan
tahap berikutnya (secondary crushing)
. Untuk meningkatkan spesifikasi suatu material sebagai produk akhir
:. <encegah masuknya undersize ke permukaan. Pengayakan biasanya
dilakukan dalam keadaan kering untuk material kasar" dapat optimal
sampai dengan ukuran 1/ in (1/ mesh)" sedangkan pengayakan
dalam keadaan basah biasanya untuk material yang halus mulai dari
ukuran #/ in sampai dengan ukuran ,5 in.
<a-a+-+a-a+ Screenin!
3erdasarkan bentuk permukaannya" screen terbagi atas %
94
1. 'arallel rod screen" terbuat dari steel #ars" kayu atau cash iron.
7ontohnya Grizzly
2. 'unched plate dibuat dari plate dibuat dari #elt con:eyor atau plat
baa
. ;o-en wire screen terbuat dari ka$at yang dianyam" berupa baa"
tembaga" monel atau alloy&alloy lainnya.
Per+ukaan A/ak da$a" *erdiri A"as !
1. 3atang baa % 3atang baa berarak sedikit sedikit satu sama lain.
3atang ini digunakan untuk mengayak bahan kasar seperti batu" batu
bara" dan lain&lain
2. Pelat berlubang % Garis tengah lubang biasanya 1 cm atau lebih.
Ukuran tebal pelat meningkat sesuai dengan bertambah besarnya
garis tengah lubang
. Anyaman ka$at % 3iasa dipakai ka$at baa" karena kuat
:. 2utera tenun % 3ahan ini digunakan untuk mengayak >at sangat halus"
seperti bunga dan tepung
7. Aol berputar % Permukaan ayak semacam ini terdiri atas seumlah rol
berusuk yang yang disusun berdampingan dan digerakkan dengan
kecepatan berlainan. Pengayakan pada permukaan ayak semacam ini
adalah sangat efektif.
A/akan an/a+an ka1a" ! 'o)en/ 'ire/ mesh
1. Anyaman ka$at (wo-en wire)" bahan dapat berupa baa" nikel"
perunggu" tembaga" atau logam lainnya
95
Gambar 4.#/ Anyaman *a$at (wo-en)
2. Plat yang berlubang (punched plate" bahan dapat berupa baa
ataupun karet keras)
Gambar 4.#1 Plat yang berlubang
. 2usunan batang logam biasanya digunakan batang baa (parallel
rods). 2istem bukaan ayakan dari permukaan ayakan uga ber:ariasi"
seperti bentuk lingkaran" persegi ataupun persegi panang.
Penggunaan bentuk bukaan ini tergantung dari ukuran" karakteristik
material" dan kecepatan gerakan screen.
Gambar 4.## susunan batang logam
96
Gambar 4.#, Ayakan pada P( 2umber Ae>eki Alam
S"andar" Ukuran A/akan ,Screen"
Ukuran yang digunakan bias dinyatakan dengan mesh maupun mm
(metric). "esh adalah umlah lubang yang terdapat dalam suatu inchi
persegi (s<uare inch)" sementara ika dinyatakan dalam mm" maka angka
yang ditunukkan merupakan besar material yang diayak.
S"andar" ka1a" a/akan di)a,i !
1. (yler 2tandart" ukuran #// mesh" diameter /"//#! inchi" dan 2A
/"//#1 inchi
2. 3ritish standar" ukuran #// mesh" 2A /"//, inchi" dan 28 4:#
. U2 2tandart" ukuran 11 mesh" 2A 1 mm" dan 28 4:#
9aktor&faktor yang mempengaruhi kecepatan material untuk
menerobos ukuran ayakan adalah %
1. Ukuran bahan ayakan
2emakin besar diameter lubang bukaan" akan semakin
banyak material yang lolos
97
2. Ukuran relatif partikel
<aterial yang mempunyai diameter yang sama dengan
panangnya akan memiliki kecepatan dan kesempatan masuk yang
berbeda bila posisinya berbeda" yaitu yang satu melintang dan
lainnya membuur
. Pantulan dari <aterial
Pada $aktu material atuh ke screen maka material akan
membentur kisi&kisi screen sehingga akan terpental ke atas dan
atuh pada posisi yang tidak teratur.
9ak"or /an, harus di$erha"ikan da(a+ $e+i(ihan s-reen !
