Anda di halaman 1dari 21

SPINAL CORD INJURY

IN NEUROLOGICAL AND
NEUROSURGICAL INTENSIVE
CARE
FOURTH EDITION
Allan H.Ropper et al, 2004
PATOFISIOLOGI KOMPRESI
MEDULLA SPINALIS
Pada menit awal: hiperemia hemoragik
kecil pd sentral gray matter medulla
penggabungan hemoragik perikapiler
dlm 1 jam terlihat area hemoragik pd central
gray matter saturasi O2 jaringan menurun.
Patofisiologicont
akumulasi amin- vasoaktif pada segmen
medula yang terluka substansia vaso
konstriktif menyebabkan vaso spasme
aliran darah menurun (potensial kerusakan
lebih besar).
4 jam setelah trauma, gray matter infark
udem luas white matter
8 jam progress menjadi infark pd white
matter.
Methylprednisolon
loading dose Methylprednisolon 30mg/kg BB,
selama 15 mnt dilanjutkan 5,4 mg/kgBB/jam
selama 23 jam.
EVALUASI AWAL DAN
TREATMENT
Penanganan cedera MS sesaat setelah trauma.
10% psn keterlambatan waktu tiba di RS.
Sebagian besar tdk mengalami penurunan
kesadaran dpt menjawab ada/tdk paralisis, ggn
otonom, ggn sensorik, nyeri hebat leher/punggung.
Simtom (+)/pasien tdk responsif fiksasi untuk
mencegah dislokasi segmen spinal lebih luas.
Penanganan Awal
RKP kontrol bleeding immobilisasi fr methylprednisolon iv
Airway Adekuat: hipoventilasi, hipersekresi atau koma
intubasi trakheal/ nasotrakheal/ langsung dgn laringoskopi.
Laringoskop fiberoptikintubasi mudah, manipulasi minimal.
Ftr thorak atas & servikal hipotensi & bradikardi(kegagalan
simpatik & vasodilatasi perifer + spinal syok. Respon (+) dgn inf
cepat kristaloid/plasma ekspander. Bbrp kasus vasopressor
utk meningkatkan TD. Hipotensi + takikardi atropin
Tanda syok hipovolemik (ec viseral bleeding) kadang tdk
muncul krn simpatetik terganggu.
Kekeliruan umum
Hipotensi dianggap spinal syok, pdhl perdarahan msh (+).
Spinal syok tdk menyebabkan hipotensi lama (t.u bila diinfus)
Trauma abdomen akut dgn perdarahan masif GI dianggap
tanda iritasi peritoneal pd trauma MS komplit. Foto polos/CT
abd perlu utk deteksi free air & cairan dlm kavum abdomen.
Trauma kepala sering menyertai trauma MS. Fase gangguan
kesadaran e.c hipoperfusi serebral dianggap spinal syok.
Susp trauma MS pd psn trauma kepala dgn komatosa terlebih
bila refleks terkesan flaksid
Penanganan awal.cont
Fr tulang panjang immobilisasi, cegah emboli.
Fase akut trauma MS Bladder & GI atonik
kateter.
Atonia gastrik dilatasi gastrik dpt gagal respirasi
e.c penekanan diafragma/peningkatan risiko aspirasi
e.c regulasi penelanan udara yg berlebih.
Krn tdk dirasa nyeri, dilatasi gastrik dpt berkembang
cepat ruptur gastrik penyebab kematian awal.
Dapat dicegah dgn pemasangan NGT dini.
ASSESMEN NEUROLOGI DAN
SINDROM MEDULA SPINALIS
Trauma MS diatas C5 n.phrenikus rusak.
Trauma komplit T1 paraplegi & ggn intrinsik fs lengan.
C7 hingga T1 ggn fleksor jari & pergelangan tangan.
C6-C7 trisep, ekstensor pergelangan, pronator lengan bwh jg
hilang. Level C5-C6, selain diatas, biseps & supinator lengan
bwh jg lemah, C4-C5 deltoid, supraspinatus & infraspinatus
Thorakal bwh & thorakolumbal: sindrom neurologi komplek
mixed UMN & LMN (konus) & defisit saraf tepi (kauda equina).
Tr lumbal tanda defisit kauda equina inkomplit, reversibel
Px sensorik : menentukan level,
tipe dan tingkat keparahan
Px sensorik: ekstremitas atas (C5 -T1) & daerah
aksilla (T1&T2) korelasi fungsi motorik & sensorik
identifikasi kehilangan fx motorik komplet & sensasi
nyeri terbatas pd propioseptik (kolumna posterior).
Tr thorakolumbal reflek anal/bulbokavernosus (+)
pd kelemahan motorik & sensorik indikasi spinal
syok sdh menghilang lesi UMN yg berlawanan dgn
lesi kauda equina. Prognosis lesi UMN lebih baik.
Trauma MS parsial
Brown-sequard syndrome: hemiparesis,ggn
propioseptif ipsilateral, ggn persepsi nyeri
kontralateral. Trauma penetrasi murni (luka bacok/
tikam). Prognosis baik, 90 % dpt pulih.
Central cord syndrome of Schneider: kelemahan
ekstremitas atas - ekstremitas bawah. Defisit
sensorik, ggn fungsi bladder & pola BAB. Prognosis
baik, 60% dpt pulih dgn gangguan fungsi tangan.
Fungsi tungkai pulih pertama, lalu bladder, terakhir
ekstremitas atas.
The Anterior cord syndrome
Hilangnya fungsi motorik & sensibilitas nyeri dibawah
level lesi, fungsi kolumna posterior masih utuh.
Prognosis jelek tapi pasien dpt mengalami perbaikan
dekompresi (removing diskus ant/fragmen tulang).
Lesi konus medularis prognosis jelek fungsi
bladder & rektal, tetapi prognosis baik bila defisit tjd
karena disfungsi radiks (sulit dibedakan dgn lesi
konus) pada kasus fr thorakolumbal.
Spinal mal-alignment dengan
kecurigaan kompresi medula
Fr servikal dislokasi traksi skeletal dgn halo ring.
Dislokasi servikal atas beban 10-15 pound.
Dislokasi servikal bawah mulai 20 pound (kontrol
ro: image-intensifying flouroskopic unit deteksi
distraksi). Naik 5-10 pound tiap bbrp menit hingga
dislokasi terkoreksi. Total 70-80 pound.
Fr Thorakal : stabil, reduksi jarang kecuali kiphosis.
Fr Thorakolumbal: reduksi segera dekompresi
konus & kestabilan (bila hemodinamik N).
Lateral radiograph of
thoracolumbal burst fracture
Anteroposterior radiograph of
thoracolumbal burst fracture
PROGNOSIS
Trauma MS dgn defisit neurologi total tidak dapat
membaik sempurna & tidak ada penyembuhan
terjadi 24 jam pertama.
Jika tanda transmisi neural level medula yg
cedera(+) (gerak volunter ringan, fungsi sensorik
masih baik) medula tidak rusak total potensial
membaik sempurna.

