Anda di halaman 1dari 16

Kutil

Tugas ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas mata pelajaran Biologi













Oleh:
Kenny Rahayu R.
Kelas:
XII IPA 7



SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 3 BANDUNG
2012
KATA PENGANTAR


Assalammualaikum wr. wb.
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan hidayah-Nya saya dapat
menyelesaikan tugas Biologi ini. Tak lupa sholawat serta salam semoga tercurah selalu kepa-
da junjungan besar kita Nabi Muhammad SAW. Dengan adanya makalah ini, secara umum
dimaksudkan untuk mempermudah proses pembelajaran Biologi tentang Kutil dan secara
khusus sebagai tugas penambah nilai dalam bidang studi Biologi. Ucapan terima kasih juga
saya sampaikan pada pihak-pihak yang telah berperan dalam suksesnya tugas Biologi saya,
yaitu:
Guru pengajar Biologi, Ibu Nenden Komara
Teman-teman kelas XII IPA 7
Mungkin ada banyak isi dan kata yang tidak berkenan di hati Anda, untuk itu saya mohon
maaf yang sebesar-besarnya dan mohon adanya kritikan yang dapat membangun. Mungkin
cukup sekian kata-kata pembuka dari saya, sebelumnya saya ucapkan terima kasih.
Wassalammualaikum wr. wb.
Bandung, November 2013
Penulis


Kenny Rahayu R.

BAB I
PENDAHULUAN


1.1. Latar Belakang
Kutil dalam istilah medis disebut Papilloma. Papilloma itu sebenarnya sejenis tumor jinak
pada kulit, berasal dari penebalan lapisan luar kulit yang berlebihan. Bentuk kutil ini bisa
bermacam-macam. Bisa besar-besar atau bisa juga kecil-kecil. Biasanya memang kalau di-
pegang tidak sakit, dan kalau sudah sangat besar, bisa saja berdarah kalau lecet. Bila sudah
besar biasanya bentuknya seperti bungakol.
Kutil disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV). Virus ini memang menyerang kulit
dan salah satu jenis penyakitnya yaitu menimbulkan kutil kecil-kecil di telapak tangan.

1.2. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan Kutil ?
2. Apa penyebab dari Kutil?
3. Apa tanda gejala dari Kutil?
4. Bagaimanakah cara penanganan Kutil?

1.3. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian dari Kutil
2. Untuk mengetahui penyebab Kutil
3. Untuk mengetahui tanda gejala dari Kutil
4. Untuk mengetahui penanganan Kutil






BAB II
PEMBAHASAN MATERI

2.1.Penyakit Kutil
Warts (istilah medis veruka) atau lebih dikenal dengan nama kutil adalah
perkembangan sel kulit berlebihan (hiperplasi epidermis) yang disebabkan virus
Human Papilloma jenis tertentu.
Kutil merupakan neoplasma jinak epidermis yang disebabkan oleh virus dari
kelompok human papillomavirus (HPV). Kutil juga bisa disebut veruka (dalam
medis), meskipun istilah veruka biasanya dipakai untuk kutil telapak kaki (plantar
wart).

2.2. Penyebab Kutil
Penyebabnya adalah salah satu dari 60 jenis virus papilloma manusia (human
papillomavirus, HPV, melalui sentuhan langsung atau tidak langsung dari penderita
kutil atau dapat pula menyebar ke daerah kulit yang lain pada penderita yang sama.

2.2.1. Definisi
Virus papiloma manusia (HPV) adalah suatu patogen DNA yang menyebabkan
timbulnya berbagai tumor jinak (kutil) dan beberapa lesi pramaligma dan maligna.
Sampai saat ini sudah diketahui lebih dari 100 subtipe HPV, dengan 33 diantaranya
diketahui menginfeksi saluran genital. Infeksi HPV dapat menyebabkan kanker
serviks, penis dan anus. Penularan HPV genital hampir semata-mata melalui hub-
ungan kelamin, walaupun autoinokulasi dan penularan melalui fomite juga dapat ter-
jadi. Infeksi dapat ditularkan kepada neonatus saat persalinan. Faktor resiko terbesar
untuk timbulnya HPV adalah jumlah pasangan seks. Merokok, pemakaian kon-
trasepsi oral (KO), dan kehamilan tampaknya meningkatkan kerentanan terhadap in-
feksi HPV.