1. *apasitas" kecepatan hasil yang diinginkan
2. *isaran ukuran (size range)
. 2ifat bahan % densitas" kemudahan mengalir (+lowa#ility)"
:. Unsur bahaya bahan % mudah terbakar" berbahaya" debu yang
ditimbulkan
7. Ayakan kering atau basah
Ka$asi"as s-reen se-ara u+u+ "er,an"un, $ada !
1. Buas penampang screen
2. Ukuran bahan
. 2ifat dari umpan seperti" berat enis" kandungan air" temperature
:. (ipe mechanical screen yang digunakan
Be)era$a A(a" A/akan !
1. Gri>>ly
1. =ibrating
2. Oscilating
. Aeciprocating
:. (rome4re:ol:ing
98
Gambar 4.#4 enis&enis alat ayakan
0R1**23 SCR224
Trommel screen adalah screening yang digunakan dalam industryscalar
besar terutama pada pertambangan. 8ni adalah salah satu perangkat screening
tertua" yang merupakan ayakan silinder" biasanya berputar diantara ,5 dan
450 kecepatan kritis. 8ni adalah enis ayakan bergulir. Trommel dapat
menangani bahan dari 5"5 mm sampai . mm" dan ukuran lebih kecil dapat
ditangani dalam kondisi penyaringan basah.
Re-ol-ing screen biasanya terbuat dari drum yang dinding?dindingnya
berlubang yang berputar dalam kedudukan miring keba$ah dalam arah aliran
bahan.
Trommel screen berbentuk seperti tabung besar" dimana tabung
tersebut terdapat lubang&lubang. Trommel screen terdiri dari input dan output"
dimana +eed masuk ke dalam input. Di dalam input" +eed tersebut diputar oleh
screen dengan kecepatan yang ditentukan. )eed yang tidalk diinginkan akan
keluar dengan sendirinya melalui lubang yang melalui out put. )eed yang
diinginkan akan masuk dalam penampung4storage kemudian dialirkan melalui
#elt con:eyor. )eed yang tidak masuk4lolos atau direcycle.
*ekurangan dan kelebihan Trommel Screen %
1. *elebihan % harga lebih murah dari :ibrating screen
2. *ekurangan % biaya pera$atan tinggi" terutama pada dinamo
motor dan sikat
. (idak dapat menghasilkan produk yang uniform seperti
-i#rating screen
:. *ebutuhan tempat4ruangan relatif besar
99
ara kerja !
Umpan yang sangat kasar" atuh pada uung atas kisi. 3ongkahan yang
besar akan menggelinding ke bagian uung dan bongkahan kecil akan atuh ke
ba$ah masuk ke dalam kolektor (pengumpul tersendiri). -arak antara setiap
batang pada bagian atas dibuat cukup lebar dibandingkan bagian ba$ah agar
kuat tanpa teradi penyumbatan oleh bongkahan yang hanya lolos sebagian.
-arak antara batang berkisar # &1 inch.
#. VI$R50I4G SCR224
*i#rating screen" ayakan dinamis dengan permukaan hori>ontal dan
miring digerakkan pada frekuensi 1/// sampai @/// )>. Ayakan enis ini
mempunyai kapasitas tinggi" dengan efisiensi pemisahan yang baik" yang
digunakan untuk range yang luas dari ukuran partikel. *i#rating screen terdiri
dari yang datar dan ada yang miring keba$ah dalam arah aliran bahan.
*i#rating screen digetarkan oleh 2ebuah penggetar yang ditempelkan di atas
atau di kiri dan kananayakan.
Prinsip kera -i#rating screen sebenarnya sangat sederhana. Pada
dasarnya prinsip kera -i#rating screen adalah adalah proses pengayakan
dengan cara menggetarkan. Screen yang sering kita sebut pengayakan dan
-i#rating yaitu menggetarkan -i#rating. *i#rating screen disarankan dua
tingkat penyaringan" dengan ukuran ,/ mesh di bagian atas dan 4/ mesh di
bagian ba$ah. Dengan ukuran yang demikian akan memudahkan penyaringan
di #rush stainner.
Gambar 4.#5 %nglined -i#rating screen dan dis& screen
ara kerja !
100
3ahan dimsukkan dari lubang di atas dan oscillator akan berputar
kemudian partikel&partikel ysng kecil akan tersaring atuh mele$ati lubang
yang ba$ah" sedangkan partikel yang besar tidak akan tersaring. )asil giling
ini yang kemudian dimasukkan ke dalam -i#rating screener dan mengalami
proses pengayakan.
