Anda di halaman 1dari 56

MALARIA PADA ANAK

Dr.H.Tatang A.Hidajat,Sp.A
SMF Anak RSU Mataram

A. PENDAHULUAN :
Indon!ia "S#RT$ %&&' : '( j)ta ka!)!, *+.&&& kmatian !tiap ta,)n.
*(- pnd)d)k tingga. di dara, r!iko trt).ar ma.aria.
Dari %/* #a0)patn 1 #ota, '23 #a01#ota mr)pakan dara, ndmi!.
Ta,)n '//3 !1d %&&4 trjadi pningkatan ka!)!.
Dara, dngan ka!)! ma.aria tinggi : Prop. Pap)a, NTT, Ma.)k),
Ma.)k) Utara, dan S).a5!i Tnggara.
6)k)p tinggi : #a.imantan 7arat, 7angka 7.it)ng, S)matra S.atan,
7ngk).), dan Ria).
Ta,)n '//38%&&( : #L7 ma.aria di *+ propin!i, m.ip)ti 43
#a0)patn1#ota dngan j)m.a, ka!)! *%./+3 dan (// kmatian.
6a! Fata.it9 Rat "6FR$ ma.aria 0rat :'&8(&-.


B. DEFINISI : B. DEFINISI :

Penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit


plasmodium yang hidup dan berkembang biak
dalam sel darah manusia. Secara alami ditularkan
melalui gigitan nyamuk Anopheles betina.
Spesies plasmodium pada manusia :
1. P. Falciparum : penyebab malaria tropica
2. P. Viva : penyebab malaria tertiana
!. P. "vale : penyebab malaria ovale
#. P. $alariae : penyebab malaria malariae


C. MASA INKUBASI :
%aktu se&ak sporo'oit masuk sampai timbulnya
ge&ala
klinis( yang ditandai demam.

P. Falciparum : ) * 1# +12, hari

P. Viva : 12 - 1. +1/, hari

P. "vale : 10 - 11 +1., hari

P. $alariae : 11 - #2 +21, hari



LINGKARAN HIDUP :
%. Da.am t)0), man)!ia :
Para!it 0rkm0ang !:ara a!;)a. " !:,i<ogoni $.
Sporo<oit 9ang dima!)kan kda.am t)0), man)!ia o.,
n9am)k, ma!)k kda.am prdaran dara, dan !t.a, =
jam 0r!arang di,ati dan mm0nt)k !ik.)! pr8ritro!it :
tro>o<oit !:,i<ont mro<oit. Sik.)! ini 0r.ang!)ng
00rapa ,ari dan tidak mnim0).kan gja.a. Mro<oit
!0agian ma!)k km0a.i kda.am ,ati mnr)!kan !ik.)!
k!o8ritro!it, !0agian ma!)k kda.am a.iran dara,
"ritro!it$ )nt)k mm).ai !ik.)! ritro!it : mro<oit
tro>o<oit m)da "0nt)k :in:in$ tro>o<oit t)a !:,i<ont
!:,i<ont p:a, mro<oit mma!)ki ritro!it 0ar).
S0agian mro<oit mm).ai dngan gamtogoni
mm0nt)k mikro dan makrogamto!it. Sik.)! tr!0)t
di!0)t masa tunas intrinsik.

%. Da.am t)0), n9am)k :
7rkm0ang !:ara !k!)a. "!porogoni$. Da.am .am0)ng
n9am)k makro dan mikrogamto!it 0rkm0ang mnjadi
makro dan mikro8gamt 9ang akan mm0nt)k <9got,
di!0)t ookint. ?okint mnm0)! dinding .am0)ng
n9am)k mm0nt)k ooki!ta 9ang mm0nt)k 0an9ak
!poro<oit.
Sporo<oit di.pa!kan dan ma!)k kda.am k.njar .i)r
n9am)k. Sik.)! tr!0)t di!0)t masa tunas ektrinsik.
6ara in>k!i dapat m.a.)i gigitan n9am)k ata) m.a.)i
tran!>)!i dara,.




