Anda di halaman 1dari 19

Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum

No. 04/SE/M/2010
tentang
Pemberlakukan Pedoman Cara Uji California Bearing
Ratio (CBR) dengan Dynamic Cone Penetrometer (DCP)
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM
1
Jakarta, 25 Februari 2010
Kepada yang terhormat,
1) Gubernur di seluruh Indonesia
2) Bupati dan Walikota di seluruh Indonesia
3) Seluruh Pejabat Eselon I di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum
4) Seluruh Pejabat Eselon II di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum
Perihal : Pemberlakuan Pedoman Cara Uji California Bearing Ratio (CBR)
dengan Dynamic Cone Penetrometer (DCP)
SURAT EDARAN
Nomor : 04/SE/M/2010
Dalam rangka melaksanakan Pasal 78 ayat (1), Peraturan Pemerintah Republik
Indonesia Nomor 34 Tahun 2006 tentang Jalan, perlu penetapan pedoman
penyelenggaraan jalan mengenai cara uji CBR dengan Dynamic Cone Penetrometer
(DCP) dengan Surat Edaran Menteri sebagai berikut:
I. UMUM
Surat Edaran ini diterbitkan untuk menjadi acuan bagi perencana, pelaksana, dan
pengawas dalam melakukan evaluasi kekuatan tanah dasar dan lapis fondasi jalan
dengan prosedur yang cepat.
Tujuan ditetapkan pedoman ini untuk dapat digunakan oleh perencana, pelaksana, dan
pengawas dalam melaksanakan evaluasi kekuatan tanah dasar dan lapis fondasi jalan
dengan suatu prosedur yang cepat, yaitu dengan menggunakan Dynamic Cone
Penetrometer (DCP).
Pemberlakuan Surat Edaran ini bagi Pejabat Eselon I dan Eselon II di lingkungan
Departemen Pekerjaan Umum untuk digunakan sebagaimana mestinya, sedangkan bagi
Gubernur dan Bupati / Walikota di seluruh Indonesia agar dapat digunakan sebagai
acuan sesuai kebutuhan.
II. MATERI MUATAN
Pedoman cara uji CBR dengan DCP meliputi:
a. Pendahuluan.
b. Tata cara penulisan dalam lampiran Surat Edaran Menteri ini sesuai ketentuan
Pedoman Standardisasi Nasional (PSN) Nomor 8 Tahun 2007.
2
c. Peralatan utama yang digunakan dalam evaluasi kekuatan tanah dasar dan lapis
fondasi jalan adalah alat DCP. Selain itu diperlukan pula alat bantu, antara lain
seperti cangkul, sekop, blincong, pahat, linggis, palu, core drill dan lain-lain.
d. Dalam pelaksanaan pengujian CBR dengan DCP, diperlukan 3 (tiga) orang
teknisi.
e. Pelaksanaan pengujian dimulai dengan persiapan alat dan lokasi pengujian,
kemudian dilakukan pengujian dengan DCP dan penentuan nilai CBR.
Pedoman cara uji CBR dengan Dynamic Cone Penetrometer (DCP) dimuat secara
lengkap dalam Lampiran yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan Surat
Edaran Menteri ini
Demikian atas perhatian Saudara kami ucapkan terima kasih.
LAMPIRAN
SURAT EDARAN MENTERI PEKERJAAN UMUM
NOMOR: 04/SE/M/2010
TANGGAL: 25 Februari 2010
PEDOMAN CARA UJI CALIFORNIA BEARING RATIO (CBR) DENGAN
DYNAMIC CONE PENETROMETER (DCP)
i
Daftar isi
Daftar isi ................................................................................................................................. i
Prakata.................................................................................................................................. ii
Pendahuluan .........................................................................................................................iii
1 Ruang lingkup.................................................................................................................. 1
2 Istilah dan definisi ............................................................................................................ 1
3 Peralatan dan personil ..................................................................................................... 1
3.1 Peralatan utama......................................................................................................... 1
3.2 Alat bantu................................................................................................................... 2
3.3 Personil ...................................................................................................................... 2
4 Persiapan alat dan lokasi pengujian................................................................................. 2
5 Cara pengujian................................................................................................................. 3
6 Cara menentukan nilai CBR............................................................................................. 3
Lampiran A Gambar-gambar alat penetrometer konus dinamis (DCP) .................................. 5
Lampiran B Formulir pengujian penetrometer konus dinamis (DCP)...................................... 7
Lampiran C Formulir hubungan kumulatif tumbukan dan kumulatif penetrasi ........................ 8
Lampiran D Hubungan nilai DCP dengan CBR...................................................................... 9
Lampiran E Contoh isian formulir pengujian penetrometer konus dinamis (DCP) ................ 10
Lampiran F Contoh isian hubungan kumulatif tumbukan dan kumulatif penetrasi ................ 11
Bibliografi............................................................................................................................. 12
ii
Prakata
Pedoman Cara uji CBR dengan Dynamic Cone Penetrometer (DCP) ini disusun untuk
dijadikan acuan bagi perencana, pelaksana, dan pengawas dalam melakukan evaluasi
kekuatan tanah dasar dan lapis fondasi jalan dengan prosedur yang cepat.
