Anda di halaman 1dari 83

LATIHAN EKG STRIP

Gambar 1
interpretasi
1. Jarak RR/PP interval antara beat yang satu dengan beat yang lainnya sama
(43 kotak kecil/43mm), menandakan Irama regular/teratur, adanya defleksi
positip gel P dengan bentuk yang sama dan diikuti oleh normal komplek QRS
dengan bentuk yang sama pula, ini menandakan pacemaker berasal dari SA
node.
2. Frekfensi jantung 1500: 43 kotak kecil = 35 x/menit
3. Gel P,Q,R,S,T normal, komplek QRS normal PR interval normal, ST
segmen normal, QT interval memanjang 0,45 detik.
4. Kesimpulan : SINUS BRADIKARDIA DG PROLONG QT INTERVAL
Gambar 2
Interpretasi gambar 2
1. Jarak RR/PP interval antara beat yang satu dengan beat yang
lainnya sama (23 kotak kecil/23mm), menandakan irama
regular/teratur, adanya defleksi positip gel P dengan bentuk yang sama
menandakan pacemaker berasal dari SA node
2. Frekfensi jantung 1500:23 kotak kecil = 65 x/menit
3. Gel P tinggi dan lebar normal tapi bentuknya agak runcing (?P
pulmonal), pada ekg strip penemuan seperti ini kita abaikan. Tidak ada
gel Q kita abaikan juga, gel RST normal. Adanya gel U, QT interval dan
komplek QRS normal
4. Kesimpulan : NORMAL SINUS RHYTM DENGAN ADANYA
GELOMBANG U
Gambar 3.
Interpretasi gambar 3.
1. Jarak RR/PP interval antara beat yang satu beat dengan yang lain sama (10
kotak kecil/ 10 mm)menandakan irama teratur, adanya defleksi positip gel P
dengan bentuk yang sama dan diikuti oleh normal komplek QRS dengan bentuk
yang sama pula, ini menandakan pacemaker berasal dari SA node.
2. Frekfensi jantung 1500:10 kotak kecil = 150 x/menit
3. Gel P tingginya lebih dari 2,5mm dan runcing sekali menandakan P pulmonal,
gel QRST normal, QT interval memendek, ST segmen tampak depresi.
4. Kesimpulan: SINUS TAKIKARDI DENGAN P PULMONAL (QT interval dan
ST segmen depresi kita abaikan pada kasus ini karena dengan frekfensi jantung
melebih 120x/mnt selalu diikuti dengan QT interval memendek dan ST segmen
depresi)
Gambar 4
Interpretasi gambar 4
1. Jarak RR/PP interval antara beat 1 & 2, 2 & 3, 3 & 4, 4 & 5, adalah sama. Tapi
di beat ke 6, tidak di mulai dengan gel P dan bentuknya melebar. Di beat ke 7
kembali adanya gel P yang sama dengan gel P di beat 1,2,3,4,5 yang diikuti oleh
bentuk komplek QRS yang sama pula.
Pada kasus ini kita tidak bisa mengatakan irama regular atau teratur, karena pada
saat pengecekan frekfensi jantung baik menggunakan stetoskop maupun palpasi
radial arteri yang kita dapatkan tidak teratur. Akan tetapi pada kasus ini
pacemaker masih dominan berasal dari SA node dan pada beat ke 6 kita tetap
namakan komplek QRS biarpun bentuknya tidak normal.
2. Karena iramanya tidak teratur, maka frekfensi jantung dihitung dengan
mengalikan jumlah komplek QRS dalam 6 detik dengan 10. Pada kasus ini
terdapat 8 normal komplek QRS, jadi frekfensi jantungnya 8 x 10 = 80x/menit.
3. Gel PQRS normal, PR& QT interval normal. Adanya ST segmen depresi dan
abnormal beat yang tidak diawali dengan gel P yang komplek QRS nya
abnormal/melebar yang mana ini berasal dari otot ventrikel.
4. Kesimpulan : SINUS RHYTM Dengan 1 VES (Ventrikel Ekstra Sistole)dan ST
SEGMEN DEPRESI
Gambar 5
Interpretasi gambar 5
1. Jarak antara RR/PP interval sama menandakan iramanya
regular/teratur, adanya gel P dengan bentuk yang sama dan juga diikuti
oleh komplek QRS dengan bentuk yang sama pula, menandakan pusat
pacemaker berasal dari SA node.
2. Frekfensi jantung 1500:10 kotak kecil = 150x/menit
3. Gel PQRST smuanya normal, PR interval normal, QT interval
memendek (setiap HR melebihi 120x/mnt, automaticly QR interval
memendek, kadang juga disertai dengan ST depresi).
4. Kesimpulan : SINUS TAKIKARDI
Gambar 6
Interpretasi gambar 6
1. Jarak RR/PP interval di beat 1&2, 2&3 adalah sama, akan tetapi beat
berikutnya yaitu beat ke 4 baru muncul setelah adanya gap atau jeda yang
jaraknya melibihi 2 kali jarak RR/PP interval sebelum dan sesudahnya. Kita
tidak bisa mengatakan iramanya teratur (lihat penjelasan ekg strip no.4).
Adanya defleksi positip gel P yang diikuti komplek QRS yang menandakan
pacemaker berasal dari SA node, akan tetapi SA node gagal untuk
mengeluarkan impuls sebagaimana waktunya sehingga terjadi gap atau
jedah yang melebih 2x jarak yang seharusnya.
2. Frekfensi jantung kita hitung dengan mengalikan jumlah komplek QRS
dalam 6 detik dengan 10. Pada kasus ini terdapat 5 komplek QRS dalam 6
detik. Jadi frekfensi jantungnya 5 x 10 = 50 x/menit.