@EAALA PAT?L?@I# 1 #LINI# :
%. Ma!a t)na! intrin!ik 0ra,ir dngan tim0).n9a !rangan
dmam prtama. Srangan dmam 9ang k,a! trdiri ata!
* !tadi)m : a. !tadi)m >rigori! "mnggigi.$ B 0. !tadi)m
a:m "p)n:ak dmam$ B :. !tadi)m !)dori! "0rkringat
0an9ak, !),) t)r)n$. Srangan dmam 0r0da80da
!!)ai dngan jni! ma.aria.
#kam0),an dapat 0r!i>at : a. Rkr)dn!i "!,ort trm
r.ap!$ : tim0). karna mara!it ma.aria da.am ritro!it
mnjadi 0an9ak. Tim0). 00rapa mingg) !t.a, pn9akit
!m0), . 0. Rk)rn ".ong trm r.ap!$ karna para!it
k!o8ritro!it ma!)k kda.am dara, dan mnjadi 0an9ak.
7ia!an9a tim0). 2 0).an !t.a, pn9akit !m0),.


%. Hiprtro>i dan ,iprp.a!i !i!tim rtik).ondot.ia.
mn90a0kan .impa mm0!ar. S. makro>ag
0rtam0a, dan da.am dara, trdapat mono!ito!i!.
*. Anmia dapat trjadi o., karna: a. Eritro!it
9!ng di!rang ,an:)r pada !por).a!i. 0. Drajat
>ago!ito!i! RES mningkat, aki0atn9a 0an9ak
ritro!it ,an:)r.

D. DIAGNOSIS :

Dengan pemeriksaan a!"ra#"ri$m %Mikr"sk"pik&


'es (iagn"s#ik )epa#* : Menem$kan parasi#
maaria pa(a se(iaan (ara+ #epi. Se(iaan (i!$a#
se!aikn,a pa(a -ak#$ (emam.

'anpa pemeriksaan a!"ra#"ri$m.



I. Anamnesis :
Pa(a anamnesis sanga# pen#ing (iper+a#ikan :
a. Ke$+an $#ama : (emam menggigi (an (apa# (iser#ai saki#
kepaa& m$a& m$n#a+& (iare& (an n,eri "#"# a#a$ pega.
pega.
!. Ri-a,a# !erk$n/$ng (an !ermaam 0.1 mingg$ ,ang a$ ke
(aera+ en(emik maaria.
). Ri-a,a# #ingga (i (aera+ en(emik maaria.
(. Ri-a,a# saki# maaria.
e. Ri-a,a# min$m "!a# maaria sa#$ !$an #erak+ir.
2. Ri-a,a# men(apa# #rans2$si (ara+.
g. Ge/aa kinis pa(a anak (apa# #i(ak k+as.

Unt)k pndrita tr!angka ma.aria 0rat, dapat di!rtai !at) ata)
.0i, :
a. @angg)an k!adaran da.am 0r0agai drajat.
0. #.ma,an )m)m.
:. #jang8kjang
d. Pana! !angat tinggi
. Mata ata) t)0), k)ning
>. Pndara,an ,id)ng, g)!i, ata) !a.)ran pn:rnaan
g. Na>a! :pat dan ata) !!ak na>a!
,. M)nta, tr)! mnr)!
i. Tidak dapat makan min)m
j. Carna air !ni !prti t, t)a !ampai k,itaman
k. A)m.a, air !ni k)rang "?.ig)ria$ !ampai tidak ada "An)ria$
.. T.apak tangan !angat p):at

II. PEMERIKSAAN FISIK :
3emam +perabaan atau pengukuran dengan termometer,
Pucat pada con&ungtiva palpebrae atau telapak tangan.
Pembesaran limpa +Splenomegali,.
Pembesaran hepar +4epatomegali,.
Pada malaria berat dapat ditemukan satu atau lebih tanda klinis
berikut :
5emperatur aksila 6#278.
5ekanan darah sistolik 9.2 mm4g pada de:asa dan pada
anak- anak 9/2 mm4g.
;adi cepat dan lemah < kecil.
Frekuensi nafas =!/ per menit pada orang de:asa atau =#2
per menit pada balita( anak di ba:ah 1 tahun =/2 per
menit.
Penurunan dera&at kesadaran.