types of spinal cord injuries
Complete: no function below the point of injury. no sensation
or voluntary movement and that both sides of the body, for
example have both arms, will usually be equally affected. A
complete injury can result in the paralysis of all four limbs
(quadriplegia) or the lower half of the body (paraplegia).
Partial injuries: be able to move one limb more than the
other or be able to feel more with one side than the other.
The level of incomplete injuries may vary from patient to
patient, and can affect the body in different ways. For
example, a C-6 injury may result in having no hand control
but having wrist control. A C-5 injury may deprive a patient
of wrist and hand control, but not arm and shoulder control.
ASIA (American Spinal Injury
Association) Impairment Scale
Classification Description

A : Complete : Tidak ada fungsi motorik dan sensorik sampai segmen S4-S5

B : Incomplete: fungsi sensorik normal tapi fungsi motorik terganggu sampai
segmen S4-S5

C : Incomplete: fungsi motorik di bawah level terganggu, tapi otot-otot motorik
utama masih punya kekuatan < 3

D : Incomplete: fungsi motorik di bawah level terganggu, tapi otot-otot motorik
utama masih punya kekuatan > 3

E : Normal : fungsi motorik dan sensorik normal
SPINAL SHOCK
Spinal shock refers to the temporary loss of spinal
reflex activity that occurs below a total or near-total
spinal cord injury. It initially results in hyporeflexia
and flaccid paralysis.