3. Konfigurasi gelombang semuanya normal
4. Kesimpulan : SINUS ARREST ATAU SINUS PAUSE ( Pada kasus yang
sama dengan gap atau jedah persis sama 2 kali dengan jarak RR/PP
interval dinamakan Sinus Block)
Gambar 7
Interpretasi gambar 7
1. Jarak RR/PP interval antara beat 1&2 dan beat 3&4 berbeda,
menandakan irama tidak teratur. Adanya defleksi positip gel P yang
diikuti komplek QRS dengan bentuk yang sama, menandakan
pacemaker berasal dari SA node.
2. Karena irama tidak teratur/irregular, maka penghitungan frekfensi
jantung dengan mengalikan jumlah normal komplek QRS dalam 6 detik
dengan 10. Pada kasus ini jumlah normal komplek QRS adalah 7.
Maka frekfensi jantungnya 7 x 10= 70x/menit.
3. Semua konfigursi gelombang normal, kecuali tampak adanya ST
segmen depresi (pada ekg strip boleh kita abaikan).
Kesimpulan : SINUS ARRHYTMIA
1. Jarak antara RR/PP interval sama kecuali antara beat 4&5, dimana
adanya gap atau jedah yang jaraknya persis 2 kali jarak antara RR/PP
interval sebelum dan sesudahnya. Kita katakan iramanya tidak
regular/tidak teratur. Adanya defleksi positip gel P ditiap beat yang
diikuti oleh komplek QRS, ini menandakan pacemaker berasal dari SA
node.
2. Karena irama tidak teratur, maka penghitungan frekfensi jantung
dengan mengalikan jumlah komplek QRS dalam 6 detik dengan 10.
Pada kasus ini jumlah komplek QRS adalah 7, jadi frekfensi jantungnya
7 x 10= 70 x/menit.
3. Semua konfigurasi gelombang dalam batas normal.
4. Kesimpulan: SINUS BLOCK/SINUS ATRIAL BLOCK
1. Jarak RR/PP interval di
1. Jarak RR/PP interval di setiap beat sama(19 kotak
kecil/19mm), menandakan irama regular/teratur. Adanya
defleksi positip gel P normal yang diikuti oleh normal
komplek QRS disetiap beat, menandakan pacemaker
berasal dari SA node.
2. Frekfensi jantungnya 1500:19 kotak kecil = 79 x/menit
3. Semua konfigurasi gelombang dalam batas normal
4. Kesimpulan : SINUS RHYTM
Gambar 10
Interpretasi gambar 10
1. Jarak RR/PP interval ditiap beat tidaklah sama, ini menandakan irama
tidak teratur/irregular. Adanya defleksi positip gel P disetiap beat yang
diikuti oleh normal komplek QRS. Anda harus jeli disini, dimana bentuk
gel P antara beat 1&2 atau 1&6 berbeda walaupun defleksi gel P positip.
Akan tetapi, tidak semua gel P yang defleksinya positip berasal dari
normal pacemaker(SA node), tapi bisa juga berasal dari cabang
pacemaker SA node atau sel-sel pacemaker dari otot atrium yang
menghasilkan defleksi positip gel P yang berbeda dengan gel P yang
berasal dari normal pacemaker (SA node).
2. Karena irama tidak teratur, maka penghitungan frekfensi jantung
dengan mengalikan jumlah komplek QRS dalam 6 detik dengan 10. Pada
kasus ini jumlah normal komplek QRS adalah 7. Jadi frekfensi jantungnya
7x10= 70x/menit.
3.Tampak gel P dan gel T mempunyai lebih dari 2 macam bentuk,
konfigurasi gelombang EKG yang lainnya dalam batas normal.
4. Kesimpulan : WANDERING ATRIAL PACEMAKER (artinya lebih dari 2
macam sumber pacemaker yang ditandai dengan lebih dari 2 macam
bentuk gel P)
Gambar 11
Interpretasi gambar 11
1. Pada kasus ini kita tidak menemukan gelombang P karene frekfensi
jantung yang sangat cepat mengakibatkan gel P terbenam/tertutup oleh
gel T. Jarak RR interval setiap beat adalah sama (6 kotak kecil/6 mm),
menandakan irama teratur. Yang saya katakan tadi bahwa gel P tertutup
oleh gel T, jadi pada kasus ini pacemaker berasal dari fokus yang sama
dan berada di atas ventrikel atau supra ventrikel.
2. Frekfensi jantungnya 1500:6 kotak kecil = 250x/menit
3. Gel P tertutup gel T, PR interval tidak bisa dihitung, QT interval sudah
pasti memendek, konfigurasi gelombang yang lain dalam batas normal.
4. Kesimpulan : SUPRA VENTRIKULAR TAKIKARDI (SVT)---> anda harus
jeli juga untuk memastikan EKG dengan Supra Ventrikular Takikardi, yaitu
anda lihat tinggi dan bentuk komplek QRS nya adalah sama. So anda tidak
ragu untuk mengatakan SVT !!
Gambar 12
Interpretasi gambar 12
1. Jarak antara RR interval di setiap beat sama yaitu 16 kotak kecil
atau 16 mm, sedangkan jarak antara PP interval di setiap beat juga
sama. Anda juga harus jeli membedakan gel P yang normal
dengan gel P yang disebut saw tooth (gigi gergaji). Sekilas
mungkin anda pikir adalah adanya gel T, itu sebenarnya gel P.
