Anda di halaman 1dari 20

MENERAPKAN DESAIN

EKSTERIOR PADA BANGUNAN


Acerry Movalino
Unsur-unsur Desain
Eksterior
SKALA

Skala merupakan perbandingan besar ukuran
gambar dengan ukuran yang sebenarnya
Skala gambar merupakan cara yang kita
gunakan untuk memperlihatkan objek
gambar dalam ukuran yang berbeda, baik
diperkecil ataupun diperbesar.
Jenis Skala Berdasarkan
Titik Acuan
Skala Umum (contoh = skala 1:100, skala
1:200, dll)

Skala Manusia (titik acuannya ukuran
tubuh manusia)

Dalam masing-masing skala umum dan
manusia dibagi lagi 3 jenis skala, yaitu :
Skala Perbesaran = gambar yang dibuat
lebih besar ukurannya dari objek
sebenarnya
Skala 1 : 1 = gambar yang dibuat
sama besar ukurannya dengan objek
sebenarnya
Skala Pengecilan = gambar yang dibuat
lebih kecil ukurannya dari objek sebenarnya

TEKSTUR
Tekstur adalah kualitas tertentu suatu
permukaan yang timbul sebagai akibat
dari struktur 3 dimensi baik permukaan
yang kasar atau halus yang tidak teratur
pada suatu benda.

Tekstur paving dari beton
cor
Tekstur kayu jati
Jenis Tekstur
Tekstur buatan (Artificial texture), merupakan
tekstur yang sengaja dibuat atau hasil penemuan.
Contoh : kertas, logam, kaca, plastic dan
sebagainya.
Tekstur kaca pada gelas
Tekstur alami (Natural teksture), merupakan
wujud rasa permukaan bahan yang sudah ada
secara alami, tanpa campur tangan manusia.
Contoh : batu, pasir, kayu, rumput, dan lain
sebagainya.

Tekstur batu
Fungsi Tekstur
Memberikan kesan pada persepsi manusia melalui
penglihatan visual, seperti misalnya pada suatu
bidang rata yang mempunyai perbedaan warna,
maka warna yang gelap terlihat sebagai bayangan
warna yang terang sehingga timbul kesan seolah-
olah bidang tersebut tidak rata.
Tekstur batu pada taman
depan rumah
Tekstur bata dan bambu
pada taman belakang
BENTUK
Unsur-unsur utama
timbulnya suatu
bentuk adalah
adanya titik, garis,
bidang, dan ruang.
Masing-masing
unsur tersebut
memiliki sifat dan
dimensinya sendiri-
sendiri dalam
desain.
Ciri-ciri Visual Bentuk :
1. Dimensi, dimensi fisik berupa panjang, lebar dan tebal.
Dimensi-dimensi tersebut menentukan proporsi dari
bentuk.
2. Warna, merupakan fenomena pencahayaan dan persepsi
visual yang menjelaskan persepsi individu dalm corak,
intensitas dan warna. Warna juga berpengaruh terhadap
bobot visual suatu bentuk.
3. Tekstur, tekstur juga menentukan sampai dimana
permukaan suatu bentuk memantulkan atau menyerap
cahaya datang.
4. Posisi, letak dari sebuah bentuk adalah relatif terhadap
lingkungannya atau lingkungan visual
5. Oriebtasi, arah dari sebuah bentuk relatif terhadap bidang
dasar, arah mata angin, bentuk-bentuk benda-benda lain,
atau terhadap seseorang yang melihatnya.

Konsep dan Gaya Arsitektur
Konsep Arsitektur Modern
Konsep Arsitektur Minimalis
Konsep Arsitektur Klasik
Konsep Arsitektur Modern
Konsep Arsitektur Modern
Beberapa ciri ciri dari arsitektur
modern adalah:
- Bentuk tertentu, fungsional
Bentuk mengikuti fungsi dari
penghuninya.
- Less is more
Semakin sederhana merupakan suatu
nilai tambah terhadap arsitektur
tersebut.
- Sedikit Ornamen.
Penambahan ornamen dianggap suatu
hal yang tidak efisien. Karena dianggap
tidak memiliki fungsi, hal ini disebabkan
karena dibutuhkan kecepatan dalam
membangun setelah berakhirnya perang
dunia II.
- Nihilism
Penekanan perancangan pada space,
maka desain menjadi polos, simple,
bidang-bidang kaca lebar. Tidak ada
apaapanya kecuali geometri dan bahan.
Contoh Arsitektur Modern
Konsep Arsitektur Minimalis
Ciri- ciri bangunan bergaya arsitektur minimalis :
- Bentuk bangunan geometris, garis-garis bidang lurus tegas,
terlihat kaku, dan titik-titik pertemuan menyudut.
- Rumah tampil dengan bentuk seperti kotak dengan atap
miring segi tiga tegak lurus.
- Rumah minim ornamen, terutama profil ukir- ukiran.
- Bentuk kusen dan daun jendela dan pintu segi empat yang
membuat penampilan bangunan terlihat tegas.
- Pengaturan harus ruang sangat efisien, fungsional, dan jelas
hierarkinya. Penghuni maupun tamu dapat mudah mengenali
fungsi-fungsi ruang.
- Pemakaian bahan sangat efisien, praktis, ringan tapi kokoh,
dan berteknologi tinggi.
Contoh Bangunan Minimalis
Konsep Arsitektur Klasik
Ciri ciri bangunan bergaya klasik :
- Umumnya bangunan klasik memiliki ukuran yang
melebihi kebutuhan fungsinya.
- Tata letak jendela yang teratur/monoton pada
tampak depan bangunan, dan komposisi
bangunan yang simetris j
- Memiliki kolom dan pilar yang tinggi menunjang.
- Ornament, dan profil-profil pada list plang dan
bingkai jendela disajikan dalam seni Romawi atau
Yunani kuno
- Bahan yang biasa digunakan adalah bahan-bahan
alam. Ex : penggunaan batu alam dan marmer.
- Atap Berbentuk segitiga
Contoh bangunan bergaya
klasik
Konsep bangunan bertema
Green house:
Ciri ciri pada green house sebagai berikut :
1. Hemat energi / Conserving energy :
Pengoperasian bangunan harus meminimalkan penggunaan
bahan bakar atau energi listrik
2. Memperhatikan kondisi iklim / Working with climate :
Mendisain bagunan harus berdasarkan iklim yang berlaku di
lokasi tapak kita, dan sumber energi yang ada.
3. Minimizing new resources :
Mengoptimalkan kebutuhan sumberdaya alam yang baru, agar
sumberdaya tersebut tidak habis dan dapat digunakan di masa
mendatang.
5. Merespon keadaan tapak dari bangunan / Respect for
user :Dalam merancang bangunan harus memperhatikan
semua pengguna bangunan dan memenuhi semua
kebutuhannya.

Contoh Bangunan Green
House