2.2.2. Etiologi
Human Papillomavirus (HPV) diidentifikasi sebagai penyebab kondiloma
akuminata. Kondiloma adalah kutil yang berlokasi di area genital (uretra, genital dan
rektum). Kondiloma merupakan penyakit menular seksual dan berpengaruh buruk
bagi kedua pasangan. Masa inkubasi dapat terjadi sampai beberapa bulan tanpa
tanda dan gejala penyakit. Biasanya lebih banyak selama masa kehamilan dan ketika
terjadi pengeluaran cairan yang berlebihan dari vagina. Meskipun sedikit, kumpulan
bunga kol bisa berkembang dan sebagai akibatnya adalah akumulasi bahan-bahan
purulen pada belahan-belahan, biasanya berbau tidak sedap warnanya abu-abu,
kuning pucat atau merah muda.
Kondiloma akuminata merupakan tonjolan-tonjolan yang berbentuk bunga kol
atau kutil yang meruncing kecil yang bertumbuh kembang sampai membentuk ke-
lompok yang berkembang terus ditularkan secara seksual. Kondiloma akuminata
dijumpai pada berbagai bagian penis atau biasanya didapatkan melalui hubungan
seksual melewati liang rectal disekitar anus, pada wanita dijumpai pada permukaan
mukosa pada vulva, serviks, pada perineum atau disekitar anus.
Kondiloma sering kali tampak rapuh atau mudah terpecah, bisa terssebar multi-
focal dan multisentris yang bervariasi baik dalam jumlah maupun ukurannya. Le-
sinya bisa sangat meluas sehingga dapat menguasai penampakan normal dan anato-
mi pada genitalia. Daerah tubuh yang paling umum adalah frenulum, korona, glans
pada pria dan daerah introitus posterior pada wanita.

2.2.3. Manifestasi Klinis
Kondiloma akuminata sering muncul disaerah yang lembab, biasanya pada pe-
nis, vulva, dinding vagina dan dinding serviks dan dapat menyebar sampai daerah
perianal, berbau busuk, warts/kutil memberi gambaran merah muda, flat, gambaran
bunga kol
Pada pria dapat menyerang penis, uretra dan daerah rektal. Infeksi dapat
dormant atau tidak dapat dideteksi, karena sebagian lesi tersembunyi didalam folikel
rambut atau dalam lingkaran dalam penis yang tidak disirkumsisi.
Pada wanita condiloma akuminata menyerang daerah yang lembab dari labia
minora dan vagina. Sebagian besar lesi timbul tanpa simptom. Pada sebagian kasus
biasanya terjadi perdarah setelah coitus, gatal atau vaginal discharge
Ukuran tiap kutil biasanya 1-2 mm, namun bila berkumpul sampai berdiameter
10, 2 cm dan bertangkai. Dan biasanya ada yang sangat kecil sampai tidak diper-
hatikan. Terkadang muncul lebih dari satu daerah. Pada kasus yang jarang, perdara-
han dan obstruksi saluran kemih jika virus mencapai saluran uretra. Memiliki ri-
wayat kehidupan seksual aktif dengan banyak pasangan.

