Anda di halaman 1dari 19

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
II.1 Dasar Teori
Dalam suatu industri, air merupakan bahan utilitas, dimana air
dapat berfungsi sebagai air proses, air sanitasi, air pendingin dan air
boiler. Air untuk umpan boiler biasanya berasal dari air sungai, air
laut, air sumur, air hujan, atau air yang telah diproses seperti air
minum dan air industri. Karena sifat pelarutannya yang baik, maka air
pada umumnya mengandung zat padat terlarut, gas, dan zat padat
tersuspensi (Syafril, 2013).
Menurut Andy (2009), air yang banyak mengandung ion Ca
2+
dan
Mg
2+
disebut sebagai air yang sadah (hard water). on!ion ini sangat
berpengaruh pada kualitas air yang nantinya akan digunakan sebagai
umpan boiler. "iasanya ion!ion ini terlarut dalam air sebagai garam
karbonat, sulfat, bilkarbonat dan klorida. "erbeda dengan senya#a!
senya#a kimia lainnya, kelarutan dari senya#a!senya#a
mengandung unsur Ca dan Mg seperti CaC$
%
, Ca&$
'
, MgC$
%
,
Mg($)*
2
, CaCl
2
, MgCl
2
, dan lain sebagainya akan memiliki kelarutan
yang makin ke+il atau rendah apabila suhu makin tinggi. &ehingga
ketika memasuki boiler, air ini merupakan masalah yang harus segera
diatasi. Air yang sadah ini akan menimbulkan kerak (scalling) dan
tentu saja akan mengurangi e,siensi dari boiler itu sendiri akibat dari
hilangnya panas akibat adanya kerak tersebut. &elain itu yang
dikha#atirkan bisa menyebabkan kerak (scalling* adalah adanya
deposit silika.
Menurut Agung Subyakto (199), untuk keperluan industri,
adanya kontaminasi!kontaminasi dalam air merupakan faktor yang
harus diperhatikan. Karena hal tersebut dapat menimbulkan masalah
yang serius, seperti terjadinya kerak, korosi, dan carry o!er. -ntuk
men+egah masalah!masalah tersebut, suatu pengolahan air yang
II-1


Laboratorium Teknologi Pengolahan Air
terkendali harus dilaksanakan. .engolahan air boiler se+ara umum
dapat dibagi menjadi dua bagian/
0. .engolahan se+ara mekanis, yang dilakukan diluar boiler atau
dikenal dengan "#ternal $reat%ent1
2. .engolahan se+ara kimia#i, yang dilakukan didalam boiler atau
dikenal dengan &nternal $reat%ent.
Air Uman Ketel
Air umpan ketel yang tidak memenuhi syarat dapat
menimbulkan masalah seperti terjadinya kerak (scale*, korosi, dan
busa. Kerak dapat terjadi akibat presipitasi padatan dalam air lalu
melekat di permukaan dinding ketel. ni berakibat pada pemanasan
lanjut lokal (local o!er heating* sehingga fungsi logam ketel sebagai
konduktor berkurang atau bahkan gagal. "eberapa kerak yang sering
terbentuk antara lain/ kalsium karbonat, kalsium sulfat, magnesium
hidroksida, besi oksida, kalsium silikat, dan magnesium silikat ('ede
(. )ahyana, 200*).
2erjadi korosi disebabkan oleh p) airnya terlampau rendah, ada
gas oksigen didalam air, karbondioksida, klor, hidrogen sul3da, dan
lain!lain. 4uga adanya garam!garam dan zat padat tersuspensi.
$ksigen didalam air, apalagi didukung oleh p) yang rendah justru
dapat menambah proses korosi sehingga logam berubah menjadi
bentuk bijih logam dalam proses elektrokimia yang kompleks. &e+ara
umum, reaksi korosi bisa ditulis sebagai berikut/
5e + 2)
2
$ 6 5e($)*
2
+ )
2

jika diperhatikan dengan seksama, tampak tanda panahnya bermata
dua sehingga reaksi ini dinamai reaksi kesetimbangan. .ada suatu
saat reaksi tersebut akan men+apai titik setimbang sehingga proses
korosi pun berhenti ('ede (. )ahyana, 200*).
Pengolahan Air Baku !an Air Uman
.engolahan air baku untuk air umpan terdiri atas koagulasi
7okulasi, penyaringan, pertukaran ion, dan deaerasi. "erikut ini yang
Program stu!i D" Teknik Kimia #TI-ITS II-$