2. R2CIPR1C50I4G SCR224
Ayakan dinamis dengan gerakan menggoyang" pukulan yang
panang (#/ ? #// )>) digunakan untuk pemindahan dengan pemisahan
ukuran. 2eparasi ini digunakan untuk %
1. <aterial yang halus
2. <aterial yang kering
. Ukuran kecil (light) yaitu sekitar 1/ sampai #/Pm dan terkadang
sampai 4/ Pm.
Reciprocatin! Screen "erdiri dari se)uah !
Gyratory horizontal yang bergerak pada uung umpan dari screen yang
tegak lurus dengan bantuan dari poros yang berputar secara tidak teratur.
Perputaran poros tersebut sebesar 1/// re:4min. gerakan memutar pada uung
+eed dengan cepat menebarkan material&material melintang ke seluruh lebar
dari permukaan screen.
Gerakan memutar ini uga menyusun material&material tersebut
berdasarkan perbedaan mesh. 2elama material&material tersebut mele$ati
permukaan dari screen" akan teradi pereduksian umlah pada uung
pemberhentian (uung alat). Aeduksi membantu memisahkan material&
material" yang diistilahkan sebagai =near mesh particle=.
. SH56I4G SCR224
Sha&ing screen adalah sebuah alat yang digunakan untuk
menspesifikasikan ukuran dari biih logam yang akan kita proses sebelum
dimasukkan ke dalam bins (tempat penyimpanan)
101
Gambar 4.#. Sha&ing screen
ara Kerja !
1. <enggunakan prinsip gerakan bolak&balik (sha&e) yang
bekera pada kondisi miring
2. 3eroperasi dalam dengan umlah stroke ./
. 1// per menit
:. <engecilkan ukuran hingga Q 1# mm penggunaan
Pen,,unaan !
1. 3anyak digunakan dalam menyeleksi mineral
7. Persiapan coal dalam kondisi kering
>. 2angat arang digunakan abrasi:e metalliferous ores
Keru,ian !
3iaya pera$atan tinggi dan kapasitas rendah
4.% Prosedur Pe+eriksaan Pera(a"an Pe+e-ah Ba"u
4.%.1 Pe+eriksaan Ins"a(asi Pera(a"an Pe+e-ah Ba"u
Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk menilai apakah peralatan
pemecah batu sudah dipasang sesuai dengan +low diagram yang diinginkan %
1. Apakah +low diagram peralatan pemecah batu ini menghasilkan bahan
yang sesuai dengan spesifikasi pekeraan. *alau tidak" ada bahan yang
tidak terpakai atau harus dipecah ulang.
102
#. <emeriksa perbandingan reduksi masing&masing pemecah batu"
apakah masih dalam perbandingan sesuai dengan batas kemampuan.
,. Apakah discharge opening masing&masing pemecah batu sudah disetel
sesuai rencana.
4. Apakah input pemecah batu tidak melebihi kapasitas pemecah batu
pada discharge opening yang ditentukan.
5. Periksa kapasitas tiap alat % +eeder" con-eyer" screen" apakah ada yang
o-erload atau underload.
Apabila pemeriksaan dengan butir&butir di atas sudah dilaksanakan"
dapat diharapkan peralatan pemecah batu dapat beroperasi optimal dan
berproduksi maksimal.
4.%.2 Sasaran Pe+eriksaan Pera(a"an Pe+e-ah Ba"u
Pemeriksaan peralatan tersebut dimaksudkan untuk mengetahui tiap&
tiap komponen dalam peralatan pemecah batu apakah masih dalam kondisi
yang baik" mempunyai kapasitas dan menghasilkan seperti yang dikehendaki
dalam +low diagram.
Untuk itu tiap&tiap komponen yaitu masing&masing pemecah batu"
+eeder" grizzly,con-eyer" ayakan" dan lain&lain alat bantu perlu diperiksa
kondisinya" tingkat keausannya" dan disetel sesuai dengan rencana semula.
Diharapkan setelah itu akan dapat menghasilkan produksi pada tingkat
produksi dan mutu seperti dikehendaki oleh syarat&syarat pekeraan.
3eberapa hal yang perlu diketahui untuk pemeriksaan adalah sebagai
berikut %
1. )arus tersedia operation manual dari peralatan pemecah batu
#. )arus ada +low diagram dari peralatan pemecah batu yang berisi semua
informasi dari penyetelan pemecah batu" kapasitas pemecah batu"
kecepatan alir bahan&bahan dalam con:eyor" ukuran&ukuran" dimensi
ayakan" dan lain&lain.
