Anda di halaman 1dari 9

KOMPOR LISTRIK

DISUSUN OLEH :
1) Muktiaji R (A11.2009.04813)
2) Pitra Adhipurusa P (A11.2009.04816)
3) Taufan Anggriaan (A11.2009.0483!)
4) R"an Rakasii A (A11.2009.04848)
#) $idit %&t"a 'ahari (A11.2009.0#011)
(A)*+TA% ,+M* )-MP*T.R
UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO
/0. 1aku0a , 12. # 3 11 %&4arang T&0p. 024 3 3#1!2615 3#2016# (a6. 3#69684
724&pag& 8 http8 99.dinus.a:.id .4ai0 8 s&kr&tariat;dinus.a:.id
KOMPOR LISTRIK
Kompor listrik merupakan alat yang sangat akrab di lingkungan rumah tangga karena
sebagian besar warga mayarakat menggunakannya sebagai alat untuk masak memasak.
Mengapa alat ini demikian populer, itu karena kepraktisan dan kemudahan dalam
memakaianya, yaitu tinggal menghubungkannya dengan stop-kontak listrik saja.
Dibandingkan dengan kompor gas, kompor listrik mempunyai kekurangan, yaitu waktu
pemanasannya yang relatif lambat untuk kapasitas yang sama. Permasalahan lain bagi
masyarakat kelas menengah ke bawah adalah pada penyediaan daya listriknya. Biasanya
kompor memerlukan daya listrik yang relatif besar, yaitu minimal 1 !, sedangkan
kapasitas daya sebesar itu jarang ada di perumahan menengah ke bawah.
I
" #
Prinsip kerja kompor listrik
$ara kerja kompor listrik dapat dijelaskan sebagai berikut. Bila suatu tahanan R
dihubungkan dengan sumber tegangan V seperti yang ditunjukkan pada gambar, arus I
akan mengalir melalui tahanan tersebut. %ifat tahanan adalah apabila dialiri arus listrik maka
tahanan tersebut akan melepaskan panas. Panas yang dilepaskan oleh tahanan tersebut
adalah energi listrik yang bisa dituliskan sebagai&
U = I2. R. t [Wh, kWh atau joule]
di mana:
U = energi listrik [Wh, kWh atau joule]
I = arus listrik [A]
R = tahanan [Ohm]
t = waktu [detik, jam (Hour)]
Daya kompor P dapat dituliskan sebagai&
P= V. I atau I2.R [W, kW]
Elemen pemanas
Kompor listrik biasanya mempunyai kepala kompor 'hot plate( 1, ), *, + atau , kepala
kompor tergantung dari daya kompornya. %emakin banyak jumlah kepala kompor semakin
besar dayanya. Berikut ini adalah gambar dari salah satu jenis kompor listrik. -ahanan #
yang dibahas di atas adalah elemen pemanas kompor dan ini merupakan bagian utama dari
kompor listrik. Dalam gambar terlihat, bahwa untuk kompor jenis ini elemen pemanasnya
dimasukkan di dalam slot-slot pada kepala kompor 'piring panas( sehingga tampak dari luar
hanya berupa piring seperti yang terlihat pada gambar. Kepala kompor ini juga merupakan
tempat di mana wadah pemasak di letakkan. Karena fungsi itu, kepala kompor selalu
dibangun sedemikian rupa sehingga mudah digunakan untuk meletakkan wadah masakan,
mudah dalam pembersihannya dan manistampilannya.
Jenis-jenis kompor listrik
Ditinjau dari proses pemanasannya, ada banyak jenis kompor listrik yang ada di pasaran, di
antaranya adalah&
Kompor listrik biasa
Kompor listrik ini mempunyai elemen pemanas yang diletakkan di bagian dalam kepala
kompor. Ketika kompor dihubungkan ke sumber listrik dan di hidupkan, maka arus listrik
akan mengalir ke dalam elemen. Dengan mengalirnya arus tersebut terjadi pemanasan
pada elemen akibat tahanan elemen tersebut.
om!or dengan elemen
!emanas ter"uka
Panas itulah yang dimanfaatkan untuk memasak makanan. Pada gambar ini ditunjukkan
pula dudukan elemen pemanas dan dudukan tempat masak yang tahan panas.
Pada tipikal kompor ini dilengkapi dengan sebuah pipa pengatur suhu yang diletakkan
membentang di dekat elemen pemanas. Pipa logam ini berfungsi mengendalikan suhu
komporsesuai dengan kebutuhan. Pengaturan suhu ini memanfaatkan faktor pemuaian
pipa tersebut. Bila suhu semakin tinggi, pipa memuai sehingga batangnya semakin
memanjang. Pemanjangan pipa inilah kemudian dimanfaatkan untuk memutuskan kontak
dari sumber listrik. Bila suhu turun, panjang pipa berkurang dan menghidupkan kompor
kembali. Demikian kerja kompor se.ara berulang.
Piring panas (ot plate!
Kompor listrik jenis ini mempunyai kepala kompor berupa piring panas 'hot plate( di mana
elemen pemanas kompor diletakkan. Berbeda dengan jenis kompor yang pertama, elemen
pemanas pada kompor ini tertutup sama sekali sehingga dilihat dari luar hanya kelihatan
kepala kompornya saja. /lemen pemanas dipasang melekat di bagian bawah piring panas.