Laboratorium Teknologi Pengolahan Air
akan dibahas adalah masalah pengolahan dengan penukaran ion
(Syafril, 2013).
Pertukaran Ion
&alah satu aplikatifnya adalah resin penukar ion pada sistem air
bebas mineral (8CA 90* :&8!8A&. :esin penukar ion pada proses
pembuatan air bebas mineral berfungsi untuk mengambil pengotor
air dengan +ara pertukaran ion yang bermuatan sama. Kation yang
ada dalam air akan dipertukarkan atau diambil dengan kation resin
sedangkan anion dalam air akan dipertukarkan dengan anion resin. Di
dalam kolom resin penukar kation, garam!garam yang terlarut di
dalam air dikon;ersi menjadi asam!asam mineral masing!masing
melalui pertukaran kation!kationnya dengan ion )
+
. Dari sini
terbentuk asam karbonat dari kesadahan karbonat (carbonat
hardness). Asam karbonat pe+ah menjadi air dan karbon dioksida
bebas (+urdiyanto, 2013).
&istem demineralisasi sangat umum digunakan, tidak hanya
untuk mengolah air untuk boiler tekanan tinggi tapi juga untuk proses
lain dan pengolahan air +u+ian. Air yang diolah berasal dari intake
sungai komering yang mengandung sus,ended solid (impurities tidak
larut* dan dissol!ed solid (impurities terlarut*. -issol!ed solid dapat
dihilangkan melalui proses demineralisasi (A.hi%, 2012).
2eknologi /ater $reat%ent biasa tidak dapat menghasilkan
tingkat kemurnian tersebut di atas. &edangkan pada beberapa jenis
industri tertentu, kontaminasi seke+il apapun dapat mengakibatkan
terjadinya kerusakan ataupun malfungsi. -ntuk memilih paket
demineralisasi yang tepat dan sesuai kebutuhan, maka arus
mempertimbangkan adalah kualitas air baku, kualitas air produk,
kapasitas,dan desain teknis (Syafril, 2013).
Proses Demineralisasi
Menurut 0ulawa%bona (2013), dalam paparan ringkas di ba#ah
ini disampaikan empat tahap proses demineralisasi/
Program stu!i D" Teknik Kimia #TI-ITS II-"


Laboratorium Teknologi Pengolahan Air
1. Taha oerasi
-mumnya air baku mengalir dari atas ke ba#ah (down1ow*
atau sebuah unit tipikal demineralisasi dengan dua dengan dua
media (two2bed de%inerali.er*. Menurut 0ulawa%bona (2013),
pada tahap ini air akan masuk ke dalam 2 media de%inerali.er
yang masing!masing berisi kation e#changer dan anion e#changer.
.ada umumnya air mengalir dari atas ke ba#ah. Dua media ini
akan dipasang seri dalam dua kolom terpisah. Air bakunya
mele#ati kation dulu lalu kemudian mele#ati anion. -rutan ini bisa
dibalik bahkan bisa juga di+ampur dalam 0 bed, disebut %i#ed
bed. Ketika air baku mele#ati resin, terjadi reaksi dimana
komponen kesadahan (Ca
2+
dan Mg
2+
* dalam air ditukar dengan
ion <a
+
dari resin. :eaksi yg terjadi/
: ( !&$
%
<a *
2
+ Mg
2+
: ( !&$
%
*
2
Ca + 2<a
+
: ( !&$
%
<a *
2
+ Mg
2+
: ( !&$
%
*
2
Mg + 2<a
+
$. Taha %u%i &backwash'
Kalau kemampuan resin berkurang banyak atau habis maka
tahap pen+u+ian perlu dilaksanakan. Air bersih dialirkan dari
ba#ah ke atas (u,1ow* agar meme+ah sumbatan pada resin,
melepaskan padatan halus yang terperangkap di dalamnya lalu
melepaskan jebakan gas di dalam resin dan pelapisan ulang resin.
Menurut 0ulawa%bona (2013), larutan yang digunakan yaitu )Cl
untuk annion dan <a$) untuk kation. :esin penukar ion
kehilangan kemampuan tukarnya sekitar 09 =.
". Taha regenerasi
Menurut Syafril (2013), tujuan tahap ini adalah mengganti ion
yang terjerat resin dengan ion yang semula ada di dalam media
resin dan mengembalikan kapasitas tukar resin ke tingkat a#al
atau ke tingkat yang diinginkan. $perasi regenerasi dilaksanakan
dengan mengalirkan larutan regeneran dari atas resin. Ada empat
tahap dalam regenerasi, yaitu backwashing untuk membersihkan
media resin (tahap dua di atas*, memasukkan regeneran, slow
Program stu!i D" Teknik Kimia #TI-ITS II-(