0. $anifestasi perdarahan +petekie(purpura(hematoma,.
.. 5anda dehidrasi +mata cekung(turgor dan elastisitas kulit
berkurang(
bibir kering( produksi air seni berkurang,
1. 5anda-tanda anemia berat +kon&ungtiva pucat( telapak tangan
pucat(
lidah pucat( dll,
). 5erlihat mata kuning < >kterik.
12. ?danya ronki pada kedua paru.
11. Pembesaran limpa dan atau hepar.
12. @agal gin&al ditandai dengan "liguria sampai dengan ?nuria.
1!. @e&ala ;eurologi +kaku kuduk( reflek patologik,.
Catatan : Penderita malaria berat harus segera dirujuk untuk
mendapat kepastian diagnosis secara mikroskopik dan penanganan
lebih lanjut.


III. PEMERIKSAAN LABORATORIUM :
1. Pemeriksaan mikroskopik :
- Pemeriksaan darah tebal dan tipis.
- Aila pemeriksaan pertama negatip(diperiksa ulang setiap 0
&am selama ! hr berturut-turut.
- Aila hasil pemeriksaan ! hr berturut-turut tidak ditemukan
parasit maka diagnosis malaria disingkirkan.
2. 5es diagnostik lain :
a. 4BP 2 +4istidin Bich Protein, yang diproduksi oleh
trofo'oit( ski'on(dan gametosit muda P.Falciparum.
b. Cn'ym parasit lactate dehydrogenase +p-D34, yang
diproduksi oleh parasit bentuk aseksual atau seksual
+ gametocyt,.

MANIFESTASI MALARIA BERAT PADA ANAK :
Eoma +malaria serebral ,
3istres pernafasan.
4ipoglikemia +sebelum terapi kina,
?nemia berat.
Ee&ang umum yang berulang.
?sidosis metabolik.
Eolaps sirkulasi(syok hipovolemia(hipotensi +tek.sistolik 9/2
mm4g,
@angguan kesadaran selain koma.
Eelemahan yang sangat.
4iperparasitemia.
>kterus.
4iperpireksia +Suhu = #17,.

1!.4emoglobinuria +black:ater fever,.
1#.Perdarahan spontan.
1/.@agal gin&al.
Eomplikasi terbanyak pada anak :
-4ipoglikemia +sebelum pengobatan kina,.
-?nemia berat.
Eeterangan :
- ?nemia berat +4b9/grF(4t91/F,sering pada anak umur1-2th
- @ula darah 9#2mgF lebih sering pada anak 9!th.
Catatan : Penderita mal.falciparum ringan (malaria tanpa kompli
kasi)dapat menjadi berat (dengan komplikasi)kalau tidak diobati
secara dini dan adekuat.

PEMERIKSAAN PENUNJANG UNTUK MALARIA BERAT :
2. 4emoglobin dan hematokrit.
!. 4itung &umlah lekosit(trombosit.
#. Eimia darah lain +gula darah(serum bilirubin( S@"5
G S@P5(alkali fospatase( albumin<globulin(ureum(
kreatinin(natrium dan kalium( analisa gas darah,.
#. CE@
/. Foto toraks
0. ?nalisa cairan serebrospinal
.. Aiakan darah
1. Hrinalisis.

