Anda di halaman 1dari 12

Kimia nuklir

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Belum Diperiksa
Rangkaian dari
Sains
Sains formal[tampilkan]
Sains fisik[tampilkan]
Sains kehidupan[tampilkan]
Ilmu sosial[tampilkan]
Ilmu terapan[tampilkan]
Interdisipliner[tampilkan]
Portal

Kategori
L

B

S
Kimia nuklir atau kimia inti adalah cabang kimia yang mempelajari radioaktivitas, proses nuklir, dan sifat
nuklir. Bidang ini dapat dibagi menjadi empat kategori:
Radiokimia; berhubungan dengan penggunaan radioaktivitas untuk mempelajari reaksi kimia biasa.
Aplikasi teknik-teknik kimia untuk mempelajari reaksi inti seperti fisi dan fusi.
Kimia isotop; mempelajari efek massa inti terhadap reaksi kimia dan sifat senyawa kimia.
Spektroskopi NMR (nuclear magnetic resonance) menggunakan putaran total inti pada suatu zat pada
absorpsi energi dan digunakan untuk mengidentifikasi molekul.
Kimia yang berhubungan dengan segala bagian siklus bahan bakar nuklir (nuclear fuel cycle).
Lihat pula
Peluruhan radioaktif
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Radioaktivitas)


Simbol trefoil digunakan untuk menunjukkan sebuah material radioaktif.
Peluruhan radioaktif adalah kumpulan beragam proses di mana sebuah inti atom yang tidak stabil
memancarkan partikel subatomik (partikel radiasi). Peluruhan terjadi pada sebuah nukleus induk dan
menghasilkan sebuah nukleus anak. Ini adalah sebuah proses "acak" (random) sehingga sulit untuk
memprediksi peluruhan sebuah atom.
Satuan internasional (SI) untuk pengukuran peluruhan radioaktif adalah becquerel (Bq). Jika sebuah material
radioaktif menghasilkan 1 buah kejadian peluruhan tiap 1 detik, maka dikatakan material tersebut mempunyai
aktivitas 1 Bq. Karena biasanya sebuah sampel material radiaktif mengandung banyak atom,1 becquerel akan
tampak sebagai tingkat aktivitas yang rendah; satuan yang biasa digunakan adalah dalam orde
gigabecquerels.
Daftar isi
[sembunyikan]
1 Pendahuluan
2 Penemuan
3 Mode Peluruhan
4 Rantai peluruhan dan mode peluruhan ganda
5 Keberadaan dan penerapan
6 Laju peluruhan radioaktif
o 6.1 Pengukuran aktivitas
7 Waktu peluruhan

Peluruhan radioaktif
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Radioaktivitas)