Laboratorium Teknologi Pengolahan Air
rinse untuk mendorong regeneran ke media resin, fast rinse untuk
menghilangkan sisa regeneran dari resin dan ion yang tak
diinginkan ke saluran pembuangan (dis,osal ,oint*.
(. Taha bilas &fast rinse'
Menurut Syafril (2013), air berke+epatan tinggi membilas
partikulat di dalam media resin, juga ion kalsium dan magnesium
ke pembuangan dan untuk menghilangkan sisa!sisa larutan
regenerasi yang terperangkap di dalam resin. .embilasan
dilakukan dengan air bersih aliran ke ba#ah. &etelah tahap ini,
proses kembali ke a#al (tahap ser;is*.
)esin Penukar Ion
:esin yang digunakan untuk penukar ion harus mempunyai
struktur dimana radikal penukar ionnya terikat pada struktur polimer
(Sulistyaningsih, 2013).
*ambar $.1. Model &truktur dari :esin .enukar on
Menurut A.hi% (2012), resin dibagi menjadi dua yaitu/
a. :esin penukar kation
Menurut Agung Subyakto (199), suatu resin penukar kation
adalah resin yang berkombinasi dengan gugus sulfo. Disebut pula
penukar kation asam kuat, atau kombinasi dengan gugus karboksil.
Disebut pula resin penukar kation asam lemah. Menurut A.hi%
(2012), resin penukar ion positif atau yang lebih dikenal dengan
kation e>+hanger pada umumnya dalam bentuk asam kuat atau
asam lemah. :esin kation dalam bentuk asam kuat dapat
Program stu!i D" Teknik Kimia #TI-ITS II-+


Laboratorium Teknologi Pengolahan Air
menghilangkan seluruh ion positif yang terkandung dalam air
sedangkan resin kation dalam bentuk asam lemah hanya dapat
menghilangkan sebagian kesadahan dalam air yang umumnya
kesadahan dalam bentuk alkinitas. :esin penukar ion mempunyai
a3nitas yang berbeda terhadap tiap jenis ion yang ada dalam air.
Akibatnya resin penukar ion menunjukan urutan selekti;itas untuk
tiap jenis ion yang terlarut dalam air. -ntuk resin penukar ion
positif dalam bentuk asam kuat urutan jenis ion positif yang
mempunyai a3nitas terhadap resin penukar ion positif di mulai dari
yang terbesar hingga yang terke+il adalah sebagai berikut/
Cal+ium (Ca*, Magnesium (Mg*, Ammonium (<)
'
*, .otassium (K*,
<atrium (<a*, dan terakhir )idrogen ()*. &e+ara sederhana rekasi
pertukaran ion positif dapat dilihat seperti diba#ah ini/
*ambar $.$. Mekanisme .ertukaran on .ositif &e+ara &ederhana
b. :esin penukar anion
Menurut Agung Subyakto (199), suatu resin penukar anion
adalah resin yang berkombinasi dengan gugus 3uartenary
ammonium, disebut pula resin penukar anion basa kuat, atau yang
berkombinasi dengan gugus amina tersier, sekunder dan primer.
Disebut pula resin penukar anion basa lemah. Menurut A.hi%
(2012), anion e#changer bertujuan untuk menghilangkan ion!ion
yang bermuatan negatif seperti &$
'
, Cl, &i$
%
, dan ion negatif
Program stu!i D" Teknik Kimia #TI-ITS II-,


Laboratorium Teknologi Pengolahan Air
lainnya dengan +ara pertukaran dengan ion $)
!
. Contoh reaksi
yang terjadi pada anion e#changer/
*ambar $.". Mekanisme .ertukaran on <egatif &e+ara
&ederhana
Pengolahan Pelunakan
Menurut Agung Subyakto (199), komponen!komponen
kesadahan dalam air akan menyebabkan terjadinya kerak pada boiler
bertekanan rendah. Komponen tersebut dapat dihilangkan dari air
dengan pengolahan pelunakan. :esin penukar ion yang dipergunakan
dalam +ara ini adalah senya#a <a dari penukar kation asam kuat. 4adi
bila air dile#atkan pada bed resin ini, air akan digantikan oleh ion!ion
<a dari resin sehingga diperoleh air lunak.
*ambar $.(. .engolahan .elunakan Air
:eaksi!reaksi yang terjadi dapat dituliskan sebagai berikut/
:!(&$
%
<a*
2
+ Ca()C$
%
*
2
? :!(&$
%
*
2
Ca + 2<a)C$
%
:!(&$
%
<a*
2
+ Mg&$
'
? :(!&$
%
*
2
Mg + 2<a
2
&$
'
Program stu!i D" Teknik Kimia #TI-ITS II--