Pedoman ini disusun oleh Panitia Teknis Bahan Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil
melalui Gugus Kerja Bahan dan Perkerasan Jalan pada Subpanitia Teknis Rekayasa Jalan
dan Jembatan.
Tata cara penulisan disusun mengikuti Pedoman Standardisasi Nasional (PSN) Nomor 8
Tahun 2007 dan dibahas dalam forum konsensus tanggal 8 Juli 2008 di Bandung yang
melibatkan para narasumber, pakar dan lembaga terkait.
iii
Pendahuluan
Cara uji ini merupakan suatu prosedur yang cepat untuk melaksanakan evaluasi kekuatan
tanah dasar dan lapis fondasi jalan, dengan menggunakan Dynamic Cone Penetrometer,
(DCP). Cara uji ini juga merupakan cara alternatif jika pengujian CBR lapangan tidak bisa
dilakukan.
Pengujian tersebut memberikan kekuatan lapisan bahan sampai kedalaman 90 cm di bawah
permukaan yang ada dengan tidak melakukan penggalian sampai kedalaman pada
pembacaan yang diinginkan.
Pengujian dilaksanakan dengan mencatat jumlah pukulan (blow) dan penetrasi dari konus
(kerucut logam) yang tertanam pada tanah/lapisan fondasi karena pengaruh penumbuk
kemudian dengan menggunakan grafik dan rumus, pembacaan penetrometer diubah
menjadi pembacaan yang setara dengan nilai CBR.
Pedoman ini mencakup ruang lingkup, acuan normatif, istilah dan definisi, peralatan, cara
pengujian dan cara perhitungan untuk menentukan nilai CBR.
1 dari 12
Cara uji CBR dengan Dynamic Cone Penetrometer (DCP)
1 Ruang lingkup
Pedoman ini menetapkan cara uji kekuatan atau daya dukung (CBR) di lapangan secara
cepat dengan menggunakan alat penetrometer konus dinamis (Dynamic Cone
Penetrometer, DCP). Peralatan dan prosedur yang diuraikan dibatasi untuk pengujian tanah
dasar dan atau lapis fondasi jalan dengan ukuran butir maksimum 4 cm.
2 Istilah dan definisi
Istilah dan definisi yang digunakan dalam pedoman ini adalah sebagai berikut:
2.1
California Bearing Ratio (CBR)
rasio beban penetrasi suatu bahan dengan piston standar yang mempunyai luas 1935 mm (3
inci persegi) terhadap beban standar dengan kedalaman dan kecepatan penetrasi 1,27
mm/menit (0,05 inci per menit)
2.2
konus
logam terbuat dari baja keras, yang bagian ujungnya berbentuk kerucut dengan sudut 30
untuk bahan granular. Untuk hal-hal khusus seperti tanah berbutir halus digunakan kerucut
dengan sudut 60, penggunaan sudut konus akan menentukan pula rumus atau grafik
hubungan nilai DCP dan CBR yang harus digunakan untuk menentukan nilai CBR (gambar
pada Lampiran A)
2.3
lubang uji (test pits)
pengujian dengan membuat lubang uji yang umumnya berukuran 60 cm x 60 cm untuk
mengetahui jenis lapisan perkerasan sampai kedalaman tertentu atau tanah dasar
3 Peralatan dan personil
3.1 Peralatan utama
Alat penetrometer konus dinamis (DCP) terdiri dari tiga bagian utama yang satu sama lain
harus disambung sehingga cukup kaku, seperti telihat pada Lampiran A
3.1.1 Bagian atas
a) Pemegang;
b) Batang bagian atas diameter 16 mm, tinggi-jatuh setinggi 575 mm;
c) Penumbuk berbentuk silinder berlubang, berat 8 kg.