Simbol trefoil digunakan untuk menunjukkan sebuah material radioaktif.
Peluruhan radioaktif adalah kumpulan beragam proses di mana sebuah inti atom yang tidak stabil
memancarkan partikel subatomik (partikel radiasi). Peluruhan terjadi pada sebuah nukleus induk dan
menghasilkan sebuah nukleus anak. Ini adalah sebuah proses "acak" (random) sehingga sulit untuk
memprediksi peluruhan sebuah atom.
Satuan internasional (SI) untuk pengukuran peluruhan radioaktif adalah becquerel (Bq). Jika sebuah material
radioaktif menghasilkan 1 buah kejadian peluruhan tiap 1 detik, maka dikatakan material tersebut mempunyai
aktivitas 1 Bq. Karena biasanya sebuah sampel material radiaktif mengandung banyak atom,1 becquerel akan
tampak sebagai tingkat aktivitas yang rendah; satuan yang biasa digunakan adalah dalam orde
gigabecquerels.
Daftar isi
[sembunyikan]
1 Pendahuluan
2 Penemuan
3 Mode Peluruhan
4 Rantai peluruhan dan mode peluruhan ganda
5 Keberadaan dan penerapan
6 Laju peluruhan radioaktif
o 6.1 Pengukuran aktivitas
7 Waktu peluruhan
Pendahuluan[sunting]
Neutron dan proton yang menyusun inti atom, terlihat seperti halnya partikel-partikel
lain, diatur oleh beberapa interaksi. Gaya nuklir kuat, yang tidak teramati pada
skala makroskopik, merupakan gaya terkuat pada skala subatomik. Hukum
Coulomb atau gaya elektrostatik juga mempunyai peranan yang berarti pada ukuran
ini. Gaya nuklir lemah sedikit berpengaruh pada interaksi ini. Gaya gravitasi tidak
berpengaruh pada proses nuklir.
Interaksi gaya-gaya ini pada inti atom terjadi dengan kompleksitas yang tinggi. Ada
sifat yang dimiliki susunan partikel di dalam inti atom, jika mereka sedikit saja
bergeser dari posisinya, mereka dapat jatuh ke susunan energi yang lebih rendah.
Mungkin bisa sedikit digambarkan dengan menara pasir yang kita buat di pantai:
ketika gesekan yang terjadi antar pasir mampu menopang ketinggian menara,
sebuah gangguan yang berasal dari luar dapat melepaskan gaya gravitasi dan
membuat tower itu runtuh.
Keruntuhan menara (peluruhan) membutuhkan energi aktivasi tertentu. Pada kasus
menara pasir, energi ini datang dari luar sistem, bisa dalam bentuk ditendang atau
digeser tangan. Pada kasus peluruhan inti atom, energi aktivasi sudah tersedia dari
dalam. Partikel mekanika kuantum tidak pernah dalam keadaan diam, mereka terus
bergerak secara acak. Gerakan teratur pada partikel ini dapat membuat inti seketika
tidak stabil. Hasil perubahan akan memengaruhi susunan inti atom; sehingga hal ini
termasuk dalam reaksi nuklir, berlawanan dengan reaksi kimia yang hanya
melibatkan perubahan susunan elektron diluar inti atom.
(Beberapa reaksi nuklir melibatkan sumber energi yang berasal dari luar, dalam
bentuk "tumbukkan" dengan partikel luar misalnya. Akan tetapi, reaksi semacam ini
tidak dipertimbangkan sebagai peluruhan. Reaksi seperti ini biasanya akan
dimasukan dalam fisi nuklir/fusi nuklir.
Penemuan[sunting]
Radioaktivitas pertama kali ditemukan pada tahun 1896 oleh
ilmuwan Perancis Henri Becquerel ketika sedang bekerja dengan material fosforen.
Material semacam ini akan berpendar di tempat gelap setelah sebelumnya
mendapat paparan cahaya, dan dia berfikir pendaran yang dihasilkan tabung
katode oleh sinar-X mungkin berhubungan dengan fosforesensi. Karenanya ia
membungkus sebuah pelat foto dengan kertas hitam dan menempatkan beragam
material fosforen diatasnya. Kesemuanya tidak menunjukkan hasil sampai ketika ia
menggunakan garam uranium. Terjadi bintik hitam pekat pada pelat foto ketika ia
menggunakan garam uranium tesebut.
Tetapi kemudian menjadi jelas bahwa bintik hitam pada pelat bukan terjadi karena
peristiwa fosforesensi, pada saat percobaan, material dijaga pada tempat yang
gelap. Juga, garam uranium nonfosforen dan bahkan uranium metal dapat juga
menimbulkan efek bintik hitam pada pelat.


