Anda di halaman 1dari 19

Anemia defisiensi besi pada

kehamilan
JEFFRY SIMAMORA
102011414
Identifikasi istilah
Tidak ada
Mind Map
Rumusan
masalah
Anamnesis
Pemeriksaan fisik &
penunjang
WD & DD
Etiologi
Patofisiologi
Epidemiologi
Penatalaksanaan
Komplikasi
Pencegahan
Prognosis
Anamnesa

Identitas pasien
Mudah lelah?
Sesak?
Pika?
Glositis?
Nyeri menelan?
Status menstruasi?
Mengonsumsi obat?

Pemeriksaan fisik
pemeriksaan tanda vital
Anemis?
Pada palpasi terdapat organomegali dan
limphadenopati
Stomatitis angularis, atrofi papil lidah
Ditemukan takikardi, murmur sistolik dengan
atau tanpa pembesaran jantung

Pemeriksaan penunjang
Kadar Hb dan indeks eritrosit (didapatkan
anemia hipokromik mikrositer dengan
penurunan kadar Hb, MCV dan MCH turun)
Kadar reseptor transferin (meningkat )
Pemeriksaan sumsusm tulang (hiperplasia
normoblastik ringan sampai sedang dengan
normoblas kecil2)
Working diagnosis
Anemia dalam kehamilan ditandai dengan kadar
Hb<11 pada trimester 1 dan 3, dan Hb<10,5
pada trimester 2.
Dimana eritrosit turun dan Hb turun sehingga
daya angkut oksigen utk organ janin dan ibu
menjadi kurang
Anemia def. Besi : akibat zat besi dlm darah
kurang sehingga konsentrasi Hb dlm darah juga
kurang

GEJALA KLINIS
Kelelahan, kelemahan
Simptom kardiovaskular (contohnya palpitasi)
Pucat pada kulit dan mukosa
Takikardia dan hipotensi
Hipertrofi jantung (pada kasus kronik)

ETIOLOGI
Umumnya karena kurang gizi
Kurang zat besi
Kehilangan darah saat persalinan yang lalu
Penyakit kronik.
PATOFISIOLOGI
Total besi penurunan cadangan besi pada
hepatosit dan makrofag hati, limpa dan sumsum
tulang belakang

Setelah cadangan habis penurunan kadar
besi plasma suplai besi pada sumsum tulang
untuk pembentukan Hb menurun peningkatan
jumlah eritrosit protoporfirin produksi eritrosit
mikrositik dan penurunan nilai HB

Differential Diagnosis
Anemia Defisiensi Asam Folat
Karena kurangnya absorbsi asam folat
Jenis anemia makrositik, jumlah retikulosit
rendah, eritrosit bernuklei
Perubahan megaloblastik mencolok
Pada bayi menunjukan iritrabel, gagal tumbuh,
diare kronik
Perdarahan karena def. Asam folat dapat
menyertai kwashiorkor, marasmus,sariawan
Anemia defisiensi B12

Karena kurang masukan, pembedahan lambung,
kekurangan ekskresi oleh lambung dan
konsumsi kompleks B12 faktor intrinsik
Gejala tampak pada umur 9 bln smpe 11 thn
Ketika berat, terjadi kelemahan, iritabilitas,
anoreksia.
Anemia makrositik, neutrofil besar dan
hiperpigmentasi
Pada kasus lanjut terjadi neutropenia dan
trombositopenia
KOMPLIKASI
Abortus
Persalinan preterm
Partus lama karena inersia uteri
Perdarahan postpartum karena atonia uteri
Syok
Infeksi, baik intrapartum maupun postpartum
Dekompensasio kordis (dapat terjadi pada anemia
yang sangat berat dengan Hb kurang dari 4 g/dl)
Kematian mudigah
Kematian perinatal
Prematuritas
Cadangan besi kurang pada janin

Pencegahan dan penanganan
Konsumsi zat besi ditingkatkan
Vitamin C (meningkatkan penyerapan zat besi)
Mengurangi makanan yg menghambat
penyerapan besi : fitrat, fosfat, tannin
Terapi oral : fero sulfat, fero gluconat, Na-fero
bisitrat 60 mg/hari(Hb naik 1gr%/bulan)
Terapi parenteral /IV: ferum dextran sebanyak
1000mg(20 ml) atau 2x10 ml intramuskular(Hb
naik 2gr%) hanya utk indikasi tertentu.
Komplikasi
Anemia berat dpt menghasilkan hipoksemia,
insufisiensi koroner, iskemia miokard
Kerusakan struktur dan jarngan epitel (kuku
rapuh, kuku sendok, atrofi papil lingual, angular
stomatitis, disfagia)
Rentan terhadap infeksi
Kelahiran prematur, BBLR(suplemen zat besi
selama kehamilan )
PROGNOSIS
Prognosis baik jika ibu diberi suplemen zat besi
dan jika tidak terdapat komplikasi berat