2 dari 12
3.1.2 Bagian tengah
a) Landasan penahan penumbuk terbuat dari baja;
b) Cincin peredam kejut;
c) Pegangan untuk pelindung mistar penunjuk kedalaman.
3.1.3 Bagian bawah
a) Batang bagian bawah, panjang 90 cm, diameter 16 mm;
b) Batang penyambung, panjang antara 40 cm sampai dengan 50 cm, diameter 16 mm
dengan ulir dalam di bagian ujung yang satu dan ulir luar di ujung lainnya;
c) Mistar berskala, panjang 1 meter, terbuat dari plat baja;
d) Konus terbuat dari baja keras berbentuk kerucut di bagian ujung, diameter 20 mm, sudut
60 atau 30;
e) Cincin pengaku.
3.2 Alat bantu
Peralatan bantu adalah cangkul, sekop, blincong, pahat, linggis, palu, core drill, dan untuk
pengujian pada lapisan perkerasan beraspal, alat ukur yang digunakan panjang/pita ukur
yang bisa dikunci, kunci pas, formulir lapangan dan alat tulis.
3.3 Personil
Pengujian DCP memerlukan 3 orang teknisi, yaitu:
a) satu orang memegang peralatan yang sudah terpasang dengan tegak;
b) satu orang untuk mengangkat dan menjatuhkan penumbuk;
c) satu orang untuk mencatat hasil.
4 Persiapan alat dan lokasi pengujian
Persiapan alat dan lokasi pengujian, sebagai berikut:
a) sambungkan seluruh bagian peralatan dan pastikan bahwa sambungan batang atas
dengan landasan serta batang bawah dan kerucut baja sudah tersambung dengan
kokoh;
b) tentukan titik pengujian, catat Sta./Km., kupas dan ratakan permukaan yang akan diuji;
c) buat lubang uji pada bahan perkerasan yang beraspal, sehingga didapat lapisan tanah
dasar;
d) ukur ketebalan setiap bahan perkerasan yang ada dan dicatat.
3 dari 12
5 Cara pengujian
a) Letakkan alat DCP pada titik uji di atas lapisan yang akan diuji;
b) Pegang alat yang sudah terpasang pada posisi tegak lurus di atas dasar yang rata dan
stabil, kemudian catat pembacaan awal pada mistar pengukur kedalaman;
c) Mencatat jumlah tumbukan;
1) Angkat penumbuk pada tangkai bagian atas dengan hati-hati sehingga menyentuh
batas pegangan;
2) Lepaskan penumbuk sehingga jatuh bebas dan tertahan pada landasan;
3) Lakukan langkah-langkah pada 6.c).1) dan 6.c).2) di atas, catat jumlah tumbukan
dan kedalaman pada formulir 1-DCP, sesuai ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
(a) untuk lapis fondasi bawah atau tanah dasar yang terdiri dari bahan yang tidak
keras maka pembacaan kedalaman sudah cukup untuk setiap 1 tumbukan
atau 2 tumbukan;
(b) untuk lapis fondasi yang terbuat dari bahan berbutir yang cukup keras, maka
harus dilakukan pembacaan kedalaman pada setiap 5 tumbukan sampai
dengan 10 tumbukan.
4) Hentikan pengujian apabila kecepatan penetrasi kurang dari 1 mm/3 tumbukan.
Selanjutnya lakukan pengeboran atau penggalian pada titik tersebut sampai
mencapai bagian yang dapat diuji kembali.
d) Pengujian per titik, dilakukan minimum duplo (dua kali) dengan jarak 20 cm dari titik uji
satu ke titik uji lainnya. Langkah-langkah setelah pengujian;
1) Siapkan peralatan agar dapat diangkat atau dicabut ke atas;
2) Angkat penumbuk dan pukulkan beberapa kali dengan arah ke atas sehingga
menyentuh pegangan dan tangkai bawah terangkat ke atas permukaan tanah;
3) Lepaskan bagian-bagian yang tersambung secara hati-hati, bersihkan alat dari
kotoran dan simpan pada tempatnya;
4) Tutup kembali lubang uji setelah pengujian.
