Anda di halaman 1dari 10

I.

PENDAHULUAN
Pemisahan senyawa kimia tertentu dari campurannya diperlukan baik
untuk tujuan pemurnian ataupun analisis kimia. Dalam tujuan pemurnian
atau preparatif, berguna untuk mendapatkan kualitas bahan yang baik dan
murni, sedangkan dalam tujuan analisis kimia pemisahan diperlukan dengan
alasan: untuk memperkecil gangguan (interferensi) dan menaikkan
kepekaan analisis, dan ada pula konstituen kimia yang baru dapat diukur
setelah dipisahkan lebih dahulu. Hubungan pemisahan dalam analisis dapat
dilihat pada urutan atau tahaptahap analisis sebagai berikut:
!. "ampling
#. Persiapan$preparasi sampel
%. Pelarutan
&. Perlakuan awal (pengaturan kondisi larutan)
'. Pemisahan konstituen analit
(. Pengukuran analit
). *nalisis data, perhitungan dan pelaporan.
Dalam beberapa hal baik analisis kualitatif maupun kuantitatif dapat
dilakukan secara langsung tanpa harus dilakukan pemisahan.*kan tetapi
secara umum sangat diperlukan berdasarkan dua tujuan tersebut diatas,
dan dalam beberapa hal pula pemisahan memang mutlak harus dilakukan,
seperti dalam analisis gra+imetri.
I.1. Parameter keberhasilan pemisahan
,erdasarkan produk atau hasil pemisahan yang diperoleh ada dua
parameter yang perlu diperhatikan yaitu % kemurnian dan kuantitas.
-isalnya campuran .at *, ,, dan /. 0at * dipisahkan dari campurannya,
maka kemurnian * adalah:
m*
1 * 2 3 !44 1
m* 5 m, 5 m/
m 2 massa atau mol
6uantitas * yang diperoleh dinyatakan dengan:
w *
* 2 3 !44 1
m*
w* 2 bobot * yang diperoleh dari pemisahan
m* 2 bobot * dalam sampel
1
Uji kemurnian zat
6emurnian .at hasil pemisahan dapat diuji dengan berbagai cara
sesuai dengan sifatsifat .at. /aracara yang la.im yaitu : pemeriksaan titik
leleh untuk .at padat, sedangkan untuk cairan: titik didih, indeks refraksi,
putaran optik dan sebagainya. Pelarutpelarut (sol+ent) di laboratorium
digolongkan berdasarkan tingkat kemurniannya. Dari yang paling tinggi
kemurniannya dapat diurutkan sebagai berikut:
7rutan kemurnian pelarut
!. HP8/ atau spectroscopy grade
#. Pro analisis (P*)
%. 9eagent grade
&. Pure grade
'. :armaceutic
(. ;echnical grade.
"elain dua kriteria keberhasilan diatas ada empat kriteria lain yang
penting untuk diperhatikan yaitu: factr perlehan kembali !rec"er#
factr$% faktr pemisahan% efisiensi &an efektifitas pemisahan. 6eempat
kriteria ini merupakan gambaran unjuk kerja (performance) suatu teknik
pemisahan.
'aktr perlehan kembali
:actor perolehan kembali (9) adalah angka banding jumlah komponen
terpisahkan atau terisolasi terhadap jumlah komponen dalam sampel. 7ntuk
.at i, facotr perolehan kembali, 9i adalah:
<i <i 2 jumlah .at i yang terpisahkan
9i 2 <o 2 =umlah .at i dalam sampel
<o
-isalnya suatu campuran mengandung % mol *, & mol ,, dan ! mol /. Hasil
pemisahan * diperoleh #,' mol *. factor perolehan kembali .at *, 9* adalah
#,' mol
9
*
2 2 4,>%
% mol
perolehan kembali biasanya dinyatakan dalam 1 , dan dalam hal ini adalah
>% 1.
0at yang berhasil dipisahkan disebut isolat. ?solat dapat dikatakan
kuantitatif apabila faktor perolehan kembali 2 !, yaitu diperoleh kembali !44
1, jika harga ini dicapai berarti pemisahan sempurna.
'aktr pemisahan
:aktor pemisahan (separation factor) adalah perbandingan faktor
perolehan kembali setiap komponen dalam campuran. Dalam sistem biner,
misalnya sampel mengandung .at * dan .at ,, faktor pemisahan * terhadap
, adalah:
<
*
$<
o
*
2
"
*$,
2
<
,
$<o
,
7ntuk isolat * kuantitatif, 9
*
2 !, maka faktor pemisahan , adalah
<
,
"
,$*
2 2 9
,
<
o
,