Laboratorium Teknologi Pengolahan Air
:esin penukar ion yang telah kehilangan daya tukarnya dapat
dipergunakan kembali setelah diregenerasi dengan menggunakan
<aCl. :eaksi yang terjadi pada saat regenerasi adalah/
:(!&$
%
*
2
Ca + 2<aCl ? :(!&$
%
<a*
2
+ CaCl
2
:(!&$
%
*
2
Mg + 2<aCl ? :(!&$
%
<a*
2
+ MgCl
2
Masalah pengerakan karena komponen!komponen kesadahan di
atas dapat di+egah dengan memakai air umpan boiler berupa air
lunak. @alaupun sudah menggunakan proses pelunakan air namun
kadang!kadang masih saja terbentuk kerak dalam boiler, hal ini
disebabkan masih adanya kebo+oran komponen kesadahan oleh
karena kurangnya penga#asan operasional (Agung Subyakto, 199).
Softener
Softener adalah suatu proses yang berfungsi sebagai
penurunan konsentrasi ion Kalsium (Ca
2+
* dan ion Magnesium (Mg
2+
*
di dalam air baku. ion Kalsium (Ca
2+
* dan ion Magnesium (Mg
2+
* dapat
menyebabkan berbagai efek yang tidak diinginkan, salah satunya
adalah membangun dari li%escale. 4i%escale adalah kerak putih,
yang bisa ditemukan dalam ketel, pipa air panas boiler. )al ini juga
sering ditemukan sebagai kerak yang sama pada permukaan bagian
dalam dari pipa!pipa tua dan permukaan lain di mana air telah
menguap, yang dapat membuat busuk pipa, dan korosi gal;anik
(Santoso, 2013).
d
Program stu!i D" Teknik Kimia #TI-ITS II-.


Laboratorium Teknologi Pengolahan Air
*ambar $.+. /ater Softener
Menurut +uri (2012), proses regenerasi pada softener yaitu
softener yang digunakan untuk melunakan air sebelum masuk ke
feed water tank berisi media resin. &etelah beberapa lama
penggunaan resin, resin tersebut akan mengalami kejenuhan,
sehingga harus dilakukan regenerasi. :egenerasi adalah proses
mereaksikan <aCl (garam dapur* dengan resin yang bertujuan untuk
mengaktifkan resin yang telah dipakai sehingga dapat menangkap
hardness kembali dan menghasilkan air yang sesuai dengan
ketentuan air pengisi ketel. :eaksi dari proses regenerasi yang telah
dijealaskan adalah sebagai berikut/
Mg!:esin + Ca!:esin + <aCl ? <a
2
!:esin + MgCl
2
+ CaCl
2
Dari reaksi diatas terlihat bah#a natrium dari garam bereaksi
dengan resin dan hardness bereaksi dengan chloride dari garam
sehingga resin kembali seperti semula.
Menurut Agung Subyakto (199), penyebab dan +ara penanganan
pengurangan kesadahan dari tangki softener/
Tabel $.1. .enyebab dan +ara penanganan pengurangan kesadahan
dari tangki softener
/asalah Pen0ebab Penanganan
.eningkatan
kesadahan
! .engambilan air
lunak melebihi
kapasitas softener
! :egenerasi resin
5luktuasi dalam
air lunak untuk
satu siklus
! 5luktuasi
kesadahan pada air
! Analisa
kesadahan
berkala pada air
Program stu!i D" Teknik Kimia #TI-ITS II-1


Laboratorium Teknologi Pengolahan Air
produksi baku baku dan air
produk
Air produk
berkurang
! .enurunan
kapasitas tukar
resin
! &upplement
resin,
penghilangan
kontaminan dari
resin dan air
baku
Kebo+oran resin ! Kran rusak,plate
pengumpul air,dan
sebagainya
! Memperbaiki
tangki softener
.embengkakan
resin
! $ksidasi resin oleh
klor
! Su,,le%ent
resin,
penghilangan
oksigen terlarut
dari air baku
.enyerapan
kesadaahan
yang tidak
maksimal
! Kran rusak
! Kurangnya
regenerasi dan
backwash pada
resin
! .erbaikan
softener
! :egenerasi dan
backwash resin
a. Pelunakan !an Pengurangan Alkali &Dealkalisasi'
Menurut 5hoeri (2013), pengolahan dengan +ara ini merupakan
suatu metode dimana komponen!komponen kesadahan dan
bikarbonat sebagai komponen M!alkalinitas dihilangkan. .engolahan
ini dibagi atas beberapa +ara antara lain/
0. .elunakan dengan resin bentuk ) di+ampur dengan air baku.
2. .emisahan pelunakan dengan resin bentuk <a dan ).
b. Pembebasan /ineral !engan Be! 2amuran )esin
Menurut 5hoeri (2013), metode ini dikerjakan dengan
mele#atkan air baku kedalam tabung yang berisikan resin penukar
kation asam kuat bentuk ) dan resin penukar anion basa kuat bentuk
Program stu!i D" Teknik Kimia #TI-ITS II-13