Anyway, karena jarak RR interval sama di setiap beat dan PP
interval juga sama di setiap beat. Maka kita namakan iramanya
teratur/regular. Dan oleh karena adanya gel P biarpun bentuknya
seperti gigi gergaji, maka pada kasus ini pacemaker berasal dari
atas ventrikel atau otot atrium, yang pasti bukan dari SA node.
2. Spesial untuk menghitung frekfensi pada kasus ini adalah
dengan menghitung frekfensi di atrium dan juga di ventrikel. Untuk
irama atrium 1500:5 kotak kecil =300x/menit, sedangkan untuk
ventrikel 1500:16 kotak kecil= 94x/menit. Jadi perbandingan
kontraksi yang dikeluarkan atrium dengan ventrikel adalah 3 : 1,
artinya ada 2 gelombang P yang mengalami blok, 1 diantaranya
terkubur di komplek QRS.
Lanjutan interpretasi gambar 12
3. Gel P mirip dengan gigi gergaji, 1 gel P yang mungkin ada kira gel T,
1 gel P lagi terkubur di komplek QRS. Konfigurasi gelombang lainnya
(PR interval, QT interval, gel T/ST segmen) tidak bisa diukur,
sedangkan gel QRS atau komplek QRS normal.
4.Kesimpulan : ATRIAL FLUTTER 3:1 Normal Respon dari Ventrikel.
Kenapa saya katakan normal respon dari ventrikel? Karena kontraksi
ventrikel masih dalam batas normal yaitu 94 x/menit. Seandainya
impuls yang dikeluarkan oleh atrial direspon secara agresif oleh
ventrikel atau dengan kata lain ventrikel berkontrasi sama dengan atrial
yaitu 300x/menit, ini akan membahayakan jiwa pasien. Inilah salah satu
keistimewaan dari AV node,untuk bisa meredam impuls-impuls yang
bisa berakibat fatal buat ventrikel dan bisa membahayakan hidup
pasien jika tidak di tangani dengan tepat.
Gambar 13
Interpretasi gambar 13
1. Jarak antara RR interval di setiap beat sama(7 kotak kecil atau 7 mm), tidak
terlihat gel P. Kalau RR interval sama menandakan irama teratur. Tidak adanya
gel P bukan berarti pacemaker berasal dari ventrikel, sebenarnya gel P ada tapi
terkubur di gel T. Kalau anda beranggapan pacemaker berasal dari ventrikel, itu
salah besar karena komplek QRS masih dalam batas normal (tidak lebar). Jadi
pada kasus ini pacemaker berasal dari atas ventrikel atau supra ventrikel.
2. Frekfensi jantungnya 1500:7 kotak kecil = 214x/menit
3. Tidak terlihat gel P, gel QRS dan komplek QRS normal dengan bentuk yang
sama disetiap beat, PR interval tidak bisa diukur, sudah pasti QT interval
memendek. Adanya ST segmen depresi.
4. Kesimpulan : SUPRA VENTRIKULAR TAKIKARDIA (SVT) dengan ST
SEGMEN DEPRESI
Gambar 14
Interpretasi gambar 14
1. Jarak RR interval dari beat 1 s/d 10 adalah sama (8 kotak kecil atau 8
mm)walaupun tidak tampak gel P. Akan tetapi begitu memasuki RR interval
antara beat ke-10 dengan beat ke-11 berbeda yaitu 10 kotak kecil atau 10 mm,
dan perbedaan akan sangat jelas sekali kalau kita lihat RR interval beat ke-11
dengan beat ke-12 yaitu 18 kotak kecil atau 18 mm. Jadi kita katakan iramanya
tidak teratur. Dari mana pacemaker berasal? Dari beat 1 s/d 10 sudah pasti
adanya gel P walaupun tidak terlihat dan sebagai jaminannya bentuk komplek
QRS masih dalam batas normal, jadi beat 1 s/d 10 pacemaker berasal dari atas
ventrikel atau supra ventikel. Sedangkan dari beat 11 s/d 14 berasal dari SA
node karena tampak adanya defleksi positip gel P.
2. Untuk kasus seperti ini kita tidak bisa menghitung frekfensi jantungnya karena
perubahan yang tiba-tiba dari irama supraventrikular menjadi irama sinus rhytm.
3. Saya rasa sudah jelas di point 1
4. Kesimpulan : PSVT (Paroksimal Supra Ventrikular Takikardi) yaitu
perubahan mendadak dari irama SVT (Supra Ventrikular Takikardi memjadi
Sinus Rhytm), begitupun sebaliknya perubahan mendadak dari irama Sinus
Rhytm menjadi SVT.
Gambar 15
Interpretasi gambar 15
1. Pada kasus ini kita tidak bisa mengidentifikasi PP interval karena gel P tidak
beraturan, untuk RR interval tampak sekali tidak sama antara beat yang satu
dengan yang lainnya. Jadi pada kasus ini iramanya tidak teratur atau irregular.
Karena adanya gelombang P yang tidak beraturan, maka pacemaker berasal
dari otot atrium.
2. Karena irama tidak beraturan maka frekfensi jantungnya adalah mengalikan
jumlah komplek QRS dalam 6 detik dengan 10. Pada kasus ini jumlah komplek
QRS adalah 6, jadi frekfensi jantungnya adalah 6 x 10 = 60 x/menit.
3. Cuma komplek QRS yang tampak jelas walaupun bentuk dan tingginnya
disetiap beat tidak sama. Adanya gel P yang bentuknya tidak beraturan.
4. Kesimpulan : ATRIAL FIBRILASI Dengan Normal Ventrikel Respon (
prinsipnya sama dengan penjelasan EKG strip no.12)
Sama dengan sinus bradikardia, yang membedakanya adalah frekwensi jantung
(HR) lebih dari 100x/menit.