Partikel Alfa tidak mampu menembus selembar kertas, partikel beta tidak mampu menembus pelat
alumunium. Untuk menghentikan gamma diperlukan lapisan metal tebal, namun karena
penyerapannya fungsi eksponensial akan ada sedikit bagian yang mungkin menembus pelat metal
Pada awalnya tampak bentuk radiasi yang baru ditemukan ini mirip dengan
penemuan sinar-X. Akan tetapi, penelitian selanjutnya yang dilakukan oleh
Becquerel, Marie Curie, Pierre Curie, Ernest Rutherford dan ilmuwan lainnya
menemukan bahwa radiaktivitas jauh lebih rumit ketimbang sinar-X. Beragam jenis
peluruhan bisa terjadi.
Sebagai contoh, ditemukan bahwa medan listrik atau medan magnet dapat
memecah emisi radiasi menjadi tiga sinar. Demi memudahkan penamaan, sinar-
sinar tersebut diberi nama sesuai dengan alfabet yunani yakni alpha, beta,
dan gamma, nama-nama tersebut masih bertahan hingga kini. Kemudian dari arah
gaya elektromagnet, diketahui bahwa sinar alfa mengandung muatan positif, sinar
beta bermuatan negatif, dan sinar gamma bermuatan netral. Dari besarnya arah
pantulan, juga diketahui bahwa partikel alfa jauh lebih berat ketimbang partikel beta.
Dengan melewatkan sinar alfa melalui membran gelas tipis dan menjebaknya dalam
sebuah tabung lampu neon membuat para peneliti dapat mempelajari spektrum
emisi dari gas yang dihasilkan, dan membuktikan bahwa partikel alfa kenyataannya
adalah sebuah inti atom helium. Percobaan lainnya menunjukkan kemiripan antara
radiasi beta dengan sinar katode serta kemiripan radiasi gamma dengan sinar-X.
Para peneliti ini juga menemukan bahwa banyak unsur kimia lainnya yang
mempunyai isotop radioaktif. Radioaktivitas juga memandu Marie Curie untuk
mengisolasi radium dari barium; dua buah unsur yang memiliki kemiripan sehingga
sulit untuk dibedakan.
Bahaya radioaktivitas dari radiasi tidak serta merta diketahui. Efek akut dari radiasi
pertama kali diamati oleh insinyur listrik Amerika Elihu Thomson yang secara terus
menerus mengarahkan sinar-X ke jari-jarinya pada 1896. Dia menerbitkan hasil
pengamatannya terkait dengan efek bakar yang dihasilkan. Bisa dikatakan ia
menemukan bidang ilmu fisika medik (health physics); untungnya luka tersebut
sembuh dikemudian hari.
Efek genetis radiasi baru diketahui jauh dikemudian hari. Pada tahun 1927 Hermann
Joseph Muller menerbitkan penelitiannya yang menunjukkan efek genetis radiasi.
Pada tahun 1947 dimendapat penghargaan hadiah Nobel untuk penemuannya ini.
Sebelum efek biologi radiasi diketahui, banyak perusahan kesehatan yang
memasarkan obat paten yang mengandung bahan radioaktif; salah satunya adalah
penggunaan radium pada perawatan enema. Marie Curie menentang jenis
perawatan ini, ia memperingatkan efek radiasai pada tubuh manusia belum benar-
benar diketahui (Curie dikemudian hari meninggal akibat Anemia Aplastik, yang
hampir dipastikan akibat lamanya ia terpapar Radium). Pada tahun 1930-an produk
pengobatan yang mengandung bahan radioaktif tidak ada lagi dipasaran bebas.
Mode Peluruhan[sunting]
Sebuah inti radioaktif dapat melakukan sejumlah reaksi peluruhan yang berbeda.
Reaksi-reaksi tersebut disarikan dalam tabel berikut ini. Sebuah inti atom dengan
muatan (nomor atom) Z dan berat atom A ditampilkan dengan (A, Z).
Mode peluruhan Partikel yang terlibat Inti anak
Peluruhan dengan emisi nukleon:
Peluruhan alfa
Sebuah partikel alfa (A=4, Z=2) dipancarkan dari
inti
(A-4, Z-2)
Emisi proton Sebuah proton dilepaskan dari inti (A-1, Z-1)
Emisi neutron Sebuah neutron dilepaskan dari inti (A-1, Z)
Fisi spontan
Sebuah inti terpecah menjadi dua atau lebih atom
dengan inti yang lebih kecil disertai dengan
pemancaran partikel lainnya
-
Peluruhan cluster
Inti atom memancarkan inti lain yang lebih kecil
tertentu (A
1
, Z
1
) yang lebih besar daripada partikel
alfa
(A-A
1
, Z-
Z
1
) +
(A
1
,Z
1
)
Berbagai peluruhan beta:
Peluruhan beta
Sebuah inti memancarkan
elektron dan sebuah antineutrino || (A, Z+1)