DIAGNOSA BANDING :
2. $alaria ringan +malaria tanpa komplikasi,
a. 3emam tifoid
b. 3emam 3engue
c. >SP?
d. Deptospirosis ringan< anikterik
e. >nfeksi virus akut lainnya
2. $alaria berat +malaria dengan komplikasi,
a. Badang otak e. Deptospirosis berat
b. Stroke f. @lomerulonefritis akut
c. 5ifoid encefalopati g. Sepsis
d. 4epatitis h. 3emam berdarah dengue atau
3SS

PENGOBATAN :
Penata laksanaan kasus malaria meliputi :
1. Pemberian obat anti malaria
2. Pengobatan pendukung
!. Pengobatan komplikasi

PENGOBATAN MALARIA TANPA KOMPLIKASI:
2. Pengobatan malaria falsiparum tanpa komplikasi
Lini pertama :tablet artesunat+tablet amodiakuin +t.primakuin
# ! 2 1 I J ?modikuin
# ! 2 1 I J ?rtesunat
!.
# ! 2 1 I J ?modiakuin
# ! 2 1 I J
?rtesunat

2.
2-! 2 1I K L, L, Primakuin
# ! 2 1 I J ?modiakuin
# ! 2 1 I J ?rtesunat
1.
61/
th
12-1#
th
/ * )
th
1* #
th
2 * 11
bl
2-2 bl

Mumlah tablet perhari menurut kelompok umur
Menis obat 4ari

Eomposisi obat :
?rtesunat :/2 mg<tablet(?modiakuin:222 mg<tabletN1/!
amodiakuin base<tablet.Primakuin 1 tablet berisi 2/mg
garam<tablet setara dengan 1/ mg basa.
3osis menurut berat badan :
?rtesunat : # mg<kg AA <hari
?modiakuin : 12 mg basa<kg AA<hari
Primakuin : 2(./ mg<kg AA<hari
Aila ter&adi gagal pengobatan lini pertama maka diberikan
pengobatan lini kedua sbb :

Pengobatan lini ke!a !nt!k "ala#ia $al%i&a#!"
#1 - - - -
5etrasiklin<
3oksisiklin
!2 !1I !1 !I L, Eina
2-.
2-! 2 1I K - Primakuin
#1 - - - -
5etrasiklin<
3oksisiklin
!2 !1I !1 !I L, Eina
1.
61/t
h
12-
1#th
/-)th 1-#th
2-
11bl
Mumlah tablet perhari menurut
kelompok umur
Menis obat 4ari

Kete#angan :
!. L, Eina : 1 tablet kina sulfat mengandung 222 mg kina garam.
#. Pemberian kina pada anak usia 9 1 th harus berdasarkan berat
badan.3osis kina : !2 mg<kgAA<hari +dibagi ! dosis,.
/. 3oksisisiklin tidak diberikan pada anak usia91 th.
0. 3osis 3oksisiklin untuk anak usia 1-1# th :2 mg<kgAA<hari.
.. Aila tidak ada 3oksisiklin dapat diberikan 5etrasiklin.
1. 3osis 5etrasiklin:2/-/2 mg<kgAA<# dosis<hari atau #1+2/2 mg,
selama . hari.5etrasiklin tidak boleh diberikan pada anak
usia912 bln dan ibu hamil.
). Primakuin tidak boleh diberikan pada ibu hamil dan anak
usia91 th.
12.3osis Primakuin : 2(./ mg<kgAA(dosis tunggal.

Pengg$naan peng"!a#an ini ke($a !er(asarkan kri#eria s!!:
2. Penderita sudah menyelesaikan pengobatan lini pertama
+! hari,.
!. Pada :aktu periksa ulang hari # atau hari / sampai 21
penderita belum sembuh atau kambuh.
Penderita dikatakan tidak sembuh bila :
- Penderita tetap demam atau ge&ala klinik tidak membaik
yang disertai parasitemia aseksual.
- Penderita tidak demam atau tanpa ge&ala klinis
lainnya(tetapi ditemukan parasitemia aseksual.
Aila dalam pengobatan lini pertama kemudian di&umpai
tanda2 klinis darurat sbb : tidak dapat
makan<minum(tidak sadar(ke&ang(muntah
berulang(sangat lemah+tidak dapatduduk<berdiri, maka
penderita harus dikelola sebagai malaria berat atau
diru&uk dan tidak diberikan obat lini kedua.