Gambar 16
Interpretasi gambar 16
1.Jarak RR/PP interval antara beat yang satu dengan yang lain
berbeda, menandakan irama irregular atau tidak teratur. Anda harus jeli
juga disini, ada 2 gelombang P yang berbeda menandakan pacemaker
berasal dari 2 tempat yang berbeda. Karena disetiap beat memiliki
komplek QRS yang normal maka sudah pasti kalau kedua pacemaker
itu berasal dari atas ventrikel.
2. Frekfensi jantungnya kita hitung dengan mengalikan jumlah normal
komplek QRS dalam 6 detik dengan 10. Pada kasus ini jumlah komplek
QRS dalam 6 detik adalah 5, jadi frekfensi jantungnya 5 x 10 =
50x/menit
3. Semua konfigurasi gel adalah normal kecuali ada 2 macam bentuk
gel P yang menjadi perhatian kita. Dua (2) defleksi positip dengan
bentuk yang normal dimana berasal dari pacemaker SA node dan 3
defleksi positip gel P berbentuk runcing yang berasal dari otot atrium.
Interpretasi gambar 16
Coba anda perhatikan PP interval antara beat 1 dengan beat 2 jaraknya 58
kotak kecil atau 58 mm dengan bentuk gel P yang sama. Kemudian anda
perhatikan dan hitung PP interval antara beat 1 dengan beat 2, dimana gel P
pada beat 2 mempunyai bentuk gel P yang berbeda dengan beat 1. Kita
dapatkan PP interval antara beat 1 dengan beat 2 adalah 21 kotak kecil atau 21
mm.
Semua pacemaker akan mengeluarkan impuls secara teratur dengan periode
tertentu yang akan menghasilakan jarak atau interval yang sama dan bentuk
gelombang yang sama.
Di beat 1 kita ketahui kalau impuls berasal dari SA node. Seharusnya gel P
yang normal akan muncul setelah 29mm (jarak beat 1 & 3= 58 lalu dibagi 2 = 29
mm) pada kasus ini ada gel P yang muncul premature dengan jarak 21 kotak
kecil atau 21 mm dari normal gel P di beat 1. Di beat 4 juga tampak gel P yang
prematur seperti di beat 2.
2. Kesimpulan : SINUS BRADIKARDIA Dengan 2 AES/PAC dibeat 2&4 (Atrial
ekstra sistole/pemature atrial contraction)
Gambar 17
Interpretasi gambar 17
1.Tampak Komplek QRS yang muncul secara beraturan, begitupun dengan gel
P yang walaupun keduanya dalam bentuk yang berbeda dengan yang normal.
Tapi kita katakan kalau pada kasus ini iramanya teratur. Karena ada gel P yang
biarpun bentuknya beda tapi kita katakan pacemaker berasal dari atas ventrikel
atau atrium tp bukan dari SA node.
2. Frekfensi jantungnya 1500:21 kotak kecil = 71x/menit
3. Gel P mirip seperti gigi gergaji jd kita tidak bisa mengukur PR interval, tidak
ada gel Q, tampak gel Rr, tidak ada gel S, Komplek QRS yang lebar lebih dari
normal, tidak ada gel T karena terbenam di gel P.
4. Kesimpulan : ATRIAL FLUTTER 4:1 NORMAL VENTRIKEL RESPON
Dengan BUNDLE BRANCH BLOK (kita tidak bisa mengatakan Bundle Branch
Block kiri atau kanan untuk ekg strip, kecuali kita tahu diambil dari lead mana
ekg strip itu)
Gambar 18
Interpretasi gambar 18
1. Jarak RR dan PP interval disetiap beat tidak sama, jadi kita katakan
iramanya tidak teratur. Adanya gel P yang tidak karuan bentuknya
menandakan pacemaker berasal dari otot atrium.
2. Karena irama tidak teratur, maka menghitung frekfensi jantungnya
dengan cara mengalikan jumlah komplek QRS dalam 6 detik dengan
10. Pada kasus ini jumlah normal komplek QRS dalam 6 detik adalah
18. Jadi frekfensi jantungnya 18 x 10 = 180x/mnt.
3. Gel P yang bentuknya tidak karuan, semua konfigurasi gel EKG
disetiap beat mengalami perubahan. Kita cukup memperhatikan
morfologi komplek QRS yang tingginya tidaklah sama dari beat ke beat,
inilah yang membedakannya dari SVT jika gel P pada atrial fibrilasi
tidak ada atau halus sekali.
4. Kesimpulan: ATRIAL FIBRILATION Dengan RAPID RESPON
VENTRIKEL (kenapa saya katakan rapid respon dari ventrikel, karena
frekfensi jantungnya melebihi dari 100x/menit, pada kasus ini sangat
membahayakan jiwa pasien)
Pada EKG strip no.19 ini, penjelasanya setidaknya
sama dengan EKG strip no.14. Tapi di EKG strip
yang ini perubahan terjadi dari Sinus Bradikardi ke
SVT.
Kesimpulan : PSVT (Paroksimal Supra Ventrikular
Takikardi)yaitu perubahan mendadak dari irama
Sinus Bradikardi menjadi Supra Ventrikular Takikardi.
Gambar 20
Interpretasi gambar 20
1. Saya rasa anda sudah mahir untuk menentukan irama teratur atau tidak.
Pada kasus ini RR interval tampak teratur, sebenarnya kalau anda ukur dengan
benar tidaklah sama. Anda juga mungkin bingung dengan gel P disini, iya kan?
