Anda di halaman 1dari 5

Tugas Geokimia Eksplorasi

Nama : Rika Wandansari Hidayah


NIM : 111.110.026
Kelas : A Page 1

PERBEDAAN METODA AAS DAN METODA METODA FIRE ASSAY
Metoda Fire Assay
Ada banyak cara dalam melakukan pengetesan kadar emas, salah satunya dengan
metode Fire Assay. Metode yang telah lama sejak ratusan tahun lalu dimana emas ditemukan.
Tidak begitu jelas sejak kapan metode ini ditemukan, namun yang pasti metode ini masih
dipercaya adalah metode pengetesan kadar emas yang termurah dan terakurat hingga saat ini,
bahkan kemapuan dari metode ini bisa menyamai pengetesan kadar emas dengan
menggunakan mesin X-ray. Tingkat akurasi dari metode ini bisa mencapai 0.04%, dan sangat
ideal jika dilakukan pada objek dengan kadar emas antara 33% - 92%. Metode Fire Assay
lebih menekankan pada sifat sifat logam pada kondisi tertentu terhadap suhu dan sifat
kimianya.
Secara garis besar ada metode Fire Assay dibagi menjadi 3 proses besar yaitu :
1. Inquartation.
2. Cupellation.
3. Parting.
Inquartation adalah proses menjadikan kandungan emas dalam sampel menjadi dari total
beratnya. Logam yang diditambahkan agar rasio emas dalam sampel menjadi lebih kecil
adalah Perak. Perak dipilih karena mempunyai perak mempunyai sifat yang hampir sama
dengan emas, diantaranya yaitu mempunyai luas penampang unsur yang hampir sama. Sifat
dari perak yang seperti ini akan bermanfaat dalam proses selanjutnya yaitu Cupellation. Perak
juga mudah dilarutkan oleh Asam Nitrat (HNO3) menjadi garam terlarut.
Cupellation adalah proses penyerapan unsur selain emas dan perak oleh cupel melalui pori
porinya. Ini adalah proses pemisahan pertama antara emas dan logam lain selain perak.
Seperti yang telah saya sampaikan diatas, bahwa emas dan perak tidak akan bisa ikut terserap
oleh cupel karena luas penampang perak yang lebih besar dari pada pori pori cupel. Cupel
adalah sejenis keramik yang terbuat dari magnesium yang telah dikeringkan dengan jangka
waktu lama tanpa melalui proses pembakaran. Ada beberapa jenis cupel yang ada dan
digunakan dalam metode fire assay ini, namun hanya ada 2 jenis cupel yang umum
digunakan yaitu magnesia cupel dan bone ash cupel. Bahan dasar dari kedua jenis cupel ini
sangat berbeda sehingga menghasilkan karakter yang berbeda pula. Sesuai namanya
Magnesia cupel terbuat dari magnesium, dengan sifat yang keras, tidak mudah pecah, tahan
panas, dan mempunyai daya serap yang lebih kecil dari Bone Ash Cupel. Bone Ash Cupel
terbuat dari abu tulang yang telah dipadatkan, jenis dari cupel ini mempunyai daya serap
yang sangat baik, namun mudah pecah dan rentan dengan suhu panas. Proses Cupellation
memanfaatkan sifat dasar logam pada suhu tertentu agar dapat dipisahkan, dalam hal ini
cupellation menggunakan suhu sebesar 1100o Celcius. Dengan alasan titik lebur emas adalah
1064o Celcius.
Tugas Geokimia Eksplorasi

Nama : Rika Wandansari Hidayah
NIM : 111.110.026
Kelas : A Page 2

Parting adalah proses pemisahan emas dengan menggunakan asam nitrat atau HNO3. Dalam
proses ini emas hanya dipisahkan dari perak oleh asam nitrat. Perak dilarutkan oleh asam
nitrat dalam bentuk Perak Nitrida, sehingga hanya emas yang tersisa dalam proses ini. Dan
hasil dari proses inilah yang nantinya akan kita ukur untuk menghitung kadar emas.