Efisiensi pemisahan
@fisiensi pemisahan diartikan : semakin sedikit pekerjaan yang
dilakukan dalam pemisahan dianggap semakin efisien.
Efektifitas pemisahan
@fektifitas pemisahan diartikan : dengan pekerjaan pemisahan yang
dilakukan diperoleh hasil pemisahan yang semurni mungkin. Dalam praktek,
haruslah dipilih metoda pemisahan yang efektif dan efisien, yaitu
mendapatkan isolat yang kualitatif, kemurnian tinggi dan waktu pemisahan
singkat, cepat. *kan tetapi keadaan ideal ini belum tentu didapat.
I.(. )et&a pemisahan
"etiap metoda atau cara pemisahan memiliki kelebihan dan
kekurangan tertentu dan biasanya hanya dapat diterapkan untuk pemisahan
.at tertentu. ,eberapa metoda pemisahan yang dapat disebut diantaranya:
penyaringan, pengayakan, kristalisasi, pengendapan, +olatilisasi, adsorbsi,
distilasi, ekstraksi, kromatografi dan sebagainya. Proses pemisahan ini ada
yang melibatkan proses mekanik, kesetimbangan kimia dan fisika,
kesetimbangan fasa, atau pemisahan secara listrik. "uatu metoda
pemisahan disebut atau diberi nama berdasarkan proses yang terlibat.
6lasifikasi pemisahan berdasarkan proses yang terlibat
-ekanik :isik 6imia
"ie+ing A e3clusi (si.e) !. Partisi Perubahan kimia
Dialisis B8/ Pengendapan
@3clusi kromatografi 88/ @lektrodeposisi
:iltrasi B"/ -asking
7ltra filtrasi @kstraksi cair (pseudoseparation)
"entrifugasi (density) 0ona
elektroforesisi
?on e3change
#.Perubahan
keadaan
Distilasi
"ublimasi
-6ristalisasi
-iller, !C)'
Pemisahan yang melibatkan proses mekanik yaitu didasarkan kepada
perbedaan ukuran .at yang dipisahkan ada empat. Dialisis, proses
3
pemisahan menggunakan membran semipermeabel, yaitu suatu membran
yang hanya dapat dilewati molekul tertentu disebabkan karena ukuran
besarnya molekul. :iltrasi dan ultra filtrasi menggunakan penyaring (kertas
atau yang lainnya) dengan memanfaatkan gaya gra+itasi. "entrifugasi suatu
proses pelepasan muatan karena perputaran cepat dan memanfaatkan gaya
gra+itasi.
Pemisahan yang melibatkan proses fisik meliputi proses partisi dan
perubahan keadaan. @kstraksi cair Dcair merupakan salah satu contoh
proses partisi. Distilasi merupakan salah satu contoh proses isolasi
berdasarkan perbedaan fasa, meskipun demikian fasa uap dikembalikan ke
fasa cair ditempat yang terpisah.
/ontoh pemisahan yang melibatkan proses kesetimbangan kimia
yaitu pengendapan dan teknik masking. Proses ini memerlukan pengaturan
kondisi larutan yang cermat untuk mendapatkan hasil pemisahan yang
sempurna.
Dalam praktek, pemisahan dapat melibatkan lebih dari satu proses
atau kombinasi. -isalnya pengendapan dan kristalisasi, ekstraksi dan
masking.
6lasifikasi berdasarkan perbedaan fasa
:asa awal
:asa kedua
Bas /air Padatan
Bas ;ermal difusi B8/ B"/
/air Distilasi HP8/ 8"/
@kstraksi cair
Dialisis
7ltra filtrasi
Padatan "ublimasi 0ona refining
8eaching
6eterangan :
- B8/ 2 gas liEuid chromatography suatu teknik pemisahan yang
menggunakan .at cair yang disalutkan pada permukaan partikel padat,
dan dikemas dalam sebuah kolom. 0at cair ini selanjutrnya disebut fasa
diam (stationery fase). /ampuran .at yang akan dipisahkan dimasukkan
ke dalam kolom, kemudian dielusi (didorong) dengan gas inert, yaitu gas
Helium atau hidrogen. Bas pengelusi ini selanjutnya disebut fasa gerak
(mobile fase)
- B"/ 2 sama dengan B8/ tetapi fasa diamnya padatan, tanpa disalut
dengan cairan.
- HP8/ 2 B8/ tetapi fasa geraknya berupa cairan.
- 8eaching , proses pencucian. *nalit dalam fasa padat diekspose
kedalam aliran .at cair, sehingga terlepas dari fasa padat menuju ke
fasa cair.
4
II. DISTILASI
Distilasi adalah proses pemisahan yang didasarkan kepada perbedaan
titik didih (atau tekanan uap) komponenkomponen yang dipisahkan. Prinsip