Pengobatan "ala#ia 'i'ak%("ala#ia o'ale.
1 K I J - - Elorokuin 4#-1#
1 K I J - - Primakuin
2 1I 1 I J
1
<
1
Elorokuin
4!
1 K I J - - Primakuin
!-# ! 2 1 I J Elorokuin
42
1 K I J - - Primakuin
!-# ! 2 1 I J Elorokuin
41
61/
t
h
12-
1#th
/-
)th
1-
#th
2-
11bl
2-1bl
Mumlah tablet menurut kelompok umur
+dosis tunggal,
Menis obat 4ari

Perhitungan dosis berdasarkan berat badan untuk Pv < Po :
-Elorokuin : hari > G >> O 12 mg<kgbb(hari ke >>> O / mg<kgbb.
-Primakuin : 2(2/ mg<kgbb<hari(selama 1# hari.
Eriteria penggunaan pengobatan kasus malaria vivaks resisten
klorokuin :
L Penderita sudah menyelesaikan pengobatan klorokuin ! hari.Pada
:aktu periksa ulang hari ke # atau hari ke . sampai 1# penderita
belum sembuh
L Penderita dikatakan tidak sembuh +resisten thd klorokuin, bila
dalam kurun :aktu 1# hari :
- Penderita tetap demam atau ge&ala klinis tidak membaik
disertai
parasitemia aseksual.
- Penderita tidak demam atau tanpa ge&ala klinis lainnya(tapi
ditemukan parasitemia aseksual.


Pengobatan malaria vivaks/ovale resisten klorokuin .
1 K I J - - Primakuin
41-
1#
!2
!
1I
!1 !I L, L, Eina 41-.
6
1/th
12-
1#th
/-
)th
1-
#th
2-
11bl
2-
1bl
Mumlah tablet perhari menurut
kelompok umur
Menis obat 4ari
3osis berdasarkan berat badan : Eina !2 mg<Egbb<hari
+dibagi ! dosis,.Primakuin 2(2/ mg<kgbb.

Pengobatan "ala#ia 'i'ak% ( "ala#ia o'ale )ang
ka"b!* +#ela&%,
! 2J 1I K - -
PrimakuinLL
,
1-12L,
!-# ! 2 1 I J Elorokuin 1-12L,
61/t
h
12-
1#th
/-)th 1-#th 2-11bl 2-1bl
Mumlah tablet perminggu menurut kelompok
umur
Menis obat
Dama
pemberian
dalam
minggu
LPemberian klorokuin dan primakuin 1 kali setiap
minggu(lama pengobatan selama 1 minggu.
LL3osis primakuin 2(./ mg<kgAA.

K#ite#ia &engg!naan &engobatan ka%!% "ala#ia
'i'ak%(o'ale #e%i%ten klo#ok!in.
1. Penderita sudah menyelesaikan pengobatan
klorokuin dan primakuin.
2. Pada :aktu periksa ulang hari 1# sampai 21
penderita kambuh.
Penderita dikatakan kambuh bila dalam kurun :aktu 1# * 21 hari
:
- Penderita tetap demam atau ge&ala klinis tidak membaik yang
disertai parasitemia aseksual.
- Penderita tidak demam atau tanpa ge&ala klinis lainnya(tetapi
ditemukan parasitemia aseksual.

Pengobatan "ala#ia klini%
Pengobatan malaria klinis dilakukan didaerah
yang belum memungkinkan untuk pemeriksaan
laboratorium baik dengan mikroskopik maupun
dengan B35.
Pengobatan malaria klinis terdiri dari 2 regimen
pengobatan yaitu : Pengobatan lini pertama yang
menggunakan klorokuin dengan primakuin dan
pengobatan lini kedua yang menggunakan kina
dan primakuin tablet.