Metoda Fire assay merupakan metode kuantitatif dalam kimia analitik untuk menentukan
kadar logam mulia seperti emas, perak, dan golongan platina dalam suatu batuan atau produk
metalurgis yang ditentukan melalui ekstraksi dengan cara peleburan (fusi, fusion) dan
menggunakan pereaksi kimia kering (flux). Hasil akhir metode ini dilakukan dengan cara
penimbangan logamnya. metode Fire assay merupakan metode yang paling akurat. Cara
pelaksanaan metode ini memanfaatkan suhu panas. Langkah awalnya yaitu mengikis
sebagian dari emas lalu membungkusnya dengan lembaran tipis logan kemudian panaskan
dengan menggunakan tanur dengan pengaturan suhu kurang lebih 1100 C. metode ini
memerlukan asam nitrat untuk memisahkan perak dan emas setelah emas dipanaskan.
Keunggulan metoda Fire Assay ialah : Hasil analisa yang tepat dan akurat dan nilai
kandungan kimia yang tinggi.
Metoda AAS
Prinsip dari metoda AAS merupakan penentuan kadar Emas yang didasarkan pada
absorbsi cahaya oleh atom, atom-atom menyerap cahaya tersebut pada panjang gelombang
tertentu, tergantung pada sifat unsurnya. Spektrometri Serapan Atom (SSA) adalah suatu alat
yang digunakan pada metode analisis untuk penentuan unsur-unsur logam dan metalloid yang
pengukurannya berdasarkan penyerapan cahaya dengan panjang gelombang tertentu oleh
atom logam dalam keadaan bebas (Skoog et al., 2000). Metode ini sangat tepat untuk analisis
zat pada konsentrasi rendah.
Sebenarnya selain dengan metode serapan atom, unsur-unsur dengan energi eksitasi rendah
dapat juga dianalisis dengan fotometri nyala, akan tetapi fotometri nyala tidak cocok untuk
unsur-unsur dengan energy eksitasi tinggi. Fotometri nyala memiliki range ukur optimum
pada panjang gelombang 400-800 nm, sedangkan AAS memiliki range ukur optimum pada
panjang gelombang 200-300 nm (Skoog et al., 2000). Untuk analisis kualitatif, metode
fotometri nyala lebih disukai dari AAS, karena AAS memerlukan lampu katoda spesifik
(hallow cathode). Kemonokromatisan dalam AAS merupakan syarat utama. Suatu perubahan
temperature nyala akan mengganggu proses eksitasi sehingga analisis dari fotometri nyala
berfilter. Dapat dikatakan bahwa metode fotometri nyala dan AAS merupakan komplementer
satu sama lainnya.
Metode AAS berprinsip pada absorbsi cahaya oleh atom, atom-atom menyerap cahaya
tersebut pada panjang gelombang tertentu, tergantung pada sifat unsurnya. Misalkan natrium
Tugas Geokimia Eksplorasi

Nama : Rika Wandansari Hidayah
NIM : 111.110.026
Kelas : A Page 3

menyerap pada 589 nm, uranium pada 358,5 nm sedangkan kalium pada 766,5 nm. Cahaya
pada gelombang ini mempunyai cukup energi untuk mengubah tingkat energi elektronik
suatu atom. Dengan absorpsi energi, berarti memperoleh lebih banyak energi, suatu atom
pada keadaan dasar dinaikkan tingkat energinya ke tingkat eksitasi. Tingkat-tingkat
eksitasinya pun bermacam-macam. Misalnya unsur Na dengan nomor atom 11 mempunyai
konfigurasi elektron 1s1 2s2 2p6 3s1, tingkat dasar untuk elektron valensi 3s, artinya tidak
memiliki kelebihan energi. Elektron ini dapat tereksitasi ke tingkat 3p dengan energi 2,2 eV
ataupun ke tingkat 4p dengan energy 3,6 eV, masing-masing sesuai dengan panjang
gelombang sebesar 589 nm dan 330 nm. Kita dapat memilih diantara panjang gelombang ini
yang menghasilkan garis spektrum yang tajam dan dengan intensitas maksimum, yang
dikenal dengan garis resonansi. Garis-garis lain yang bukan garis resonansi dapat berupa pita-
pita lebar ataupun garis tidak berasal dari eksitasi tingkat dasar yang disebabkan proses
atomisasinya.
Apabila cahaya dengan panjang gelombang tertentu dilewatkan pada suatu sel yang
mengandung atom-atom bebas yang bersangkutan maka sebagian cahaya tersebut akan
diserap dan intensitas penyerapan akan berbanding lurus dengan banyaknya atom bebas
logam yang berada pada sel. Hubungan antara absorbansi dengan konsentrasi diturunkan dari:
Hukum Lambert: bila suatu sumber sinar monkromatik melewati medium transparan, maka
intensitas sinar yang diteruskan berkurang dengan bertambahnya ketebalan medium yang
mengabsorbsi.
Hukum Beer: Intensitas sinar yang diteruskan berkurang secara eksponensial dengan
bertambahnya konsentrasi spesi yang menyerap sinar tersebut.
AAS berprinsip pada absorpsi cahaya oleh atom. Atom-atom menyerap cahaya
tersebut pada panjang gelombang tertentu, tergantung pada sifat unsurnya Spektrometri
Serapan Atom (SSA) meliputi absorpsi sinar oleh atom-atom netral unsur logam yang masih
berada dalam keadaan dasarnya (Ground state). Sinar yang diserap biasanya ialah sinar ultra
violet dan sinar tampak. Prinsip Spektrometri Serapan Atom (SSA) pada dasarnya sama
seperti absorpsi sinar oleh molekul atau ion senyawa dalam larutan.
Keuntungan Metoda AAS yaitu
spesifik, batas deteksi yang rendah dari larutan yang sama bisa mengukur unsur-unsur
yang berlainan, pengukurannya langsung terhadap contoh, output dapat langsung dibaca,
cukup ekonomis, dapat diaplikasikan pada banyak jenis unsur, batas kadar penentuan luas
(dari ppm sampai %).
Kelemahan Metoda AAS yaitu
pengaruh kimia dimana AAS tidak mampu menguraikan zat menjadi atom misalnya
pengaruh fosfat terhadap Ca, pengaruh ionisasi yaitu bila atom tereksitasi (tidak hanya
Tugas Geokimia Eksplorasi

Nama : Rika Wandansari Hidayah
NIM : 111.110.026
Kelas : A Page 4

disosiasi) sehingga menimbulkan emisi pada panjang gelombang yang sama, serta pengaruh
matriks misalnya pelarut.

























Tugas Geokimia Eksplorasi

Nama : Rika Wandansari Hidayah
NIM : 111.110.026
Kelas : A Page 5

Anda mungkin juga menyukai