pelaksanaannya: cairan yang mengandung komponenkomponen itu
dididihkan dan uap yang terbentuk didinginkan kembali sehingga menjadi
cair (disebut : distilat) dan ditampung ditempat lain yang terpisah.
Dalam prakteknya, distilasi dilaksanakan dengan sekali umpan, dan
dikenal sebagai batch distilation, dan distilasi kontinyu dengan umpan (.at
yang didistilasi) dimasukkan secara terusmenerus. ,erdasarkan tahap
pemanasan dikenal dengan distilasi tunggal, dan distilasi terfraksi (fractional
distilation). ,erdasarkan cara atau metoda penguapan analit, dikenal
dengan istilah distilasi biasa, distilasi uap, distilasi +akum, dan distilasi
ekstraktif.
6lasifikasi dan penamaan distilasi dapat ditabelkan sebagai berikut:
,erdasarkan cara
pemasukan
bahan( umpan )
,erdasarkan tahap
pemanasan
,erdasarkan cara
pengubahan analit
menjadi uap.
!. ,acth distilation
(sekali umpan)
#. Distilasi kontinyu
(umpan terus
menerus)
!. Distilasi tunggal
(sekali )
#. Distilasi terfraksi
(beberapa tahap
pemanasan)
!. Distilasi biasa
#. Distilasi uap
%. Distilasi +akum
&. Distilasi ekstraktif
Bacth distilation dapat dilakukan secara tunggal atau terfraksi. Dalam
pelaksanaan distilasi tunggal, pengubahan analit ke fasa gas atau uap
dapat diterapkan cara biasa, distilasi uap, atau +akum. Demikian juga untuk
distilasi kontinyu.
Distilasi tunggal, dengan penguapan biasa, dapat diterapkan untuk
pemisahan .at.at yang cukup tahan panas dan memiliki perbedaan titik
didih atau tekanan uap yang cukup besar terhadap titik didih atau tekanan
uap komponen lainnya. Pemisahan minyak atsiri dari dedaunan atau bunga
dilakukan dengan ini. *nalisis konstituen kimia yang dapat dibuat menguap
misalnya ion sianida (/F), karbonat, sulfida dan sebagainya juga dilakukan
dengan distilasi ini.
Distilasi uap dilakukan apabila:
!). ;itik didih konstituen $komponen kimia pada tekanan atmosfir terlalu
tinggi sehingga pemanasan sampai titik didihnya menyebabkan
kerusakan struktur kimia (artifak).
#). "uhu pemanasan tidak dapat dicapai oleh pemanasan biasa,
sehingga uap yang terbentuk mengembun kembali.
%). Pemanasan langsung menyebabkan artifak.
Distilasi +akum dilakukan dengan pertimbanganpertimbangan sama
dengan distilasi uap, sedangkan distilasi ekstraktif diterapkan untuk
pemisahan campuran a.eotrop.
5
II.1. *itik &i&ih &an tekanan uap
-endidih dan menguap melibatkan kesetimbangan fasa. -enurut hukum
fasa Bibbs, : 2 / D P 5 #. : 2 derajat kebebasan, / 2 banyaknya
komponen, dan P 2 banyak fasa. =ika banyak komponen sama dengan
banyak fasa, : 2 #, artinya ada dua +ariabel yang menentukan sistem, yaitu
suhu (;) dan tekanan (P). =ika tekanan dapat dibuat konstan maka hanya
+ariabel suhu yang perlu diperhatikan.
Pada saat cairan mendidih terjadi kesetimbangan cairuap. -enurut
/lapeyron :
dP H+
2
d; ; G
P 2 tekanan uap, H+ 2 entalpi penguapan, ; 2 suhu mutlak, dan G 2
perbedaan +olume yang diduduki oleh satu mol .at dalam fasa uap dan fasa
cair. G identik dengan +olume .at dalam fasa gas. -enururt persamaan gas
ideal, G 2 9;$P, 9 2 !,C>) cal mol! der!
"ehingga persamaan /lapeyron menjadi:
dP H+
2 3 P
d; 9;
#
atau dP H+
2 3 d;
P 9;
#
H+
Hasil integrasi persamaan ini diperoleh: ln P 2 5 /
9;
Dengan mengukur tekanan uap pada berbagai suhu dapat dibuat plot ln P
terhadap !$; dapat dihasilkan grafik garis lurus dengan nilai intersept 2 /
dan kemiringan garis (slope) adalah H+$9, sehingga panas penguapan
.at dapat dihitung H+ 2 9 3 slope.
ln P
tg 2 slope 2 H+$9
intersept 2 /
!$;
*ekanan Uap Larutan
6
;ekanan uap larutan yaitu tekanan uap pelarut diatas larutan pada saat
terjadi ke setimbangan. ;ekann uap larutan lebih kecil dar pelarut murni dan
oleh Hukum 9ault dinyatakan :
P
larutan
2 H
pelarut
. P
o