,. Data&data mengenai bahan baku dan data&data bahan yang dihasilkan.
4.%.% Per+asa(ahan U+u+ Pera(a"an Pe+e-ah Ba"u
2ebelum melaksanakan pemeriksaan maka perlu pengenalan peralatan
lebih dahulu dengan mempelaari operation manual peralatan pemecah batu"
103
dan +low diagram yang tersedia. Apabila tidak tersedia +low diagram dapat
dibuat +low diagram" sambil dilakukan tanya a$ab dengan operator dan
superintendant.
2etelah mempelaari +low diagram dan sepintas melihat peralatan
pemecah batu yang sedang beroperasi" dapat teradi kemungkinan&
kemungkinan sebagai berikut %
1. Peralatan pemecah batu menghasilkan bahan&bahan tidak sesuai
dengan rencana %
a. Ukuran
b. <utu (kotor)
c. 3entuk (pipih&pipih)
d. Produksi kurang dari rencana
2. Pemecah 3atu bagian se&under o-erload" sedang bagian primer
underload.
. *eluaran ,output) pemecah batu yang o-ersize lebih besar dari
#/(lebih dari #/ 0 keluaran pemecah batu kembali lagi ke pemecah
batu tersebut).
:. (erdapat con:eyor yang o-erload.
7. Dengan melihat produk" terlihat geala o-er run pada salah satu screen
>. *ondisi peralatan pemecah batu secara menyeluruh di ba$ah kondisi
operasional. -ika terdapat hal&hal tersebut di atas" maka harus
dilakukan penelitian untuk mencari penyebab&penyebabnya sebelum
dilakukan pemeriksaan lebih lanut untuk tiap&tiap komponen secara
detail.
4.%.4 Pe+eriksaan Ko+$onen-Ko+$onen Pera(a"an Pe+e-ah Ba"u
104

Gambar 4.#@ Pemeriksaan *omponen Unit Pemecah 3atu pada P( 2AA
1. Hopper dan Vi7ratin!8eeder
Pada bagian&bagian tersebut terdapat komponen&komponen plat
hopper" plat +eeder ta#le" motor" =&belt" rantai"sproket dan +eeder gate.
Dalam melaksanakan pemeriksaan komponen&komponen tersebut
dapat dilakukan hal&hal sebagaimana berikut %
105
1. Pemeriksaan secara :isual mengenai keausan atau kondisi tiap&tiap
bagian.
#. Periksa motor apakah teradi kebocoran oli" temperatur tidak
normal" atau terdapat bunyi tidak normal.
,. Pada $aktu operasi muatan pemecah batu untuk tipe a$ normal
atau tidak (o-erloaded 4 underloaded). 2etel gate kalau perlu.
4. Periksa kekencangan belt (kendor" normal" terlalu kencang). 7ek
apakah terdapat robek pada belt.
5. Periksa bentuk dan alannya rantai (kendor" normal"
terlalukencang).
.. Periksa sproket" apakah teradi cacat pada gigi&gigi sproket. 7ek
spi atau pasak pada sproket.
@. Periksa hal&hal lain yang diperlukan.
2. Pri+ar/ # Se-ondar/ Ja1 rusher
(erdiri dari motor" :&belt" main bearing (pitman #earing)" toggle"
jaw plate" pelat pipi, toggle plate" toggle seat" dan sproket.
1. Pemeriksaan secara :isual terhadap keausan atau kondisi tiap&tiap
bagian (keausan a$ tidak boleh lebih dari 5/ 0 kondisi utuh).
#. Periksa motor apakah teradi kebocoran oliR temperatur normal atau
tidakR apakah terdapat bunyi tidak normal.
,. Pada $aktu operasi muatan pemecah batu untuk tipe jaw normal
atau o-erloaded 4 underloaded. 2etel gate kalau perlu.
4. Periksa kekencangan #elt (kendor" normal" atau terlalu kencang).
7ek apakah terdapat robek pada #elt.
5. Periksa bentuk atau alannya rantai (kendor" normal" atau terlalu
kencang).
.. Periksa sproket" apakah teradi cacat pada gigi&gigi sproket. 7ek
spi atau pasak pada sproket.
@. Periksa temperatur main #earing" apakah dalam keadaan normal
atau terlalu panas.
