Anda di halaman 1dari 1

Asap rokok menyebabkan sekresi bikarbonat air liur menurun sehingga

menyebabkan pH pun menurun. Hal ini dikarenakan efek asap rokok terhadap
berkurangnya penghasilan volume air liur (Trudgill, 1998). erubahan pH pada air
liur tersebut pada akhirnya akan menentukan aktivitas en!im amilase yang terkandung
di dalamnya. Aktifitas en!im optimal terlihat di antara nilai"nilai pH # dan 9. pH dapat
mempengaruhi aktivitas dengan mengubah struktur en!im tersebut ($urray, %&&&).
'usunan kuantitatif dan kualitatif elektrolit di dalam saliva menentukan pH dan
kapasitas bufer. pH saliva tergantung dari perbandingan antara asam dan kon(ugasi
basanya yang bersangkutan. pH dan kapasitas bufer terutama dianggap disebabkan
oleh susunan bikarbonat, yang naik dengan ke)epatan sekresi. *ni berarti pH dan
kapasitas bufer saliva (uga naik dengan naiknya ke)epatan sekresi. ada kenaikan
ke)epatan sekresi, pH (uga men(adi lebih tinggi. 'ebaliknya pada penurunan
ke)epatan sekresi pH"nya (uga akan turun. $erokok akan menyebabkan peningkatan
aliran saliva. pH saliva yang basa dapat mengakibatkan ter(adinya plak.
+aries gigi merupakan proses multifaktor, yang ter(adi melalui interaksi antara
gigi dan saliva sebagai host, bakteri normal di dalam mulut, serta makanan terutama
karbohidrat yang mudah difermentasikan men(adi asam melaui proses glikolisis.
,akteri yang berperan dalam proses glikolisis adalah 'trepto)o))us mutans dan
-a)toba)illus a)idophilus, sedangkan asam organik yang terbentuk antara lain asam
piruvat dan asam laktat yang dapat menurunkan pH saliva, pH plak dan pH )airan
sekitar gigi sehingga ter(adi demineralisasi gigi (+idd and ,e)hal, 199%).
Panas dari rokok mengiritasi lapisan internal dari saluran pernapasan atas. Hal ini
menyebabkan peningkatan produksi saliva.
$erokok dapat menyebabkan vasokonstriksi pembuluh darah. Hal tersebut
dipengaruhi oleh dera(at inhalasi asap rokok serta absorbsi nikotin kedalam (aringan.
Ter(adinya vasokonstriksi pembuluh darah, mengakibatkan menurunnya aktifitas
$.s, berkurangnya aliran darah dan salivary rate flow, berakibat pada menurunnya
suplai oksigen dan nutrisi pada (aringan dalam rongga mulut.