Emisi positron
Sebuah inti memancarkan positron dan
(A, Z-1)
sebuah neutrino
Tangkapan
elektron
Sebuah inti menangkap elektron yang mengorbit
dan memancarkan sebuah neutrino
(A, Z-1)
Peluruhan beta
ganda
Sebuah inti memancarkan dua elektron dan dua
antineutrinos
(A, Z+2)
Tangkapan
elektron ganda
Sebuah inti menyerap dua elektron yang mengorbit
dan memancarkan dua neutrino
(A, Z-2)
Tangkapan
elektron dengan
emisi positron
Sebuah inti menangkap satu elektron yang
mengorbit memancarkan satu positron dan dua
neutrino
(A, Z-2)
Emisi positron
ganda
Sebuah inti memancarkan dua positrons dan dua
neutrino
(A, Z-2)
Transisi antar dua keadaan pada inti yang sama:
Peluruhan gamma
Sebuah inti yang tereksitasi melepaskan
sebuah foton energi tinggi (sinar gamma)
(A, Z)
Konversi internal
Inti yang tereksitasi mengirim energinya pada
sebuah elektron orbital dan melepaskannya
(A, Z)
Peluruhan radioaktif berakibat pada pengurangan massa, dimana menurut hukum
relativitas khusus massa yang hilang diubah menjadi energi (pelepasan energi)
sesuai dengan persamaan . Energi ini dilepaskan dalam bentuk energi
kinetik dari partikel yang dipancarkan.
Rantai peluruhan dan mode peluruhan ganda[sunting]
Banyak inti radioaktif yang mempunyai mode peluruhan berbeda. Sebagai contoh
adalah Bismuth-212, yang mempunyai tiga.
Inti anak yang dihasilkan dari proses peluruhan biasanya juga tidak stabil, kadang
lebih tidak stabil dari induknya. Bila kasus ini terjadi, inti anak tadi akan meluruh lagi.
Proses kejadian peluruhan berurutan yang menghasilkan hasil akhir inti stabil,
disebut rantai peluruhan.
Keberadaan dan penerapan[sunting]
Menurut teori Big Bang, isotop radioaktif dari unsur teringan (H, He, dan Li)
dihasilkan tidak berapa lama seteleah alam semesta terbentuk. Tetapi, inti-inti ini
sangat tidak stabil sehingga tidak ada dari ketiganya yang masih ada saat ini.
Karenanya sebagian besar inti radioaktif yang ada saat ini relatif berumur muda,
yang terbentuk di bintang (khususnya supernova) dan selama interaksi antara isotop
stabil dan partikel berenergi. Sebagai contoh, karbon-14, inti radioaktif yang
mempunyai umur-paruh hanya 5730 tahun, secara terus menerus terbentuk di
atmosfer atas bumi akibat interaksi antara sinar kosmik dan Nitrogen.
Peluruhan radioaktif telah digunakan dalam teknik perunut radioaktif, yang
digunakan untuk mengikuti perjalanan subtansi kimia di dalam sebuah sistem yang
kompleks (seperti organisme hidup misalnya). Sebuah sampel dibuat dengan atom
tidak stsbil konsentrasi tinggi. Keberadaan substansi di satu atau lebih bagian
sistem diketahui dengan mendeteksi lokasi terjadinya peluruhan.
Dengan dasar bahwa proses peluruhan radioaktif adalah proses acak (bukan
proses chaos), proses peluruhan telah digunakan dalam perangkat keras
pembangkit bilangan-acak yang merupakan perangkat dalam meperkirakan umur
absolutmaterial geologis dan bahan organik.
Laju peluruhan radioaktif[sunting]
Laju peluruhan, atau aktivitas, dari material radioaktif ditentukan oleh:
Konstanta:
Waktu paruh - simbol - waktu yang diperlukan sebuah material
radioaktif untuk meluruh menjadi setengah bagian dari sebelumnya.
Rerata waktu hidup - simbol - rerata waktu hidup (umur hidup) sebuah
material radioaktif.
Konstanta peluruhan - simbol - konstanta peluruhan berbanding terbalik
dengan waktu hidup (umur hidup).
(Perlu dicatat meskipun konstanta, mereka terkait dengan perilaku yang
secara statistik acak, dan prediksi menggunakan kontanta ini menjadi
berkurang keakuratannya untuk material dalam jumlah kecil.
Tetapi, peluruhan radioaktif yang digunakan dalam teknik penanggalan
sangat handal. Teknik ini merupakan salah satu pertaruhan yang aman dalam
ilmu pengetahuan sebagaimana yang disampaikan oleh [1])
Variabel:
Aktivitas total - simbol - jumlah peluruhan tiap detik.
Aktivitas khusus - simbol - jumlah peluruhan tiap detik per jumlah
substansi. "Jumlah substansi" dapat berupa satuan massa atau volume.)
Persamaan:



dimana
adalah jumlah awal material aktif.
Pengukuran aktivitas[sunting]
Satuan aktivitas adalah: becquerel (simbol Bq) = jumah
disintegrasi (pelepasan)per detik ; curie (Ci) =
disintegrasi per detik; dan disintegrasi per menit (dpm).
Waktu peluruhan[sunting]
Sebagaimana yang disampaikan di atas, peluruhan dari inti
tidak stabil merupakan proses acak dan tidak mungkin untuk
memperkirakan kapan sebuah atom tertentu akan meluruh,
melainkan ia dapat meluruh sewaktu waktu. Karenanya, untuk
sebuah sampel radioisotop tertentu, jumlah kejadian peluruhan
dN yang akan terjadi pada selang (interval) waktu dt adalah
sebanding dengan jumlah atom yang ada sekarang.
Jika N adalah jumlah atom, maka kemungkinan (probabilitas)
peluruhan ( dN/N) sebanding dengan dt:

Masing-masing inti radioaktif meluruh dengan laju yang
berbeda, masing-masing mempunyai konstanta peluruhan
sendiri (). Tanda negatif pada persamaan menunjukkan
bahwa jumlah N berkurang seiring dengan peluruhan.
Penyelesaian dari persamaan diferensial orde 1 ini
adalah fungsi berikut:

Fungsi di atas menggambarkan peluruhan exponensial,
yang merupakan penyelesaian pendekatan atas dasar
dua alasan. Pertama, fungsi
exponensial merupakan fungsi berlanjut, tetapi kuantitas
fisik N hanya dapat bernilai bilangan bulat positif. Alasan
kedua, karena persamaan ini penggambaran dari
sebuah proses acak, hanya benar secara statistik. Akan
tetapi juga, dalam banyak kasus, nilai N sangat besar
sehingga fungsi ini merupakan pendekatan yang baik.
Selain konstanta peluruhan, peluruhan radioaktif sebuah
material biasanya juga dicirikan oleh rerata waktu hidup.
Masing-masing atom "hidup" untuk batas waktu tertentu
sebelum ia meluruh, dan rerata waktu hidup
adalah rerata aritmatika dari keseluruhan waktu hidup
atom-atom material tersebut. Rerata waktu hidup
disimbolkan dengan , dan mempunyai hubungan
dengan konstanta peluruhan sebagai berikut:

Parameter yang lebih biasa digunakan adalah waktu
paruh. Waktu paruh adalah waktu yang diperlukan
sebuah inti radioatif untuk meluruh menjadi separuh
bagian dari sebelumnya. Hubungan waktu paruh
dengan konstanta peluruhan adalah sebagai berikut:

Hubungan waktu paruh dengan konstanta
peluruhan menunjukkan bahwa material dengan
tingkat radioaktif yang tinggi akan cepat habis,
sedang materi dengan tingkat radiasi rendah
akan lama habisnya. Waktu paruh inti radioaktif
sangat bervariasi, dari mulai 10
24
tahun untuk inti
hampir stabil, sampai 10
-6
detik untuk yang
sangat tidak stabil.