1. Periksa seal #earing.
!. Periksa fungsi toggle.
1/. Periksa keausan pelat pipi.
11. Periksa keausan uung&uung toggle plate.
1#. Periksa keausan toggle seat.
%. A/akan =e"ar
106
(erdiri dari motor" :&belt" ayakan" dan penggetar. Dalam
pemeriksaan komponen&komponen tersebut perlu dilakukan hal&hal
sebagai berikut %
1. Pemeriksaan secara :isual mengenai keausan atau kondisi tiap&tiap
bagian.
#. Periksa motor" apakah teradi kebocoran oli" temperatur normal
atau tidak" apakah terdapat bunyi tidak normal.
,. Periksa kekencangan #elt (kendor" normal" terlalu kencang). 7ek
apakah terdapat robek pada belt.
4. Periksa gigi&gigi sproket" apakah teradi cacat pada gigi&
gigisproket. 7ek spi atau pasak pada sproket.
5. Periksa #earing" apakah dalam keadaan normal atau terlalu panas.
.. Periksa seal #earing.
@. Periksa tekanan oli.
1. Periksa apakah ada kebocoran pada penggetar dan ukur AP<
penggetar dengan AP< meter. 3andingkan dengan syarat AP<
dalam manual.
!. Periksa ukuran batu hasil produksi dengan ayakan laboratorium
dengan ukuran yang sama" dengan menggunakan sha&er. Apabila
lebih dari 5 0 o-ersize (tertahan)" ayakan pemecah batu harus
diganti.
1/. (pemeliharaan harian atau berkala). Periksa hal&hal lain yang
diperlukan.
4. $elt con)eyor
(erdiri dari motor dengan reduction gear" :&belt" rantai dan sproket"
pulley dan #earing" roll&roll dan #earing" idle dan #earing" serta frame.
Dalam pemeriksaan komponen&komponen tersebut" perlu dilakukan hal&
hal sebagai berikut %
1. Pemeriksaan secara :isual mengenai keausan belt
con:eyor"sambungan belt con:eyor dan kondisi tiap&tiap bagian
pada belt con:eyor.
2. Periksa motor apakah teradi kebocoran oli" temperatur normal atau
tidak" apakah terdapat bunyi tidak normal.
. Periksa kekencangan belt (kendor" normal" atau terlalu
kencang).7ek apakah terdapat robek pada belt.
107
:. Periksa gigi&gigi sproket apakah teradi cacat pada gigi&gigi
sproket. 7ek spi atau pasak pada sproket.
7. Ukur kecepatan alannya belt dengan menggunakan isolasi ban
ber$arna putih dan stopwatch
&. Generator Set
(erdiri dari engine" clutch" tor<ue con-erter" electrical system" chassis
dan #ody.
Dalam pemeriksaan komponen&komponen tersebut dapat dilakukan
hal&hal sebagaimana berikut %
1. Pemeriksaan secara :isual mengenai keausan atau kerusakan dari
komponen&komponen genset misalnya rumah" dan chassis.
#. Periksa genset apakah teradi kebocoran oli" temperatur normal atau tidak"
apakah terdapat bunyi tidak normal.
,. Periksa :oltase" ampere" frekuensi dan temperatur dengan menggunakan
tachometer" multitester" compression gauge" dan alat pengukur suhu.
4. Periksa sistem kelistrikannya terhadap kemungkinan teradinya kerusakan
pada kabel pembungkus.
5. Periksa apakah terdapat kebocoran pada pac&ing cylinder head.
.. Periksa dinamo charge" dan alternator #attery.
@. Periksa rotor" stator" dan terminal control.
1. Periksa kebersihan genset dari debu&debu" abu batu" dan hindarkan dari
huan dan lembab.
'. Kondisi 8a$an,an $era(a"an $e+e-ah )a"u
)arus diaga kebersihan lingkungan" drainase lingkungan"
dankeamanan dari peralatan pemecah batu itu sendiri terhadap pencurian"
kerusakan sistem kelistrikan" keamanan penyimpanan alat kera" dan lain&lain.
108
Gambar 4.#1a
109
Gambar 4.#1b
110
Gambar 4.#1c
111
Gambar 4.#1d
112
Gambar 4.#1e
113
Gambar 4.#1f
Gambar 4.#1 a.b"c d" e" f (skema peralatan pemecah batu menurut enis serta
bagian&bagiannya)
114