6 Cara menentukan nilai CBR
Pencatatan hasil pengujian dilakukan menggunakan formulir pengujian penetrometer konus
dinamis (DCP), seperti terlihat pada Lampiran B.
a) Periksa hasil pengujian lapangan yang terdapat pada formulir pengujian penetrometer
konus dinamis (DCP) dan hitung akumulasi jumlah tumbukan dan akumulasi penetrasi
setelah dikurangi pembacaan awal pada mistar penetrometer konus dinamis (DCP);
b) Gunakan formulir hubungan kumulatif (total) tumbukan dan kumulatif penetrasi pada
Lampiran C, terdiri dari sumbu tegak dan sumbu datar, pada bagian tegak menunjukkan
kedalaman penetrasi dan arah horizontal menunjukkan jumlah tumbukan;
c) Plotkan hasil pengujian lapangan pada salib sumbu di grafik pada Lampiran C.
d) Tarik garis yang mewakili titik-titik koordinat tertentu yang menunjukkan lapisan yang
relatif seragam;
e) Hitung kedalaman lapisan yang mewakili titik-titik tersebut, yaitu selisih antara
perpotongan garis-garis yang dibuat pada 6.d), dalam satuan mm;
4 dari 12
f) Hitung kecepatan rata-rata penetrasi (DCP, mm/tumbukan atau cm/tumbukan) untuk
lapisan yang relatif seragam;
Nilai DCP diperoleh dari selisih penetrasi dibagi dengan selisih tumbukan.
g) Gunakan gambar grafik atau hitungan formula hubungan nilai DCP dengan CBR dengan
cara menarik nilai kecepatan penetrasi pada sumbu horizontal ke atas sehingga
memotong garis tebal untuk sudut konus 60 atau garis putus-putus untuk sudut konus
30;
h) Tarik garis dari titik potong tersebut ke arah kiri sehingga nilai CBR dapat diketahui.
5 dari 12
Lampiran A Gambar-gambar alat penetrometer konus dinamis (DCP)
(normatif)
Gambar-gambar alat penetrometer konus dinamis (DCP)
Gambar A.1 - Penetrometer konus dinamis (DCP)
6 dari 12
Gambar A.2 - Bagian dari penetrometer konus dinamis (DCP)
5 CM
3,5 cm
(57.5+H) cm
3,5 cm
Pegangan
Ulir masuk ke
pegangan
Batang Sekunder
Baja keras 16 mm
Ulir untuk Landasan
Ulir untuk Landasan
Batang Utama baja
Keras 16 mm,
dengan skala baca
dalam mm
Ulir Untuk Konus
6,5 cm
3,5 cm
3,.5 cm
100 cm
1,5 cm
Pegangan
H
(
5
7
,
5
+
H
)
c
m
Penumbuk
Landasan
Batang Utama
Konus
BATANG-BATANG
Ta
H cm
Ukuran seperti
ditentukan agar
mendapatkan
berat Palu 8 Kg
PALU
KONUS
Ulir Untuk Batang Utama
2 cm
1,5 cm
1,0 cm
1,2 cm
1,6 cm
0,7 cm
11,5 cm
8,5 cm
10 CM
7 dari 12
Lampiran B Formulir penguj ian penetromet er konus dinamis (DCP)
(normatif)
Formulir pengujian penetrometer konus dinamis (DCP)
Nama Instansi Penguji
PENGUJIAN PENETROMETER KONUS DINAMIS (DCP)
Proyek : Dikerjakan :
Lokasi : Dihitung :
Km/Sta : Tanggal :
Ukuran Konus : 30
0
/ 60
0
Banyak
Tumbukan
Kumulatif
Tumbukan
Penetrasi
Kumulatif
Penetrasi
DCP
CBR
(mm) (mm)
.
(mm/tumbukan) (%)
Diperiksa oleh penyelia,
Tanggal : . . . . . . . . . . . . . .
( . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . )
Dikerjakan oleh teknisi,
Tanggal : . . . . . . . . . . . . .
( . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . )
8 dari 12
Lampiran C Formul ir hubungan kumul atif tumbukan dan kumul atif penetrasi
(normatif)
Formulir hubungan kumulatif tumbukan dan kumulatif penetrasi
Nama Instansi Penguji
PENGUJIAN PENETROMETER KONUS DINAMIS (DCP)
Proyek : Dikerjakan :
Lokasi : Dihitung :
Km/Sta : Tanggal :
Ukuran Konus : 30
0
/ 60
0
0
100
200
300
400
500
600
700
800
900
1000
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100
Komulatif Jumlah Tumbukan
K
o
m
u
l
a
t
i
f
P
e
n
e
t
r
a
s
i
(
m
m
)
Diperiksa oleh penyelia,
Tanggal : . . . . . . . . . . . . . .
( . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . )
Dikerjakan oleh teknisi,
Tanggal : . . . . . . . . . . . . .
( . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . )
9 dari 12
Lampiran D Hubungan nil ai DCP dengan CBR
(normatif)
Hubungan nilai DCP dengan CBR
0
1
10
100
1000
0.1 1 10 100
DCP (mm/tumbukan)
C
B
R
(
p
e
r
s
e
n
)
1 10
1
10
100
1000
100
DCP Konus 30
O
Log
10
(CBR) = 1.352 - 1.125 Log
10
(cm/tumbukan)
0
DCP Konus 60
O
Log
10
(CBR) = 2.8135 - 1.313 Log
10
(mm/tumbukan)
10 dari 12
Lampiran E Contoh isian formul ir penguj i an penet rometer konus dinami s (DCP)
(informatif)
Contoh isian formulir pengujian penetrometer konus dinamis (DCP)
D E P A R T E M E N P E K E R J A A N U M U M
B A D A N P E N E L I T I A N D A N P E N G E M B A N G A N
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jalan AH. Nasution 264, Kotak Pos 2 Ujungberung, Telp. (022) 7802251-3, Fax (022) 7802726 Bandung 40294, e-mail : pusjal@melsa.net.id
PENGUJIAN PENETROMETER KONUS DINAMIS (DCP)
Proyek : Aplikasi Tailing Dikerjakan : Yani
Lokasi : Jalan Agimuga Timika Dihitung : Ngadiman
Km/Sta : 1+850 (Badan Jalan) Tanggal : 4 Febr 2006
Ukuran konus : 60
0
Banyak Kumulatif
Penetrasi
Kumulatif
DCP CBR
Tumbukan Tumbukan Penetrasi
(mm) (mm) (mm/tumbukan) (%)
0 0 40 0
16.80 16.02
5 5 180 140
5 10 242 202
5 15 292 252
5 20 315 275
5.09
76.92
5 25 350 310
5 30 375 335
5 35 393 353
5 40 415 375
5 45 440 400
5 50 470 430
5 55 560 520
13.43 21.50
5 60 625 585
5 65 680 640
5 70 750 710
5 75 795 755
5 80 860 820
5 85 940 900
Diperiksa oleh Penyelia : Dikerjakan oleh Teknisi :
Tanggal : 4 Februari 2006 Tanggal : 4 Februari 2006
( Yani ) ( Ngadiman )
11 dari 12
Lampiran F Contoh isian hubungan kumulat if tumbukan dan kumul atif penetrasi
(informatif)
Contoh isian hubungan kumulatif tumbukan dan kumulatif penetrasi
D E P A R T E M E N P E K E R J A A N U M U M
B A D A N P E N E L I T I A N D A N P E N G E M B A N G A N
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN JALAN DAN JEMBATAN
Jalan AH. Nasution 264, Kotak Pos 2 Ujungberung, Telp. (022) 7802251-3, Fax (022) 7802726 Bandung 40294, e-mail : pusjal@melsa.net.id
PENGUJIAN PENETROMETER KONUS DINAMIS (DCP)
Proyek : Aplikasi Tailing Dikerjakan : Yani
Lokasi : Jalan Agimuga Timika Dihitung : Ngadiman
Km/Sta : 1+850 (Badan Jalan) Tanggal : 4 Febr 2006
Ukuran Konus : 60
0
-1000
-900
-800
-700
-600
-500
-400
-300
-200
-100
0
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100
Komulatif Tumbukan
K
o
m
u
l
a
t
i
f
P
e
n
e
t
r
a
s
i
(
m
m
)
Diperiksa oleh Penyelia : Dikerjakan oleh Teknisi :
Tanggal : 4 Februari 2006 Tanggal : 4 Februari 2006
( Yani ) ( Ngadiman )
12 dari 12
Bibliografi
SNI 03-1744, Metode pengujian CBR laboratorium.
SNI 03-4153, Metode pengujian penetrasi dengan SPT (Standar Penetration Tests).
Overseas Road Note 31 (1993), A guide to the structural design of bitumen-surfaced roads in
tropical and sub-tropical countries. Transport Research Laboratory, United Kingdom.
Austroads (1992). Pavement Design. A Guide to the structural design of roads pavements.