Pengobatan lini &e#ta"a "ala#ia klini% :
% ' = ' = D '1+ Primak)in H *
*84E$ * % ' = D #.orok)in H %
%8*EE$ % '= F 8 8 Primak)in
*84E$ * % ' = D #.orok)in
H '
G '(t, '&8'4t, (8/t, '84t, %8''0. &8' 0.
A)m.a, ta0.t pr,ari mn)r)t k.ompok )m)r
Ani! o0at Hari

Keterangan :
L, Aila perkiraan berat badan 9/2 kg(diberikan !
tablet klorokuin
bila =/2 kg diberikan # tablet klorokuin.
LL,Aila perkiraan berat badan 9/2 kg(diberikan 2
tablet primakuin
bila =/2 kg diberikan ! tablet primakuin.

Pengobatan lini pertama malaria klinis berdasarkan
berat badan LLL,
- -
2(./ mg<kg
bb
Primakuin
/ mg<kg bb 12 mg<kg bb 12 mg<kg bb
Elorokuin
basa
4 ! 4 2 4 1
Eeterangan :
LLL,Pemberian dosis obat untuk bayi harus berdasarkan
A.A
Primakuin tidak boleh diberikan pada bayi.

Pemantauan :
2. ?pabila pada hari ke # setelah pengobatan lini
per- tama penderita tetap demam(tetapi tidak
memburuk +tidak berkembang men&adi malaria
berat ,(didaerah yang sulit mendapatkan
pemeriksaan laboratorium maka pengobatan
malaria klinis diulangi dengan kina selama . hari
dan primakuin 1 hari +pengobatan lini kedua,.
!. Aila ada 1 atau lebih tanda-tanda bahaya selama
pengobatan(penderita segera diru&uk untuk
mendapat kepastian diagnosis dan penanganan
selan&utnya +bila tempat ru&ukan sulit
dicapai(penderita diberikan 1 dosis kina parenteral
12 mg<kgbb im ,.


3. 'an(a.#an(a !a+a,a #erse!$# a(aa+ :
a. tidak dapat makan1min)m.
0. tidak !adar.
:. kjang.
d. m)nta, 0r).ang.
. !angat .ma, "tidak dapat d)d)k10rdiri$.


Pengobatan lini kedua malaria
klinis
2-! 2 1 I K - -
Primakui
n
4 1
! 2
!
1I
! 1 ! I L, L, Eina 4 1-.
61/
th
12-
1#th
/-) th 1-# th 2-11bl 2-1 bl
Mulah 5ablet Per 4ari $enurut Eelompok Hmur
Menis
obat
4ari
Eeterangan :
L, 3osis untuk bayi +2-11, harus berdasarkan berat badannya.
- Satu tablet kina sulfat mengandung 222 mg kina garam.
- 3osis berdasarkan berat badan : - kina !2mg<kgbb<hari +dibagi ! dosis,.
- Primakuin 2(./ mg<kgbb( dosis tunggal.
Pemantauan : apabila pada hari ke # setelah pengobatan lini kedua(
penderita tetap demam(segera diru&uk untuk mendapatkan kepastian
diagnosis.

PENGOBATAN MALARIA BERAT
Penatalaksanaan kasus malaria berat
meliputi :
! Tindakan umum!
"! Pengobatan simptomatik!
#! Pemberian obat anti
malaria!
$! Pengobatan komplikasi!

PEMBERIAN OBAT ANTI MALARIA :
"bat anti malaria pilihan untuk malaria berat adalah :
Dini pertama : derivat artemisin parenteral.
Dini kedua : kina parenteral.
Lini pertama : ?rtesunat in&eksi atau artemeter in&eksi.
?rtesunat in&eksi untuk penggunaan di Bumah Sakit atau
Puskesmas pera:atan. ?rtemeter in&eksi untuk penggunaan
dilapangan atau Puskesmas yang tidak menyediakan artesunat
in&eksi.
3osis dan cara pemberian ?rtesunat in&eksi.
Sediaan : 1 ampul berisi 02 mg serbuk kering asam
artesunik(dilarutkan dalam 2(0 natrium bikarbonat /F diencerkan
dalam ! -/ cc 3/F.
Pemberian secara bolus intravena selama P 2 menit