Laboratorium Teknologi Pengolahan Air
$) yang di+ampur se+ara homogen. Dengan adanya +ampuran ini
maka air bebas mineral yang diperoleh mempunyai mutu kemurnian
yang tinggi.
Menururt 5hoeri (2013), reaksi pembebasan mineral yang
terjadi/
: (!&$
%
)*
2
+ Ca()C$
%
*
2
? :(!&$
%
*
2
Ca + 2)
2
C$
%
: (!&$
%
)*
2
+ Mg&$
'
? :(!&$
%
*
2
Mg + )
2
&$
'
:!&$
%
) + <aCl ? :!&$
%
<a + )Cl
:A<$) + )
2
C$
%
? :A<)C$
%
+ )
2
$
:(A<$)*
2
+ )
2
&$
'
? :(A<*
2
&$
'
+ 2)
2
$
:A<$) + )Cl ? :A<Cl + )
2
$
:A<$) + )
2
&i$
%
? :A<)&i$
%
+ )
2
$
:egenerasi resin penukar kation/
"ed ) / :(!&$
%
*
2
Ca + 2)Cl ? :(!&$
%
)*
2
+ CaCl
:(!&$
%
*
2
Mg + 2)Cl ? :(!&$
%
)*
2
+ MgCl
:!&$
%
<a + )Cl ? :(!&$
%
)*
2
+ <aCl
:egenerasi resin penukar anion/
:A<)C$
%
+ <a$) ? :A<$) + <a)C$
%
:(A<*
2
&$
'
+ 2<a$) ? :(A<$)*
2
+ <a
2
&$
'
:A)Cl + <a$) ? :A<$) + <aCl
:A<)&i$
%
+ 2<a$) ? :A<$) + <a&i$
%
+ )
2
$
%. Pembebasan /ineral !engan $ Be! 1 Degasi4kasi
Menurut 5hoeri (2013), sistem ini terdiri dari tabung kation yang
terisi bed ) asam kuat dan tabung anion yang terisi bed $) basa
kuat. &etelah kation!kation dalam air baku diganti dengan ion!ion
hidrogen dalam bed!) dan C$
2
dihilangkan dalam unit penghilang
karbon serta anion!anion diganti dengan ion!ion hidroksil dalam bed!
$) akan diperoleh air bebas ion.
!. Pembebasan /ineral !engan ( Be! 1 Degasi4kasi
Menurut 5hoeri (2013), mutu air yang dihasilkan hampir sama
dengan sistem 2 bed degasi3kasi yang ditambah dengan alat
Program stu!i D" Teknik Kimia #TI-ITS II-11


Laboratorium Teknologi Pengolahan Air
pemoles. Alat ini dapat mengurangi jumlah regeneran yang
dipergunakan, #aktu regenerasi, dan jumlah air regeneran dari kolom
kedua ke kolom pertama.
e. Pembebasan /ineral !engan )egenerasi Aliran
Berla5anan
Menurut 5hoeri (2013), keuntungan dari +ara ini adalah jumlah
regeneran yang digunakan lebih sedikit dari +ara searah, karena/
- Air dengan mutu tinggi dapat diperoleh #alaupun dengan tingkat
regenerasi yang rendah1
- .erbedaan dari susunan ion!ion yang diserap terhadap ion penukar
dari resin meningkatkan e3siensi regeneran1
- :esin dapat dipakai seluruhnya (bila dengan aliran searah ada %9=
yang tak terpakai*1
- 4umlah air pen+u+i dan #aktu regenerasi dapat dikurangi.
6. Pembebasan /ineral !engan Dua Laisan
Menurut 5hoeri (2013), metode ini dilakukan dengan mengisi
tabung penukar kation dengan 2 lapisan resin penukar kation asam
kuat dan lapisan resin penukar kation asam lemah. &erta tabung
penukar anion dengan lapisan resin penukar anion basa kuat dan
lapisan resin penukar anion basa lemah.
Menurut 5hoeri (2013), keuntungan dengan metode ini/
- :egeneran yang terpakai mempunyai tingkat e3siensi pemakaian
sekitar B9!099=, karena resin asam lemah dan resin basa lemah
diregenerasi dengan regeneran yang sama dengan regeneran
untuk resin asam dan basa kuat1
- .engolahan limbah +air regenerasi +ukup mudah karena
kandungan asam dan basa didalamnya +ukup rendah1
- 4umlah air pen+u+i dan #aktu regenerasi dapat dikurangi.
Pelunakan Air Sa!ah
Kesadahan merupakan sifat air yang disebabkan oleh adanya
ion!ion ber;alensi dua seperti ion Ca
2+
dan Mg
2+
. Air sadah
merupakan sebutan bagi air yang sedikit menghasilkan busa ketika
di+ampur sabun, sehingga menyebabkan terbentuknya gumpalan
Program stu!i D" Teknik Kimia #TI-ITS II-1$