2.2.4. Patofisiologi
HPV merupakan kelompok virus DNA double-strand. Sekitar 30 jenis HPV
dapat menginfeksi traktus anogenital. Virus ini menyebabkan lokal infeksi dan mun-
cul sebagai lesi kondiloma papilomatous. Infeksi HPV menular melalui aktivitas
seksual.
HPV yang berhubungan dengan traktus genital dibagi dalam kelompok resiko
rendah dan resiko tinggi yang didasarkana atas genotipe masing-masing. Sebagian
besar kondiloma genital diinfeksi oleh tipe HPV-6 atau HPV-11. Sementara tipe 16,
18, 31, 33, 45, 51, 52, 56, 68, 89 merupakan resiko tinggi.
Papiloma virus bersifat epiteliotropik dan reflikasinya tergantung dari adanya
epitel skuamosa yang berdeferensisasi. DNA virus dapat ditemui pada lapisan bawah
epitel, namun struktur protein virus tidak ditemukan. Lapisan basal sel yang terkena
ditandai dengan batas yang jelas pada dermis. Lapisan menjadi hiperplasia (akanto-
sis), pars papilare pada dermis memanjang. Gambaran hiperkeratosis tidak selalu
ada, kecuali bila kutil telah ditemui pada waktu yang lama atau pengobatan yang tid-
ak berhasil, dimana stratum korneum hanya mengandung 2 lapisan sel yang
parakeratosis. Koibeytes terpancar pencar keluar dari lapisan terluar dari kutil ge-
nialia. Merupakan sel skuamosa yang zona mature perinuclear yang luas dibatasi
dari peripheral sitoplasma. Intinya bisa diperluas dan hyperchromasi, 2 atau lebih
nuclei / inti bisa terlihat. Penelitian ultrastruktural menunjukkan adanya partikel-
partikel virus pada suatu bagian nuclei sel. Koilositosis muncul untuk menunjukkan
kembali suatu efek cytopathic spesifik dari HPV.

2.2.5. Patogenesis
Papillomavirus menyerang epitel gepeng (daerah yang peka infeksi) pada kulit dan
mukosa inokulasi virus pada sel basal diferensiasi sel menjadi sel keratinosit
kepekaan sel berubah memungkinkan virus berkembang secara vegetatif se-
hingga infeksi menjadi produktif perubahan morfologi dan hiperplasia akibat per-
cepatan proliferasi dan terhambatnya diferensiasi sel sifat kelainan yang ada tetap
jinak dan ditandai oleh batas yang tegas dengan jaringan normal. Ada pula yang
menjadi displastik dan ditandai oleh atipi inti sel, mitosis tak terkontrol dan peru-
bahan kromosom. Beberapa diantaranya berlanjut menjadi karsinoma dan ditandai
oleh invasi sel ke jaringan sekitarnya ataupun metastase jauh ke organ lain.



2.3. Gejala dan Tanda Kutil (Wart)
Ada beberapa gambaran tipe kutil, namun secara garis besar, awalnya kutil
biasanya berbentuk bulat, datar, berwarna sama dengan kulit, dan berukuran kecil.
Dengan berjalannya waktu mereka tumbuh lebih besar menjadi berwarna
kekuningan, keabu-abuan bahkan hitam atau cokelat dengan permukaan kasar
berbenjol-benjol. Kutil menyebar melalui kontak langsung atau tidak langsung.
Karena penularan virus disebarkan melalui sentuhan, kutil paling sering terdapat
pada jari, tangan, dan siku, sepanjang perbatasan kulit dan kuku, atau pada
permukaan telapak kaki. Kutil dapat terasa nyeri pada penekanan. Kutil terdapat
pada pasien dari segala usia, tetapi umumnya terjadi selama masa kanak-kanak dan
remaja.
Ukuran dan bentuk kutil tergantung kepada virus penyebabnya dan lokasinya di
tubuh. Beberapa kutil tidak menimbulkan nyeri; sedangkan kutil yang lainnya
menyebabkan nyeri karena mengiritasi saraf. Beberapa kutil tumbuh sendiri dan
terpisah, kutil lainnya tumbuh bersama-sama dan membentuk kelompok kutil (kutil
mosaik).