Doading dose : 2(# mg<kg bb >V diikuti 1(2 mg<kg bb >V pada &am
ke 12 &am dan 2#( selan&utnya 1(2 mg<kg bb >V setiap hari sampai
hari ke ..
Aila penderita sudah dapat minum obat( ganti dengan artesunat
oral.
%osis dan &ara pemberian Artemeter in'eksi :
Sediaan : 1 ampul berisi 12 mg ?rtemeter.
?rtemeter in&eksi diberikan secara intramuskuler( selama / hari.
3osis de:asa : dosis inisial 102 mg +2 ampul,im pada hari ke
1(diikuti 12 mg +1 ampul,im pada hari ke 2 s<d ke /.
3osis untuk anak tergantung berat badan yaitu :
4ari pertama : !(2 mg<kgbb<hari.
4ari >> * V : 1(0 mg<kgbb<hari

Dini kedua : kina per-infus :
Eina perinfus masih merupakan obat pilihan untuk
malaria berat. Eemasan garam kina 48l 2/ F in&eksi( 1
ampul berisi /22 mg < 2 ml.
Pemberian antimalaria praru&ukan Q
?pabila tidak memungkinkan pemberian kina per-infus
maka dapat diberikan Einin antipirin 12 mg<kgbb intra
muskular +dosis tunggal,.
8ara pemberian kina perinfus :
3osis anak-anak : Eina 48D 2/ F +perinfus, dosis 12
mg<kgbb +bila umur 9 2 bulan : 0-1 mg<kgbb, diencerkan
dengan 3ektrosa /F atau ;a8D 2() F sebanyak /-12
cc<kgbb diberikan selama # &am(diulang setiap 1 &am
sampai penderita sadar dan dapat minum obat.

(ATATAN :
-
Eina tidak boleh diberikan secara bolus intra vena
karena toksik bagi &antung dan dapat menimbulkan
kematian.
-
$aksimum pemberian kina >V ! hari. ?pabila setelah
!
hari penderita masih belum sadar dan pemasangan
;@5
memungkinkan maka diberikan tablet kina melalui
;@5
sampai hari ke . se&ak diberikan kina yang pertama.

8
Apa0i.a tidak ada pr0aikan k.ini! !t.a, pm0rian 4+ jam
kina parntra. maka do!i! r)matan kina dit)r)nkan = n9a dan
.ak)kan pmrik!aan para!ito.ogi !rta Ha.)a!i k.inik tr,adap
km)ngkinan diagno!i! .ain.
8 7i.a !)da, !adar1dapat min)m o0at pm0rian kina II diganti dg
kina ta0.t prora. dngan do!i! '& mg1kg001ka.i,pm0rian * ;
!,ari "dngan tota. do!i! 3 ,ari di,it)ng !jak pm0rian kina
prin>)! 9ang prtama$.
8 Pada ,ari prtama pm0rian kina ora., di0rikan j)ga ' do!i!
primak)in "&,3( mg1 kg00$. Anak )m)r J ' t, dan i0) ,ami. tidak
0o., di0rikan primak)in.

-
?pabila kina tidak dapat diberikan perinfus( maka dapat
diberikan intra muskuler dengan masing-masing I
dosis
pada paha depan+&angan diberikan pada bokong,.
Sebaiknya untuk pemakaian kina intra muskuler( kina
di-
encerkan dengan garam faali+;a8l 2()F untuk
mendapat
kan konsentrasi 02 - 122 mg<ml.
-
3osis maksimum de:asa : 2.222 mg<hari.
-
Hntuk mencegah ter&adinya hipotensi postural hindari
posisi badan tegak.