Laboratorium Teknologi Pengolahan Air
scu% yang men+emari perairan dan meninggalkan kerak pada alat!
alat dapur. Air sadah biasanya dijumpai di daerah pegunungan
berkapur. )al ini dikarenakan air tanah pada daerah pegunungan
berkapur mengalami kontak dengan batuan kapur yang terdapat
pada lapisan tanah yang dilaluinya (6era, 2013).
Menurut 6era (2013), reaksi air sadah dengan sabun/
<a (stearat* + Ca
2+
? Ca (stearat*
2
+ <a
+
<a (stearat* + Mg
2+
? Mg (stearat*
2
+ <a
+
Menurut Agung Subyakto (199), kesadahan merupakan jumlah
semua kation!kation poly;alen (mgCl CaC$
%
*. Di lapangan merupakan
jumlah ion!ion kalsium dan ion!ion magnesium, merupakan katon!
kation dominan dalam air. Kesadahan dalam air dapat disebabkan
oleh ion!ion Ca
2+
dan Mg
2+
juga oleh ion Mn
2+
, 5e
2+
dan semua kation
yang bermuatan dua positif (di!alent). Air yang kesadahannya tinggi
biasanya terdapat pada air tanah didaerah yang bersifat kapur,
darimana Ca
2+
dan Mg
2+
berasal. .engukuran biasanya dilakukan
se+ara ;olumetrik menggunakan reagent DD2A. Menurut Agung
Subyakto (199), berikut ini adalah jenis kesadahan/
a. Kesadahan Magnesium
Kesadahan yang tersisa setelah pengendapan kalsium dengan
ammonium oksalat.
b. Kesadahan Karbonat
4umlah kadar ion kalsium dan magnesium yang sama besarnya
dengan jumlah kadar bikarbonat dan kabonat dinyatakan dalam
satuan yang sama.
+. Kesadahan <on!karbonat
&elisih antara kesadahan (total* dengan kesadahan karbonat.
Kesadahan ini menunjukkan besar ion kalsium dan magnesium
yang berasosiasi dengan anion sulfat, klorida dan nitrat.
d. Kesadahan 2etap
Program stu!i D" Teknik Kimia #TI-ITS II-1"


Laboratorium Teknologi Pengolahan Air
Kesadahan yang tersisa setelah air dipanasi dalam #aktu yang
lama.
Menurut '. Alaerts dan Sri Su%estri (19*7), pelunakan adalah
penghapusan ion!ion tertentu yang ada dalam air dan dapat bereaksi
dengan zat!zat lain hingga distribusi air dan penggunaannya
terganggu. Kesadahan dalam air terutama disebabkan oleh ion!ion
Ca
2+
dan Mg
2+
juga oleh Mn
2+
dan 5e
2+
atau semua kation yang
bermuatan dua.
Menurut '. Alaerts dan Sri Su%estri (19*7), kelebihan ion ini
akan mengakibatkan terbentuknya kerak pada dinding pipa yang
disebabkan oleh endapan kalsium karbonat yang terbagi menjadi/
a.
Analisa kesadahan total
Kesadahan total yaitu jumlah ion!ion Ca
2+
dan Mg
2+
yang dapat
ditentukan melalui titrasi DD2A sebagai titran dan menggunakan
indikator yang peka terhadap semua kation tersebut.
.rinsip analisa ini adalah DD2A dapat membuat pasangan
kimia#i dengan ion!ion kesadahan dan beberapa jenis ion lain.
.asangan tersebut lebih kuat daripada hubungan indikator antara
indikator dengan ion!ion kesadahan. $leh karena itu, pada p) 09
larutan akan berubah menjadi biru yaitu disaat jumlah molekul
DD2A yang ditambahkan sama dengan ion kesadahan dalam
sampel dan molekul indikator terlepas dari ion kesadahan.
b.
Analisa kesadahan Ca
2+
DD2A akan bergabung dahulu dengan ion Ca
28
kemudian baru
dengan ion Mg
28
dan dengan beberapa jenis ion lain namun tidak
sepenuhnya. Konsentrasi ion Ca
28
dapat ditentukan se+ara terpisah
bila ion Mg dihapuskan dari larutan pada keadaan p) yang tinggi
dimana hampir semua ion Mg mengendap sebagai Mg($)*
2
.
Alkalinitas
Alkalinitas adalah kapasitas air untuk menetralkan tambahan
asam tanpa penurunan nilai p) larutan. &ama halnya dengan larutan
Program stu!i D" Teknik Kimia #TI-ITS II-1(