2.4. Penularan Penyakit Kutil
Kutil dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain. Sebagai contoh, kutil pada
kulit bisa ditularkan dari satu orang ke orang lain lewat kontak langsung dengan
kutil tersebut. Juga bisa melalui handuk atau obyek serta benda-benda lain yang
digunakan oleh penderita kutil dan dipakai oleh bukan penderita kutil.
Virus juga dapat disebarkan dari satu bagian tubuh ke bagian tubuh lain.
Sebagai contohnya, kutil dapat menyebar di sekitar kuku, bibir dan kulit sekitarnya
jika Anda menggigit kutil yang terdapat pada jari atau dekat kuku atau mengisap jari
yang terdapat kutil.
Kutil pada alat kelamin bersifat sangat menular dan dapat ditularkan dari satu
orang ke orang lain melalui kontak mulut atau oral, melalui vagina atau hubungan
intim melalui anus. Jadi merupakan hal penting untuk tidak berhubungan intim
dengan partner yang mempunyai kutil pada daerah genital atau lakukanlah hubungan
intim dengan memakai pelindung. Pada wanita, kutil dapat tumbuh pada daerah
servix (cervix), dan bahkan seorang wanita mungkin tidak mengetahui bahwa dia
mempunyai kutil pada daerah servixnya. Dia mungkin telah menularkan infeksi
tersebut kepada partner saat dia melakukan hubungan intim tanpa diketahuinya.

2.5. Jenis-jenis Kutil (Klasifikasi)
2.5.1.Kutil Biasa
Kutil ini terutama terdapat pada anak-anak, tetapi juga terdapat pada dewasa
dan orang tua. Kutil ini merupakan tonjolan seperti kembang kol. Kutil ini bisa
menyebar, berkelompok atau tumbuh di bagian tubuh yang sering mengalami cedera
timbul di sekitar kuku (kutil periungual), lutut, wajah dan kulit kepala. Kutil ini bisa
menyebar ke bagian tubuh lainnya termasuk mukosa, mulut, dan hidung tetapi tidak
pernah berubah menjadi keganasan.. Kutil jenis ini yang menyerang anak anak
umumnya sembuh secara spontan.
Kutil yang biasa (veruka vulgaris) biasanya memiliki permukaan yang kasar;
bentuknya bundar atau tidak beraturan; berwarna keabuan, kuning atau coklat,
besarnya lentikular atau kalau berkonfluensi berbentuk plakat, permukaan kasar
(verukosa) dan biasanya memiliki garis tengah kurang dari 1 cm. Dengan goresan
dapat timbul auto-inakulasi sepanjang goresan (fenomien Kibner).
Dikenal pula induk kulit yang pada suatu saat akan menimbulkan anak-anak
kulit dalam jumlah yang banyak. Ada pendapat yang menggolongkan sebagai
penyakit yang sembuh sendiri tanpa pengobatan. Varian veruka vulgaris yang
terdapat di daerah muka dan kulit kepala berbentuk sebagai penonjolan yang tegak
lurus dengan permukaan kulit dan permukaannya verukosa disebut sebagai verukosa
filiformis.

2.5.2. Kutil Telapak Kaki (Plantar Wart)
Kutil telapak kaki bisa soliter, menyebar di seluruh telapak kaki, atau bersama
sama membentuk segerombolan yang kemudian disebut juga kutil mozaik.
Penampakan yang khas berupa daerah daerah kecil penebalan kulit yang ketika
mengelupas akan menampakkan bintik bintik hitam akibat adanya kapiler yang
mengalami thrombosis. Kutil telapak kaki sering menimbulkan nyeri. Hal ini harus
dibedakan dengan kalus dan kapalen (corn), yang timbul pada tempat tempat
pergesekan di penonjolan tulang. Kalus merupakan bercak bercak pada kulit
dengan penebalan yang sama, dan pada kapalen terdapat rasa nyeri pada sumbat
tengah keratin di mana tidak didapatkan pembuluh kapiler.
Veruka plantaris tumbuh di telapak kaki dan bentuknya biasanya berupa cincin
yang keras dengan di tengah agak lunak dan berwarna kekuning-kuningan.
Permukaannya licin karena gesekan dan menimbulkan rasa nyeri pada waktu
berjalan yang disebabkan oleh penekanan oleh massa yang terdapat di daerah tengah
cincin. Berbeda dengan kapalan, veruka plantaris cenderung mengalami perdarahan
berupa bintik-bintik kecil jika disayat dengan pisau bedah.