Jangan panic,perhatikan dengan jeli....pada beat 2,3,4 dan 7,8 tampak ada
gelombang P dengan defleksi negatif. Lihat juga di beat 5 & 6 tidak ditemukan
adanya gelombang P. Anyway kita mendapatkan komplek QRS di semua beat.
Kalau anda menemukan kasus seperti ini, dengan gel P berdefleksi negatif,
tidak ada gel P, atau gel P defleksi negatif setelah komplek QRS....anda jangan
ragu untuk mengatakan irama ini berasal dari pacemaker AV node atau daerah
junction dengan catatan adanya normal komplek QRS atau dengan bundle
branch blok.
2. Frekfensi jantungnya jumlah komplek QRS dalam 6 deti adalah 8, jadi
frekfensi jantungnya 8 x 10 = 80x/menit
3. Semua konfigurasi gelombang normal kecuali gel P yang menjadi perhatian
disini (baca point 1).
4. Kesimpulan : ACCELERATED JUNCTIONAL karena frekfensi jantungnya
melebihi impuls normal di AV node atau daerah junction (40 - 60 x/mnt) tapi
kurang dari 100x/menit.
Gambar 21
Interpretasi gambar 21
1. Ada 11 normal komplek QRS dimana jarak RR intervalnya sama kecual RR
interval antara beat ke 5 & 7 dengan beat beat ke 9 & 12, kita pastikan kasus ini
iramanya tidak teratur. Anda pasti bingung menemukan gel P, iya kan?
Perhatikan dengan jeli, setelah gel S selesai diikuti defleksi negatif gel P. Jadi
gelombang P muncul setelah komplek QRS tapi berdefleksi negatif. Maka
impuls berasal dari pacemaker AV node atau daerah junction.
2.Frekfensi jantungnya yaitu dengan mengalikan jumlah komplek QRS dalam 6
detik dengan 10. Pada kasus ini jumlah komplek QRS ada 13, jadi frekfensi
jantungnya 13 x 10 = 130 x/menit
3. Gel P berdefleksi negatif (retrograde conduction) setelah komplek QRS,
konfigurasi gelombang yang lain dalam batas normal kecuali beat ke 6 dan 11
dengan gambaran yang abnormal. Kedua beat ini berasal dari ventrikel yang
muncul secara premature sehingga gambaran komplek QRS nya abnormal, tapi
tetap kita namakan sebagai komplek QRS karena berasal dari kontraksi
ventrikel.
4. Kesimpulan : JUNCTIONAL TAKIKARDI Dengan 2 Unifocal VES/PVC di
beat 6 dan 11. (kenapa saya katakan unifocal/uniform & takikardi? karena
kedua VES atau PVC mempunyai bentuk yang sama dan frekfensi jantungnya
melebih 100x/menit)
Gambar 22
Interpretasi gambar 22
1. Jarak RR interval di setiap beat tidak sama, jadi kita katakan iram tidak teratur. Tidak
ditemukanya gelombang P tapi adanya komplek QRS di setiap lead sekilas normal
bentuknya dan tidak melebar. Maka anda harus yakin kalau sumber pacemaker berasal
dari AV node atau daerah junction.
2. Frekfensi jantungnya dengan mengalikan jumlah komplek QRS dalam 6 detik dengan
10. Pada kasus ini jumlah komplek QRS dalam 6 detik adalah 7, jadi frekfensi jantungnya
adalah 7 x 10 = 70x/menit.
3. Tidak ditemukan adanya gel P, dan semua konfigurasi gelombang yang lain dalam
batas normal. Saya yakin anda pasti bingung menghadapi kasus ini...tenang! Kita lihat
dengan jeli...lihat lagi dan bandingkan setiap komplek QRS di setiap beat dengan beat
lainnya.
Kalau anda jeli, komplek QRS di beat 1,3,5,7 berbeda dengan komplek QRS di beat 2,4,6.
Anda lihat RR interval antara beat 1&3 jaraknya 42 kotak kecil atau 42mm. Seharusnya
beat yang kedua akan muncul pada jarak ke 21mm (42:2=21), pada kasus ini kita lihat
jarak RR interval dari beat 1&2 memendek yaitu 16 kotak kecil atau 16 mm, begitu juga RR
interval pada beat ke 3 dengan 4 yaitu sama 16 mm.
Jadi adanya pacemaker premature yang berasal dari AV node atau daerah junction juga.
4. Kesimpulan : ACCELERATED JUCTIONAL Dengan JES/PJC Bigimini(JES=juctional
ekstra sistole, PJC= premature junctional contraction). Kenapa bigimini?karena JES/PJC
muncul alternate/selang seling dengan irama dasarnya yaitu accelerated junctional.
Gambar 23
Interpretasi gambar 23
1. Irama teratur karena jarak RR interval disetiap beat sama, begitupun
juga dengan PP interval yang walaupun gel P berdefleksi negarif.
Karena gel P nya berdefleksi negatif, maka kita yakin kalau sumber
pacemaker berasal dari AV node atau daerah junction.
2. Frekfensi jantungnya 1500: 38 kotak kecil = 40 x/menit
3. Semua konfigurasi gelombang dalam batas normal, kecuali
gelombang P yang berdefleksi negatif.
4. Kesimpulan : JUNCTIONAL RHYTM (Ingat kalau impuls yag
dikeluarkan oleh pacemaker AV node atau daerah junction adalah
kurang lebih 40-60x/menit, jika irama junction frekfensinya antara 60-
100 dinamakan accelerated junctional, jika frekfensinya lebih dari
100x/menit dinamakan junctional takikardi).
