Anda di halaman 1dari 28

ALJABAR LINIER

Aritmatika Vektor
Vivi Tri Widyaningrum,S.Kom., M.T.
Penjumlahan &
Pengurangan Vektor
METODE PENJUMLAHAN & PENGURANGAN
VEKTOR
1. Cara Segitiga
Jumlahan 2 vektor a dan b adalah suatu vektor c yang
berawal dari titik pangkal vektor a menuju ujung vektor
b, setelah ujung vektor a ditempelkan dengan pangkal
vektor b


2. Cara Jajaran Genjang
Untuk memperoleh hasil vektor penjumlahan dari vektor
a dan b, maka vektor a dan b harus diposisikan pada 1
titik dan masing-masing vektor diproyeksikan sehingga
menghasilkan 1 titik potong antar kedua vektor. Vektor
hasil dihubungkan dari titik awal dan titik potong akhir.
Hasil dari aljabar tersebut dengan menggunakan
2 metode hasilnya sama, yaitu :


BEDA PENJUMLAHAN & PENGURANGAN
VEKTOR
2 2
) ( ) ( | | d b c a v u
d b
c a
d
c
b
a
v u
d
c
v dan
b
a
u Jika
n Penjumlaha
+ + + = +
|
|
.
|

\
|
+
+
=
|
|
.
|

\
|
+
|
|
.
|

\
|
= +
|
|
.
|

\
|
=
|
|
.
|

\
|
=
2 2
) ( ) ( | | d b c a v u
d b
c a
d
c
b
a
v u
d
c
v dan
b
a
u Jika
n Penguranga
+ =
|
|
.
|

\
|

=
|
|
.
|

\
|

|
|
.
|

\
|
=
|
|
.
|

\
|
=
|
|
.
|

\
|
=
SIFAT PENJUMLAHAN VEKTOR
Perkalian Vektor
PERKALIAN VEKTOR DENGAN SKALAR
9
DEFINISI
Untuk sembarang vektor a dengan , maka:
- panjang a = | |.|a|
- jika a 0 dan > 0 , a searah dengan a
- jika a 0 dan < 0 , a berlawanan arah
dengan a
- jika a = 0 dan = 0 , maka a = 0

Untuk vektor a dalam koordinat kartesian
jika a = [a1,a2,a3] maka

a = [a1, a2, a3]
SIFAT PERKALIAN SKALAR & VEKTOR
RUANG VEKTOR
Merupakan himpunan elemen vektor yang
terdefinisikan sekurang-kurangnya dua
operasi yang membentuk group

Berlaku sifat distributif dan assosiatif
gabungan
- distributif operasi 1 terhadap operasi 2
- distributif operasi 2 terhadap operasi 1
- assosiatif
KOMBINASI LINIER
Untuk sembarang vektor a1, , am di
dalam ruang vektor v , maka ungkapan:
1a1 + 2a2 + + m am.
1, , m skalar sembarang
disebut sebagai Kombinasi Linier


KETERGANTUNGAN LINIER
Jika kombinasi linier dari m buah vektor sama dengan vektor
nol dan berlaku hanya untuk i = 0 (i=1,2,,m), maka m
buah vektor tersebut dikatakan sebagai vektor-vektor bebas
linier

Jika sekurang-kurangnya terdapat satu 1=0, dimana
kombinasi linier dari m buah vektor sama dengan vektor nol,
maka m buah vektor tersebut dikatakan sebagai vektor-
vektor bergantungan linier
1a1 + 2a2 + + m am = 0
KETERGANTUNGAN LINIER
Berlaku untuk 1 = 2 = = m = 0 (vektor2 bebas linier)
Jika terdapat minimal satu 1 0 (vektor2 tidak bebas linier)
BASIS & DIMENSI RUANG VEKTOR
Suatu vektor riil R memiliki dimensi n ditulis sebagai
Rn jika dan hanya jika terdapat n buah vektor dalam
R yang saling bebas linier
n buah vektor bebas linier dalam R disebut sebagai
vektor basis. Hal ini berarti setiap vektor lain dalam
R selalu dapat dinyatakan sebagai kombinasi linier
dari vektor-vektor basis.
Vektor basis mempunyai panjang 1 unit
PERKALIAN TITIK

(DOT PRODUCT)
VISUALISASI
Vektor-vektor diposisikan sehingga titik pangkalnya
berimpitan
Memiliki sudut antara dua vektor yaitu (dibaca
teta) yang memenuhi 0
RUMUS
Jika u dan v adalah vektor-vektor dalam ruang
berdimensi-2 atau berdimensi-3 dan adalah
sudut antara u dan v, maka hasil kali titik u.v
adalah:

u.v = |u||v| cos jika u 0 dan v 0
u.v = 0 jika u = 0 dan v = 0
RUMUS KOMPONEN
ORTHOGONALITAS DUA VEKTOR
Dua vektor tidak nol dikatakan orthogonal (saling
tegak lurus) jika dan hanya jika hasil kali
dalamnya adalah nol.
Beberapa formulasi dari perkalian titik ini dapat
kita turunkan sebagai berikut:

b b a a
b a
b a
b a
a a a a a a a a
. .
.
| || |
.
cos
. | | | | 0 cos | || | .
2
= =
= = =

o
SIFAT DOT PRODUCT
Untuk setiap vektor sembarang a, b, c dan skalar
1, 2 berlaku:
FORMULASI KHUSUS
Jika a dan b dinyatakan dalam komponennya,
maka:

a.b = a1 b1 + a2 b2 + a3 b3 ( vektor 3 dimensi )
Genjang Jajaran Pers b a b a b a
segitiga maan Pertidaksa b a b a
Schwarz maan Pertidaksa b a b a
. ) | | | (| 2 | | | |
| | | | | |
| || | | . |
2 2 2 2
+ = + +
+ s +
s
CONTOH SOAL
Jika diketahui vektor a = [1,2,0], b=[3,-2,1]
Tentukanlah:
o panjang vektor a & panjang vektor b
o sudut antara vektor a dan b
PENYELESAIAN
0 1
2 2 2
2
2 2 2
2
865 , 96 ) 1195 , 0 ( cos
1195 , 0
14 . 5
) 1 . 0 ( )) 2 .( 2 ( ) 3 . 1 (
.
.
cos
14
14 1 ) 2 ( 3 .
5
5 0 2 1 .
= =
=
+ +
=
=
=
= + + = =
=
= + + = =

u
u
b a
b a
b
b b b
a
a a a
CARA LAIN MENYATAKAN DOT
PRODUCT
a.b dituliskan ulang sebagai
(a,b) : Inner Product

|a| dituliskan pula sebagai
) , ( || || b a a =
SUMMARY
Arah vektor dilihat dari tanda negatif didepan
nama vektor, sehingga:
v + (-v) = 0
Elemen-elemen vektor merupakan panjang
vektor untuk basis koordinat tertentu
Metode yang digunakan untuk penjumlahan
dan pengurangan vektor adalah sama
Pangkal vektor tidak selalu diawali dari pusat
koordinat (0,0,0)

SUMMARY (CONTD.)
Perkalian vektor dengan skalar merupakan
perbesaran atau pengecilan vektor, dengan
bilangan skalar merupakan satuan
pembandingnya.
vektor dalam ruang Rn dapat dinyatakan sebagai
kombinasi linier dari vektor-vektor basis
Rumus untuk dot product



Perkalian titik (dot product) antara 2 vektor akan
menghasilkan suatu nilai skalar



u.v =|u||v| cos jika u 0 dan v 0
u.v =0 jika u =0 dan v =0