2.5.3. Kutil Datar (Plane Wart)
Veruka filiformis merupakan kutil yang bentuknya memanjang, yang biasanya
ditemukan di kelopak mata, wajah, leher atau bibir. Kutil datar sering ditemukan
pada anak-anak dan dewasa muda, biasanya tumbuh dalam suatu kelompok bintik-
bintik halus berwarna kuning-coklat di wajah.
Kutil ini kecil, rata pada bagian atas, kemerahan, dan biasanya terdapat pada
punggung tangan dan wajah. Sering terjadi dalam bentuk garis garis yang
diakibatkan oleh inokulasi virus yang masuk ke dalam luka karena garukan atau
abrasi (lecet).

2.5.4. Kutil Kelamin (Kondilomata Akuminata)
Pada tahun tahun terakhir ini telah diketahui peran jenis tertentu dari virus
kutil kelamin sebagai penyebab kanker penis dan seviks. Hal ini telah menyebabkan
perubahan sikap karena sebelumnya kutil kelamin dianggap hanya merupakan
masalah kecil yang ditransmisikan secara seksual. Kutil genitalis (kondiloma
akuminata) adalah kutil lembab yang ditemukan di daerah kemaluan. Virusnya
ditularkan melalui hubungan seksual.
Kondiloma akuminata sering muncul di daerah yang lembab, biasanya pada
penis, vulva, dinding vagina dan dinding serviks dan dapat menyebar sampai daerah
perianal. Berbau busuk. Warts/kutil memberi gambaran merah muda, flat, gambaran
bunga kol. Pada pria dapat menyerang penis, uretra dan daerah rektal. Infeksi dapat
dormant atau tidak dapat dideteksi, karena sebagian lesi tersembunyi didalam folikel
rambut atau dalam lingkaran dalam penis yang tidak disirkumsisi. Pada wanita
condiloma akuminata menyerang daerah yang lembab dari labia minora dan vagina.
Sebagian besar lesi timbul tanpa simptom. Pada sebagian kasus biasanya terjadi
perdarah setelah coitus, gatal atau vaginal discharge. Ukuran tiap kutil biasanya 1-2
mm, namun bila berkumpul sampai berdiameter 10, 2 cm dan bertangkai. Dan
biasanya ada yang sangat kecil sampai tidak diperhatikan. Terkadang muncul lebih
dari satu daerah. Pada kasus yang jarang, perdarahan dan obstruksi saluran kemih
jika virus mencapai saluran uretra.

2.6. Histopatologi
Jika gambaran klinis tidak jelas maka dapat dilakukan pemeriksaan
histopatologik melalui biopsi kulit. Gambaran histopatologis dapat membedakan
bermacam-macam papiloma.

2.7. Komplikasi dari Penyakit Kutil
Penyakit kutil dapat juga mengalami komplikasi, diantaranya:
Kutil dapat menjadi nyeri pada penekanan lama, misalnya lokasi kutil yang berada
di telapak kaki.
Kutil cenderung menyebar, terutama pada luka baru, dan cenderung residif atau
berulang
Kutil dapat berubah menjadi ganas (verruca carcinoma) walaupun jarang