Laboratorium Teknologi Pengolahan Air
buEer, alkalinitas merupakan pertahanan air terhadap pengasaman.
Alkalinitas adalah hasil reaksi!reaksi terpisah dalam larutan hingga
merupakan sebuah analisa makro yang menggabungkan beberapa
reaksi. Dalam air, alkalinitas sebagian besar disebabkan oleh adanya
bikarbonat, dan sisanya oleh karbonat dan hidroksida. Alkalinitas
dinyatakan di dalam mekCl (+ara kimia#i dan tepat* atau mg CaC$
%
Cl
(+ara kuno*. Alkalinitas dalam air disebabkan oleh ion!ion karbonat,
bikarbonat ()C$
%
*, hidroksida ($)
!
* dan juga borat, fosfat, silikat dan
sebagainya ('. Alaerts dan Sri Su%estri, 19*7).
Menurut (andayani (2011), alkalinitas mampu menetralisir
keasaman di dalam air. &e+ara khusus alkalinitas sering disebut
sebagai besaran yang menunjukkan kapasitas pembuEeran dari ion
bikarbonat, dan tahap tertentu ion karbonat dan hidroksida dalam air.
Ketiga ion tersebut dalam air akan bereaksi dengan ion hdrogen
sehingga menurunkan kemasaman dan menaikkan p).
Menurut (andayani (2011), Ada % ma+am alkalinitas yaitu /
a. M!alkalinitas adalah total alkalinitas yaitu yang disebabkan oleh ion
bikarbonat, karbonat dan hidroksida1
b. $!alkalinitas adalah jumlah hidroksida dalam larutan1
+. .!alkalinitas adalah ion hidroksida dan karbonat.
Menurut '. Alaerts dan Sri Su%estri (19*7) Alkalinitas
ditetapkan melalui titrasi asam basa. Asam kuat seperti asam sulfat
dan asam klorida menetralkan zat!zat alkalinitas yang merupakan zat
basa sampai titik akhir titrasi, kira!kira p) F,% dan p) ',G. 2itik akhir
dapat ditentukan oleh/
a. 4enis indikator yang dipilih dimana #arnanya berubah!ubah
pada p) titik akhir titrasi1
b. .erubahan nilai p) pada p) meter #aktu titrasi asam basa.
:eaksi yang terjadi adalah/
Program stu!i D" Teknik Kimia #TI-ITS II-1+


Laboratorium Teknologi Pengolahan Air
.ada p) F,%/
$)
!
+ )
+
6 )
2
$
C$
%
2!
+ )
+
6 )C$
%
!
.ada p) ',G/
)C$
%
!
+ )
+
6 )
2
$ + C$
2
Menurut '. Alaerts dan Sri Su%estri (19*7), alkalinitas dapat
dihitung dengan menggunakan rumus /
Alkalinitas (mg CaC$
%
Cl* H
C
B A x
I 0999 I G9,' JJJJJJJJJJ.
(2!0*
Atau
Alkalinitas (mg CaC$
%
Cl* H
C
A
I 0999 (kalau "H9,92* JJJJJJJ.
(2!2*
Atau
Alkalinitas (mg mekCl* H
C
B A x
I 0999 H
C
A
I F9JJJJJJ.JJ.
(2!%*
Dimana /
A H ml asam
" H normalitas asam (biasanyaH 9,92*
C H ml sampel
G9,' H (berat molekul*C2 atau berat ekui;alen CaC$
%
.enghilangan kesadahan tetap dapat dilakukan dengan +ara
reaksi pengendapan. Cara ini dilakukan dengan menambahkan
senya#a kimia tertentu yang dapat menghasilkan senya#a yang
memiliki kelarutan yang ke+il. Dengan begitu akan membentuk
endapan yang dapat dipisahkan dari air. &enya#a yang biasa
ditambahkan adalah garam!garam karbonat seperti K
2
C$
%
, <a
2
C$
%
,
(<)
'
*
2
C$
%
dan lain sebagainya. .adatan <a
2
C$
%
adalah senya#a yang
paling sering digunakan. .enambahan garam!garam karbonat
bertujuan untuk membentuk garam!garam kalsium dan magnesium
yang tidak larut, sehingga dapat diendapkan dan dapat dipisahkan
dari air. 8aram kalsium yang terbentuk adalah endapan putih CaC$
%
,
Program stu!i D" Teknik Kimia #TI-ITS II-1,


Laboratorium Teknologi Pengolahan Air
sedangkan garam magnesium yang terbentuk adalah endapan putih
MgC$
%
. Dndapan yang terbentuk +ukup lama tergantung
konsentrasinya. $leh karena itu, untuk memper+epat terbentuknya
endapan dapat dilakukan dengan menambahkan padatan <a$). )al
ini bertujuan untuk meningkatkan nilai p) dan juga dapat membentuk
endapan putih gelatin Mg($)*
2
atau Ca($)*
2
yang memiliki kelarutan
ke+il dalam air (6era, 2013).
II.$ Alikasi In!ustri
KA)AKT7)ISTIK KIN7)JA )7SIN P7NUKA) I8N PADA SIST7/
AI) B7BAS /IN7)AL &*2A 31' )S*-*AS
$leh/ Diyah Drlina Kestari, &etyo "udi -tomo
2ahun/ 299L
Pen!ahuluan
&istem Air "ebas Mineral (8CA 90* merupakan salah satu sistem
bantu yang mempunyai fungsi untuk mengolah air baku menjadi air
bebas mineral yang selanjutnya air bebas mineral digunakan sebagai
pemasok air pendingin primer reaktor :&8!8A&. Di dalam proses
pembuatan air bebas mineral, air baku dialirkan mele#ati resin
penukar ion yang berada dalam tangki atau kolom. yang terdiri dari
tangki (kolom* resin penukar kation, tangki (kolom* resin penukar
anion dan tangki (kolom* %i#bed resin. :esin penukar ion pada sistem
Air "ebas mineral berfungsi untuk mengambil pengotor yang tidak
dikehendaki dengan +ara reaksi pertukaran ion yang mempunyai
tanda muatan sama antara air sebagai bahan baku dengan resin
penukar ion yang dilaluinya. Kation resin akan mengambil kation
pengotor air dan anion resin akan mengambil anion pengotor air. $leh
karena itu perlu adanya pengamatan terhadap karakteristik resin
penukar ion pada &istem Air "ebas Mineral (8CA 90*, agar kinerja
resin.
Program stu!i D" Teknik Kimia #TI-ITS II-1-