Perlengkapan-perlengkapan lainnya seperti terlihat pada.Kompor jenis ini ada yang biasa
dan ada yang .epat 'disebut kompor kilat(. Kompor kilat waktu pemanasannya lebih .epat
dibandingkan dengan yang biasa. Kedua jenis kompor ini bila ditinjau dari konstruksinya
tidak ada perbedaan. 0ang membedakan hanya dayanya yang lebih tinggi dengan ukuran
fisik yang sama. %eperti yang ditunjukkan dalam tabel. 1ntuk ukuran diameter yang sama,
daya kompor berbeda dan daya kompor tergantung pada ukuran piring panasnya. %emakin
besar diameter piring panasnya semakin besar pula dayanya.
om!or listrik jenis dengan #
!iring !anas (hot$!late%
onstruksi hot !late
&a'a om!or (istrik
"iameter #iasa Kilat
$mm% $&% $&%
1+, 1 1,
12 1, )
)) ) )3
Rangkaian kompor listrik
Berikut ini adalah beberapa jenis rangkaian kompor listrik se.ara tipikal.
1ntuk kompor yang dayanya kurang dari + k!, pada umumnya menggunakan sistem fasa-
satu dengan * penghantar 'kiri(, yaitu penghantar fasa, netral dan pentanahan. 1ntuk
kompor berdaya di atasnya menggunakan sumber fasa-tiga dengan , penghantar, 'kanan(,
yaitu& * penghantar fasa, 1 netral dan 1 pentanahan.
on)igurasi rangkaian elemen
*emanas
%kema berikut ini menunjukkan mekanisme kompor listrik tipikal
+kema mekanisme kendali
kom!or listrik ti!ikal
'('LISIS
)'R'KERJ' KOMPOR LISTRIK
I
" #
Bila suatu tahanan R yang bersumber tegangan V dengan arus I akan mengalir melalui
tahanan tersebut. %ifat tahanan itu akan melepaskan energi listrik yg berupa panas jika di
aliri arus listrik.
Energi listrik
U = I2. R. t [Wh, kWh atau joule]
'aitu
U = energi listrik [Wh, kWh atau joule]
I = arus listrik [A]
R = tahanan [Ohm]
t = waktu [detik, jam [Hour]
1. energi listrik yang diubah menjadi panas tergantung pada &
arus listrik 'I( yang mengalir
besar tahanan 'R(
lama arus listrik mengalir 't(.
). Besaran yang paling dominan adalah arusnya 'karena se.ara perhitungan kuadrat(
R adalah tahanan dari elemen pemanas kompor listrik.
Besaran energi ini tidak begitu umum diketahui oleh masyarakat.
*. -egangan tersebut adalah tegangan kerja dari kompor, yaitu bila kompor dipasang
pada tegangan ini maka kompor akan bekerja se.ara nominal dengan daya seperti
yang tertulis pada pelat-nama kompor. Daya kompor ditulis dengan huruf P dalam
satuan watt atau kilowatt.
Daya kompor &
P= V. I atau I2.R [W, kW]
Daya kompor menunjukkan kapasitas dari kompor,.
semakin besar dayanya akan semakin besar pula kapasitas untuk memasaknya dan waktu
pemanasannya juga akan semakin .epat.
PE(*'TUR'( SU+U
Pengaturan suhu dilakukan melalui saklar pengatur, sensor suhu, pipa kapiler dan membran
pemuaian. %aklar pengatur, kontak saklar, membran dan kontak 1 dan ) berada pada satu
poros Prinsip kerja pengaturan suhu kompor dapat dijelaskan sebagai berikut&
1 Kompor dihidupkan dengan memutar %aklar pengatur. Pemutaran saklar ini membuat
kontak saklar tertutup '45( dan dengan saklar ini pula diatur suhu yang dikehendaki.
) Ketika kompor 45 dengan suhu tertentu, maka arus listrik mengalir ke elemen-elemen
pemanas melalui kontak 1 dan ).
* Kompor semakin lama semakin tinggi suhunya. Peningkatan suhu ini akan dideteksi oleh
sensor suhu, dan panas disalurkan dari kepala kompor ke membran pemuaian.
+ Dengan adanya peningkatan panas ini, membran memuai dan menggerakkan poros.
, Bila suhu yang dikehendaki ter.apai, maka gerakan pemuaian membran tersebut akan
memutuskan kontak 1 dan ) sehingga kompor mati.
3 Ketika suhu menurun kembali,
membran akan menyusut, dan pegas membawa poros sesuai arah penyusutan membran
sehingga kontak 1 dan ) 4n kembali. Demikian proses ini terjadi se.ara berulang.
KESIMPUL'(
Kompor listrik terdiri dari rangkaian yang memiliki tahanan. 6ika arus dialirkan dari sumber
tegangan dan melewati tahanan tersebut maka tahanan tersebut akan menghasilkan panas.
/nergi listrik yang di rubah menjadi panas berdasarkan perhitungan dari konsep listrik fisika.
U = I2. R. t [Wh, kWh atau joule]
U = energi listrik [Wh, kWh atau joule]
I = arus listrik [A]
R = tahanan [Ohm]
t = waktu [detik, jam [Hour]
"',TR'R PUST'K'
ttp-..///01o2sto202om.1o2s.34567437.SMK38TeknikPeman9aatanListrik-
PriS:mar1jati
7bdul Kadir, Pengantar -eknik -enaga 8istrik, 8P*/%, 199*
-re:or 8insley, ;nstalasi 8istrik Dasar, Penerbit /rlangga, )+