2.8. Penatalaksanaan (Pengobatan) dari Penyakit Kutil
Beberapa pendapat menyebutkan bahwa kutil dapat sembuh sendiri tanpa
pengobatan. Jadi, jika tidak menimbulkan gangguan yang meresahkan, kutil tidak
perlu diobati. Tanpa pengobatan, sekitar 3 dari 10 kutil hilang dalam 10 minggu dan
kebanyakan kutil hilang dalam 1-2 tahun, tanpa meninggalkan jaringan parut.
Kemungkinan terbesar kutil ini sembuh sendiri terjadi pada anak-anak dan usia mu-
da. Pada orang yang lebih tua, kutil kadang-kadang dapat menetap sampai beberapa
tahun.
Pengobatan yang diberikan dapat menghilangkan kutil lebih cepat. Namun,
pengobatan ini membutuhkan waktu dan kadang-kadang dapat menyakitkan. Penya-
kit ini juga sering kambuh, walaupun sudah diberikan pengobatan yang baik.
Pengobatan yang umumnya digunakan adalah:
Asam salisilat. Terdapat dalam bentuk lotion dan plester khusus yang mengandung
asam salisilat. Biasanya bahan ini digunakan setiap hari selama 3 bulan. Setiap be-
berapa hari lapisan mati yang terdapat di permukaan atas kutil harus
dibersihkan/digosok. Lebih baik jika kutil dibasahi terlebih dahulu dengan air sela-
ma 5-10 menit sebelum diberikan asam salisilat. Jangan memberikan bahan ini pada
wajah karena dapat mengiritasi kulit. Pengobatan dengan asam salisilat ini dapat
menghilangkan kutil dalam waktu 3 bulan.
Pengobatan menggunakan Cantharidin. Dokter mungkin menggunakan Cantharidin
pada kutil. Kebanyakan orang tidak merasakan nyeri saat bahan kimia ini dikenakan
pada kutil. Anda akan mengalami sedikit rasa nyeri dan melepuh pada kutil sekitar
3-8 jam. Setelah pengobatan dengan Cantharidin, perban akan dipasang diatas kutil.
Perban dapat dilepas setelah 24 jam. Saat campuran dari cantharidin dan bahan-
bahan kimia lain digunakan, perban dilepas setelah 2 jam. Saat anda kontrol ke
dokter lagi, dokter akan melepas kulit mati pada kutil. Jika kutil tidak hilang setelah
satu pengobatan, dokter mungkin akan menyarankan jenis pengobatan kutil lainnya.
Pembekuan. Pengobatan kutil dengan pembekuan sering digunakan. Bahan yang
biasanya digunakan adalah nitrogen cair. Nitrogen disemprotkan atau dioleskan pada
kutil. Nitrogen cair ini sangat dingin dan efek pembekuan serta perlunakan yang
ditimbulkan dapat menghancurkan jaringan kutil. Untuk menghilangkan kutil secara
total memerlukan pengobatan yang berulang-ulang, dapat sampai 4 kali.
Kemungkinan hilangnya kutil melalui cara ini hampir sama dengan pengobatan
menggunakan asam salisilat, namun cenderung lebih cepat. Pengobatan dengan cara
ini dapat menimbulkan rasa nyeri. Kadang-kadang timbul lesi lepuh kecil yang
berlangsung satu hari atau lebih pada kulit yang berdekatan setelah pengobatan.
Bedah. Penyakit ini biasanya tidak diterapi dengan pembedahan karena kutil dapat
timbul kembali. Biasanya cara ini dilakukan jika penderita mempunyai beberapa
kutil dan ukurannya besar.
Macam-macam bedah:
- Bedah skalpel
- Bedah listrik
- Bedah laser
Kutil daerah kelamin harus diobati oleh dokter. Kutil pada daerah genital dapat di-
hilangkan, tetapi tidak ada pengobatan atau penyembuhan untuk virus yang me-
nyebabkan timbulnya kutil tersebut.