Pada kasus ini hampir sama dengan kasus ekg strip
no.23, hanya yang membedakan frekfensi
jantungnya saja yaitu 150x/menit
Kesimpulan : JUNCTIONAL TAKIKARDI
Pada kasus ini juga penjelasanya sama dengan ekg strip no.23,
hanya yang perlu anda perhatikan pada kasus ini adalah adanya ST
segmen elevasi dan frekfensi jantungnya 47x/menit.
Kesimpulan :JUNCTIONAL RHYTM Dengan adanya ST Segmen
Elevasi
Gambar 26
Interpretasi gambar 26
1. Anda tidak salah kalau mengatakan iramanya teratur karena jelas sekali
tanpa dihitung juga tampak teratur dan saya setuju sekali dengan pendapat
anda. Akan tetapi jika anda praktek langsung dengan pasien dan mengeceknya
lewat stetoskop atau palpasi, anda tidak akan mendapatkan denyut jantung
yang teratur. Jadi untuk kasus ini, gunakan cara menghitung frekfensi jantung
yang tidak teratur. Tidak adanya gel P disetiap beat, tapi ada komplek QRS
yang normal juga ada juga yang abnormal. Jadi acuan kita pada komplek QRS
yang normal, so kita yakin bahwa sumber pacemaker utama berasal dari AV
node atau daerah junction.
2. Frekfensi jantungnya adalah dengan mengalikan jumlah komplek QRS dalam
6 detik dengan 10. Didapatkan jumlah komplek QRS dalam 6 detik adalah 16,
jadi frekfensi jantungnya 16 x 10 = 160 x/menit.
3. Tidak ada gel P, adanya komplek QRS alternate atau bergantian muncul
dengan komplek QRS abmormal.
4. Kesimpulan : JUNCTIONAL TAKIKARDI Dengan Unifocal/Uniform
VES/PVC R on T BIGIMINI
(kenapa saya katakan R on T ? karena VES/PVC muncul tepat diatasnya gel T )
Gambar 27
Interpretasi gambar 27
1. Iramanya tidak teratur karena RR interval tidak sama antara beat 1
s/d 7 jika anda ukur. Tidak adanya gel P tapi adanya normal komplek
QRS, walaupun ada juga komplek yang anda lihat abnormal yaitu di
beat 2,5,7. Jadi anda harus yakin kalau impuls berasal dari pacemaker
AV node atau daerah junction.
2. Frekfensi jantungnya adalah kalikan jumlah komplek QRS dalam 6
detik dengan 10. Pada kasus ini jumlah komplek QRS dalam 6 detik
adalah 15, jadi frekfensi jantungnya 15 x 10 = 150 x/menit.
3. Tidak ada gelombang P, konfigurasi gelombang yang lain dalam
batas normal kecuali pada beat 2,5,7 dimana komplek QRS yang lebar
dan muncul diatas gel T.
4. Kesimpulan : JUNCTIONAL TAKIKARDI Dengan 3 Unifocal
VES/PVC R on T di beat 2,5,7
Gambar 28
Interpretasi gambar 28
1.Hati hati mengidentifikasi gelombang P , karena ada gelombang yang
mungkin anda kira gel P. Sekali lagi anda harus jeli ....tidak ada gel P di
sini. Langsung aja kalau impuls berasal dari pacemaker AV node atau
daerah junction.
2. Frefensi jantungnya adalah 11 x 10 = 110 x/menit
3. Tidak ada gel P,komplek QRS dalam batas normal kecuali di beat 5
dan 9, gel S menyatu dengan adanya ST segmen depresi.
4. Kesimpulan : JUNCTIONAL TAKIKARDI Dengan 2 Unifocal
VES/PVC dibeat 5,9 dan ST Depresi
Saya rasa semua sudah tahu pada
kasus ini, jadi tidak perlu dijelaskan
Kesimpulan : VENTRIKEL TAKIKARDI
GAMBAR 30
INTERPRETASI GAMBAR 30
1. Jelas sekali iramanya tidak teratur, ada gel P normal di beat
1,3,4,8. Jadi pacemaker berasal dari SA node.
2. Frekfensi jantunganya adalah 8 x 10 = 80 x/menit
3. Adanya gel P yang diiukuti normal komplek QRS, kecuali pada
beat 2,5,7 yang memiliki bentuk komplek QRS yang berbeda.
4. Kesimpulan : SINUS RHYTM Dengan MULTIFOCAL
VES/PVC Di beat 2,5,7
GAMBAR 31
INTERPRETASI GAMBAR 31
Saya yakin anda sudah terbiasa dengan gambaran EKG strip ini.
Yang perlu saya tekankan disini adalah bentuk dan irama yang
teratur walaupun dengan gambaran komplek QRS yang sangat
lebar. Kenapa saya katakan komplek QRS? karena impuls
jantung berasal dari pacemaker di ventrikel dan merupakan
depolarisasi otot ventrikel yang walaupun dengan cara abnormal.
Kesimpulan : VENTRIKEL TAKIKARDI Dengan Gambaran Yang
Monomorphic
GAMBAR 32
INTERPRETASI GAMBAR 32
1. Jarak RR interval antara beat yang satu dengan yang lain sama(34
kotak kecil atau 34 mm), menandakan iramanya teratur/regular. Tidak
ada ditemukannya gel P dengan adanya komplek QRS yang melebar,
menandakan pacemaker berasal dari furkinje.
2. Frekfensi jantungnya adalah 1500:34 kotak kecil = 44 x/menit
3. Tidak ada gel P,Q. Yang ada cuma gel R dan gel S yang melebar
bersama dengan gel T, komplek QRS yang melebar.