8 Mngingat adan9a ktr0ata!an !arana ma)p)n tnaga a,.i
di P)!k!ma!1RS,maka )nt)k 00rapa ka!)! ma.aria 0rat
9ang mmr.)kan pra5atan1pngo0atan dngan >a!i.ita!
trtnt) "mi!a. : ,mo1pritona. dia.i!i!,tran!>)!i t)kar d..$
9ang tidak tr!dia pada >a!i.ita! p.a9anan pngo0atan
tr!0)t !0aikn9a dir)j)k k RS tingkat 9ang .0i, tinggi
"9ang mmp)n9ai >a!i.ita! .0i, .ngkap$.
8 Hndakn9a ,a. ini tidak dijadikan a.a!an 9ang 0r.0i,an
)nt)k !.a.) mr)j)k pa!in ma.aria 0rat.
St.a, pm0rian Artmtr inj1drip 0i.a pa!in t.a, !adar
dapat di0rikan pngo0atan ora. dngan A6T.

PR?@N?SIS DAN RUAU#AN
'. Progno!i! ma.aria 0rat trgant)ng k:patan dan ktpatan
diagno!i! !rta pngo0atan.
*. Pada ma.aria 0rat 9ang tidak ditangg).angi, maka morta.ita!
9ang di.aporkan pada anak K anak '( -.
4. Progno!i! ma.aria 0rat dngan kgaga.an !at) >)ng!i organ
.0i, 0aik dari pada kgaga.an % >)ng!i organ.
Sm)a pndrita ma.aria 0rat !0aikn9a ditangani di RS #a0)patn.
7i.a >a!i.ita! ma)p)n tnaga di RS #a0)patn k)rang mmadai,mi!a. )nt)k
pndrita9ang mmr.)kan >a!i.ita! dia.i!i! 9ang tidak tr!dia di RS
#a0)patn maka !0ain9a dir)j)k k RS ProHin!i.

(ARA MER)*)K
#. Setiap meru&uk penderita harus disertakan surat
ru&ukan yang berisitentang diagnosis(ri:ayat
penyakit(pemeriksaan dan tindakan< pengobatan
yang sudah diberikan .
/. ?pabila dibuat sediaan darah malaria( harus diba:a
ketempat ru&ukan.

PENGOBA'AN PENCEGAHAN % KEMOPROPILAKSIS $ :
Eemopropilaksis bertu&uan untuk mengurangi resiko terinfeksi
$alaria dan apabila terinfeksi ge&ala klinisnya tidak berat.
"bat yg dipakai terutama beker&a pada siklus
eritrositer."batmalaria
yang dipakai untuk pencegahan penyakit malaria di >ndonesia
adalah :
Klorokuin : untuk Plasmodium viva.
Pencegahan dilakukan dengan minum klorokuin /
mg<kgAA<minggu diminum satu minggu sebelum masuk
kedaerah endemis sampai # minggu setelah kembali.
%alaupun pada dosis pencegahan obat ini aman digunakan
untuk &angka :aktu2 * ! tahun namun dian&urkan tidak
menggunakan klorokuin tidak lebih dari! * 0 bulan. Cfek samping
yang mungkin
ter&adi gangguan saluran cerna(sehingga dian&urkan minum
obat setelah makan.

D"sis Peng"!a#an Pen)ega+an Dengan
K"r"k$in
2 = 1/
1 I 12 * 1#
1 / * )
I 1 * #
J 9 1
Mumlah tablet klorokuin +dosis
tunggal ,
+frek:ensi 1 seminggu ,
@olongan umur
+tahun,

%. D"ksisikin :
- 3igunakan untuk Plasmodium falciparum
- 3oksisiklin dapat digunakan untuk daerah
P.Falciparum resisten klorokuin.
- 3osis 3oksisiklin 1(/ mg<kg AA<hari selama
tidak lebih # * 0 minggu( dan tidak dapat
9 1 th
dan ibu hamil.


044 maaria kinis
144 gigi#an
n,am$k An"p+ees
544 mengin2eksi
man$sia
5 6 7 8 maaria !era#