Anda di halaman 1dari 2

IJSET.Vol. 5, No.

1 (2012) 7-12
ISSN: 1985-3785
2008 ILRAM Publisher

GAMBARAN KUALITAS HIDUP BERDASARKAN STATUS


KESEHATAN MULUT
(Penelitian dilakukan di klinik drg. Andria, N.W Tanjung Karang)
Dewi Meilyana Hartika
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

(Received 15 January 2012; accepted 25 February 2012, published 1 April 2012)

ABSTRAK
Pengukuran klinis status kesehatan gigi dan mulut belum dapat menjelaskan status fungsi gigi dan
mulut. Pengukuran klinis status kesehatan gigi dan mulut telah dilengkapi dengan melakukan
pengukuran kesehatan mulut yang dihubungkan dengan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui gambaran kebersihan gigi pada pasien klinik drg. Andria, N.W Tanjung Karang. Penelitian
ini berjenis observasional deskriptif dengan desain potong lintang pada pasien klinik drg. Andria, N.W
Tanjung Karang. Penelitian ini dilakukan dengan mengukur status kesehatan mulut yakni status karies
(indeks DMFT) dan status kebersihan mulut (indeks OHI-S). Hasil penelitian menunjukkan bahwa
77,2% subjek mengalami gangguan kesehatan mulut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi
menggosok gigi dan pola makan yang paling banyak menjadi penyebab gangguan sebanyak 50,2%.
Gangguan kesehatan mulut yang paling banyak dialami adalah gigi berlubang (80,73%), sakit gigi
(77,06%) dan gigi sensitif (65,59%). Rata-rata DMFT yakni 2,36 yang termasuk kategori sedang dan
didapatkan score OHI-S dengan kriteria baik 56,45%, sedang 13,81%, dan buruk 29,74% dengan
sampel sebanyak 127 orang. Sebagai kesimpulan, dampak kesehatan mulut banyak terjadi namun tidak
parah. Dampak kebanyakan berhubungan dengan kesulitan makan dan status emosional. Sakit gigi,
gigi berlubang dan gigi sensitif adalah penyebab gangguan yang paling banyak dialami. Rata-rata
karies tertinggi terdapat pada tidur/aktivitas dan rata-rata OHI-S tertinggi terdapat pada aktivitas sosial.
Kata Kunci: DMFT, OHI-S
LATAR BELAKANG
Kesehatan gigi dan mulut merupakan
hal yang sangat penting. Penyakit gigi dan
mulut menduduki urutan pertama dari daftar 10
besar penyakit yang paling sering dikeluhkan
masyarakat berdasarkan hasil studi morbiditas
SKRT-Surkernas tahun 2004. Data dari
Riskedas tahun 2007 yang dikeluarkan Depkes
RI juga melaporkan bahwa penduduk
Indonesia yang mengalami karies gigi
sebanyak 72,1% dan sebanyak 46,5% di
antaranya karies gigi aktif yang belum
dirawat.1 Hal ini berarti masih banyak
masyarakat
Indonesia
yang
masih
mengabaikan kesehatan gigi dan mulutnya.
Pada umumnya penyakit mulut tidak
membahayakan kehidupan namun dampak
yang
ditimbulkan
bisa
mempengaruhi
Visit www.ijset.org for full paper

kesejahteraan kehidupan individu maupun


populasi.2 Sejak akhir tahun 1980, kesehatan
mulut yang berkaitan dengan kualitas hidup
sudah mulai menjadi prioritas para spesialis
dan mereka memusatkan pada evaluasi
konsekuensi penyakit mulut dalam kehidupan
individu dan pendirian langkah-langkah yang
tepat untuk mencegah efek negatif penyakit
mulut terhadap kualitas hidup. Organisasi
kesehatan dunia WHO merumuskan konsep
sehat bukan hanya dengan tidak adanya
penyakit dan kecacatan, melainkan juga
mencakup keadaan sehat baik fisik, mental
maupun sosial. Penelitian yang ada saat ini
kebanyakan hanya mengukur indeks klinis dari
suatu penyakit dan berfokus pada ada atau
tidaknya suatu penyakit. Mereka tidak
menginformasikan kita tentang kesejahteraan
seseorang tentang mulutnya contohnya

IJSET.Vol. 5, No. 1 (2012) 7-12


ISSN: 1985-3785
2008 ILRAM Publisher

kemampuan dalam mengunyah dan menikmati


makanannnya.3 Studi yang dilakukan oleh
Rosenberg D. pada pasien-pasien penderita
penyakit gigi dan mulut, menemukan

Visit www.ijset.org for full paper