4. Kesimpulan : ACCELERATED IDIOVENTRIKULAR , kenapa saya
katakan accelerated? karena normal pacemaker pada furkinje adalah
20 - 40 x/menit, jadi kalau frekfensi jantungnya lenih dari 40 x/mnt atau
antara 40 - 100 mengalami accelerated.
Seperti halnya dengan gambar EKG stri no.31, EKG strip
yang ini juga sudah familiar didunia medis.
Kesimpulan : VENTRIKEL FIBRILASI
GAMBAR 34
INTERPRETASI GAMBAR 34
1. Secara umum RR interval jaraknya, tingginya sama dan teratur, akan tetapi
kita tidak bisa mengatakan iramanya teratur karena di beat ke 4 & 15 tampak
sekali komplek QRS abnormal dan lebar yang berasal dari ventrikel. Mungkin
anda akan mengira kalau tampak adanya gel P, tapi itu bukan gel P melainkan
gel T. Sebenarnya ada gel P dan tidak terlihat karena terbenam oleh gel T. Jadi
pada kasus ini pace maker berasal dari atas ventrikel atau supra ventrikel dan
bukan dari SA node.
2. Frekfensi jantungnya dengan mengalikan jumlah komplek QRS dalam 6 detik
dengan 10. Pada kasus ini jumlah komplek QRS adalah 17, jadi frekfensi
jantungnya 17 x 10 = 170 x/menit.
3. Gel P tidak tampak karena terkubur bersama gel T,konfigurasi gelombang
yang lain masih dalam batas normal kecuali tampak ST depresi dan komplek
QRS yang abnormal di beat 4 & 15. Setiap Frekfensi jantung yang melebihi
120x/mnt biasanya akan diikuti oleh ST segmen depresi.
4. Kesimpulan : SUPRA VENTRIKULAR TAKIKARDI (SVT) Dengan 2 Unifocal
VES/PVC di beat 4 & 15
GAMBAR 35
INTERPRETASI GAMBAR 35
1. Sudah jelas sekali kalau kasus ini iramanya tidak teratur, tidak
ada gel P, dan komplek QRS yang tidak beraturan dengan
berbagai macam bentuk. Kadang tampak seperi ventrikal
takikardi dan vetrikel fibrilasi.
2. Frekfensi jantung tidak bisa kita ukur.
3. Tidak ada bentuk konfigurasi gel yang jelas, hanya tampak
seperti ventrikel takikardi dan ventrikel fibrilasi yang berubah
tidak beraturan.
4. Kesimpulan : TORSADE DE POINTES
GAMBAR 36
INTERPRETASI GAMBAR 36
1. Ada 3 komplek QRS dengan bentuk yang sama yaitu di beat 1,3 & 4, dimana
jarak RR interval pada komplek QRS ini sama. Mungkin anda akan mengira
iramanya teratur,tapi anda tidak bisa mengatakan iramanya teratur jika
ditemukan komplek QRS yang berbeda atau ektra sistole. Lihat di beat ke 2
komplek QRS yang berbeda dengan 3 komplek QRS yang mempunyai bentuk
yang sama, beat ke 2 menandakan adanya ekstra sistole dari ventrikel.
Tidak ditemukan adanya gel P, menandakan pacemaker berasal dari furkinje.
2. Frekfensi jantungnya adalah dengan mengalikan jumah komplek QRS dalam
6 detik dengan 10. Pada kasus ini jmlah komplek QRS dalam 6 detik adalah 4,
jadi frekfensi jantungnya 4 x 10 = 40 x/menit.
3. Tidak ada gel P, hanya komplek QRS yang melebar ditiap beat.
4. Kesimpulan : IDIOVENTRIKULAR Dengan 1 Unofokal VES/PVC di beat 2
Saya yakin tidak ada yang belum tahu
gambaran EKG strip ini...
Kesimpulan : ASISTOLE
GAMBAR 38
INTERPRETASI GAMBAR 38
1. Jarak RR interval dan PP interval antara satu beat dengan yang
lainya adalah sama. Jadi kita katakan iramanya teratur.
2. Frekfensi jantunganya adalah 1500 : 35 kotak kecil = 42x/menit
3. Ada banyak gel P yang bisa kita lihat, dan ada 2 gel P yang tidak
diikuti komplek QRS. Komplek QRS masih dalam batas normal, juga
dengan gel Q,R,S,T masih dalam batas normal. Tapi anda bisa hitung
PR interval, dimana PR interval mempunyai jarak yang sama ditiap
beat. Adanya satu atau lebih gel P tidak diikuti oleh komplek QRS dan
PR interval dengan jarak yang konstan (baik normal atau tidak)di setiap
beat adalah ciri khas AV blok second degree type II.
4. Kesimpulan : AV BLOK SECOND DEGREE TYPE II 3 : 1 (kenapa
3:1? karena ada 3 gel P dan 1 komplek QRS)
GAMBAR 39
INTERPRETASI GAMBAR 39
1. Jarak RR/PP interval antara beat yang satu dengan lainnya sama kecuali jika
anda jeli. Coba ukur lagi RR interval antara beat 5 dengan 6 atau 6 dengan 7,
tidak sama kan? ini menunjukan irama tidak teratur.
Adanya gel P yang bentuknya normal menandakan pacemaker berasal dari SA
node.
2. Frekfensi jantungnya adalah mengalikan jumlah komplek QRS dalam 6 detik
dengan
10. Pada kasus ini jumlah komplek QRS dalam 6 detik adalah 8, jadi frekfensi
jantungnya 8 x 10 = 80x/menit.