pelarut
P P tekanan uap
pelarut murni
; 4 H pelarut !
Bambar ! : Diagram P; dan diagram PH
;ekanan uap air pada #4
o
+ ,!),'&mmHg
/ontoh (: ,erapa tekanan uap larutan yang dibuat dari !# gram 7rea
(/I(FH
#
)
#
) dalam 4,'4 kg H
#
IJ ( kunci jawaban 2 !),&!' mmHg)
/ontoh ): pada #'
o
/ tekanan uap air murni adalah #%,)( mmHg. 8arutan
urea pada suhu ini memiliki tekanan uap ##,C> mmHg. 9amalkan
molalitas larutan urea ini.
( kunci jawaban 2 !,> m)
Hukum Daltn
Dua cairan * dan , dicampur menjadi larutan, tekanan uap larutan adalah
P
*
2 H
*
5 P
o

*
P
,
2 H
,
5 P
o

,
Pt 2 P
*
5 P
,
H6.Dalton
2 H
*
5 P
o

*
5 H
,
5 P
o

,
Larutan i&eal &an nn i&eal
8arutan ideal mengikuti Hk. 9ault (tekanan uap larutan dapat dihitung
dengan rumusan Hk.9ault), sedangkan larutan non ideal menyimpang dari
Hk.9ault. penyimpangan mungkin positif, yaitu tekanan uap larutan lebih
besar dari perhitungan tekanan uap larutan ideal, atau sebaliknya yaitu
penyimpangan negatif.
7
P
Ha ! Ha ! Ha !
1 -b 1 -b 1 -b

Bambar #. Diagram PH larutan ideal dan non ideal
.a#a *arik
Hs
;emp saat
pelarutan
"ifat
penyimpangan
contoh
**, ,, 2*,
4 4 ideal ,en.en
chhoroform
**, ,, <*,
Fegatif Faik Fegatif
*seton air
**, ,, >*, Fegatif ;urun positif @tilalkohol air
Distilasi
8arutan padatcair (pelarutnya cairan) jika dipanaskan pelarutnya
menguap dan uap ini dapat dicairkan kembali dengan cara pendinginan dan
ditampug di tempat lain. /ara pemisahan inin disebut distilasi. /airan yang
diperoleh disebut Distilat. Distilasi dapat dilakukan dengan cara biasa,
distilasi terfraksi, dan distilasi +akum. Distilasi terfraksi dilakukan jika
komponen yang dipisahkan memiliki perbedaan tekanan uap kecil. Distilasi
+akum dilakukan jika komponen yang dipisahkan dapat rusak jika terkena
panas.

Bambar %. Peralatan distilasi
Distilasi terfraksi
/ampuran caircair dimana kedua cairan mudah menguap masing
masing dapat dipisahkan dengan cara distilasi terfraksi. -isal campuran
ben.enatoluena. Pada #4
o
/ tekanan uap murni ben.ena P
,
o
2)' mmHg
8
dan P
o
toluena 2## mmHg. /ampuran terdiri dari %4 mol ben.ena dan )4
mol toluena
P
o
toluena 2 H toluena. P
o
toluena

, 4,)4 3 #4 mmHg , !',&4 mmHg
P
o
ben.ena 2 4,%4 3 )' mmHg 2 ##,'4 mmHg
;ekanan uap total 2 !',&4 5 ##,'4 2 %),C4 mmHg
=ika uap ini didinginkan sehingga mencair, maka komposisi cairan adalah:
!',&4 mmHg
- tluena , , /%0/ , 0/ %
%),C4
##,'4 mmHg
H ben.ena 2 2 4,&4 2 &4 1
%),C4 mmHg
kemudian cairan ini diuapkan lagi akan diperoleh distilat dengan komposisi:
H toluena 2 >%,( 1
H ben.ena 2 !(,& 1
Dengan beberapa kali penyulingan$tingkatan akan diperoleh toluena dan
ben.ena murni.
Bambar &. ,entuk kolom fraksinasi
"oalsoal latihan:
!. Heptana (/
)
H
!(
) memiliki tekanan uap !4' 6pa dan oktana (/
>
H
!>
) &)
kpa pada !44
o
/. ,erapa tekanan uap campuran yang dibuat dari #' g
heptana dan %' g oktana. *nggap larutan berperilaku ideal.
9
#. 6elarutan soda kue, FaH/I
%
, dalam air pada #4
o
/ adalah C,( g$!44 ml
air. ,erapa fraksi mol FaH/I
%
J
%. 8arutan etilen glikol &,4% - memilki kerapatan !,4&' g cm
%
. Hitung
persen massa dan persen fraksi mol etilen glikol.
10