Namun, jika mengalami seperti hal di bawah ini, sebaiknya disarankan untuk me-
meriksakan kutil ke dokter dan perlu mendapat perhatian khusus :
Terdapat tanda-tanda infeksi (nanah, sekret, atau demam) atau perdarahan. Kutil
dapat sedikit berdarah, namun jika perdarahan banyak dan tidak mudah berhenti
dengan penekanan ringan, hal yang harus dilakukan adalah segera mencari pertolon-
gan medis.
Kutil tidak responsif terhadap perawatan yang dilakukan secaraa mandiri atau jika
memang menginginkan kutil diangkat.
Terdapat nyeri yang berkaitan dengan kutil tersebut.
Terdapat kutil pada anus maupun genital.
Penderita memiliki penyakit diabetes atau kelemahan sistem imun (misalnya pada
HIV) dan mempunyai kutil yang betumbuh semakin besar.
Terdapat perubahan warna atau penampakan pada kutil.

2.9. Pencegahan Penyakit Kutil
Kutil dapat dicegah melalui beberapa cara yakni :
Jangan menyikat, menjepit, menyisir atau mencukur daerah yang memiliki kutil,
untuk mencegah penyebaran virus.
Jangan menggunakan pemotong kuku yang sama pada kutil Anda selagi Anda
gunakan pada kuku yang sehat.
Jangan gigit kuku Anda jika Anda memiliki kutil di daerah kuku.
Jangan cungkil kutil. Mencungkil dapat menyebarkan virus. Pertimbangkan
menutupi kutil dengan perban perekat untuk mencegah pencungkilan.
Jaga tangan Anda kering sebisa mungkin, karena kutil lebih sulit untuk
dikendalikan di lingkungan lembab.
Hindari berganti-ganti handuk, sendal, kaus kaki, atau pakaian dengan orang
lain, terutama penderita kutil. Sebaiknya gunakan handuk, baju, secara sendiri-
sendiri.
Pada penderita kutil, hindari luka di dekat tempat kutil yang sudah ada, untuk
mencegah penyebaran kutil.
Mencuci tangan setelah memegang kutil.
Gunakan alas kaki di kamar mandi atau di kamar ganti umum.
Meningkatkan daya tahan tubuh, dengan makan makanan bergizi, dan bila perlu
mengkonsumsi suplemen atau imunomodulator.
Segera temui dokter kulit bila mencurigai terkena kutil.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Veruka atau yang lebih dikenal dengan kutil merupakan ploriferasi jinak pada kulit
dan mukosa yang disebabkan oleh infeksi human papilloma virus (HPV). Jenis veruka
dapat bervariasi bergantung dari permukaan epitel kulit yang terkena dan tipe HPV.
Veruka dapat menular serta dapat menimbulkan rasa nyeri terutama bila terdapat di
telapak kaki atau kuku.
Pada umumnya dalam 2 tahun veruka akan hilang dengan sendirinya tanpa diterapi
dengan apapun, namun banyak pasien berobat dikarenakan pasien merasakan nyeri atau
mengganggu pasien dalam beraktivitas sehari hari. Walaupun penyakit ini tidak selalu
menyebabkan kematian, penyakit ini dapat menyebabkan morbiditas yang bermakna dan
membutuhkan biaya perawatan kesehatan yang besar dikarenakan penyakit ini sering re-
sidif, walaupun diberikan pengobatan yang adekuat.

B. Saran
Diharapkan agar kita semua agar lebih menjaga kebersihan diri, karena hal itu
dapat mencegah timbulnya jamur atau virus pada bagian genital yang dapat menyebabkan
berbagai penyakit seperti Kutil.



DAFTAR PUSTAKA

http://google.com
http://id.wikipedia.org/wiki/Kutil
http://www.scribd.com/doc/45857101/Virus-Papiloma-Manusia
http://www.scribd.com/doc/134892776/kutil
http://medicastore.com/penyakit/816/Kutil_(Veruka).html
http://www.scribd.com/doc/90993562/Bab-II-Revisi
RSHS. 2006. Penyakit Kesehatan Anak. Bandung: Rumah Sakit Hasan Sadikin.

Anda mungkin juga menyukai