3. Tolong anda lihat beat ke 6, dimana pada beat ini tidak diawali dengan gel P
tapi komplek QRS nya masih normal.Semua konfigurasi gelombang masih
dalam batas normal kecuali PR interval yang memanjang dengan jarak yang
sama di setiap beat.
4. Kesimpulan : AV BLOK FIRST DEGREE Dengan 1 Junctianal ekstra
sistole/JPC dibeat 6
GAMBAR 40
INTERPRETASI GAMBAR 40
1. Jarak PP interval di setiap beat sama, tapi jarak RR interval di beat 3 & 4
tidaklah sama. Untuk menghitung frekfensi jantung selalu menggunakan
komplek QRS dengan mengukur jarak RR interval antara beat ke beat. Jadi
pada kasus ini kita katakan iramanya tidak teratur. Adanya gel P yang
bentuknya normal menandakan pacemaker berasal dari SA node.
2. Frekfensi jantungnya adalah mengalikan jumlah komplek QRS dalam 6 detik
dengan 10. Pada kasus ini jumlah komplek QRS dalam 6 detik adalah 6, jadi
frekfensi jantungnya 6 x 10 = 60x/menit.
3. PR interval secara progresive memanjang dan komplek QRS yang melebar,.
Anda lihat beat 1 PR interval awalnya normal 4 mm atau 4 kotak kecil, di beat 2
dan 3 makin memanjang, dan antara beat 3 dengan 4 anda bisa lihat ada gel P
yang tidak diikuti komplek QRS dan PR interval di beat ke 5 kembali dengan
panjang PR interval 4mm atau 4 kotak kecil.
4. Kesimpulan : AV BLOK SECOND DEGREE TYPE I atau WENCKEBACH
Dengan BUNDLE BRANCH BLOCK ( QRS melebar kemungkinan adanya
BBB)
GAMBAR 41
INTERPRETASI GAMBAR 41
1. Tolong amati dengan jeli,pada kasus ini sama dengan kasus ekg strip no.40.
RR interval tidak teratur, walaupun PP interval teratur tapi pada kasus ini tetap
kita katakan kalau iramanya tidak teratur. Sudah pasti ada gel P menandakan
irama dari SA node.
2. Frekfensi jantungnya adalah mengalikan jumlah komplek QRS dalam 6 detik
dengan 10. Pada kasus ini jumlah kmplek QRS adalah 7, jadi frekfensi
jantungnya 7 x 10 = 70x/menit.
3. Baca point 3 di ekg strip no.40. Yang membedakan pada kasus ini
mempunyai komplek QRS yang normal dan konfigurasi gelombang ekg lainnya
normal, kecuali PR interval yang harus mendapat perhatian.
4. Kesimpulan : AV BLOK SECOND DEGRRE TYPE I Atau WENCKEBACH
Pada kasus ini anda bisa lihat ekg strip no.38, yang
membedakan hanya pada PP interval yang tidak sama,
Gel T inverted, tidak ada gel Q.
Kesimpulan : AV BLOK SECOND DEGRRE TYPE II
Dengan T Inverted
GAMBAR 43
INTERPRETASI GAMBAR 43
1. Anda harus bener2 jeli mangamati tiap konfigurasi gelombang. RR dan PP
interval mempunyai panjang yang sama di setiap lead menunjukan irama
teratur. Ada gel P menandakan irama dari SA node.
2. Frekfensi jantungnya adalah 1500:26 kotak kecil = 58x/menit
3. Yang menarik buat perhatian kita pada kasus ini adalah konfigurasi komplek
QRS yang tampak berbeda di setiap beat. Kenapa? karena gel P juga kadang
ikut membentuk komplek QRS juga yang menyebabkan komplek QRS
bentuknya berbeda di setiap beat. Coba anda ukur PP interval dengan melihat
gel P antara beat 1&2 dengan beat 2&3 yang panjangnya 30 mm. Coba anda
perhatikan dengan teliti, dimana setengah panjang PP interval yang saya
sebutkan tadi (30mm)sebenarnya muncul gel P yang bisa muncul dimana saja,
bisa di komplek QRS atau gel T yang menyebabkan bentuk konfigurasi
gelombangnya akan tampak bebeda. Tampak juga komplek QRS yang melebar.
4. Kesimpulan : AV BLOK TOTAL/KOMPLIT atau AV BLOK THIRD DEGREE
Dengan BBB
GAMBAR 44
INTERPRETASI GAMBAR 44
1. Sebenarnya irama dasarnya adalah teratur, karena adanya komplek QRS
yang abnormal( di beat 4,7,9) sehingga RR interval antara beat yang normal
dengan beat yang abnormal berbeda jaraknya dengan RR interval antara beat
yang normal dengan beat yang normal. Hal ini kita katakan kalau iramanya tidak
teratur, sehingga pada penghitungan frekfensi jantung menggunakan untuk
irama yang tidak teratur. Adanya gel P menunjukan irama berasal dari SA node.
2. Frekfensi jantungnya dengan mengalikan jumlah komplek QRS daam 6 detik
dengan 10. Pada kasus ini jumlah komplek QRS adalah 9, jadi frekfensi
jantungnya adalah 9 x 10 = 90x/menit.
3.Semua konfigurasi gelombang masih dalam batas normal, kecuali PR interval
yang memanjang, komplek QRS yang abnormal dan berbeda bentuknya di beat
4,7,9.
4. Kesimpulan : AV BLOK FIRST DEGREE Dengan Multifocal VES/PVC di
beat 4,7,9
Kurang lebihnya penjelasanya sama dengan
ekg strip no.43.
Kesimpulan : AV BLOK TOTAL/KOMPLIT
Atau THIRD DEGREE AV BLOK