Laboratorium Teknologi Pengolahan Air
-ntuk mengetahui karakteristik kinerja resin penukar ion pada
&istem Air "ebas Mineral (8CA 90* dilakukan pengamatan terhadap
pengukuran kondukti;itas air keluaran tangki kolom kation, tangki
(kolom* resin penukar resin dan tangki (kolom* %i#bed resin dengan
selang #aktu G menit hingga penunjukkan stabil. Dengan
diketahuinya karakteristik dari resin penukar ion pada &istem Air
"ebas Mineral (8CA 90*, sehingga kinerja resin penukari ion dapat
bekerja se+ara optimal dan kualitas air yang dihasilkan memenuhi
persyaratan sebagai air reaktor.
/eto!ologi
Karakteristik Kinerja :esin .enukar on pada &istem Air "ebas
Mineral (8CA 90* dilakukan pengukuran p) dan kondukti;itas air
keluaran kolom resin penukar kation, air keluaran kolom resin penukar
anion dan air keluaran kolom resin %i#2bed.selang #aktu tertentu
hingga diperoleh harga pengukuran yang stabil. .engukuran
dilakukan setiap pengoperasian sistem air bebas mineral (8CA 90*.
Melakukan pengukuran p) dan Kondukti;itas Air Keluaran
Kolom :esin .enukar Kation, melakukan pengukuran kualitas air
keluaran kolom resin penukar Anion, melakukan pengukuran kualitas
air keluaran kolom 9i#0ed resin penukar on dengan +ara membuka
katup sa%,le air keluaran kolom resin penukar anion (8CA 90 AA9'0
untuk jalur 0*, mengukur kondukti;itas air keluaran kolom resin
penukar anion dengan )onducti!ity%eter )AC) ''B99 mengukur p)
air keluaran kolom resin penukar anion dengan p) meter. Kalu,
melakukan pengukuran kondukti;itas air dengan )onducti!ity%eter
)AC) ''B99, dan melakukan pengukuran p) air dengan p)meter
yang dilakukan dengan +ara tempat larutan dan alat yang akan
digunakan dibilas dengan larutan +uplikan yang akan diukur hingga
batas garis yang ada pada alat, lalu tekan tombol po#er maka p)
akan keluar.
Kesimulan
Program stu!i D" Teknik Kimia #TI-ITS II-1.


Laboratorium Teknologi Pengolahan Air
Kesimpulan dari per+obaan di jurnal ini adalah Kualitas air
keluaran kolom resin penukar kation +enderung stabil dan bersifat
asam dengan harga p) %.2!%.% dan kondukti;itas 2BG!%29 M&C+m.
Kualitas air keluaran kolom resin penukar anion stabil setelah selang
beberapa #aktu pengoperasian sistem Air bebas mineral (8CA 90*.
Dan dengan bertambahnya #aktu pengoperasian sistem Air bebas
mineral (8CA 90* menunjukan adanya kenaikan p) dan kondukti;itas,
hal ini disebabkan karena pada saat air mele#ati kolom resin penukar
anion terjadi pertukaran kation pengotor air dengan ion $)
!
dari resin
penukar anion, sisa!sisa kation yang masih ada dalam air akan
dipertukar dengan ion )
+
dan anion dipertukarkan dengan ion $)
!
pada %i#ed2bed. Kalu kesimpulan selanjutnya adalah indikasi
kejenuhan resin ditunjukan oleh adanya kenaikan kondukti;itas dan
p) air keluaran kolom resin penukar anion, Air keluaran kolom resin
%i#2bed telah bebas mineral dengan harga p) G.F!B.2 dan harga
kondukti;itas N 9,2 M&C+m dan Kualitas air bebas mineral hasil
produksi instalasi pembuat air bebas mineral di :&8!8A& memenuhi
syarat sebagai air pendingin reaktor.
Program stu!i D" Teknik Kimia #TI-ITS II-11